0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan23 halaman

Bab 7

Dokumen ini adalah modul Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk siswa SD kelas II, disusun oleh Mukrimin, S.Pd. Modul ini mencakup capaian pembelajaran, komponen inti, tujuan pembelajaran, serta metode dan materi yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan gerak dan perilaku hidup sehat. Penekanan pada pengembangan karakter dan nilai-nilai Pancasila juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran ini.

Diunggah oleh

lusiana66
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan23 halaman

Bab 7

Dokumen ini adalah modul Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk siswa SD kelas II, disusun oleh Mukrimin, S.Pd. Modul ini mencakup capaian pembelajaran, komponen inti, tujuan pembelajaran, serta metode dan materi yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan gerak dan perilaku hidup sehat. Penekanan pada pengembangan karakter dan nilai-nilai Pancasila juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran ini.

Diunggah oleh

lusiana66
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

A. INFORMASI UMUM MODUL


Nama Penyusun : Mukrimin, [Link].
Instansi/Sekolah : SDN 23 Lubuk Lagak
Jenjang / Kelas : SD / II
Alokasi Waktu : 1 s.d 2 Kali Pertemuan (3 s.d 6 JP)
Tahun Pelajaran : 2023 / 2024
B. KOMPONEN INTI
Capaian Pembelajaran Fase A
Pada akhir fase A, peserta didik dapat menunjukkan berbagai aktivitas pola
gerak dasar dan keterampilan gerak sebagai hasil peniruan dari berbagai
sumber, memahami konsep dan prinsip gerak yang benar, memahami dan
mempraktikkan aktivitas jasmani untuk
pengembangan kebugaran dan pola perilaku hidup sehat, menunjukkan perilaku
awal tanggung jawab personal dan sosial, serta menerima nilai-nilai aktivitas
jasmani.
Fase B Berdasarkan Elemen
Elemen Keterampilan Pada akhir fase A peserta didik menunjukkan
Gerak kemampuan dalam menirukan aktivitas pola gerak
dasar, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, dan
aktivitas permainan dan olahraga
air (kondisional).
Elemen Pengetahuan Pada akhir fase A peserta didik memahami prosedur
Gerak dalam melakukan pola gerak dasar, aktivitas senam,
aktivitas gerak
berirama, dan aktivitas permainan dan olahraga
air (kondisional).
Elemen Pemanfaatan Pada akhir fase A peserta didik memahami prosedur
Gerak dan mampu mempraktikkan latihan pengembangan
kebugaran jasmani terkait kesehatan. Peserta didik juga
memahami prosedur dan mampu mempraktikkan pola
perilaku hidup sehat berupa mengenali nama dan
fungsi anggota tubuh, serta
menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Elemen Pada akhir fase A peserta didik menunjukkan perilaku
Pengembangan bertanggung jawab dalam menyimak arahan dan
Karakter dan umpan balik yang diberikan guru, mulai dapat
Internalisasi Nilai-nilai menghormati orang lain, serta menerima ragam
Gerak keriangan yang didapat melalui aktivitas
jasmani.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam
mengategorikan dan mampu mempraktikkan aktivitas
latihan kebugaran jasmani untuk kesehatan seperti
latihan sikap tubuh dalam keadaan diam dan bergerak
dengan benar sesuai potensi dan kreativitas yang
dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Proil Pelajar
Pancasila dengan menanamkan nilai-nilai sikap, seperti
mandiri dan gotong royong, serta dapat menerapkan
pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-
hari.
Pertanyaan Pemantik Mengapa peserta didik perlu menunjukkan kemampuan
dalam mengategorikan dan mampu mempraktikkan
aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan diam dan
bergerak? Manfaat apa
yang peserta didik dapatkan setelah mempelajari
aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan diam dan
bergerak?
Profil Pancasila Mandiri dan Gotong royong
Kata kunci Keterampilan Gerak, Pengetahuan Gerak,
Pengembangan Karakter, dan Internalisasi
Nilai-Nilai Gerak, Aktivitas
Kebugaran Jasmani untuk kesehatan

Target Peserta Didik : Jumlah Siswa :


Peserta didik Reguler Menyesuaikan setiap kelas
Assesmen : Jenis Assesmen :
Guru menilai ketercapaian - Presentasi
tujuan pembelajaran - Produk
- Asesmen individu - Tertulis
- Asesmen kelompok - Unjuk Kerja
- Tertulis
Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan peserta
didik :
- Tatap muka - Individu
- Berkelompok (Lebih dari dua orang)
Ketersediaan Materi :
 Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi:
YA/TIDAK
 Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit
memahami konsep:
YA/TIDAK
Metode :
 Demonstrasi
 Penugasan
 Permainan
 Ceramah
 Simulasi
 Resiprokal
* guru dapat memilih salah satu metode atau menggabungkan beberapa metode
yang akan digunakan.
Sarana dan Prasarana
 Lembar Kerja Siswa (student worksheet) yang berisi perintah dan indikator
tugas gerak,
 matras senam atau sejenisnya,
 palang tunggal atau sejenisnya,
 peluit dan stopwatch, dan
 lapangan olahraga atau halaman sekolah (ruangan kelas).
Materi Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler
Mengategorikan fakta, konsep, dan prosedur, serta mampu mempraktikkan
latihan sikap tubuh dalam keadaan diam dan berdiri.
• Sikap tubuh dalam keadaan diam, diantaranya sikap tubuh dalam
keadaan terlentang, sikap tubuh dalam keadaan telungkup, sikap tubuh
dalam keadaan duduk, sikap tubuh dalam keadaan telentang dalam
permainan menyentuh balon, sikap tubuh dalam keadaan telungkup
dalam permainan menyentuh balon, dan sikap tubuh dalam keadaan
duduk dalam permainan menyentuh balon.

b. Materi Pembelajaran Remedial


Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai saja
(berdasarkan identiikasi). Materi dapat dimodiikasi dengan menambah jarak,
pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta
didik. Setelah dilakukan identiikasi kelemahan peserta didik, guru dapat
mengubah strategi dengan memasangkan peserta didik dan belajar dalam
kelompok agar dapat saling membantu, serta mencoba berbagai strategi lain
sesuai kebutuhan peserta didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan


Materi pembelajaran untuk pengayaan lebih tinggi dari materi regular. Materi
dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi,
mengubah lingkungan
permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang
dimodiikasi.
Sumber Belajar :
1. Sumber Utama

 Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan kelas II SD


 Buku PJOK lain yang relevan
 Internet

2. Sumber Alternatif
Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di
lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.

Persiapan Pembelajaran :
Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan
pembelajaran antara lain sebagai berikut.
1) Membaca kembali Modul Ajar (MA) yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
2) Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan latihan sikap
tubuh dalam keadaan diam dan berdiri.
3) Menyiapkan alat dan fasilitas pembelajaran, diantaranya:
 Lembar Kerja Siswa (student worksheet) yang berisi perintah dan
indikator tugas gerak,
 matras senam atau sejenisnya,
 palang tunggal atau sejenisnya,
 peluit dan stopwatch, dan
 lapangan olahraga atau halaman sekolah (ruangan kelas)..
Kegiatan pembelajaran :
Pendahuluan
a) Peserta didik diminta untuk berbaris di lapangan sekolah, dan mengucapkan
salam atau selamat pagi kepada bapak/ibu guru, serta berdoa sesuai dengan
agamanya masing- masing. Apabila memungkinkan, guru dapat memberikan
kesempatan kepada salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan,
mengucapkan salam atau selamat pagi kepada bapak/ibu guru, dan berdoa.
b) Peserta didik dipastikan dalam keadaan sehat, bila ada yang kurang sehat
(sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk beristirahat.
c) Peserta didik dikondisikan dalam suasana belajar yang menyenangkan
dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga.
d) Guru mengecek kemampuan yang sudah dipelajari peserta didik melalui
tanya jawab sebagai asesmen awal dalam materi pola gerak dasar lokomotor.
Hasil dari asesmen awal ini dapat digunakan untuk membagi kelompok yang
mengakomodir perbedaan kemampuan peserta didik melalui pembelajaran
berdiferensiasi (kemampuan yang berbeda). Contoh pertanyaan asesmen
awal seperti pada tabel berikut ini.
(1) Isikan identitas peserta didik.
(2) Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK yang ada dalam
pertanyaan sesuai dengan kemampuan peserta didik.
(3) Isilah pertanyaan berikut dengan jujur.

Nama: ........................................ Kelas: ........................................

e) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah


proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian
kompetensi) disertai
dengan penjelasan manfaat dari kegiatan latihan sikap tubuh dalam keadaan
diam.
f) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu latihan sikap
tubuh dalam keadaan diam.
g) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi latihan sikap tubuh
dalam keadaan diam yang terkait dengan keterampilan, baik kompetensi
sikap (Proil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu
pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi
pengetahuan: memahami latihan sikap tubuh dalam keadaan diam
menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan, yaitu
mempraktikkan latihan sikap tubuh dalam keadaan diam. Jawaban
No Pertanyaan
h) Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik terkondisikan
Ya dalam
Tidakmateri
yang
1 akan diajarkan dengan perasaan yang
aya dapat melakukan sikap tubuh dalam keadaan menyenangkan. Pemanasan
dalamdiam
bentuk permainan, seperti berjalan jinjit di atas ban motor bekas.
2 aya
Berikut dapat
cara melakukan sikap tubuh dalam keadaan
permainannya
bergerak.
(1)Buat kelompok dengan anggota 4–6 orang.
Sangat Baik ini dilakukan
(2)Permainan Baik dalam bentuk Cukup
perlombaan. Kurang
ika menjawab
(3)Setiap 4
kelompok Jika
berbaris berbanjar. Jika menjawab 2 Jika menjawab 1
awaban YAkelompok paling depan berjinjit
(4)Anggota jawaban YA di atas
berputar jawaban YA
ban motor.
(5)Dihitung berapa anggota yang jatuh saat melakukan.
(6) Pemenangnya adalah kelompok yang paling banyak anggotanya
berhasil
berjinjit mengelilingi ban.
(7)Peserta didik diminta untuk melakukan permainan ini selama 10–15 menit.

i) Dalam pembelajaran ini, selain dapat mengembangkan elemen keterampilan


gerak dan pengetahuan gerak, peserta didik juga diharapkan dapat
mengembangkan nilai-nilai Proil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan
menginternalisasi nilai-nilai gerak, seperti berkolaborasi, kepedulian,
pemahaman diri, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku
hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan inti
Setelah peserta didik melakukan pemanasan dalam bentuk permainan
sederhana, dilanjutkan dengan mempelajari latihan sikap tubuh dalam keadaan
diam. Sikap tubuh diam adalah kemampuan seseorang mempertahankan posisi
tubuh untuk tidak berubah atau bergerak. Oleh sebab itu, fungsi latihan sikap
tubuh diam ialah memperkuat tubuh saat dalam posisi diam.
Peserta didik diminta untuk mengamati dan kemudian mempraktikkan latihan
sikap tubuh dalam keadaan diam. Berdasarkan hasil pengamatan, peserta didik
diminta untuk menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan latihan sikap tubuh
dalam keadaan diam. Jika menemukan kesulitan, peserta didik dipersilakan
untuk meminta bantuan kepada guru.
Peserta didik diminta untuk mempelajari aktivitas latihan sikap tubuh dalam
keadaan diam dengan saksama.

a) Aktivitas pembelajaran 1: mengategorikan fakta, konsep, dan prosedur,


serta mampu mempraktikkan latihan sikap tubuh dalam keadaan diam
Bentuk-bentuk aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan diam antara lain
sebagai berikut.
(1) Aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan terlentang
Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik
tidur telentang dengan kedua
kaki rapat,
(b) kedua lengan di samping badan,
(c) kepala dan pinggang ditekuk ke
depan,
(d) tahan beberapa saat,
(e) peserta didik diminta untuk
melakukan gerakan ini sebanyak
2 × 10 hitungan.

(2) Aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan telungkup


Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik
tidur telungkup,
(b) kedua telapak tangan ditekuk
didepan dada,
(c) kedua kaki diangkat dan tahan
beberapa saat,
(d) peserta didik diminta untuk
melakukan gerakan ini sebanyak
2 × 10 hitungan.

(3) Aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan duduk


Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik
duduk dengan menyelonjorkan
kedua kaki,
(b) kemudian kedua kaki diangkat ± 45
derajat seperti membentuk huruf v,
(c) kedua lengan memegangi paha.
(d) peserta didik diminta untuk
melakukan gerakan ini sebanyak
2 × 10 hitungan.
(4) Aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan telentang dalam permainan
menyentuh balon
Langkah-langkah pembelajaran:
(a) Sikap permulaan peserta didik
pertama dalam posisi telentang
dan peserta didik kedua berdiri
memegang balon,
(b) peserta didik pertama menyentuh
balon yang dipegang oleh
pasangan,
(c) hitunglah berapa lama
dapat mempertahankan
gerakan,
(d) lakukan gerakan ini secara bergantian,
(e) peserta didik diminta untuk
melakukan gerakan ini sebanyak
2 × 10 hitungan.
(5) Aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan telungkup dalam permainan
menyentuh balon
Langkah-langkah pembelajaran:
(a) Sikap permulaan peserta didik
pertama melakukan posisi
telungkup dan peserta didik kedua
berdiri memegang balon,
(b) peserta didik pertama
menyentuhbola yang dipegang
peserta didik kedua,
(c) hitunglah berapa lama
dapat mempertahankan
gerakan,
(d) lakukan gerakan ini secara
bergantian,
(e) peserta didik diminta untuk
melakukan gerakan ini sebanyak
2 × 10 hitungan.
(6) Aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan duduk dalam permainan
mengepit balon
Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik membentuk kelompok kecil,
(b)setiap kelompok membentuk formasi berbanjar,
(c) setiap kelompok melakukan gerakan keseimbangan dalam
posisi duduk dengan kedua kaki mengapit balon,
(d)hitung berapa lama peserta didik dapat mempertahankan gerakan,
(e) lakukan latihan secara berulang-ulang,
(f)peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini sebanyak 2 × 10 hitungan.

Penutup
a) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan
pendinginan, guru mempertanyakan manfaat dari pendinginan.
b) Guru dan peserta didik melakukan releksi apa yang telah dicapai dan belum
dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan
kesalahankesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas
pembelajaran.
c) Guru menginformasikan kelompok dan peserta didik yang paling baik
penampilannya selama aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan diam.
d) Guru menugaskan peserta untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang
aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan diam, hasilnya dijadikan
sebagai tugas asesmen
penugasan.

e) Guru meminta peserta didik untuk berdoa sesuai dengan agamanya


masingmasing. Apabila memungkinkan, guru dapat memberikan kesempatan
kepada salah seorang peserta didik untuk memimpin doa.
f) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta
didik yang bertugas, diminta untuk mengembalikan peralatan ke tempat
semula.
Guru dapat mengembangkan lagi bentuk-bentuk aktivitas latihan sikap
tubuh dalam keadaan diam sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki.
Kegiatan pembelajaran dapat pula dilakukan dengan demonstrasi dan
komando. Jika penugasan dengan menggunakan lembar tugas tidak berjalan
dengan baik, maka perlu
didahului dengan demonstrasi/menggunakan lembar peraga atau media lain yang
sesuai.

Prosedur Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 2)


a. Materi Pembelajaran Reguler
Mengategorikan fakta, konsep, dan prosedur, serta mampu mempraktikkan
aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan bergerak.
• Sikap tubuh dalam keadaan bergerak, diantaranya berjalan ke depan
dengan langkah biasa, berjalan jinjit, berjalan di atas garis lurus, berjalan
di atas batok kelapa, berjalan di atas balok titian dalam bentuk permainan
menyusun kata, berjinjit dan berjalan dalam permainan menyusun
kalimat, berjalan melompati ban motor, berjalan meloncat ban motor, dan
berjalan menggunakan satu kaki berkelompok.

b. Materi Pembelajaran Remedial


Materi pembelajaran untuk remedial sama dengan materi reguler. Akan tetapi
penekanan materinya hanya pada materi yang belum dikuasai saja
(berdasarkan identiikasi). Materi dapat dimodiikasi dengan menambah jarak,
pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta
didik. Setelah dilakukan identiikasi kelemahan peserta didik, guru dapat
mengubah strategi dengan memasangkan peserta didik dan belajar dalam
kelompok agar dapat saling membantu, serta mencoba berbagai strategi lain
sesuai kebutuhan peserta didik.

c. Materi Pembelajaran Pengayaan


Materi pembelajaran untuk pengayaan lebih tinggi dari materi regular. Materi
dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi, mengubah
lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan
yang dimodiikasi..
Persiapan Mengajar
Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan
pembelajaran antara lain sebagai berikut.
1. Membaca kembali Modul Ajar (MA) yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
2. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan latihan sikap
tubuh dalam keadaan diam dan berdiri.
3. Menyiapkan alat dan fasilitas pembelajaran, diantaranya:
 Lembar Kerja Siswa (student worksheet) yang berisi perintah dan
indikator tugas gerak,
 matras senam atau sejenisnya,
 palang tunggal atau sejenisnya,
 peluit dan stopwatch, dan
- lapangan olahraga atau halaman sekolah (ruangan kelas)..
Kegiatan pendahuluan
Langkah-langkah sama seperti konsep pada pertemuan pertama dengan
menyesuaikan materinya (seperti terlihat pada halaman 200).
Kegiatan inti
Setelah peserta didik melakukan aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan
diam, maka akan dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas latihan sikap tubuh
dalam keadaan bergerak.

Keadaan bergerak adalah kemampuan seseorang untuk mempertahankan posisi


tubuh saat berada dalam posisi bergerak. Oleh sebab itu, fungsi latihan sikap
tubuh dalam keadaan bergerak adalah untuk memperkuat sejumlah otot yang
memungkinkan tubuh terjaga keseimbangannya ketika bergerak.
Peserta didik diminta untuk mengamati dan kemudiam mempraktikkan aktivitas
latihan sikap tubuh dalam keadaan bergerak. Berdasarkan hasil pengamatan,
peserta didik diminta untuk menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan
aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan bergerak. Jika menemukan
kesulitan, peserta didik dipersilakan untuk meminta bantuan kepada guru.
Peserta didik diminta untuk mempelajari aktivitas latihan sikap tubuh dalam
keadaan bergerak dengan saksama.

b) Aktivitas pembelajaran 2: mengategorikan fakta, konsep, dan prosedur,


serta mampu mempraktikkan aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan
bergerak
Bentuk-bentuk aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan bergerak antara
lain sebagai berikut.
(1) Aktivitas latihan berjalan ke depan dengan langkah biasa
Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik berdiri tegak,
(b)kedua lengan di samping badan,
(c) langkahkan kaki secara bergantian dan badan tegak,
(d)pandangan ke depan,
(e) peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini sebanyak 2 × 10 hitungan.

(2) Aktivitas latihan berjalan jinjit


Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik berdiri tegak dengan kedua kaki dirapatkan,
(b)kemudian siapkan kartu kata,
(c) buatlah lintasan ± 5 meter, letakkan meja di ujung lintasan,
(d)peserta didik yang berada pada barisan depan melakukan gerakan terlebih
dahulu,
(e) sikap awal berdiri tega,
(f)pandangan lurus ke depan, kaki melangkah jinjit ke depan secara
bergantian hingga ujung lintasan,
(g)kemudian kembali menuju belakang barisan,
(h)lakukan gerakan secara bergantian sambil membawa kata yang telah
disediakan.
(i) susunlah kata menjadi sebuah kalimat,
(j) peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini sebanyak 2 × 10 hitungan.

(3) Aktivitas latihan berjalan di atas garis lurus


Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik berdiri tegak dengan salah satu kaki di depan,
(b)kemudian buatlah garis lurus dengan jarak ±5 meter menggunakan
kapur atau sejenisnya,
(c) setiap peserta didik melakukan gerakan berjalan di atas garis lurus dengan
kaleng bekas atau balok kecil di atas kepala,
(d)peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini sebanyak 2 × 10 hitungan.

(4) Aktivitas latihan berjalan di atas batok kelapa


Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik berdiri tegak dengan kedua kaki dirapatkan,
(b)letakkan 5 buah batok kelapa sebagai lintasan,
(c) setiap peserta didik melakukan gerakan berjalan di atas batako,
(d)peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini sebanyak 2–3 kali.

(5) Aktivitas latihan berjalan di atas balok titian dalam bentuk


permainanmenyusun kata
Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka selebar
bahu,
(b)siapkan kartu kata dan letakkan dalam kardus bekas,
(c) setiap peserta didik melakukan gerakan berjalan di atas balok titian,
(d)kedua lengan direntangkan dan salah satu tangan memegang kartu kata,
(e) letakkan kartu di atas meja,
(f)lakukan secara bergantian hingga kata tersusun dengan benar,
(g)peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini sebanyak 2–3 kali.

(6) Aktivitas latihan berjinjit dan berjalan dalam permainan Menyusun Kalimat
Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik berdiri tegak dengan kedua kaki dirapatkan,
(b)kemudian buatlah lintasan garis untuk berjalan jinjit dengan jarak 5 meter,
(c) siapkan kartu kata,
(d)setiap peserta didik berjalan di atas garis lurus berjalan jinjit,
(e) berjalan di atas balok titian secara bergantian dengan membawa kartu kata,
(f)apabila terjatuh saat melewat balok titian maka kamu harus mengulanginya
dari awal,
(g)pemenangnya adalah kelompok yang paling cepat menyusun kalimat dengan
benar,
(h)peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini sebanyak 2 – 3 kali.

(7) Aktivitas latihan berjalan melompati ban motor


Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik
berdiri di belakang ban motor
bekas,
(b) kemudian buat lintasan dengan
jarak 10 meter,
(c) lalu letakkan ban bekas setiap
jarak 2 meter,
(d) setiap peserta didik
melompati ban motor,
(e) tumpuan satu kaki dan
mendarat dengan dua kaki,
(f) peserta didik diminta untuk
melakukan gerakan ini sebanyak
2–3 kali.
(8) Aktivitas latihan berjalan meloncat ke dalam ban motor
Langkah-langkah pembelajaran:
(a) sikap permulaan peserta didik berdiri di belakang ban motor bekas,
(b)kemudian letakkan ban motor sebanyak 5 buah secara berdekatan,
(c) bersama teman satu kelompok peserta didik melakukan gerakan meloncat ke
ban motor,
(d)tumpuan dua kaki dan mendarat dengan dua kaki,

(e) peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini sebanyak 2–3 kali.

Kegiatan penutup
a. Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan
pendinginan, guru mempertanyakan manfaat dari pendinginan.
b. Guru dan peserta didik melakukan releksi apa yang telah dicapai dan belum
dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan
kesalahankesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas
pembelajaran.
c. Guru menginformasikan kelompok dan peserta didik yang paling baik
penampilannya selama aktivitas pembelajaran bermain di kolam renang.
d. Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah
dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas
pembelajaran bermain di kolam renang, hasilnya dijadikan sebagai tugas
asesmen penugasan.
e. Guru meminta peserta didik untuk berdoa sesuai dengan agamanya
masingmasing. Apabila memungkinkan, guru dapat memberikan kesempatan
kepada salah seorang peserta didik untuk memimpin doa.
f. Peserta didik kembali ke kelas dengan tertib, dan bagi peserta didik yang
bertugas, diminta untuk mengembalikan peralatan ke tempat semula.
Kegiatan Alternatif
Guru dapat mengembangkan lagi bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran
gerakan pengenalan air, sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki.
Kegiatan pembelajaran dapat pula dilakukan dengan demonstrasi dan
komando. Jika penugasan dengan menggunakan lembar tugas tidak berjalan
dengan baik, maka perlu
didahului dengan demonstrasi/menggunakan lembar peraga/atau media lain yang
sesuai.
Refleksi Guru
Lembar Releksi Diri Guru
a. Tuliskan pokok bahasan dan pertemuan materi yang diajarkan.
b. Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan kondisi
gurus aat dalam proses pembelajaran.
c. Isilah pernyataan berikut dengan jujur.
Keterangan /
No Pernyataan Ya Tidak Proses Perbaikan
1 Proses pembelajaran secara umum
berlangsung dengan menarik,
menyenangkan, menantang, dan
bermakna.
2 Tujuan pembelajaran dapat dicapai.
3 Materi pembelajaran tersampaikan
dengan baik.
4 Metode pembelajaran yang digunakan
efektif.
5 Media/bahan/alat yang dipilih dan
digunakan tepat dan variatif.
6 Penilaian proses dan hasil belajar
dilakukan
dan dengan teknik yang tepat.
7 Keterlibatan dan antusiasme peserta
didik
baik.
Catatan:

Lembar Refleksi Diri (Sikap) Peserta Didik


1. Isikan identitas peserta didik.
2. Berikan tanda centang pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan
peserta didik.
3. Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Antarteman Peserta Didik


a. Isikan identitas teman peserta didik.
b. Berikan tanda centang pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan
keyakinan peserta didik.
c. Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

Asesmen Pengetahuan
a. Contoh penilaian pengetahuan pilihan ganda
1) Teknik : Tes Tulis
2) Bentuk : Pilihan Ganda
3) Contoh Instrumen:
Perhatikan gambar
berikut ini.

Jawaban
No Pernyataan Ya.... Tidak
Berdasarkan hasil pengamatan, gambar di atas merupakan gerakan
a.1 berjalan
Saya mengikuti aktivitas
ke depan dengan latihanbiasa
langkah sikap tubuh dalam
keadaan
b. berjalan jinjitdiam dan bergerak dengan sungguh-sungguh.
c.2 berjalan
Saya belajar aktivitas
di atas garis latihan sikap tubuh dalam
lurus
keadaan
d. berjalan diam
di atas batok kelapa
dan bergerak secara mandiri.
b. 3 Saya
Contoh mengerjakan
penilaian tugas dari
pengetahuan guru tanpa meminta
menjodohkan
bantuan
1) Teknik orang lain.
: Tes Tulis
4 Saya
2) Bentuk berperan aktif dalam mengerjakan tugas
: Menjodohkan
kelompok.
3) Contoh Instrumen:
5
JodohkanSaya saling latihan
gambar membantusikapdalam
tubuhmelakukan tugas
dengan kolom alternatif jawaban.
Tulis jawaban pada
Sangat Baik kolom jawaban.
Baik Cukup Perlu Perbaikan
Jika menjawab 6 Jika menjawab Jika menjawab Jika menjawab 1
jawaban YA 4–5 jawaban YA 2–3 jawaban YA jawaban YA

Jawaban
No Pernyataan Ya Tidak
1 Teman saya mampu bekerja sama dengan teman lain.
2 Teman saya mau berkomunikasi dengan teman lain.
3 Teman saya lebih mengutamakan kepentingan teman
lain.
4 Teman saya hadir mengikuti pelajaran PJOK tepat
waktu.
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
Jika menjawab 5 Jika menjawab Jika menjawab Jika menjawab 1
jawaban YA 3–4 jawaban YA 2 jawaban YA jawaban YA

Asesmen Keterampilan
a. Instrumen untuk Penilaian Proses Gerak
1) Tes kinerja aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan
a) Butir tes
Lakukan aktivitas latihan sikap tubuh dalam keadaan diam dan
bergerak. Unsur- unsur yang dinilai adalah kesesuaian melakukan gerakan
(penilaian proses), meliputi
sikap awal, pelaksanan gerakan, dan sikap akhir.
b) Petunjuk asesmen
Berikan nilai (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta
didik menunjukkan atau menampilkan keterampilan gerak yang diharapkan.
(1) Isikan identitas peserta didik.
(2) Berikan tanda centang (3) pada kolom (1) jika (Ya) dan kolom (0) jika
Tidak, sesuai dengan penampilan keterampilan gerak yang dilakukan
atau ditunjukkan peserta didik.
2) Rubrik asesmen keterampilan gerak
Contoh lembar asesmen proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik
satu lembar asesmen).

Nama : : Kelas: :

N0 Indikator Esensial Uraian Gerak Ya (1) Tidak (0)


1 Sikap Awal Kaki
Badan
Lengan dan Tangan
Pandangan Mata
2 Pelaksanaan Gerak Kaki
Badan
Lengan dan Tangan
Pandangan Mata
3 Sikap Akhir Kaki
Badan
Lengan dan Tangan
Pandangan Mata
Sangat Baik Baik Cukup Perlu Perbaikan
Jika mendapat Jika mendapat skor 7 Jika Jika mendapat
skor > 9 dalam s.d. 9 dalam mendapat skor < 4 dalam
keterampilan keterampilan yang skor 4 s.d. 6 keterampilan
yang ditunjukkan. dalam yang
ditunjukkan. keterampila ditunjukkan.
n
yangditunjukkan.

3) Pedoman penskoran
(a) Skor 1 jika peserta didik dapat melakukan gerakan dengan benar.
(b)Skor 0 jika peserta didik tidak melakukan gerakan dengan benar.

Contoh lembar penilaian proses gerak untuk seluruh peserta didik.


Pelaksanaan Skor
No Nama Peserta didik Sikap Awal Sikap Akhir
Gerak Akhir
1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
2
3
dst

b. Instrumen untuk Penilaian Produk


1) Contoh instrumen untuk penilaian produk gerak (penerapan latihan sikap
tubuh dalam keadaan diam dan bergerak untuk perorangan peserta didik).
Nama :
Kelas :
Hasil Uji Percobaan I Percobaan II
Keterampilan Jumlah Skor (Sesuai Jumlah Skor
Ulanga Norma) Ulanga (Sesuai
n n Norma)
Sikap tubuh
diam
Sikap

tubuh
bergerak

2) Contoh instrumen untuk penilaian produk gerak (penerapan gerakan langkah


kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama untuk seluruh peserta didik)

Keterangan: (1) Langkah kaki (2) Ayunan lengan

3) Contoh instrumen untuk penilaian produk gerak (penerapan gerakan


berjalan, berlari, melompat/meloncat untuk seluruh peserta didik).

4) Contoh instrumen untuk penilaian produk gerak (penerapan gerakan


berjalan, berlari, melompat/meloncat dalam permainan yang dimodiikasi
untuk seluruh peserta didik).

c. Pengolahan Nilai Uji Keterampilan


Contoh data yang didapat adalah sebagai berikut.
1) Skor keterampilan proses gerak peserta didik: 80.
2) Skor keterampilan produk gerak (dari contoh di atas diambil salah
satu sesuai dengan kategori gerak
(tertutup/terbuka/diskrit/kontinum, dan lain-lain), diujikan secara
terpisah atau terintegrasi dalam permainan): 90.
Untuk memperoleh skor akhir, perlu diberikan pembobotan sesuai dengan
tujuan akhir dari pembelajaran (contoh 70% untuk skor keterampilan
proses gerak, dan 30% untuk skor keterampilan produk gerak).
Releksi Guru
Releksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan
pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil releksi dapat digunakan untuk
menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan.
Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah
pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat
Percobaan I perhatian dalam IIreleksi guru antara
Percobaan
lain sebagai berikut. Skor
Nama Peserta Jumlah Jumlah Skor (Sesuai Skor
NoApakah kegiatan pembelajaran
1. Ulangan
(Sesuai
dapat berjalan dengan
Ulangan baik?
Norma) Terbaik
didik Norma)
2. Kesulitan-kesulitan 1 apa 2 3 saja
1 2yang
3 1 dialami/temukan
2 3 1 2 3 dalam proses
1 pembelajaran?
3.
2 Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses
3 pembelajaran tersebut?
Remedial
Dst dan Pengayaan
1. Remedial
Remedial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran, yaitu dengan
memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari
mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi
diketahui dari releksi yang dilakukan setiap
Nama :
kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara menetapkan atau
Kelas :
menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.
2. Pengayaan Gerak lokomotor dilakukan dengan
Kesempatan didapat
benar (GB)
Pengayaan diberikan oleh (K) guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan
Hasil Uji
pada setiap aktivitas
Diisipembelajaran.
dengan tally Pengayaan Diisidilakukan setelah diadakan
dengan tally
Keterampil
asesmen pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap
an
aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah
ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat
kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat
peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan
tugas keterampilan yang diberikan.

C. LAMPIRAN Hasil Uji Keterampilan Persentase


Lembar Nama Peserta
Kegiatan Peserta Didik
No Didapat Gerak Lokomotor
Didik
Tanggal : .................................................................
Kesempatan Dilakukan
Lingkup / Materi Pembelajaran : .................................................................
yang dengan Benar
Nama Peserta Didik : .................................................................
1
Fase/Kelas : A/II
2
3
1. Panduan umum
Dst
a. Pastikan peserta didik dalam keadaan sehat dan siap untuk
mengikuti aktivitas pembelajaran.
b. Mulailah kegiatan dengan berdo’a.
c. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang
diberikan guru untuk menghindari cidera.
d. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan
bersama.

2. Panduan aktivitas pembelajaran


a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang.
b. Lakukan latihan sikap tubuh dalam keadaan diam dan bergerak secara
berpasangan dengan teman satu kelompok.
c. Perhatikan penjelasan berikut ini.
Cara melakukan latihan sikap tubuh dalam keadaan diam dan bergerak
antara lain:
1) latihan sikap tubuh dalam keadaan diam,
2) latihan sikap tubuh dalam keadaan bergerak.
Bahan Bacaan Peserta Didik :
1. Materi latihan sikap tubuh dalam keadaan diam dan bergerak. Sumber bacaan
dapat

diperoleh melalui buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.


2. Mengamati video pembelajaran materi latihan sikap tubuh dalam keadaan
diam dan bergerak dengan dibantu oleh orangtua, kakak atau saudara.
Sumber video pembelajaran dapat diperoleh melalui internet atau sumber
lainnya.
Bahan Bacaan Guru
1. Bentuk-bentuk latihan sikap tubuh dalam keadaan diam dan bergerak.
Sumber bacaan dapat diperoleh melalui buku, majalah, koran, internet, atau
sumber lainnya.
2. Mengamati video pembelajaran materi latihan sikap tubuh dalam keadaan
diam dan
bergerak. Sumber video pembelajaran dapat diperoleh melalui internet atau
sumber lainnya.
Glosarium
gerak dasar suatu pola gerakan yang mendasari suatu gerakan mulai dari
kemampuan gerak yang sederhana hingga kemampuan gerak yang komplek,
seperti: gerak dasar manusia (berjalan, berlari, melompat, meloncat, dan
melempar).
gerak lokomotor gerakan berpindah tempat dan bagian tubuh tertentu saja yang
digerakkan, seperti berjalan, berlari, dan meloncat.
gerak nonlokomotor gerakan yang tidak berpindah tempat, dan bagian tubuh
tertentu saja yang digerakan, seperti mendorong, menarik, menekuk, dan
memutar.
kebugaran jasmani kesanggupan seseorang untuk melakukan pekerjaan sehari-
hari tanpa terlalu merasa kelelahan dan masih mempunyai cadangan tenaga
untuk menikmati waktu senggangnya dengan baik maupun melakukan pekerjaan
yang mendadak.
kekuatan kemampuan otot-otot untuk menggunakan tenaga maksimal atau
mendekati maksimal, untuk mengangkat beban.
kelenturan kemampuan untuk menggerakan otot beserta persendian pada seluruh
daerah pergerakan.
kombinasi melakukan beberapa teknik gerakan dalam satu rangkaian gerak.
komposisi tubuh presentase lemak badan dari berat badan tanpa lemak.
langkah perubahan injakan kaki dari satu tempat ke tempat lain, yang dapat
dilakukan dengan posisi segaris, tegak lurus, dan serong.
lompat merupakan kegiatan mendorong tubuh dengan tumpuan satu kaki
(contoh: lompat jauh, lompat tinggi, lompat galah).
loncat merupakan kegiatan mendorong tubuh dengan tumpuan dua kaki (contoh:
loncat indah, loncat harimau, loncat katak).
pemanasan persiapan tubuh untuk melakukan gerakan yang sesungguhnya.
pembelajaran proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dengan
tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
pendidikan jasmani suatu proses pembelajaran melalui aktivitias jasmani yang
didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan ketrampilan
motorik, pengetahuan dan prilaku hidup sehat dan aktif, dan sikap sportif, serta
kecerdasan emosi. pendinginan menurunkan suhu tubuh secara perlahan,
mempersiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas lain.
proil pelajar pancasila tujuan besar (atau bahkan misi) yang ingin diwujudkan
melalui sistem pendidikan.
variasi melakukan satu teknik gerakan dengan berbagai cara.
Daftar Pustaka:
Lutan, Rusli. Pendidikan Jasmani dan Olahraga Sekolah: Penguasaan Kompetensi dalam
Konteks Budaya Gerak. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi.
2005.
Mahendra, Agus dkk. Implementasi Movement-Problem-Based Learning sebagai
Pengembangan Paradigma Relective Teaching dalam Pendidikan Jasmani:
Sebuah Community-Based Action Research di Sekolah Menengah di Kota
Bandung. 2006. Muhajir. Perspektif Guru PJOK Indonesia di Abad 21. Bandung:
Sahara Multi Trading.
2019.

Anda mungkin juga menyukai