0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Recycling Project Module

Modul ajar ini mengajarkan peserta didik kelas 5 SD tentang daur ulang sampah melalui experiential learning dan project-based learning. Peserta didik akan mengalami, merenungkan, berpikir kreatif, dan bertindak dalam proyek daur ulang, serta mengembangkan kompetensi sosial emosional. Tujuannya adalah membentuk karakter yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Diunggah oleh

elsa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Recycling Project Module

Modul ajar ini mengajarkan peserta didik kelas 5 SD tentang daur ulang sampah melalui experiential learning dan project-based learning. Peserta didik akan mengalami, merenungkan, berpikir kreatif, dan bertindak dalam proyek daur ulang, serta mengembangkan kompetensi sosial emosional. Tujuannya adalah membentuk karakter yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Diunggah oleh

elsa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami konsep daur ulang sampah dan


mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari melalui proyek nyata. Mereka
juga mampu menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan
mengurangi dampak negatif sampah.

Tujuan Pembelajaran
 Memahami pengertian daur ulang dan jenis-jenis sampah yang dapat didaur
ulang.
 Mengidentifikasi manfaat daur ulang bagi lingkungan dan masyarakat.
 Merancang dan melaksanakan proyek daur ulang sampah sederhana di
lingkungan sekolah atau rumah.
 Menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
 Mengembangkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi dalam tim.

Asesmen
Asesmen Diagnostik: Asesmen Formatif:

 Diskusi kelas tentang pengetahuan  Observasi selama kegiatan diskusi


awal peserta didik mengenai sampah dan proyek daur ulang.
dan daur ulang.  Penilaian terhadap partisipasi aktif
 Kuis singkat untuk mengidentifikasi dan kerjasama dalam kelompok.
pemahaman dasar tentang jenis-jenis  Umpan balik terhadap rancangan dan
sampah dan dampaknya bagi pelaksanaan proyek.
lingkungan.  Lembar kerja individu untuk menguji
pemahaman konsep.

Asesmen Sumatif:
 Presentasi proyek daur ulang yang telah dilaksanakan.
 Laporan tertulis mengenai proses dan hasil proyek.
 Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep daur ulang dan dampaknya
bagi lingkungan.

Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)

 Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak peserta didik berdoa.
 Guru melakukan apersepsi dengan menunjukkan contoh sampah dan bertanya
tentang cara mengolahnya.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi.

Kegiatan Inti (60 menit) - Experiential Learning & Project-Based Learning

Experiencing Reflecting (Refleksi):


(Mengalami):  Guru memfasilitasi diskusi tentang perasaan peserta
 Peserta didik diajak didik setelah mengamati sampah.
mengamati berbagai  Pertanyaan pemantik: "Apa yang kalian rasakan
jenis sampah di saat melihat sampah berserakan?", "Mengapa
lingkungan sekolah atau penting untuk mengelola sampah dengan baik?"
rumah. Thinking (Berpikir):
 Diskusi tentang jenis
 Peserta didik dibagi menjadi kelompok.
sampah yang dapat
 Setiap kelompok berdiskusi untuk merancang
didaur ulang dan yang
proyek daur ulang sampah.
tidak.
 Guru memberikan panduan dan contoh proyek daur
ulang.

Acting (Aksi):

 Setiap kelompok melaksanakan proyek daur ulang yang telah dirancang (contoh:
membuat kerajinan dari botol plastik, membuat pupuk kompos dari sampah
organik).
 Guru berkolaborasi dengan guru seni untuk membantu peserta didik dalam
membuat kerajinan yang kreatif.
 Peserta didik mendokumentasikan proses dan hasil proyek.
 Peserta didik mempersiapkan presentasi proyek.
Penutup (15 menit)

 Setiap kelompok mempresentasikan proyek daur ulang.


 Guru memberikan umpan balik dan apresiasi.
 Guru dan peserta didik melakukan refleksi bersama tentang pembelajaran hari
ini.
 Guru memberikan tugas rumah untuk mencari informasi lebih lanjut tentang daur
ulang.

Integrasi
Pembelajaran ini melibatkan:

 Guru: Sebagai fasilitator dan motivator.


 Rekan Sejawat: Kolaborasi dengan guru seni untuk meningkatkan kreativitas
proyek.
 Orang Tua: Diharapkan mendukung peserta didik dalam mengumpulkan
sampah dan melaksanakan proyek di rumah.
 Kompetensi Sosial Emosional (KSE):
o Kesadaran Diri & Pengenalan Emosi: Peserta didik menyadari dampak
sampah terhadap lingkungan dan emosi yang ditimbulkan.
o Pengelolaan Diri (Mengelola Emosi & Fokus): Peserta didik belajar
mengelola emosi negatif terkait sampah dan fokus pada solusi daur ulang.
o Kesadaran Sosial (Empati): Peserta didik memahami dampak sampah
terhadap orang lain dan lingkungan.
o Keterampilan Sosial (Resiliensi): Peserta didik belajar mengatasi
tantangan dalam melaksanakan proyek daur ulang.
o Pengambilan Keputusan Bertanggung Jawab: Peserta didik mengambil
keputusan yang bertanggung jawab dalam memilih jenis sampah yang didaur
ulang dan cara pengolahannya.

Sumber/Bahan Ajar
 Buku IPAS Kelas 5 SD
 Artikel dan video tentang daur ulang di internet
 Sampah-sampah yang dapat didaur ulang
 Alat dan bahan untuk membuat kerajinan atau pupuk kompos

Ringkasan
Modul ajar ini dirancang untuk mengajarkan peserta didik kelas 5 SD tentang
pentingnya daur ulang sampah. Melalui pendekatan experiential learning dan
project-based learning, peserta didik akan mengalami langsung proses daur ulang,
merenungkan pengalamannya, berpikir kreatif untuk solusi, dan bertindak nyata
dalam mengurangi sampah. Modul ini juga mengintegrasikan berbagai kompetensi
sosial emosional untuk membentuk karakter peserta didik yang peduli dan
bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Anda mungkin juga menyukai