0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

2 Abc

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah dalam analisis ABC untuk pengelolaan persediaan, mulai dari pengumpulan data hingga evaluasi berkala. Proses ini melibatkan perhitungan nilai pemakaian tahunan, pengelompokan barang ke dalam kategori A, B, dan C berdasarkan kontribusi nilai, serta penentuan kebijakan pengendalian untuk masing-masing kategori. Metode ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan persediaan dan efisiensi biaya.

Diunggah oleh

Feby Tobing
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

2 Abc

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah dalam analisis ABC untuk pengelolaan persediaan, mulai dari pengumpulan data hingga evaluasi berkala. Proses ini melibatkan perhitungan nilai pemakaian tahunan, pengelompokan barang ke dalam kategori A, B, dan C berdasarkan kontribusi nilai, serta penentuan kebijakan pengendalian untuk masing-masing kategori. Metode ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan persediaan dan efisiensi biaya.

Diunggah oleh

Feby Tobing
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

No Tahap Analisis ABC Cara Penerapan

1 Mengumpulkan Data Perusahaan mengumpulkan data dari gudang atau sistem persediaan mengenai jumlah pemakaian
Persediaan atau penjualan setiap barang selama satu tahun serta harga per unit masing-masing barang. Data
biasanya diambil dari laporan stok atau sistem komputer perusahaan.
2 Menghitung Nilai Nilai pemakaian dihitung dengan rumus Jumlah Pemakaian × Harga per Unit.
Pemakaian Tahunan Hasil perhitungan menunjukkan jumlah dana yang digunakan untuk setiap jenis barang dalam satu
tahun. Biasanya dihitung menggunakan Excel agar lebih cepat dan rapi.
3 Mengurutkan Barang Setelah nilai pemakaian diketahui, semua barang diurutkan dari nilai terbesar hingga terkecil untuk
melihat barang mana yang memiliki kontribusi terbesar terhadap total investasi persediaan.
4 Menghitung Persentase Total seluruh nilai pemakaian dijumlahkan terlebih dahulu. Kemudian dihitung persentase
dan Nilai Kumulatif kontribusi masing-masing barang terhadap total tersebut, lalu dibuat persentase kumulatif untuk
menentukan batas kategori A, B, dan C.
5 Mengelompokkan Barang dengan kontribusi sekitar 70–80% dimasukkan ke Kategori A, kontribusi 15–25%
Barang dimasukkan ke Kategori B, dan sisanya dimasukkan ke Kategori C. Pengelompokan ini biasanya
ditandai langsung dalam tabel.
6 Menentukan Kebijakan Kategori A: pengecekan stok rutin dan pengawasan ketat.
Pengendalian Kategori B: pengawasan berkala, misalnya setiap bulan.
Kategori C: pengawasan sederhana dan biasanya dibeli dalam jumlah lebih besar untuk menghemat
biaya pemesanan.
7 Melakukan Evaluasi Perusahaan melakukan evaluasi secara berkala (misalnya setiap 6 bulan atau 1 tahun) dengan
Berkala meninjau kembali data penjualan dan harga. Jika terjadi perubahan, maka kategori barang dapat
disesuaikan kembali.
Kode Nama Barang Satuan Pemakaian /3 Bulan Harga (Rp) Nilai Tahunan (Rp)

STR-WSM Wiremesh M8 Lembar 150 550.000 330.000.000

STR-SMN Semen Portland Sak 1.200 65.000 312.000.000

STR-B16 Besi Beton Ø16 Batang 500 150.000 300.000.000

STR-PLT Plat Baja Lembar 180 400.000 288.000.000

STR-B12 Besi Beton Ø12 Batang 750 95.000 285.000.000

STR-B10 Besi Beton Ø10 Batang 900 75.000 270.000.000

STR-BSP Batu Split m³ 180 300.000 216.000.000

STR-PSP Pasir Pasang m³ 220 230.000 202.400.000

STR-PBT Pasir Beton m³ 200 250.000 200.000.000

STR-BRJ Baja Ringan Batang 350 120.000 168.000.000

STR-KRK Kerikil m³ 140 280.000 156.800.000

STR-BKL Batu Kali m³ 120 320.000 153.600.000

STR-MPK Multiplek Lembar 200 180.000 144.000.000

STR-BTK Batako Buah 12.000 2.500 120.000.000

STR-SMI Semen Instan Sak 400 75.000 120.000.000

STR-BHL Besi Hollow Batang 260 110.000 114.400.000

STR-BMR Bata Merah Buah 25.000 900 90.000.000

STR-SPT Semen Putih Sak 150 90.000 54.000.000

STR-PKB Paku Beton Kg 300 28.000 33.600.000

STR-KBD Kawat Bendrat Kg 250 22.000 22.000.000


Kode Nama Barang Satuan Pemakaian /3 Bulan Harga (Rp) Nilai Tahunan (Rp) % % Kumulatif Kategori
STR-WSM Wiremesh M8 Lembar 150 550.000 330.000.000 9,22 9,22 A
STR-SMN Semen Portland Sak 1.200 65.000 312.000.000 8,71 17,93 A
STR-B16 Besi Beton Ø16 Batang 500 150.000 300.000.000 8,38 26,31 A
STR-PLT Plat Baja Lembar 180 400.000 288.000.000 8,05 34,36 A
STR-B12 Besi Beton Ø12 Batang 750 95.000 285.000.000 7,96 42,32 A
STR-B10 Besi Beton Ø10 Batang 900 75.000 270.000.000 7,54 49,86 A
STR-BSP Batu Split m³ 180 300.000 216.000.000 6,03 55,89 B
STR-PSP Pasir Pasang m³ 220 230.000 202.400.000 5,65 61,54 B
STR-PBT Pasir Beton m³ 200 250.000 200.000.000 5,59 67,13 B
STR-BRJ Baja Ringan Batang 350 120.000 168.000.000 4,69 71,82 B
STR-KRK Kerikil m³ 140 280.000 156.800.000 4,38 76,20 B
STR-BKL Batu Kali m³ 120 320.000 153.600.000 4,29 80,49 B
STR-MPK Multiplek Lembar 200 180.000 144.000.000 4,02 84,51 C
STR-BTK Batako Buah 12.000 2.500 120.000.000 3,35 87,86 C
STR-SMI Semen Instan Sak 400 75.000 120.000.000 3,35 91,21 C
STR-BHL Besi Hollow Batang 260 110.000 114.400.000 3,19 94,40 C
STR-BMR Bata Merah Buah 25.000 900 90.000.000 2,51 96,91 C
STR-SPT Semen Putih Sak 150 90.000 54.000.000 1,51 98,42 C
STR-PKB Paku Beton Kg 300 28.000 33.600.000 0,94 99,36 C
STR-KBD Kawat Bendrat Kg 250 22.000 22.000.000 0,64 100,00 C
Kategori Batas Kumulatif
A sampai ±70%
B sampai ±90%
C sampai ±100%
Artinya:
• Barang yang membentuk 70% nilai terbesar masuk Kategori A
• Barang berikutnya masuk Kategori B
• Sisanya masuk Kategori C

1. Menghitung Pemakaian Tahunan


Karena data yang digunakan adalah rata-rata pemakaian per 3 bulan, maka dihitung pemakaian tahunan dengan rumus:
Pemakaian Tahunan = Pemakaian 3 Bulan × 4
Contoh:
Semen Portland
1.200 × 4 = 4.800 sak per tahun

2. Menghitung Nilai Pemakaian Tahunan


Nilai pemakaian tahunan dihitung dengan rumus:
Nilai Tahunan = Pemakaian Tahunan × Harga Satuan
Contoh:
Semen Portland
4.800 × 65.000 = Rp312.000.000

3. Menghitung Persentase Kontribusi


Persentase kontribusi setiap barang dihitung dengan rumus:
Persentase = (Nilai Item / Total Nilai Persediaan) × 100%
Total nilai persediaan pada contoh ini adalah Rp3.579.800.000.
4. Klasifikasi ABC
Dalam metode Analisis ABC, persediaan dibagi menjadi tiga kategori:
Kategori Kriteria
A Barang dengan kontribusi nilai terbesar (±70%)
B Barang dengan kontribusi nilai menengah (±20%)
C Barang dengan kontribusi nilai kecil (±10%)

Anda mungkin juga menyukai