5.4 Contoh RKT-RKAM
5.4 Contoh RKT-RKAM
(RKT)
TAHUN 2024-2027
Disusun Oleh :
TAHUN 2025
1
LEMBAR PENGESAHAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini telah disahkan dalam Rapat Pleno Sekolah yang dihadiri oleh
Kepala Sekolah, Guru, Pengurus Komite dan Tokoh Masyarakat, pada:
Hari : Senin
Tanggal : 14 Juli 2025
Jam : 08:00 WIB
Tempat : SD Tahfidz Qur’an Al Hadi
Kecamartan : Wanasari
Kabupaten : Brebes
Mengetahui,
Pengawas Sekolah
Kustiah,[Link]
NIP.
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan Kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan segala Rahmat dan Hidayahnya kepada kami semua, sehingga kami
dapat menyusun dan menyelesaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) SD TAHFIDZ
QUR’AN AL HADI untuk Tahun 2025-2027 .
Kami semua menyadari bahwa Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang kami
susun masih sangat jauh dari sempurna, untuk itu dengan penuh kerendahan hati
kami mengharapkan masukan, kritik maupun saran dari berbagai pihak yang
berkompeten dan berkepentingan terhadap kemajuan pendidikan, khususnya di SD
TAHFIDZ QUR’AN AL HADI , untuk perbaikan penyusunan Rencana Kerja
Tahunan (RKT) di masa yang akan datang .
Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah ikut meluangkan waktu, tenaga atau sumbangan pemikiran-pemikirannya dalam
proses penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini.
Akhirnya kami berharap semoga Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini dapat
menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan di SD TAHFIDZ QUR’AN AL
HADI untuk Tahun Pelajaran 2025/2026 dan juga untuk kurun waktu 2 (Dua) tahun
ke depan, sehingga Visi dan Misi SD TAHFIDZ QUR’AN AL HADI dapat
dicapai/di wujudkan dengan baik. Semoga, aamiin.
Tim Penyusun
iii
DAFTAR ISI
Halaman Judul.......................................................................................................i
Halaman Pengesahan.............................................................................................ii
Kata Pengantar.......................................................................................................iii
Daftar Isi................................................................................................................iv
BAB I : PENDAHULUAN...............................................................................1
A. Latar Belakang ................................................................................................1
B. Tujuan .............................................................................................................2
C. Manfaat............................................................................................................2
D. Landasan Hukum.............................................................................................2
Lampiran
iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
Pada dasarnya tujuan penyusunan RKT ini adalah:
1
C. Manfaat
1. Sebagai acuan bagi Sekolah untuk mencapai target–target peningkatan kualitas
pendidikan yang akan dicapai dalam jangka pendek.
2. Dapat digunakan sebagai panduan bagi Sekolah dalam memanfaatkan anggaran
baik anggaran dari pemerintah maupun masyarakat.
3. Sebagai sumber inspirasi bagi seluruh warga Sekolah dalam meningkatkan
kualitas pendidikan dan pembelajaran, dan
4. Sebagai tolok ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai program peningkatan
mutu pendidikan di Sekolah.
D. Landasan Hukum
1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Pengelolaan dan pendidikan berdasar pada prinsip keadilan, efisiensi,
transparansi dan akuntabilitas publik).
2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
pasal 53 (Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang
merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan
pendidikan yang meliputi masa 4 tahun).
3. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
dinyatakan bahwa sekolah/Sekolah membuat (1) Rencana Kerja Jangka Menengah
yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu 4 tahun yang
berkaitan dengan mutu khususnya yang ingin dicapai dan perbaikan komponen
yang mendukung peningkatan mutu lulusan, dan
4. (2) Rencana Kerja Tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka
Menengah.
5. PMA Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah.
2
BAB II
PROFIL SEKOLAH
A. Identitsas Sekolah
1. Nama Sekolah : SD TAHFIDZ QUR’AN AL HADI
2. Alamat / desa : JL RAYA SISALAM RT 03 RW 01
3. Kabupaten : BREBES
4. Propinsi : JAWA TENGAH
5. [Link] :
6. Nama Yayasan : YAYASAN PENDIDIKAN BINA AL HADI
7. Status Sekolah : Belum Terakreditasi
8. SK Kelembagaan :
9. NSS :
10. Tahun didirikan : 2021
11. Status Tanah : Sertifikat
12. Luas Tanah : 1.592 m²
13. Nama Kepala Sekolah : AMIN HIDAYAT, [Link]
14. [Link] Kepala Sekolah : 001/YSN/1/2025
15. Masa Kerja Kepala Sekolah : 1 tahun 3 Bulan
B. Visi Sekolah
Visi Sekolah adalah imajinasi moral yang dijadikan dasar atau rujukan dalam
menentukan tujuan atau keadaan masa depan Sekolah yang secara khusus diharapkan
oleh Sekolah. Visi Sekolah merupakan turunan dari Visi Pendidikan Nasional, yang
dijadikan dasar atau rujukan untuk merumuskan Misi, Tujuan sasaran untuk
pengembangan Sekolah dimasa depan yang diimpikan dan terus terjaga
kelangsungan hidup dan perkembangannya.
Adapun visi MA ....................................... yaitu :“ TERWUJUDNYA
PENDIDIKAN SEKOLAH YANG RELIGIUS DAN BERKUALITAS”
Indikator Visi:
Religiusitas:
1. Peserta didik dan seluruh warga Sekolah menjalankan ibadah sesuai dengan
ajaran agama secara disiplin dan konsisten.
2. Terciptanya lingkungan Sekolah yang mendukung pengembangan nilai-nilai
keagamaan dalam keseharian, seperti adanya kegiatan rutin keagamaan
(pengajian, shalat berjamaah, dzikir, dll).
3. Peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama oleh peserta didik
melalui pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.
3
Kualitas Pendidikan:
1. Meningkatnya prestasi akademik peserta didik di tingkat lokal, regional, dan
nasional.
2. Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan
pengembangan profesional.
3. Peningkatan fasilitas pembelajaran yang mendukung proses pendidikan
berkualitas, termasuk sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
4. Meningkatnya tingkat kelulusan dan angka partisipasi peserta didik dalam
pendidikan lanjutan.
C. Misi Sekolah
1. Menanamkan nilai-nilai agama dalam seluruh aspek kehidupan Sekolah.
2. Meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
3. Mengembangkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan.
4. Meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam pengembangan
pendidikan Sekolah.
D. Tujuan Sekolah:
1. Menghasilkan Lulusan yang Berakhlak Mulia dan Taat Beragama:
Lulusan yang mampu menjalankan ajaran agama secara baik dalam
kehidupan sehari-hari.
Lulusan yang memiliki integritas dan tanggung jawab moral sebagai warga
negara dan anggota masyarakat.
2. Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-Akademik:
Lulusan dengan kemampuan akademik yang unggul dan mampu bersaing di
tingkat lokal, regional, dan nasional.
Lulusan yang memiliki keterampilan non-akademik seperti kepemimpinan,
komunikasi, dan kolaborasi.
3. Mewujudkan Lingkungan Pendidikan yang Kondusif:
Lingkungan Sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar
mengajar.
Fasilitas pendidikan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan peserta
didik.
4
C. Peserta Didik
Data Peserta didik Pada 4 Tahun terakhir adalah sebagai berikut:
Tapel Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Jumlah
2023-2024
2024-2025 33 25 !8 18
2025-2026 34 32 21 19
Total
Ciri utama masyarakat ............... Kabupaten Gresik yaitu masyarakat yang kental
dengan semangat islamnya baik secara keagamaan maupun budayanya yang telah
diwariskan atau ditanamkan oleh pendahulunya. Warisan budaya yang berkembang saat ini
bersifat visual dalam bentuk Arkeologi, sedangkan yang bersifat abstrak diantaranya adalah
nilai dan tradisi. Budaya keislaman inilah yang pada akhirnya mewarnai pemandanagan
suatu sikap hidup sehari-hari, terutama dalam ungkapan-ungkapan rasa batin seperti olah
budaya masyarakat yang sangat kental dengan budaya keislaman.
6
BAB III
8
prasarana (SSP), standar pengelolaan
(SPL) untuk mempertahankan atau
meningkatkan mutu Sekolah menjadi
SANGAT BAIK. Pilihlah daftar program/
kegiatan untuk dianggarkan dalam RKAM
E Budaya Sekolah 95 Sangat Budaya merencanakan dan mengelola
melakukan Baik sumber dana/biaya yang transparan dan
pengelolaan akuntabel di Sekolah SANGAT BAIK.
anggaran yang Sekolah perlu memprioritaskan program
transparan dan dan kegiatan yang berkaitan dengan
berorientasi pada standar pendidik dan tenaga kependidikan
peningkatan mutu (SPTK), standar sarana dan prasarana
(SSP), standar pengelolaan (SPL), standar
pembiayaan (SB) untuk mempertahankann
mutu Sekolah. Pilihlah daftar program/
kegiatan untuk dianggarkan dalam RKAM
9
B. Rekomendasi Raport Pendidikan
No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi
Indikator prioritas Indikator yang mempengaruhi Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik
yang capaian indikator prioritas (2 akar diterapkan di Satdik Anda.
menggambarkan masalah utama per indikator
kualitas Satdik Anda. prioritas).
Level 1 Level 2
Indikator Subindikator akar
utama masalah
1 A.1 Kemampuan Sedang (69,57% 69,57 A.1 A.1.2 Kompetensi Peningkatan kompetensi guru 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
literasi peserta didik Kemampuan membaca teks dan kebijakan yang mempelajari tentang teks sastra sebagai
sudah mencapai literasi sastra menunjang kompetensi bagian dari kemampuan literasi
kompetensi membaca teks sastra 2. Pendidik mengimplementasikan
minimum) pengetahuan tentang teks sastra untuk
memperbaiki proses pembelajaran literasi
peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan kemampuan teks sastra di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
2 A.1 Kemampuan Sedang (69,57% 69,57 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
literasi peserta didik Kepemimpinan satuan pendidikan dan kebijakan yang mempelajari tentang perumusan,
sudah mencapai instruksional menunjang penyusunan dan penyampaian, dan penerapan visi-misi
kompetensi implementasi visi-misi sekolah untuk mendukung kemampuan
minimum) sekolah literasi
2. Kepala satuan pendidikan merumuskan
visi-misi sekolah untuk memperbaiki
proses pembelajaran literasi peserta didik
dengan melibatkan seluruh warga sekolah
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan visi-misi sekolah di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan,
dan penganggaran
10
3 A.2 Kemampuan Baik (73,91% 73,91 A.2 A.2.3 Kompetensi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
numerasi peserta didik Kemampuan pada domain dan kebijakan yang mempelajari domain geometri sebagai
sudah mencapai numerasi Geometri menunjang kemampuan bagian dari kemampuan numerasi
kompetensi numerasi pada domain 2. Pendidik mengimplementasikan
minimum) Geometri pengetahuan tentang peningkatan
kompetensi pada domain geometri untuk
memperbaiki proses pembelajaran
numerasi peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan terhadap kompetensi pada
domain geometri di satuan pendidikan
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
4 A.2 Kemampuan Baik (73,91% 73,91 A.1 A.1.2 Kompetensi Peningkatan kompetensi guru 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
numerasi peserta didik Kemampuan membaca teks dan kebijakan yang mempelajari tentang teks sastra untuk
sudah mencapai literasi sastra menunjang kompetensi mendukung kemampuan numerasi
kompetensi membaca teks sastra 2. Pendidik mengimplementasikan
minimum) pengetahuan tentang teks sastra untuk
memperbaiki proses pembelajaran
numerasi peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan kemampuan teks sastra di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
11
5 D.4 Iklim keamanan Baik 75,87 D.4 Iklim D.4.9 Pemahaman Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
satuan pendidikan keamanan dan sikap guru dan kebijakan yang mempelajari mempelajari tentang definisi,
satuan tentang rokok, menunjang pemahaman dan ragam kasus, serta sikap terkait rokok,
pendidikan minuman keras, sikap guru terhadap narkoba minuman keras, dan narkoba, serta
dan narkoba pencegahan dan penanganannya, sebagai
bagian dari ikim keamanan satuan
2. Pendidik mengimplementasikan
pengetahuan tentang definisi, ragam kasus,
serta sikap terkait rokok, minuman keras,
dan narkoba, serta pencegahan dan
penanganannya, untuk memperbaiki
proses pembelajaran peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pemahaman dan sikap guru
tentang pencegahan dan penanganan
rokok, minuman keras, dan narkoba
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
6 D.4 Iklim keamanan Baik 75,87 E.5 Program E.5.5 Program Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
satuan pendidikan dan kebijakan dan Kebijakan dan kebijakan yang mempelajari tentang program dan
satuan mengenai mendukung terlaksananya kebijakan mengenai kesetaraan gender di
pendidikan kesetaraan gender program dan kebijakan satuan pendidikan untuk mendukung iklim
sekolah terkait kesetaraan keamanan
gender 2. Pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang program dan kebijakan mengenai
kesetaraan gender di satuan pendidikan
untuk memperbaiki proses pembelajaran
peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan program, kebijakan, dan
penganggaran mengenai kesetaraan gender
di satuan pendidikan
12
7 D.8 Iklim Baik 76,96 D.8 Iklim D.8.1 Toleransi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
Kebinekaan Kebinekaan agama dan dan kebijakan yang mempelajari konsep dan praktik terkait
budaya menunjang terciptanya toleransi agama dan budaya sebagai
toleransi agama dan budaya bagian dari iklim kebinekaan
2. Pendidik mengimplementasikan
pengetahuan tentang toleransi agama dan
budaya untuk memperbaiki proses
pembelajaran peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan penerapan toleransi agama dan
budaya di satuan pendidikan melalui
program, kebijakan, dan penganggaran
8 D.8 Iklim Baik 76,96 D.6 Iklim D.6.1 Pemahaman Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
Kebinekaan Kesetaraan dan sikap warga dan kebijakan yang mempelajari tentang konsep, pemahaman,
Gender satuan pendidikan menunjang pemahaman dan dan sikap warga sekolah terkait kesetaraan
terhadap sikap warga sekolah terhadap gender untuk mendorong iklim kebinekaan
kesetaraan gender kesetaraan gender di satuan pendidikan
2. Pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang pemahaman dan sikap warga
sekolah terkait kesetaraan gender untuk
memperbaiki proses pembelajaran peserta
didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pemahaman dan sikap warga
sekolah terkait kesetaraan gender di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan,
dan penganggaran
13
9 A.3 Karakter Baik 62,45 A.3 Karakter A.3.4 Nalar Kritis Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
dan kebijakan yang mempelajari tentang Profil Pelajar
mendukung sikap bernalar Pancasila untuk dimensi Nalar Kritis
kritis sebagai bagian dari penguatan karakter
2. Pendidik mampu mengimplementasikan
pembelajaran berbasis projek penguatan
Profil Pelajar Pancasila dimensi Nalar
Kritis
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan dimensi Nalar Kritis melalui
program, kebijakan, dan penganggaran
untuk pelaksanaan projek penguatan Profil
Pelajar Pancasila
10 A.3 Karakter Baik 62,45 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
Kepemimpinan satuan pendidikan dan kebijakan yang mempelajari tentang perumusan,
instruksional menunjang penyusunan dan penyampaian, dan penerapan visi-misi
implementasi visi-misi sekolah untuk mendukung penguatan
sekolah karakter
2. Kepala satuan pendidikan merumuskan
visi-misi sekolah untuk memperbaiki
proses pembelajaran yang mendukung
penguatan karakter peserta didik dengan
melibatkan seluruh warga sekolah
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan visi-misi sekolah di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan,
dan penganggaran
11 D.1 Kualitas Baik 67,81 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
pembelajaran pembelajaran pembelajaran dan kebijakan yang mempelajari metode pembelajaran
menunjang aktivasi kognitif interaktif sebagai bagian dari kualitas
pembelajaran
2. Pendidik mengimplementasikan
pengetahuan tentang metode pembelajaran
interaktif untuk memperbaiki proses
pembelajaran
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan metode pembelajaran melalui
program, kebijakan dan penganggaran
14
12 D.1 Kualitas Baik 67,81 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
pembelajaran Kepemimpinan satuan pendidikan dan kebijakan yang mempelajari tentang perumusan,
instruksional menunjang penyusunan dan penyampaian, dan penerapan visi-misi
implementasi visi-misi sekolah untuk mendukung peningkatan
sekolah kualitas pembelajaran
2. Kepala satuan pendidikan merumuskan
visi-misi sekolah untuk memperbaiki
proses pembelajaran peserta didik dengan
melibatkan seluruh warga sekolah
3. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
meningkatkan kesehatan peserta didik
dalam aspek gizi, fisik, dan cakupan
imunisasi sebagai bagian dari visi satuan
pendidikan yang sehat
4. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan dan implementasi visi-misi
sekolah melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
15
C. Analisis Lingkungan Strategis
1. Analisis Lingkungan Internal
Kondisi obyektif menunjukkan bahwa keberadaan Sekolah bila ditinjau pada aspek
Standar Nasional Pendidikan sebagai berikut:
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Kondisi Obyektif: Lulusan MA Nurul Fatah memiliki kompetensi spiritual yang baik
dan nilai-nilai moral yang kuat. Namun, masih terdapat tantangan dalam mencapai
kompetensi akademik dan keterampilan abad 21 (kreativitas, kolaborasi,
komunikasi, dan pemecahan masalah).
Strategi:
Meningkatkan kualitas pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan
abad 21.
Mengadakan pelatihan guru untuk menerapkan metode pembelajaran yang inovatif.
2. Standar Isi
Kondisi Obyektif: Kurikulum yang digunakan sudah mengacu pada kurikulum
nasional, tetapi perlu penyesuaian untuk lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan
tren global.
Strategi:
Melakukan revisi kurikulum untuk mengintegrasikan kearifan lokal dan isu-isu global.
Menambahkan materi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan ilmu
pengetahuan terbaru.
3. Standar Proses
Kondisi Obyektif: Proses pembelajaran di MA Nurul Fatah masih cenderung
tradisional dengan pendekatan ceramah dominan. Keterlibatan siswa dalam
pembelajaran masih kurang.
Strategi:
Mengimplementasikan model pembelajaran aktif, kreatif, dan kolaboratif seperti
metode Discovery Learning dan Project-Based Learning.
Melakukan pendampingan dan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan keterampilan
dalam menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif.
4. Standar Penilaian
Kondisi Obyektif: Penilaian yang dilakukan cenderung berfokus pada aspek kognitif,
sementara penilaian aspek afektif dan psikomotorik kurang mendapatkan perhatian.
Strategi:
Mengembangkan instrumen penilaian yang lebih holistik, meliputi aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik.
Melakukan pelatihan bagi guru dalam penerapan penilaian autentik.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kondisi Obyektif: Sebagian besar pendidik sudah memiliki kualifikasi akademik yang
memadai, namun masih ada kebutuhan untuk pengembangan profesional yang
berkelanjutan.
Strategi:
Mengadakan program pelatihan dan pengembangan profesional secara rutin untuk
meningkatkan kompetensi guru.
Mendorong partisipasi guru dalam seminar dan workshop untuk meningkatkan
17
pengetahuan dan keterampilan mereka.
6. Standar Sarana dan Prasarana
Kondisi Obyektif: Sarana dan prasarana di MA Nurul Fatah cukup memadai, tetapi
masih ada kekurangan dalam hal fasilitas teknologi dan laboratorium yang
mendukung pembelajaran berbasis sains dan teknologi.
Strategi:
Meningkatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi di sekolah.
Mengusulkan pembangunan atau renovasi laboratorium sains yang lebih lengkap.
7. Standar Pengelolaan
Kondisi Obyektif: Manajemen Sekolah sudah berjalan dengan baik, namun masih perlu
ditingkatkan dalam hal keterbukaan informasi dan pelibatan semua pemangku
kepentingan.
Strategi:
Mengimplementasikan sistem manajemen yang lebih transparan dan partisipatif.
Meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam pengambilan keputusan
strategis.
8. Standar Pembiayaan
Kondisi Obyektif: Pembiayaan pendidikan di MA Nurul Fatah cukup stabil, namun ada
tantangan dalam memperoleh sumber dana tambahan untuk program
pengembangan sekolah.
Strategi:
Menggali sumber dana alternatif melalui kerjasama dengan pihak swasta atau alumni.
Meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran untuk mendukung program prioritas
Sekolah.
18
BAB IV
20
target peningkatan 30% dalam 2 tahun.
Mengalokasikan dana secara efisien untuk program-program yang mendukung
tercapainya visi Sekolah, seperti peningkatan kompetensi guru dan
pengembangan sarana prasarana.
Mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan Sekolah
yang transparan dan akuntabel.
21
Tujuan: Memperkuat pengajaran dengan teknologi digital yang sesuai dengan
nilai-nilai agama.
Kegiatan:
o Pelatihan guru dalam pengembangan dan penggunaan modul digital.
o Implementasi platform e-learning yang berisi materi ajar berbasis agama.
o Monitoring dan evaluasi penggunaan modul digital dalam pembelajaran.
3. Standar Proses
Program 5: Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Siswa
Tujuan: Meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Kegiatan:
o Pelatihan guru dalam penggunaan metode pembelajaran aktif, kreatif, dan
kolaboratif.
o Implementasi Discovery Learning dan Project-Based Learning dalam setiap
mata pelajaran.
o Supervisi pembelajaran untuk memastikan efektivitas metode yang
digunakan.
Program 6: Integrasi Nilai Agama dalam Pembelajaran
Tujuan: Meningkatkan internalisasi nilai-nilai agama dalam proses
pembelajaran.
Kegiatan:
o Pembuatan rencana pelajaran yang memasukkan aspek religius dalam setiap
materi.
o Diskusi kelompok dan kajian agama yang terkait dengan materi pelajaran.
o Evaluasi pembelajaran yang mengukur pemahaman siswa terhadap nilai-nilai
agama.
4. Standar Penilaian
Program 7: Pengembangan Sistem Penilaian Autentik
Tujuan: Meningkatkan kualitas penilaian yang holistik.
Kegiatan:
o Pelatihan guru dalam pengembangan instrumen penilaian autentik.
o Implementasi penilaian formatif yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
o Penyusunan laporan kemajuan siswa yang komprehensif dan transparan.
Program 8: Evaluasi Berkala Sistem Penilaian
Tujuan: Memastikan sistem penilaian selalu relevan dan efektif.
Kegiatan:
o Pengumpulan feedback dari siswa dan orang tua terkait sistem penilaian.
22
o Revisi instrumen penilaian berdasarkan hasil evaluasi.
o Pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam penerapan penilaian autentik.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Program 9: Pengembangan Profesional Guru Berkelanjutan
Tujuan: Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.
Kegiatan:
o Workshop dan pelatihan berkala tentang metode pembelajaran berbasis siswa
dan integrasi nilai agama.
o Program sertifikasi guru dalam bidang keahlian masing-masing.
o Pelibatan guru dalam seminar dan konferensi pendidikan.
Program 10: Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan
Tujuan: Meningkatkan efisiensi dan efektivitas tenaga kependidikan.
Kegiatan:
o Pelatihan manajemen sekolah berbasis IT untuk tenaga kependidikan.
o Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dalam administrasi dan
layanan siswa.
o Pengembangan sistem evaluasi kinerja tenaga kependidikan.
6. Standar Sarana dan Prasarana
Program 11: Peningkatan Fasilitas Pembelajaran
Tujuan: Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran.
Kegiatan:
o Renovasi laboratorium sains dan penambahan alat-alat praktikum.
o Pengadaan perangkat teknologi seperti komputer dan proyektor untuk setiap
kelas.
o Pengembangan perpustakaan digital yang dilengkapi literatur keagamaan dan
akademik.
Program 12: Pengembangan Fasilitas Keagamaan
Tujuan: Mendukung penguatan nilai-nilai religius melalui fasilitas yang
memadai.
Kegiatan:
o Pembangunan dan perawatan masjid serta ruang ibadah di lingkungan
Sekolah.
o Penyediaan ruang untuk kegiatan keagamaan seperti kajian dan diskusi
agama.
o Penambahan fasilitas pendukung untuk kegiatan ibadah siswa dan guru.
7. Standar Pengelolaan
Program 13: Penguatan Manajemen Sekolah Berbasis IT
23
Tujuan: Meningkatkan efektivitas dan transparansi manajemen Sekolah.
Kegiatan:
o Implementasi sistem informasi manajemen Sekolah berbasis IT.
o Pelatihan bagi tenaga kependidikan dalam penggunaan sistem manajemen
digital.
o Monitoring dan evaluasi pelaksanaan manajemen berbasis IT.
Program 14: Peningkatan Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat
Tujuan: Meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam
pengembangan Sekolah.
Kegiatan:
o Program kerjasama dengan orang tua dalam pengembangan kurikulum dan
kegiatan siswa.
o Forum diskusi rutin antara Sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk
perbaikan kualitas pendidikan.
o Kampanye dan sosialisasi pentingnya peran serta masyarakat dalam
pendidikan.
8. Standar Pembiayaan
Program 15: Diversifikasi Sumber Pendanaan
Tujuan: Meningkatkan sumber pendanaan Sekolah untuk keberlanjutan program
pendidikan.
Kegiatan:
o Penggalangan dana melalui kerjasama dengan alumni dan pihak swasta.
o Pembuatan proposal untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah dan
lembaga donor.
o Pengembangan program kewirausahaan Sekolah untuk mendukung
pendanaan mandiri.
Program 16: Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel
Tujuan: Memastikan pengelolaan keuangan yang efisien dan transparan.
Kegiatan:
o Penyusunan laporan keuangan yang terperinci dan akuntabel.
o Audit internal dan eksternal secara berkala untuk memastikan akuntabilitas
keuangan.
o Pelatihan bagi staf keuangan dalam manajemen keuangan yang efektif.
C. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan program adalah ukuran yang digunakan untuk menilai
24
apakah program yang dirumuskan berhasil atau tidak. Apabila indikator keberhasilan
telah dapat dicapai, maka program dapat dikatakan berhasil; sebaliknya apabila
indikator keberhasilan belum dapat dicapai, maka program dapat dikatakan belum
berhasil. Indikator harus ditentukan agar program yang ditetapkan dapat diukur
keberhasilannya. Indikator keberhasilan setiap program bisa berkaitan dengan proses
dan dapat juga berkaitan langsung dengan hasil akhir. Indikator keberhasilan dapat
bersifat kuantitatif atau kualitatif, yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara
spesifik, operasional, dan dalam bentuk kalimat pernyataan.
Berikut adalah contoh indikator keberhasilan untuk setiap program yang telah
direncanakan bagi MA Nurul Fatah:
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Program 1: Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Agama
Indikator Keberhasilan:
o 100% siswa secara rutin mengikuti kegiatan keagamaan di Sekolah.
o 90% siswa menunjukkan peningkatan dalam sikap religius berdasarkan
evaluasi karakter.
o Terdapat peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler
keagamaan hingga 85%.
Program 2: Peningkatan Capaian Akademik
Indikator Keberhasilan:
o 85% siswa mencapai nilai ujian di atas rata-rata nasional.
o Jumlah siswa yang berpartisipasi dalam kompetisi akademik meningkat
hingga 50%.
o Terdapat peningkatan rata-rata nilai ujian siswa sebesar 10% dibanding tahun
sebelumnya.
2. Standar Isi
Program 3: Revisi Kurikulum Berbasis Nilai Agama dan Kearifan Lokal
Indikator Keberhasilan:
o 100% mata pelajaran telah mengintegrasikan nilai-nilai agama dan kearifan
lokal.
o Modul pembelajaran baru digunakan oleh 100% guru dalam proses
pembelajaran.
o Adanya feedback positif dari guru dan siswa mengenai relevansi kurikulum
baru.
Program 4: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Digital
Indikator Keberhasilan:
o 80% siswa menggunakan modul digital dalam pembelajaran.
25
o 100% guru telah dilatih dan menerapkan modul digital dalam pengajaran.
o Peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis digital sebesar
20%.
3. Standar Proses
Program 5: Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Siswa
Indikator Keberhasilan:
o 90% guru menggunakan metode pembelajaran aktif dan kreatif dalam proses
belajar mengajar.
o Peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran hingga 95%.
o Supervisi menunjukkan bahwa 85% pembelajaran berjalan sesuai dengan
metode yang ditetapkan.
Program 6: Integrasi Nilai Agama dalam Pembelajaran
Indikator Keberhasilan:
o 100% rencana pelajaran telah mencantumkan nilai-nilai agama dalam setiap
materi.
o 90% siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai
agama setelah integrasi.
o Adanya peningkatan dalam hasil evaluasi yang mencerminkan internalisasi
nilai-nilai agama oleh siswa.
4. Standar Penilaian
Program 7: Pengembangan Sistem Penilaian Autentik
Indikator Keberhasilan:
o 100% guru menggunakan instrumen penilaian autentik dalam evaluasi siswa.
o 90% siswa menunjukkan kemajuan dalam aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
o Sistem penilaian menunjukkan ketercapaian kompetensi siswa yang lebih
holistik.
Program 8: Evaluasi Berkala Sistem Penilaian
Indikator Keberhasilan:
o Feedback dari siswa dan orang tua mengenai sistem penilaian adalah 80%
positif.
o Revisi sistem penilaian dilakukan minimal dua kali dalam setahun
berdasarkan hasil evaluasi.
o Peningkatan kepuasan orang tua terhadap laporan kemajuan siswa sebesar
15%.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Program 9: Pengembangan Profesional Guru Berkelanjutan
26
Indikator Keberhasilan:
o 100% guru mengikuti pelatihan dan workshop yang relevan setiap tahun.
o 90% guru telah memiliki sertifikasi dalam bidang keahlian masing-masing.
o Peningkatan kualitas pengajaran yang diukur melalui evaluasi supervisi guru.
Program 10: Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan
Indikator Keberhasilan:
o 100% tenaga kependidikan telah mengikuti pelatihan manajemen berbasis IT.
o Peningkatan efisiensi dalam administrasi sekolah hingga 20% berdasarkan
evaluasi internal.
o 90% tenaga kependidikan menunjukkan peningkatan kompetensi dalam
layanan kepada siswa.
6. Standar Sarana dan Prasarana
Program 11: Peningkatan Fasilitas Pembelajaran
Indikator Keberhasilan:
o 100% ruang kelas dilengkapi dengan perangkat teknologi yang memadai.
o Laboratorium sains digunakan secara optimal oleh 100% siswa sesuai
jadwal.
o Peningkatan jumlah literatur akademik dan keagamaan di perpustakaan
sebesar 30%.
Program 12: Pengembangan Fasilitas Keagamaan
Indikator Keberhasilan:
o Fasilitas ibadah digunakan oleh 100% siswa secara rutin.
o Adanya peningkatan jumlah kegiatan keagamaan di Sekolah hingga 50%.
o Terdapat feedback positif dari siswa mengenai kenyamanan fasilitas ibadah
yang disediakan.
7. Standar Pengelolaan
Program 13: Penguatan Manajemen Sekolah Berbasis IT
Indikator Keberhasilan:
o 100% data manajemen Sekolah terintegrasi dalam sistem IT.
o Peningkatan efisiensi manajemen sekolah hingga 25% berdasarkan evaluasi
kinerja.
o Adanya peningkatan transparansi dalam pengelolaan Sekolah yang diukur
melalui audit internal.
Program 14: Peningkatan Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat
Indikator Keberhasilan:
o Partisipasi orang tua dalam kegiatan Sekolah meningkat hingga 80%.
o Peningkatan jumlah kerjasama dengan masyarakat dan lembaga lokal sebesar
27
30%.
o 90% kegiatan pengembangan Sekolah melibatkan partisipasi aktif dari orang
tua dan masyarakat.
7. Standar Pembiayaan
Program 15: Diversifikasi Sumber Pendanaan
Indikator Keberhasilan:
o Peningkatan sumber pendanaan dari pihak ketiga hingga 30%.
o Terdapat minimal 3 kerjasama baru dengan alumni dan pihak swasta setiap
tahun.
o Dana kewirausahaan Sekolah bertambah sebesar 25% dalam 2 tahun.
Program 16: Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel
Indikator Keberhasilan:
o 100% laporan keuangan dipublikasikan secara transparan kepada
stakeholders.
o Audit internal menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan Sekolah bebas
dari penyimpangan.
o Efisiensi penggunaan anggaran Sekolah meningkat sebesar 15% berdasarkan
evaluasi tahunan.
28
29
D. Rencana Kerja Tahunan
31
dan bahan kantor dan Bahan Kantor kantor tersedia dan bahan kantor Bendahara
Ketersediaan akses Kuota internet Fasilitas Internet yang Kepala Sekolah, v v v v v v v v v v v v
Penbayaran Internet
internet tercukupi memadahi Bendahara
Ketersediaan listrik Pembayaran listrik Pembayaran tagihan Kepala Sekolah, v v v v v v v v v v v v
Pembayaran Utilitas
dan air dan air tepat waktu listrik dan air Bendahara
Pengadaan jasa v v v v v v v v v v v v
Pemeliharaan Pengelolaan Kebersihan Sekolah Kepala Sekolah,
kebersihan dan
kebersihan Sekolah Kebersihan terjaga dengan baik Petugas Kebersihan
peralatan
32
BAB V
RENCANA ANGGARAN SEKOLAH
:
PENDAPATAN BELANJA
No Uraian Jumlah No Uraian Jumlah
(Rp)
1 BOS APBN 100.000.000,00 Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Peningkatan Capaian Akademik 7.000.000,00
2 Dana Komite 30.000,000,00 Pengembangan Modul Pembelajaran Digital 10.000.000,00
Pengembangan Sistem Penilaian Autentik 4.000.000,00
3 Donaatur 20.000.000,00r Evaluasi Berkala Sistem Penilaian 3.000.000,00
Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan 5.000.000,00
Penguatan Manajemen Sekolah Berbasis IT 9.000.000,00
Pengelolaan Keuangan yang Transparan 3.000.000,00
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Agama 9.000.000,00
Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Siswa 7.000.000,00
Pembayaran gaji dan tunjangan 25.000.000,00
Pengadaan alat tulis dan bahan kantor 5.000.000,00
Fasilitas Internet yang memadahi 3.000.000,00
Pembayaran tagihan listrik dan air 7.000.000,00
Pengadaan jasa kebersihan dan peralatan 2.000.000,00
Dana Komite
Pengembangan Profesional Guru Berkelanjutan 7.000.000,00
Peningkatan Fasilitas Pembelajaran 11.000.000,00
Peningkatan Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat 4.000.000,00
Revisi Kurikulum Berbasis Nilai Agama 8.000.000,00
34
BAB V
PENUTUP
35
LAMPIRAN :
1. SK Tim Pengembang Sekolah (TPM)
2. Dokumentasi Penyusunan RKT-RKAM
36