PRE-TEST
HANDOUT
MODUL 1
BAHAN PEMBELAJARAN MANDIRI
Panduan Singkat PRE-TEST Modul 1
Selamat datang! Sebelum kamu mulai mengerjakan PRE-TEST,
yuk pahami dulu beberapa konsep penting tentang AI (Kecerdasan
Artifisial).
Panduan ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar
kecerdasan artifisial, termasuk cara kerjanya, pembelajaran mesin
(machine learning), dan awal mula Generative AI. Kamu juga akan
mempelajari batasan AI dan pentingnya pengawasan manusia
dalam penggunaannya.
Apa definisi dari Kecerdasan Artifisial (AI)?
AI adalah teknologi yang memungkinkan komputer "berpikir" dan melakukan tugas seperti
manusia, misalnya mengenali wajah, memahami suara, atau bermain catur.
Tips: Bayangkan AI itu seperti otak digital yang belajar dari data dan pengalaman yang
diberikan kepadanya. Contoh: Asisten virtual Google Assistant yang bisa menjawab
pertanyaanmu
Perlu diingat: Beberapa perusahaan teknologi besar punya platform AI masing-masing.
Nah, Google punya platform bernama Vertex AI yang bisa bantu pengguna membangun
dan menjalankan model AI secara lengkap (end-to-end), mulai dari data sampai ke
deployment.
Bagaimana cara kerja AI?
AI membutuhkan materi/informasi untuk dipelajari. Informasi, materi, data, semua ini adalah
kunci utama untuk AI bisa bekerja.
Tips: Sama seperti layaknya manusia yang membutuhkan pengalaman untuk belajar, AI
juga membutuhkan informasi, materi, data untuk bisa mempelajari hal-hal yang
dibutuhkannya. Contoh: Netflix merekomendasikan film lain berdasarkan data
tontonanmu sebelumnya. Ini adalah salah satu contoh sederhana dimana sistem AI belajar
dari informasi film-film yang kamu tonton sebelumnya.
Perlu diingat: Data mentah biasanya berantakan. Pra-pemrosesan membantu
membersihkan dan menyusun data agar lebih mudah digunakan oleh AI. Contoh: Saat
pengenalan wajah, gambar dibersihkan dan disesuaikan agar bisa diproses oleh AI.
Supervised vs Unsupervised Learning pada AI
Supervised learning menggunakan data yang sudah diberi label (jawaban sudah diketahui),
sedangkan unsupervised learning mencoba mencari pola tanpa label.
Tips: Sama seperti saat kamu belajar modul ini. Jika kamu belajar secara online/offline
dengan pendampingan AI Trainer/Mentor, maka kondisi pembelajaran ini disebut
supervised. Sementara, jika kamu mengerjakan semua modul ini secara mandiri maka
disebut unsupervised. Contoh: Supervised: Email spam filter. Unsupervised:
Rekomendasi produk di e-commerce.
Perlu diingat: AI bisa membuat kesalahan. Manusia perlu tetap memantau untuk
memastikan AI bekerja secara etis dan akurat. AI tidak bisa selalu menentukan yang benar
secara moral atau sosial tanpa campur tangan manusia. Contoh: Dalam sistem rekrutmen
otomatis, manusia tetap perlu memeriksa hasil akhir agar tidak diskriminatif.
Apa itu Generative AI / GenAI?
AI yang dapat menghasilkan konten baru seperti teks, gambar, dan audio.
Contoh: Gemini, ChatGPT, Claude, dan lainnya yang dapat menghasilkan konten baru
seperti teks, gambar, dan audio.
Perlu diingat: Tantangan utama dalam menggunakan GenAI adalah halusinasi, sehingga
penting untuk kita selalu cek ulang jawaban yang dihasilkannya. Bukan hanya itu, halusinasi
ini berpotensi bias dalam data pelatihan diberikan.
Apa itu prompt dalam konteks penggunaan model bahasa
besar (LLM)?
Secara singkat, prompt adalah perintah atau instruksi yang diberikan kepada model AI untuk
menghasilkan sebuah output.
Tips: Bayangkan memberikan prompt kepada AI sama seperti memberikan instruksi
kepada anak kecil untuk menaruh barang di lemarinya. Instruksi yang jelas dan kontekstual
akan menghasilkan output yang lebih baik dan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Contoh: Coba ketik “Apa saja destinasi menarik di Bali yang bisa saya kunjungi” di
Gemini. Perhatikan jawaban yang diberikan oleh Gemini. Lalu, ketik/prompt kembali dengan
“Berikan 10 destinasi yang paling menarik di Bali yang cocok untuk keluarga”. Perhatikan
jawaban yang diberikan oleh Gemini.
Apa saja jenis-jenis teknis prompting yang umum digunakan?
● Prompt Langsung (Zero-Shot Prompting) > Jenis prompt ini adalah bentuk
instruksi yang paling sederhana. Dengan prompt langsung, kamu bisa memberikan
perintah secara langsung kepada model AI tanpa perlu menyertakan contoh terlebih
dahulu. Contoh: “Buatkan ringkasan dari artikel berikut.”
● Role Prompting > Dalam Role Prompting, kamu bisa meminta model AI untuk
berperan sebagai sosok atau identitas tertentu, sesuai dengan konteks yang
diinginkan. Contoh: “Bertindaklah sebagai guru matematika dan jelaskan konsep
aljabar dasar.”
● One-Shot Prompting > Ini adalah teknik prompting dimana kamu memberikan satu
contoh pertanyaan dan jawaban untuk membantu model AI memahami jenis respons
yang kamu inginkan. Contoh: Kamu ketik/prompt: Apa itu perubahan iklim? Jawaban:
Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam pola suhu dan cuaca. Lalu
kamu prompt kembali: “Sekarang jawab: Apa itu energi terbarukan?”
● Few-Shot Prompting > Mirip dengan One-Shot Prompting, teknik ini memberikan
beberapa contoh pertanyaan dan jawaban untuk membantu model AI memahami
pola respons yang diinginkan. Bedanya, Few-Shot Prompting menyertakan lebih dari
satu contoh. Misalnya:
○ Pertanyaan: Apa itu perubahan iklim?
○ Jawaban: Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam pola
suhu dan cuaca.
○ Pertanyaan: Apa itu energi terbarukan?
○ Jawaban: Energi terbarukan adalah sumber energi yang dapat digunakan
berulang kali, seperti matahari dan angin.
○ Sekarang jawab: Apa itu jejak karbon?
Bagaimana cara mengurangi bias pada GenAI?
Bias bisa muncul karena data pelatihan yang tidak seimbang. Untuk meminimalisir bias, kita
dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
● Gunakan data yang beragam dan representatif > Pastikan data mencerminkan
berbagai latar belakang, budaya, dan perspektif.
● Terapkan pengawasan manusia > Libatkan manusia untuk meninjau dan
mengoreksi output AI secara rutin.
● Uji model dengan berbagai skenario > Cek apakah AI memberikan respons yang
adil untuk semua kelompok.
● Gunakan teknik fairness dan audit > Gunakan alat bantu untuk mendeteksi dan
mengurangi bias secara teknis.
Contoh: Jika AI digunakan untuk membuat deskripsi pekerjaan, pastikan ia tidak
menggunakan kata-kata yang hanya cocok untuk satu gender saja.
Resiko keamanan utama dalam penggunaan Gen AI secara
publik
Generative AI bisa digunakan oleh siapa saja, termasuk untuk hal-hal yang berbahaya.
Risiko utamanya adalah AI bisa dimanfaatkan untuk membuat informasi palsu (misalnya
berita hoaks), meniru identitas orang lain, atau membuat konten yang menyesatkan.
Contoh: Seseorang bisa menggunakan AI untuk membuat video palsu (deepfake) dari
tokoh terkenal dan menyebarkannya seolah-olah itu benar.
Perlu diingat: Salah satu strategi untuk mencegah manipulasi output AI adalah dengan
mendesain sistem AI dengan lapisan keamanan yang dapat mendeteksi penyalahgunaan.
Apa langkah pertama yang perlu saya lakukan untuk mulai
menggunakan AI di tempat kerja/usaha/sekolah?
Coba evaluasi tugas-tugas apa saja yang bisa dibantu oleh teknologi. Fokuslah pada
pekerjaan yang berulang, memakan waktu, dan bisa dilakukan otomatis, seperti
memasukkan data atau menjawab pertanyaan yang sama terus-menerus.
Contoh: Kalau di tempat usaha kamu ada pekerjaan rutin seperti membalas email yang
sama setiap hari, itu bisa jadi peluang bagus untuk menggunakan AI.