0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Bab Iii

Diunggah oleh

konstantinbeu369
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Bab Iii

Diunggah oleh

konstantinbeu369
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

19

1. Data Sekunder yaitu data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen atau

data tertulis pada Badan Keuangan Daerah yakni : anggaran dan realisasi

APBD Kabupaten Toraja Utara dari tahun 2015-2016

3.4 Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan peneliti menggunakan metode

pengumpulan data sebagai berikut.

1. Wawancara, yaitu dengan mengadakan wawancara secara langsung atas

objek penelitian dengan memperoleh data yang diperlukan.

2. Observasi, yaitu dengan pengamatan langsung pada objek yang diteliti

dengan mencatat keterangan atau hal-hal yang berguna bagi penyusunan

data untuk dianalisis.

3. Dokumentasi, yaitu dengan membuat salinan atau mengadakan arsip-arsip

dan catatan-catatan dan laporan target dan realisasi pajak hotel dan laporan

APBD serta data lainnya yang menunjang penelitian ini.

3.5 Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yang digunakan

dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.

Tahap-tahap yang dilakukan dalam menganalisis data ini antara lain :

1. Menghitung rasio keuangan berdasarkan data yang diperoleh

2. Mendeskripsikan data dari hasil perhitungan rasio keuangan

3. Menghitung Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara

ditinjau dari rasio keuangan :


20

a. Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal

Pendapatan Asli Daerah


Derajat Desentralisasi Fiskal = x 100 %
Total Pendapatan Daerah

Derajat Desentralisasi Fiskal, khususnya komponen Pendapatan Asli

Daerah dibandingkan dengan Total Pendapatan Daerah, menurut hasil

penelitian Tim Fisipol UGM menggunakan skala interval

sebagaimana terlihat dalam sebagai berikut:

Tabel 2. Kriteria Derajat Desentralisasi Fiskal

Persentase PAD terhadap Kriteria Derajat

TPD (%) Desentralisasi Fiskal

0,00-10,00 Sangat Kurang

10,01-20,00 Kurang

20,01-30,00 Sedang

30,01-40,00 Cukup

40,01-50,00 Baik

>50,00 Sangat Baik

b. Rasio Kemandirian

Rasio Kemandirian =

Pendapatan Asli Daerah


x 100 %
Bantuan Pemerintah Pusat dan Pinjaman

c. Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah

Rasio Efektivitas PAD =

Realisasi Penerimaan PAD


X 100 %
Target Penerimaan PAD Berdasarkan Potensi Riil Daerah
21

d. Rasio Efisiensi Keuangan Daerah

Rasio Efisiensi =

Biaya yang DikeluarkanUntuk Memungut PAD


x 100 %
Realisasi Penerimaan PAD

e. Rasio Keserasian Belanja, dengan menghitung Rasio Belanja Tidak

Langsung dan Rasio Belanja Langsung dengan persamaan :

Rasio Belanja Tidak Langsung Terhadap Total Belanja

Total BelanjaTidak Langsung


= x100%
Total Belanja Daerah

Rasio Belanja Langsung terhadap APBD

Total Belanja Langsung


= x 100 %
Total Belanja Daerah

3.6 Informan Penelitian

Adapun informan yang membantu peneliti dalam proses memperoleh data

yang bertempat di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Toraja Utara

1. Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Toraja Utara sebagai

informan penelitian untuk menyetujui pengambilan data sebagaimana

yang akan dilaksanakan

2. Kepala Sub Bagian Akuntansi Badan Keuangan Daerah Kabupaten Toraja

Utara sebagai informan penelitian dalam rangka membantu proses

pengambilan data sebagaimana yang akan dilaksanakan

Anda mungkin juga menyukai