0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Dynamic Host Configuration Protocol

Diunggah oleh

ilahi95
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Dynamic Host Configuration Protocol

Diunggah oleh

ilahi95
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dynamic Host Configuration Protocol (Protokol Konfigurasi Host Dinamis)

Mengelola <i>host </i>pada jaringan bisa menjadi tugas yang menantang dan
memakan waktu.
Setiap komputer pada jaringan modern berbasis TCP/IP harus memiliki setidaknya
empat hal yang dikonfigurasi secara khusus.
Alamat IP, <i>subnet mask</i> untuk jaringan lokal,
<i>gateway</i> utama dan server nama.
Jika diamati, keempat hal ini sepertinya biasa saja, tetapi ketika Anda
mengkonfigurasi mereka pada beratus-ratus komputer itu menjadi hal yang sangat
membosankan.
Dari empat hal ini,
tiga diantaranya sebagian besar sama untuk setiap <i>node</i> pada jaringan.
<i>Subnet mask</i>, <i>gateway</i> utama, dan server DNS.
Tapi yang terakhir, alamat IP harus dibedakan untuk setiap <i>node</i> yang ada di
jaringan.
Ini membutuhkan banyak pekerjaan konfigurasi yang rumit, dan
ini adalah saat di mana DHCP atau <i>Dynamic Host Configuration Protocol</i> mulai
berperan.
Perhatikan, karena DHCP sangat perlu diketahui oleh
seorang IT Support Specialist ketika sedang menyelesaikan masalah jaringan.
Putar video mulai dari :1:4 dan ikuti transkrip1:04
DHCP adalah protokol lapisan aplikasi
yang mengotomatisasi proses konfigurasi <i>host</i> pada jaringan.
Dengan DHCP, komputer dapat meminta data server DHCP saat komputer terhubung
ke jaringan dan menerima semua konfigurasi jaringan dalam sekali jalan.
DHCP tidak hanya mengurangi <i>overhead</i> administratif untuk
mengkonfigurasi banyak perangkat pada satu jaringan, tapi juga membantu mengatasi
masalah pemilihan alamat IP yang harus ditugaskan ke masing-masing komputer.
Setiap komputer di jaringan membutuhkan IP untuk komunikasi, tetapi
sangat sedikit dari mereka yang membutuhkan IP yang umum diketahui.
Untuk server atau perlengkapan jaringan pada jaringan Anda, seperti <i>gateway
router</i> Anda,
alamat IP yang statis dan mudah diketahui adalah cukup penting
Misalnya:
perangkat pada jaringan perlu mengetahui IP <i>gateway</i> mereka setiap saat.
Jika server DNS lokal mengalami malfungsi, administrator jaringan
masih membutuhkan cara untuk terhubung ke beberapa perangkat ini melalui IP mereka.
Tanpa IP statis yang dikonfigurasi ke server DNS, perangkat yang mengalami
malfungsi akan sulit dikoneksikan ke jaringan agar dapat didiagnosis.
Tetapi untuk sekelompok perangkat klien seperti <i>desktop</i> atau laptop atau
bahkan ponsel,
satu-satunya hal penting adalah bahwa mereka memiliki IP pada jaringan yang tepat.
Jauh lebih penting lagi adalah IP yang manakah itu.
Dengan DHCP Anda dapat mengkonfigurasi rentang alamat IP yang disisihkan untuk
perangkat klien ini.
Ini memastikan salah satu perangkat ini memperoleh alamat IP ketika mereka
membutuhkannya.
Dan itu memecahkan masalah untuk menyiapkan daftar yang isinya setiap simpul atau
<i>node</i> pada
jaringan dan IP yang sesuai.
Putar video mulai dari :2:48 dan ikuti transkrip2:48
Ada beberapa standar agar DHCP dapat beroperasi.
Alokasi dinamis DHCP, adalah yang paling umum, dan
cara kerjanya adalah sesuai dengan yang kami gambarkan saat ini.
Berbagai alamat IP disisihkan untuk perangkat klien dan
salah satu IP ini diberikan ke perangkat saat mereka memintanya.
Dengan alokasi dinamis, alamat IP komputer menjadi berbeda
hampir setiap saat ketika terhubung ke jaringan.
Alokasi otomatis sangat mirip dengan alokasi dinamis,
di mana kisaran alamat IP disisihkan untuk tujuan penugasan.
Perbedaan utama di sini adalah bahwa, server DHCP diminta untuk melacak
IP mana yang ditugaskan ke perangkat tertentu di masa lalu.
Menggunakan informasi ini,
server DHCP akan menugaskan IP yang sama ke komputer yang sama setiap saat bila
memungkinkan.
Akhirnya, inilah apa yang dikenal sebagai alokasi tetap.
Alokasi tetap memerlukan daftar spesifikasi manual dari alamat MAC dan
IP mereka yang sesuai.
Saat komputer meminta IP, server DHCP mencari
alamat MAC dalam tabel dan memberikan IP yang sesuai ke alamat MAC tersebut.
Jika alamat MAC tidak ditemukan, server DHCP mungkin kembali ke alokasi otomatis atau
dinamis, atau mungkin menolak memberikan IP sama sekali.
Hal ini dapat digunakan sebagai upaya keamanan yang memastikan bahwa hanya perangkat
yang
memiliki alamat MAC yang secara khusus dikonfigurasi di server DHCP saja yang bisa
mendapatkan IP dan berkomunikasi di jaringan itu.
Layak untuk disebutkan bahwa penemuan DHCP dapat
digunakan untuk mengkonfigurasi banyak hal melebihi apa yang telah kita bahas di sini.
Seiring dengan hal-hal seperti alamat IP, <i>gateway</i> utama,
Anda juga dapat menggunakan DHCP untuk menetapkan hal-hal seperti server NTP.
NTP singkatan dari <i> Network Time Protocol</i> dan
digunakan untuk menjaga agar semua komputer berada pada waktu jaringan yang
disinkronkan.
Kita akan membahasnya lebih detail dalam pelatihan berikutnya, tapi
untuk saat ini Anda cukup mengetahui bahwa DHCP dapat digunakan untuk lebih dari sekedar
IP,
<i>subnet mask</i>, <i>gateway</i> dan server DNS.
DHCP adalah protokol lapisan aplikasi, yang berarti mengandalkan lapisan transport,
jaringan, <i>data link</i>, dan fisik untuk beroperasi.
Tapi Anda mungkin telah melihat bahwa tujuan utama DHCP
adalah untuk membantu mengkonfigurasi lapisan jaringan itu sendiri.
Mari kita lihat bagaimana persisnya DHCP bekerja dan
bagaimana ia melakukan komunikasi tanpa adanya konfigurasi lapisan jaringan.
Peringatan, materi berikut memakai istilah canggih
Putar video mulai dari ::39 dan ikuti transkrip0:39
Proses di mana klien dikonfigurasi untuk menggunakan DHCP sebagai upaya
untuk mendapatkan informasi konfigurasi jaringan dikenal sebagai proses penemuan DHCP.
Proses penemuan DHCP memiliki empat langkah.
Pertama, kita memiliki langkah penemuan server.
Klien DHCP mengirimkan apa yang dikenal sebagai pesan penemuan DHCP
keluar ke jaringan.
Karena komputer itu tidak memiliki IP dan ia tidak tahu IP server DHCP,
dibentuk pesan siaran yang dibuat khusus sebagai gantinya.
DHCP bekerja di porta UDP 67 dan
Pesan penemuan DHCP selalu dikirim dari porta UDP 68.
Jadi pesan DHCPDISCOVER dienkapsulasi dalam datagram UDP
dengan porta tujuan 67 dan porta sumber 68.
Ini kemudian dienkapsulasi di dalam datagram IP dengan
IP tujuan yaitu [Link],
dan IP sumber yaitu [Link].
Pesan siaran ini akan dikirimkan ke tiap <i> node</i> pada jaringan area lokal.
Dan jika ternyata ada server DHCP, ia akan menerima pesan ini.
Selanjutnya, server DHCP akan memeriksa konfigurasinya sendiri dan
membuat keputusan tentang apa, jika ada, alamat IP yang dapat ditawarkan ke klien.
Ini tergantung pada apakah server DHCP dikonfigurasi untuk beroperasi dengan alokasi alamat
dinamis,
otomatis atau tetap.
Respon akan dikirim sebagai pesan DHCPOFFER dengan porta tujuan 68,
porta sumber 67, IP siaran tujuan yaitu
[Link], dan IP aktualnya sebagai sumber.
Putar video mulai dari :2:27 dan ikuti transkrip2:27
Karena penawaran DHCP adalah merupakan siaran,
siaran ini sampai ke setiap komputer pada jaringan.
Klien asli akan mengenali bahwa pesan ini dimaksudkan untuk dirinya sendiri.
Hal ini dikarenakan DHCPOFFER memiliki ruang isian yang menyebutkan alamat MAC
dari klien yang mengirim pesan DHCPDISCOVER.
Komputer klien akan memproses DHCPOFFER saat ini
untuk melihat IP apa yang ditawarkan.
Secara teknis, klien DHCP dapat menolak tawaran ini.
Sangat memungkinkan bagi
beberapa server DHCP untuk beroperasi pada jaringan yang sama, dan bagi klien DHCP
dikonfigurasi untuk hanya menanggapi penawaran IP di dalam kisaran tertentu.
Tapi ini jarang terjadi.
Putar video mulai dari :3:11 dan ikuti transkrip3:11
Lebih sering, klien DHCP akan menanggapi
pesan DHCPOFFER dengan pesan DHCPREQUEST.
Inti pesan ini mengatakan, ya,
Saya ingin memiliki IP yang Anda tawarkan pada saya.
Karena IP ini belum ditugaskan,
pesan itu kembali dikirim dari IP [Link], dan
ke IP siaran yaitu [Link].
Akhirnya, server DHCP menerima pesan DHCPREQUEST dan
menanggapi dengan DHCPACK atau Pesan pengakuan, <i>acknowledgement</i>
DHCP.
Pesan ini dikirim kembali ke IP siaran yaitu [Link],
dan dengan IP sumber yang sesuai dengan IP aktual server DHCP.
Klien asli akan mengenali bahwa pesan ini dimaksudkan untuk
dirinya sendiri dengan menyertakan alamat MAC di satu ruang isian pesan.
Tumpukan jaringan pada komputer klien sekarang dapat
menggunakan informasi konfigurasi yang disajikan oleh server DHCP
untuk mengatur konfigurasi lapisan jaringannya sendiri.
Putar video mulai dari :4:19 dan ikuti transkrip4:19
Pada tahap ini,
komputer yang bertindak sebagai klien DHCP harus memiliki semua informasi
yang dibutuhkan untuk beroperasi secara penuh pada jaringan yang tersambung dengannya.
Putar video mulai dari :4:30 dan ikuti transkrip4:30
Semua konfigurasi ini dikenal sebagai sewa DHCP karena memiliki waktu kedaluwarsa.
Sewa DHCP mungkin berlangsung dalam hitungan hari atau hanya untuk waktu yang singkat.
Setelah sewa berakhir, klien DHCP perlu menegosiasikan sewa baru
dengan melakukan seluruh proses penemuan DHCP lagi.
Klien juga dapat melepaskan sewa ke server DHCP,
yang akan dilakukan ketika sambungan terputus dari jaringan.
Ini akan memungkinkan bagi server DHCP untuk mengembalikan alamat IP
yang ditugaskan ke kumpulan IP yang tersedia.
Putar video mulai dari :5:4 dan ikuti transkrip5:04
Sekarang Anda telah melihat DHCP beraksi, kami memiliki kuis singkat untuk Anda.
Ketika Anda selesai, saatnya bagi Anda untuk mempelajari dasar-dasar NAT.

Anda mungkin juga menyukai