0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan27 halaman

Reading Material

Dokumen ini membahas pentingnya penetapan target dalam organisasi untuk mengukur kesuksesan dan mendorong pencapaian kinerja. Target yang ditetapkan harus memenuhi kriteria SMART (Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) dan dapat berupa target yang menantang (Stretch). Selain itu, dokumen ini juga memberikan panduan tentang pembobotan target dan inisiatif untuk mencapai target yang ditetapkan.

Diunggah oleh

tri darenfa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan27 halaman

Reading Material

Dokumen ini membahas pentingnya penetapan target dalam organisasi untuk mengukur kesuksesan dan mendorong pencapaian kinerja. Target yang ditetapkan harus memenuhi kriteria SMART (Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) dan dapat berupa target yang menantang (Stretch). Selain itu, dokumen ini juga memberikan panduan tentang pembobotan target dan inisiatif untuk mencapai target yang ditetapkan.

Diunggah oleh

tri darenfa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TARGET SETTING

0
Penetapan target saat ini menjadi komponen
yang penting di Era perubahan, dan dapat
menjadi acuan kita, didalam mengukur
kesuksesan diri dan organisasi.

1
AGENDA

• Mengapa menetapkan target itu penting


• Menetapkan target yang SMART
• Menetapkan target yang Stretch
• Menentukan pembobotan dari target &
• Membuat inisiatif implementasi pencapaian target

Modul ini dapat meningkatkan kompetensi didalam penetapan dan


pencapaian target kinerja anda.

2
MENGAPA TARGET
ITU PENTING

3
MANFAAT DARI MENETAPKAN TARGET

1. Membantu 2. Mendorong, 3. Mensejajarkan 4. Mengukur


Anda menantang, dan tingkat
memfokuskan dan mengalokasikan keberhasilan
energi dan memotivasi sumber daya Anda.
usaha. Anda. (SDM, teknologi,
dsb).
MANAGEMENT BY STRATEGIC OBJECTIVES (MBSO)
Organisasi

Bisinit Unit
Strategy

Departemen

Tactics
Seksi/Bagian

Activities
Staff

Individual
Job Descriptions

Scorecards, targets, dan kaitan dengan rewards perlu diturunkan ke seluruh bagian dalam organisasi untuk menciptakan
kesamaan fokus pada strategi organisasi. Ukuran kinerja haruslah relevan bagi masing-masing karyawan untuk
mengkaitkan mereka dengan strategi. Proses ini akan menciptakan kultur “Make Strategy Everyone’s Job” dan
mendorong eksekusi strategi yang lebih cepat. 5
MENETAPKAN TARGET
DENGAN ‘SMART’

6
MEMBUAT TARGET YANG SMART

Realistic

7
Target kerja yang dibuat harus spesifik dan jelas. Jika tidak, target tak akan tercapai
karena fokus yang terbagi sehingga usaha yang dilakukan hanya akan berakhir sia-
sia. Saat membuat target kerja, usahakan untuk menjawab pertanyaan berikut:
[Link]: Apa yang ingin dicapai?
[Link]: Kenapa target kerja ini begitu penting?
[Link]: Siapa saja yang akan terlibat?
[Link]: Di mana lokasinya?

8
Sangat penting untuk memiliki target kerja yang dapat diukur. Dengan demikian,
semua perkembangan bisa dilihat sehingga memberi motivasi tersendiri. Melihat
kemajuan akan membantu diri tetap fokus, mampu memenuhi tenggat waktu, dan
merasa suka cita karena makin dekat mencapai tujuan. Ukuran target kerja harus
mencakup beberapa aspek:
• Berapa banyak?
• Berapa lama?
• Apa ukurannya jika target kerja terpenuhi?

9
Achievable

Target kerja yang dibuat juga harus realistis dan mudah digapai supaya menjadi
pribadi sukses. Dalam kata lain, target yang dibuat harus sesuai dengan
perkembangan kemampuan tapi juga tetap mungkin dicapai. Target kerja yang
bisa dicapai harus menjawab pertanyaan:
• Bagaimana cara mencapai target?
• Seberapa realitis target kerja berdasarkan berbagai pertimbangan?

10
Langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa target kerja memiliki makna
yang penting, dan bisa disesuaikan dengan target lain yang relevan. Semua
pasti butuh dukungan dan bantuan untuk bisa mencapai target, tapi sangat
penting untuk mengontrol semua dukungan dan bantuan yang didapat.
• Apakah semua usaha yang dilakukan sudah terasa layak?
• Apakah ini waktu yang tepat untuk melakukan?
• Apakah target kerja tak berbenturan dengan kepentingan orang lain?
• Apakah target kerja bisa diterapkan di lingkungan saat ini?

11
Tiap target kerja selalu berkaitan dengan waktu, jadi pastikan untuk membuat batas
waktu supaya tetap fokus pada sesuatu yang ingin dicapai ke depan. Kriteria waktu
membantu membatasi pekerjaan harian menjadi prioritas dan menghilangkan fokus.
Kaitannya dengan target kerja, waktu yang direncanakan harus mencakup:
• Kapan?
• Apa yang bisa dilakukan dalam enam bulan pertama dari sekarang?
• Apa yang bisa dilakukan dalam enam minggu mulai dari sekarang?
• Apa yang bisa dilakukan hari ini?

12
CONTOH : MENYUSUN TARGET YANG SMART

Measurement Method (Quantity, Quality,


ACTION (Verb) OBJECT
Cost, Time)
• Naik sebesar 15% dari tahun lalu
• 95 % sesuai spesifikasi kualitas
Meningkatkan Produktifitas
• Maksimal 10 % over time
• Dicapai di akhir tahun 2019
• Turun sebesar 10% dari tahun lalu
Mengurangi Biaya • Tanpa penurunankualitas pelayanan
• Mulai 30 Januari 2019
• 2 (dua) macam produk inovasi
• 100% sesuai spesifikasi SNI
Mengembangkan Produk Baru
• 100% sesuai dalam plafon anggaran
• Selesai 15 Juli 2019
• 97% pada jalur produksi A dan B
• Menurunkan tingkat re-work maksimal 1%
Menyelesaikan Masalah Kualitas
• Menurunkan biaya sebesar 8 %
• Selesai 18 November 2019

13
MENETAPKAN TARGET
YANG ‘STRETCH’

14
FORECAST, BUDGET, DAN TARGET
FORECAST : Disusun dengan mempertimbangkan situasi external dan internal organisasi yang riil.
BUDGET : Disusun untuk merencanakan anggaran organisasi perusahaan.
TARGET : Ditentukan untuk memotivasi pertumbuhan.

Dinamika Eksternal
dan Internal
100%
% di atas
Kinerja

Baseline

50%+

+/-10%

15
STRETCH OF TRAGET

Untuk lebih menantang dan memotivasi prestasi yang lebih tinggi lagi, bisa
dipakai Metoda Stretch – menaruh target lebih tinggi dari yang diperlukan.

Tingkat Tantangan Lebih


Metoda Pengukuran Keperluan Perusahaan
Tinggi
Jumlah 200 unit 250 unit

Kualitas 3% cacat 1.5 % cacat

Biaya sesuai plafon turunkan 10%

Waktu 15 Maret 10 Maret

16
SASARAN KINERJA HARUS MEMILIKI TARGET YANG JELAS
Tips – Tips dalam penentuan target dalam pencapaian Kinerja Individu (KPI) :
ü Menetapkan target berdasarkan pencapaian rata-rata tahun lalu (average last-
year)
ü Menetapkan target berdasarkan pencapaian kinerja 3 bulan terakhir (best three-
month performance)
ü Menetapkan target berdasarkan ukuran terbaik di industri (best in industry)

Pertimbangkan pula faktor-faktor internal dan eksternal :


ü Pertumbuhan pasar
ü Kemampuan internal
ü Target alignment vertikal dan lintas-fungsi
17
CONTOH: KPI ASPEK KERJA
SEORANG TRAINING SPECIALIST

SASARAN KERJA Key Performance Individu (KPI) Target

1a. % Penyelesaian Training Needs


1. Melakukan needs analysis yang komprehensif 1a. 100% sebelum akhir Juni
Analysis untuk semua karyawan
sesuai dengan development plan individu 1b. 24 Peserta MDP setahun
1b. Jumlah peserta MDP yg direkrut
2. Mengidentifikasi vendor pelatihan yang 2. Jumlah vendor berkualitas per subject Minimum 3 vendor per subject
berkualitas matter matter
3a. 60% dari total training per
3a. % Training yang dibawakan oleh
3. Mengembangkan kemampuan internal delivery tahun
internal Manager
yang world – class 3b. 60 peserta sebelum akhir
3b. Jumlah peserta Train the Trainer
Juni
4a. % karyawan yang mendapat pelatihan 4a. 80% dalam setahun
4. Menerapkan proses logistik dan delivery
4b. Rata2 jumlah hari pelatihan per 4b. 4 hari untuk Manager, 6 hari
pelatihan yang world – class
karyawan untuk non-manager

... ... ...

18
MENETAPKAN
PEMBOBOTAN

19
TIPS DALAM PEMBOBOTAN SASARAN UTAMA

Langsung turun dari strategi organisasi

Kontribusi langsung pada kinerja 40% - 30 %


Bobot Primer
Berpengaruh pada unit lain

Mendukung pencapaian strategi organisasi

Kontribusi mendukung pada kinerja 30% - 20 %


Bobot Sekunder
Berpengaruh Pada unit kerja sendiri

Mengacu pada Pekerjaan rutin sehari - hari

Kontribusi mendukung pelaksanaan tugas 20% - 15 %


Bobot Tertier
Berpengaruh pada pekerjaan sendiri

Karakteristik sasaran utama Jenis Bobot Besaran Bobot


20
CONTOH: KPI ASPEK KERJA
SEORANG TRAINING SPECIALIST

SASARAN KERJA Key Performance Individu (KPI) Target Bobot

1. Melakukan needs analysis yang 1a. % Penyelesaian Training Needs


1a. 100% sebelum akhir Juni
komprehensif sesuai dengan Analysis untuk semua karyawan 40 %
1b. 24 Peserta MDP setahun
development plan individu 1b. Jumlah peserta MDP yg direkrut
2. Mengidentifikasi vendor 2. Jumlah vendor berkualitas per Minimum 3 vendor per subject
20 %
pelatihan yang berkualitas subject matter matter
3a. 60% dari total training per
3. Mengembangkan kemampuan 3a. % Training yang dibawakan oleh
tahun
internal delivery yang world – internal Manager 25%
3b. 60 peserta sebelum akhir
class 3b. Jumlah peserta Train the Trainer
Juni
4a. % karyawan yang mendapat
4. Menerapkan proses logistik dan 4a. 80% dalam setahun
pelatihan
delivery pelatihan yang world – 4b. 4 hari untuk Manager, 6 hari 15 %
4b. Rata2 jumlah hari pelatihan per
class untuk non-manager
karyawan
100 %

21
MEMBUAT INISIATIF
PENCAPAIAN TARGET

22
BAGAIMANA KITA BISA MENCAPAI TARGET?

INISIATIF IMPLEMENTASI INISIATIF TARGET

23
TIPS DALAM MENYUSUN INISIATIF

ü Target yang akan dicapai jelas dan dipahami

ü Memahami perubahan yang memungkinkan terjadi

ü Inisiatif bukanlah pekerjaan rutin

ü Inisiatif biasanya merupakan bentuk improvement

ü Inisiatif adalah hal-hal yang mendorong tercapainya target

24
CONTOH: KPI ASPEK KERJA
SEORANG TRAINING SPECIALIST

KPI Target Bobot Initiatives

• Menganalisa strategi organisasi akan


kebutuhan dan tantangan ke depan.
• Berkoordinasi dengan semua kepala divisi dan
1a. % Penyelesaian Training Needs
1a. 100% sebelum akhir Juni melakukkan sosialisasi dan interview.
Analysis untuk semua karyawan • Melakukan survey online mengenai
kebutuhan training.
• Memvalidasi hasil survei dan FGD dengan SME
• Membuat training matrik yang diintegrasikan
40 % dengan kompetensi setiap posisi jabatan.

• Melakukan analisa terhadap kebutuhan


jumlah karyawan berdasarkan beban kerja
1b. Jumlah peserta MDP yg • Melakukan rekrutasi via online bekerja sama
1b. 24 Peserta MDP setahun dengan pihak ke-3
direkrut • Melakukan seleksi yang disesuaikan dengan
kebutuhan unit bisnis
• Mempersiapkan program orientasi

25

Anda mungkin juga menyukai