LAPORAN PENYULUHAN (SAP)
EDUKASI KELUARGA BERENCANA (KB) UNTUK MENINGKATKAN
PENGETAHUAN IBU TENTANG METODE KONTRASEPSI
Oleh :
Kelompok 11 C
Ulya Nurul Istiqomah 250170100011029
Nuriya Muharifah 250170100011044
Nur Wahyu Abdullah 250170100011019
PROGRAM STUDI PROFESI NERS DEPARTEMEN
KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2026
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA (KB) UNTUK
MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG METODE
KONTRASEPSI
Di Ruangan Brawijaya
RSUD Kanjuruhan Malang
Telah disetujui
Hari: Kamis
Tanggal : 11 Maret 2026
Malang, 11 Maret 2026
Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktik
(Dr. Ns Fransiska Imavike Fevriasanty (Awaliyah, [Link]
) [Link]., [Link])
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
EDUKASI KELUARGA BERENCANA (KB) UNTUK MENINGKATKAN
PENGETAHUAN IBU TENTANG METODE KONTRASEPSI
Masalah : Edukasi Kelurga Berencana (KB) Untuk
Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Metode
Kontrasepsi
Pokok Bahasan : Upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang
metode kontrasepsi
Sub Pokok Bahasan : Peningkatan pengetahuan tentang metode kontrasepsi
Audiens/Target : Pasien dan keluarga pasien
Hari/Tanggal : Jumat/ 14 Februari 2026
Waktu : 09.00 - 10.00 WIB
Tempat : Ruang Brawijaya RSUD Kanjuruhan
Penyuluh : Mahasiswa Profesi Ners Universitas Brawijaya
A. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilaksanakan penyuluhan terkait jenis jenis metode kontrasepsi
diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai
macam macam metode kontrasepsi
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti edukasi terkait macam macam metode kontrasepsi
diharapkan mampu :
[Link] pengertian kontrasepsi
[Link] macam macam kontrasepsi
[Link] efektifitas kontrasepsi
[Link] efek samping penggunaan kontrasepsi
E. Lama waktu pemasangan kontrasepsi
C. Metode dan Media
Penyuluhan Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab
Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah Leaflet
D. Materi Penyuluhan (Terlampir)
Secara garis besar isi dari materi penyuluhan adalah sebagai berikut:
A. Menjelaskan pengertian kontrasepsi
B. Menjelaskan macam macam kontrasepsi
C. Menyebutkan efektifitas kontrasepsi
D. Menyebutkan efek samping penggunaan kontrasepsi
E. Lama waktu pemasangan kontrasepsi
E. Pengorganisasian
Pemateri :
Ulya Nurul Istiqomah 250170100011029
Nuriya Muharifah 250170100011044
Nur Wahyu Abdullah 250170100011019
Pengawas : Awaliyah
Pemateri
Peserta
CI
F. Proses Penyuluhan
No Kegiatan Penyuluhan Metode Media
1 Pembukaan Ceramah -
a. mengucapkan salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menyampaikan tujuan
d. Kontrak waktu penyuluhan
2 Inti [Link] Leaflet
[Link]
a. Menjelaskan pengertian
[Link] jawab
kontrasepsi
b. Menjelaskan macam macam
kontrasepsi
c. Menyebutkan efektifitas
kontrasepsi
d. Menyebutkan efek samping
penggunaan kontrasepsi
e. Lama waktu pemasangan
kontrasepsi
3. Penutup Ceramah -
a. Melakukan evaluasi
b. Menyimpulkan materi
c. Mengucapkan salam
G. Kriteria Evaluasi
Proses Struktur Hasil
● Fase dimulai ● Kesiapan materi ● Acara dimulai tepat
dengan waktu ● Kesiapan SAP waktu tanpa kendala
yang telah ● Kesiapan leaflet ● Peserta memahami
ditentukan ● Penyelenggaraan materi yang
● Peserta antusias penyuluhan disampaikan oleh
terhadap materi dilakukan di pemateri
yang disampaikan ruangan ● Peserta mampu
● Peserta brawijaya RSUD menjelaskan kembali
mengajukan Kanjuruhan materi terkait macam
pertanyaan dan ● Pengorganisasian macam metode
menjawab penyelenggaraan kontrasepsi
pertanyaan dilakukan di hari
dengan benar sebelumnya
● Suasana
penyuluhan tertib
● Tidak ada peserta
yang
meninggalkan
tempat
penyuluhan
KELUARGA BERENCANA (KB)
A. Definisi Kontrasepsi
Menghindari / mencegah terjadinya kehamilan akibat pertemuan sel telur yang matang
dengan sperma.
B. Macam-macam Alat Kontrasepsi ( KB )
1. Metode Kontrasespsi Sederhana
a. Sengama terputus
Cara penggunaan : mengeluarkan penis dari vagina ketika akan ejakulasi.
Keuntungan : tanpa biaya
Kelemahan : memerlukan penguasaan diri yang kuat, kemungkinan ada sedikit cairan
yang mengandung spermatozoa tertumpah dan masuk ke vagina sehingga dapat
mengakibatkan kehamilan.
b. Metode kalender
Cara penggunaan : menghitung masa subur wanita dan menghindari melakukan
hubungan seksual di masa subur.
Keuntungan : tanpa biaya
Kelemahan : pasangan sulit untuk bisa mentaati.
2. Metode Kontrasepsi dengan alat / obat
a. Kondom
Kondom adalah sarung untuk alat kelamin pria yang terbuat dari karet tipis. Berguna untuk
menampung sperma agar tidak masuk kedalam vagina.
Cara penggunaan : disarungkan pada penis, dari ujung hingga pangkal, pada saat akan
melakukan hubungan seksual.
Keuntungan : murah, mudah didapat, dapat digunakan sewaktu-waktu, dapat mencegah
penularan penyakit kelamin.
Kerugian :selalu harus memakai kondom baru, mengganggu kenyamanan dalam
melakukan hubungan seksual, dapat sobek jika menggunakannya tergesa-gesa.
Efek samping : alergi terhadap kondom (jarang terjadi), lecet-lecet pada kemaluan pria
akibat pemakaian yang tergesa-gesa / kurang pelicin.
b. Tisu KB
Kertas tipis yang mengandung spermatisida.
Cara penggunaan : remaslah tisu KB menjadi gumpalan kecil, masukkan ke dalam
vagina, dorong hingga menyentuh mulut rahim. Tunggu 2-5 menit sebelum
berhubungan.
Kelemahan : harus digunakan 2-5 menit sebelum melakukan hubungan seksual.
Efek samping : gatal-gatal, peningkatan pengeluaran cairan vagina, iritasi dinding
vagina.
c. Pil KB
Pil atau tablet yang berisi zat yang berguna untuk mencegah lepasnya sel telur dari indung
telur.
Cara penggunaan : diminum setiap hari, tidak boleh lupa.
Pil dengan kemasan 21 tablet diminum pada hari ke 5 haid.
Pil dengan kemasan 28 tablet diminum pada hari pertama haid.
Keuntungan : mudah penggunaannya, mengurangi rasa sakit pada waktu haid,
mengurangi risiko kanker ovarium, cocok untuk PUS muda.
Kerugian : memerlukan displin tinggi, kembalinya kesuburan agak lambat, tidak
dianjurkan untuk wanita diatas usia 30 tahun.
Kontra indikasi : penyakit jantung, varises, darah tinggi, perdarahan pervaginam,
migrain.
Efek samping : perdarahan, perubahan BB, kloasma, pusing.
d. Suntikan KB
Depo provera dan Noristerat
Suntik KB adalah obat suntik yang berisi zat yang dapat mencegah lepasnya sel telur dari indung
telur, mengentalnya lendir mulut rahim sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim dan
menipiskan selaput lendir rahim sehingga calon janin tak dapat tertanam dalam rahim.
Cara penggunaan : Depo provera disuntikkan tiap 3 bulan sekali. Noristrat disuntikkan
setiap 2 bulan selama 4 kali suntikan pertama, selanjutnya tiap 3 bulan.
Keuntungan : praktis dan efektif, aman dan cocok digunakan bagi ibu yang sedang
menyusui anaknya, karena tidak mempengaruhi produksi air susu ibu (ASI)
Efek samping : terlambat haid, terjadi bercak perdarahan di luar haid, keputihan,
jerawat, perubahan berat badan, dan lain-lain
Kontra indikasi : Hamil, keluarnya darah dari rahim yang tidak normal, keganasan
penyakit jantung, hati, tekanan darah tinggi, kencing manis dan penderita penyakit
paru-paru berat.
e. Susuk KB.
Susuk KB adalah 6 kapsul kecil, ramping berisi obat yang dipasang dibawah kulit lengan
atas bagian dalam untuk dipakai selama 5 tahun.
Cara penggunaan : Dengan memasukkan susuk KB di bawah kulit lengan wanita bagian
atas oleh dokter dan bidan terlatih
Keuntungan : praktis, tidak menekan produksi ASI, tidak ada faktor lupa, dapat
digunakan pada wanita yang tidak cocok dengan hormon estrogen.
Kekurangan : lebih mahal, harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang
terlatih.
Efek samping : gangguan haid, mual, muntah timbul jerawat, BB bertambah.
Kontra indikasi : wanita hamil, perdarahan pervaginam, penyakit jantung, darah tinggi,
kencing manis.
f. IUD / Spiral
IUD adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan dalam rahim wanita. Terbuat dari plastik
khusus yang diberi benang pada ujungnya sebagai kontrol.
Cara penggunaan : IUD dipasang pada rongga rahim wanita oleh dokter atau bidan
terlatih.
Keuntungan : praktis, ekonomis, aman dan mudah dikontrol.
Efek samping : adanya rasa nyeri dan mulas beberapa saat setelah pemasangan, ada
bercak – bercak perdarahan dll.
Kontra indikasi : wanita hamil, peradangan leher rahim, kanker rahim.
g. Vasektomi
Operasi kecil untuk menghalangi transport sperma di saluran air mani.
Cara penggunaannya : dengan operasi.
Keuntungan : efektif, proses operasi cepat, tidak perlu dirawat.
Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat dilakukan pada orang
yang masih ingin mempunyai anak lagi.
Efek samping : ada kemungkinan komplikasi seperti perdarahan dan infeksi.
Kontra indikasi : penderita DM tidak terkontrol.
h. Tubektomi.
Cara penggunaannya : dengan operasi
Keuntungan : efektif, angka kegagalan sterilisasi rendah, komplikasi terbilang kecil,
biaya murah.
Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat dilakukan pada orang
yang masih ingin mempunyai anak lagi.
Kontra indikasi : penyakit jantung, paru-paru, hernia umbilikalis, hernia inguinalis
atau labialis.
RISIKO PENGGUNAAN KONTRASEPSI
a. Risiko Penggunaan Kontrasepsi Hormonal
Meskipun mempunyai risiko potensial, Wanita dengan konta indikasi
terhadap estrogen (antara 2-16 % dari seluruh Wanita usia reproduktif)
menggunakan kontrasepsi hormonal kombinasi dengan persentase yang sama
dengan Wanita [Link] besar efek metabolic steroid sintetik, termasuk efek
terhadap lipid, metabolism karbohidrat dan organ yang dipengaruhi hormonal
lainnya. seperti payudara-bersifat sementara dan sedikit serta tidak menyebabkan
konsekuensi serius, di antaranya:
1. Tromboemboli vena
Adanya peningkatan kejadian kardiovaskuler pada Wanita pengguna
hormonal kombinasi, termasuk tromboemboli vena dan asteri. Hal ini
disebabkan oleh efek yang dimediasi oleh proses koagolasi.
2. Struke dan infark miokardium
3. Perubahan Mood
Komponen Progestin dapat berhubungan dengan peningkatan keadaan
mudah tersinggung, kelelahan dan depresi.
4. Metabolisme Protein Hati
Progesteron dan progestin dapat menurunkan Sintesis SHBG. Sebab itulah
Pil Kontrasepsi jenis tertentu dapat memberi efek perbaikan klinis pada
keadaan khusus, misalnya: Hiperandrogenisme pada sindrom Ovarium
Polikistik.
b. Risiko Penggunaan Kontrasepsi Non Hormonal
Keterbatasan dan risiko penggunaan kontrasepsi non-hormonal: Kontrasepsi
non-hormonal mungkin memiliki keterbatasan dalam hal efektivitas jika
tidak digunakan dengan benar, serta risiko iritasi atau infeksi untuk beberapa
metode. Beberapa metode juga memerlukan keterampilan atau pengetahuan
khusus untuk digunakan dengan efektif, seperti metode ritmik atau
diafragma.
DAFTAR PUSTAKA
Aminatussyadiah, A. and Prastyoningsih, A., 2019. Faktor yang
mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di
Indonesia (analisis data survei demografi dan kesehatan Indonesia
tahun 2017). Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(2).
Angsar I, Hartiti W, Junita RS, Irmansyah F, (2021). Pedoman Pelayanan
Kontrasepsi Keluarga Berencana. Edisi Pert. Jakarta: Kementrian
Kesehatan
Astin, dkk (2023) ‘Konsep Pelayanan Kontrasepsi Dan Kb’, In Konsep
Pelayanan Kontrasepsi Dan Kb. Bandung: Media Sains Indonesia.
Available at: [Link].
Azizah, N., Purba, A., Juwarni, S., Kurniawan, I., Ujung, R.M., Sudarta, I.,
Simamora, J.P., Hutabarat, N.I., Sidabutar, R.A.P., Annuchasari, H.
and Ernawati, E., 2024. Kontrasepsi dan Perencanaan Keluarga.
BKKBN, (2021). Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana.
Jakarta : Diektorat Kesehatan Keluarga, Kementrian Kesehatan
Republik Indonesia.
Priyanti, S., & Syalfina, A. D. (2017). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi
Dan 43 Keluarga Berencana.
[Link]
8/ [Link]
Irianto, (2014). K. Pelayanan Keluarga Berencana. Hal : 1 Alfabea.
Bandung.
Setyani. (2020). Kesehatan Perempuan Dan Perencanaan Keluarga. Graha
Ilmu.
Setyorini, D., Putri, M. K., Danti, R. R., Putri, B. R., Lestari, A., Lailiyana,
& Primayanti, M. (2023). Bunga Rampai Keperawatan Maternitas
Dan Keluarga Berencana. PT Kimshafi Alung Cipta.
Setyorini, Dr. Dhiana,dkk, (2023). Bunga Rampai Keperawatan Maternitas
Dan Keluarga Berencana Penerbit : PT Kimshafi Alung Cipta