Program Kelas Ix
Program Kelas Ix
KELAS IX
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
Disusun Oleh:
Hari :
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor
A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan potensi,
kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan
tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didikyang bermasalah, pemenuhan
perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar
pemikiran tersebut maka pengenalan potensi individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan
bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua,
dan sekolah.
Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam membantu peserta didik
dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi
Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi Dasar (SKKPD). Dalam upaya mendukung pencapaian
tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan
kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.
Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh SMP ISS Jatipurno
memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, problematika
yang dialami oleh sebagian besar peserta didik bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah
problem terkait penyesuaian akademik di sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di
sekolah, ketidakmatangan orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia anak persiapan
menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam skala
global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan massif seringkali memberikan
dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak
terbatas dalam dunia maya seringkali melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya
pornografi, dan problem lainnya.
Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk menata diri
dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta didik di sekolah. Dari
berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar terhadap keunggulan-keunggulan yang
dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan
minatnya, aktif dalam kegiatan olahraga, berbakat dalam bidang seni dan lain-lainnya. Di samping itu,
daya dukung yang tersedia di SMPN 4 Karangtengag dapat dikatakan cukup baik. Hal ini didukung
oleh fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki profesi beragam dan telah
menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemampuan profesionalnya masing-masing.
Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan layanan
bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana dan prasarana yang
dimiliki, SMPN 4 Karangtengah memiliki kecukupan fasilitas untuk menopang kegiatan
pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui berbagai wadah kegiatan intra maupun
ekstrakurikuler.
B. DASAR HUKUM
1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang harus diperoleh
semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 89 Tahun
1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990
tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah.
2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab I Pasal 1 angka 6
dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru,
dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain
yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan”.
3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri telah termuat
dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah.
4. Beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 54 ayat (6) Peraturan
Pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang menyatakan bahwa
beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang memperoleh tunjangan profesi
dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus
lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Lebih lanjut dalam
penjelasan Pasal 54 ayat (6) yang dimaksud dengan “mengampu layanan bimbingan dan
konseling” adalah pemberian perhatian, pengarahan, pengendalian, dan pengawasan kepada
sekurang-kurangnya 150 (seratus lima puluh) peserta didik, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk
pelayanan tatap muka terjadwal di kelas dan layanan perseorangan atau kelompok bagi yang
dianggap perlu dan memerlukan.
5. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22 ayat (5) Peraturan
bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor
03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa penilaian kinerja guru bimbingan dan konseling atau
konselor dihitung secara proporsional berdasarkan beban kerja wajib paling kurang 150 (seratus
lima puluh) orang Konseli dan paling banyak 250 dua ratus lima puluh) orang Konseli per tahun.
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yang menyatakan bahwa kualifikasi
akademik konselor dalam satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal adalah:
(i) sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan konseling; (ii) berpendidikan profesi
konselor. Kompetensi konselor meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, yang berjumlah 17 kompetensi dan 76 sub
kompetensi.
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2013
Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, Nomor 69 Tahun 2013 Tentang
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA, dan Nomor 70 Tahun 2013 Tentang
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK, yang memberikan kesempatan kepada
peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta
didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok peminatan, lintas minat atau pendalaman
minat.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling
pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkanbahawa Komponen layanan
Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup: (a) layanan dasar; (b)
layanan peminatan dan perencanaan individual; (c) layanan responsif; dan (d) layanan dukungan
system. Bidang layanan bimbingan dan konseling mencakup : (a) bidang layanan pribadi, (b)
bidangan layanan belajar, (c) bidang layanan sosial, (d) bidang layanan karir
9. Panduan Operasional Penyelenggaran Bimbingan dan Konseling SMP, 2016, Dirjen Guru dan
Tenaga Kependidikan (GTK). Pada POP BK SMP ini dapat memfasilitasi guru BK / Konselor
dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan dan menindaklanjuti layanan
bimbingan dan konseling
a. Visi
Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya layanan bimbingan dan konseling yang
profesional dalam memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli menuju pribadi unggul
dalam, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab
b. Misi
1) Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang memandirikan peserta
didik/konseli berdasarkan pendekatan yang humanis dan multikultur.
2) Membangun kolaborasi dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua, dunia usaha
dan industri, dan pihak lain dalam rangka menyelenggarakan layanan bimbingan dan
konseling
3) Meningkatkan mutu guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui kegiatan
pengembangan keprofesionalan berkelanjutan
D. DESKRIPSI KEBUTUHAN
Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik dan hasil
asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru Bimbingan dan Konseling
terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment). Tujuan penyusunan instrumen tersebut
untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan Konseli.
Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan
Konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas Perkembangan (ITP), Alat Ungkap
Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan (ATP), Identifikasi Kebutuhan dan Masalah Konseli
(IKMS) dan lain-lain. Selain itu pengalaman Konselor dalam melaksanakan program pelayanan
konseling dan masukan dari berbagai fihak terkait juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan
daftar kebutuhan peserta didik.
Angket masalah Konseli atau peserta didik di SMPN 4 Karangtengah, dibuat dan disusun sendiri
oleh tim guru bimbingan dan konseling sesuai dengan lingkungan dan masalah/kebutuhan peserta
didik di sekolah. Angket Kebutuhan Peserta Didik diolah dengan AplikasiAngket Kebutuhan Peserta
Didik (AKPD). Hasilnya sebagai berikut :
Saya belum
memahami
tentang etika
20 berlalu lintas 7 0,91% RENDAH AGUSTUS 257 145 179 189
Saya dalam
menjalankan
ibadah masih
karena
1 terpaksa 5 0,65% RENDAH AGUSTUS 33,38% 18,83% 23,25% 24,55%
Kadang saya
masih suka
mencontek
3 saat tes 22 2,86% TINGGI AGUSTUS
Saya belum
tahu cara
menjaga
kesehatan
agar tetap fit
menghadapi
7 waktu ujian 18 2,34% TINGGI AGUSTUS
Saya belum
memahami
tentang dunia SEPTEMB
47 kerja 20 2,60% TINGGI ER
Saya jenuh
dan enggan
masuk SEPTEMB
9 sekolah 5 0,65% RENDAH ER
10 Saya meras 24 3,12% TINGGI SEPTEMB
sulit ER
meninggalkan
ketergantung
an dengan
media sosial
(fc, wa, ig, dll)
Saya belum
paham
masalah
peminatan/ju
rusan di SEPTEMB
50 SMK/MAK 14 1,82% SEDANG ER
Saya masih
merasa
belum
memiliki rasa
16 percaya diri 28 3,64% TINGGI OKTOBER
Saya belum
paham
pentingnya
nilai-nilai
kehidupan di
19 masyarakat 16 2,08% TINGGI OKTOBER
Saya belum
tahu lebih
banyak akibat
tawuran di
kalangan
22 pelajar 4 0,52% RENDAH OKTOBER
Saya banyak
menghabiska
n waktu
dengan main
game atau
14 games online 3 0,39% RENDAH OKTOBER
Saya belum
tahu cara
menyelesaika
n masalah NOPEMB
17 (konflik) 9 1,17% SEDANG ER
Saya sering
merasa tidak
lancar dalam
berkomunika
si dengan NOPEMB
18 orang lain 12 1,56% SEDANG ER
Saya merasa
belum paham
tentang kiat
sukses hidup
bermasyarak NOPEMB
21 at 22 2,86% TINGGI ER
Saya belum
tahu tentang
bentuk-
bentuk
kenakalan
remaja saat
ini dan cara NOPEMB
25 mensikapinya 20 2,60% TINGGI ER
Saya kadang
masih lupa
mengucapkan
kata maaf,
tolong dan
terimakasih
dalam DESEMBE
27 pergaulan 14 1,82% SEDANG R
Saya masih
bingung
memikirkan
karir setelah
lulus DESEMBE
48 SMP/MTs 18 2,34% TINGGI R
Saya merasa
belum
memiliki
kebiasaan
untuk
berpikir dan
bersikap DESEMBE
2 positif 15 1,95% SEDANG R
Saya belum
paham
masalah
peminatan/ju
rusan di DESEMBE
49 SMA/MA 13 1,69% SEDANG R
Saya belum
mengenal
jenis-jenis
organisasi di
41 masyarakat 18 2,34% TINGGI JANUARI
Saya masih
ragu untuk
melanjutkan
sekolah ke
43 jenjang SLTA 12 1,56% SEDANG JANUARI
Saya belum
paham cara
meningkatka
n motivasi
30 belajar 23 2,99% TINGGI FEBRUARI
Saya belum
bisa
mengevaluasi
hasil prestasi
31 belajar 23 2,99% TINGGI FEBRUARI
Saya mudah
putus asa
setiap
menghadapi
39 kegagalan 12 1,56% SEDANG FEBRUARI
Saya belum
banyak tahu
dampak
pacaran di
kalangan
29 remaja 6 0,78% RENDAH FEBRUARI
Saya belum
tahu
informasi
syarat-syarat
35 kelulusan 18 2,34% TINGGI MARET
Saya
berencana
untuk
indekos saat
melanjutkan
ke SLTA
38 tetapi belum 12 1,56% SEDANG MARET
tahu cara
mengelola
keuangan
Saya belum
tahu
membuat
persahabatan
yang baik
melalui
26 medsos 11 1,43% SEDANG MARET
Saya belum
tahu kiat
sukses dalam
menghadapi
32 Ujian 25 3,25% TINGGI MARET
Saya masih
belum bisa
belajar secara
33 rutin 28 3,64% TINGGI APRIL
Saya belum
paham cara
meningkatka
n konsentrasi
36 belajar 15 1,95% SEDANG APRIL
Saya belum
tahu tentang
cara atau
strategi
masuk
sekolah
44 favorit 13 1,69% SEDANG APRIL
Saya kurang
berminat
memikirkan
46 masa depan 3 0,39% RENDAH APRIL
Saya merasa
masih sering
membuang
sampah tidak
pada
8 tempatnya 19 2,47% TINGGI MEI
Saya merasa
kesulitan
mempelajari
dan
memahami
mata
pelajaran
37 tertentu 26 3,38% TINGGI MEI
Cita-cita saya
tidak sejalan
dengan orang
40 tua 15 1,95% SEDANG MEI
Saya sulit
untuk
mengambil
keputusan
42 pilihan karir 23 2,99% TINGGI MEI
Saya belum
merencanaan
karir masa
45 depan 16 2,08% TINGGI JUNI
Saya merasa
tertekan
(stress)
menghadapi
kehidupan/ke
4 giatan 9 1,17% SEDANG JUNI
Saya sedang
mempunyai
masalah
dengan
anggota
keluarga di
13 rumah 1 0,13% RENDAH JUNI
Saya belum
mengenal
macam-
macam
kepribadian
6 manusia 22 2,86% TINGGI
Saya belum
tahu akibat
nikah di usia
28 dini 8 1,04% SEDANG
Saya masih
memiliki
kebiasaan
belajar
apabila akan
34 ada tes/ujian 21 2,73% TINGGI
Saya merasa
sulit
mengendalika
n
ketergantung
an dengan
pada
15 handphone 17 2,21% TINGGI
Saya merasa
sulit untuk
24 antri 20 2,60% TINGGI
Saya merasa
khawatir/tak
ut tidak dapat
12 lulus sekolah 30 3,90% TINGGI
Saya masih
sulit
mengendalika
5 n emosi 28 3,64% TINGGI
Saya merasa
sulit
menghilangka
n kebiasaan
keluar malem
(bermain,beg
11 adang) 2 0,26% RENDAH
Saya masih
belum bisa
menjaga
sebuah
persahabatan
agar tetap
23 langgeng 5 0,65% RENDAH
TINGG 25
I
SEDAN
G 15
RENDA
H 10
JUMLA
H 50
NOMOR JUMLAH
NAMA SISWA L/P %
MASALAH
Urut Kode Induk
1 K1 00428 ADQHA RIMBA P.M L 18 36,0%
2 K14 00441 AILINDA SHOLIK P 6 12,0%
3 K18 00445 ZAINUL ROSIKIN L 20 40,0%
4 K4 00431 PRABU WIRAHADI L 23 46,0%
5 K8 00435 KARTIKA NOVITA SARI P 26 52,0%
6 K12 00439 DEWANI ANDARISMA P 27 54,0%
7 K17 00444 RISKI WI SAPUTRA L 37 74,0%
8 K3 00430 DANIS ALFIAN L 25 50,0%
9 K2 00429 ARDI HERMANSYAH L 24 48,0%
10 K15 00442 ARDI NURROHMAN L 5 10,0%
11 K5 00432 MAHENDRA H L 24 48,0%
12 K9 00436 MUHAMMAD RISKI F L 31 62,0%
13 K6 00433 ADNAN RAQIB L 5 10,0%
14 K13 00440 DAVIN ARKANANTA L 6 12,0%
15 K20 00447 MUHAMMAD NOVRIANSYAH L 6 12,0%
16 K7 00434 VANESA P 17 34,0%
17 K11 00438 RISKA ASKIANI P 21 42,0%
18 K16 00443 FARDAN L 5 10,0%
19 K21 00448 FURQON ADITYA L 25 50,0%
20 K10 00437 RIDHO TRIADI L 26 52,0%
21 K19 00446 JAMAL PRASETYO P 6 12,0%
Berdasarkan profil kelas dari hasil angket di atas, permasalahan tertinggi terdapat pada bidang
pribadi sebesar 33,38%, diikuti oleh bidang karir sebesar 24,55%, bidang sosial sebesar 18,83% dan
bidang belajar sebesar 23,25%. Adapun butir masalah yang paling tinggi adalah merasa takut/khawatir
tidak dapat lulus sekolah yang dipilih oleh 30 responden, diikuti oleh belum bias belajar secara
rutin yang dipih oleh 28 responden
BIDANG
ASSESMEN KEBUTUHAN RUMUSAN KEBUTUHAN
LAYANAN
PRIBADI Saya dalam menjalankan ibadah Memiliki kesadaran melakukan berbagai
masih karena terpaksa kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri
Saya merasa belum memiliki Memiliki kebiasaan untuk berpikir dan
kebiasaan untuk berpikir dan bersikap positif
bersikap positif
Kadang saya masih suka Memiliki kesadaran untuk tidak
mencontek saat tes mencontek saat mengikuti tes atau ujian
Saya merasa tertekan (stress) Mampu menghindari stress dalam
menghadapi kehidupan/kegiatan menghadapi kehidupan/kegiatan
Saya masih sulit mengendalikan Mampu mengendalikan emosi
emosi
Saya belum mengenal macam- Mengenal macam-macam kepribadian
macam kepribadian manusia manusia
Saya belum tahu cara menjaga Mampu menjaga kesehatan agar tetap fit
kesehatan agar tetap fit menghadapi waktu ujian
menghadapi waktu ujian
Saya merasa masih sering Memiliki kebiasaan untuk membuang
membuang sampah tidak pada sampah pada tempatnya
tempatnya
Saya jenuh dan enggan masuk Mampu mengatasi kejenuhan masuk
sekolah sekolah
Saya meras sulit meninggalkan Mampu meninggalkan ketergantungan
ketergantungan dengan media dengan media sosial (fc, wa, ig, dll)
sosial (fc, wa, ig, dll)
Saya merasa sulit menghilangkan Mampu menghilangkan kebiasaan keluar
kebiasaan keluar malem malem (bermain,begadang)
(bermain,begadang)
Saya merasa khawatir/takut tidak Memiliki kemampuan menghilangkan
dapat lulus sekolah rasa khawatir/takut tidak dapat lulus
sekolah
Saya sedang mempunyai masalah Mampu mengatasi masalah dengan
dengan anggota keluarga di anggota keluarga di rumah
rumah
Saya banyak menghabiskan Mampu berhenti main game atau games
waktu dengan main game atau online
games online
Saya merasa sulit mengendalikan Mampu mengendalikan ketergantungan
ketergantungan dengan pada dengan pada handphone
handphone
Saya masih merasa belum Memiliki rasa percaya diri
memiliki rasa percaya diri
Saya belum tahu cara Memiliki kemampuan dalam
menyelesaikan masalah (konflik) menyelesaian masalah
SOSIAL Saya sering merasa tidak lancar Mampu berkomunikasi secara efektif
dalam berkomunikasi dengan
orang lain
Saya belum paham pentingnya Memiliki pemahaman tentang nilai-nilai
nilai-nilai kehidupan di kehidupan
masyarakat
Saya belum memahami tentang Memiliki etika dan budaya tertib berlalu
etika berlalu lintas lintas
Saya merasa belum paham Memiliki kemampuan untuk sukses hidup
tentang kiat sukses hidup bermasyarakat
bermasyarakat
Saya belum tahu lebih banyak Mampu menghidari dari tawuran pelajar
akibat tawuran di kalangan
pelajar
Saya masih belum bisa menjaga Memiliki kemampuan untuk membina
sebuah persahabatan agar tetap persahabatan agar tetap langgeng
langgeng
Saya merasa sulit untuk antri Memiliki kebiasaan untuk antri
Saya belum tahu tentang bentuk- Mengenal bentuk-bentuk kenakalan
bentuk kenakalan remaja saat ini remaja saat ini dan cara mensikapinya
dan cara mensikapinya
Saya belum tahu membuat Mampu membangun persahabatan yang
persahabatan yang baik melalui baik melalui medsos
medsos
Saya kadang masih lupa Memiliki kebiasaan mengucapkan kata
mengucapkan kata maaf, tolong maaf, tolong dan terimakasih dalam
dan terimakasih dalam pergaulan pergaulan
Saya belum tahu akibat nikah di Mampu menghindari pernikahan dini
usia dini
Saya belum banyak tahu dampak Memiliki pemahaman tentang dampak
pacaran di kalangan remaja pacaran di kalangan remaja
BELAJAR Saya belum paham cara Memiliki pemahaman tentang cara
meningkatkan motivasi belajar meningkatkan motivasi belajar
Saya belum bisa mengevaluasi Mampu mengevaluasi hasil prestasi
hasil prestasi belajar belajar
Saya belum tahu kiat sukses Memiliki pemahaman tentang kiat
dalam menghadapi Ujian sukses dalam menghadapi Ujian
Saya masih belum bisa belajar Memiliki kebiasaan belajar secara rutin
secara rutin
Saya masih memiliki kebiasaan Mampu menghilangkan kebiasaan belajar
belajar apabila akan ada tes/ujian apabila akan ada tes/ujian
Saya belum tahu informasi Memiliki pemahaman tentang syarat-
syarat-syarat kelulusan syarat kelulusan
Saya belum paham cara Mampu meningkatkan konsentrasi
meningkatkan konsentrasi belajar belajar
Saya merasa kesulitan Mampu mengatasi kesulitan
mempelajari dan memahami mempelajari dan memahami mata
mata pelajaran tertentu pelajaran tertentu
KARIR Saya berencana untuk indekos Memiliki kemampuan untuk mengelola
saat melanjutkan ke SLTA tetapi keuangan saat indekos
belum tahu cara mengelola
keuangan
Saya mudah putus asa setiap Memiliki ketahanan diri setiap
menghadapi kegagalan menghadapi kegagalan
Cita-cita saya tidak sejalan Memiliki keselarasan cita-cita dengan
dengan orang tua harapan orang tua
Saya belum mengenal jenis-jenis Mengenal lebih dekat dengan berbagai
organisasi di masyarakat jenis organisasi yang ada di masyarakat
Saya sulit untuk mengambil Memiliki kemantapan pada keputusan
keputusan pilihan karir pilihan karir
Saya masih ragu untuk Memiliki kemauan untuk melanjutkan
melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah ke jenjang SLTA
SLTA
Saya belum tahu tentang cara Memiliki pemahaman tentang cara atau
atau strategi masuk sekolah strategi masuk sekolah favorit
favorit
Saya belum merencanaan karir Memiliki rencana karir masa depan
masa depan
Saya kurang berminat Memiliki motivasi untuk sukses
memikirkan masa depan
Saya belum memahami tentang Mengenal Profesi di Dunia Kerja
dunia kerja
Saya masih bingung memikirkan Memiliki pemahaman tentang pilihan
karir setelah lulus SMP/MTs karir setelah lulus SMP/MTs
Saya belum paham masalah Memiliki pemahaman tentang
peminatan/jurusan di SMA/MA peminatan/jurusan di SMA/MA
Saya belum paham masalah Memiliki pemahaman tentang
peminatan/jurusan di SMK/MAK peminatan/jurusan di SMK/MAK
E. RUMUSAN TUJUAN
Rumusan tujuan dibuat berdasarkan hasil assesmen yang dilakukan atau hasil deskripsi kebutuhan
peserta didik/konseli. Rumusan tujuan akan dicapai dan disusun dalam bentuk prilaku yang harus
dikuasai peserta didik/konseli setelah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. Berikut rumusan
tujuannya:
F. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbigan dan konseling di SMP meliputi : (1) layanan dasar, (2) layanan
peminatan dan perencanaan individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) dukungan sistem. Berikut
penjelasan mengenai masing-masing komponen
1) Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli yang berkaitan
dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan
karir sebagai pengejawantahan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan dasar merupakan inti
pendekatan perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan pengetahuan tentang diri dan
orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan eksplorasi karir. Layanan dasar pada sekolah
dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung diberikan kepada peserta didik/konseli adalah
bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan
melalui media adalah papan bimbingan, leaflet dan media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi
guru kelas yang menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan
klasikal dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tematik.
2) Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek peserta didik, atau
masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber dari lingkungan kehidupan
pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas konseling individual, konseling kelompok,
konsultasi, konferensi kasus, referal dan advokasi. Sementara aktivitas layanan responsif melalui
media adalah konseling melalui elektronik dan kotak masalah. Pada konteks layanan responsif di
Sekolah Dasar, guru bimbingan dan konseling atau konselor memberikan intervensi secara singkat.
Pada layanan responsif juga dilakukan advokasi yang menitikberatkan pada membantu peserta
didik/konseli untuk memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai tugas-tugas perkembangan.
Guru bimbingan dan konseling atau konselor menyadari terdapat rintangan-rintangan bagi peserta
didik yang disebabkan oleh disabilitas, jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, orientasi seksual,
status sosial ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya. Guru bimbingan dan
konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar semua peserta didik/konseli mendapatkan
perlakuan yang setara selama menempuh pendidikan di Sekolah Dasar.
BIDANG
LAYANA RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN
N
PRIBADI Memiliki kesadaran melakukan Peserta didik/konseli memiliki kesadaran melakukan
berbagai kegiatan ibadah dengan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri
kemauan sendiri
Memiliki kebiasaan untuk berpikir dan Peserta didik/konseli mampu memiliki kebiasaan
bersikap positif berpikir positif serta mencapai pribadi yang mampu
berpikir dan bersikap selalu positif
Memiliki kesadaran untuk tidak Peserta didik/konseli memiliki pemahaman dan
mencontek saat mengikuti tes atau kesadaran bahwa menyontek adalah perbuatan
ujian tidak baik (tercela), memahami penyebab dan
dampak dari perbuatan menyontek serta mampu
untuk menghindarinya
Mampu menghindari stress dalam Peserta didik/konseli dapat memahami gejala-gejala
menghadapi kehidupan/kegiatan stress serta faktor-faktor penyebab dan cara
mengatasinya
Mampu mengendalikan emosi Peserta didik/konseli dapat mengendalikan emosi
dan memantapkan nilai serta cara bertingkah laku
yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang
lebih luas
Mengenal macam-macam kepribadian Peserta didik/konseli dapat mengenal dan
manusia memahami tipe-tipe kepribadian manusia serta
dapat tumbuh menjadi pribadi yang matang
Mampu menjaga kesehatan agar tetap Peserta didik/konseli mampu memahami
fit menghadapi waktu ujian pentingnya menjaga kesehatan tubuh serta dapat
membiasakan pola hidup bersih dan sehat
Memiliki kebiasaan untuk membuang Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan hidup
sampah pada tempatnya bersih dengan membuang sampah pada tempatnya
Mampu mengatasi kejenuhan masuk Peserta didik/konseli mampu menghilangkan
sekolah kejenuhanya masuk sekolah
Mampu meninggalkan ketergantungan Peserta didik/konseli mampu meninggalkan
dengan media sosial (fc, wa, ig, dll) ketergantungan dengan media sosial (fc, wa, ig, dll)
Memiliki kebiasaan belajar secara rutin Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan belajar
secara rutin
Mampu menghilangkan kebiasaan Peserta didik/konseli mampu menghilangkan
belajar apabila akan ada tes/ujian kebiasaan belajar apabila akan ada tes/ujian
Memiliki pemahaman tentang syarat- Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang
syarat kelulusan syarat-syarat kelulusan
Mampu meningkatkan konsentrasi Peserta didik/konseli mampu meningkatkan
belajar konsentrasi belajar
Mampu mengatasi kesulitan Peserta didik/konseli mampu mengatasi kesulitan
mempelajari dan memahami mata mempelajari dan memahami mata pelajaran
pelajaran tertentu tertentu
KARIR Memiliki kemampuan untuk mengelola Peserta didik/konseli mampu mengelola keuangan
keuangan saat indekos saat indekos
Memiliki ketahanan diri setiap Peserta didik/konseli memiliki semangat diri saat
menghadapi kegagalan mengalami suatu kegagalan
Memiliki keselarasan cita-cita dengan Peserta didik/konseli mampu menyelaraskan cita-
harapan orang tua cita dengan harapan orang tua
Mengenal lebih dekat dengan berbagai Peserta didik/konseli mengenal berbagai organisasi
jenis organisasi yang ada di masyarakat yang ada di masyarakat
Memiliki kemantapan pada keputusan Peserta didik/konseli memiliki kemantapan pilihan
pilihan karir karir
Memiliki kemauan untuk melanjutkan Peserta didik/konseli memiliki kemauan untuk
sekolah ke jenjang SLTA melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
Memiliki pemahaman tentang cara Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang
atau strategi masuk sekolah favorit cara atau strategi masuk sekolah favorit
Memiliki rencana karir masa depan Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya
perencanaan karir serta memiliki sikap positif dalam
meraih kesuksesan masa depan
Memiliki motivasi untuk sukses Peserta didik/konseli dapat belajar tentang
kehidupan mandiri secara emosional, sosial dan
ekonomi dari tokoh inspiratif
Mengenal Profesi di Dunia Kerja Peserta didik/konseli dapat mengetahui dan
memahami macam-macam profesi yang ada di dunia
kerja
Memiliki pemahaman tentang pilihan Peserta didik/konseli mampu memahami
karir setelah lulus SMP/MTs kemampuan, minat dan bakatnya sehingga dapat
menemukan pilihan studi lanjutnya
Memiliki pemahaman tentang Peserta didik/konseli mampu mengenal dan
peminatan/jurusan di SMA/MA memahami prospek karir dari setiap kelompok
peminatan atau jurusan yang ada di SMA/MA.
Memiliki pemahaman tentang Peserta didik/konseli mampu mengenal dan
peminatan/jurusan di SMK/MAK memahami prospek karir dari setiap kelompok
peminatan atau jurusan yang ada di SMK/MAK.
G. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu bidang
layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang merupakan satu
kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan, mengambil
keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang perkembangan
aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan secara optimal dan mencapai
kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi
a. Memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik
maupun psikis
b. Mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya
c. Menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil
berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya sehingga
mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi:
a. Berempati terhadap kondisi orang lain
b. Memahami keragaman latar sosial budaya
c. Menghormati dan menghargai orang lain
d. Menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku
e. Berinteraksi sosial yang efektif
f. Bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab
g. Mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri
untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan,
memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil
belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan
dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi;
a. Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan belajar
b. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
c. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
d. Memiliki keterampilan belajar yang efektif
e. Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya
f. Memiliki kesiapan menghadapi ujian
4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada
peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan
pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar
informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai
kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi :
a. Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir
b. Kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir
c. Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir
d. Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
e. Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
f. Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik dan
kesempatan karir
g. Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di masyarakat
h. Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki - perempuan.
BIDANG
RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA
LAYANAN
PRIBADI Memiliki kesadaran Peserta didik/konseli memiliki Ibadah dengan kemauan sendiri
melakukan berbagai kesadaran melakukan berbagai
kegiatan ibadah dengan kegiatan ibadah dengan
kemauan sendiri kemauan sendiri
Memiliki kebiasaan untuk Peserta didik/konseli mampu Berpikir dan bersikap positif
berpikir dan bersikap positif memiliki kebiasaan berpikir
positif serta mencapai pribadi
yang mampu berpikir dan
bersikap selalu positif
Memiliki kesadaran untuk Peserta didik/konseli memiliki Menyontek, penyebab dan
tidak mencontek saat pemahaman dan kesadaran solusinya
mengikuti tes atau ujian bahwa menyontek adalah
perbuatan tidak baik (tercela),
memahami penyebab dan
dampak dari perbuatan
menyontek serta mampu untuk
menghindarinya
Mampu menghindari stress Peserta didik/konseli dapat Stress dan cara mengatasinya
dalam menghadapi memahami gejala-gejala stress
kehidupan/kegiatan serta faktor-faktor penyebab
dan cara mengatasinya
Mampu mengendalikan Peserta didik/konseli dapat Cara mengendalikan emosi
emosi mengendalikan emosi dan
memantapkan nilai serta cara
bertingkah laku yang dapat
diterima dalam kehidupan sosial
yang lebih luas
Mengenal macam-macam Peserta didik/konseli dapat Kepribadian Manusia
kepribadian manusia mengenal dan memahami tipe-
tipe kepribadian manusia serta
dapat tumbuh menjadi pribadi
yang matang
Mampu menjaga kesehatan Peserta didik/konseli mampu Pentingnya menjaga kesehatan
agar tetap fit menghadapi memahami pentingnya menjaga tubuh
waktu ujian kesehatan tubuh serta dapat
membiasakan pola hidup bersih
dan sehat
Memiliki kebiasaan untuk Peserta didik/konseli memiliki Kebiasaan membuang sampah
membuang sampah pada kebiasaan hidup bersih dengan pada tempatnya
tempatnya membuang sampah pada
tempatnya
Mampu mengatasi Peserta didik/konseli mampu Mengatasi kejenuhan masuk
kejenuhan masuk sekolah menghilangkan kejenuhanya sekolah
masuk sekolah
Mampu meninggalkan Peserta didik/konseli mampu Menghilangkan ketergantungan
ketergantungan dengan meninggalkan ketergantungan dengan media sosial (fc, wa, ig,
media sosial (fc, wa, ig, dll) dengan media sosial (fc, wa, ig, dll)
dll)
Mampu menghilangkan Peserta didik/konseli mampu Akibat kebiasaan keluar malem
kebiasaan keluar malem menghilangkan kebiasaan (bermain,begadang)
(bermain,begadang) keluar malem
(bermain,begadang)
Memiliki kemampuan Peserta didik/konseli memiliki Menghilangkan rasa
menghilangkan rasa kemampuan menghilangkan khawatir/takut tidak dapat lulus
khawatir/takut tidak dapat rasa khawatir/takut tidak dapat sekolah
lulus sekolah lulus sekolah
Mampu mengatasi masalah Peserta didik/konseli mampu Mengatasi masalah dengan
dengan anggota keluarga di mengatasi masalah dengan anggota keluarga di rumah
rumah anggota keluarga di rumah
Mampu berhenti main Peserta didik/konseli dapat Dampak main game atau
game atau games online berhenti main game atau games online
games online dalam mengisi
waktu luangnya
Mampu mengendalikan Peserta didik/konseli mampu Dampak dari ketergantungan
ketergantungan dengan mengendalikan ketergantungan pada handphone
pada handphone dengan pada handphone
Memiliki rasa percaya diri Peserta didik/konseli mampu Membangun Rasa Percaya Diri
meningkatkan rasa percaya diri
dengan baik untuk mencapai
tujuan hidupnya
Memiliki kemampuan Peserta didik/konseli mampu Tahapan dalam menyelesaian
dalam menyelesaian menyelesaikan masalah yang masalah
masalah sedang dihadapi
SOSIAL Mampu berkomunikasi Peserta didik/konseli dapat Komunikasi efektif
secara efektif mengetahui pentingnya
komunikasi untuk
menyampaikan pesan, ide atau
gagasan dalam hidup
bermasyarakat
Memiliki pemahaman Peserta didik/konseli dapat Nilai-nilai Kehidupan
tentang nilai-nilai kehidupan memahami nilai-nilai kehidupan
serta dapat bersosialisasi dan
mengambil keputusan
berdasarkan nilai-nilai atau
norma kehidupan
Memiliki etika dan budaya Peserta didik/konseli dapat Etika dan budaya tertib berlalu
tertib berlalu lintas memahami pentingnya memiliki lintas
budaya tertib berlalu lintas di
jalan serta menumbuhkan
kesadaran untuk disiplin
mentaati rambu-rambu lalu
lintas
Memiliki kemampuan untuk Peserta didik/konseli mampu Kiat sukses hidup
sukses hidup bermasyarakat memahami dan menerima bermasyarakat
peran sosial pria dan wanita
dengan norma yang ada di
masyarakat serta berprilaku
sebagai pria dan wanita sesauai
dengan norma masyarakat
Mampu menghidari dari Peserta didik/konseli dapat Tawuran pelajar dan akibatnya
tawuran pelajar memahami dampak dari
tawuran pelajar dan mampu
menghindarinya
Memiliki kemampuan untuk Peserta didik/konseli dapat Membina persahabatan
membina persahabatan memiliki perasaan positif untuk
agar tetap langgeng membina persahabatan dengan
kegiatan positif serta memilki
rencana kegiatan untuk mengisi
kegiatan persahabatan yang
positif
Memiliki kebiasaan untuk Peserta didik/konseli memiliki Kebiasaan antri
antri kebiasaan antri sebagai
pernghargaan atas diri sendiri
dan orang lain
Mengenal bentuk-bentuk Peserta didik/konseli mengenal Bentuk-bentuk kenakalan
kenakalan remaja saat ini bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini dan cara
dan cara mensikapinya remaja saat ini dan cara mensikapinya
mensikapinya
Mampu membangun Peserta didik/konseli mampu Membuat persahabatan yang
persahabatan yang baik membangun persahabatan yang baik melalui medsos
melalui medsos baik melalui medsos
Memiliki kebiasaan Peserta didik/konseli memiliki Kebiasaan mengucapkan kata
mengucapkan kata maaf, kebiasaan mengucapkan kata maaf, tolong dan terimakasih
tolong dan terimakasih maaf, tolong dan terimakasih dalam pergaulan
dalam pergaulan dalam pergaulan
Mampu menghindari Peserta didik/konseli dapat Dampak pernikahan di usia
pernikahan dini memahami persiapan penting muda
orientasi hidup berkeluarga,
mengetahui bagaimana dampak
dari pernikahan di usia muda
Memiliki pemahaman Peserta didik/konseli memiliki Dampak pacaran dikalangan
tentang dampak pacaran di pemahaman tentang dampak remaja
kalangan remaja pacaran di kalangan remaja
BELAJAR Memiliki pemahaman Peserta didik/konseli dapat Meningkatkan Motivasi Belajar
tentang cara meningkatkan menerapkan sikap dan
motivasi belajar kebiasaan yang benar dalam
belajar hingga dapat
membangkitkan semangat
belajar
Mampu mengevaluasi hasil Peserta didik/konseli mampu Evaluasi prestasi belajar
prestasi belajar mengevaluasi kebiasaan belajar
serta merencanakan
pencapaian prestasi belajarnya
sesuai dengan target yang ingin
dicapai
Memiliki pemahaman Peserta didik/konseli mampu Kiat sukses hadapi ujian (USBN -
tentang kiat sukses dalam memahami kiat sukses UN)
menghadapi Ujian menghadapi ujian sekolah
maupun ujian nasional serta
memilki keyakinan terhadap
kesuksesannya
Memiliki kebiasaan belajar Peserta didik/konseli memiliki Kebiasaan belajar rutin
secara rutin kebiasaan belajar secara rutin
Mampu menghilangkan Peserta didik/konseli mampu Menghilangkan kebiasaan
kebiasaan belajar apabila menghilangkan kebiasaan belajar saat akan ada ujian
akan ada tes/ujian belajar apabila akan ada
tes/ujian
Memiliki pemahaman Peserta didik/konseli memiliki Syarat-syarat kelulusan
tentang syarat-syarat pemahaman tentang syarat-
kelulusan syarat kelulusan
Mampu meningkatkan Peserta didik/konseli mampu Meningkatkan konsentrasi
konsentrasi belajar meningkatkan konsentrasi belajar
belajar
Mampu mengatasi Peserta didik/konseli mampu Mengatasi kesulitan
kesulitan mempelajari dan mengatasi kesulitan mempelajari dan memahami
memahami mata pelajaran mempelajari dan memahami mata pelajaran tertentu
tertentu mata pelajaran tertentu
KARIR Memiliki kemampuan untuk Peserta didik/konseli mampu Kiat mengelola keuangan saat
mengelola keuangan saat mengelola keuangan saat indekos
indekos indekos
Memiliki ketahanan diri Peserta didik/konseli memiliki Membangkitkan semangat diri
setiap menghadapi semangat diri saat mengalami saat mengalami kegagalan
kegagalan suatu kegagalan
Memiliki keselarasan cita- Peserta didik/konseli mampu Keselarasan cita-cita dengan
cita dengan harapan orang menyelaraskan cita-cita dengan harapan orang tua
tua harapan orang tua
Mengenal lebih dekat Peserta didik/konseli mengenal Mengenal berbagai organisasi
dengan berbagai jenis berbagai organisasi yang ada di yang ada di masyarakat
organisasi yang ada di masyarakat
masyarakat
Memiliki kemantapan pada Peserta didik/konseli memiliki Mantap pada keputusan pilihan
keputusan pilihan karir kemantapan pilihan karir karir
Memiliki kemauan untuk Peserta didik/konseli memiliki Mantap untuk melanjutkan
melanjutkan sekolah ke kemauan untuk melanjutkan ke sekolah ke jenjang SLTA
jenjang SLTA jenjang yang lebih tinggi
Memiliki pemahaman Peserta didik/konseli memiliki Cara atau strategi masuk
tentang cara atau strategi pemahaman tentang cara atau sekolah favorit
masuk sekolah favorit strategi masuk sekolah favorit
Memiliki rencana karir Peserta didik/konseli mampu Perencanaan karir masa depan
masa depan memahami pentingnya
perencanaan karir serta
memiliki sikap positif dalam
meraih kesuksesan masa depan
Memiliki motivasi untuk Peserta didik/konseli dapat Motivasi sukses dari tokoh
sukses belajar tentang kehidupan inspiratif
mandiri secara emosional, sosial
dan ekonomi dari tokoh
inspiratif
Mengenal Profesi di Dunia Peserta didik/konseli dapat Profesi di Dunia Kerja
Kerja mengetahui dan memahami
macam-macam profesi yang ada
di dunia kerja
Memiliki pemahaman Peserta didik/konseli mampu Pilihan karir setelah lulus
tentang pilihan karir setelah memahami kemampuan, minat SMP/MTs
lulus SMP/MTs dan bakatnya sehingga dapat
menemukan pilihan studi
lanjutnya
Memiliki pemahaman Peserta didik/konseli mampu Prospek karir
tentang peminatan/jurusan mengenal dan memahami peminatan/jurusan di SMA/MA
di SMA/MA prospek karir dari setiap
kelompok peminatan atau
jurusan yang ada di SMA/MA.
Memiliki pemahaman Peserta didik/konseli mampu Prospek karir
tentang peminatan/jurusan mengenal dan memahami peminatan/jurusan di SMK/MAK
di SMK/MAK prospek karir dari setiap
kelompok peminatan atau
jurusan yang ada di SMK/MAK.
BIDA KOMPO
NG TUJUAN NEN STRATEGI
KELAS MATERI METODE MEDIA EVALUASI EKUIVALENSI
LAYA LAYANAN PROGRA LAYANAN
NAN M
PRIB Peserta
ADI didik/kons
eli
memiliki
kesadaran Ibadah
Slide
melakukan Bimbingan dengan Ceramah Proses dan
Dasar IX Power 2 jam
berbagai Klasikal kemauan , Diskusi Hasil
Point
kegiatan sendiri
ibadah
dengan
kemauan
sendiri
Peserta
didik/kons
eli mampu
memiliki
kebiasaan
berpikir
positif
Berpikir
serta Slide
Bimbingan dan Ceramah Proses dan
mencapai Dasar IX Power 2 jam
Klasikal bersikap , Diskusi Hasil
pribadi Point
positif
yang
mampu
berpikir
dan
bersikap
selalu
positif
Peserta
didik/kons
eli
memiliki
pemahama
n dan
kesadaran
bahwa
menyonte
k adalah
perbuatan Menyont
tidak baik ek, Slide
Bimbingan Ceramah Proses dan
(tercela), Dasar IX penyeba Power 2 jam
Klasikal , Diskusi Hasil
memaham b dan Point
i penyebab solusinya
dan
dampak
dari
perbuatan
menyonte
k serta
mampu
untuk
menghinda
rinya
Peserta
Stress
didik/kons Slide
Bimbingan dan cara Ceramah Proses dan
eli dapat Dasar IX Power 2 jam
Klasikal mengata , Diskusi Hasil
memaham Point
sinya
i gejala-
gejala
stress
serta
faktor-
faktor
penyebab
dan cara
mengatasi
nya
Peserta
didik/kons
eli dapat
mengendal
ikan emosi
dan
memantap
Cara
kan nilai Slide
Bimbingan mengend Ceramah Proses dan
serta cara Dasar IX Power 2 jam
Klasikal alikan , Diskusi Hasil
bertingkah Point
emosi
laku yang
dapat
diterima
dalam
kehidupan
sosial yang
lebih luas
Peserta
didik/kons
eli dapat
mengenal
dan
memaham
i tipe-tipe
Kepribadi Slide
kepribadia Bimbingan Ceramah Proses dan
Dasar IX an Power 2 jam
n manusia Klasikal , Diskusi Hasil
Manusia Point
serta
dapat
tumbuh
menjadi
pribadi
yang
matang
Peserta
didik/kons
eli mampu
memaham
i
pentingnya
Pentingn
menjaga
ya Slide
kesehatan Bimbingan Ceramah Proses dan
Dasar IX menjaga Power 2 jam
tubuh Klasikal , Diskusi Hasil
kesehata Point
serta
n tubuh
dapat
membiasa
kan pola
hidup
bersih dan
sehat
Peserta Dasar Bimbingan IX Kebiasaa Disesuaik Disesua Proses dan 2 jam
didik/kons Kelompok n an ikan Hasil
eli membua dengan dengan
memiliki ng pendekat pendek
kebiasaan sampah an yang atan
hidup pada digunaka yang
bersih tempatn n diguna
dengan ya kan
membuan
g sampah
pada
tempatnya
Peserta Disesua
Disesuaik
didik/kons ikan
Mengata an
eli mampu dengan
si dengan
menghilan Responsi Konseling pendek Proses dan
IX kejenuha pendekat 2 jam
gkan f Individu atan Hasil
n masuk an yang
kejenuhan yang
sekolah digunaka
ya masuk diguna
n
sekolah kan
Peserta
didik/kons Menghila
Disesua
eli mampu ngkan Disesuaik
ikan
meninggal ketergan an
dengan
kan tungan dengan
Responsi Konseling pendek Proses dan
ketergantu IX dengan pendekat 2 jam
f Individu atan Hasil
ngan media an yang
yang
dengan sosial (fc, digunaka
diguna
media wa, ig, n
kan
sosial (fc, dll)
wa, ig, dll)
Peserta
didik/kons Disesua
Akibat Disesuaik
eli mampu ikan
kebiasaa an
menghilan dengan
n keluar dengan
gkan Responsi Konseling pendek Proses dan
IX malem pendekat 2 jam
kebiasaan f Individu atan Hasil
(bermain an yang
keluar yang
,begadan digunaka
malem diguna
g) n
(bermain,b kan
egadang)
Peserta
didik/kons
Menghila
eli Disesua
ngkan Disesuaik
memiliki ikan
rasa an
kemampua dengan
khawatir dengan
n Responsi Konseling pendek Proses dan
IX /takut pendekat 2 jam
menghilan f Individu atan Hasil
tidak an yang
gkan rasa yang
dapat digunaka
khawatir/t diguna
lulus n
akut tidak kan
sekolah
dapat lulus
sekolah
Peserta
Disesua
didik/kons Mengata Disesuaik
ikan
eli mampu si an
dengan
mengatasi masalah dengan
Responsi Konseling pendek Proses dan
masalah IX dengan pendekat 2 jam
f Individu atan Hasil
dengan anggota an yang
yang
anggota keluarga digunaka
diguna
keluarga di di rumah n
kan
rumah
Peserta
didik/kons
eli dapat Disesua
Disesuaik
berhenti Dampak ikan
an
main game main dengan
dengan
atau Responsi Konseling game pendek Proses dan
IX pendekat 2 jam
games f Individu atau atan Hasil
an yang
online games yang
digunaka
dalam online diguna
n
mengisi kan
waktu
luangnya
Peserta Responsi Konseling IX Dampak Disesuaik Disesua Proses dan 2 jam
didik/kons f Individu dari an ikan Hasil
eli mampu ketergan dengan dengan
mengendal tungan pendekat pendek
ikan pada an yang atan
ketergantu handpho digunaka yang
ngan ne n diguna
dengan kan
pada
handphon
e
Peserta
didik/kons
Disesua
eli mampu Disesuaik
ikan
meningkat an
Memban dengan
kan rasa dengan
Responsi Konseling gun Rasa pendek Proses dan
percaya IX pendekat 2 jam
f Individu Percaya atan Hasil
diri dengan an yang
Diri yang
baik untuk digunaka
diguna
mencapai n
kan
tujuan
hidupnya
Peserta
Disesua
didik/kons Disesuaik
ikan
eli mampu Tahapan an
dengan
menyelesa dalam dengan
Responsi Konseling pendek Proses dan
ikan IX menyele pendekat 2 jam
f Individu atan Hasil
masalah saian an yang
yang
yang masalah digunaka
diguna
sedang n
kan
dihadapi
SOSI Peserta
AL didik/kons
eli dapat
mengetah
ui
pentingnya
komunikas
Komunik Slide
i untuk Bimbingan Ceramah Proses dan
Dasar IX asi Power 2 jam
menyampa Klasikal , Diskusi Hasil
efektif Point
ikan pesan,
ide atau
gagasan
dalam
hidup
bermasyar
akat
Peserta
didik/kons
eli dapat
memaham
i nilai-nilai
kehidupan
serta
dapat Nilai-nilai Slide
Bimbingan Ceramah Proses dan
bersosialis Dasar IX Kehidupa Power 2 jam
Klasikal , Diskusi Hasil
asi dan n Point
mengambil
keputusan
berdasarka
n nilai-nilai
atau
norma
kehidupan
Peserta Dasar Bimbingan IX Etika dan Ceramah Slide Proses dan 2 jam
didik/kons Klasikal budaya , Diskusi Power Hasil
eli dapat tertib Point
memaham berlalu
i lintas
pentingnya
memiliki
budaya
tertib
berlalu
lintas di
jalan serta
menumbu
hkan
kesadaran
untuk
disiplin
mentaati
rambu-
rambu lalu
lintas
Peserta
didik/kons
eli mampu
memaham
i dan
menerima
peran
sosial pria
dan wanita
dengan
Kiat
norma
sukses Slide
yang ada Bimbingan Ceramah Proses dan
Dasar IX hidup Power 2 jam
di Klasikal , Diskusi Hasil
bermasy Point
masyaraka
arakat
t serta
berprilaku
sebagai
pria dan
wanita
sesauai
dengan
norma
masyaraka
t
Peserta
didik/kons
eli dapat
memaham Tawuran
i dampak Kelas pelajar Ceramah Slide
Proses dan
dari Dasar Besar/Lint IX dan , Tanya Power 2 jam
Hasil
tawuran as Kelas akibatny jawab Point
pelajar dan a
mampu
menghinda
rinya
Peserta
didik/kons
eli dapat
memiliki
perasaan
positif
untuk
membina
persahabat
an dengan Membin
Slide
kegiatan Bimbingan a Ceramah Proses dan
Dasar IX Power 2 jam
positif Klasikal persahab , Diskusi Hasil
Point
serta atan
memilki
rencana
kegiatan
untuk
mengisi
kegiatan
persahabat
an yang
positif
Peserta Disesuaik Disesua
didik/kons an ikan
eli Responsi Konseling Kebiasaa dengan dengan Proses dan
IX 2 jam
memiliki f Individu n antri pendekat pendek Hasil
kebiasaan an yang atan
antri digunaka yang
sebagai
perngharg
aan atas diguna
n
diri sendiri kan
dan orang
lain
Peserta
didik/kons
eli Bentuk- Disesua
Disesuaik
mengenal bentuk ikan
an
bentuk- kenakala dengan
dengan
bentuk Responsi Konseling n remaja pendek Proses dan
IX pendekat 2 jam
kenakalan f Individu saat ini atan Hasil
an yang
remaja dan cara yang
digunaka
saat ini mensika diguna
n
dan cara pinya kan
mensikapi
nya
Peserta
didik/kons Disesua
Membua Disesuaik
eli mampu ikan
t an
membang dengan
persahab dengan
un Responsi Konseling pendek Proses dan
IX atan pendekat 2 jam
persahabat f Individu atan Hasil
yang baik an yang
an yang yang
melalui digunaka
baik diguna
medsos n
melalui kan
medsos
Peserta Kebiasaa
didik/kons n
eli menguca Disesua
Disesuaik
memiliki pkan ikan
an
kebiasaan kata dengan
dengan
mengucap Responsi Konseling maaf, pendek Proses dan
IX pendekat 2 jam
kan kata f Individu tolong atan Hasil
an yang
maaf, dan yang
digunaka
tolong dan terimaka diguna
n
terimakasi sih dalam kan
h dalam pergaula
pergaulan n
Peserta
didik/kons
eli dapat
memaham
i persiapan
penting
orientasi
hidup Dampak
Slide
berkeluarg Bimbingan pernikah Ceramah Proses dan
Dasar IX Power 2 jam
a, Klasikal an di usia , Diskusi Hasil
Point
mengetah muda
ui
bagaimana
dampak
dari
pernikahan
di usia
muda
Peserta
didik/kons Disesua
Disesuaik
eli ikan
an
memiliki Dampak dengan
dengan
pemahama Responsi Konseling pacaran pendek Proses dan
IX pendekat 2 jam
n tentang f Individu dikalanga atan Hasil
an yang
dampak n remaja yang
digunaka
pacaran di diguna
n
kalangan kan
remaja
BEL Peserta Bimbingan Meningk Ceramah Slide Proses dan
Dasar IX 2 jam
AJAR didik/kons Klasikal atkan , Diskusi Power Hasil
eli dapat
menerapk
an sikap
dan
kebiasaan
yang benar
dalam Motivasi
Point
belajar Belajar
hingga
dapat
membangk
itkan
semangat
belajar
Peserta
didik/kons
eli mampu
mengevalu
asi
kebiasaan
belajar
serta
Evaluasi Slide
merencana Bimbingan Ceramah Proses dan
Dasar IX prestasi Power 2 jam
kan Klasikal , Diskusi Hasil
belajar Point
pencapaia
n prestasi
belajarnya
sesuai
dengan
target
yang ingin
dicapai
Peserta
didik/kons
eli mampu
memaham
i kiat
sukses
menghada Kiat
pi ujian sukses
Slide
sekolah Bimbingan hadapi Ceramah Proses dan
Dasar IX Power 2 jam
maupun Klasikal ujian , Diskusi Hasil
Point
ujian (USBN -
nasional UN)
serta
memilki
keyakinan
terhadap
kesuksesa
nnya
Peserta Disesua
Disesuaik
didik/kons ikan
an
eli dengan
Kebiasaa dengan
memiliki Responsi Konseling pendek Proses dan
IX n belajar pendekat 2 jam
kebiasaan f Individu atan Hasil
rutin an yang
belajar yang
digunaka
secara diguna
n
rutin kan
Peserta
didik/kons Disesua
Disesuaik
eli mampu Menghila ikan
an
menghilan ngkan dengan
dengan
gkan Responsi Konseling kebiasaa pendek Proses dan
IX pendekat 2 jam
kebiasaan f Individu n belajar atan Hasil
an yang
belajar saat akan yang
digunaka
apabila ada ujian diguna
n
akan ada kan
tes/ujian
Peserta Responsi Konseling Syarat- Disesuaik Disesua Proses dan
IX 2 jam
didik/kons f Individu syarat an ikan Hasil
eli
dengan
memiliki dengan
pendek
pemahama pendekat
atan
n tentang kelulusan an yang
yang
syarat- digunaka
diguna
syarat n
kan
kelulusan
Disesua
Peserta Disesuaik
ikan
didik/kons Meningk an
dengan
eli mampu atkan dengan
Responsi Konseling pendek Proses dan
meningkat IX konsentr pendekat 2 jam
f Individu atan Hasil
kan asi an yang
yang
konsentras belajar digunaka
diguna
i belajar n
kan
Peserta
didik/kons Mengata
Disesua
eli mampu si Disesuaik
ikan
mengatasi kesulitan an
dengan
kesulitan mempela dengan
Responsi Konseling pendek Proses dan
mempelaja IX jari dan pendekat 2 jam
f Individu atan Hasil
ri dan memaha an yang
yang
memaham mi mata digunaka
diguna
i mata pelajaran n
kan
pelajaran tertentu
tertentu
KARI Disesua
Peserta Disesuaik
R Kiat ikan
didik/kons an
mengelol dengan
eli mampu dengan
Pem&Per Konseling a pendek Proses dan
mengelola IX pendekat 2 jam
enc Indv Individu keuanga atan Hasil
keuangan an yang
n saat yang
saat digunaka
indekos diguna
indekos n
kan
Peserta
Memban Disesua
didik/kons Disesuaik
gkitkan ikan
eli an
semanga dengan
memiliki dengan
Pem&Per Konseling t diri saat pendek Proses dan
semangat IX pendekat 2 jam
enc Indv Individu mengala atan Hasil
diri saat an yang
mi yang
mengalami digunaka
kegagala diguna
suatu n
n kan
kegagalan
Peserta
Disesua
didik/kons Keselaras Disesuaik
ikan
eli mampu an cita- an
dengan
menyelara cita dengan
Pem&Per Konseling pendek Proses dan
skan cita- IX dengan pendekat 2 jam
enc Indv Individu atan Hasil
cita harapan an yang
yang
dengan orang digunaka
diguna
harapan tua n
kan
orang tua
Peserta
didik/kons Mengena Disesua
Disesuaik
eli l ikan
an
mengenal berbagai dengan
dengan
berbagai Pem&Per Bimbingan organisas pendek Proses dan
IX pendekat 2 jam
organisasi enc Indv Kelompok i yang atan Hasil
an yang
yang ada ada di yang
digunaka
di masyarak diguna
n
masyaraka at kan
t
Peserta Pem&Per Konseling IX Mantap Disesuaik Disesua Proses dan 2 jam
didik/kons enc Indv Individu pada an ikan Hasil
eli keputusa dengan dengan
memiliki n pilihan pendekat pendek
kemantapa karir an yang atan
n pilihan digunaka yang
karir n diguna
kan
Peserta
didik/kons
Mantap Disesua
eli Disesuaik
untuk ikan
memiliki an
melanjut dengan
kemauan dengan
Pem&Per Konseling kan pendek Proses dan
untuk IX pendekat 2 jam
enc Indv Individu sekolah atan Hasil
melanjutka an yang
ke yang
n ke digunaka
jenjang diguna
jenjang n
SLTA kan
yang lebih
tinggi
Peserta
didik/kons
Disesua
eli Disesuaik
ikan
memiliki Cara atau an
dengan
pemahama strategi dengan
Pem&Per Konseling pendek Proses dan
n tentang IX masuk pendekat 2 jam
enc Indv Individu atan Hasil
cara atau sekolah an yang
yang
strategi favorit digunaka
diguna
masuk n
kan
sekolah
favorit
Peserta
didik/kons
eli mampu
memaham
i
pentingnya
perencana
Perencan
an karir Slide
Pem&Per Bimbingan aan karir Ceramah Proses dan
serta IX Power 2 jam
enc Indv Klasikal masa , Diskusi Hasil
memiliki Point
depan
sikap
positif
dalam
meraih
kesuksesa
n masa
depan
Peserta
didik/kons
eli dapat
belajar
tentang Motivasi
kehidupan sukses Slide
Pem&Per Bimbingan Ceramah Proses dan
mandiri IX dari Power 2 jam
enc Indv Klasikal , Diskusi Hasil
secara tokoh Point
emosional, inspiratif
sosial dan
ekonomi
dari tokoh
inspiratif
Peserta
didik/kons
eli dapat
mengetah
ui dan
Profesi di Slide
memaham Pem&Per Bimbingan Ceramah Proses dan
IX Dunia Power 2 jam
i macam- enc Indv Klasikal , Diskusi Hasil
Kerja Point
macam
profesi
yang ada
di dunia
kerja
Peserta Pem&Per Bimbingan IX Pilihan Ceramah Slide Proses dan 2 jam
didik/kons enc Indv Klasikal karir , Diskusi Power Hasil
eli mampu setelah Point
memaham lulus
i SMP/MT
kemampua s
n, minat
dan
bakatnya
sehingga
dapat
menemuka
n pilihan
studi
lanjutnya
Peserta
didik/kons
eli mampu
mengenal
dan
memaham Prospek
i prospek karir
Slide
karir dari Pem&Per Bimbingan peminata Ceramah Proses dan
IX Power 2 jam
setiap enc Indv Klasikal n/jurusa , Diskusi Hasil
Point
kelompok n di
peminatan SMA/MA
atau
jurusan
yang ada
di
SMA/MA.
Peserta
didik/kons
eli mampu
mengenal
dan
Prospek
memaham
karir
i prospek
peminata Slide
karir dari Pem&Per Bimbingan Ceramah Proses dan
IX n/jurusa Power 2 jam
setiap enc Indv Klasikal , Diskusi Hasil
n di Point
kelompok
SMK/MA
peminatan
K
atau
jurusan
yang ada
di
SMK/MAK.
1. EVALUASI
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan bimbingan dan konseling
(BK). Evaluasi secara umum ditujukan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan kegiatan dan
ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan. Dalam evaluasi program bimbingan dan
konseling terdapat 2 (dua) jenis evaluasi, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.
Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil penilaian proses
selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling brlangsung. Fokus penilaian adalah
keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegitan bimbingan dan konseling.
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang
keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya. Evaluasi hasil pelayanan
bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang diacapi oleh peserta didik yang menjalin
pelayanan bimbingan dan konseling. Fokus penilaian dapat diaragakan pada berkembangnya :
a. Pemahaman diri, sikap, dan prilaku yang diperoleh berkaitan dengan materi / topik / masalah
yang dibahas
b. Perasaan positif sebagai dampak dari proses atau meteri/topik/masalah yang dibahas
c. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan dalam rangka mewujudkan upaya
pengembangan/pengetasan masalah.
Langkah-langkah pelaksanaan :
1) Penyusunan rencana evaluasi
2) Pengumpulan Data
3) Analisa dan interpretasi data
2. PELAPORAN
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporan lebih bersifat
mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah dicapai dalam
kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan kegiatan menyusun dan
mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam evaluasi proses maupun hasil dalam
format laporan yang dapat memberikan informasi kepada seluruh pihak yang terlibat tentang
keberhasilan dan kekurangan dari program bimbingan dan konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan yiatu :
a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami
b. Deskripsi laporan yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan dan kebahasan
yang telah dilakukan
c. Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaporkan secara akurat dan
tepat waktu.
Langkah-langkah dalam penyusunan laporan :
1) Tahap persiapan
2) Pengumpulan dan penyajian data
3) Penulisan laporan
4) Sistematika laporan
3. TINDAK LANJUT
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menindaklanjuti
hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan data dan informasi yang
diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau konselor dapat memikirkan ulang keseluruhan
program yang telah dilaksanakan denganc ara membuat desain ulang atau merevisi seluruh
program atau beberapa bagian dari program yang dianggap belum begitu efektif.
Langkah-langkah tindak lanjut :
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan konseling tertentu
dalam rangka perbaikan atau pengembangan
c. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan diperbaiki atau
dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.
Setelah membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun, kemudian
mendistribusikan komponen layanan dan strategi kegiatan dalam porgam semesteran dalam bentuk yang
lebih rinci.
Terdapat beberapa komponen dalam program semeseteran, yaitu :
1. Bulan dan komponen program
2. Layanan Dasar
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema layanan dalam komponen layanan dasar, seperti
bimbingan klasikal dengan tema yang sudah dibuat dalam rencana kegiatan.
3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema dalam komponen layanan perencanaan individual
misalnya bimbingan klasikal dengan tema memilih sekolah lanjutan di tingkat SMA/SMK -
MA/MAK.
4. Layanan Responsif
Berisi strategi layanan dan topik/tema (bila ada) dalam komponen layanan responsif, misalnya :
konseling kelompok dengan tema/topik “3 Kata Penting dalam Pergaulan”.
5. Dukungan sistem
Berisis tentang strategi kegiatan dalam dukungan sistem seperti pengembangan jejaring, kegiatan
manajemen dan PKB.
Berikut program semesteran dalam bentuk yang lebih rinci, baik semester ganjil maupun semester
genap :
( Dicetak dari Aplikasi Angket Kebutuhan Peserta Didik yang sudah diisi dan diolah )
Bidang
No. Jenis Kegiatan/Layanan Bimbingan Fungsi BK Tujuan Sasaran Waktu
P S B K
A. PERSIAPAN
Pembagian tugas guru
Tercapainya efektivitas layanan
1 bimbingan dan IX Juli
bimbingan dan konseling
konseling/konselor
2 Assesmen kebutuhan Terungkapnya kebutuhan IX Juli
(Angket Masalah Siswa) peserta didik/konseli
Layanan bimbingan dan
3 Menyusun program konseling lebih terarah dan tetap IX Juli
bimbingan dan konseling sasaran
4 Konsultasi program Mendapat dukungan dari IX Juli
bimbingan dan konseling Kepala dan Komite Sekolah
Terpenuhinya kebutuhan sarana
5 Pengadaan sarana / prasarana yang menunjang keberhasilan IX Juli
BK layanan BK
B. LAYANAN BK
1. LAYANAN DASAR
a. Bimbingan Klasikal
Peserta didik/konseli memiliki
Ibadah dengan kemauan kesadaran melakukan berbagai
V Pemahaman IX Juli
sendiri kegiatan ibadah dengan kemauan
sendiri
c. Bimbingan Kelompok
Peserta didik/konseli memiliki
Kebiasaan membuang kebiasaan hidup bersih dengan
sampah pada tempatnya
V Pemahaman
membuang sampah pada
IX Nop
tempatnya
d. Papan Bimbingan
Pemahaman Peserta didik/konseli
Tips dan Trik Sukses Juli -
dalam Pengembangan diri
V V V V dan memperoleh informasi melalui IX
pencegahan Desb
media tulis
Peserta didik/konseli Juli -
e. Pengemb. Media BK V V V V Pemahaman memperoleh informasi yang IX
Desb
bermanfaat bagi dirinya
Peserta didik/konseli Juli -
f. Leafleat V V V V Pemahaman memperoleh informasi melalui IX
Desb
media cetak
2. LAYANAN RESPONSIF
Terbantunya peserta didik
dalam mengatasi Juli -
1. Konseling Individual Pengentasan IX
hambatan/memecahkan masalah Desb
yang dialaminya
Terbantunya memecahkan Juli -
2. Konseling Kelompok Pengentasan masalah peserta didik melalui IX
Desb
kelompok
Pemahaman Terbantunya memberikan Juli -
3. Konsultasi dan informasi yang dibutuhkan oleh IX
pengentasan Desb
peserta didik
Diperolehnya kesepakatan Juli -
4. Konferensi Kasus Pengentasan bersama mengenai masalah IX
Desb
peserta didik
Terentaskannya masalah
konseli yang terkait dengan pihak Juli -
5. Advokasi Pengentasan IX
lain agar hak-hak konseli tetap Desb
terlindungi
Terselenggaranya layanan Juli -
6. Konseling elektronik Pengentasan Bimbingan dan Konseling yang IX
Desb
lebih efektif
Pemahaman
Juli -
7. Kotak masalah dan Tertampungnya masalah peserta IX
pengentasan Desb
didik/konseli yang introvert
3. PEMINATAN DAN Terentaskannya masalah
Pemahaman konseli yang terkait dengan
PERENC. INVIDIVUAL dan pemilihan jurusan dan rencana VIII
pengentasan karir masa depan
4. DUKUNGAN SISTEM
a. Melaksanakan dan Pengumpulan data dan
menindaklanjuti assesmen kebutuhan peserta didik
c. Menyusun dan
Pertanggungjawaban kinerja
melaporkan program
kepada kepala sekolah
bimbingan dan konseling
e. Melaksanakan
Bukti fisik pelaksanaan
administrasi bimbingan dan
bimbingan dan konseling
konsleing
f. Pengembangan
Pengembangan diri / profesi
keprofesian konselor
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor
b. Bimbingan Kelompok
Peserta didik/konseli
Mengenal berbagai
mengenal berbagai
organisasi yang ada di V
organisasi yang ada di
masyarakat
masyarakat Mei
c. Papan Bimbingan
Pemahaman Peserta didik/konseli
Tips dan Trik Sukses
V V V V dan memperoleh informasi IX Jan-Jun
dalam Pengembangan diri
pencegahan melalui media tulis
Peserta didik/konseli
memperoleh informasi
d. Pengemb. Media BK V V V V Pemahaman IX Jan-Jun
yang bermanfaat bagi
dirinya
Peserta didik/konseli
e. Leafleat V V V V Pemahaman memperoleh informasi IX Jan-Jun
melalui media cetak
2. LAYANAN RESPONSIF
Terbantunya peserta
1. Konseling Individual Pengentasan didik dalam mengatasi IX
hambatan/memecahkan
masalah yang dialaminya
Terbantunya
memecahkan masalah
2. Konseling Kelompok Pengentasan IX
peserta didik melalui
kelompok
Terbantunya
Pemahaman
memberikan informasi
3. Konsultasi dan IX
yang dibutuhkan oleh
pengentasan
peserta didik
Diperolehnya
kesepakatan bersama
4. Konferensi Kasus Pengentasan IX
mengenai masalah peserta
didik
Terentaskannya masalah
konseli yang terkait
5. Advokasi Pengentasan dengan pihak lain agar IX
hak-hak konseli tetap
terlindungi
Terselenggaranya
layanan Bimbingan dan
6. Konseling elektronik Pengentasan IX
Konseling yang lebih
efektif
Tertampungnya masalah
7. Kotak masalah Pengentasan peserta didik/konseli yang IX
introvert
3. PEMINATAN DAN
PERENC. INVIDIVUAL
4. DUKUNGAN SISTEM
a. Melaksanakan dan Pengumpulan data dan
IX Jan-Jun
menindaklanjuti assesmen kebutuhan peserta didik
Mengetahui langsung
b. Kunjungan rumah kondisi peserta didik di IX Jan-Jun
lingkungan rumah
Penilaian ketercapaian
d. Membuat evaluasi program layanan IX Jan-Jun
bimbingan dan konseling
e. Melaksanakan
Bukti fisik pelaksanaan
administrasi bimbingan dan IX Jan-Jun
bimbingan dan konseling
konsleing
f. Pengembangan Pengembangan diri /
IX Jan-Jun
keprofesian konselor profesi
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor