PKN
PKN
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Yusnidar, [Link].
Satuan Pendidikan : SDN 57/VII SEI BENTENG 1
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN PANCASILA
Fase :B
Kelas/Semester : 3/1
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
"Anak-anak hebat, mari kita bahas tentang kebiasaan baik yang membuat kita menjadi anak
Indonesia yang hebat! "
1. Bangun Tidur: "Siapa di sini yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan! Kenapa penting bagi kita untuk bangun
pagi dan merapikan tempat tidur?"
2. Beribadah: "Coba ceritakan, kegiatan ibadah apa yang kalian lakukan tadi pagi
atau tadi malam? Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah?"
3. Berolahraga: "Kemarin atau tadi pagi, ada yang melakukan gerakan olahraga?
Contohnya apa? Kenapa olahraga itu penting untuk tubuh kita?"
4. Gemar Belajar: "Apa yang paling seru kalian pelajari di sekolah hari ini?
Atau, buku apa yang sedang kalian baca di rumah? Kenapa kita harus semangat
belajar?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Tadi pagi sarapan apa? Makanan apa yang menurut
kalian paling sehat dan bikin badan kita kuat? Mengapa kita perlu makan
makanan yang sehat?"
6. Bermasyarakat: "Pernahkah kalian membantu teman atau tetangga? Ceritakan
pengalaman kalian. Kenapa kita harus rukun dan saling membantu di lingkungan
sekitar kita?"
7. Tidur Cepat: "Siapa yang tadi malam tidurnya tidak terlalu larut dan bangun pagi
dengan ceria? Kenapa tidur cukup itu penting agar kita bisa semangat belajar dan
bermain?"
Peserta didik menunjukkan makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga menjadi
anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dengan benar.
2. Menjelaskan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari- hari di
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
3. Menganalisis karakter para perumus Pancasila dan relevansinya dengan nilai-
nilai Pancasila.
4. Menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang menjunjung tinggi
bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
5. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok mengenai penerapan Pancasila dengan
percaya diri dan kolaboratif.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan Indonesia. Apa yang pertama kali terlintas
di pikiran kalian? Bagaimana perasaan kalian saat memikirkan Indonesia?"
"Apa yang membuat kalian merasa bangga menjadi bagian dari keluarga,
sekolah, atau negara ini?"
Meaningful Learning:
"Menurut kalian, mengapa penting bagi kita untuk belajar tentang Pancasila? Apa
hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari?"
"Jika kalian punya kekuatan super untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik,
apa yang akan kalian lakukan? Dan bagaimana Pancasila bisa membantu kalian
mewujudkan itu?"
Joyful Learning:
"Bagaimana cara belajar Pancasila agar terasa seperti bermain dan
menyenangkan?"
"Bagian mana dari lambang negara kita yang paling menarik perhatian
kalian? Mengapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi deep learning melalui eksplorasi
mendalam, interaksi, dan penerapan konsep.
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa bersama. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan
antusias, mengaitkannya dengan pentingnya Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
2. Aktivasi Pengetahuan Awal (5 menit): Guru memulai dengan pertanyaan
pemantik mindful learning dan joyful learning untuk membangkitkan rasa ingin
tahu dan keterlibatan emosional siswa. Misalnya, "Siapa yang tahu lambang negara
kita? Apa saja yang ada di sana?" Guru menunjukkan gambar Garuda Pancasila.
3. Koneksi dengan Kehidupan Nyata (5 menit): Guru menghubungkan materi
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat yang telah dibahas sebelumnya. "Kira-
kira, dari kegiatan kita sehari-hari seperti beribadah, belajar, atau
bermasyarakat, mana yang berhubungan dengan Pancasila? Bagaimana ya
hubungannya?" Ini memicu meaningful learning pada siswa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa Pancasila bukanlah sekadar hafalan sila- sila,
melainkan panduan hidup yang relevan dan dapat diterapkan dalam setiap aspek
kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur. Mereka akan
merasakan bahwa menjadi anak Indonesia yang hebat berarti menginternalisasi nilai-nilai
Pancasila dalam setiap tindakan dan ucapan, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, adil,
dan harmonis.
Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat terlihat dari berbagai tindakan
sederhana. Misalnya, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa tercermin dari sikap saling
menghormati antarumat beragama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terlihat saat kita menolong teman yang
kesulitan atau tidak membeda-bedakan teman. Sila Persatuan Indonesia diwujudkan
dengan menjaga kerukunan, bangga menggunakan bahasa Indonesia, dan mencintai produk
dalam negeri. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan ada saat kita berdiskusi di kelas dan menghargai pendapat
teman. Terakhir, Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat diterapkan
dengan sikap berbagi, tidak serakah, dan peduli terhadap sesama. Memahami dan
mengamalkan Pancasila adalah kunci untuk menjadi anak Indonesia yang hebat dan
bertanggung jawab. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita turut serta dalam
membangun bangsa yang kuat, rukun, dan sejahtera. Pancasila membantu kita menghadapi
berbagai tantangan, memastikan bahwa setiap tindakan kita didasari oleh kebaikan, keadilan,
dan kebersamaan, sehingga kita semua dapat tumbuh menjadi warga negara yang berkarakter
Pancasila.
[Link]
Refleksi Peserta Didik:
1. "Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling mudah saya pahami?
Mengapa?"
2. "Apa satu hal baru yang saya pelajari tentang Pancasila dan akan saya
terapkan dalam hidup saya?"
3. "Bagaimana perasaan saya setelah belajar tentang Pancasila? Apakah saya merasa
lebih bangga menjadi anak Indonesia?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa indikatornya?"
2. "Apakah kegiatan pembelajaran yang dirancang sudah memfasilitasi deep
learning dan mendorong keaktifan, kreativitas, dan kolaborasi siswa?"
3. "Apa tantangan yang saya hadapi selama pembelajaran dan bagaimana saya bisa
memperbaikinya di pertemuan berikutnya?"
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Skala 1 Skala 4
Aspek Penilaian Skala 2 (Cukup Skala 3
(Kurang (Sangat
Baik) (Baik)
Baik) Baik)
Solusi sangat
Kualitas Solusi cukup relevan, logis,
Solusi Solusi kurang relevan dan kreatif, dan
Solusi tidak
(Kreativita relevan atau logis, ada menunjukka n
relevan atau
s & kurang logis. upaya penalaran
tidak logis.
Penalaran pemikiran mendalam.
Kritis) kreatif.
Sangat jelas,
Penyampa ian Tidak jelas, Cukup jelas, percaya diri,
Cukup jelas,
Presentasi kurang sedikit antusias, dan
percaya diri,
(Komunika percaya diri, percaya diri, terstruktur
terstruktur
si) tidak kurang dengan sangat
dengan baik.
terstruktur. terstruktur. baik.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas III SD. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. Widowati, E., & Handayani, S. (2018). Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Modul Ajar Deep Learning Memahami Aturan, Hak, dan Kewajiban di Lingkungan Sekitar
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Yusnidar, [Link].
Satuan Pendidikan : SDN 57/VII SEI BENTENG 1
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN PANCASILA
Fase :B
Kelas/Semester : 3/1
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
"Halo anak-anak hebat! Mari kita bahas tentang kebiasaan-kebiasaan baik yang membuat
kita menjadi anak Indonesia yang membanggakan! Mari kita cek, siapa yang sudah
melakukan ini hari ini? "
1. Bangun Tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya tepat waktu, lalu langsung
melipat selimut dan merapikan tempat tidur? Kenapa ya, bangun pagi itu penting
untuk memulai hari yang produktif?"
2. Beribadah: "Ada yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Atau mungkin
membaca doa sebelum belajar? Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah?
Apa hubungannya dengan rasa bersyukur?"
3. Berolahraga: "Kemarin sore atau tadi pagi, ada yang melakukan gerakan tubuh
supaya tetap sehat? Misalnya lari-lari, melompat, atau peregangan ringan.
Kenapa tubuh kita butuh olahraga?"
4. Gemar Belajar: "Apa hal baru yang paling membuat kalian penasaran hari ini?
Atau, buku cerita apa yang sedang kalian baca di rumah? Kenapa ya, belajar itu
seru dan penting untuk masa depan kita?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Coba sebutkan makanan sehat apa yang kalian makan
untuk sarapan tadi? Apa saja sih, manfaat makanan sehat bagi tubuh kita yang
sedang tumbuh ini?"
6. Bermasyarakat: "Pernahkah kalian membantu orang tua di rumah, atau
membantu teman di sekolah? Ceritakan pengalaman kalian. Kenapa kita harus
peduli dan mau membantu orang lain di sekitar kita?"
7. Tidur Cepat: "Siapa yang tadi malam tidur tidak terlalu larut dan bangun pagi ini
dengan semangat penuh? Mengapa ya, cukup tidur itu penting sekali untuk kesehatan
dan daya tangkap otak kita?"
Peserta didik mengidentifikasi dan melaksanakan aturan di sekolah dan lingkungan tempat
tinggal; mengidentifikasi dan melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan
sebagai warga sekolah.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi berbagai jenis aturan yang berlaku di lingkungan sekolah dan
tempat tinggal dengan tepat.
2. Menjelaskan pentingnya mematuhi aturan untuk menciptakan ketertiban dan
kenyamanan bersama.
3. Mengidentifikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga
sekolah.
4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan hak dan
kewajiban di lingkungan keluarga dan sekolah.
5. Menyajikan ide-ide tentang cara menerapkan aturan serta melaksanakan hak dan
kewajiban secara seimbang melalui proyek sederhana.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning
Metode: Diskusi Kelompok, Studi Kasus, Role Play, Penugasan Proyek Kreatif, Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan rumah atau sekolah kita. Apa yang
membuat kita merasa nyaman dan aman di sana? Apa ada sesuatu yang perlu
kita lakukan agar rasa nyaman itu terus ada?"
"Bagaimana perasaanmu ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai aturan,
misalnya sampah berserakan di kelas?"
Meaningful Learning:
"Menurut kalian, kenapa sih di rumah atau di sekolah ada banyak aturan? Apa
gunanya aturan-aturan itu bagi kita?"
"Kalau kalian punya keinginan, itu namanya hak. Tapi, apakah semua
keinginan bisa langsung terpenuhi? Apa yang harus kita lakukan dulu
sebelum mendapatkan hak?"
Joyful Learning:
"Andai saja kalian bisa membuat aturan baru di sekolah yang seru dan
bermanfaat, aturan apa yang akan kalian buat? Dan kenapa?"
"Coba bayangkan kalau kita semua bisa menjadi agen kebaikan yang selalu menaati
aturan. Pasti menyenangkan, kan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi deep learning melalui pengalaman
langsung, kolaborasi, dan penciptaan produk.
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik dengan ceria, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa bersama. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini dengan antusias, mengaitkannya dengan pengalaman siswa sehari-hari.
"Hari ini kita akan menjadi detektif aturan dan hak-kewajiban! Seru sekali!"
2. Aktivasi Pengetahuan Awal (5 menit): Guru memulai dengan pertanyaan
pemantik mindful learning dan joyful learning. "Pernahkah kalian melihat teman
yang membuang sampah sembarangan di kelas? Bagaimana perasaan kalian? Apa
yang seharusnya dilakukan?"
3. Koneksi dengan Kehidupan Nyata (5 menit): Guru menghubungkan materi
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat. "Kita sudah bahas pentingnya bangun
tidur rapi, beribadah, atau belajar. Nah, semua itu ada hubungannya lho dengan
aturan dan kewajiban kita sebagai anak yang hebat! Apa hubungannya ya?" Ini
memicu meaningful learning pada siswa.
[Link]
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa satu aturan baru yang saya pahami pentingnya hari ini, dan bagaimana saya
akan mulai menerapkannya?"
2. "Apa satu hak yang saya miliki, dan kewajiban apa yang harus saya lakukan untuk
mendapatkan hak tersebut?"
3. "Bagaimana perasaan saya setelah tahu lebih banyak tentang aturan, hak, dan
kewajiban? Apakah saya merasa lebih mengerti peran saya di rumah dan sekolah?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang aturan, hak,
dan kewajiban, serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari?"
2. "Apakah model dan metode pembelajaran yang digunakan berhasil
mendorong partisipasi aktif, kreativitas, dan kolaborasi seluruh siswa?"
3. "Bagaimana saya dapat memfasilitasi siswa yang masih kesulitan memahami atau
menerapkan konsep aturan, hak, dan kewajiban di pertemuan selanjutnya?"
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Skala 1 Skala 2 Skala 4
Skala 3
Aspek Penilaian (Kurang (Cukup (Sangat
(Baik)
Baik) Baik) Baik)
Desain Desain
Desain tidak
kurang Desain sangat
menarik, isi
menarik, isi cukup menarik, isi
Kualitas Proyek tidak relevan
cukup menarik, isi sangat
(Kreativitas & dengan
relevan relevan dan relevan,
Relevansi) tema.
namun cukup mendalam,
kurang mendalam. dan original.
mendalam.
Sangat
jelas,
Cukup
Cukup jelas, percaya
Tidak jelas, jelas,
sedikit diri,
Penyampaian kurang percaya
percaya diri, antusias,
Presentasi percaya diri, diri,
kurang dan
(Komunikasi) tidak terstruktur
terstruktur. terstruktur
terstruktur. dengan
dengan
baik.
sangat baik.
Memberika
n
Tidak Memberika n
Memberika contoh/alas
mampu contoh/alas
n an yang
Penalaran & memberika an cukup
contoh/alas kaya,
Contoh n contoh baik dan
an terbatas. relevan, dan
atau alasan. relevan.
menunjukk
an
Skala 1 Skala 2 Skala 4
Skala 3
Aspek Penilaian (Kurang (Cukup (Sangat
(Baik)
Baik) Baik) Baik)
penalaran
mendalam.
P. Glosarium
1. Aturan: Tata tertib atau pedoman yang harus ditaati untuk menciptakan
ketertiban dan keteraturan.
2. Hak: Sesuatu yang layak diterima atau dimiliki oleh seseorang.
3. Kewajiban: Sesuatu yang harus dilaksanakan atau dilakukan sebagai bentuk
tanggung jawab.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas III SD. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. Mustofa, A. (2019). Pendidikan Kewarganegaraan: Konsep Dasar dan
Implementasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Modul Ajar Deep Learning Menjelajahi Keberagaman Identitas dan Menghargai Bhinneka
Tunggal Ika
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Yusnidar, [Link].
Satuan Pendidikan : SDN 57/VII SEI BENTENG 1
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN PANCASILA
Fase :B
Kelas/Semester : 3/2
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
"Anak-anak hebat! Mari kita cek semangat pagi kalian dengan mengingat 7 kebiasaan baik
yang bikin kita makin keren! Siap? "
1. Bangun Tidur: "Siapa yang pagi ini bangun tanpa dibangunkan, lalu langsung
melipat selimut dan merapikan bantal gulingnya? Keren! Kenapa ya, bangun pagi dan
rapi itu penting untuk memulai hari?"
2. Beribadah: "Coba ceritakan, ibadah apa yang kalian lakukan tadi pagi atau sore
kemarin? Berdoa juga termasuk ibadah lho! Bagaimana perasaan kalian setelah
beribadah? Ada yang merasa lebih tenang?"
3. Berolahraga: "Kemarin sore atau pagi ini, ada yang sudah menggerakkan
badannya? Lompat-lompat, jalan cepat, atau main kejar-kejaran? Kenapa ya,
olahraga bikin badan kita kuat dan pikiran kita segar?"
4. Gemar Belajar: "Apa hal baru yang paling seru kalian pelajari di sekolah hari ini?
Atau, buku apa yang sedang kalian baca di rumah yang bikin kalian lupa
waktu? Kenapa belajar itu bisa membuat kita semakin pintar dan berwawasan luas?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Tadi pagi sarapan apa? Makanan apa yang menurut
kalian paling sehat dan bikin energi kalian full seharian? Mengapa makanan sehat
itu seperti bensin untuk tubuh kita?"
6. Bermasyarakat: "Pernahkah kalian berinteraksi dengan orang yang berbeda dari
kalian? Misalnya, teman yang beda suku, atau tetangga yang beda agama?
Bagaimana rasanya? Kenapa kita harus bisa hidup rukun dengan siapa saja?"
7. Tidur Cepat: "Siapa yang tadi malam tidurnya tidak terlalu larut dan bangun pagi
ini dengan senyum manis? Kenapa tidur cukup itu penting agar kita bisa semangat
belajar, bermain, dan mengingat banyak hal baru?"
Peserta didik membedakan dan menghargai identitas diri, keluarga, dan teman-
temannya sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya di
lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi berbagai identitas diri dan anggota keluarga (nama, hobi,
makanan kesukaan, asal daerah) dengan bangga.
2. Membedakan keberagaman identitas teman-teman di lingkungan sekolah (suku,
bahasa, agama, kebiasaan) melalui observasi dan diskusi.
3. Menjelaskan pentingnya sikap menghargai perbedaan sebagai wujud
penerapan Bhinneka Tunggal Ika.
4. Menunjukkan perilaku toleran dan sikap positif terhadap perbedaan di
lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
5. Mempresentasikan hasil identifikasi dan ide-ide untuk menghargai
keberagaman melalui proyek kreatif.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (IBL) dengan pendekatan Deep Learning
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan teman-teman di kelas kita. Apakah
mereka semua sama? Apa yang membuat setiap teman itu unik dan berbeda?"
"Bagaimana perasaanmu ketika bertemu teman baru yang punya kebiasaan atau
bahasa yang berbeda dari kamu?"
Meaningful Learning:
"Menurut kalian, kenapa ya di Indonesia ada banyak sekali suku, bahasa, dan agama
yang berbeda? Apa yang bisa kita pelajari dari perbedaan itu?"
"Apakah kita harus sama semua agar bisa berteman baik? Atau justru
perbedaan membuat pertemanan kita jadi lebih seru?"
Joyful Learning:
"Andai kalian bisa bertukar cerita dengan teman dari suku lain, cerita apa yang
ingin kalian tanyakan tentang budayanya?"
"Bagaimana cara kita merayakan dan menunjukkan bahwa kita bangga dengan
semua perbedaan yang ada di Indonesia?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi deep learning melalui eksplorasi,
penemuan, dan ekspresi kreatif tentang keberagaman.
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik dengan hangat, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa bersama. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini dengan antusias, mengaitkannya dengan kekayaan budaya Indonesia. "Hari
ini kita akan menjadi penjelajah keberagaman! Kita akan mencari tahu betapa
indahnya perbedaan di sekitar kita!"
2. Aktivasi Pengetahuan Awal (5 menit): Guru memulai dengan pertanyaan
pemantik mindful learning dan joyful learning. "Coba lihat teman di sebelahmu.
Apakah dia sama persis denganmu? Apa perbedaannya? Apa yang bikin dia
istimewa?"
Gambar
3. Koneksi dengan Kehidupan Nyata (5 menit): Guru menghubungkan materi dengan
7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat. "Kita sudah bahas pentingnya bermasyarakat.
Nah, salah satu kunci bermasyarakat yang baik itu adalah menghargai perbedaan lho!
Bagaimana caranya ya?" Ini memicu meaningful learning pada siswa.
Guru membimbing diskusi agar siswa fokus pada perbedaan yang positif. Ini
melatih kolaborasi dan komunikasi interpersonal.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa keberagaman identitas (suku, bahasa, agama,
kebiasaan) adalah kekayaan bangsa Indonesia, bukan halangan untuk bersatu. Mereka
akan merasakan secara langsung bahwa perbedaan membuat hidup lebih berwarna dan
menarik, serta belajar untuk menghargai setiap individu dengan segala keunikannya
sebagai wujud nyata dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman ini akan
menumbuhkan sikap toleransi dan cinta tanah air yang mendalam.
[Link]
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa satu hal baru yang saya pelajari tentang diri saya atau teman saya hari ini yang
berhubungan dengan keberagaman?"
2. "Bagaimana perasaan saya ketika melihat atau mendengar tentang berbagai macam
perbedaan di Indonesia? Apakah saya merasa bangga?"
3. "Apa satu sikap yang akan saya lakukan mulai sekarang untuk menunjukkan bahwa
saya menghargai perbedaan orang lain?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman tentang makna Bhinneka
Tunggal Ika dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari mereka?"
2. "Apakah kegiatan pembelajaran berhasil membangkitkan rasa ingin tahu,
empati, dan sikap toleransi pada siswa terhadap keberagaman?"
3. "Bagaimana saya bisa lebih efektif memfasilitasi siswa untuk berinteraksi dan belajar
dari teman-teman yang memiliki latar belakang berbeda?"
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Skala 1 Skala 2 Skala 4
Skala 3
Aspek Penilaian (Kurang (Cukup (Sangat
(Baik)
Baik) Baik) Baik)
Semua anggota
Sebagian besar aktif terlibat,
Hanya 1-2Beberapa
anggota berdiskusi
Keterlibatan anggota yang anggota
aktif, dan saling
Kelompok aktif, kurang aktif,
interaksi mendukung
(Kolaborasi) ada interaksi. interaksi
cukup baik. .
terbatas.
Mengidentif
Tidak dapat Mengidentif ikasi
Mengidentif ikasi
mengidentif ikasi perbedaan
perbedaan
ikasi perbedaan dengan
Identifikasi namun kurang
perbedaan dengan sangat jelas,
Keberagaman spesifik.
identitas cukup jelas spesifik, dan
dengan jelas. dan spesifik. beragam.
Menunjukk an
Tidak sikap
Menunjukk an
menunjukk Menunjukk an mengharga i
sikap
Sikap Menghargai/Tol an sikap sedikit sikap yang sangat
mengharga i
eransi mengharga i mengharga i. positif,
yang jelas
atau empatik, dan
dan
cenderung inklusif.
konsisten.
mengejek.
P. Glosarium
1. Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan negara Indonesia yang berarti "Berbeda- beda
tetapi tetap satu jua".
2. Identitas: Ciri-ciri atau karakteristik yang membedakan satu individu atau
kelompok dari yang lain (contoh: suku, bahasa, agama, hobi).
3. Toleransi: Sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan tanpa
membeda-bedakan.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas III SD. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. Setiadi, H. (2017). Pendidikan Multikultural untuk Anak Usia Dini. Jakarta:
Kencana.
Modul Ajar Deep Learning
Mengenal Lingkungan Sekitar dan Membangun NKRI
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Yusnidar, [Link].
Satuan Pendidikan : SDN 57/VII SEI BENTENG 1
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN PANCASILA
Fase :B
Kelas/Semester : 3/2
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
"Anak-anak hebat! Mari kita mulai hari ini dengan semangat! Guru mau tanya, siapa yang
sudah melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat' ini? Angkat tangannya yang tinggi ya!
"
1. Bangun Tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya tepat waktu, lalu langsung
merapikan tempat tidurnya sendiri? Hebat! Kenapa ya, kebiasaan ini penting untuk
memulai hari kita?"
2. Beribadah: "Ada yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Atau membaca doa
sebelum memulai pelajaran? Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah? Apa
hubungannya dengan rasa syukur kita?"
3. Berolahraga: "Kemarin atau tadi pagi, ada yang sempat menggerakkan
badannya? Misalnya, lari-lari kecil, bersepeda, atau bermain di halaman?
Kenapa olahraga itu penting sekali untuk tubuh kita?"
4. Gemar Belajar: "Apa hal baru yang paling seru kalian pelajari kemarin atau hari
ini? Atau, buku apa yang sedang kalian baca di rumah? Mengapa kita harus punya
semangat tinggi untuk terus belajar?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Tadi pagi sarapan apa? Makanan apa yang
menurut kalian paling sehat dan bikin badan kuat seharian? Mengapa makanan
sehat itu 'bensin' terbaik untuk tubuh kita?"
6. Bermasyarakat: "Pernahkah kalian ikut membersihkan lingkungan sekitar rumah?
Atau membantu teman di sekolah? Mengapa kita perlu bekerja sama dan peduli
dengan lingkungan dan orang lain di sekitar kita?"
7. Tidur Cepat: "Siapa yang tadi malam tidurnya tidak terlalu larut dan bangun pagi
ini dengan segar dan senyum lebar? Kenapa ya, tidur cukup itu penting agar kita
bisa semangat beraktivitas dan belajar?"
Peserta didik mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan
kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; menunjukkan
sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di
Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan di lingkungan tempat tinggal dan sekolah.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi dan menyebutkan tingkatan wilayah tempat tinggalnya (RT, RW,
desa/kelurahan, kecamatan) sebagai bagian dari NKRI.
2. Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan di lingkungan tempat tinggal
dan sekolah dalam menjaga keutuhan NKRI.
3. Menunjukkan contoh sikap kerja sama dalam keberagaman suku, sosial, dan budaya
di lingkungan tempat tinggal dan sekolah.
4. Menyajikan ide-ide tentang cara meningkatkan kerja sama dan persatuan di
lingkungan sekitar melalui proyek sederhana.
5. Merasa bangga menjadi bagian dari wilayah Indonesia dan memiliki
semangat cinta tanah air.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Discovery Learning dengan pendekatan Deep Learning
Metode: Observasi Lingkungan, Studi Kasus, Diskusi Kelompok, Permainan Peran (Role
Play), Proyek Kolaboratif.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan jalan menuju sekolah kita. Ada apa
saja di sepanjang jalan itu? Siapa saja yang tinggal di sana?"
"Bagaimana perasaanmu ketika melihat teman-teman di kelas bermain
bersama, meskipun mereka berasal dari keluarga yang berbeda?"
Meaningful Learning:
"Menurut kalian, apa gunanya ada RT, RW, desa, sampai kecamatan?
Apakah ini penting untuk kehidupan kita sehari-hari?"
"Kalau di kelas ada yang dari suku berbeda, apakah kita tetap bisa bermain dan
belajar bersama? Kenapa itu penting?"
Joyful Learning:
"Andai kalian bisa jadi 'pemimpin' di lingkungan rumah, kegiatan seru apa yang
akan kalian buat agar semua orang bisa kerja sama dan rukun?"
"Coba bayangkan kalau semua teman di Indonesia dari berbagai daerah bisa
berkumpul dan bernyanyi bersama. Pasti menyenangkan, kan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi deep learning melalui eksplorasi,
penemuan, dan penerapan konsep persatuan dan kerja sama dalam konteks NKRI.
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa bersama. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini
dengan antusias, mengaitkannya dengan lingkungan sekitar dan persatuan
Indonesia. "Hari ini kita akan menjelajahi lingkungan kita dan menemukan
mengapa penting sekali bagi kita untuk bersatu!"
2. Aktivasi Pengetahuan Awal (5 menit): Guru memulai dengan pertanyaan
pemantik mindful learning dan joyful learning. "Siapa yang tahu nama RT atau
RW tempat tinggalnya? Kenapa ya ada RT dan RW? Apa tugas mereka?"
3. Koneksi dengan Kehidupan Nyata (5 menit): Guru menghubungkan materi
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, khususnya 'Bermasyarakat'. "Ketika kita
'bermasyarakat', kita tidak sendirian. Kita hidup bersama banyak orang yang
berbeda. Bagaimana ya caranya agar kita semua bisa hidup rukun dan nyaman?" Ini
memicu meaningful learning pada siswa.
2. Proyek Peta Kerukunan (10 menit): Setiap kelompok mulai membuat "Peta
Kerukunan Lingkungan" sederhana. Mereka menggambar lingkungan imajiner
mereka (bisa rumah, sekolah, atau kompleks perumahan) dan menunjukkan
titik-titik di mana kerja sama dan persatuan terlihat (misalnya, pos ronda, taman
bermain, lapangan olahraga). Mereka bisa menambahkan gambar orang-orang
dari berbagai suku atau kegiatan bersama.
Fase 4: Pengolahan Data (15 menit)
1. Penyelesaian Proyek (10 menit): Kelompok melanjutkan pengerjaan "Peta
Kerukunan Lingkungan". Mereka menuliskan deskripsi singkat tentang pentingnya
setiap titik yang mereka tandai sebagai wujud persatuan dan kesatuan. Ini melatih
kreativitas.
2. Simulasi/Role Play (5 menit): Jika waktu memungkinkan, guru bisa meminta satu
atau dua kelompok memerankan skenario sederhana tentang kerja sama dalam
keberagaman di lingkungan sekolah atau rumah. Misalnya, membersihkan kelas
bersama, atau berbagi makanan saat perayaan.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa lingkungan tempat tinggal mereka (RT, RW,
desa/kelurahan, kecamatan) adalah bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI). Mereka akan merasakan bahwa meskipun ada keberagaman
suku, sosial, dan budaya, kerja sama dan persatuan adalah kunci untuk menciptakan
lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.
Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa memiliki, bangga menjadi warga negara Indonesia,
dan semangat untuk berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI.
[Link]
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa satu hal baru yang saya pelajari tentang lingkungan tempat tinggal saya sebagai
bagian dari NKRI?"
2. "Bagaimana perasaan saya ketika melihat orang-orang dari berbagai latar
belakang bekerja sama? Apa yang bisa saya lakukan untuk ikut bekerja sama?"
3. "Apakah saya merasa lebih bangga menjadi bagian dari Indonesia setelah belajar
tentang NKRI dan pentingnya persatuan?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah peserta didik dapat mengidentifikasi tingkatan wilayah dan
menunjukkan pemahaman tentang pentingnya persatuan dan kerja sama dalam
konteks NKRI?"
2. "Apakah kegiatan pembelajaran yang dirancang berhasil mendorong siswa untuk
aktif, kreatif, dan kolaboratif dalam mengeksplorasi konsep NKRI?"
3. "Bagaimana saya bisa lebih efektif membimbing siswa untuk mengaplikasikan nilai-
nilai persatuan dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari mereka?"
Skala 1 Skala 4
Aspek Penilaian Skala 2 (Cukup Skala 3
(Kurang (Sangat
Baik) (Baik)
Baik) Baik)
Memahami secara
Memahami
Tidak Memahami mendalam
pentingnya
Pemaham an memahami pentingnya dan
dan
Kerja Sama pentingnya namun kurang memberikan
memberikan
& kerja sama dapat contoh yang
contoh cukup
Persatuan dan memberikan kaya dan
relevan.
persatuan. contoh. relevan.
Desain cukup
Desain sangat
menarik, isi
Kualitas Desain tidak Desain menarik, menarik, isi
cukup
Proyek menarik, isi isi relevan sangat
relevan
(Kreativita tidak relevan dan cukup relevan,
namun
s & dengan tema. mendalam. mendalam,
kurang
Relevansi) dan original.
mendalam.
Sangat jelas,
Penyampa ian
Tidak jelas, Cukup jelas, percaya diri,
Cukup jelas,
Presentasi kurang sedikit antusias, dan
percaya diri,
(Komunika percaya diri, percaya diri, terstruktur
terstruktur
si) tidak kurang dengan sangat
dengan baik.
terstruktur. terstruktur. baik.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan tugas tambahan untuk membuat daftar kegiatan kerja sama yang
bisa mereka lakukan di rumah atau di sekolah dalam seminggu ke depan.
Mengajak siswa mencari tahu lebih banyak tentang salah satu pahlawan
kemerdekaan yang berjasa dalam mempertahankan NKRI dan menceritakan
kisahnya.
Remedial:
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
Menggunakan kartu bergambar kegiatan kerja sama dan meminta siswa
menceritakan apa yang mereka lihat serta mengapa kegiatan itu penting.
Mengulang kembali materi tentang tingkatan wilayah menggunakan media visual
yang lebih sederhana dan interaktif.
P. Glosarium
1. NKRI: Singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, nama resmi
negara kita.
2. Kerja Sama: Melakukan sesuatu secara bersama-sama untuk mencapai tujuan
yang sama.
3. Persatuan: Keadaan bersatu atau menjadi satu kesatuan, tidak terpecah belah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas III SD. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. Tim Penulis. (2018). Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas 3.
Jakarta: Penerbit Erlangga.