LKPD
FILE SERVER
Kelompok : …………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………...
Mata Pelajaran : …………………………………………………………………………………………………………………………………
Kelas / Semester : …………………………………………………………………………………………………………………………………
Alokasi Waktu : …………………………………………………………………………………………………………………………………
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menginstalasi sistem operasi jaringan, menjelaskan konsep,
menginstalasi services, mengkonfigurasi dan menguji konfigurasi remote server, DHCP server, DNS server,
FTP server, file server, web server, mail server, database server, Control Panel Hosting, Share Hosting Server,
Dedicated Hosting Server, Virtual Private Server, VPN server, sistem kontrol dan monitoring.
B. Tujuan Pembelajaran (TP)
5.1 Menerapkan instalasi Sistem Oprasi Jaringan Linux Debian, konfigurasi dan pengujian layanan server
(remote, DHCP, DNS,FTP, file, web, database server).
C. Tugas Siswa
Latihan 1.
Memahami dan menerapkan konfigurasi serta penguijian layanan file server .
Landasan Teori
File server pada Linux Debian adalah sebuah komputer atau perangkat lunak yang berfungsi untuk menyediakan dan
mengelola berkas (file) yang dapat diakses oleh pengguna atau perangkat lain dalam jaringan. File server pada Linux
Debian umumnya menggunakan protokol seperti SMB/CIFS (Samba), NFS (Network File System), FTP (File Transfer
Protocol), atau lainnya untuk memungkinkan pengguna dan perangkat lain untuk mengakses, menyimpan, dan
berbagi berkas.
Berikut adalah cara kerja file server pada Linux Debian:
1. Instalasi Perangkat Lunak File Server:
Pilih dan instal perangkat lunak file server yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, jika Anda ingin
membuat file server SMB/CIFS, Anda dapat menginstal Samba. Jika Anda ingin menggunakan NFS, Anda
perlu menginstal paket NFS-server.
2. Konfigurasi File Server:
Setelah menginstal perangkat lunak file server, Anda perlu mengonfigurasinya. Ini melibatkan penyesuaian
berbagai file konfigurasi, seperti [Link] untuk Samba atau exports untuk NFS. Anda harus menentukan
direktori atau berkas mana yang akan dibagikan dan mengatur izin akses.
3. Membuat Share (Bagian):
Anda harus menentukan direktori atau berkas yang akan dibagikan melalui file server. Setiap berkas atau
direktori ini disebut "share" atau "bagian." Dalam konfigurasi, Anda menentukan bagaimana share ini akan
diakses, siapa yang memiliki izin untuk membacanya atau menulisnya, dan lainnya.
4. Izin Akses:
Anda perlu mengatur izin akses pada level sistem file untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang
diizinkan dapat mengakses atau mengedit berkas atau direktori yang dibagikan.
5. Meluncurkan File Server:
Setelah konfigurasi selesai, Anda dapat memulai layanan file server Anda. Ini biasanya dilakukan dengan
menjalankan perintah seperti systemctl start smbd untuk Samba atau systemctl start nfs untuk NFS.
6. Akses ke File Server:
Pengguna atau perangkat di dalam jaringan dapat mengakses file server dengan menggunakan alamat IP
atau nama host file server. Mereka perlu mengautentikasi jika diperlukan dan dapat menggunakan berbagai
klien file (seperti Windows Explorer, nautilus, atau perintah mount untuk NFS) untuk mengakses dan
berinteraksi dengan berkas yang dibagikan.
File server pada Linux Debian memungkinkan berbagi data dan kolaborasi yang efisien dalam lingkungan jaringan.
Pastikan Anda memahami dan mengamankan konfigurasi file server Anda dengan benar untuk melindungi data yang
disimpan di dalamnya dan mencegah akses yang tidak diinginkan.
Perintah Konfigurasi File Samba
Instalasi File Smaba pada paket dvd 1
#apt-get install samba
Tunggu hingga proses instalasi paket samba selesai .
#cd /home (di direktori home kita buat folder dengan nama FileServer).
#mkdir FileServer (perintah membuat foldeer FileServer)
#cd FileServer (pindah direktori ke fileserver)
#mkdir Public
#mkdir Private
#mkdir Read-Only
#mkdir Guest
Setelah semua membuat folder kita harus memberikan hak akses permition dengna perintah chmod 777
#chmod 777 Public
#chmod 777 Private
#chmod 777 Read-Only
#chmod 777 Guest
Setelah semuanya di berikan hak akses ke setiap folder kita lanjut dengan konfigurasi samba
#cd /etc/samba/ ( kita pindah direktori ke direktori samba )
#ls (perintah ini untuk melihat isi dari direktori )
#nano [Link] ( perintah ini adalah perintah untuk masuk ke file direktori [Link] yang mana di
dalam file ini kita akan memasukan semua file/folder yang akan kita share)
“pada file direktori [Link] nanti kita pilih halaman paling bawah atau bagian bawah yang kosong dan
isikan teks berikut pada bagian yang kosong.
[PUBLIC]
path = /home/fileserver/Public
browseable = yes
writeable = yes
security = share
guest ok = yes
read only = no
[PRIVATE]
path = /home/fileserver/Private
browseable = yes
writeable = yes
security = user
valid user = tkj (di isidengan user yang kalian buat user tkj yang di teks hanya sebagai contoh )
guest ok = no
read only = no
[GUEST]
path = /home/fileserver/Guest
browseable = yes
writeable = yes
security = share
guest ok = yes
read only = yes
[READ-ONLY]
path = /home/fileserver/Read-Only
browseable = yes
writeable = no
security = share
guest ok = yes
read only = yes
Setelah semuanya di ketik jangan lupa CTRL + X lalu Y
Setelah itu kita atur password
#smbpasswd -a tkj
Setelah semuanya selesai jangan lupa di save dengan perintah
#/etc/init.d/samba restart
#service samba status