0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Forgiveness

Dokumen ini menggambarkan perjalanan emosional Anton, seorang remaja yang mengalami perlakuan buruk dari ibunya dan teman-teman sekolahnya, yang berujung pada tindakan kekerasan. Setelah membunuh ibunya dalam kemarahan, Anton terjebak dalam penjara di mana ia bertemu dengan napi misterius yang membahas tentang kesempatan kedua dan pentingnya memaafkan. Cerita ini menyoroti tema bullying, kekerasan, dan pencarian penebusan.

Diunggah oleh

guestakorbna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Forgiveness

Dokumen ini menggambarkan perjalanan emosional Anton, seorang remaja yang mengalami perlakuan buruk dari ibunya dan teman-teman sekolahnya, yang berujung pada tindakan kekerasan. Setelah membunuh ibunya dalam kemarahan, Anton terjebak dalam penjara di mana ia bertemu dengan napi misterius yang membahas tentang kesempatan kedua dan pentingnya memaafkan. Cerita ini menyoroti tema bullying, kekerasan, dan pencarian penebusan.

Diunggah oleh

guestakorbna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PREMIS:

Seseorang remaja yang muak dengan semua


perlakuan buruk dari orang lain.

1. INT-RUMAH ANTON-KAMAR-SORE
(High angle), Kertas yang berisi gambaran dari krayon pada kertas
gambar. Gambar anak dan ibu (Berbentuk semacam stickman).
Lantai juga terdapat coretan” kecil dari anak ini. Ibu ngamuk dan
suara omelan ibu (ambiance) masuk

Ibu: Apa ini, bersihkan semua!, hari hari cuman bisa berantakin saja.
Ibuk benci punya anak seperti kamu! Memang ndak guna!

CUT

JUDUL

2. INT-SEKOLAH-KANTIN-SIANG
Anton remaja, dalam sepinya suasana kantin ia duduk makan
snack sendirian di kantin. Tiba tiba mendaratlah kertas yang dibentuk bola
ke kepalanya.

Bully: Kena hahaha.

Murid itu datang di sebelah anton yang duduk di meja, Anton terdiam
tetap fokus makan

Siswa1:Kok diem saja, ngomong woi!

Siswa1: Dengar ndak?

Siswa1: wkwk Pantes saja ndak punya teman. Orang tuli kayak kamu
siapa yang mau temani.

Siswa1; Oiya, kemarin semua orang tua datang ambil rapot.

INSERT Tangan Anton mengepal


Siswa1: Mana? Orang tuamu! Kasian ndak diperhatikan hahah

Siswa1:Memang anak sial!


Medium Close up, Static, Zoom out , Anton beranjak dari kursi
dan menusuk siswa1 yang menghina nya. Suara jeritan siswa1
terdengar.
[J CUT]

3. EXT-Jalan Gang-Sore
Anton pulang dengan terluka parah. Bajunya acak acakan,
Seseorang preman dari samping menghalanginya

Preman:Mau kemana

Preman:Dikira tampang nakal bikin lu serem,Bocah sekolahan gini,siniin


duit lu

-Anton mengarahkan tangan mengepal ke preman itu

Gelap

-Preman itu memukul balik

Gelap

-Anton melawan balik

Gelap

-Preman itu memukul lebih keras

Gelap

Ots, Preman berlari meninggalkan Anton yang duduk seorang diri


dengan baju sekolah terkoyak dimana mana.

4. INT-Kamar-Malam
Di kegelapan kamar, Anton hanya duduk sembari mendengar ibunya
mengamuk.

Ibu: Apa apaan ini, ibu ditelfon, kamu buat kekacauan di sekolah. Bikin
malu!

Ibu: Dari dulu, aku memang tidak mau punya anak seperti kau. Jangan
harap kau

Ibu:Lebih baik kau mati saja.


Anton berlari keluar dan membunuh ibunya. Suara ibunya dan Anton dari
luar tetap terdengar.

5. INT-GUDANG-Malam [√]
Anton menusuk ibunya sendiri

6. INT-GUDANG-Day [√]
Kedatangan sosok putih, dan menyentuhnya

Di akhir (+TAMBAHAN) Close up, Mata terbuka sembari cahaya menyinari


wajah anton

7. EXT-JALAN GANG-Night[√]
(+TAMBAHAN) Shot Close up, Posisi yang sama namun cahaya merah biru
menyinari wajah.

Lanjut scene yang kemarin.

8. INT-GUDANG(PENJARA)-Night
Dalam keheningan penjara. Anton duduk termenung, menyenderkan
punggunya ketembok dan menutup matanya. Lalu Seseorang misterius
mengajaknya berbicara. Scene ini didominasi OTS. Sebab sosok napi
satunya hanya terlihat buram.

Napi misterius itu mulai mengajaknya berbicara


Napi: Berat, berat sekali

Napi: Namun, apakah kamu pernah dengar tentang kesempatan kedua.

Nton: Tidak!, mana mungkin!, (sedikit menangis) dengan kondisi saya


seperti ini, perbuatan saya seperti ini.

Nton: Sepanjang hidup saya, banyak hinaan yang saya terima.

Nton: Sampai akhirnya Saya terkurung disini.

Napi:Aku mengerti, namun sampai kapan luka itu kamu tanam?.


Ampunilah mereka.

Anton menutup mata dan keluarlah air mata


Napi itu duduk disebelahnya, dan memegang pundak
Anton.
Napi: Sebelum dunia membenci kamu, mereka terlebih dahulu membenci
aku.

Anton membuka matanya

Nton: Siapa kamu sebenarnya.

Napi: Awal dan akhir.

Anda mungkin juga menyukai