0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Transistor

Transistor adalah komponen elektronika aktif yang berfungsi sebagai saklar dan penguat arus, terdiri dari tiga terminal: Emitter, Base, dan Collector. Terdapat dua jenis utama transistor, yaitu Bipolar Junction Transistors (BJT) dan Field Effect Transistors (FET), masing-masing dengan subtipe dan cara kerja yang berbeda. Transistor digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik, termasuk penguat sinyal dan sirkuit terpadu.

Diunggah oleh

muhammadfajri.xiia5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Transistor

Transistor adalah komponen elektronika aktif yang berfungsi sebagai saklar dan penguat arus, terdiri dari tiga terminal: Emitter, Base, dan Collector. Terdapat dua jenis utama transistor, yaitu Bipolar Junction Transistors (BJT) dan Field Effect Transistors (FET), masing-masing dengan subtipe dan cara kerja yang berbeda. Transistor digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik, termasuk penguat sinyal dan sirkuit terpadu.

Diunggah oleh

muhammadfajri.xiia5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Transistor - Fungsi, Jenis, dan

Cara Kerja
By Cakrawala96 12 Feb, 2022

Transistor adalah komponen elektronika aktif yang terbuat dari


semikonduktor dan dapat digunakan untuk menghantarkan serta
menyekat/memutus arus atau tegangan listrik.

Transistor pada dasarnya berperan seperti saklar dan penguat.

Dengan demikian, transistor dapat diartikan sebagai perangkat mini


yang digunakan untuk mengatur arus dan dikendalikan secara
elektrik.

Bahan dasar pembuatan transistor antara lain Germanium, Silikon,


Galium Arsenide.

Untuk bahan kemasannya biasanya terbuat dari plastik, metal, dan


surface mount.

Bagian-bagian Transistor

Transistor terdiri dari tiga lapisan bahan semikonduktor, di mana


setiap lapisan memiliki terminal (kaki) sendiri sehingga total
terdapat tiga terminal. Peran teriminal itu ialah untuk membantu
membuat koneksi ke sirkuit eksternal dan membawa arus. Dari
ketiga terminal tersebut, terdapat satu terminal yang fungsinya
untuk mengontrol besar arus yang mengalir untuk kedua terminal
lainnya.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah penamaan dari ketiga


terminal beserta fungsinya.

 Emitter/emitor (E) berfungsi untuk


memancarkan/menyebarkan elektron.
 Base/basis (B) berfungsi untuk mengendalikan/mengatur
elektron.
 Collector/kolektor (C) berfungsi untuk
mengumpulkan/mengeluarkan elektron.

Fungsi Transistor

Seperti halnya komponen elektronika pada umunya, transistor juga


memiliki fungsi-fungsi yang berguna untuk setiap rangkaian
elektronika.

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari transistor:

 Sebagai penguat
 Sebagai saklar
 Meratakan arus
 Pembangkit frekuensi
 Membagi tegangan
 Mengatur stabilitas tegangan

Jenis Transistor dan Cara Kerjanya

Secara sederhana cara kerja transistor adalah sama seperti yang


sudah dijelaskan di atas, yaitu satu terminal dari ketiga terminal
yang dimiliki berperan untuk mengontrol besar arus yang mengalir
untuk kedua terminal lainnya. Untuk yang mengatur besar kecilnya
arus adalah base (B) sehingga apabila terdapat arus pada base
maka arus dapat mengalir dari Emitter (E) menuju Collector (C).
Walau begitu, transistor terdapat dua jenis, yakni Bipolar Junction
Transistors (BJT) dan Field Effect Transistors (FET) keduanya secara
garis besar cara kerjanya hampir sama, tetapi keduanya juga
memiliki beberapa perbedaan pada sistem cara kerjanya yang
membuat setiap transistor memiliki ciri khas tersendiri. Transistor
BJT terbagi menjadi dua, yaitu NPN dan PNP. Transistor FET juga
terbagi menjadi dua, yaitu JFET dan MOSFET. Berikut ini adalah
penjelasan mengenai jenis transistor beserta cara kerjanya.

A. Bipolar Junction Transistors

Bipolar Junction Transistors (BJT) adalah perangkat semikonduktor


tiga terminal yang terdiri dari dua sambungan P-N dan dapat
diaplikasikan untuk memperkuat atau memperbesar sinyal. Ketiga
teminal transistor BJT tersebut adalah Emitter, Base, dan Collector.
Transistor BJT pada umumnya sering digunakan untuk memperkuat
arus. Ini membuat transistor BJT berguna sebagai saklar atau
amplifier. Transistor BJT memiliki aplikasi yang luas dalam perangkat
elektronik, seperti ponsel, televisi, pemancar radio, dan kontrol
industri.

Terdapat tiga wilayah operasi transistor BJT, yaitu:

 Wilayah aktif: Wilayah di mana transistor beroperasi sebagai


penguat.
 Wilayah saturasi: Wilayah di mana transistor sepenuhnya
menyala dan beroperasi sebagai saklar.
 Wilayah cut-off: Wilayah di mana transistor mati sepenuhnya
dan arus kolektor sama dengan nol.

Mengapa transistor ini dinamakan bipolar? Jadi, pada transistor BJT


pembawa muatannya adalah hole dan elektron. Transistor BJT
memiliki dua jenis, yakni PNP dan NPN. Pada jenis NPN pembawa
mayoritas muatannya adalah elektron dan pembawa minoritas
adalah hole. Kemudian, jenia PNP pembawa mayoritas mutannya
adalah hole dan pembawa minoritas adalah elektron. Berikut
penjelasan tentang pengertian dan cara kerja dari transistor PNP
dan NPN.

1. Pengertian Transistor PNP dan Cara Kerjanya

Transistor PNP adalah transistor yang dibuat terdiri dari satu


semikonduktor tipe-N dan dua semikonduktor tipe-P. Trasistor PNP
merupakan kependekan dari Positif-Negatif-Positif. Pada prinsipnya,
transistor ini adalah perangkat elektronika yang dikendalikan oleh
arus, di mana besar kecilnya arus yang mengalir dari emitter ke
collector dikendalikan oleh sejumlah kecil arus di base.

Cara Kerja Transistor PNP:

Terminal positif dari sumber tegangan dihubungkan dengan Emitter


(tipe-P) dan terminal negatif dihubungkan dengan terminal Base
(tipe-N). Oleh karena itu, persimpangan Emitter-Base terhubung
dalam bias maju (forward bias). Selain itu, terminal positif sumber
tegangan lainnya dihubungkan dengan terminal Base (tipe-N) dan
terminal negatif dihubungkan dengan terminal Collector (tipe-P).
Oleh karena itu, persimpangan Base-Collector terhubung dalam bias
terbalik (reverse bias).
Karena dengan terjadinya bias, depletion region di persimpangan
tipe-P (emitter) dan tipe-N (base) menjadi sempit, karena terhubung
secara bias maju. Sementara itu, pertemuan tipe-N (base) dan tipe-P
(collector) berada dalam bias terbalik, karenanya depletion region
menjadi lebih lebar.

(Sumber gambar: [Link])

Jadi, karena sambungan tipe-P (emitter) dan tipe-N (base) diberi bias
maju, sejumlah besar hole dari tipe-P (emitter) melintasi daerah P-N
Junction dan masuk ke tipe-N (base). Secara bersamaan, sangat
sedikit elektron yang masuk ke tipe-P (emitter) dari tipe-N (base)
untuk bergabung kembali dengan hole yang ada di tipe-P (emitter).
Hilangnya hole di tipe-P (emitter) sama dengan jumlah elektron
yang ada di lapisan tipe-N (base), tetapi jumlah elektron di tipe-N
(base) sangat kecil karena merupakan daerah yang didoping sangat
ringan dan tipis.

Hole adalah pembawa muatan mayoritas untuk mengalirkan arus


dari tipe-P (emitter) ke tipe-N (base). Hole yang tersisa karena
kelebihan untuk bergabung dengan elektron yang ada di tipe-N
(base), akan melanjutkan perjalanan ke tipe-P (collector), ini terjadi
akibat adanya tarikan dari terminal negatif sumber tegangan.

2. Pengertian Transistor NPN dan Cara Kerjanya

Transistor NPN adalah transistor yang dibuat terdiri dari satu


semikonduktor tipe-P dan dua semikonduktor tipe-N. Trasistor NPN
merupakan kependekan dari Negatif-Positif-Negatif. Pada
prinsipnya, transistor ini adalah perangkat elektronika yang
dikendalikan oleh arus, dimana besar kecilnya arus yang mengalir
dari emitter ke collector dikendalikan oleh sejumlah kecil arus di
base.
Cara Kerja Transistor NPN:

Persimpangan basis-emitter terhubung dalam kondisi bias maju


dengan tegangan suplai. Dan sambungan base-collector
dihubungkan dalam kondisi bias mundur dengan tegangan suplai.
Dalam kondisi bias maju, terminal negatif tegangan suplai
terhubung ke semikonduktor tipe-N (emitter). Sementara itu, dalam
kondisi bias terbalik, terminal positif dari tegangan suplai terhubung
ke semikonduktor tipe-N (collector).

Karena mengalami bias maju, depletion region pada junction tipe-N


(emitter) dan tipe-P (base) lebih tipis, dibandingkan dengan
depletion region di junction tipe-P (base) dan tipe-N (collector) yang
mengalami bias mundur. Maka dari itu, perlu adanya tegangan
pemicu pada base, supaya arus dapat mengalir dari emitter ke
collector.
(Sumber gambar: [Link])

Dalam tipe-N, pembawa muatan mayoritas adalah elektron,


sedangkan tipe-P pembawa mayoritasnya hole. Dengan begitu,
karena base sudah diberi pemicu (sumber tegangan), elektron
dalam jumlah banyak mulai mengalir dari tipe-N (emitter) ke tipe-P
(base). Namun, hanya sebagian kecil elektron saja yang akan
mengalir ke terminal base, sedangkan sisa elektron yang masih
banyak akan mengalir ke collector, akibat tertarik dari terminal
positif sumber tegangan. Dengan kata lain, arus base kecil
diapmlifikasi ke arus collector tinggi. Selain itu, jika arus base
ditingkatkan maka arus pada collector juga akan meningkat secara
proporsional.

Baca Juga: Dioda: Pengertian, Fungsi, Jenis, Prinsip Kerja,


dan Rangkaian

B. Field Effect Transistors

Field Effect Transistor (FET) atau transistor efek medan adalah salah
satu jenis transistor yang menggunakan medan listrik untuk
mengendalikan konduktifitas suatu kanal/saluran (channel) dari jenis
pembawa muatan tunggal dalam bahan semikonduktor. FET biasa
juga disebut sebagai Unipolar Junction Transistor (UJT) atau
transistor ekakutub. Ini karena transistor FET hanya mempunyai
satu pembawa mutan utama, yaitu elektron saja atau hole saja.
Inilah yang membedakan dengan transistor BJT, karena BJT
Pembawa muatan mayoritasnya dua, yaitu hole dan elektron.

Transistor FET memiliki terminal Source (S,) Drain (D), dan Gate (G)
yang peranannya sama dengan emitter, collector, dan base pada
transistor BJT. Namun, kebanyakan FET memiliki terminal keempat
yang disebut body/bulk/substrat. Terminal keempat ini berfungsi
untuk membuat bias transistor beroperasi, terminal body jarang
digunakan dalam desain sirkuit, tetapi keberadaannya penting saat
menyiapkan tata letak fisik sirkuit terpadu.
Pemanfaatan FET juga banyak digunakan di Integrated Circuits (IC)
karena ukurannya yang ringkas dan konsumsi daya yang jauh lebih
rendah. Selain itu, FET juga digunakan dalam aplikasi switching
daya tinggi, sebagai voltage-variable resistor (VVR) di penguat
operasional (Op-Amps), operational amplifiers (Op-Amps), tone
controls, mixer operation FM dan TV receiver, dan di logic circuits.
Transistor FET diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu transistor
Junction Field Effect Transistor (JFET) dan Transistor Efek Medan
Metal-Oxide-Semiconductor (MOSFET). Berikut adalah penjelasan
dari kedua transistor tersebut.

1. Pengertian JFET (Junction Field Effect Transistor), Jenis,


dan Cara Kerjanya

Junction Field Effect Transistor (JFET) atau transistor efek medan


sambungan adalah jenis paling awal dan paling sederhana dari
transistor FET. Pada transistor ini, arus mengalir melalui
kanal/saluran (channel) yang aktif antara terminal source dan drain.
Pada Gate diberikan tegangan yang berguna untuk mengatur aliran
arus dari source ke drain. Dengan menerapkan tegangan bias balik
pada terminal gate maka terciptalah depletion layer sehingga arus
listrik dapat diatur besar kecilnya. Itulah sebabnya JFET disebut
sebagai perangkat biasanya aktif (normally on).

Mengapa JEFT dinamai perangkat biasanya aktif? Karena ketika JFET


dihubungkan ke sirkuit, arus pada JFET mengalir melintasi source ke
drain secara teratur, bahkan tanpa adanya tegangan yang
diterapkan ke terminal gate sekalipun. Ini berbeda dengan transistor
BJT yang disebut sebagai perangkat normalnya mati (normally off).
BJT hanya menghantarkan arus melintasi persimpangan emitter ke
collector hanya ketika base diberi arus. Dengan tidak adanya arus
pada base, BJT mati dan arus tidak melintasi persimpangan emitter
—collector. Transistor JFET memiliki 2 tipe, yaitu kanal-N dan kanal-
P.

Transistor JFET Kanal-N

Pada JFET kanal-N, semikonduktor yang berperan sebagai kanal


didoping hingga menjadi kanal-N (negatif). Oleh karena itu, arus
yang mengalir melalui kanal adalah dalam bentuk elektron. Di
tengah kanal terdapat substrat kanal-P (positif) yang sisinya saling
berhadapan, pada kanal-P inilah terminal gate terhubung. Untuk
terminal source dan drain terhubung pada ujung kanal kanal-N.
Cara kerja transistor JEFT kanal-N:

Ketika tidak ada tegangan yang diterapkan di terminal gate, kanal


menjadi jalur terbuka lebar bagi elektron untuk mengalir. Oleh
karena itu, arus secara maksimum dapat mengalir dari terminal
source ke gate. Besarnya aliran arus ditentukan oleh beda potensial
antara terminal source dan gate dan resistansi internal kanal.

Namun, hal sebaliknya terjadi ketika tegangan negatif diterapkan ke


terminal gate yang terhubungan dengan terminal source, membuat
sambungan P-N bias mundur. Dengan begitu, terciptalah depletion
layer yang membuat kanal menjadi lebih sempit sehingga
meningkatkan resistansi kanal. Dan pada akhirnya aliran arus
menjadi lebih sedikit.

Transistor JEFT Kanal-P

Hampir sama dengan kanal-N, pada JFET kanal-P semikonduktor


yang berperan sebagai kanal didoping hingga menjadi kanal-P
(positif). Dengan demikian, arus yang mengalir melalui kanal adalah
dalam bentuk hole. Di tengah kanal terdapat substrat kanal-N
(negatif) yang sisinya saling berhadapan, pada kanal-N inilah
terminal gate terhubung. Sementara itu, untuk terminal source dan
drain terhubung pada kedua ujung kanal kanal-P.

Cara kerja transistor JEFT kanal-P:

Pada prinsip kerja JEFT kanal-P juga mirip dengan JFET kanal-N.
Perbedaan yang paling mencolok adalah pada kanal-P untuk
membuat besar kecilnya resistansi pada kanal, yaitu dengan
memberikan tegangan posistif pada terminal gate yang terhubung
dengan terminal source. Namun, pada JFET kanal-N memiliki
konduktivitas arus yang lebih besar karena resistansi saluran yang
lebih rendah daripada kanal-P. Selain itu, elektron memiliki mobilitas
yang lebih tinggi melalui konduktor dibandingkan dengan hole. Ini
membuat JFET kanal-N lebih efisien daripada kanal-P.

2. Pengertian MOSFET (Metal-Oxide-Semiconductor Field-


Effect Transistor), Jenis, dan Cara Kerjanya

Metal-Oxide-Semiconductor Field-Effect Transistor atau biasa


disebut sebagai MOSFET adalah perangkat empat terminal, yaitu
Source (S), Gate (G), Drain (D), dan Body (B). Walau begitu, terminal
pada body MOSFET umumnya terhubung dengan terminal source
sehingga hanya terlihat membentuk perangkat semikonduktor tiga
terminal layaknya Field-Effect Transistor lainnya. Selain itu, MOSFET
juga dapat dirancang sekecil mungkin sehingga memungkin juga
untuk dibuat sebagai Integrated Circuit (IC) dan Chip.

Sama seperti transistor JFET, transistor MOSFET juga dikendalikan


oleh tegangan. Namun, perbedaannya adalah MOSFET memiliki
elektroda Metal-Oxide Gate yang diisolasi secara elektrik dari kanal
pembawa arus utama antara drain dan source oleh lapisan yang
sangat tipis. Biasanya bahan untuk isolasi tersebut adalah silikon
dioksida atau umumnya dikenal sebagai bahan baku kaca/gelas.

Cara kerja transistor MOSFET

Seperti yang sudah disebutkan di atas. Terminal body umumnya


terhubung ke terminal source, body bekerja untuk memvariasikan
lebar kanal/saluran di mana pembawa muatan mengalir (elektron
atau hole). Pembawa muatan memasuki kanal dari source dan
keluar melalui drain. Lebar kanal yang dapat dilalui pembawa
muatan, dikendalikan oleh tegangan pada terminal/elektroda gate
yang terletak di antara source dan drain. Antara gate dan kanal
diisolasi dengan lapisan oksida logam yang sangat tipis.
(Sumber gambar: [Link])

Permukaan semikonduktor pada lapisan oksida di bawah, terletak di


antara terminal source dan drain dapat dibalik dari kanal-P ke kanal-
N dengan menerapkan tegangan positif atau negatif pada gate.
Ketika pada gate diberi tegangan positif maka hole yang ada di
bawah lapisan oksida dengan gaya tolak didorong ke bawah
(substrat). Kemudian, depletion region diisi oleh muatan negatif
yang terkait dengan atom akseptor (acceptor). Dengan begitu,
elektron dapat mencapai kanal yang sudah terbentuk. Tegangan
positif juga menarik elektron dari source dan mengalirkannya ke
drain. Jika sudah begitu, apabila tegangan diterapkan di source dan
drain maka arus akan mengalir bebas dari source ke drain, dan gate
berperan untuk mengontrol aliran elektron. Namun, Jika
menerapkan tegangan negatif pada gate, kanal hole akan terbentuk
di bawah lapisan oksida.

Jenis MOSFET

I. Depletion MOSFET

Depletion mode adalah jenis MOSFET yang ketika tidak ada


tegangan melintasi terminal gate, kanal menunjukkan konduktansi
maksimumnya. Namun, ketika terdapat tegangan melintasi terminal
gate positif atau negatif maka konduktivitas saluran menurun.

II. Enhancement MOSFET

Enhancement mode adalah MOSFET yang ketika tidak ada tegangan


melintasi terminal gate maka transistor tidak berfungsi. Namun,
ketika ada tegangan maksimum melintasi terminal gate maka
transistor menunjukkan konduktivitas yang meningkat.
(Sumber gambar: [Link])

Depletion mode dan Enhancement mode dibedakan menjadi dua,


yaitu kanal-P dan kanal-N. Berikut adalah penjelasannya.

a. Kanal-N MOSFET

MOSFET kanal-N memiliki kanal tipe-N antara terminal source dan


drain. Di sini terminal source dan gate banyak didoping dengan
semikonduktor tipe-N dan substrat didoping dengan bahan
semikonduktor tipe-P. Oleh karena itu, aliran arus antara source dan
drain adalah elektron. Dan aliran arus dikendalikan oleh tegangan
pada gate.

b. Kanal-P MOSFET

MOSFET kanal-P memiliki kanal tipe-P antara terminal source dan


drain. Di sini terminal source dan gate banyak didoping dengan
semikonduktor tipe-P, dan substrat didoping dengan bahan
semikonduktor tipe-N. Oleh karena itu, aliran arus antara source dan
drain adalah hole. Dan aliran arus dikendalikan oleh tegangan pada
gate. Jadi, kanal-P adalah kebalikan dari kanal-N saja.

Anda mungkin juga menyukai