0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Lengkap Doa Rosario

Dokumen ini menjelaskan susunan dan tata cara doa Rosario Katolik, termasuk peristiwa-peristiwa yang didoakan pada hari-hari tertentu. Terdapat empat kategori peristiwa: Gembira, Sedih, Mulia, dan Terang, yang masing-masing memiliki lima peristiwa. Selain itu, terdapat juga panduan untuk melaksanakan doa Rosario dengan berbagai doa yang harus diucapkan.

Diunggah oleh

moonlightsigma2568
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Lengkap Doa Rosario

Dokumen ini menjelaskan susunan dan tata cara doa Rosario Katolik, termasuk peristiwa-peristiwa yang didoakan pada hari-hari tertentu. Terdapat empat kategori peristiwa: Gembira, Sedih, Mulia, dan Terang, yang masing-masing memiliki lima peristiwa. Selain itu, terdapat juga panduan untuk melaksanakan doa Rosario dengan berbagai doa yang harus diucapkan.

Diunggah oleh

moonlightsigma2568
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Susunan Doa Rosario Katolik Lengkap

SMP NEGERI 4 LANGKE REMBONG


Nama anggota kelompok:Kristin N. Jahel
Tips ; Sebelum mendaraskan doa Rosario, tentukan dahulu peristiwa dalam Rosario apa yang akan
dipilih.
PERISTIWA ROSARIO

 Peristiwa Gembira didoakan pada hari Senin, Sabtu, waktu masa Adven, dan masa Natal.
 Peristiwa Sedih didoakan pada hari Selasa, Jumat, dan waktu masa PraPaskah.
 Peristiwa Mulia didoakan pada hari Rabu, Minggu, dan masa Paskah.
 Peristiwa Terang didoakan pada hari Kamis.
 Pemilihan peristiwa-peristiwa dalam Doa Rosario bisa disesuaikan dengan situasi kondisi
keadaan dan keinginan pribadi masing-masing pendoa.

Peristiwa Gembira.
1. Maria menerima kabar dari malaikat Gabriel.
“Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab
engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mangandung dan
melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau namai Dia Yesus.
(Lukas 1:28b, 30b-31).
Bapa, jika Engkau bersabda maka semuanya terjadi bersabdalah, ya Bapa, aku ini adallah
hambamu, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.
2. Maria mengunjungi Elisabet.
“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku
ini samppai ibu Tuhanku datang mengujungi aku.
(Lukas 1: 42-43).
Bapa , hatiku memuliakan Dikau dan jiwaku bersorak-sorai, karena Engkau Allah penuh kasih.
Engkau menciptakan dan memelihara kami, anak-anak-Mu.
3. Yesus dilahirkan di Betlehem.
Maria “melahirkan seorang anak laki-laki …, lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan
dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan”
(Lukas 2:7).
Bapa, kami bersyukur karena Engkau telah merelakan PuteraMu menjjadi manusia demi
menebus dan mengampuni dosa-dosa kami. Jadikanlah kami layak menjjadi anak-anak-Mu.
4. Yesus dipersembahkan dalam bait Allah.
Simeon berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau
membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan
perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.
(Lukas 2:34-35).
Bapa, kami mempersembahkan segenap diri kami kepada-Mu. Terimalah kami sebagi
persembahan yang layak, demi jasa Putera-Mu, Juruselamat kami.
5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah.
“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwwa Aku harus berada di dalam rumah
Bapa-Ku? tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
(Lukas 2:49-50).
Bapa, Putera-Mu sepenuhnya hidup demi kemuliaan-Mu dan keselamatan kami. bentuklah kami
menjjadi serupa dengan Putera-Mu
Peristiwa Sedih
1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut.
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah
menurut kehendak-Ku, melainkan kehendakMu yang terjadi”
(Matius 26:39).
Bapa, ajarilah kami selalu mengikuti kehendak-Mu, pada saat kami dicobai, Engkau pasti
menyertai kami sebagai Bapa, karena Engkau sangat menyayangi kami.
2. Yesus didera.
“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.
Sesudah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan
mengenakan lagi pakaian-Nya kepadaNya”
(Markus 15:19-20a).
Bapa, berilah kami rahmat untuk selalu mengingat sengsara Putera-Mu, agar kami dapat berdiri
teguh dan memikul salib dengan kasih.
3. Yesus dimahkotai duri.
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya diatas kepala-Nya. Kemudian
mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya “Salam, hai raja orang Yahudi!”
(Markus 15:17-18).
Bapa, Putera-Mu dimahkotai duri, tetapi Ia tidak pernah membenci algojonya. Ajarilah kami
mengampuni dan memberkati sesama kami
4. Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Kalvari.
“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi ke luar ketempat yang bernama Tempat Tengkorak yang
dalam bahasa Ibrani disebut Golgota”
(Yohanes 19:18b).
Bapa, ajarilah kami memikul salib kehidupan ini tanpa mengeluh dan dengan penuh iman,
supaya kami sungguh serupa dengan Yesus Putera-Mu sendiri.
5. Yesus wafat di salib.
“Yesus berseru dengan suara nyaring “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Ku serahkan nyawa-Ku”
Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya”
(Lukas 23:48).
Bapa, hadirlah dekat kami bersama Putera dan Roh-Mu pada saat kami menghadapi kematian,
dan terimalah kami dalam Kerajaan kasih-Mu yang kekal.
Peristiwa Mulia.
1. Yesus bangkit dari antara orang-orang mati.
“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut, sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang
disalibkan itu, Ia tidak ada disini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang dikatakan-Nya.
(Matius 28:5-6).
Bapa mampukanlah kami melanjutkan misi Putera-Mu, yaitu memberitakan Injil kepada semua
orang agar kerajaan-Mu menjadi nyata di bumi ini.
2. Yesus naik ke surga.
“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan
menutupi-Nya dari pandangan mereka. “Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat
langit? Yesus ini yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang
sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga”
(Kisah Para Rasul 1:9-11).
Bapa, Engkau tumpuan hidup dan harapan kami. Tanamkanlah dalam diri kami keyakinan bahwa
Engkau menyertai kami selalu hingga akhir zaman.
3. Roh Kudus turun atas Para Rasul.
“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh
rumah dimana mereka duduk…. lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan ,ulai berbicara
dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan”.
(Kisah Para Rasul 2:2-4).
Bapa, semoga Roh Kudus-Mu membimbing hidup kami dalam kasih dan kebenaran-Mu, serta
menjadikan kami layak di hadapan-Mu.
4. Maria diangkat ke surga.
“Jikalau kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa
dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia mereka yang
telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal akan diangkat bersama-sama
dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-
lamanya bersama-sama dengan Tuhan”
(1 Tesalonika 4:14, 17).
Bapa, berilah kami iman yang hidup, dan jadikanlah kami saksi-Mu di hadapan sesama kami
5. Maria dimahkotai di surga.
“Tampaklah suatu tanda besar dilangit ; seorang perempuan berselubungkan matahari dengan
bulan dibawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintangdiatas kepalanya”.
(Wahyu 12: 1).
Bapa, satu-satunya sumber kasih sejati, kobarkanlah dalam diri kami semangat kasih-Mu kepada
Bunda Putera-Mu sebab kami memandangnya sebagai teladan pengikut Yesus.
Peristiwa terang.
1. Yesus dibaptis di Sungai Yordan.
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit teerbuka dan Ia
melihatRoh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga
yang mengatakan.. “Inilah Anak-Ku yang terkasih kepada-Nyalah Aku berkenan.”
(Matius 3:16-17).
Bapa, kami pun Engkau beri misi sebagai anak-Mu dan pengikut Yesus. Buatlah kami menerima
tugas itu dengan hati terbuka dan penuh suka cita.
2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam perta pernikahan di Kana.
Atas permintaan maria, bunda-Nya, Yesus mengatasi kekurangan anggur. “Hal itu dilakukan
Yesus … sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu, Ia telah menyatakan
kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nyq percaya keepada-Nya”
(Yohanes 2:11).
Bapa, tolonglah kami mampu menghadapi setiap masalah hidup ini dengan tenang sambil
mengandalkan kasih-Mu kepada kami.
3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan Pertobatan.
Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat! “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia
mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan injil Kerajaan Surga serta
menyembuhkan orang-orang diantara bangsa itu”.
(Matius 4:17, 23).
Bapa, pertoobatkanlah kami. Ampunilah dosa kami. Jadikanlah kami mampu mengampuni orang
yang telah menyakiti kami.
4. Yesus menampakkan kemuliaan-Nya.
Yesus berubah rupa disebuah gunung tinggi. wajah-Nya bercahaya seperti matahari. Allah
bersabda kepada tiga rasul Yesus, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan,
dengarkanlah Dia”.(Matius 17:2-5).
Bapa, ajarlah kami mendengarkan Yesus dan sepenuhnya menerima ajaran-Nya. Izinkanlah kami
semakin mengenal Dia, teerutama dalam sengsara-Nya.
5. Yesus menetapkan Ekaristi.
Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada
mereka dan berkata, “Ambillah, inilah tubuh-Ku. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap
syukur lalu memberikannya kepada mereka. Ia berkata, “Inilah darah-Ku yang ditumpahkan bagi
banyak orang”.
(Markus 14:22-24).
Bapa, sucikan dan kuduskanlah kami pada saat kami menerima Tubuh dan Darah Putera-Mu
yang terkasih; pakailah kami sekehendak-Mu.

Doa Rosario.
[Link] Pembuka.
-Lagu Pembuka
- Suster, Bapak, ibu, saudara/i yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus , marilah
kitamengawali ibadat rosario pada malam hari ini dengan tanda kemenangan Kristus.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
Doa pembuka :
Bunda Maria, Ratu Rosario Engkau sudi datang ke Fatima, memberitakan kepada ketiga anak
gembala harta rahmat yang terkandung dalam doa Rosario.
Sudilah membangkitkan dalam hatiku devosi ini, agar dengan merenungkan misteri-misteri
penebusan puteraMu aku diperkaya dengan hasil buahnya, membawa perdamaian bagi dunia dan
pertobatan bagi para pendosa, serta memperoleh anugerah khusus yang kumohon dalam doa
Rosario ini, yaitu …. (Sebutlah di sini permohonanmu).Aku mohon semuanya itu demi
kemuliaan Allah, untuk menghormat Engkau dan untuk mendapatkan keselamatan jiwa bagiku
dan bagi sekalian orang, Amin.
(Keterangan : Kata ganti “aku” dapat diganti dengan kami, kita, disesuaikan dengan keadaan
intensi doa).

1. Membuat Tanda Salib


Awali dengan menyentuh dahi dengan tangan kanan, kemudian sentuh dada, bahu kiri, dan bahu
kanan. Saat membuat tanda salib, ucapkan “Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.
Amin.”
Sentuh dahi ketika mengucapkan kata “Bapa”, sentuh tulang dada ketika mengucapkan “Putera”,
sentuh bahu kiri saat mengucapkan “Roh Kudus”, dan sentuh bahu kanan saat mengucapkan
“Amin”.
2. Doa Syahadat Para Rasul
aat berdoa menggunakan kalung Rosario, tetap pegang kalung pada bagian salib.
Posisi kepala tertunduk dan ucapkan bacaan berikut:

“Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi; dan akan
Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria; yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius
Pilatus disalibkan, wafat, dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian pada hari
ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah
Bapa yang Mahakuasa; dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang
mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus, persekutuan para kudus,
pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin.”
3. Doa Kemuliaan dan Terpujilah
Lanjutkan dengan doa Kemuliaan dan Terpujilah.

Bacalah doa berikut ini:

“Kemuliaan kepada Bapa, Putera, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang,
selalu dan sepanjang segala masa. Amin.”

“Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Santo Yosef. Sekarang dan selama-lamanya. Amin.”
4. Doa Bapa Kami
Cara doa Rosario kalung adalah dilanjut dengan doa Bapa Kami.

Pada manik rosario besar pertama, ucapkan doa Bapa Kami berikut.
Doa Bapa Kami:
“Bapa kami yang ada di Surga, dimuliakanlah nama-Mu,datanglah: kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu diatas bumi, seperti di dalam surga, berilah kami rezeki pada hari ini. Dan
ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada
kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari
yang jahat. Amin.”
5. Tiga Kali Doa Salam Maria
Pada tiap manik berikutnya, ucapkan doa Salam Maria dengan awalan yang berbeda.

“Salam Putri Allah Bapa – Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah
engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.”
“Salam Bunda Allah Putra – Salam Maria… (lanjutkan seperti di atas)”

“Salam mempelai Allah Roh Kudus – Salam Maria.. (lanjutkan seperti di atas)”
6. Doa Kemuliaan dan Terpujilah
Pada manik besar berikutnya, ucapkan doa Kemuliaan dan Terpujilah seperti poin 3.

Doa ini diucapkan pada jarak di antara tiga manik sebelumnya dengan manik besar yang
menandakan doa Bapa Kami.
7. Peristiwa Pertama dan Bapa Kami
Peristiwa yang pertama.

Bapa Kami ….
Salam Maria …. (10 kali).
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Doa Fatima.
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami.
Selamatkanlah kami dari api neraka,
dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga,
terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
(Amin).

Peristiwa yang kedua.

Bapa Kami ….
Salam Maria …. (10 kali).
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Doa Fatima ….

Peristiwa yang ketiga.


Bapa Kami ….
Salam Maria …. (10 kali).
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Doa Fatima ….

Peristiwa yang keempat.

Bapa Kami ….
Salam Maria …. (10 kali).
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Doa Fatima ….

Peristiwa yang kelima.

Bapa Kami ….
Salam Maria …. (10 kali).
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Doa Fatima ….
Doa Bapa Kami
Pada manik rosario yang pertama, ucapkan kembali doa Bapa Kami seperti yang sebelumnya.
Daraskan dengan penuh khidmat.
8. Salam Maria 10 Kali
Pada setiap manik pada sepuluh manik berikutnya, doakan Salam Maria sepuluh kali.

Bergeraklah dari manik ke manik secara berlawanan dengan jarum jam, mengarah ke
kanan dari liontin
9. Doa Kemuliaan, Terpujilah, dan Fatima
Sebelum manik besar berikutnya, doakan Kemuliaan dan Terpujilah.

Setelah itu, kamu juga dapat pula memilih untuk mendoakan Doa Fatima.

“Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api
neraka,dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan
kerahiman-Mu, Amin.”
Penutup Doa Rosario
Susunan doa Rosario lanjut dengan mendoakan Salam Ratu Surga.
Ini tandanya kamu telah mencapai bagian liontin.
Doakan sebagai berikut:
“Salam, ya, Ratu Surgawi, salam, Ya Ratu, Bunda yang berbelas kasih, hidup, hiburan dan
harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini. Ya Ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangMu yang
besar kepada kami. Dan Yesus, PuteraMu yang terpuji itu, semoga Kau tunjukkan kepada kami.
O Ratu, O ibu, O Maria, Bunda Kristus. Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah. Supaya kami
dapat menikmati janji Kristus.”
Tanda Salib
Tata cara doa Rosario terakhir adalah membuat tanda salib sambil mencium salib tersebut.

Anda mungkin juga menyukai