0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan66 halaman

Program BK Komprehensif

Dokumen ini adalah program layanan bimbingan dan konseling di SMP yang mencakup rasional, visi dan misi, serta deskripsi kebutuhan siswa. Program ini bertujuan untuk mendukung perkembangan peserta didik melalui layanan yang responsif dan kolaboratif. Selain itu, terdapat rencana kegiatan dan evaluasi untuk meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik siswa.

Diunggah oleh

erykoaditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan66 halaman

Program BK Komprehensif

Dokumen ini adalah program layanan bimbingan dan konseling di SMP yang mencakup rasional, visi dan misi, serta deskripsi kebutuhan siswa. Program ini bertujuan untuk mendukung perkembangan peserta didik melalui layanan yang responsif dan kolaboratif. Selain itu, terdapat rencana kegiatan dan evaluasi untuk meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik siswa.

Diunggah oleh

erykoaditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM BIMBINGAN DAN DAN KONSELING

SMP atau SMA ................................

Disusun Oleh :
...............
i

HALAMAN PENGESAHAN

“ Program Layaanan Bimbingan Dan Konseling Di SMP............................Tahun

Ajaran....................... telah disetujui oleh kepala sekolah untuk implementasikan dalam

bentuk layanan Bimbingan dan Konseling di satuan pendidikan.

Nama, Jabatan, Tanda Tangan

................................. Konselor sekolah ...........................

Yogyakarta............

SMP

Kepala sekolah,

...................................

i
ii

DAFTAR ISI

A. Rasional..................................................................................................1

B. Visi dan misi sekolah.............................................................................2

C. Visi dan misi Bimbingan dan konseling................................................3

D. Deskripsi kebutuhan siswa.....................................................................4

E. Tujuan layanan bimbingan dan konseling..............................................11

F. Pengembangan topik layanan BK..........................................................19

G. Evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut....................................................22

H. Anggaran biaya layanan.........................................................................24

I. Pengembangan program tahunan...........................................................25

J. Pengembangan program semesteran......................................................33

LAMPIRAN

ii
1

A. Rasional

Bila dilihat dari segi kemajuan pendidikan diindonesia pada saat ini sangat maju dan
berkembang dengan baik dari sektor manapun, perubahan demi perubahan digencarkan
demi tercipatnya pendidikan yang bermutu baik, sertara dengan tujuan pendidikan
secara nasional ialah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengebangkan manusia
indonesia seutuhnya yaitu yang beriman dan bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa
dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani
dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan, namun apakah dalam proses pendidikan sudah sesuai
dengan tugas tugas pekembangan peserta didik.

Kalangan peserta didik memiliki tahapan perkembangan yang bervariasi dan harus
dilewati tahap demi tahap walaupun dengan berbagai kesulitan, dalam psikologi
perkembangan terdapat tokoh yang bernama F.J. Monks, dkk., (2001) pengertian
pekermbangan menunjuk pada ‘’ suatu proses kearah yang lebih sempurna dan tidak
dapat diulang kembali. Dalam tugas perkembangannya peserta didik akan melewati
beberpa fase dengan berbagai tingkat kesulitan permasalahan sehingga dengan
mengetahui tugas- tugas perkembangan remaja dapat mencegah konflikyang
ditimbulkan nantinya, pada masa ini kondisi psikis peserta didik sangat labil kerena
difase ini peserta didik mencari jati diri dan mencari pengalaman baru. Remaja
cenderung ingin selalu tahy dan selalu mencoba hal baru yang membuat merkea puas
dan dihargai, remaja saat ini dituntut untuk meningkatkan dan menyelesaikan apa-apa
saja tugas pekermbangan yang sedang dialami dan segala hal pengetahuan yang baru
diketahui baik itu positif maupun negatif akan diterima dan ditanggapi oleh peserta didik
sesuai dengan kepribadian masing-masing dan harus siap dengan segala bentuk
gangguan yang lain dari luar.

Permasalahan yang terjadi dalam hal ini adalah ketidak mampuan peserta didik
mengfilter pengaruh-pengaruh dari luar, akibatnya prilaku yang agresif dan berlebihan
sring dilakukan pesrta didik untuk mendapatkan perhatian dari luar dan dalam hal ini
peserta didik menjadi lupa akan tugas perkembangan yang harusnya dilakukan olenya
saat ini, peserta didik dalam hal ini hendaknya meningkatkan hal-hal yang seharusnya
membantunya dalam melaksanakan tuga-tugas perkembanganya, adapun tugas-tuga
pekembangan yang terdapat dalam buku perkembangan peserta didik yang ditulis oleh,
Dra. Hj. Siti Hartinah D,S., MM (2008 :40) tahapa tugas perkembangan manusia akan
melalui 3 (tiga) tahapan pokok yaitu 1). Tahapan pekembngan pada masa konsepsi, 2).
Tahapan perkembangan prenatal dan, 3). Tahapan perkembangan post natal. Ketiga
tahapan inilah yang harus dilalui oleh peserta didik yang ada pada masa saat ini agar
dalam tugas perkembangannya dapa optimal dan sesuai dengan tugas perkembangan
yang benar dan berkenaan dengan keseluruan kepribadian individu karena kapribadian
individu membentuk satu kesatuan yang terintegrasi maka dari itu peserta didik harus
mampu menghadapi segala bentuk persoalan yang akan menghambat perkembangannya
nanti.
1
2

Dengan mengetahui tingkat pencapaian perkembangan siswa diharapkan konselor


memiliki kesadaran akan perannya dalam pengembangan program layanan bimbingan
dan konseling disekolah harus sesuai dan berdasarkan pada apa saja kebutuhan dan
perkembangan peserta didik yang ada disekolah, dalam pelaksanaan program bimbingan
dan konseling konselor juga dapa berkolaborasi dengan berbagai pihak yang ada dalam
lingkungan sekolah untuk mendapatkaan segala macam bentuk informasi yang berkaitan
degan perkembangan peserta didik. Konselor juga dituntut untuk mengetahui tingkat-
tingkatan yang akan dialami oleh peserta didik agar dalam pelaksananya program tidak
salah dalam mengambil keputusan, tingkatan perkembangan peserta didik merupakan
setruktur kontinum yang akan selalu berkembang dalam diri peserta didik dari yang
paling sederhana sampai yang paling komplek, hal ini digunakan untuk mendiskripsikan
apa saja yang dibutuhkan peserta didik dalam tugas pekembangan.

Dalam pembuatan program layan bimbingan dan konseling disekolah konselor juga
dituntut harus selalu aktif dan responsif dalam mengatasi segala bentuk hal-hal yang
mengganggu perkembangan peserta didik, konselor harus selalu memperhatikan setiap
tingkatan perkembangan peserta didik yang ada dalam lingkungan sekolah, peran
konselor dalam hal ini sangat membantu peserta didik apabila dalam masa pekrmangan
ia memiliki masalah yang membuat tingkat perkembangan terganggu. Konselor harus
menjadi sosok yang mampu meningkatkan setiap tingkatan yang ada dalam
perkembangan peserta didik agar peserta didik dapat melanjutkan kembali
perkembanganya sesuai dengan kebutuhan peserta didik

B. Visi dan Misi

1. Visi dan misi sekolah

Visi
“Unggul dalam Prestasi, Berkemajuan, Cerdas dan Berakhlak Mulia”.
Misi

1. Melaksanakan pembelajaran yang inovatif, efektif dan partisipatif.


2. Meningkatkan prestasi akademik, non akademik dan prestasi di bidang keagamaan
3. Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga sekolah.
4. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah
sehingga menjadi team yang solid.
5. Mengembangkan kerjasama dan relasi dengan lembaga nasional dan internasional.
6. Meningkatkan kemampuan intelektual, spiritual dan emosional
7. Membisaakan akhlak mulia di manapun berada

2
3

8. Memperkokoh keimanan dan ketakwaan warga sekolah


9. Mengembangkan perilaku berjiwa Muhammadiyah
10. Meningkatkan komitmen dan etos kerja yang tinggi

2. Visi dan misi bimbingan dan konseling

Visi
Terwujudnya layanan bimbingan dan konseling secara aktif dan responsif untuk
meningkatkan prestasi siswa serta berkepribadian yang beriman dan bertaqwa juga
cinta indonesia

Misi
a. Layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan mutu pembelajaran siswa
baik akademik maupun non akademik yang inovaitf, efektif dan partisipasif..
b. Layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan pemahaman agama serta
menumbuhkan budi pekerti luhur siswa dan berkepribadian indonesia.
c. Layanan bimbingan dan konseling untuk membantu peserta didik dalam
melaksaksanakan tugas pekermbangan yang ada disekolah.
d. Layanan bimbingan dan konseling yang resposif dalam menangani siswa yang
membutuhkan layanan.
e. Layanan bimbingan dan konseling untuk meninggkatkan pemahaman siswa
terhadap PSBK (pribadi, sosial, belajar, karir).

3
4

C. Deskripsi Kebutuhan
1. Analisa Kebutuhan Siswa dan Lingkungan
Deskripsikan hasil asesmen kebutuhan layanan bimbingan dan konseling dari asesmen
siswa maupun yang dari guru dan orang tua serta sekolah.
a. ASESMEN SISWA
b. ASESMEN LINGKUNGANP
2. Rencana Kegiatan Layanan Bimbingan Dan Konseling
NO DESKRIPSI TUJUAN ALTERNATIF RENCANA
KEBUTUHAN LAYANAN KEGIATAN EVALUASI
1. Landasan hidup religius
1. Keimanan Siswa mampuLayanan : Bimbingan Evaluasi proses :
mencontohkan klasikal observasi
jenis-jenis iman
dalam islam
Teknik : diskusi
kelompok

Evaluasi hasil : angket


Media : macromedia
flash

Materi : “ pentingnya
iman untuk umat
manusia “

2 sabar Siswa mampu Layanan : Bimbingan Evaluasi proses :


menjalin sifat sabar klasikal observasi
antara mahasiswa
lainya disekolah
Teknik : tanya jawab

Media : macromedia Evaluasi hasil : angket


flash

Materi : “ sabar adalah


kunci sukse didunia
dan akhirat “

4
5

3 Belajar agama Siswa mampu Layanan : Bimbingan Evaluasi proses :


menggali klasikal observasi
pentingnya agama
dalam
keseharianya Teknik : kolabaorasi
dengan guru agama

Evaluasi hasil : angket


Media : macromedia
flash

Materi : “ agama
adalah jalan kita
untuk masuk surga “

4 Sembahyang Siswa mampu Layanan : Bimbingan Evaluasi proses :


dan berdoa mempertahankan klasikal observasi
sikap taa ibadah
dalam
keseharianya Teknik : kolabaorasi
dengan guru agama
disekolah
Evaluasi hasil : angket

Media : ppt
Materi : “ sholat
adalah kunci surga
allah “

2. Persiapan diri untuk pernikahan dan hidup berbahagia


1. Kesiapan Siswa mampu Layanan : Bimbingan Evaluasi proses :
menikah mendiskusikan hal- klasikal observasi
hal tentang
kesiapan menikah
Teknik : tanya jawab

Media : kartru Evaluasi hasil : angket


masalah

5
6

Materi : “ perisapan
matang sebelum
menikah itu penting “

2. Membangun Siswa mampu Layanan : Bimbingan Evaluasi proses :


keluarga menggali info klasikal observasi
tentang
bagaimanan
membangun Teknik : kolaborasi
keluarga dengan BKKBN
dengan baik
Evaluasi hasil : angket
Media : ppt

Materi : “ planing
membangun keluarga
bahagia “

3. Reproduksi Siswa mampu Layanan : Bimbingan Evaluasi proses :


sehat memperluas klasikal observasi
wawasan
tentang pentingya
kesehatan Teknik : kolaborasi
reproduksi dengan BKKBN

Evaluasi hasil : angket


Media : pp

Materi : “ pentingnya
menjaga kesehatan
reproduksi sejak dini

4. Pemilihan Siswa mampu Layanan : Bimbingan Evaluasi proses :
pasangan / mendiskusikan klasikal observasi
teman hidup tentang pemilihan
pasangan hidup
yang baik dan Teknik : problem
sesuai kriteria solving

Evaluasi hasil : angket


Media : kartu kasus

Materi : “ memilih
pasngan hidup yang
baik “

6
7

3. Landasan prilaku etis


1. jujur Siswa mampu Layanan : Bimbingan Evaluasi proses :
menjelaskan klasikal observasi
tentang bagaimana
pentingnya
kejujuran dalam Teknik : problem
kehidupan solving

Evaluasi hasil : angket


Media : kartu masalah

Materi : “ kejujuran
cerminan kesuksesan

2. Hormat kepada Siswa mampu Layanan : bimbingan
orang tua mempertahankan kelompok
rasa hormatnya Evaluasi proses :
kepada orang tua observasi
dirumah Teknik : role playing

Media : kartu kasus

Materi : “ hormati Evaluasi hasil :


orang tua mu kini dan angket
nanti“
3. Sikap sopan dan Siswa mampu Layanan : bimbingan Evaluasi proses :
santun mencontohkan klasikal observasi
sikap sopan santun
yang baik dan
benar disekolah Teknik : diskusi
kelompok

Evaluasi hasil : angket


Media : kartu kasus

Materi : “ pentingnya
menjaga sopan
santun mu“
4. Ketertiban dan Siswa mampu Layanan : bimbingan Evaluasi proses :
kepatuhan menggali informasi klasikal observasi
tentang pentingnya
menjaga ketertiban
dalam hidupnya Teknik : kolaborasi
polantas untuk

7
8

penyuluhan tentang Evaluasi hasil : angket


tata tertb lantas

Media : ppt

Materi : “ tertib itu


penting demi meraih
kesuksesan “
Masalah yang ada disekolah

1. Kurang percaya Siswa mampu Layanan : bimbingan Evaluasi proses :


diri jika bergaul menjalin kelompok observasi
disekolah pertemanan dengan
(masalah baik disekolah
pribadi ) dengan teman Teknik : problem
sebeya lainya. solving

Evaluasi hasil : angket


Media : kartu kasus

Materi : “ teman itu


penting “
2. Maju jika maju Siswa mampu Layanan : bimbingan Evaluasi proses :
didepan kelas mencontohkan klasikal observasi
(masalah bagaimana teknik
pribadi ) maju didepan kelas
kepada teman- Teknik : presentasi
temannya individu

Evaluasi hasil : angket


Media : kartu kasus

Materi : “ PD untuk
presenasi depan kelas

3. Bingung ketika Siswa mampu Layanan : bimbingan Evaluasi proses :
akan memperkirakan klasikal observasi
melajutkan akan memilih
studi lanjutan jenjang apa
setelah lulus selanjutya Teknik : diskusi
(masalah karir ) kelompok

Evaluasi hasil : angket


Media : kartu kasus

8
9

Materi : “ teman itu


penting “
4. Kurang teratur Siswa mampu Layanan : bimbingan Evaluasi proses :
belajar siswa mengubah prilaku kelompok observasi
(masalah yang membuat
belajar ) waktu belajarnya
tidak teratur Teknik : problem
solving

Evaluasi hasil : angket


Media : kartu kasus

Materi : “ tips belajar


efektif”

Wawasan visi misi sekolah


1. Wawasan visi Siswa mampu Layanan : bimbingan Evaluasi proses :
sekolah (unggul mencontohkan klasikal observasi
dalam prestasi ) prilaku untuk yang
mencerminkan visi
sekolah Teknik : diskusi
kelompok

Evaluasi hasil : angket


Media : ppt

Materi : “ semangat
berprestasi disekolah

2. Wawasan misi Siswa mampu Layanan : bimbingan Evaluasi proses :
sekolah mencontohkan klasikal observasi
prilaku untuk yang
mencerminkan
misi sekolah Teknik : diskusi
kelompok

Evaluasi hasil : angket


Media : ppt

Materi : “
mengamalkan butir

9
10

pancasila dengan cara


bijak“
3. Wawasan Siswa mampu Layanan : bimbingan Evaluasi proses :
IPTEK ( mencontohkan klasikal observasi
perkembangan penggunaan
IPTEK ) IPTEK disekolah
yang baik dan Teknik : dikusi
benar kelompo

Evaluasi hasil : angket


Media : video tentang
dampak negatif
IPTEK

Materi : “ berprestasi
dengan iptek “

10
11

D. Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling


Berdasarkan Permendibud 111 2014

E. Komponen Program Bimbingan dan Konseling


1. Layanan Dasar
1) Pengertian
Layanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh
konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau
kelompok yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dalam rangka
mengembangkan kemampuan penyesuaian diri yang efektif sesuai dengan tahap
dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi
kemandirian).
2) Tujuan
Layanan dasar bertujuan membantu semua konseli agar memperoleh
perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh
keterampilan hidup, atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat
mencapai tugas-tugas perkembangannya secara optimal. Secara rinci tujuan
pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1)
memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan,
pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan
untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang
layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu memenuhi
kebutuhan dirinya dan mampu mengatasi masalahnya sendiri, dan (4) mampu
mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Kegiatan-
kegiatan yang dapat dilakukan oleh Konselor atau Guru Bimbingan dan
Konseling dalam komponen layanan dasar antara lain; asesmen kebutuhan,
bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, pengelolaan media informasi, dan
layanan bimbingan dan konseling lainnya.
3) Fokus Pengembangan (Disesuaikan dengan rancangan Proker)
Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus pengembangan kegiatan yang dilakukan
diarahkan pada perkembangan aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir.
Dengan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok, dengan contoh seperti,
pengembangan cita-cita, motivasi belajar, kemampuan membela hak pribadi, dan

11
12

lainnya. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik/konseli
dalam upaya mencapai tugas-tugas perkembangan dan tercapainya kemandirian
dalam kehidupannya.

2. Layanan Perencanaan Individual dan Peminatan


1) Pengertian
Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi
pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik/konseli dengan orientasi
pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan
[Link] peserta didik dalam Kurikulum 2013 mengandung makna:
(1) suatu pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai kesempatan belajar
yang ada dalam satuan pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan
peminatan belajar yang ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) merupakan suatu
proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik tentang peminatan
belajar yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan pilihan yang tersedia
pada satuan pendidikan serta prospek peminatannya; (4)merupakan proses yang
berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai keberhasilan
proses dan hasil belajar serta perkembangan optimal dalam rangka mencapai
tujuan pendidikan nasional; dan (5) layanan peminatan peserta didik merupakan
wilayah garapan profesi bimbingan dan konseling, yang tercakup pada layanan
perencanaan [Link] Perencanaan individual adalah bantuan kepada
peserta didik/konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas-
aktivitas sistematik yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan
pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman
terhadap peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Pemahaman
konseli secara mendalam, penafsiran hasil asesmen, dan penyediaan informasi
yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki konseli amat
diperlukan sehingga peserta didik/konseli mampu memilih dan mengambil
keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal,
termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik/konseli.
2) Tujuan
Peminatan dan perencanaan individual secara umum bertujuan untuk membantu
konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, (2)
mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap

12
13

perkembangan

13
14

dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan (3)
dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang
telah dirumuskannya. Tujuan peminatan dan perencanaan individual ini dapat
juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik/konseli untuk
merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan
pengembangan pribadi- sosial oleh dirinya sendiri. Isi layanan perencanaan
individual meliputi memahami secara khusus tentang potensi dan keunikan
perkembangan dirinya [Link] demikian meskipun peminatan dan
perencanaan individual ditujukan untuk seluruh peserta didik/konseli, layanan
yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan,
tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik/konseli.
Layanan peminatan peserta didik secara khusus ditujukan untuk memberikan
kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi sikap,
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sesuai
dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik dalam sekelompok mata
pelajaran keilmuan, maupun kemampuan dalam bidang keahlian, program
keahlian, dan paket keahlian.
3) Fokus Pengembangan (Disesuaikan dengan rancangan Proker)
Fokus perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek
pribadi, sosial, belajar dan karir. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain
mencakup pengembangan aspek:(1) pribadi yaitu tercapainya pemahaman diri
dan pengembangan konsep diri yang positif, (2) sosial yaitu tercapainya
pemahaman lingkungan dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif, (3)
belajar yaitu tercapainya efisiensi dan efektivitas belajar, keterampilan belajar,
dan peminatan peserta didik/konseli secara tepat, dan (4) karir yaitu tercapainya
kemampuan mengeksplorasi peluang-peluang karir, mengeksplorasi latihan
pekerjaan, memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. Dengan
layanan bimbingan klasikal atau bimbingan kelompok seprti, perencanan
belajar, upaya meningkatkan keahlian pemahaman jenis-jenis pekerjaan,
pengembangan cita-cita, dan lainnya.

14
15

3. Layanan Responsif
1) Pengertian
Layanan responsif adalah pemberian bantuan kepada peserta didik/konseli yang
menghadapi masalah dan memerlukan pertolongan dengan segera, agar peserta
didik/konseli tidak mengalami hambatan dalam proses pencapaian tugas-tugas
perkembangannya. Strategi layanan responsif diantaranya konseling individual,
konseling kelompok, konsultasi, kolaborasi, kunjungan rumah, dan alih tangan
kasus (referral).
2) Tujuan
Layanan responsif bertujuan untuk membantu peserta didik/konseli yang sedang
mengalami masalah tertentu menyangkut perkembangan pribadi, sosial, belajar,
dan karir. Bantuan yang diberikan bersifat segera, karena dikhawatirkan dapat
menghambat perkembangan dirinya dan berlanjut ke tingkat yang lebih serius.
Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling hendaknya membantu peserta
didik/konseli untuk memahami hakikat dan ruang lingkup masalah,
mengeksplorasi dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang terbaik
melalui proses interaksi yang unik. Hasil dari layanan ini, peserta didik/konseli
diharapkan dapat mengalami perubahan pikiran, perasaa, kehendak, atau
perilaku yang terkait dengan perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

3) Fokus Pengembangan (Disesuaikan dengan rancangan Proker)


Fokus layanan responsif memahami kebutuhan dan masalah peserta didik dapat
diperoleh melalui asesmen kebutuhan dan analisis perkembangan peserta
didik/konseli, dengan menggunakan berbagai instrumen, misalnya angket
konseli, pedoman wawancara, pedoman observasi, angket sosiometri, daftar
hadir peserta didik/konseli, leger, inventori tugas-tugas perkembangan (ITP),
psikotes dan alat ungkap masalah (AUM).
4. Dukungan Sistem
1) Pengertian
Ketiga komponen program (layanan dasar, layanan peminatan dan perencanan
individual, dan responsif) sebagaimana telah disebutkan sebelumnya merupakan
pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik/konseli
secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen

15
16

pelayanan dan

16
17

kegiatan manajemen, tata kerja, infrastruktur (misalnya Teknologi Informasi


dan Komunikasi), dan pengembangan kemampuan profesional konselor atau
guru bimbingan dan konseling secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung
memberikan bantuan kepada peserta didik/konseli atau memfasilitasi kelancaran
perkembangan peserta didik/konseli dan mendukung efektivitas dan efisiensi
pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.
2) Tujuan
Komponen program dukungan sistem bertujuan memberikan dukungan kepada
konselor atau guru bimbingan dan konseling dalam memperlancar
penyelenggaraan komponenkomponen layanan sebelumnya dan mendukung
efektivitas dan efisiensi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.
Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar
penyelenggaraan program pendidikan pada satuan pendidikan. Dukungan sistem
meliputi kegiatan pengembangan jejaring, kegiatan manajemen, pengembangan
keprofesian secara berkelanjutan.
3) Fokus Pengembangan (Disesuaikan dengan rancangan Proker)
Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor atau guru bimbingan dan
konseling yang meliputi (1) konsultasi, (2) menyelenggarakan program
kerjasama, (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan
satuan pendidikan, (4) evaluasi. Suatu program layanan bimbingan dan
konseling tidak mungkin akan terselenggara dan tujuannya tercapai bila tidak
memiliki suatu sistem pengelolaan yang bermutu, dalam arti dilakukan secara
jelas, sistematis, dan terarah.

F. Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling


Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang
layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial,
belajar, dan karir. Pada hakikatnya perkembangan tersebut merupakan satu kesatuan
utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli.

a. Bimbingan dan konseling pribadi

1) Pengertian

Suatu proses pemberian bantuan dari konselor atau guru bimbingan dan konseling
kepada peserta didik/konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan,

17
18

mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung


jawab tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai
perkembangan pribadinya secara optimal dan mencapai kebahagiaan,
kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya.

2) Tujuan

Bimbingan dan konseling pribadi dimaksudkan untuk membantu peserta


didik/konseli agar mampu (1) memahami potensi diri dan memahami kelebihan
dan kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis, (2) mengembangkan
potensi untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima
kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik, (4) mencapai keselarasan
perkembangan antara ciptarasa-karsa, (5) mencapai kematangan/kedewasaan
ciptarasa-karsa secara tepat dalam kehidupanya sesuai nilai-nilai luhur, dan (6)
mengakualisasikan dirinya sesuai dengan potensi diri secara optimal berdasarkan
nilai-nilai luhur budaya dan agama.
3) Ruang Lingkup

Secara garis besar, lingkup materi bimbingan dan konseling pribadi meliputi
pemahaman diri, pengembangan kelebihan diri, pengentasan kelemahan diri,
keselarasan perkembangan cipta-rasa-karsa, kematangan/kedewasaan cipta-rasa-
karsa, dan aktualiasi diri secara bertanggung jawab. Materi bimbingan dan
konseling pribadi tersebut dapat dirumuskan berdasarkan analisis kebutuhan
pengembangan diri peserta didik, kebijakan pendidikan yang diberlakukan, dan
kajian pustaka.

b. Bimbingan dan konseling sosial

1) Pengertian

Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif,
terampil berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang
dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan
dengan lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan
dalam kehidupannya.

18
19

2) Tujuan

Bimbingan dan konseling sosial bertujuan untuk membantu peserta didik/konseli


agar mampu (1) berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami
keragaman latar sosial budaya, (3) menghormati dan menghargai orang lain, (4)
menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang
efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab, dan (8)
mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling
menguntungkan.

3) Ruang Lingkup

Secara umum, lingkup materi bimbingan dan konseling sosial meliputi


pemahaman keragaman budaya, nilai-nilai dan norma sosial, sikap sosial positif
(empati, altruistis, toleran, peduli, dan kerjasama), keterampilan penyelesaian
konflik secara produktif, dan keterampilan hubungan sosial yang efektif.

c. Bimbingan dan konseling belajar

1) Pengertian
Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan konseling
kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar,
memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan,
memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan
mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya.

2) Tujuan

Bimbingan dan konseling belajar bertujuan membantu peserta didik untuk (1)
menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan
belajar; (2) memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif; (3) memiliki
motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat; (4) memiliki keterampilan
belajar yang efektif; (5) memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan
pendidikan selanjutnya; dan (6) memiliki kesiapan menghadapi ujian.

19
20

3) Ruang Lingkup

Lingkup bimbingan dan konseling belajar terdiri atas sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang menunjang efisiensi dan keefektivan belajar pada satuan
pendidikan dan sepanjang kehidupannya; menyelesaikan studi pada satuan
pendidikan, memilih studi lanjut, dan makna prestasi akademik dan non
akademik dalam pendidikan, dunia kerja dan kehidupan masyarakat.
d. Bimbingan dan konseling karir

1) Pengertian

Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan konseling kepada
peserta didik/ konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan,
eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang
hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan
kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai
kesuksesan dalam kehidupannya.

2) Tujuan

Bimbingan dan konseling karir bertujuan menfasilitasi perkembangan,


eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidup
peserta didik/konseli. Dengan demikian, peserta didik akan (1) memiliki
pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan
pekerjaan; (2) memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir
yang menunjang kematangan kompetensi karir; (3) memiliki sikap positif
terhadap dunia kerja; (4) memahami relevansi kemampuan menguasai pelajaran
dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi
cita-cita karirnya masa depan; (5) memiliki kemampuan untuk membentuk
identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, persyaratan
kemampuan yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja,
dan kesejahteraan kerja; memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu
merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang
sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi;
membentuk pola-pola karir; mengenal keterampilan, kemampuan dan minat;
memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir.

20
21

3) Ruang Lingkup

Ruang lingkup bimbingan karir terdiri atas pengembangan sikap positif terhadap
pekerjaan, pengembangan keterampilan menempuh masa transisi secara positif
dari masa bersekolah ke masa bekerja, pengembangan kesadaran terhadap
berbagai pilihan karir, informasi pekerjaan, ketentuan sekolah dan pelatihan kerja,
kesadaran akan hubungan beragam tujuan hidup dengan nilai, bakat, minat,
kecakapan, dan kepribadian masing-masing. Untuk itu secara berurutan dan
berkesinambungan, kompetensi karir peserta didik difasilitasi bimbingan dan
konseling dalam setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah.
G. Pengembangan Tema/Topik
Tema/topik ini merupakan rincian lanjut dari identifikasi diskripsi kebutuhan peserta
didik dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karir. Pengembangan
tema/topik yang telah terinci dalam bagian sebelumnya, selanjutnya rincian tindak
lanjutanya adalah penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling
(RPLBK).

Bidang Alternatif Kegiatan Evaluasi


Pribadi 1. Bimbingana klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) ‘’
pentingnya iman untuk
umat manusia “ Evaluasi hasil : angket
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “ sabar
adalah kunci sukses dunia
dan akhirat “ Evaluasi hasil : angket
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok) “ agama
adalah jalan kita untuk
masuk surga “ Evaluasi hasil : angket
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
( diskusi kelompok ) “sholat
adalah kunci surga “
Evaluasi hasil : angket
[Link] klasikal (tanya Evaluasi proses : observasi
jawab ) “persiapan matang
sebelum menikah itu
penting “ Evaluasi hasil : angket
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(kolaborasi dengan
BKKBN ) “ planing
membangun keleuarga Evaluasi hasil : angket
bahagia”
7 .bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(kolaborasi dengan
BKKBN ) “ planing
21
22

membangun keleuarga Evaluasi hasil : angket


bahagia”
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
( tanya jawab ) “
pentingnya menjaga
kesehatan reproduksi sejak Evaluasi hasil : angket
dini “
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(disukusi kelompok ) “
memilih pasangan ideal “
Evaluasi hasil : angket
10. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “
pentingnya kejujurab
dukalangan siswa “ Evaluasi hasil : angket
[Link] kelompok Evaluasi proses : observasi
( diskusi masalah /problem
solving) “ menanamkan
sikap sopan santun sejak Evaluasi hasil : angket
dini “
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok “
jujurmu adalah jaminan
kesuksesan “ Evaluasi hasil : angket
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok )
“hormat dengan sesama
warga sekolah “ Evaluasi hasil : angket
14. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
( diskusi kelompok ) “tips
mengahasilkan uang saku
sendri “ Evaluasi hasil : angket
15. .bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “
hemat pangkal suksesmu
nanti “ Evaluasi hasil : angket
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) tips
menabung dengan efektif )
Evaluasi hasil : angket
17. .bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “tips
percaya diri depan kelas
Evaluasi hasil : angket
18. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok
“petntingnya percaya diri)
Evaluasi hasil : angket
19. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “

22
23

hemat pangkal suksesmu Evaluasi hasil : angket


nanti “
20. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok )
dampak negatif tidak
percaya diri “ Evaluasi hasil : angket
21. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “
menejemen waktu belajar
yang baik “ Evaluasi hasil : angket
22. bimbingan kelompok Evaluasi proses : observasi
(problem solving ) “seperti
apa belajar efektif itu “
Evaluasi hasil : angket
23. .bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “tips
membagi waktu belajar
dengan yang lain “ Evaluasi hasil : angket
24. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok )
“dampak postif negatif
IPTEK Evaluasi hasil : angket
25. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok )
“menggunakan IPTEK
dengan baik dan bijak “ Evaluasi hasil : angket
26. bimbingan kelompok Evaluasi proses : observasi
(problem solvig )
“berprestasi dengan IPTEK
Evaluasi hasil : angket
27. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “fungsi
IPTEK dikalangan
pendidikan “ Evaluasi hasil : angket
28. .bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “tips
membagi waktu belajar
dengan yang lain “ Evaluasi hasil : angket
Sosial [Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “cara
beradapasi dilingkungan
sekolah yang baru “ Evaluasi hasil : angket
2. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “tips
mencari teman bermain
yang baik “ Evaluasi hasil : angket
3. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) “tips
mencari teman bermain
yang baik “ Evaluasi hasil : angket

23
24

4. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi


“diskusi kelompok “
pentingnya bersosialisasi
disekolah “ Evaluasi hasil : angket
5. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok )
“semangat berprestadi
untuk membangun sekolah Evaluasi hasil : angket
lebih maju “
6. bimbingan klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok )
“dampak negatif pergaulan
remaja saat ini Evaluasi hasil : angket

Belajar [Link] klasikal Evaluasi proses : observasi


(diskusi kelompok) “ tips
belajar efektip dan mudah
Evaluasi hasil : angket
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok )
“belajar giat tanpa malas
Evaluasi hasil : angket
Karir [Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok) “
perencanaan untuk studi
lanjut Evaluasi hasil : angket
[Link] klasikal Evaluasi proses : observasi
(diskusi kelompok ) planing
cita-cita
Evaluasi hasil : angket

H. Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut


1. Evaluasi
Evaluasi dalam bimbingan dan konseling merupakan proses pembuatan
pertimbangan secara sistematis mengenai keefektivan dalam mencapai tujuan
program bimbingan dan konseling berdasar pada ukuran (standar) tertentu. Dengan
demikian evaluasi merupakan proses sistematis dalam mengumpulkan dan
menganalisis informasi tentang efisiensi, keefektivan, dan dampak dari program
dan layanan bimbingan dan konseling terhadap perkembangan pribadi, sosial belajar,
dan karir peserra didik/konseli. Evaluasi berkaitan dengan akuntabilitas yaitu
sebagai ukuran seberapa besar tujuan bimbingan dan konseling telah dicapai.

24
25

2. Pelaporan
Pelaporan proses dan hasil dari pelaksanaan program dimaksudkan untuk menjawab
pertanyaan bagaimana peserta didik berkembang sebagai hasil dari layanan
bimbingan dan konseling. Laporan akan digunakan sebagai pendukung program
lanjutan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan program selanjutnya. Laporan
jangka pendek akan menfasilitasi evaluasi aktivitas program jangka pendek. Laporan
jangka menengah dan jangka panjang akan merefleksikan kemajuan ke arah
perubahan dalam diri semua peserta didik. Isi dan format laporan sejalan dengan
kebutuhan untuk menyampaikan informasi secara efektif pada seluruh pemangku
kepentingan. Laporan juga akan menjadi informasi penting bagi pengembangan
profesionalitas yang diperlukan bagi konselor atau guru bimbingan dan konseling.

3. Tindak Lanjut
Tindak lanjut atas laporan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling akan
menjadi alat penting dalam tindak lanjut untuk mendukung program sejalan dengan
yang direncanakan, mendukung setiap peserta didik yang dilayani, mendukung
digunakannya materi yang tepat, mendokumentasi proses, persepsi, dan hasil
program secara rinci, mendokumentasi dampak jangka pendek, menengah dan
jangka panjang, atas analisis keefektivan program digunakan untuk mengambil
keputusan apakah program dilanjutkan, direvisi, atau dihentikan, meningkatkan
program, seta digunakan untuk mendukung perubahan-perubahan dalam sistem
sekolah.

Laporan hasil kegiatan untuk mengetahui dampak layanan bimbingan dan konseling
terhadap siswa. Tujuan laporan hasil kegiatan yaitu memastikan bahwa program telah
diimplementasikan, dianalisa keefektifannya, dan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.
Dalam penyusunan laporan hasil kegiatan ketersediaan sumber data pendukung
mempengaruhi keakuratan data laporan hasil kegiatan. Karena ini baru rancangan
program yang baru tersedia yaitu format laporan hasil kegiatan, sebagai berikut :

25
26

I. Anggaran Biaya
Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari pengelolaan bimbingan dan
konseling. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk
mendukung implementasi [Link] biaya menyesuaikan dengan anggaran
sekolah yang dialokasikan untuk kegiatan bimbingan dan [Link] sarana
dan biaya disusun secara rasional berdasarkan kebutuhan.
Komponen anggaran berisi tentang :
1. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program Bimbingan dan
Konseling.
2. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk asesmen kebutuhan, kunjungan
rumah, pengadaan pustaka terapi/buku pendukung, mengikuti
diklat/seminar/workshop atau kegiatan profesi bimbingan dan konseling, studi
lanjut, kegiatan musyawarah guru bimbingan dan konseling, pengadaan instrumen
bimbingan dan konseling, dan lainnya yang relevan untuk operasional layanan
bimbingan dan konselinh.
Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pemberian
layanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan, pengadaan buku-buku
untuk konseling pustaka, penyiapan perangkat konseling kelompok). Rancangan
anggaran terdapat dalam lampiran.

J. Action Plan
Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin program bimbingan dan
konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rencana kegiatan adalah uraian
detil dari program yang menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan untuk
memfasilitasi peserta didik/konseli mencapai kemandirian dalam kehidupannya.
Rencana kegiatan telah terinci dalam program layanan yaitu program tahunan dan
program semesteran.

26
PENGEMABNGAN PROGRAM TAHUNAN
NAMA SEKOLAH......
TAHUN AJARAN ...............
KELAS .......
......
NO PROGRAM BIDANG KOMPONEN DAN STRATEGI LAYANAN WAKTU
PENGEMBANGAN LAYANAN KOMPONEN STRATEGI LAYANAN PELAKSANAAN
PROGRAM
1 Pengebangan hidup Pribadi LAYANAN DASAR 1. Bimbingana klasikal (diskusi kelompok ) Juli
religius ‘’ pentingnya iman untuk umat manusia

2. Bimbingan klasikal (diskusi kelompok ) “
sabar adalah kunci sukses dunia dan
akhirat “
3. Bimbingan klasikal (diskusi kelompok) “
agama adalah jalan kita untuk masuk
surga “
4. Bimbingan klasikal ( diskusi kelompok )
“sholat adalah kunci surga “
LAYANAN 1. Konsultasi bagi siswa yang ingin
PEMINATAN DAN mengetahui tentang pengembangan hidup
PERENCANAAN religius
INDIVIDUAL
LAYANAN 1. Menyediakan layanan konseling individu
RESPONSIF untuk siswa yang mempunyai masalah
dalam landasan religius
DUKUNGAN 1. Kolaborasi dengan guru agama untuk
SISTEM mengadakan sholat zhuhur dan ashar
berasama
2. Kolaborasi dengan osis untuk
mengadakan lomba tilawah
3. Melakukan evaluasi
26

4. Mengikuti MGBK

2 Pengembangan diri Pribadi LAYANAN DASAR [Link] klasikal (tanya jawab ) “persiapan September
untuk pernikahan dan matang sebelum menikah itu penting “
hiudp berkeluarga [Link] klasikal (kolaborasi dengan
BKKBN ) “ planing membangun keleuarga
bahagia”
[Link] klasikal ( tanya jawab ) “
pentingnya menjaga kesehatan reproduksi
sejak dini “
[Link] klasikal (disukusi kelompok ) “
memilih pasangan ideal “
[Link] kesehatan reproduksi
LAYANAN [Link] layanan konsultasi untuk
PEMINATAN DAN siswa dapat mengembangkan diri dalam
PERENCANAAN menghadapi pilihan hidup berkeluarga
INDIVIDUAL nantinya
LAYANAN [Link] konseling individual untuk siswa
RESPONSIF yang memiliki masalah pengembangan diri
untuk pernikahan dan hidup berkeluarga
DUKUNGAN [Link] dengan BKKBN untuk diskusi
SISTEM membahas kesehaan repoduksi dan keluarga
berencana
[Link]
3 Pengmbangan prilaku Pribadi LAYANAN DASAR [Link] klasikal (diskusi kelompok ) “ oktober
etis pentingnya kejujurab dukalangan siswa “
[Link] kelompok ( diskusi masalah
/problem solving) “ menanamkan sikap sopan
santun sejak dini “
[Link] klasikal (diskusi kelompok “
jujurmu adalah jaminan kesuksesan “

26
27

4. bimbingan klasikal (diskusi kelompok )


“hormat dengan sesama warga sekolah “
[Link] kejujuran
LAYANAN [Link] konsultasi untuk siswa yang ingin
PEMINATAN DAN tau tentang pengemabngan prilaku etis
PERENCANAAN
INDIVIDUAL

LAYANAN [Link] konseling individual untuk siswa


RESPONSIF yang memilik masalah prilaku etis

DUKUNGAN [Link] dengan kantin untuk membuat


SISTEM kantin kejujuran
[Link] dengan kepala sekolah untuk
membuat aturan 5S ketika di sekolah
[Link]
4. Prilaku ekonomis Pribadi LAYANAN DASAR [Link] klasikal ( diskusi kelompok ) November
“tips mengahasilkan uang saku sendri “
[Link] klasikal (diskusi kelompok ) “
hemat pangkal suksesmu nanti “
[Link] klasikal (diskusi kelompok ) tips
menabung dengan efektif )
[Link] kalsikal (diskusi kelompok )
menabung dari uang terkcil )
[Link] tentang menabung dari uang kecil

27
28

LAYANAN [Link] konsultasi untuk siswa yang ingin


PEMINATAN DAN mengetahui tentang pengmbangan prilaku
PERENCANAAN ekonomis
INDIVIDUAL
LAYANAN [Link] individual untuk siswa yang
RESPONSIF memiliki masalah dalam prilaku ekonomis

DUKUNGAN [Link] dengan alumni yang sudah


SISTEM memiliki pekerjaan mapan untuk diskusi
tentang kemandirian ekonomis
[Link]
5. Percaya diri LAYANAN DASAR [Link] klasikal (diskusi kelompok ) Januari
( berdasarkan observasi ) Pribadi “tips percaya diri depan kelas “
[Link] klasikal (diskusi kelompok
“petntingnya percaya diri)
[Link] klasikal (diskusi kelompok ) “
membangun percaya diri sejak dini “
[Link] klasikal (diskusi kelompok )
dampak negatif tidak percaya diri “
[Link] tentang tips percaya diri

[Link] konsultasi bagi siswa yang ingin


LAYANAN mengembangkan kepercayaan diri
PEMINATAN DAN
PERENCANAAN
INDIVIDUAL
LAYANAN [Link] konseling individual untuk siswa
RESPONSIF yang memiliki masalah kepercayaan diri

28
29

DUKUNGAN 1. wokshop dengan alumni untuk membagi


SISTEM tips untuk percaya diri
2. MGBK

6. Efektivitas waktu Pribadi LAYANAN DASAR 1. bimbingan klasikal (diskusi kelompok ) “ Februari
belajar menejemen waktu belajar yang baik “
[Link] kelompok (problem solving )
“seperti apa belajar efektif itu “
[Link] klasikal (diskusi kelompok )
“tips membagi waktu belajar dengan yang lain

[Link] klasikal (diskusi kelompok ) “
tips belajar agar tidak melelahkan.
LAYANAN [Link] konsultasi untuk siswa yang ingin
PEMINATAN DAN mengembangkan prinsip efektivitas waktu
PERENCANAAN belajar
INDIVIDUAL
LAYANAN 1. layanan konseling idnvidual untuk siswa
RESPONSIF yangmengalami masalah dalam efektivitas
waktu belajar
1. kolabarasi dengan alumni untuk sharing
DUKUNGAN tentang bagaimana menejemen waktu belajar
SISTEM yang baik
2. MGBK

29
30

7. Pengembangan dan Pribadi LAYANAN DASAR [Link] klasikal (diskusi kelompok ) Maret
perkembangan IPTEK “dampak postif negatif IPTEK
[Link] klasikal (diskusi kelompok )
“menggunakan IPTEK dengan baik dan bijak

[Link] kelompok (problem solvig )
“berprestasi dengan IPTEK
[Link] klasikal (diskusi kelompok )
“fungsi IPTEK dikalangan pendidikan “
LAYANAN [Link] konsultasi untuk siswa yang ingin
PEMINATAN DAN pengetahui bagai mana pengemabangan
PERENCANAAN IPTEK untuk kalangan peserta didik
INDIVIDUAL
LAYANAN 1. layanan konseling idnvidual untuk siswa
RESPONSIF yang mempunya masalah pengembangan
IPTEK
DUKUNGAN 1. kolaborasi dengan guru IT untuk berbagi
SISTEM tips penggunaan IPTEK.
2. MGBK

8. Pergaulan remaja yang Sosial LAYANAN DASAR 1. bimbingan klasikal (diskusi kelompok ) April
ada disekolah “cara beradapasi dilingkungan sekolah yang
(berdasarkan observasi baru “
) [Link] klasikal (diskusi kelompok )
“tips mencari teman bermain yang baik “
[Link] klasikal “diskusi kelompok “
pentingnya bersosialisasi disekolah “

30
31

[Link] tetang tips penyesuaian diri


dilingkungan baru
LAYANAN [Link] konsultasi untuk siswa yang ingin
PEMINATAN DAN mengetahui bentuk bersosialisasi yang baik
PERENCANAAN dilingkungannya
INDIVIDUAL
LAYANAN [Link] konseling indivdual untuk siswa
RESPONSIF yang memiliki masalah pergaulan remaja dan
penyesuaian diri
[Link] dengan alumni untuk berbagi
DUKUNGAN pengalaman tentang penyesuaian diri yang
SISTEM baik.
[Link]
[Link] evalusi

9. Wawasan visis misi sosial LAYANAN DASAR [Link] klasikal (diskusi kelompok ) Mei
sekolah “semangat berprestadi untuk membangun
sekolah lebih maju “
LAYANAN [Link] konsultasi untuk siswa yang ingin
PEMINATAN DAN mengataui bagaimana pengembangan visi
PERENCANAAN misi sekolah
INDIVIDUAL
LAYANAN [Link] konsling individu untuk siswa yang
RESPONSIF mempunyai masalah tentang peran visi misi
sekolah
DUKUNGAN [Link] denga kepala sekolah untuk
SISTEM berbagi cara agar dapat mengembangkan visi
misi sekolah

31
32

10. Pergaulan remaja yang Sosial LAYANAN DASAR [Link] klasikal (diskusi kelompok ) Juni
ada dilingkungan “dampak negatif pergaulan remaja saat ini
LAYANAN [Link] konsultasi untuk siswa yang ingin
PEMINATAN DAN mengatahui info seputar pergaulan remaja saat
PERENCANAAN ini
INDIVIDUAL
LAYANAN [Link] konseling individu untuk siswa yang
RESPONSIF memiliki masalah pergaulan remaja

[Link] dengan kepolisisn untuk berbagi


DUKUNGAN info seputar isu isu pergaulan remaja saat ini
SISTEM [Link]
[Link] evaluasi

32
33

PENGEMBANGAN PROGRAM SEMESTERAN


NAMA SEKOLAH.......
TAHUN ..................
KELAS ......
SEMESTER GASAL
N PROGRAM BIDANG STANDAR TOLOK UKUR KOMPONEN STRATEGI
TUJUAN EVALUASI WAKTU PELAKSANA
O LAYANAN BIMBINGAN KOMPETENSI KEBERHASILAN PROGRAM LAYANAN

[Link] Evaluasi
ana proses :
klasikal observasi
(diskusi
kelompok )
‘’
pentingnya
iman untuk Evaluasi
Siswa
Siswa mampu 100% Siswa umat hasil : 1. Kepala
mampu
Pengembangan mencontohkan mampu manusia “ angket sekolah
mengenal Layanan
1 Landasan Pribadi jenis-jenis mencontohkan 2. Agustus 2. guru
arah dan Dasar Evaluasi
hidup religius iman kepada jenis-jenis iman Bimbingan proses agama islam
tujuan :
allah kepada allah klasikal 3. guru
ibadah observasi
(diskusi BK
kelompok )
“ sabar
adalah
kunci
sukses Evaluasi
dunia dan hasil :
akhirat “ angket

33
34

3. Evaluasi
Bimbingan proses :
klasikal observasi
(diskusi
kelompok)
“ agama
adalah
jalan kita
untuk Evaluasi
masuk hasil :
surga “ angket
Evaluasi
4. proses :
Bimbingan observasi
klasikal (
diskusi
kelompok )
“sholat
adalah
kunci surga Evaluasi
“ hasil :
angket
[Link]
si bagi
Layanan siswa yang
Siswa mampu 100% Siswa
Peminatan ingin
menjalin sifat mampu menjalin
dan mengetahui
sabar antar sifat sabar antar
Perencanaan tentang
siswa lain siswa lain
Individual pengemban
gan hidup
religius

34
35

[Link]
akan
layanan
konseling
Siswa mampu 100% Siswa
individu
menggali mampu menggali
Layanan untuk
pentingnya pentingnya
Responsif siswa yang
agama dalam agama dalam
mempunya
keseharianya keseharianya
i masalah
dalam
landasan
religius
Siswa mampu 1. Kola
mempertahank bora
an sikap taat si
ibadah dalam deng
keseharianya an
guru
aga
100% Siswa
ma
mampu
untu
mempertahankan
Dukungan k
sikap taat ibadah
Sistem men
dalam
gada
keseharianya
kan
shol
at
zhuh
ur
dan
asha
r

35
36

bera
sam
a
2. Kolab
orasi
denga
n osis
untuk
menga
dakan
lomba
tilawa
h
3. Melak
ukan
evalua
si
4. Mengi
kuti
MGB
K

2 [Link] 1. kolaborasi
Siswa an klasikal Evaluasi dengan
Pengembangan mampu Siswa mampu 100 % Siswa (diskusi proses : BKKBN
diri untuk mengenal mendiskusikan mampu kelompok ) observasi untuk diskusi
Layanan sepetem
pernikahan dan norma- pribadi hal-hal tentang mendiskusikan ‘’ membahas
Dasar ber
hiudp norma kesiapan hal-hal tentang pentingnya kesehaan
berkeluarga pernikahan menikah kesiapan iman untuk repoduksi
dan keluarga menikah umat dan keluarga
manusia “ berencana

36
37

Evaluasi 2. kepala
hasil : sekolah
angket 3. guru BK

2.
bimbingan
klasikal
(kolaborasi
dengan
BKKBN ) Evaluasi
“ planing proses :
membangu observasi
n keleuarga
bahagia”
3.
bimbingan
klasikal ( Evaluasi
tanya hasil :
jawab ) “ angket
pentingnya
menjaga
kesehatan
reproduksi
sejak dini “

37
38

Evaluasi
proses :
[Link] observasi
n klasikal
(disukusi
kelompok )
“ memilih
pasangan
ideal “ Evaluasi
hasil :
angket

[Link]
kan
layanan
konsultasi
Siswa mampu 100 % Siswa
untuk
menggali info mampu menggali Layanan
siswa dapat
tentang info tentang Peminatan
mengemba
bagaimanan bagaimanan dan
ngkan diri
membangun membangun Perencanaan
dalam
keluarga keluarga dengan Individual
menghadap
dengan baik baik
i pilihan
hidup
berkeluarg
a nantinya

38
39

[Link]
konseling
individual
untuk
Siswa mampu 100% Siswa
siswa yang
memperluas mampu
memiliki
wawasan memperluas
Layanan masalah
tentang wawasan tentang
Responsif pengemban
pentingya pentingya
gan diri
kesehatan kesehatan
untuk
reproduksi reproduksi
pernikahan
dan hidup
berkeluarg
a
1. kolaboras
i dengan
Siswa mampu BKKBN
100 % Siswa
mendiskusikan untuk
mampu
tentang Dukungan diskusi
mendiskusikan
pemilihan membahas
tentang pemilihan
pasangan Sistem kesehaan
pasangan hidup
hidup yang repoduksi
yang baik dan
baik dan dan
sesuai kriteria
sesuai kriteria keluarga
berencana
2. MGBK

39
40

Evaluasi
1. bimbinga proses :
n klasikal observasi
(diskusi
kelompok )

pentingnya
kejujurab
Evaluasi 1. kolabarasi
dukalangan
hasil : dengan
siswa “
angket kantin untuk
[Link] membuat
n kantin
Siswa mampu 100% Siswa
kelompok ( Evaluasi kejujuran
menjelaskan mampu
Siswa diskusi proses : 2.
tentang menjelaskan
mampu masalah observasi [Link]
bagaimana tentang Layanan
3 mencontohk Pribadi /problem oktober dengan
pentingnya bagaimana Dasar
an jenis solving) “ kepala
Pengmbangan kejujuran pentingnya
prilaku etis menanamk Evaluasi sekolah
prilaku etis dalam kejujuran dalam
an sikap hasil : untuk
kehidupan kehidupan
sopan angket membuat
santun aturan 5S
sejak dini “ ketika di
[Link] sekolah
n klasikal Evaluasi [Link] BK
(diskusi proses :
kelompok observasi
“ jujurmu
adalah
Evaluasi
jaminan
hasil :
kesuksesan
angket

40
41

4.
bimbingan
Evaluasi
klasikal
proses :
(diskusi
observasi
kelompok )
“hormat
dengan Evaluasi
sesama hasil :
warga angket
sekolah “

[Link]
konsultasi
Siswa mampu 100% Siswa
untuk
menggali info mampu menggali Layanan
siswa yang
tentang info tentang Peminatan
ingin
bagaimanan bagaimanan dan
mengetahui
membangun membangun Perencanaan
tentang
keluarga keluarga dengan Individual
pengmbang
dengan baik baik
an prilaku
ekonomis
100% Siswa [Link]
Siswa mampu individual
mampu
mencontohkan untuk
mencontohkan
sikap sopan siswa yang
sikap Layanan
santun yang memiliki
sopan santun Responsif
baik dan benar masalah
yang baik dan
disekolah dalam
benar
disekolah prilaku
ekonomis
Siswa mampu 100% Siswa Dukungan [Link]
menggali mampu menggali Sistem i dengan

41
42

informasi informasi tentang kepala


tentang pentingnya sekolah
pentingnya menjaga untuk
menjaga ketertiban dalam membuat
ketertiban hidupnya aturan 5S
dalam ketika di
hidupnya sekolah
2.
[Link]
i dengan
kantin
untuk
membuat
kantin
kejujuran
Pengembangan [Link] Evaluasi
Prilaku n klasikal ( proses :
ekonomis diskusi observasi
kelompok )
“tips
mengahasil Evaluasi
Siswa kan uang hasil :
Siswa mampu 100% Siswa angket [Link] BK
mampu saku sendri
mentohkan mampu Layanan novemb [Link]
4 mencontohk pribadi “
jenis prilaku mentohkan jenis Dasar er sekolah
an prilaku [Link] Evaluasi
ekonomis prilaku ekonomis
etis n klasikal proses :
(diskusi observasi
kelompok )
“ hemat
pangkal Evaluasi
suksesmu hasil :
nanti “ angket

42
43

[Link]
a
kalsikal
(diskusi
kelompok )
menabung
dari uang
terkcil )

[Link] Evaluasi
n klasikal proses :
(diskusi observasi
kelompok )
tips
menabung Evaluasi
dengan hasil :
efektif ) angket

43
44

[Link]
konsultasi
untuk
Siswa mampu 100% Siswa Layanan
siswa yang
mendiskusikan mampu Peminatan
ingin
prilaku mendiskusikan dan
mengetahui
ekonomis prilaku ekonomis Perencanaan
tentang
yang baik yang baik Individual
pengmbang
an prilaku
ekonomis
[Link]
individual
Siswa mampu 100% Siswa untuk
mencontohkan mampu siswa yang
Layanan
dampak mencontohkan memiliki
Responsif
prilaku dampak prilaku masalah
ekonomis ekonomis dalam
prilaku
ekonomis
Siswa mampu
[Link]
mendiskusikan
i dengan
hal hal yang
alumni
akan membuat
yang sudah
dia lebih 1000% Siswa
memiliki
ekonomis mampu
DUKUNGA pekerjaan
mencontohkan
N SISTEM mapan
dampak prilaku
untuk
ekonomis
diskusi
tentang
kemandiria
n ekonomis

44
45

[Link] Evaluasi
Pengembangan n klasikal proses :
Percaya diri ( (diskusi observasi
berdasarkan kelompok )
observasi ) “tips Evaluasi
percaya
Siswa hasil :
Siswa mampu 100% Siswa diri depan
mampu angket [Link] BK
mendiskusikan mampu kelas “
mengemban Pribadi LAYANAN [Link]
5 jenis percaya mendiskusikan januari
gkan sikap DASAR [Link] Evaluasi untuk
diri jenis percaya diri
percaya n klasikal proses : sharing
dirinya (diskusi observasi
kelompok
“petntingn Evaluasi
ya percaya hasil :
diri) angket

45
46

[Link]
Evaluasi
n klasikal
proses :
(diskusi
observasi
kelompok )

membangu Evaluasi
n percaya hasil :
diri sejak angket
dini “

[Link] Evaluasi
n klasikal proses :
(diskusi observasi
kelompok )
dampak
negatif Evaluasi
tidak hasil :
percaya angket
diri “
[Link]
LAYANAN
konsultasi
100% Siswa PEMINATA
Siswa mampu bagi siswa
mampu N DAN
mencontohkan yang ingin
mencontohkan PERENCAA
prilaku mengemba
prilaku percaya N
percaya diri ngkan
diri INDIVIDUA
kepercayaa
L
n diri
Siswa mampu .layanan
100% Siswa
mengemukaka konseling
mampu LAYANAN
n pendapatnya individual
mengemukakan RESPONSIF
dengan untuk
pendapatnya
percaya diri siswa yang

46
47

dengan percaya memiliki


diri masalah
kepercayaa
n diri
.wokshop
dengan
100% Siswa
Siswa mampu alumni
mampu
menjalaskan DUKUNGA untuk
menjalaskan
pentingnya N SISTEM membagi
pentingnya
percaya diri tips untuk
percaya diri
percaya
diri
[Link]
Pengambangan Evaluasi
n klasikal
efektivitas proses :
(diskusi
belajar observasi
kelompok )
(berdasarkan

observasi )
menejemen Evaluasi
waktu hasil :
Siswa Siswa mampu 100% Siswa belajar angket
mengemban menjelaskan mampu yang baik “
LAYANAN
6 gkan sikap belajar tentang menjelaskan Februari [Link] BK
DASAR
efetivitas efektivitas tentang [Link] Evaluasi
waktu belajr belajar efektivitas belajar n proses :
kelompok observasi
(problem
solving )
“seperti Evaluasi
apa belajar hasil :
efektif itu “ angket

47
48

[Link]
n klasikal Evaluasi
(diskusi proses :
kelompok ) observasi
“tips
membagi
waktu Evaluasi
belajar hasil :
dengan angket
yang lain “

[Link] Evaluasi
n klasikal proses :
(diskusi observasi
kelompok )
“ tips
belajar agar Evaluasi
tidak hasil :
melelahkan angket
.

48
49

[Link]
konsultasi
LAYANAN untuk
PEMINATA siswa yang
Siswa mampu 100% Siswa
N DAN ingin
mengubah mampu
PERENCAA mengemba
prilaku waktu mengubah prilaku
N ngkan
belajar waktu belajar
INDIVIUDA prinsip
L efektivitas
waktu
belajar

49
50

[Link]
konseling
Siswa mampu
idnvidual
menconohkan
100% Siswa untuk
jenis
mampu siswa
efektivitas
menconohkan LAYANAN yangmenga
waktu belajar
jenis efektivitas RESPONSIF lami
waktu belajar masalah
dalam
efektivitas
waktu
belajar
100% Siswa
mampu [Link]
mencontohkan i dengan
Siswa mampu prilaku efektivitas alumni
mencontohkan belajar untuk
prilaku sharing
efektivitas tentang
DUKUNGA
belajar bagaimana
N SISTEM
menejemen
waktu
belajar
yang baik

50
51

SEMESTER GENAP
STRATE
BIDANG STANDAR TOLOK UKUR KOMPONE
N PROGRAM GI EVALUA WAKT PELAKSAN
TUJUAN BIMBING KOMPETEN KEBERHASIL N
O LAYANAN LAYANA SI U A
AN SI AN PROGRAM
N
[Link] Evaluasi
n klasikal proses :
(diskusi observasi
kelompok )
“dampak
postif Evaluasi
negatif hasil :
Siswa angket
100 % Siswa IPTEK [Link] BK
Pengembangan mampu Siswa mampu
mampu [Link]
dan mengerti mendiskusika
mendiskusika Layanan dengan Ahli
7 perkembangan peranya Pribadi tentang tips maret
tentang tips Dasar [Link] Evaluasi IT untuk
IPTEK dalam penggunaan
penggunaan n klasikal proses : berdiskusi
kemajuan IPTEK
IPTEK (diskusi observasi seputar IT
IPTEK
kelompok )
“mengguna
kan IPTEK Evaluasi
dengan hasil :
baik dan angket
bijak “

51
52

[Link] Evaluasi
n proses :
kelompok observasi
(problem
solvig )
“berprestas Evaluasi
i dengan hasil :
IPTEK angket

Evaluasi
[Link]
proses :
n klasikal
observasi
(diskusi
kelompok )
“) “fungsi Evaluasi
IPTEK hasil :
dikalangan angket
pendidikan

52
53

[Link]
konsultasi
untuk
siswa yang
Siswa mampu 100 % Siswa ingin
Layanan
mencontohtoh mampu pengetahui
Peminatan
kan prilaku mencontohtohkan bagai mana
dan
positif prilaku positif pengemaba
Perencanaan
penggunaan penggunaan ngan
Individual
IPTEK IPTEK IPTEK
untuk
kalangan
peserta
didik

53
54

[Link]
konseling
Siswa mampu 100 % Siswa
idnvidual
memperluas mampu
untuk
informasi memperluas Layanan
siswa yang
fungsi IPTEK informasi fungsi Responsif
mempunya
diunia IPTEK diunia
masalah
pendidikan pendidikan
pengemban
gan IPTEK
[Link]
Siswa mampu 100 % Siswa i dengan
menyimpilkan mampu guru IT
apa yang akan menyimpilkan untuk
Dukungan
dilakukan apa yang akan berbagi
Sistem
dalam dilakukan dalam tips
menggunakan menggunakan penggunaa
IPTEK IPTEK n IPTEK.

Pengemabanga
n Pergaulan Siswa [Link] Evaluasi
remaja yang mampu n klasikal proses : [Link] BK
Siswa mampu
ada disekolah mengerti 100 % Siswa (diskusi observasi [Link]
mendiskusikan
(berdasarkan bagaimana mampu kelompok ) untuk
jenis Layanan
8 observasi ) memilih Sosial mendiskusikan “cara april sharing
pergaulan Dasar
pergaulan jenis pergaulan beradapasi Evaluasi tentang
yang ada saat
yang baik yang ada saat ini dilingkung hasil : pergaulan
ini
dan sesuai an sekolah angket remaja
denganya yang baru

54
55

Evaluasi
[Link] proses :
n klasikal observasi
(diskusi
kelompok )
“tips Evaluasi
mencari hasil :
teman angket
bermain
yang baik “

[Link]
n klasikal Evaluasi
proses :
“diskusi
observasi
kelompok

pentingnya Evaluasi
bersosialisa hasil :
si angket
disekolah “

[Link]
100 % Siswa Layanan
Siswa mampu konsultasi
mampu peminatan
mencontohkan untuk
mencontohkan dan
dampak siswa yang
dampak perencanaan
pergaulan ingin
pergaulan pada indiidual
pada saat ini mengetahui
saat ini
bentuk

55
56

bersosialisa
si yang
baik
dilingkung
annya
[Link]
konseling
indivdual
Siswa mampu 100 % Siswa
Layanan untuk
mendiskusikan mampu
Responsif siswa yang
langka apa mendiskusikan
memiliki
yang harus langka apa yang
masalah
diplih dalam harus diplih
pergaulan
bergaul dalam bergaul
remaja dan
penyesuaia
n diri
Dukungan
sitem

[Link]
dengan
alumni
untuk
berbagi
pengalama
n tentang
penyesuaia
n diri yang
baik.

56
57

[Link]
n klasikal Evaluasi
(diskusi proses :
Siswa mampu 100 % Siswa
kelompok ) observasi
mencontohkan mampu Layanan
“semangat
peranya dalam mencontohkan dasar
berprestadi
pengembangan peranya dalam
untuk Evaluasi
visi misi pengembangan
membangu hasil :
sekolah visi misi sekolah
n sekolah angket
Siswa lebih maju
“ [Link] BK
mampu
Pengembanga [Link] [Link]
mengerti
n Wawasan konsultasi sekolah
tugasnya
9 visis misi Sosial untuk Mei untuk
dalam
sekolah Layanan siswa yang bersosialisasi
pengemaban
peminatan ingin seputar visi
gan visi misi
dan mengataui misi sekolah
sekolah
perencaan bagaimana
individual pengemban
gan visi
misi
sekolah
[Link]
Layanan konsling
Responsif individu
untuk

57
58

siswa yang
mempunya
i masalah
tentang
peran visi
misi
sekolah
.kolabarasi
denga
kepala
sekolah
Dukungan untuk
Sistem berbagi
cara agar
dapat
mengemba
ngkan visi
misi
sekolah

Siswa
mampu 100 % Siswa [Link] Evaluasi
mngerti mampu n klasikal proses : 1. guru BK
Pengembangan bentuk Siswa mampu mencontohka (diskusi observasi 2. kepiolisian
Layanan
Pergaulan bentuk mencontohka jenis jenis kelompok ) untuk
dasar
10 remaja yang pergaulan Sosial jenis jenis pergaulan remaja “dampak Juni worksop
ada yang positif pergaulan saat ini negatif Evaluasi tentang
dilingkungan dan negatif remaja saat ini pergaulan hasil : pergaulan
di remaja saat angket pada saat ini
lingkungany ini
a

58
59

[Link]
konsultasi
Layanan untuk
peminatan siswa yang
dan ingin
perencanaan mengatahui
individual info
seputar
pergaulan
remaja saat
ini
[Link]
konseling
Layanan
individu
responsif
untuk
siswa yang
memiliki
masalah
pergaulan
remaja
[Link]
asi dengan
kepolisisn
untuk
berbagi
info
seputar isu
Dukungan
isu
Sistem
pergaulan
remaja saat

59
60

60
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai