Dina Ruhil Karima (231710301024) | TIP C
TUGAS PRAKTIKUM
RISET OPERASIONAL ANALISIS NETWORK
1. PT. Hamza menyusun tim khusus untuk mengerjakan suatu proyek, diketahui
kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai berikut
Kegiatan Waktu – dalam hari
No. Kegiatan
Sebelumnya (t)
1. A - 0
2. B A 20
3. C B 30
4. D B 60
5. E C 40
6. F C 40
7. G D 20
8. H E,F 50
9. I F,G 60
10. J H,I 20
11. K J 0
Buatlah gambar kegiatan penyelesaian proyekdan hitung waktu normal proyek tersebut
Gambar 1. Proses Input Data Proyek
Pada tabel diatas diisi dengan data-data aktivitas proyek, seperti aktivitas yang
berlangsung, kegiatan sebelumnya yang terkait, serta durasi pengerjaan masing-masing
aktivitas. Lalu tekan tombol solve dengan untuk mendapatkan hasil analisis dari input data
tersebut.
Gambar 2. Hasil
Berdasarkan hasil proyek PT. Hamza yang ditunjukkan, pengerjaan proyek
dari PT. Hamza ini membutuhkan waktu 180 minggu. Activity time menunjukkan
lama pengerjaan dari masing-masing proyek. Seperti proyek B dikerjakan dalam
waktu 20 minggu, C membutuhkan waktu 30 minggu, begitupun seterusnya. Dari
gambar tersebut, terlihat jalur kritis atau aktivitas yang tidak bisa ditunda adalah
A,B,D,G,I,J, dan K. Jalur kritis ditandai dengan warna merah. Sedangkan aktivitas
lain yang tidak berwarna merah merupakan jalur non kritis yang masih
diperbolehkan dilakukannya penundaan namun dengan waktu yang telah
ditentukan.
Gambar 3. Jalur Proyek
Berdasarkan gambar tersebut, ada 11 aktivitas yaitu dari aktivitas A sampai
K dengan jalur kritis ditandai garis berwarna merah. Jalur kritis adalah jalur
terpanjang dari awal hingga akhir proyek. Jalur kritis menentukan durasi minimum
untuk menyelesaikan proyek karena aktivitas-aktivitas pada jalur kritis tidak boleh
mengalami keterlambatan tanpa menunda keseluruhan proyek. Nilai pada masing-
masing panah menunjukkan lama waktu pengerjaan tiap aktivitas. Dalam grafik ini,
setiap lingkaran merepresentasikan suatu aktivitas, dan panah menunjukkan arah
aliran proyek serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap aktivitas.
Untuk menghitung waktu normal proyek, harus menentukan jalur kritis terlebih
dahulu dan menjumlahkan waktu dari aktivitas-aktivitas di jalur tersebut. Waktu
normal proyek tersebut adalah 180 minggu dan diusahakan selesai tepat waktu agar
tidak terjadi penundaan.
2. PT. Nuansa memiliki data analisis PERT sebagai berikut :
Waktu Waktu
Kegiatan Waktu
No. Kegiatan Optimis Realistis
Sebelumnya Pesimis (b)
(a) (m)
1. A - 1 1 1
2. B A 3 6 8
3. C A 4 5 6
4. D A 2 3 4
5. E A 9 9 15
6. F B 7 8 8
7. G B 4 7 9
8. H C 1 3 9
9. I D 5 6 7
10. J F,G,H 3 4 8
11. K E,I,J 2 3 7
Gambar 4. Proses Input data
a. Buatlah diagram PERT/CPM atau gambar kegiatan penyelesaian proyek dan
hitung waktu normal proyek tersebut.
Gambar 5. Jalur proyek
Berdasarkan gambar, waktu penyelesaian proyek PT. Nuansa diperkirakan
22,67 minggu, dengan jalur kritisnya adalah aktivitas A, B, F, J, dan K. Masing-
masing aktivitas memiliki waktu penyelesaian, seperti A yang memakan waktu 1
minggu dan lainnya. Total durasi proyek sekitar 22–23 minggu, yang merupakan
durasi normal proyek. Jalur proyek PT. Nuansa menunjukkan urutan aktivitas yang
perlu diselesaikan, termasuk jalur kritis yang menentukan durasi total proyek. Jalur
terpanjang adalah A → E → I → J → K dengan total durasi 22 minggu. Oleh karena
itu, jalur kritis untuk proyek ini adalah A → E → I → J → K, yang berarti aktivitas-
aktivitas dalam jalur ini harus diselesaikan tepat waktu untuk menghindari
keterlambatan proyek. Dengan demikian, waktu minimum atau waktu normal untuk
penyelesaian proyek ini adalah 22 minggu.
b. Hitunglah ES, EF, LS, LF dan S, sehingga dapat diketahui bahwa jalur kritis yang
dipilih adalah benar
Gambar 6. Hasil
ES (Early Start) adalah waktu paling awal ketika suatu aktivitas dapat
dimulai. EF (Early Finish) adalah waktu paling awal ketika aktivitas tersebut dapat
diselesaikan. LS (Late Start) adalah waktu paling akhir ketika aktivitas bisa dimulai
tanpa menyebabkan keterlambatan pada keseluruhan proyek. LF (Late Finish)
adalah waktu paling akhir ketika aktivitas bisa selesai tanpa menunda proyek. S
(Slack) adalah waktu tambahan yang tersedia untuk menunda aktivitas tanpa
mempengaruhi jadwal proyek secara keseluruhan. Perhitungan nilai ES, EF, LS,
LF, dan S dapat dilihat pada gambar diatas. Aktivitas A nilai ES nya 0, EF nya 1,
LS nya 0, LF nya 1, dan S nya 0. Begitupun seterusnya pada aktivitas lainnya
sampai aktivitas K. Hasil perhitungan menunjukkan ada 5 jalur kritis yang tadinya
juga ditampilkan dalam gambar. Di jalur kritis proyek, yang terdiri dari aktivitas A,
B, F, J, dan K, nilai slack baik pada waktu mulai maupun selesai adalah 0. Artinya,
setiap aktivitas di jalur kritis ini harus diselesaikan tepat waktu untuk mencegah
keterlambatan keseluruhan proyek.