0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan7 halaman

Naskah

Drama berjudul 'Geng Paling Terkenal tapi Paling Berantakan' menggambarkan sekelompok remaja populer yang menghadapi konsekuensi dari prank masa lalu yang berujung pada trauma salah satu anggota. Ketika rahasia mereka terungkap, mereka belajar tentang tanggung jawab dan dampak dari tindakan mereka. Akhirnya, mereka harus menghadapi hukuman dan menyadari pentingnya perubahan.

Diunggah oleh

xynajmaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan7 halaman

Naskah

Drama berjudul 'Geng Paling Terkenal tapi Paling Berantakan' menggambarkan sekelompok remaja populer yang menghadapi konsekuensi dari prank masa lalu yang berujung pada trauma salah satu anggota. Ketika rahasia mereka terungkap, mereka belajar tentang tanggung jawab dan dampak dari tindakan mereka. Akhirnya, mereka harus menghadapi hukuman dan menyadari pentingnya perubahan.

Diunggah oleh

xynajmaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kelas : XI-2

Kelompok :5
Anggota Kelompok : Anna Alfhatunnisya
: Chaesar Syah Alam
: Indar Ganiah Putri
: Muhammad Hikam
: Najma
: Qur’Aini Rabbayani Cadensa

Judul Drama : Geng paling terkenal “tapi paling berantakan”


Genre : Teen drama-thriller-tragedy

PROLOG
Di setiap sekolah selalu ada satu kelompok yang paling terkenal. Paling populer. Paling
diperhatikan. Mereka terlihat sempurna. Cantik. Percaya diri. Selalu menjadi pusat perhatian.
Tapi terkadang…
Di balik tawa dan popularitas itu…
Ada rahasia yang tidak pernah ingin mereka ingat.
Sebuah prank kecil yang mereka anggap lucu.
Sebuah kesalahan yang mereka pikir tidak penting. Namun malam ini… Rahasia itu akan
kembali.
Dan ketika kebenaran akhirnya muncul… Tidak semua orang akan siap menghadapinya.

DIALOG
BABAK 1 – KELAS
(Suasana kelas setelah sekolah.)
Indar : (sambil lihat kaca) Jujur deh, kalau kita pindah sekolah… popularitas sekolah ini
turun 70%.
Ana : 70%? Optimis banget. Aku bilang 90%.
Najma : Sisanya 10% buat Raka.
Chaesar : (senyum pede) Akhirnya ada yang mengakui pesonaku juga.
Ana : Tenang, itu bukan pesona. Itu karena kau tinggi.
Cadensa : Aku bawa snack buat kerja kelompok—
Ana : Wow pertama kalinya Sasa bawa Snack biasanya cuman bawa diri
Cadensa : (sedikit kesal) Setidaknya saya tidak sibuk roasting orang 24 jam
Ana : Kalau bahan roastingnya bagus, kenapa tidak?

BABAK 2 – POSTINGAN ANEH


Chaesar : Eh… coba kamu lihat grup angkatan
Indar : Ooh Akun “InsideMadani”? Itu biasanya Cuma bahas guru killer.
Chaesar : Sekarang bahas kita.
(Semua langsung mendekat.)
Najma : Apa?!
Chaesar : Ada video kita… di gudang sekolah.
(Semua langsung tegang.)
Cadensa : Matikan!
Ana : Siapa yang video itu?!

BABAK 3 – DI SEKOLAH
Hikam : Ke WC dulu saya.
Izul : Iyo, pergi saja.
Hikam : Kau tunggu, jangan ke mana-mana.
Izul : Iyo.
(Beberapa menit berlalu, Hikam tak kunjung kembali.)
Izul : Lama sekali... tunggu di kursi jo.
(Hikam masih belum datang, Izul mulai penasaran.)
Izul : Mana Hikam ini... lama sekali. Saya cek ke WC saja, siapa tahu ada masalah.
BABAK 4 – KEDATANGAN ANA DAN TEMAN-TEMAN
Ana : Wee, singgah sekolah dulu, ada barangku ketinggalan.
Chaesar : Iyaa, ayoo.
(Sesampainya di sekolah)
Ana : Wee ke kelas kita, ambil bukuku yang tertinggal.
Cadensa : Iyo, buku catatku juga.
Ana : Semoga tidak dikunci.

BABAK 5 – SUASANA MENCURIGAKAN DI WC


(Di waktu yang sama, Izul masuk ke WC sekolah.)
Izul : Kenapa lampunya mati… perasaan dia ke WC.
Izul : Hikam?? (membuka pintu WC satu per satu)
(Di luar, Ana dan yang lain mulai curiga.)
Ana : Kayak ada orang di sana, terbuka pintunya.
Cadensa : Bukannya terkunci?
Ana : Tidak tahu, ayo kita ke sana.

BABAK 6 – KEJADIAN DI DALAM WC


Ana : Ee, kasih mati lampu.
Cadensa : Ihh, tapi kan masih ada orang.
Indar : Sudah, Najma saja.
Najma : Iyaa, saya saja.
Cadensa : Wee, masih ada orang!
(Lampu dimatikan, pintu di kunci)
Izul : Ih... mati lampunya.
(Mencoba membuka pintu)
BABAK 7 – TERUNGKAPNYA KEJADIAN
(Ternyata Hikam melihat semuanya.)
Hikam : aih... sudah lama Izul menunggu di sana itu.
Hikam : Cek dulu...
Hikam : Mana ee...
(Menyadari kejadian tersebut)
Hikam : Owh... kamu kuncikan Izul haa?! Tunggu kamu! Saya sebar di grup!
(Sambil merekam video)
Hikam : Saya sebar pokoknya, saya lapor!

BABAK 8 – SALING CURIGA


Indar : Oke, semua tenang. Kita pikir logis.
Ana : Logisnya… pelakunya salah satu dari kita.
Cadensa : Kenapa langsung nuduh?!
Ana : Karena kamu satu-satunya yang panik banget.
Cadensa : Karena kalian dulu maksa aku ikut!
Chaesar : Hei hei… kita semua ikut waktu itu.
Najma : Kalau video itu viral… kita habis.
Hikam : (dari belakang) Atau… mungkin ini karma.
(Semua menoleh.)

BABAK 9 – SEKOLAH MALAM


(Malam hari di koridor sekolah.)
Indar : Akun itu bilang bukti lengkapnya ada di sekolah.
Ana : Kalau ini prank… aku sumpah pelakunya gak akan punya masa depan sosial.
Cadensa : Aku gak suka sekolah malam. Rasanya kayak film horror.
Chaesar : Tenang, kalau ada hantu aku bisa lari cepat.
Ana : Hantu juga mungkin males ngejar kamu.
(Tiba-tiba pintu kelas terbanting.)
Cadensa : AAAH!
Ana : Oke aku tarik roastingku barusan.

BABAK 10 – TERUNGKAP
(Mereka menemukan laptop di ruang OSIS.)
Hikam : Aku bisa buka ini.
(Laptop terbuka, muncul video lama.)
Video itu memperlihatkan mereka dulu mengunci seorang siswa di gudang sebagai prank
geng populer.
Cadensa : Kita pikir dia sudah keluar…
Chaesar : Ternyata belum.
Indar : Kalau ini sampai viral…

BABAK 11 – KEBENARAN
(Hikam menutup laptop.)
Hikam : Kalian mau tahu siapa yang buat akun itu?
Ana : Ya jelas!
Hikam : Aku.
(Semua kaget.)
Chaesar : Apa?!
Hikam : Orang yang kalian kunci waktu itu… adikku.
(Semua terdiam.)
Hikam : Dia berhenti sekolah karena trauma.
Cadensa : (kaget dan bersalah) Kami… gak pernah tahu.
Ana : Kita Cuma pikir itu prank bodoh.
Hikam : Prank kalian menghancurkan hidup seseorang.

BABAK 12 – PENYELESAIAN
(Suasana sunyi.)
Indar : Jadi sekarang kamu mau balas dendam?
Hikam : Tidak. (Ia menunjukkan layar laptop.)
Hikam : Video ini akan aku kirim ke guru.
(Semua panik.)
Raka : Kita bakal dihukum!
Hikam : Iya.
(Hening.)
Cadensa : Mungkin… memang seharusnya begitu.
(Semua perlahan sadar.)
Ana : Ini pertama kalinya aku setuju sama Mira.
Indar : Aku juga.
(Mereka menatap layar.)

EPILOG

Keesokan harinya…
Semua orang di sekolah mengetahui apa yang terjadi malam itu.

Geng yang dulu paling ditakuti…


Paling dipuja…
Paling dibicarakan…
Akhirnya harus menghadapi konsekuensi dari perbuatannya.

Mereka dihukum.
Mereka dimarahi.
Dan untuk pertama kalinya…
Mereka belajar tentang tanggung jawab.
Kadang sebuah kesalahan tidak bisa dihapus.

Tapi manusia…
Masih bisa memilih untuk berubah.
Dan mungkin…
Itulah pelajaran paling penting yang tidak pernah tertulis di buku pelajaran sekolah.
TAMAT

Anda mungkin juga menyukai