BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Diabetes Melitus
1. Pengertian
Diabetes Melitus adalah penyakit kronik yang disebabkan akibat
kegagalan organ pancreas dalam menghasilkan hormon insulin, atau
ketika tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin secara efisien sehingga
dapat menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat yang
merupakan ciri khas dari diabetes melitus (Amiruddin, 2023).
Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai
dengan hiperglikemia akibat kerusakan sekresi insulin, kerja insulin
atau keduanya (Dewi, 2022). Diabetes Melitus merupakan penyakit
kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan
metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, mengarah ke hiper
glikemia (Maria, 2021).
2. Klasifikasi
International Diabetes Federation (IDF) (2017)
mengklasifikasikan diabetes melitus kedalam beberapa tipe sebagai
berikut :
a. Diabetes Melitus Tipe 1
Diabetes melitus tipe 1 atau insulin dependent melitus (IDM) yaitu
suatu insulin dari luar. Umumnya terjadi akibat reaksi auto imun
saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta sehingga kadar
insulin yang di produksi oleh tubuh menjadi sedikit dengan
defisiensi insulin relatif atau absolut. Sampai saat ini penyebab DM
tipe 1 masih belum diketahui secara pasti, namun di duga ada
keterlibatan antara kombinasi genetik, infeksi virus dan faktor diet.
Pasien dm tipe 1 memerlukan terapi insulin secara kontinu untuk
tetap mempertahankan gula darah agar tetap normal.
b. Diabetes melitus tipe 2
DM tipe 2 adalah sebuah kondisi dimana gula darah mengalami
kenaikan yang disebabkan oleh sel beta pangkreas memproduksi
insulin dalam jumlah sedikit dan adanya gangguan pada fungsi
insulin atau resistensi insulin. DM tipe 2 merupakan penyakit yang
paling sering di jumpai, dengan gejala yang paling umum
ditemukan yakni hiperglikemia. Kemudian ketika terjadi resistensi
insulin, insulin menjadi tidak efektif sehingga tubuh akan terus
meningkatkan produksi insulin untuk menurunkan gula darah. DM
tipe 2 ini sangat erat kaitanya dengan obesitas, etnik, usian, dan
riwayat keluarga DM. Kemudian beberapa faktor resiko yang bisa
di ubah yaitu pola nutrisi yang buruk, obesitas, aktivitas fisik dan
merokok.
c. Diabetes melitus gestasional
DM gestasional adalah kondisi hiperglikemia yang di deteksi saat
pertama kali seorang ibu hamil atau selama kehamilan. Diabetes
jenis ini yang mempengaruhi wanita hamil selama trisemester
keduan dan ketiga. Meskipun gestasional bersifat sementara salama
seseorang hamil dan akan sembuh setelah kehamilan selesai. Faktor
resiko DM gestasional antara lain yaitu kelebihan berat badan,
obesitas, riwayat keluarga diabetes atau melahirkan bayi dengan
kelainan bawaan
d. Diabetes melitus lainnya
Penyakit diabetes melitus lainnya dapat berupa diabetes spesifik
yang disebabkan oleh berbagai kondisi seperti kelainan genetik
yang spesifik (kerusakan genetik sel beta pangkreas dan kerja
insulin), penyakit pada pangkreas, gangguan endoktrin lain, infeksi
obat-obatan dan beberapa bentuk lain yang jarang terjadi.
3. Etiologi
Menurut Tandra (2017) terdapat beberapa faktor yang dapat
menimbulkan Diabetes Melitus antara lain :
a. Keturunan
Riwayat keluarga dengan Diabetes melitus tipe 2, akan mempunyai
peluang menderita Diabetes Melitus sebesar 15% dan resiko
mengalami intoleransi glukosa yaitu ketidakmampuan dalam
metabolisme karbohidrat secara normal sebesar 30%. Faktor
genetik dapat langsung mempengaruhi sel beta dan mengubah
kemampuannya untuk mengenali dan menyebarkan rangsang
sekretoris insulin.
b. Obesitas
Obesitas atau kegemukan yaitu kelebihan berat badan > 20% dari
berat badan ideal atau Body Mass Index (BMI) > 27 kg/m2
kegemukan menyebabkan berkurangnya jumlah reseptor insulin
yang dapat bekerja di dalam sel pada otot skeletal dan jaringan
lemak.
c. Usia
Faktor usia yang risiko menderita Diabetes Melitus tipe 2 adalah
usia diatas 30 tahun, hal ini karena adanya perubahan anatomis,
fisiologis, dan biokimia.
d. Tekanan Darah
Seseorangan memiliki tekanan hipertensi yaitu tekanan darah >
140/90 mmHg beresiko menderita Diabetes Melitus. Hipertensi
yang tidak dikelola dengan baik akan mempercepat kerusakan pada
ginjal dan kelainan kardiovaskuler.
e. Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik mengakibatkan kadar insulin semakin meningkat
sehingga kadar gula dalam darah akan semakin berkurang. Pada
orang yang jarang berolahraga, zat makanan yang masuk kedalam
tubuh tidak dibakar tetapi di timbun di dalam tubuh sebagai lemak
dan gula. Jika insulin tidak mencukupi untuk mengubah glukosa
menjadi energi maka akan menimbulkan diabetes.
4. Manifestasi Klinis
Gejala Diabetes Melitus menurut Kemenkes RI (2019) sebagai berikut
:
a. Meningkatkan buang air kecil (Poliuria)
b. Rasa haus berlebih (Polidipsi)
c. Penurunan berat badan
d. Sering lapar
e. Masalah pada kulit
f. Penyembuhan luka lambat
g. Infeksi jamur
h. Iritasi genetalia
i. Pandangan kabur
j. Kesemutan atau mati rasa