MODUL AJAR PEMBELAJARAN MENDALAM
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN JASMANI,
OLAHRAGA, DAN KESEHATAN
(PJOK)
Fase B, Kelas / Semester : III (TIGA) / I (GANJIL)
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
PJOK KELAS III FASE B
INFORMASI UMUM
IDENTITAS SEKOAH
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Fase / Semester : III / B / GANJIL
Alokasi Waktu : 8 JP (4 KALI PERTEMUAN)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Materi pokok : AKTIVITAS POLA GERAK DASAR LOKOMOTOR
Bab :1
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mengenal dan mampu melakukan gerakan dasar
seperti berjalan dan berlari dalam aktivitas bermain sehari-hari.
● Minat: Sebagian besar peserta didik memiliki minat yang tinggi terhadap permainan
yang melibatkan aktivitas fisik, kompetisi sehat, dan kegiatan berkelompok.
● Latar Belakang: Latar belakang sosial dan tingkat keaktifan fisik peserta didik beragam.
Beberapa peserta didik aktif mengikuti kegiatan olahraga di luar sekolah, sementara yang
lain mungkin memiliki aktivitas fisik yang lebih terbatas.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Peserta didik memerlukan peragaan/contoh gerakan yang jelas dari guru atau
melalui media gambar/video.
○ Auditori: Peserta didik memerlukan instruksi verbal yang singkat, jelas, dan
bersemangat untuk memahami tugas gerak dan aturan permainan.
○ Kinestetik: Peserta didik perlu mencoba, mempraktikkan, dan merasakan langsung
setiap gerakan untuk membangun pemahaman motorik yang baik.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami konsep pola gerak dasar lokomotor (berpindah tempat),
serta perbedaan antara berjalan, berlari, melompat, dan meloncat.
○ Prosedural: Mampu melakukan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor
dengan teknik dan postur tubuh yang benar.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Gerak dasar lokomotor merupakan
fondasi untuk berbagai aktivitas fisik sehari-hari, mulai dari bermain kejar-kejaran,
berpartisipasi dalam olahraga, hingga aktivitas fungsional lainnya.
● Tingkat Kesulitan: Rendah hingga sedang. Kesulitan meningkat saat gerakan dasar
divariasikan dan dikombinasikan dalam sebuah rangkaian atau permainan.
● Struktur Materi: Materi disusun secara sistematis, dimulai dari pengenalan dan latihan
variasi gerak dasar (berjalan, berlari), dilanjutkan dengan kombinasi gerak yang lebih
kompleks (melompat, meloncat), dan diakhiri dengan aplikasi dalam bentuk permainan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengintegrasikan nilai sportivitas, kerja sama,
keberanian mencoba, tanggung jawab terhadap keselamatan diri dan teman, serta disiplin
dalam mengikuti aturan.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Mengajak peserta didik untuk bersyukur atas karunia tubuh yang sehat dengan memulai
dan mengakhiri kegiatan dengan berdoa.
● Kewargaan: Membangun kesadaran untuk mengikuti aturan main yang disepakati
bersama dan menghargai giliran teman saat beraktivitas.
● Penalaran Kritis: Mendorong peserta didik untuk memikirkan cara bergerak yang
paling efektif dan efisien untuk melewati rintangan atau memenangkan permainan.
● Kreativitas: Memberi kesempatan peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai variasi
gerakan dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan.
● Kolaborasi: Melatih kemampuan bekerja sama dalam tim saat melakukan permainan
beregu atau aktivitas berpasangan.
● Kemandirian: Mendorong peserta didik untuk berani mencoba melakukan tugas gerak
secara individu dan bertanggung jawab atas proses belajarnya.
● Kesehatan: Menanamkan pemahaman bahwa bergerak aktif melalui aktivitas lokomotor
adalah cara yang menyenangkan untuk menjaga kesehatan tubuh.
● Komunikasi: Melatih kemampuan mendengarkan instruksi guru dan berkomunikasi
secara efektif dengan teman satu tim saat bermain.
DESAIN PEMBELAJARANJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Terampil Bergerak
menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan
memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak..
Belajar Melalui Gerak
Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan
peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan
berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.
Bergaya Hidup Aktif
Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang
menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan..
Memilih Hidup yang Menyehatkan
Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidupdan berbagai aktivitas jasmani untuk
pencegahannya; mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai
rekomendasi kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari; dan mempraktikkan
penanganan cedera ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1 - 2: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan berbagai variasi
pola gerak dasar berjalan dan berlari dengan koordinasi yang baik. (6 JP)
● Pertemuan 3 - 5: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan kombinasi pola
gerak dasar berjalan, berlari, melompat dan meloncat dalam berbagai bentuk permainan
sederhana dengan menunjukkan nilai kerja sama dan sportivitas. (9 JP)
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gerak dasar lokomotor.
2. Peserta didik dapat mempraktikkan variasi gerak berjalan (ke depan, menyamping,
berkelok).
3. Peserta didik dapat mempraktikkan variasi gerak berlari (tempo lambat, cepat, mengubah
arah).
4. Peserta didik dapat mempraktikkan gerakan melompat untuk meraih ketinggian dan
kejauhan.
5. Peserta didik dapat mengombinasikan gerak berjalan, berlari, dan melompat dalam
sebuah sirkuit atau permainan rintangan.
6. Peserta didik dapat menerapkan aturan permainan sederhana yang berbasis gerak
lokomotor.
7. Peserta didik dapat menunjukkan sikap mandiri dalam mencoba aktivitas dan gotong
royong saat beraktivitas dalam kelompok.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Aktivitas gerak lokomotor dalam permainan tradisional (seperti gobak sodor, petak umpet)
dan dalam kegiatan sehari-hari (bermain di taman, berolahraga bersama keluarga).
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Permainan (Game-Based Learning),
Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus dan menyadari setiap bagian
tubuh yang bergerak (posisi tangan, ayunan kaki, postur badan) saat melakukan
aktivitas.
○ Meaningful Learning: Menghubungkan setiap aktivitas dengan manfaatnya bagi
kesehatan dan kegunaannya dalam permainan yang mereka sukai.
○ Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang gembira dan tidak menekan
melalui permainan, tantangan yang menarik, dan apresiasi terhadap setiap usaha
peserta didik.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Latihan (Drill), Penugasan, Permainan, Diskusi
kelompok.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan rintangan dengan ketinggian atau jarak yang
berbeda. Memberikan pilihan variasi gerakan yang ingin dicoba.
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat berlatih secara individu, berpasangan, atau
dalam kelompok kecil. Guru memberikan bimbingan lebih intensif pada kelompok
yang membutuhkan.
○ Diferensiasi Produk: Penilaian tidak hanya pada hasil akhir (kecepatan), tetapi juga
pada proses, usaha, dan kemajuan yang ditunjukkan oleh setiap peserta didik.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan guru kelas lain untuk mengintegrasikan
tema gerakan dalam pembelajaran lain. Melibatkan kakak kelas sebagai contoh atau
panitia dalam kegiatan olahraga sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mendorong peserta didik untuk bermain
permainan tradisional di lingkungan rumah.
● Mitra Digital: Menggunakan aplikasi musik atau video pembelajaran sebagai media
bantu.
LINGKUNGAN BELAJAR
Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual, dan
budaya belajar:
● Ruang Fisik: Menggunakan lapangan sekolah yang aman dan bersih. Menata peralatan
(kerucut, simpai, kardus) menjadi sirkuit atau arena permainan yang menarik dan
menantang.
● Ruang Virtual: Menampilkan video contoh gerakan lokomotor yang benar melalui
proyektor (jika tersedia) untuk memberikan gambaran yang jelas kepada peserta didik.
● Budaya Belajar: Membangun budaya saling mendukung, menghargai setiap usaha
teman, berani mencoba tanpa takut salah, dan menjunjung tinggi sportivitas.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Menggunakan stopwatch pada ponsel untuk mencatat waktu dalam permainan.
● Memutar musik penyemangat dari pemutar audio untuk mengiringi aktivitas.
● Menayangkan video tutorial gerakan lokomotor dari internet sebagai referensi.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Pola Gerak Dasar Berjalan
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran serta
kesiapan peserta didik.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang tadi pagi berjalan kaki ke sekolah? Bagaimana
cara berjalan yang baik agar tidak jatuh?"
● Motivasi: Guru menjelaskan bahwa dengan belajar berjalan yang benar, kita bisa
bergerak lebih lincah saat bermain.
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mempraktikkan
berbagai variasi berjalan.
● Pemanasan: Bermain "Kijang dan Rusa". Peserta didik membentuk lingkaran sebagai
kandang, satu anak menjadi kijang (di dalam) dan satu menjadi rusa (di luar). Rusa
berusaha menangkap kijang, kandang membantu dengan berputar dan menutup jalan.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati & Menanya: Guru mendemonstrasikan variasi berjalan: berjalan lurus ke
depan, berjalan mundur, berjalan menyamping, dan berjalan berkelok-kelok.
● Mencoba (Eksplorasi): Peserta didik mencoba setiap variasi berjalan secara individu
mengelilingi area yang ditentukan.
● Aktivitas 1: Peserta didik secara berkelompok berjalan mengikuti garis atau tali rafia
yang membentuk lingkaran besar, mencoba berjalan ke depan dan ke samping.
● Aktivitas 2: Disiapkan beberapa baris kotak kardus. Peserta didik secara bergiliran
berjalan menyusuri dan berkelok-kelok di antara barisan kotak tersebut, seperti kereta
api.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Bagi peserta didik yang masih kaku, guru memberikan bimbingan personal.
Peserta didik yang sudah mahir dapat mencoba berjalan jinjit atau dengan langkah
lebar.
○ Produk: Guru mengamati proses gerakan setiap anak, bukan hanya kecepatan
menyelesaikan lintasan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Guru bertanya, "Gerakan berjalan mana yang paling sulit? Mana yang paling
kalian suka?"
● Rangkuman: Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa berjalan memiliki
banyak variasi yang berguna saat bermain.
● Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas untuk memperhatikan cara orang berjalan di
sekitar mereka.
● Penutup: Pendinginan dengan peregangan statis dan ditutup dengan doa.
PERTEMUAN 2 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Pola Gerak Dasar Berlari
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa: Seperti pertemuan sebelumnya.
● Apersepsi: Mengingat kembali pelajaran tentang variasi berjalan. "Apa bedanya berjalan
dan berlari?"
● Motivasi: Menjelaskan bahwa lari adalah dasar dari hampir semua olahraga.
● Pemanasan: Permainan "Lampu Lalu Lintas". Guru menjadi polisi. Saat guru berkata
"hijau" anak-anak berlari, "kuning" berjalan pelan, "merah" berhenti.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan variasi berlari: lari di tempat, lari pelan (jogging),
lari cepat (sprint), dan lari zig-zag.
● Mencoba: Peserta didik berlatih setiap variasi lari secara individual.
● Aktivitas 1: Permainan "Lomba Masuk Simpai". Peserta didik dibagi beberapa
kelompok. Mereka berlari dari garis start menuju simpai yang diletakkan di depan, lalu
masuk ke dalam simpai.
● Aktivitas 2: Lari estafet memindahkan benda. Setiap kelompok berlari secara bergiliran
untuk memindahkan kotak dari titik A ke titik B.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Jarak lari disesuaikan dengan kemampuan anak. Kelompok dibuat heterogen
agar ada tutor sebaya.
○ Produk: Kelompok yang dinilai bukan hanya yang tercepat, tetapi juga yang paling
kompak dan sportif.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Diskusi singkat: "Apa yang membuat kelompokmu menang/kalah tadi? Sikap
apa yang penting dalam lomba?"
● Rangkuman: Guru menegaskan pentingnya kecepatan dan kerja sama dalam berlari.
● Tindak Lanjut: Mengajak peserta didik untuk mencoba lari pagi di akhir pekan.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 3 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Kombinasi Berjalan dan Berlari dalam Sirkuit
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulas kembali variasi berjalan dan berlari dari dua pertemuan
sebelumnya.
● Motivasi: "Hari ini kita akan menjadi petualang yang melewati berbagai rintangan
dengan berjalan dan berlari!"
● Pemanasan: Permainan "Kucing dan Tikus" dalam lingkaran.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Menalar: Guru menjelaskan konsep sirkuit, yaitu rangkaian aktivitas yang dilakukan
secara berurutan.
● Mencipta: Guru bersama peserta didik mendesain sirkuit sederhana menggunakan alat
yang ada (simpai, kotak, kerucut).
● Aktivitas Sirkuit:
1. Peserta didik berjalan selebar simpai pada 5 simpai pertama.
2. Dilanjutkan berlari kecil menuju tanda kedua.
3. Kemudian berjalan menyamping menuju tanda ketiga.
4. Lalu berlari cepat menuju tanda finish.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik boleh menyelesaikan sirkuit sesuai kecepatannya masing-
masing. Guru bisa membuat 2-3 jalur sirkuit dengan tingkat kesulitan berbeda.
○ Produk: Peserta didik diminta menceritakan bagian sirkuit mana yang paling
menantang.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa yang kalian rasakan setelah menyelesaikan sirkuit? Apakah tubuh kalian
menjadi lebih hangat?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa berjalan dan berlari dapat digabungkan menjadi
aktivitas yang seru dan menyehatkan.
● Tindak Lanjut: Menugaskan peserta didik untuk mencoba membuat gambar sirkuit
sederhana di buku.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 4 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Kombinasi Gerak Lokomotor dengan Melompat
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: "Selain berjalan dan berlari, gerakan apa lagi yang membuat kita pindah
tempat?" (Mengarahkan ke jawaban 'lompat').
● Motivasi: Menunjukkan gambar atlet lompat jauh atau lompat tinggi.
● Pemanasan: Lompat katak secara individu dan berpasangan.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mencontohkan teknik dasar melompat (tolakan dua kaki) dan
meloncat (tolakan satu kaki), serta mendarat yang aman (menekuk lutut).
● Mencoba: Peserta didik berlatih melompat di tempat, melompat ke depan, dan melompat
ke atas.
● Aktivitas 1: Permainan "Bola Warna". Peserta didik berjalan, lalu berlari, kemudian
melompat sejauh-jauhnya melewati rintangan kardus untuk mengambil bola di
keranjang.
● Aktivitas 2: Permainan "Menyusun Menara". Mirip dengan aktivitas 1, namun setelah
melompati rintangan, peserta didik melompat setinggi-tingginya untuk menaruh
pecahan genteng/balok kayu untuk menyusun menara.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Tinggi dan lebar rintangan disesuaikan. Peserta didik yang takut bisa
memulai tanpa rintangan.
○ Produk: Pemenang adalah kelompok yang paling cepat mengumpulkan bola atau
menyusun menara tertinggi, dengan tetap memperhatikan teknik lompatan yang
benar.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa bedanya melompat jauh dan melompat tinggi? Bagian tubuh apa yang
harus kuat?"
● Rangkuman: Guru menyimpulkan pentingnya tolakan dan pendaratan yang aman dalam
melompat.
● Tindak Lanjut: Mendorong peserta didik bermain lompat tali di rumah.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 5 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Aplikasi Gerak Lokomotor dalam Permainan Rintangan
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengingat semua gerakan yang sudah dipelajari: berjalan, berlari, dan
melompat.
● Motivasi: "Hari ini adalah puncak petualangan kita! Kita akan gabungkan semua
keahlian kita untuk melewati rintangan terakhir!"
● Pemanasan: Permainan kejar-kejaran dengan area terbatas.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengomunikasikan: Guru menjelaskan aturan permainan rintangan yang
menggabungkan semua elemen.
● Aktivitas Lomba Rintangan: Peserta didik dibagi dalam beberapa tim dan berkompetisi
secara estafet.
1. Start dengan berlari zig-zag melewati kerucut.
2. Berjalan di atas balok keseimbangan (bisa diganti dengan garis kapur).
3. Melompati beberapa gawang rendah (dari kardus atau paralon).
4. Berlari cepat kembali ke garis start untuk tos dengan teman berikutnya.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Tim yang anggotanya membutuhkan bantuan boleh dibantu oleh guru atau
teman yang sudah selesai.
○ Produk: Penilaian akhir (sumatif) berupa observasi performa: kemampuan
mengikuti instruksi, teknik dasar gerakan, serta sikap sportifitas dan kerja sama.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Memberikan apresiasi kepada semua tim. "Bagian mana yang paling seru? Apa
yang membuat tim kalian hebat?"
● Rangkuman: Mengulas kembali semua jenis gerak lokomotor yang telah dipelajari dan
manfaatnya.
● Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik umum tentang perkembangan kelas selama 5
pertemuan.
● Penutup: Pendinginan, doa, dan mengembalikan peralatan bersama-sama.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal pertemuan pertama, menanyakan kepada peserta didik apakah
mereka bisa melakukan dan mencontohkan gerak berjalan, berlari, dan melompat.
● Kuis Singkat: Memberikan lembar asesmen awal sederhana dengan pertanyaan seperti
"Saya bisa berlari cepat" (Ya/Tidak).
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Seputar materi yang sedang dibahas, seperti "Mengapa saat berlari tangan
kita harus diayun?"
● Diskusi Kelompok: Mengamati partisipasi dan ide peserta didik saat merancang strategi
untuk permainan estafet.
● Observasi: Guru menggunakan lembar ceklis untuk mengamati:
○ Kesesuaian teknik dasar (misal: pendaratan saat melompat).
○ Partisipasi aktif dalam permainan.
○ Kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
● Produk (Proses):
○ Kemampuan melakukan variasi berjalan dengan benar.
○ Kemampuan melakukan kombinasi lari dan lompat melewati rintangan.
○ Menunjukkan semangat dan tidak mudah menyerah.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Penugasan: Peserta didik diminta menggambar sebuah lintasan rintangan sederhana
yang melibatkan minimal 3 jenis gerak lokomotor.
● Praktik (Kinerja):
○ Tes Keterampilan: Peserta didik secara individu melakukan rangkaian gerak pada
sirkuit atau permainan rintangan di pertemuan terakhir.
○ Kriteria Penilaian: Kelancaran gerakan, kesesuaian teknik, dan kecepatan waktu
(sebagai komponen tambahan).
● Tes Tertulis: Memberikan beberapa soal pilihan ganda atau benar/salah sederhana,
contoh:
1. Gerakan berpindah tempat disebut gerak... (a. Lokomotor, b. Non-lokomotor)
2. Saat berlari, ada momen kedua kaki melayang di udara. (Benar/Salah)
I. LKPD
Kegiatan 1 – Mengamati
Gerak lokomotor adalah gerakan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain.
Contoh gerak lokomotor:
Berjalan
Berlari
Melompat
Meloncat
Merangkak
Berjingkat
Berlari zig-zag
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang dimaksud dengan gerak lokomotor?
Jawab: ______________________________________
2. Sebutkan empat contoh gerak lokomotor!
a. __________________________
b. __________________________
c. __________________________
d. __________________________
3. Mengapa gerak lokomotor penting dalam olahraga?
Jawab: ______________________________________
Kegiatan 2 – Praktik Gerakan
Lakukan gerakan berikut bersama guru!
Sudah Dilakukan
No Gerakan
(✓)
Berjalan lurus ke
1 ☐
depan
2 Berlari kecil ☐
3 Melompat ke depan ☐
4 Berlari zig-zag ☐
5 Berjingkat ☐
6 Merangkak ☐
7 Meloncat ☐
Kegiatan 3 – Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar!
1. Gerakan berpindah tempat disebut ....
a. lokomotor
b. nonlokomotor
c. manipulatif
2. Contoh gerakan lokomotor adalah ....
a. berjalan
b. berdiri
c. duduk
3. Berlari menggunakan ....
a. kaki
b. tangan
c. kepala
4. Melompat termasuk gerakan ....
a. berpindah tempat
b. diam
c. duduk
5. Merangkak menggunakan ....
a. tangan dan kaki
b. kaki saja
c. tangan saja
6. Gerakan berjingkat dilakukan dengan ....
a. ujung kaki
b. tangan
c. kepala
7. Berlari zig-zag dilakukan dengan cara ....
a. berbelok-belok
b. diam
c. duduk
8. Gerakan lokomotor membantu melatih ....
a. kekuatan dan kelincahan
b. tidur
c. membaca
9. Saat melakukan olahraga kita harus ....
a. berhati-hati
b. saling mendorong
c. berebut
10. Olahraga membuat tubuh menjadi ....
a. sehat
b. sakit
c. lemah
Kegiatan 4 – Isian Singkat
1. Gerakan berpindah tempat disebut gerak __________.
2. Berlari menggunakan __________.
3. Melompat dilakukan dengan __________.
4. Merangkak menggunakan __________ dan __________.
5. Gerakan berjingkat menggunakan __________ kaki.
6. Olahraga membuat tubuh menjadi __________.
7. Gerakan berjalan termasuk latihan __________.
8. Saat olahraga kita harus __________ aturan.
9. Gerakan zig-zag melatih __________ tubuh.
10. Tubuh yang sehat membuat kita mudah __________.
Kegiatan 5 – Benar atau Salah
Tuliskan B (Benar) atau S (Salah)!
1. ___ Berjalan termasuk gerakan lokomotor.
2. ___ Duduk termasuk gerakan lokomotor.
3. ___ Berlari menggunakan kaki.
4. ___ Merangkak menggunakan tangan dan kaki.
5. ___ Gerakan melompat termasuk gerak lokomotor.
6. ___ Berjingkat dilakukan dengan ujung kaki.
7. ___ Gerakan lokomotor tidak berpindah tempat.
8. ___ Olahraga membuat tubuh sehat.
Kegiatan 6 – Menjodohkan
Pasangkan gerakan dengan bagian tubuh yang digunakan!
No Gerakan Bagian Tubuh
1 Berjalan a. Tangan dan kaki
2 Berlari b. Kaki
3 Merangkak c. Kaki
4 Melompat d. Kaki
Jawaban:
1.
2.
3.
4.
Kegiatan 7 – Uraian
Jawablah dengan benar!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan gerak lokomotor!
2. Sebutkan lima contoh gerakan lokomotor!
3. Apa manfaat melakukan gerakan lokomotor bagi tubuh?
Refleksi
Bagaimana perasaanmu setelah melakukan gerakan lokomotor?
☐ Senang
☐ Lelah
☐ Biasa saja
Tuliskan alasanmu:
Penilaian Guru
Aspek Nilai
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
Guru: ______________________
Mengetahui, Ensatu, 8 Juli 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
BUDI IRAWAN, S. PdI FARID ALAMSYAH
NIY. 19862005010008 NIY.-
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
PJOK KELAS III FASE B
INFORMASI UMUM
IDENTITAS SEKOAH
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Fase / Semester : III / B / GANJIL
Alokasi Waktu : 8 JP (4 KALI PERTEMUAN)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Materi pokok : AKTIVITAS POLA GERAK DASAR NONLOKOMOTOR
Bab : 1I
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik sudah dapat menggerakkan anggota tubuhnya seperti
tangan dan kaki di tempat (misalnya, melambai, bertepuk tangan) dalam kegiatan sehari-
hari.
● Minat: Peserta didik antusias dalam kegiatan peregangan dan permainan yang tidak
memerlukan banyak perpindahan tempat, terutama yang diiringi musik atau cerita.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari lingkungan yang beragam, dengan tingkat
pemahaman dan kontrol tubuh yang berbeda-beda.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Memerlukan contoh visual yang jelas dari guru tentang cara memutar,
mengayun, dan menekuk badan dengan postur yang benar.
○ Auditori: Membutuhkan aba-aba dan hitungan yang jelas untuk menyamakan ritme
gerakan, serta penjelasan verbal tentang bagian tubuh mana yang harus digerakkan.
○ Kinestetik: Perlu merasakan langsung sensasi peregangan pada otot dan kelenturan
pada sendi saat melakukan setiap gerakan.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami konsep gerak dasar nonlokomotor (bergerak di tempat) dan
mengidentifikasi jenis-jenisnya seperti memutar, mengayun, menekuk, dan meliuk.
○ Prosedural: Mampu melakukan variasi gerakan nonlokomotor dengan koordinasi
dan rentang gerak yang baik dan aman.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Gerakan nonlokomotor sangat
penting untuk kelenturan tubuh, peregangan otot setelah duduk lama, serta menjadi dasar
dalam banyak tarian dan aktivitas senam.
● Tingkat Kesulitan: Rendah. Materi ini berfokus pada kontrol dan kesadaran tubuh di
ruang personal, yang umumnya lebih mudah dikuasai daripada gerak lokomotor yang
kompleks.
● Struktur Materi: Dimulai dari gerakan-gerakan sederhana pada satu sendi (mengayun
lengan), dilanjutkan dengan gerakan yang melibatkan batang tubuh (meliuk,
membungkuk), dan diakhiri dengan kombinasi dalam permainan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengajarkan pentingnya kesabaran, kehati-hatian dalam
bergerak, menghargai batas kemampuan tubuh, dan disiplin dalam mengikuti instruksi
untuk keselamatan.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Mengajak peserta didik merawat tubuh sebagai bentuk rasa syukur melalui gerakan
peregangan yang menyehatkan.
● Kewargaan: Menghargai ruang pribadi teman saat melakukan gerakan agar tidak saling
bersenggolan atau mengganggu.
● Penalaran Kritis: Mendorong peserta didik merasakan bagian otot mana yang tertarik
saat melakukan peregangan, sehingga memahami fungsi gerakan tersebut.
● Kreativitas: Memberi kebebasan untuk merangkai beberapa gerakan nonlokomotor
sederhana menjadi sebuah tarian pendek atau gerakan pemanasan.
● Kolaborasi: Melakukan gerakan secara serempak dan kompak dalam satu kelompok,
mengikuti irama yang sama.
● Kemandirian: Melatih peserta didik untuk melakukan gerakan pemanasan atau
pendinginan sederhana secara mandiri dan benar.
● Kesehatan: Menanamkan kesadaran akan pentingnya kelenturan sendi dan otot untuk
mencegah cedera dan menjaga postur tubuh.
● Komunikasi: Menggunakan bahasa tubuh untuk mengekspresikan gerakan dan
memahami isyarat non-verbal dari guru atau teman.
DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Terampil Bergerak
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang
baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan
memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak..
Belajar Melalui Gerak
Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan peraturan
untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan berpartisipasi secara
positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.
Bergaya Hidup Aktif
Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang
menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan..
Memilih Hidup yang Menyehatkan
Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidupdan berbagai aktivitas jasmani untuk
pencegahannya; mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi
kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari; dan mempraktikkan penanganan cedera
ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1 - 2: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan variasi pola
gerak dasar mengayun dan meliukkan badan dengan benar. (6 JP)
● Pertemuan 3 - 4: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan variasi pola
gerak dasar membungkuk dan menekuk dengan rentang gerak yang baik. (6 JP)
● Pertemuan 5: Peserta didik mampu mengombinasikan beberapa pola gerak dasar
nonlokomotor dalam bentuk permainan sederhana. (3 JP)
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gerak dasar nonlokomotor.
2. Peserta didik dapat mempraktikkan gerakan mengayun lengan ke berbagai arah (atas,
samping, belakang).
3. Peserta didik dapat mempraktikkan gerakan meliukkan badan ke samping dan memutar
pinggang.
4. Peserta didik dapat mempraktikkan gerakan membungkukkan badan dengan benar.
5. Peserta didik dapat mempraktikkan gerakan menekuk persendian tubuh (lutut, siku).
6. Peserta didik dapat mengikuti permainan yang mengintegrasikan gerak nonlokomotor.
7. Peserta didik dapat menunjukkan kehati-hatian dan menjaga keselamatan saat melakukan
gerakan.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Gerakan peregangan sebelum berolahraga, menirukan gerakan pohon tertiup angin (meliuk),
mengambil benda yang jatuh (membungkuk), dan gerakan dalam senam pagi.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pengajaran Langsung (Direct Instruction), Pembelajaran
Berbasis Tugas (Task-Based Learning).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk bernapas dengan teratur dan
merasakan setiap tarikan otot saat melakukan peregangan.
○ Meaningful Learning: Guru menjelaskan bahwa gerakan-gerakan ini membantu
tubuh agar tidak kaku setelah lama duduk di kelas.
○ Joyful Learning: Menggunakan musik yang riang, cerita imajinatif (menjadi pohon,
menjadi robot), dan permainan untuk membuat aktivitas lebih menyenangkan.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Imitasi (Meniru), Latihan, Permainan.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menawarkan pilihan tingkat kelenturan, misalnya "Coba
sentuh lututmu, jika bisa, coba sentuh ujung kakimu".
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik bisa berlatih sambil duduk jika keseimbangannya
belum baik. Guru memberikan bantuan fisik (memegang) bagi yang memerlukan.
○ Diferensiasi Produk: Penilaian fokus pada kemauan mencoba dan peningkatan
kelenturan pribadi, bukan membandingkan dengan teman lain.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Mengajak guru kelas untuk menyisipkan gerakan peregangan
nonlokomotor singkat di sela-sela pelajaran di kelas (ice breaking).
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menugaskan peserta didik untuk memimpin
peregangan sederhana bersama anggota keluarga di rumah.
● Mitra Digital: Memanfaatkan video senam anak dari internet sebagai variasi kegiatan.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Menggunakan ruang yang cukup luas (lapangan atau aula) agar setiap anak
memiliki ruang gerak personal yang aman dan tidak saling bersentuhan. Lantai harus
bersih dan tidak licin.
● Ruang Virtual: Menampilkan gambar-gambar anatomi sederhana tentang otot dan sendi
yang sedang dilatih untuk memberikan pemahaman visual.
● Budaya Belajar: Menciptakan suasana yang tenang dan fokus saat peregangan, namun
tetap santai dan positif. Menekankan bahwa setiap tubuh itu unik dan memiliki tingkat
kelenturan yang berbeda.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Memutar berbagai jenis musik (lambat untuk peregangan, cepat untuk gerakan yang
lebih dinamis) dari perangkat audio.
● Menggunakan aplikasi metronom untuk melatih gerakan sesuai ketukan.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Gerak Mengayun Lengan dan Meliukkan Badan
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: "Coba lambaikan tangan ke temanmu! Itu adalah contoh gerakan mengayun.
Hari ini kita akan belajar berbagai gerakan mengayun lainnya."
● Motivasi: Guru menjelaskan bahwa gerakan ini membuat bahu dan pinggang kita tidak
pegal.
● Pemanasan: Permainan "Jongkok-Berdiri Bergantian". Peserta didik membentuk
lingkaran, saling berpegangan tangan. Saat hitungan ganjil, anak laki-laki jongkok,
perempuan berdiri. Saat hitungan genap, sebaliknya.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan gerak mengayun kedua lengan ke atas, ke
samping, dan ke belakang. Kemudian dilanjutkan dengan gerakan meliukkan badan ke
kanan dan ke kiri.
● Mencoba: Peserta didik membuat barisan dengan jarak yang cukup, lalu menirukan
gerakan guru secara perlahan dengan hitungan.
● Aktivitas 1 (Mengayun): Peserta didik mempraktikkan ayunan lengan dengan hitungan
2x8.
● Aktivitas 2 (Meliuk): Peserta didik berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu, tangan di
pinggang, lalu meliukkan badan ke samping kanan dan kiri, juga memutar pinggang.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang kesulitan menjaga keseimbangan saat meliuk boleh
berpegangan pada dinding atau kursi.
○ Produk: Guru menilai kebenaran arah gerakan dan kemauan siswa untuk mencoba
melakukan gerakan dengan rentang maksimalnya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Bagian tubuh mana yang terasa ditarik saat kita meliuk?"
● Rangkuman: Guru dan peserta didik menyimpulkan manfaat gerakan mengayun dan
meliuk.
● Tindak Lanjut: Meminta peserta didik mencoba mengayunkan lengan saat bangun tidur.
● Penutup: Pendinginan ringan dan doa.
PERTEMUAN 2 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Kombinasi Gerak Mengayun dan Meliuk
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulang gerakan mengayun dan meliuk dari pertemuan sebelumnya.
● Motivasi: "Hari ini kita akan menjadi pohon yang tertiup angin sepoi-sepoi dan angin
kencang!"
● Pemanasan: Peregangan statis bagian leher, bahu, dan pinggang.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Menalar: Guru mengajak peserta didik berpikir bagaimana jika gerakan meliuk
dikombinasikan dengan tangan yang terayun ke atas.
● Mencoba: Peserta didik mempraktikkan gerakan meliukkan badan sambil berputar. Kaki
dibuka, tangan lurus ke atas, lalu badan diliukkan memutar dari kiri ke depan, kanan,
belakang, dan kembali.
● Aktivitas 1: Melakukan gerakan meliukkan badan sambil berputar diiringi musik
bertempo lambat.
● Aktivitas 2: Meregangkan otot lengan. Peserta didik mengaitkan jari-jari tangan, lalu
mendorongnya ke atas, ke depan, dan ke belakang sambil meliukkan badan.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Memberikan pilihan: meliuk dengan tangan di pinggang (lebih mudah) atau
dengan tangan di atas (lebih sulit).
○ Produk: Mengamati kemampuan peserta didik dalam mengoordinasikan gerakan
tangan dan badan secara bersamaan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Diskusi tentang perbedaan rasa saat gerakan dilakukan perlahan dan cepat.
● Rangkuman: Guru menegaskan bahwa kombinasi gerakan melatih koordinasi tubuh.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 3 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Gerak Membungkuk dan Menekuk
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Guru menjatuhkan spidol. "Bagaimana cara mengambil spidol ini dengan
benar?" (Mengarahkan ke gerakan membungkuk/jongkok).
● Motivasi: Menjelaskan bahwa membungkuk dan menekuk yang benar bisa mencegah
sakit punggung.
● Pemanasan: Permainan "Simon Berkata". Guru memberi instruksi "Simon berkata tekuk
lutut", "Simon berkata sentuh bahu", dll.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan gerakan membungkukkan badan (kaki lurus,
mencoba menyentuh jari kaki) dan berbagai gerakan menekuk (menekuk lutut, menekuk
siku).
● Mencoba: Peserta didik berlatih gerakan membungkuk secara perlahan untuk merasakan
peregangan di belakang kaki.
● Aktivitas 1 (Membungkuk): Peserta didik berdiri, lalu membungkuk perlahan, ditahan
8 hitungan, lalu kembali tegak. Diulang beberapa kali.
● Aktivitas 2 (Menekuk): Peserta didik melakukan serangkaian gerakan menekuk kaki:
menekuk lutut ke dada, menekuk kaki ke belakang, dan duduk bersila atau bersimpuh.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang tidak bisa menyentuh kaki saat membungkuk, cukup
menyentuh sejauh yang mereka bisa tanpa memaksa.
○ Produk: Fokus penilaian adalah pada usaha dan cara melakukan gerakan yang aman
(punggung tidak terlalu melengkung).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa bedanya menekuk lutut dan membungkuk?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa gerakan ini penting untuk kelenturan otot punggung
dan kaki.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 4 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Lanjutan Gerak Menekuk
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulang gerakan menekuk lutut dari pertemuan sebelumnya.
● Motivasi: "Selain lutut, bagian mana lagi dari tubuh kita yang bisa ditekuk?"
(Mengarahkan ke perut/punggung).
● Pemanasan: Peregangan dinamis ringan.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru memperkenalkan gerakan menekuk perut atau punggung dalam posisi
duduk dan berbaring, seperti back-up dan sikap jembatan (dengan bantuan).
● Mencoba: Peserta didik mencoba gerakan-gerakan tersebut di atas matras untuk
keamanan.
● Aktivitas 1: Latihan back-up sederhana. Peserta didik telungkup, tangan di belakang
kepala, lalu mengangkat dada sedikit dari matras. Dilakukan secara berpasangan di mana
satu teman memegangi kaki.
● Aktivitas 2: Latihan awal sikap jembatan. Peserta didik berbaring telentang, menekuk
lutut, lalu mengangkat pinggul ke atas.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Guru memberikan bantuan penuh pada peserta didik yang mencoba sikap
jembatan. Bagi yang belum siap, cukup mengangkat pinggul saja.
○ Produk: Menilai keberanian siswa untuk mencoba dan mengikuti instruksi
keselamatan dengan cermat.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Gerakan mana yang paling menantang hari ini? Mengapa?"
● Rangkuman: Menegaskan pentingnya kekuatan otot perut dan punggung yang dilatih
melalui gerakan menekuk.
● Penutup: Pendinginan dengan relaksasi dan doa.
PERTEMUAN 5 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Aplikasi Gerak Nonlokomotor dalam Permainan
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulas semua gerakan nonlokomotor yang telah dipelajari: mengayun,
meliuk, membungkuk, menekuk.
● Motivasi: "Ayo kita gunakan semua gerakan super kita dalam sebuah permainan seru!"
● Pemanasan: Menirukan gerakan hewan (ular-meliuk, jerapah-meregang, monyet-
mengayun).
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengomunikasikan: Guru menjelaskan aturan permainan "Paku Gelang" dan "Ikuti
Perintah".
● Aktivitas 1 (Paku Gelang): Peserta didik berbaris menyamping. Mereka mengoper
gelang (simpai) secara beranting dengan meliukkan badan. Orang terakhir harus
membungkuk untuk memasukkan gelang ke botol target.
● Aktivitas 2 (Ikuti Perintah): Satu anak menjadi pemimpin di tengah lingkaran.
Pemimpin memberi perintah gerakan nonlokomotor (contoh: "tekuk lutut kanan!",
"ayunkan tangan kiri!"). Siapa yang salah melakukan gerakan, berganti menjadi
pemimpin.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Dalam permainan "Paku Gelang", jarak target bisa disesuaikan. Dalam
permainan "Ikuti Perintah", pemimpin bisa memberikan perintah yang lebih
sederhana atau kompleks.
○ Produk: Penilaian sumatif berupa observasi: kemampuan mengombinasikan
gerakan, kecepatan merespon instruksi, dan partisipasi yang antusias.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Permainan mana yang paling kalian sukai? Gerakan apa yang paling sering
digunakan?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa gerak nonlokomotor bisa dirangkai menjadi
permainan yang asyik dan menyehatkan.
● Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik positif terhadap perkembangan kelenturan
dan koordinasi peserta didik.
● Penutup: Pendinginan, doa, dan merapikan peralatan.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal bab, menanyakan "Siapa yang bisa menyentuh ujung jari kakinya
tanpa menekuk lutut?" untuk mengukur kelenturan awal.
● Kuis Singkat: Memberikan pertanyaan lisan: "Sebutkan satu contoh gerakan yang tidak
berpindah tempat!"
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Di sela-sela kegiatan, bertanya "Mengapa kita harus pemanasan sebelum
melakukan gerakan meliuk?"
● Diskusi Kelompok: Mengamati cara peserta didik bekerja sama saat permainan "Paku
Gelang".
● Observasi: Menggunakan lembar ceklis untuk menilai:
○ Kelenturan (rentang gerak saat membungkuk atau meliuk).
○ Koordinasi (kesesuaian gerakan dengan instruksi).
○ Sikap (kehati-hatian dan keseriusan saat mencoba gerakan).
● Produk (Proses):
○ Kemampuan melakukan gerakan mengayun lengan dengan ritme.
○ Peningkatan jangkauan saat membungkukkan badan.
○ Keberanian mencoba gerakan baru seperti back-up sederhana.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Tugas: Meminta peserta didik secara berkelompok membuat 3 rangkaian gerakan
peregangan nonlokomotor sederhana (misalnya: ayun tangan, liukkan badan,
bungkukkan badan) untuk pendinginan.
● Praktik (Kinerja):
○ Tes Keterampilan: Peserta didik mengikuti permainan "Ikuti Perintah" di
pertemuan terakhir.
○ Kriteria Penilaian: Kemampuan merespon dan melakukan berbagai instruksi
gerakan nonlokomotor dengan benar dan cepat.
● Tes Tertulis: Memberikan beberapa soal singkat, contoh:
1. Gerakan meliukkan badan berpusat pada... (a. Bahu, b. Pinggang, c. Lutut)
2. Menyentuh ujung kaki adalah contoh gerakan... (a. Menekuk, b. Membungkuk)
I. LKPD
Kegiatan 1 – Mengamati
Gerak nonlokomotor adalah gerakan yang tidak berpindah tempat.
Contoh gerak nonlokomotor:
Membungkuk
Memutar badan
Mengayun tangan
Menekuk lutut
Meregangkan tangan
Mendorong
Menarik
Memutar kepala
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang dimaksud dengan gerak nonlokomotor?
Jawab: ______________________________________
2. Sebutkan empat contoh gerakan nonlokomotor!
a. __________________________
b. __________________________
c. __________________________
d. __________________________
3. Mengapa gerak nonlokomotor penting dalam olahraga?
Jawab: ______________________________________
Kegiatan 2 – Praktik Gerakan
Lakukan gerakan berikut bersama guru!
No Gerakan Sudah Dilakukan (✓)
1 Mengayun tangan ☐
2 Membungkukkan badan ☐
3 Memutar badan ☐
4 Menekuk lutut ☐
5 Meregangkan tangan ☐
6 Menarik tangan ☐
7 Mendorong tangan ke depan ☐
Kegiatan 3 – Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar!
1. Gerakan yang tidak berpindah tempat disebut ....
a. lokomotor
b. nonlokomotor
c. manipulatif
2. Contoh gerakan nonlokomotor adalah ....
a. berlari
b. melompat
c. memutar badan
3. Mengayun tangan termasuk gerakan ....
a. nonlokomotor
b. berjalan
c. berlari
4. Membungkuk dilakukan dengan ....
a. badan
b. kaki
c. telinga
5. Menekuk lutut menggunakan bagian tubuh ....
a. lutut
b. tangan
c. kepala
6. Memutar badan dilakukan di ....
a. tempat yang sama
b. tempat berbeda
c. lapangan lain
7. Mendorong dan menarik termasuk gerakan ....
a. nonlokomotor
b. lokomotor
c. permainan
8. Peregangan bertujuan agar tubuh menjadi ....
a. lentur
b. kaku
c. sakit
9. Saat melakukan olahraga kita harus ....
a. tertib
b. berebut
c. mendorong teman
10. Gerakan nonlokomotor dilakukan tanpa ....
a. berpindah tempat
b. bergerak
c. berdiri
Kegiatan 4 – Isian Singkat
1. Gerakan tanpa berpindah tempat disebut __________.
2. Membungkuk menggunakan bagian __________.
3. Memutar badan termasuk gerakan __________.
4. Menekuk lutut menggunakan __________.
5. Peregangan membuat tubuh menjadi __________.
6. Gerakan mendorong menggunakan __________.
7. Gerakan menarik menggunakan __________.
8. Gerakan nonlokomotor dilakukan di __________ yang sama.
9. Olahraga membuat tubuh menjadi __________.
10. Saat olahraga kita harus __________ aturan.
Kegiatan 5 – Benar atau Salah
Tuliskan B (Benar) atau S (Salah)!
1. ___ Membungkuk termasuk gerakan nonlokomotor.
2. ___ Berlari termasuk gerakan nonlokomotor.
3. ___ Mengayun tangan termasuk gerakan nonlokomotor.
4. ___ Memutar badan dilakukan tanpa berpindah tempat.
5. ___ Peregangan membuat tubuh menjadi lentur.
6. ___ Menekuk lutut termasuk gerakan nonlokomotor.
7. ___ Gerakan nonlokomotor selalu berpindah tempat.
8. ___ Olahraga membuat tubuh sehat.
Kegiatan 6 – Menjodohkan
Pasangkan gerakan dengan bagian tubuh yang digunakan!
No Gerakan Bagian Tubuh
1 Mengayun a. Lutut
2 Menekuk b. Tangan
3 Membungkuk c. Badan
4 Memutar d. Badan
Jawaban:
1.
2.
3.
4.
Kegiatan 7 – Uraian
Jawablah dengan benar!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan gerak nonlokomotor!
2. Sebutkan lima contoh gerakan nonlokomotor!
3. Apa manfaat melakukan gerakan nonlokomotor bagi tubuh?
Refleksi
Bagaimana perasaanmu setelah melakukan gerakan nonlokomotor?
☐ Senang
☐ Lelah
☐ Biasa saja
Tuliskan alasanmu:
Penilaian Guru
Aspek Nilai
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
Guru: ______________________
Mengetahui, Ensatu, 8 Juli 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
BUDI IRAWAN, S. PdI FARID ALAMSYAH
NIY. 19862005010008 NIY.-
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
PJOK KELAS III FASE B
INFORMASI UMUM
IDENTITAS SEKOAH
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Fase / Semester : III / B / GANJIL
Alokasi Waktu : 8 JP (4 KALI PERTEMUAN)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Materi pokok : AKTIVITAS POLA GERAK DASAR MANIPULATIF
Bab : III
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik memiliki pengalaman dasar dalam melempar,
menangkap, dan menendang bola dalam konteks bermain bebas.
● Minat: Peserta didik sangat berminat pada permainan yang menggunakan alat, terutama
bola. Adanya objek eksternal meningkatkan fokus dan motivasi mereka untuk bergerak.
● Latar Belakang: Kemampuan koordinasi tangan-mata dan kaki-mata peserta didik
bervariasi. Beberapa sudah terbiasa dengan permainan bola, sementara yang lain
mungkin masih dalam tahap pengenalan.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan peragaan yang jelas tentang cara memegang, melempar, dan
menendang bola dengan postur tubuh yang benar.
○ Auditori: Memerlukan instruksi verbal yang spesifik, seperti "pandangan ke arah
target" atau "gunakan bagian dalam kaki".
○ Kinestetik: Perlu banyak pengulangan (repetisi) untuk melatih feeling (rasa) saat
melempar atau menendang bola agar sesuai target.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami konsep gerak manipulatif (mengontrol objek), serta tujuan
dari berbagai teknik melempar, menangkap, dan menendang.
○ Prosedural: Mampu menerapkan prosedur gerak yang benar untuk melempar bola
dengan akurat, menangkap bola dengan aman, dan menendang bola dengan tenaga
yang terkontrol.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Keterampilan manipulatif adalah
dasar untuk dapat berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga populer seperti kasti,
bola basket, bola voli, dan sepak bola.
● Tingkat Kesulitan: Sedang. Kesulitan terletak pada kebutuhan untuk mengoordinasikan
gerakan tubuh dengan objek yang bergerak (bola).
● Struktur Materi: Materi disusun secara progresif, dimulai dari gerakan statis (di
tempat), dilanjutkan dengan gerakan dinamis (sambil bergerak), dan diakhiri dengan
penerapan dalam situasi permainan yang lebih kompleks.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai kerja sama (saat mengoper), tanggung
jawab (tidak melempar bola sembarangan), sportivitas, dan kejujuran dalam permainan.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Mengajarkan untuk bermain secara jujur dan tidak mencederai teman sebagai wujud
akhlak yang baik.
● Kewargaan: Mematuhi aturan permainan yang telah disepakati bersama untuk
menciptakan permainan yang adil dan menyenangkan.
● Penalaran Kritis: Mendorong peserta didik untuk menentukan jenis lemparan atau
tendangan yang paling efektif berdasarkan jarak teman atau target.
● Kreativitas: Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba berbagai
variasi lemparan atau tendangan dalam situasi permainan.
● Kolaborasi: Melatih kemampuan untuk memberi dan menerima operan dari teman satu
tim untuk mencapai tujuan bersama.
● Kemandirian: Melatih kemampuan individu dalam mengontrol bola dan berani
mengambil inisiatif saat bermain.
● Kesehatan: Memahami bahwa permainan yang menggunakan keterampilan manipulatif
adalah cara yang baik untuk melatih kekuatan, ketangkasan, dan kesehatan jantung.
● Komunikasi: Menggunakan isyarat (verbal dan non-verbal) untuk meminta atau
memberi operan bola kepada teman.
DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Terampil Bergerak
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang
baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan
memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak..
Belajar Melalui Gerak
Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan peraturan
untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan berpartisipasi secara
positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.
Bergaya Hidup Aktif
Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang
menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan..
Memilih Hidup yang Menyehatkan
Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidupdan berbagai aktivitas jasmani untuk
pencegahannya; mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi
kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari; dan mempraktikkan penanganan cedera
ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1 - 2: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan variasi pola
gerak dasar melempar dan menangkap bola dengan berbagai formasi. (6 JP)
● Pertemuan 3 - 4: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan variasi pola
gerak dasar menendang dan menahan bola dengan kontrol yang baik. (6 JP)
● Pertemuan 5: Peserta didik mampu mengombinasikan gerak melempar, menangkap,
menendang, dan menahan bola dalam permainan sederhana yang dimodifikasi. (3 JP)
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gerak dasar manipulatif.
2. Peserta didik dapat mempraktikkan gerak melempar bola (melambung, mendatar,
menyusur tanah).
3. Peserta didik dapat mempraktikkan gerak menangkap bola dari berbagai arah lemparan.
4. Peserta didik dapat mempraktikkan gerak menendang bola menggunakan kaki bagian
dalam.
5. Peserta didik dapat mempraktikkan gerak menahan atau menghentikan bola
menggunakan telapak kaki dan kaki bagian dalam.
6. Peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam permainan yang menerapkan keterampilan
manipulatif.
7. Peserta didik dapat menunjukkan sikap kerja sama dan sportif saat bermain dalam
kelompok.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Dasar-dasar permainan bola kasti, bola tangan, dan sepak bola.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Teaching Games for Understanding (TGFU), Pembelajaran
Kooperatif.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik fokus pada kontak tangan atau kaki dengan bola,
serta memperhatikan posisi tubuh saat akan melempar atau menendang.
○ Meaningful Learning: Guru menjelaskan bagaimana setiap latihan melempar atau
menendang akan berguna untuk bisa bermain olahraga yang sesungguhnya.
○ Joyful Learning: Pembelajaran didominasi oleh aktivitas permainan, baik
permainan sederhana maupun permainan modifikasi, untuk menjaga antusiasme.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Latihan (Drill), Resiprokal (Berpasangan),
Permainan.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menggunakan bola dengan ukuran dan berat yang berbeda
(misalnya bola plastik yang lebih ringan untuk pemula).
○ Diferensiasi Proses: Jarak lemparan atau tendangan disesuaikan dengan
kemampuan. Peserta didik yang lebih mahir diberi tantangan tambahan (misalnya
menendang target bergerak).
○ Diferensiasi Produk: Penilaian tidak hanya pada jumlah gol atau lemparan yang
berhasil, tetapi juga pada kemajuan teknik dan partisipasi aktif dalam permainan.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Mengadakan pertandingan persahabatan antar kelas
menggunakan permainan yang telah dimodifikasi.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mendorong peserta didik untuk
memanfaatkan fasilitas umum seperti lapangan untuk bermain bola bersama teman-
teman.
● Mitra Digital: Menonton cuplikan pertandingan olahraga profesional untuk mengamati
teknik-teknik dasar yang digunakan.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Menggunakan lapangan yang luas dan aman, bebas dari benda-benda
berbahaya. Menyediakan gawang mini atau kerucut sebagai target.
● Ruang Virtual: Menampilkan video gerak lambat (slow motion) dari teknik melempar
atau menendang untuk analisis gerakan yang lebih detail.
● Budaya Belajar: Membangun budaya tim yang positif, di mana setiap operan yang baik
diapresiasi dan setiap kesalahan dimaklumi sebagai bagian dari proses belajar.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Menggunakan papan skor digital sederhana di proyektor saat permainan.
● Memutar musik untuk menciptakan suasana yang lebih bersemangat selama latihan.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Gerak Melempar dan Menangkap Bola (Individu & Berpasangan)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: "Siapa yang suka main lempar bola? Bagaimana caranya agar lemparan kita
bisa ditangkap teman?"
● Motivasi: Menjelaskan bahwa melempar dan menangkap adalah kunci dalam banyak
permainan seru.
● Pemanasan: Permainan "Lempar Tangkap Bola". Peserta didik dibagi 2 regu. Tujuannya
adalah melempar bola ke teman satu regu dan berusaha memasukkan bola ke gawang
kecil. Bola tidak boleh dibawa berjalan.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan cara melempar bola kasti (dari bawah ke atas)
dan menangkapnya dengan dua tangan.
● Mencoba (Individu): Peserta didik berlatih melempar bola ke atas lalu menangkapnya
kembali sendiri. Fokus pada koordinasi mata dan tangan.
● Mencoba (Berpasangan): Peserta didik berdiri berhadapan dengan jarak 3-5 meter.
Mereka saling melempar dan menangkap bola setinggi dada secara bergantian.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Jarak antar teman disesuaikan. Pasangan yang sudah lancar bisa mencoba
sambil bergerak maju-mundur. Bagi yang kesulitan, bisa menggunakan bola yang
lebih besar dan lunak.
○ Produk: Menghitung berapa kali berhasil menangkap bola dalam 1 menit untuk
memotivasi diri sendiri.
KEGIATAN PENUTUP (10MENIT)
● Refleksi: "Apa yang harus diperhatikan agar bola mudah ditangkap?" (misal: lemparan
tidak terlalu keras, arahnya pas).
● Rangkuman: Guru menyimpulkan pentingnya posisi tangan dan pandangan mata saat
menangkap bola.
● Tindak Lanjut: Menugaskan untuk berlatih melempar-tangkap dengan anggota keluarga
di rumah.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 2 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Gerak Melempar dan Menangkap Bola (Berkelompok)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulang latihan melempar dan menangkap berpasangan.
● Motivasi: "Hari ini kita akan bermain sebagai sebuah tim. Kerja sama dalam melempar
dan menangkap sangat penting!"
● Pemanasan: Permainan "Kucing-Kucingan Bola". Beberapa anak membentuk lingkaran
dan saling melempar bola, sementara satu anak (kucing) di tengah berusaha merebutnya.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru menjelaskan dan mencontohkan berbagai jenis lemparan (ayunan
atas, samping, bawah) dan cara menangkapnya.
● Aktivitas 1 (Formasi Segitiga/Lingkaran): Peserta didik membentuk kelompok kecil
(3-5 orang) dan berlatih saling mengoper bola dalam formasi segitiga atau lingkaran.
● Aktivitas 2 (Formasi Berbanjar): Dua kelompok berbaris saling berhadapan. Peserta
didik di baris depan melempar bola ke temannya di seberang, lalu berlari pindah ke
barisan belakang.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Kelompok bisa memilih jenis bola (bola kasti/bola tangan) dan jenis
lemparan yang ingin dilatih.
○ Produk: Penilaian berfokus pada kelancaran operan dalam kelompok dan
komunikasi antar teman.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Formasi mana yang paling sulit? Mengapa kerja sama penting dalam aktivitas
ini?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa dalam tim, akurasi lemparan lebih penting daripada
kekuatan.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 3 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Gerak Menendang dan Menahan Bola
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: "Olahraga apa yang paling terkenal di dunia yang menggunakan kaki?"
(Mengarahkan ke sepak bola).
● Motivasi: "Hari ini kita akan belajar menjadi pemain sepak bola yang hebat, dimulai dari
cara menendang dan menahan bola."
● Pemanasan: Peserta didik menggiring bola secara bebas di area terbatas.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan cara menendang bola dengan kaki bagian dalam
(untuk mengoper) dan cara menahan bola dengan telapak kaki dan kaki bagian dalam.
● Mencoba (Berpasangan): Peserta didik berhadapan dengan jarak 4-6 meter, berlatih
menendang dan menahan bola secara bergantian di tempat.
● Aktivitas 1 (Bertiga): Dua peserta didik di ujung, satu di tengah. Peserta didik di tengah
berusaha menerima operan dari satu sisi dan mengopernya ke sisi lain.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang belum terbiasa bisa memulai dengan jarak yang lebih
dekat. Yang sudah mahir bisa mencoba menendang sambil sedikit berlari.
○ Produk: Fokus pada "bola lengket" saat menahan (bola tidak memantul jauh) dan
operan yang menyusur tanah.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Bagian kaki mana yang paling enak untuk mengoper bola ke teman?
Mengapa?"
● Rangkuman: Menegaskan perbedaan fungsi menendang dengan kaki bagian dalam
(akurasi) dan punggung kaki (kekuatan).
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 4 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Aplikasi Gerak Menendang (Menembak ke Gawang)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulang latihan mengoper dan menahan bola secara berpasangan.
● Motivasi: "Setelah bisa mengoper, saatnya kita belajar mencetak gol!"
● Pemanasan: Permainan "Bowling Sepak Bola". Peserta didik menendang bola untuk
menjatuhkan beberapa botol air mineral yang disusun seperti pin bowling.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Menalar: Guru menjelaskan bagaimana posisi badan dan ayunan kaki memengaruhi
kekuatan dan arah tendangan ke gawang.
● Aktivitas 1 (Menendang ke Gawang): Disiapkan beberapa gawang mini. Peserta didik
secara bergiliran berlatih menendang bola ke arah gawang dari titik yang ditentukan.
● Aktivitas 2 (Mengumpan dan Menendang): Dalam kelompok 3 orang (pengumpan,
penendang, penjaga gawang). Pengumpan memberikan operan, lalu penendang langsung
menembak ke gawang. Dilakukan secara bergantian peran.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Jarak tendangan ke gawang bisa bervariasi. Ukuran gawang juga bisa
disesuaikan (lebih besar untuk pemula).
○ Produk: Menghitung jumlah gol yang berhasil diciptakan untuk memotivasi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa rahasianya agar tendangan kita bisa masuk ke gawang?"
● Rangkuman: Menguatkan konsep pentingnya akurasi dan kekuatan yang pas saat
menendang.
● Penutup: Pendinginan, doa, dan merapikan gawang.
PERTEMUAN 5 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Permainan Kombinasi Gerak Manipulatif
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulas semua keterampilan yang sudah dipelajari (melempar, menangkap,
menendang, menahan).
● Motivasi: "Saatnya kita gabungkan semua keahlian kita dalam sebuah pertandingan yang
seru!"
● Pemanasan: Latihan 4 sudut. Peserta didik dibagi di 4 sudut, lalu melakukan operan
silang (bisa dengan tangan atau kaki).
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengomunikasikan: Guru menjelaskan aturan permainan modifikasi, misalnya
"Benteng Bola".
● Aktivitas Permainan "Benteng Bola":
1. Dua tim saling berhadapan di lapangan yang dibagi dua.
2. Setiap tim memiliki beberapa "benteng" (misalnya kerucut besar) di area
belakangnya.
3. Tujuan permainan adalah menjatuhkan benteng lawan.
4. Bola hanya boleh digerakkan dengan cara ditendang dan dioper ke teman (seperti
sepak bola).
5. Namun, untuk menjatuhkan benteng, bola harus diambil dengan tangan lalu
dilempar dari jarak yang ditentukan.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Guru bisa memodifikasi aturan, misalnya "anak perempuan boleh membawa
bola sambil berjalan 3 langkah".
○ Produk: Penilaian sumatif berupa observasi kemampuan menerapkan berbagai
keterampilan manipulatif dalam situasi permainan, serta kemampuan bekerja sama
dalam tim.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Diskusi strategi. "Strategi apa yang tim kalian gunakan? Apa yang berhasil dan
apa yang tidak?"
● Rangkuman: Merangkum kembali semua jenis gerak manipulatif dan pentingnya
memilih teknik yang tepat dalam permainan.
● Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik kepada setiap tim tentang kerja sama dan
sportivitas mereka.
● Penutup: Pendinginan, doa, dan bersalaman antar tim.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal bab, meminta peserta didik untuk mencoba melempar bola ke
dinding dan menendang bola ke teman.
● Kuis Singkat: "Gambar mana yang menunjukkan cara menangkap bola yang benar?"
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: "Kenapa saat menangkap bola tangan kita harus sedikit ditarik ke
belakang?"
● Diskusi Kelompok: Mengamati bagaimana peserta didik merencanakan strategi dalam
permainan "Benteng Bola".
● Observasi: Menggunakan lembar ceklis untuk mengamati:
○ Teknik dasar melempar (ayunan tangan, pelepasan bola).
○ Teknik dasar menendang (posisi kaki tumpu, perkenaan bola).
○ Kemampuan bekerja sama (mau mengoper bola).
● Produk (Proses):
○ Peningkatan akurasi lemparan dan tendangan selama latihan.
○ Kemampuan menahan bola dengan lebih baik (tidak memantul jauh).
○ Partisipasi aktif dalam setiap permainan.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Tugas: Secara berkelompok, membuat satu aturan permainan bola sederhana baru
yang menggabungkan minimal dua gerak manipulatif.
● Praktik (Kinerja):
○ Tes Keterampilan: Peserta didik melakukan serangkaian tugas: melempar bola ke
target, menangkap bola yang dilempar guru, menendang bola ke gawang mini.
○ Kriteria Penilaian: Akurasi, teknik gerakan, dan kontrol terhadap bola.
● Tes Tertulis: Soal singkat seperti:
1. Untuk mengoper bola jarak dekat kepada teman, sebaiknya menggunakan kaki
bagian...
2. Saat menangkap bola yang keras, posisi tangan sebaiknya...
I. LKPD
Kegiatan 1 – Pertanyaan Pemahaman
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang dimaksud dengan gerak manipulatif?
2. Sebutkan tiga contoh gerakan manipulatif!
a. _______________________
b. _______________________
c. _______________________
3. Alat yang sering digunakan dalam gerakan manipulatif adalah __________.
4. Mengapa kita harus berhati-hati saat bermain bola?
5. Sebutkan dua gerakan manipulatif yang menggunakan tangan!
Kegiatan 2 – Praktik Gerakan
Lakukan kegiatan berikut bersama teman!
No Gerakan Sudah Dilakukan (✓)
1 Melempar bola ke teman ☐
2 Menangkap bola ☐
3 Menendang bola ☐
4 Menggiring bola ☐
5 Memantulkan bola ☐
6 Menggelindingkan bola ☐
7 Memukul bola dengan tangan ☐
Kegiatan 3 – Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar!
1. Gerakan yang menggunakan alat disebut ....
a. lokomotor
b. manipulatif
c. nonlokomotor
2. Contoh gerakan manipulatif adalah ....
a. melempar bola
b. berjalan
c. berdiri
3. Menendang bola menggunakan ....
a. tangan
b. kaki
c. kepala
4. Menangkap bola menggunakan ....
a. tangan
b. kaki
c. lutut
5. Menggiring bola dilakukan dengan ....
a. kaki
b. tangan
c. kepala
6. Memantulkan bola dilakukan dengan ....
a. tangan
b. kaki
c. kepala
7. Permainan sepak bola menggunakan gerakan ....
a. manipulatif
b. diam
c. tidur
8. Saat bermain kita harus ....
a. sportif
b. bertengkar
c. berebut
9. Melempar bola dilakukan dengan ....
a. tangan
b. kaki
c. kepala
10. Olahraga membuat tubuh menjadi ....
a. sehat
b. sakit
c. lemah
Kegiatan 4 – Isian Singkat
Isilah titik-titik berikut!
1. Gerakan menggunakan alat disebut __________.
2. Melempar bola menggunakan __________.
3. Menendang bola menggunakan __________.
4. Menangkap bola menggunakan __________.
5. Memantulkan bola menggunakan __________.
6. Menggiring bola biasanya dilakukan dalam permainan __________.
7. Olahraga membuat tubuh __________.
8. Saat bermain kita harus __________ dengan teman.
9. Permainan bola melatih __________ tubuh.
10. Kita harus bermain dengan __________.
Kegiatan 5 – Benar atau Salah
Tuliskan B (Benar) atau S (Salah)!
1. ___ Melempar bola termasuk gerakan manipulatif.
2. ___ Berjalan termasuk gerakan manipulatif.
3. ___ Menangkap bola menggunakan tangan.
4. ___ Menendang bola menggunakan kaki.
5. ___ Memantulkan bola termasuk gerakan manipulatif.
6. ___ Menggiring bola menggunakan kaki.
7. ___ Olahraga membuat tubuh sehat.
8. ___ Saat bermain kita boleh bertengkar.
9. ___ Permainan bola melatih koordinasi tubuh.
10. ___ Gerakan manipulatif menggunakan alat.
Kegiatan 6 – Menjodohkan
Pasangkan gerakan dengan bagian tubuh yang digunakan!
No Gerakan Bagian Tubuh
1 Melempar bola a. Kaki
2 Menendang bola b. Tangan
3 Menangkap bola c. Tangan
4 Menggiring bola d. Kaki
Jawaban:
1.
2.
3.
4.
Kegiatan 7 – Uraian
Jawablah dengan jelas!
1. Jelaskan pengertian gerak manipulatif!
2. Sebutkan lima contoh gerakan manipulatif!
3. Apa manfaat melakukan permainan bola bagi tubuh?
4. Mengapa kita harus bekerja sama saat bermain?
Refleksi
Bagaimana perasaanmu setelah melakukan gerakan manipulatif?
☐ Senang
☐ Lelah
☐ Biasa saja
Tuliskan alasanmu:
Penilaian Guru
Aspek Nilai
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
Guru: ______________________
Mengetahui, Ensatu, 8 Juli 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
BUDI IRAWAN, S. PdI FARID ALAMSYAH
NIY. 19862005010008 NIY.-
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
PJOK KELAS III FASE B
INFORMASI UMUM
IDENTITAS SEKOAH
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Fase / Semester : III / B / GANJIL
Alokasi Waktu : 8 JP (4 KALI PERTEMUAN)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Materi pokok : AKTIVITAS GERAK DOMINAN SENAM
Bab : IV
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik memiliki kemampuan dasar untuk melompat dan
menjaga keseimbangan tubuh dalam posisi diam untuk beberapa saat.
● Minat: Sebagian besar peserta didik tertarik dengan aktivitas yang menantang
keseimbangan dan keberanian, seperti memanjat atau melompat.
● Latar Belakang: Tingkat kelenturan, kekuatan, dan keseimbangan peserta didik
bervariasi. Beberapa mungkin memiliki rasa takut ketinggian atau ragu-ragu dalam
mencoba gerakan baru.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Memerlukan demonstrasi gerakan yang berulang-ulang dan bertahap, dari
yang mudah hingga yang lebih kompleks.
○ Auditori: Membutuhkan instruksi yang jelas, terutama terkait aspek keselamatan,
seperti "tekuk lututmu saat mendarat" atau "pandangan lurus ke depan".
○ Kinestetik: Perlu merasakan langsung posisi tubuh yang stabil saat bertumpu dan
melayang. Bantuan dan sentuhan dari guru (spotting) sangat membantu pemahaman
gerak.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami konsep keseimbangan statis, keseimbangan dinamis,
tumpuan, tolakan, dan pendaratan sebagai pola gerak dominan dalam senam.
○ Prosedural: Mampu melakukan prosedur gerakan keseimbangan (sikap kapal
terbang), sikap lilin, dan lompat kangkang dengan tahapan yang benar dan aman.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Melatih kesadaran tubuh (body
awareness), kontrol motorik, dan keberanian yang berguna untuk mencegah jatuh dan
cedera dalam aktivitas sehari-hari.
● Tingkat Kesulitan: Sedang hingga Tinggi. Materi ini menuntut kombinasi kekuatan,
kelenturan, keseimbangan, dan keberanian. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama.
● Struktur Materi: Materi diajarkan secara bertahap: dimulai dari latihan keseimbangan di
lantai, dilanjutkan dengan gerakan yang lebih kompleks (sikap lilin), dan diakhiri dengan
gerakan berpindah menggunakan alat (lompat kangkang).
● Integrasi Nilai dan Karakter: Menekankan nilai keberanian, kepercayaan diri, disiplin,
mendengarkan instruksi, dan tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan
teman.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menjaga keselamatan diri dan teman saat melakukan aktivitas sebagai wujud
menyayangi sesama ciptaan Tuhan.
● Kewargaan: Mengantre dengan tertib saat akan menggunakan alat dan memberikan
semangat kepada teman yang sedang mencoba.
● Penalaran Kritis: Menganalisis bagaimana posisi lengan atau kaki dapat memengaruhi
keseimbangan tubuh saat melakukan gerakan.
● Kreativitas: Mencoba merangkai beberapa gerakan keseimbangan menjadi sebuah pola
gerak yang indah.
● Kolaborasi: Belajar untuk saling membantu dan memberikan dukungan (spotting) di
bawah pengawasan guru untuk memastikan keamanan teman.
● Kemandirian: Mengembangkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mencoba
melakukan gerakan yang menantang secara individu.
● Kesehatan: Meningkatkan kekuatan otot inti (perut dan punggung), kelenturan, dan
keseimbangan yang merupakan komponen penting dari kebugaran jasmani.
● Komunikasi: Mampu menyampaikan kepada guru jika merasa tidak siap atau takut
melakukan suatu gerakan, serta mendengarkan umpan balik untuk perbaikan.
DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Terampil Bergerak
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak
yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak;
dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak..
Belajar Melalui Gerak
Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan
peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan
berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.
Bergaya Hidup Aktif
Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang
menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan..
Memilih Hidup yang Menyehatkan
Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidupdan berbagai aktivitas jasmani untuk
pencegahannya; mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai
rekomendasi kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari; dan mempraktikkan
penanganan cedera ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1 - 2: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan berbagai variasi
pola gerak dominan keseimbangan statis (bertumpu pada kaki, sikap lilin) dengan kontrol
tubuh yang baik. (6 JP)
● Pertemuan 3 - 4: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan tahapan dasar
pola gerak dominan lompat kangkang (awalan, tolakan, tumpuan tangan, mendarat)
menggunakan alat yang dimodifikasi. (6 JP)
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi pola gerak dominan dalam aktivitas senam.
2. Peserta didik dapat melakukan gerak keseimbangan bertumpu pada satu kaki (sikap
kapal terbang) selama beberapa detik.
3. Peserta didik dapat melakukan tahapan dasar gerak sikap lilin dengan benar.
4. Peserta didik dapat melakukan gerak dasar bertumpu dengan kedua tangan pada boks
senam/rintangan.
5. Peserta didik dapat melakukan gerak melompat melewati rintangan rendah dengan teknik
kaki kangkang.
6. Peserta didik dapat melakukan pendaratan setelah melompat dengan teknik yang aman
(lutut ditekuk).
7. Peserta didik menunjukkan keberanian dan kehati-hatian selama pembelajaran senam.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Gerakan-gerakan dasar dalam senam artistik, parkour, atau tarian yang sering dilihat di
televisi atau media sosial.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pengajaran Langsung (Direct Instruction), Peer Teaching (saling
membantu di bawah pengawasan).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk berkonsentrasi penuh, merasakan
setiap perubahan posisi tubuh, dan mengontrol napas untuk menjaga keseimbangan.
○ Meaningful Learning: Guru menjelaskan bahwa latihan senam ini membangun
fondasi kekuatan dan kelincahan untuk semua jenis olahraga lain.
○ Joyful Learning: Mengubah latihan menjadi tantangan (misal: "siapa bisa bertahan
paling lama?"), menggunakan musik, dan memberikan banyak pujian atas
keberanian siswa untuk mencoba.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Latihan per bagian (Part-whole), Penugasan,
Resiprokal.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan matras dengan ketebalan berbeda. Menggunakan
ketinggian peti lompat yang bervariasi (mulai dari tumpukan kardus yang rendah).
○ Diferensiasi Proses: Memberikan bantuan fisik (spotting) dengan level yang berbeda
sesuai kebutuhan siswa. Ada pos latihan mandiri (keseimbangan) dan pos latihan
dengan bantuan penuh (sikap lilin/lompat).
○ Diferensiasi Produk: Penilaian utama adalah pada kemajuan, teknik yang benar, dan
keberanian mencoba, bukan pada kesempurnaan gerakan.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan ekstrakurikuler senam atau bela diri (jika
ada) untuk mengadakan sesi perkenalan.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mendorong peserta didik untuk mencoba
aktivitas yang melatih keseimbangan seperti bersepeda atau bermain sepatu roda dengan
pengawasan orang tua.
● Mitra Digital: Menampilkan video atlet senam profesional untuk memberikan inspirasi
dan motivasi.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Wajib menggunakan matras senam atau alas empuk lainnya. Pastikan tidak
ada benda keras atau berbahaya di sekitar area latihan. Peralatan harus stabil dan kokoh.
● Ruang Virtual: Menggunakan proyektor untuk menampilkan urutan gerakan (piktogram)
agar mudah diikuti oleh peserta didik.
● Budaya Belajar: Menciptakan budaya "aman untuk gagal". Menekankan bahwa jatuh saat
berlatih itu wajar, yang penting adalah belajar cara jatuh yang aman dan mencoba lagi.
Saling memberi semangat adalah kunci.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Memutar musik instrumental yang tenang untuk sesi latihan keseimbangan guna
membantu konsentrasi.
● Merekam video (dengan izin) upaya siswa untuk dianalisis bersama (umpan balik
visual).
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Keseimbangan Statis Bertumpu pada Kaki
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa: Menekankan pentingnya fokus dan disiplin untuk keselamatan.
● Apersepsi: "Coba berdiri dengan satu kaki. Sulit atau mudah? Hari ini kita akan belajar
trik agar bisa seimbang lebih lama."
● Motivasi: Menjelaskan bahwa keseimbangan yang baik membuat kita tidak mudah jatuh.
● Pemanasan: Permainan "Musang dan Ayam". Satu anak menjadi musang, yang lain
berbaris ke belakang sebagai induk dan anak ayam. Musang mengejar anak ayam paling
belakang, induk ayam merentangkan tangan untuk menghalangi.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan berbagai pose keseimbangan bertumpu satu kaki:
mengangkat kaki ke depan, ke samping, dan ke belakang (sikap kapal terbang).
● Mencoba: Peserta didik mencoba setiap pose, awalnya boleh berpegangan pada dinding
atau bahu teman.
● Aktivitas 1 (Tantangan Keseimbangan): Peserta didik mencoba menahan pose sikap
kapal terbang. Guru menghitung mundur dari 10. Siapa yang berhasil bertahan?
● Aktivitas 2 (Keseimbangan Berpasangan): Saling berhadapan, berpegangan satu tangan,
lalu bersama-sama mencoba mengangkat satu kaki.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Menyediakan tiga level: 1) Keseimbangan dengan berpegangan, 2)
Keseimbangan tanpa berpegangan, 3) Keseimbangan sambil memejamkan mata
sesaat.
○ Produk: Guru menilai kemampuan siswa mempertahankan posisi stabil, bukan hanya
durasi waktu.
KEGIATAN PENUTUP (10MENIT)
● Refleksi: "Apa yang kalian lakukan agar tidak goyang saat berdiri dengan satu kaki?"
(misal: pandangan fokus, tangan direntangkan).
● Rangkuman: Menyimpulkan kunci keseimbangan adalah konsentrasi dan tumpuan yang
kuat.
● Penutup: Pendinginan dengan peregangan kaki dan punggung, lalu doa.
PERTEMUAN 2 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Keseimbangan Statis: Sikap Lilin
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa: Mengulas kembali tentang pentingnya keselamatan.
● Apersepsi: Mengingat kembali latihan keseimbangan minggu lalu.
● Motivasi: "Hari ini kita akan belajar gerakan yang lebih menantang, yaitu membuat
tubuh kita lurus seperti lilin."
● Pemanasan: Peregangan otot leher, punggung, dan perut. Gerakan mengayunkan kaki ke
atas dari posisi berbaring.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan tahapan sikap lilin di atas matras:
1. Tidur telentang, tangan di samping badan.
2. Angkat kedua kaki lurus ke atas.
3. Angkat pinggul, topang dengan kedua tangan.
4. Luruskan badan hingga kaki tegak lurus.
● Mencoba (Bertahap): Peserta didik berlatih per bagian. Tahap pertama hanya
mengangkat kaki. Tahap kedua mencoba mengangkat pinggul.
● Aktivitas (Dengan Bantuan): Guru dan beberapa siswa yang sudah mampu memberikan
bantuan (memegang punggung/kaki) kepada teman yang mencoba. Keselamatan
diutamakan.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Level 1: Hanya mengangkat kaki dan pinggul. Level 2: Mencoba sikap lilin
dengan kaki sedikit ditekuk. Level 3: Mencoba sikap lilin dengan kaki lurus
sempurna.
○ Produk: Penilaian berfokus pada keberanian mencoba dan pemahaman prosedur
yang aman.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Bagian tubuh mana yang paling terasa bekerja saat sikap lilin?"
● Rangkuman: Menegaskan pentingnya tumpuan pada pundak (bukan leher) dan topangan
tangan yang kuat.
● Penutup: Relaksasi dengan posisi berbaring dan mengatur napas, lalu doa.
PERTEMUAN 3 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Pengenalan Lompat Kangkang (Tolakan dan Tumpuan)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: "Siapa yang pernah melompati parit atau bangku kecil?"
● Motivasi: Menjelaskan bahwa hari ini akan belajar cara melompat yang lebih tinggi dan
keren seperti di film action.
● Pemanasan: Lari-lari kecil, dilanjutkan dengan berbagai macam lompatan (lompat di
tempat, lompat katak, lompat jauh tanpa awalan).
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan gerakan per bagian: awalan lari, tolakan dengan
dua kaki, dan bertumpu dengan kedua tangan di atas peti lompat yang rendah (atau
tumpukan matras).
● Mencoba per Bagian:
○ Aktivitas 1 (Tolakan): Peserta didik berlari pendek lalu melompat ke atas tumpukan
matras/ban bekas.
○ Aktivitas 2 (Tumpuan): Dari posisi jongkok di depan peti rendah, peserta didik
menolakkan tangan dan mengangkat pinggul.
● Menggabungkan Gerakan: Peserta didik mencoba berlari, menolak, dan mendarat
(duduk) di atas peti lompat dengan posisi kaki kangkang.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Konten: Ketinggian rintangan/peti lompat dibuat bervariasi, dari yang sangat rendah
hingga setinggi lutut.
○ Proses: Guru memberikan bantuan di samping peti untuk menjaga siswa yang ragu-
ragu.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Tahapan mana yang paling sulit? Berlari, melompat, atau menumpu dengan
tangan?"
● Rangkuman: Menyimpulkan pentingnya tolakan yang kuat dan tumpuan tangan yang
cepat.
● Penutup: Pendinginan peregangan tangan dan kaki, lalu doa.
PERTEMUAN 4 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Rangkaian Lompat Kangkang dan Pendaratan
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulang latihan tumpuan tangan di atas peti rendah.
● Motivasi: "Hari ini kita akan selesaikan misi kita: melompati rintangan!"
● Pemanasan: Permainan lompat tali perorangan dan kelompok.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan rangkaian lengkap lompat kangkang melewati peti
rendah dan cara mendarat yang aman (kedua kaki rapat, lutut ditekuk, tangan ke depan).
● Mencoba: Peserta didik secara bergiliran mencoba melakukan rangkaian lengkap. Guru
wajib berada di dekat alat untuk spotting.
● Aktivitas (Stasiun Latihan): Dibagi beberapa pos:
1. Pos 1: Latihan lari dan tolakan.
2. Pos 2: Latihan lompat kangkang dengan bantuan penuh guru.
3. Pos 3: Latihan mendarat dari atas bangku senam ke matras.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang belum berani melompat, cukup berlatih berlari, menumpu,
lalu mendarat kembali di tempat semula.
○ Produk: Penilaian sumatif: mengamati kemampuan siswa dalam melakukan tahapan
lompat kangkang (tidak harus sempurna) dan yang terpenting, teknik pendaratan
yang aman.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Memberikan apresiasi atas keberanian semua siswa. "Apa perasaanmu setelah
berhasil melompat?"
● Rangkuman: Mengulas kembali urutan gerak dominan senam (awalan, tolakan,
melayang, mendarat) dalam lompat kangkang.
● Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik positif untuk membangun kepercayaan diri
siswa.
● Penutup: Pendinginan, doa, dan merapikan alat bersama.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Observasi Awal: Mengamati kemampuan peserta didik menjaga keseimbangan saat
pemanasan.
● Tanya Jawab: "Siapa yang berani melompat dari atas meja kecil? Kenapa berani/tidak?"
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: "Mengapa saat mendarat lutut harus ditekuk?"
● Observasi: Menggunakan lembar ceklis untuk menilai postur saat melakukan sikap kapal
terbang atau tahapan sikap lilin.
● Umpan Balik Langsung: Guru memberikan koreksi langsung saat peserta didik
melakukan gerakan ("Angkat pinggulmu lebih tinggi!", "Pandangan ke depan!").
● Produk (Proses):
○ Peningkatan durasi menahan pose keseimbangan.
○ Kemampuan melakukan tolakan dengan lebih bertenaga.
○ Keberanian untuk mencoba gerakan yang lebih menantang.
ASESMEN SUMATIF
● Praktik (Kinerja):
○ Tes Keseimbangan: Peserta didik diminta melakukan sikap kapal terbang dan
menahannya selama 5 detik.
○ Tes Lompat Kangkang: Peserta didik diminta melakukan satu kali lompatan
melewati rintangan rendah (disesuaikan dengan kemampuan).
○ Kriteria Penilaian: Fokus pada kebenaran tahapan gerak dan teknik keselamatan
(terutama pendaratan), bukan pada kesempurnaan atau ketinggian lompatan.
● Tes Tertulis: Soal isian singkat/menjodohkan:
1. Gerakan mengangkat kaki lurus ke atas disebut sikap... (Lilin)
2. Saat melompat kangkang, kita bertumpu menggunakan... (Kedua tangan)
I. LKPD
Aktivitas Gerak Dominan Senam
Nama : ____________________
Kelas : ____________________
Tanggal : ____________________
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengenal berbagai gerak dominan dalam senam.
2. Mempraktikkan gerakan senam sederhana dengan benar.
3. Menunjukkan sikap berani, percaya diri, dan disiplin saat melakukan aktivitas senam.
LKPD 1
Mengenal Gerak Dominan Senam
Petunjuk:
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Gerakan menekuk badan ke depan disebut gerakan …
a. melompat
b. membungkuk
c. berlari
2. Gerakan mengangkat kedua tangan ke atas termasuk gerakan …
a. peregangan
b. istirahat
c. duduk
3. Gerakan memutar badan ke samping disebut …
a. memutar badan
b. menendang
c. berlari
4. Gerakan menekuk lutut dan kembali berdiri disebut …
a. jongkok berdiri
b. melompat
c. berjalan
5. Gerakan berdiri dengan satu kaki disebut …
a. keseimbangan
b. istirahat
c. berbaring
LKPD 2
Mengamati Gerakan Senam
Petunjuk:
Amati gambar atau contoh gerakan dari guru, lalu tuliskan nama gerakannya!
No Gerakan yang Dilihat Nama Gerakan
1 Membungkukkan badan __________
2 Berdiri satu kaki __________
3 Melompat kecil __________
4 Mengayun tangan __________
5 Memutar badan __________
LKPD 3
Praktik Gerakan Senam
Petunjuk:
Lakukan gerakan berikut bersama teman!
No Gerakan Sudah Bisa Belum Bisa
1 Membungkuk ke depan ☐ ☐
2 Berdiri satu kaki ☐ ☐
3 Jongkok lalu berdiri ☐ ☐
4 Mengayun kedua tangan ☐ ☐
5 Melompat di tempat ☐ ☐
LKPD 4
Menjodohkan Gerakan
Petunjuk:
Pasangkan gerakan dengan keterangan yang tepat!
No Gerakan Keterangan
1 Berdiri satu kaki A. Gerakan keseimbangan
2 Membungkuk B. Gerakan kelenturan
3 Melompat C. Gerakan kekuatan
Jawaban:
1.
2.
3.
LKPD 5
Isian Singkat
Isilah titik-titik berikut!
1. Gerakan berdiri dengan satu kaki melatih __________.
2. Gerakan membungkuk melatih __________ tubuh.
3. Gerakan melompat melatih kekuatan __________.
4. Senam harus dilakukan dengan __________ agar tidak cedera.
5. Sebelum senam kita melakukan __________.
LKPD 6
Pilihan Ganda
Pilih jawaban yang benar!
1. Gerakan mengayunkan tangan bertujuan untuk melatih …
a. kelenturan
b. tidur
c. makan
2. Gerakan berdiri satu kaki melatih …
a. keseimbangan
b. kecepatan
c. istirahat
3. Gerakan membungkuk termasuk gerakan …
a. kelenturan
b. berjalan
c. duduk
4. Senam membuat tubuh menjadi …
a. sehat
b. lelah
c. malas
5. Senam dilakukan dengan gerakan yang …
a. teratur
b. sembarangan
c. diam
LKPD 7
Refleksi
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Gerakan senam apa yang paling kamu sukai?
2. Mengapa kamu menyukai gerakan tersebut?
3. Apa manfaat senam bagi tubuh kita?
LKPD 8
Aktivitas Kelompok
Petunjuk:
Bersama kelompokmu lakukan gerakan berikut:
1. Membungkuk ke depan
2. Berdiri satu kaki
3. Jongkok berdiri
4. Mengayun tangan
5. Melompat kecil
Diskusikan:
Gerakan mana yang paling mudah?
Gerakan mana yang paling sulit?
Tuliskan hasil diskusi!
Mengetahui, Ensatu, 8 Juli 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
BUDI IRAWAN, S. PdI FARID ALAMSYAH
NIY. 19862005010008 NIY.-
MODUL AJAR PEMBELAJARAN MENDALAM
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN JASMANI,
OLAHRAGA, DAN KESEHATAN
(PJOK)
Fase B, Kelas / Semester : III (TIGA) / II (GENAP)
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
PJOK KELAS III FASE B
INFORMASI UMUM
IDENTITAS SEKOAH
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Fase / Semester : III / B / GENAP
Alokasi Waktu : 8 JP (4 KALI PERTEMUAN)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Materi pokok : AKTIVITAS GERAK BERIRAMA
Bab :V
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik pernah mengikuti gerakan senam sederhana atau
menari mengikuti irama musik. Mereka dapat membedakan tempo musik yang cepat dan
lambat.
● Minat: Peserta didik umumnya menyukai aktivitas yang melibatkan musik dan gerakan
tubuh yang bebas dan ekspresif.
● Latar Belakang: Latar belakang musikal dan ritmis peserta didik beragam. Beberapa
sudah terbiasa bergerak mengikuti irama, sementara yang lain mungkin masih kaku atau
malu-malu.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan contoh gerakan yang jelas, energik, dan mudah diikuti dari
guru.
○ Auditori: Sangat bergantung pada ketukan musik atau hitungan yang konsisten dari
guru untuk menyelaraskan gerakan.
○ Kinestetik: Perlu merasakan aliran gerakan yang berkelanjutan dan menyesuaikan
gerak tubuh dengan tempo musik melalui latihan berulang
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami konsep irama, tempo, dan ketukan sebagai panduan dalam
bergerak. Mengerti bahwa gerak berirama adalah perpaduan antara olahraga dan
seni.
○ Prosedural: Mampu melakukan variasi pola gerak langkah kaki dan ayunan lengan
secara terkoordinasi mengikuti irama musik atau ketukan.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Keterampilan gerak berirama
berguna dalam kegiatan senam pagi, menari di acara sekolah atau keluarga, dan sebagai
bentuk rekreasi yang menyehatkan serta menyenangkan.
● Tingkat Kesulitan: Rendah hingga Sedang. Tantangan utamanya adalah menyinkronkan
gerakan anggota tubuh (koordinasi) dengan irama eksternal (musik/hitungan).
● Struktur Materi: Dimulai dengan pengenalan pola langkah kaki dasar, diikuti oleh pola
ayunan lengan, dan diakhiri dengan penggabungan kedua gerakan tersebut dalam sebuah
rangkaian sederhana.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Menumbuhkan rasa percaya diri untuk berekspresi,
kekompakan saat bergerak bersama, disiplin mengikuti irama, dan menghargai keindahan
gerak.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Mengekspresikan rasa gembira melalui gerakan yang positif dan sopan sebagai wujud
syukur.
● Kewargaan: Bekerja sama dengan teman untuk menciptakan gerakan yang serempak
dan harmonis dalam kelompok.
● Penalaran Kritis: Menganalisis dan memilih gerakan yang paling cocok untuk irama
musik yang cepat atau lambat.
● Kreativitas: Merangkai sendiri beberapa gerakan dasar menjadi sebuah pola tarian atau
senam pendek.
● Kolaborasi: Melakukan gerakan senam secara bersama-sama, saling menyesuaikan
tempo dan gerakan agar terlihat kompak.
● Kemandirian: Berani tampil dan menunjukkan rangkaian gerakan yang telah dilatih di
depan teman-temannya.
● Kesehatan: Meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru (kardiovaskular) serta
kelenturan tubuh melalui aktivitas yang ritmis dan berkelanjutan.
● Komunikasi: Menggunakan ekspresi wajah dan bahasa tubuh untuk menyampaikan
kegembiraan saat bergerak mengikuti irama.
DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Terampil Bergerak
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang
baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan
memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak..
Belajar Melalui Gerak
Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan peraturan
untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan berpartisipasi secara
positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.
Bergaya Hidup Aktif
Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang
menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan..
Memilih Hidup yang Menyehatkan
Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidupdan berbagai aktivitas jasmani untuk
pencegahannya; mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi
kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari; dan mempraktikkan penanganan cedera
ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama.
TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1 - 2: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan variasi pola
gerak dasar langkah kaki (berjalan dan berlari) mengikuti ketukan/irama. (6 JP)
● Pertemuan 3 - 4: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan variasi pola
gerak dasar ayunan lengan, serta mampu mengombinasikannya dengan gerak langkah
kaki dalam sebuah rangkaian gerak berirama sederhana. (6 JP)
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat melakukan gerak berjalan di tempat sesuai ketukan.
2. Peserta didik dapat melakukan gerak berjalan maju dan mundur sesuai irama.
3. Peserta didik dapat melakukan gerak berlari di tempat sesuai irama.
4. Peserta didik dapat melakukan gerak mengayun lengan ke berbagai arah (depan-
belakang, samping, atas).
5. Peserta didik dapat mengoordinasikan gerakan langkah kaki dan ayunan lengan secara
bersamaan.
6. Peserta didik dapat mengikuti sebuah rangkaian gerak berirama sederhana.
7. Peserta didik menunjukkan ekspresi ceria dan semangat saat melakukan aktivitas.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Gerakan dalam Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), senam anak-anak, dan tarian sederhana
yang populer.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pengajaran Langsung (Direct Instruction), Pembelajaran
Kooperatif.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk mendengarkan ketukan musik dengan
saksama dan merasakan keselarasan antara detak jantung dengan ritme gerakan.
○ Meaningful Learning: Guru menghubungkan aktivitas gerak berirama dengan
manfaatnya untuk kesehatan jantung dan membuat suasana hati menjadi lebih
gembira.
○ Joyful Learning: Menggunakan lagu anak-anak yang populer dan ceria. Memberi
kebebasan bagi siswa untuk menambahkan ekspresi atau gaya sendiri pada gerakan.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Imitasi (Meniru), Latihan (Drill), Permainan.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan pilihan musik dengan tempo yang berbeda
(lambat, sedang, cepat).
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik yang kesulitan koordinasi bisa fokus pada
gerakan kaki terlebih dahulu, baru kemudian menambahkan gerakan tangan.
○ Diferensiasi Produk: Saat merangkai gerakan, kelompok diberi kebebasan untuk
memilih tingkat kesulitan gerakan yang ingin ditampilkan, dari yang paling dasar
hingga yang lebih kompleks.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Mengajak peserta didik untuk memimpin senam pagi bersama
untuk seluruh warga sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menugaskan peserta didik untuk mengamati
dan menirukan gerakan tarian dari acara budaya di lingkungan mereka.
● Mitra Digital: Memanfaatkan platform video untuk mencari inspirasi gerakan senam
irama atau tarian modern yang sesuai untuk anak-anak.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Membutuhkan area yang luas dan rata agar peserta didik dapat bergerak
bebas tanpa bertabrakan. Kualitas sistem suara (speaker) yang baik sangat penting.
● Ruang Virtual: Menampilkan video dengan instruktur senam di layar besar agar bisa
diikuti bersama-sama.
● Budaya Belajar: Menciptakan suasana yang positif dan tidak menghakimi. Mendorong
semua peserta didik untuk berani bergerak dan berekspresi tanpa takut salah.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Menggunakan aplikasi pemutar musik dengan fitur pengaturan tempo.
● Menampilkan lirik lagu di layar agar peserta didik bisa ikut bernyanyi sambil bergerak.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Pola Gerak Langkah Kaki (Berjalan)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Guru bertepuk tangan dengan irama tertentu dan meminta siswa berjalan
mengikuti irama tepukan tersebut.
● Motivasi: "Gerakan kita bisa jadi lebih seru dan teratur kalau mengikuti musik. Hari ini
kita akan belajar berjalan dengan irama!"
● Pemanasan: Permainan "Aku Bisa Berhitung". Peserta didik berjalan membentuk
lingkaran sambil bernyanyi. Guru menyebutkan angka (misal: "ber...tiga!"), siswa segera
membentuk kelompok sesuai angka.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan variasi gerak berjalan: jalan di tempat, jalan ke
depan langkah biasa, jalan ke depan langkah tegap, dan jalan ke belakang.
● Mencoba (Tanpa Musik): Peserta didik menirukan setiap variasi gerak berjalan
mengikuti hitungan dari guru (1-8). Fokus pada postur tubuh yang tegak.
● Mencoba (Dengan Musik): Aktivitas yang sama diulang dengan iringan musik
bertempo sedang (misal: musik baris-berbaris).
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang masih kesulitan mengikuti irama bisa dibimbing langsung
oleh guru atau dipasangkan dengan teman yang sudah mahir.
○ Produk: Guru menilai kemampuan dasar siswa dalam melangkahkan kaki sesuai
ketukan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Lebih mudah berjalan mengikuti hitungan atau musik? Mengapa?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa berjalan dengan irama melatih konsentrasi dan
kekompakan.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 2 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Pola Gerak Langkah Kaki (Berlari)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulang gerakan berjalan mengikuti irama musik dari pertemuan
sebelumnya.
● Motivasi: "Bagaimana jika musiknya lebih cepat? Tentu gerakan kita juga harus lebih
cepat. Ayo kita coba berlari!"
● Pemanasan: Peregangan dinamis, fokus pada persendian kaki.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan variasi gerak berlari: lari di tempat dengan
angkat lutut, lari langkah biasa ke depan, dan lari mundur.
● Mencoba: Peserta didik menirukan setiap gerakan berlari dengan iringan musik yang
temponya lebih cepat dari pertemuan sebelumnya.
● Aktivitas Kombinasi: Guru memberi aba-aba untuk berganti gerakan. Contoh: 8
hitungan jalan di tempat, 8 hitungan lari di tempat, 8 hitungan jalan maju, 8 hitungan lari
mundur.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang cepat lelah boleh mengurangi intensitas lari menjadi
jogging ringan.
○ Produk: Menilai kemampuan siswa dalam mengubah gerakan dari berjalan ke
berlari sesuai perubahan tempo atau instruksi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa yang kalian rasakan setelah bergerak mengikuti musik yang cepat?"
(misal: jantung berdebar, berkeringat, senang).
● Rangkuman: Guru menjelaskan bahwa aktivitas ini baik untuk melatih jantung.
● Penutup: Pendinginan, mengatur napas, dan doa.
PERTEMUAN 3 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Variasi Pola Gerak Ayunan Lengan
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengajak siswa melakukan gerakan jalan di tempat. "Lihat, tangan kita
otomatis ikut bergerak. Gerakan tangan ini juga bisa kita buat lebih bervariasi."
● Motivasi: Menjelaskan bahwa gerakan lengan membuat senam terlihat lebih indah dan
melatih otot bahu.
● Pemanasan: Peregangan otot lengan dan bahu.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan variasi ayunan lengan: mengayun lengan setinggi
bahu, mengayun lengan lurus ke atas, mengayun lengan ke kiri-kanan, dan mengayun ke
depan-belakang.
● Mencoba (Lengan Saja): Peserta didik berdiri diam dan berlatih setiap gerakan ayunan
lengan sesuai hitungan guru.
● Mencoba (Kombinasi Sederhana): Peserta didik mencoba mengombinasikan gerakan
ayunan lengan dengan jalan di tempat. Contoh: Jalan di tempat sambil mengayunkan
lengan ke depan-belakang.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang kesulitan koordinasi, berlatih dengan satu tangan terlebih
dahulu.
○ Produk: Fokus penilaian pada kebenaran arah ayunan lengan dan usaha untuk
mengoordinasikan dengan langkah kaki.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Gerakan tangan mana yang paling mudah digabungkan dengan gerakan kaki?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa koordinasi adalah kunci dalam gerak berirama.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 4 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Rangkaian Gerak Berirama Sederhana
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulang kembali semua gerakan langkah kaki dan ayunan lengan yang
telah dipelajari.
● Motivasi: "Saatnya menjadi koreografer! Hari ini kalian akan membuat rangkaian senam
sendiri bersama kelompok."
● Pemanasan: Mengikuti video senam anak singkat bersama-sama.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengomunikasikan: Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil (5-6 orang). Setiap
kelompok ditugaskan untuk membuat rangkaian gerak berirama sederhana.
● Tugas Kelompok:
1. Pilih satu lagu anak-anak yang disukai.
2. Buat rangkaian gerakan selama 4 x 8 hitungan.
3. Rangkaian harus menggabungkan minimal 2 jenis gerakan kaki dan 2 jenis gerakan
lengan yang sudah dipelajari.
4. Berlatih bersama untuk kekompakan.
● Menampilkan Hasil: Setiap kelompok menampilkan rangkaian gerakan mereka di
depan kelas.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Produk: Penilaian sumatif tidak didasarkan pada kerumitan gerakan, melainkan
pada kekompakan kelompok, kesesuaian gerak dengan irama, dan semangat saat
tampil.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Memberikan apresiasi kepada semua kelompok. "Bagian mana yang paling
seru saat membuat gerakan? Apa yang sulit?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa dengan kreativitas, gerakan-gerakan dasar bisa
menjadi sebuah senam atau tarian yang indah.
● Tindak Lanjut: Memutar kembali musik dan mengajak semua siswa menarikan
rangkaian dari salah satu kelompok sebagai penutup.
● Penutup: Pendinginan, doa, dan merapikan ruangan.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Observasi Awal: Meminta peserta didik berbaris dan berjalan di tempat mengikuti
tepukan tangan guru untuk melihat kemampuan ritmis awal.
● Tanya Jawab: "Siapa yang suka menari? Gerakan apa yang biasa kamu lakukan?"
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: "Jika musiknya lambat, gerakan kaki kita sebaiknya bagaimana?"
● Umpan Balik Langsung: Guru berkeliling dan memberikan koreksi saat latihan, "Ayo,
ayunan tangannya lebih tinggi!" atau "Langkahnya disamakan dengan temanmu ya."
● Observasi: Menggunakan lembar ceklis untuk menilai:
○ Kemampuan mengikuti irama/ketukan.
○ Koordinasi antara gerakan tangan dan kaki.
○ Antusiasme dan ekspresi saat melakukan aktivitas.
ASESMEN SUMATIF
● Praktik (Kinerja):
○ Penilaian Kelompok: Menilai penampilan rangkaian gerak berirama sederhana pada
pertemuan ke-4.
○ Kriteria Penilaian:
■ Kekompakan: Keserempakan gerakan dalam kelompok.
■ Kesesuaian dengan Irama: Ketepatan gerakan dengan ketukan musik.
■ Kreativitas: Variasi gerakan yang digunakan.
■ Semangat: Ekspresi dan energi saat tampil.
● Tes Tertulis: Soal menjodohkan sederhana:
○ Kolom A: 1. Gerak langkah di tempat. 2. Gerak ayunan lengan ke atas.
○ Kolom B: a. Gambar orang mengayun lengan. b. Gambar orang jalan di tempat.
I. LKPD
Aktivitas Gerak Berirama
Nama : ........................................
Kelas : ........................................
Tanggal : ........................................
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:
1. Mengenal gerakan berirama.
2. Melakukan gerakan berirama sederhana sesuai irama.
3. Menunjukkan koordinasi gerak tangan dan kaki.
4. Melakukan gerakan dengan percaya diri dan gembira.
LKPD 1
Mengenal Gerak Berirama
Petunjuk:
Bacalah pertanyaan berikut kemudian jawab dengan benar!
1. Gerakan yang dilakukan mengikuti irama musik disebut …
a. Gerak bebas
b. Gerak berirama
c. Gerak cepat
2. Contoh gerakan berirama adalah …
a. Berjalan mengikuti musik
b. Duduk diam
c. Tidur
3. Irama dalam senam berirama biasanya berasal dari …
a. Musik
b. Air
c. Tanah
4. Saat melakukan gerak berirama kita harus …
a. Diam saja
b. Mengikuti irama
c. Berteriak
5. Gerakan berirama dilakukan agar tubuh menjadi …
a. Sehat dan bugar
b. Lelah
c. Lemah
LKPD 2
Mengamati Gerakan Berirama
Petunjuk:
Amati gerakan yang dicontohkan guru!
No Gerakan Sudah Bisa Belum Bisa
1 Tepuk tangan mengikuti irama ☐ ☐
2 Langkah kaki ke kanan kiri ☐ ☐
3 Ayunan tangan ke depan ☐ ☐
4 Lompat kecil mengikuti irama ☐ ☐
5 Kombinasi tangan dan kaki ☐ ☐
LKPD 3
Melakukan Gerakan Berirama
Petunjuk:
Lakukan gerakan berikut bersama temanmu!
1. Berdiri tegak.
2. Tepuk tangan mengikuti hitungan 1–8.
3. Langkahkan kaki ke kanan dan ke kiri.
4. Ayunkan tangan ke depan dan belakang.
5. Ulangi gerakan sebanyak 3 kali.
Pertanyaan:
1. Apakah kamu bisa mengikuti irama?
Jawaban: .......................................
2. Bagaimana perasaanmu setelah melakukan gerakan?
Jawaban: .......................................
LKPD 4
Menjodohkan Gerakan
Petunjuk:
Pasangkan jenis gerakan dengan gambar/keterangan yang sesuai!
No Jenis Gerakan Jawaban
1 Tepuk tangan .....
2 Langkah kaki .....
3 Ayunan tangan .....
No Jenis Gerakan Jawaban
4 Lompat kecil .....
Pilihan:
A. Menggerakkan tangan ke depan dan belakang
B. Meloncat kecil mengikuti irama
C. Menepukkan kedua tangan
D. Melangkah ke kanan dan kiri
LKPD 5
Isian Singkat
Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Gerakan yang mengikuti musik disebut gerak ...............
2. Tepuk tangan termasuk gerakan ...............
3. Gerakan kaki yang berpindah tempat disebut ...............
4. Gerakan berirama membuat tubuh menjadi ...............
5. Kita harus bergerak sesuai ............... musik.
LKPD 6
Praktik Gerak Berirama
Petunjuk kegiatan:
Lakukan rangkaian gerakan berikut:
1. Tepuk tangan 4 kali
2. Langkah kanan kiri 4 kali
3. Ayun tangan ke atas 4 kali
4. Lompat kecil 4 kali
Refleksi:
Berilah tanda ✓ pada pernyataan berikut.
Pernyataan Ya Tidak
Saya dapat mengikuti irama musik ☐ ☐
Saya dapat menggerakkan tangan dan kaki ☐ ☐
Saya senang melakukan gerak berirama ☐ ☐
LKPD 7
Ceritakan Pengalamanmu
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Gerakan berirama apa yang paling kamu sukai?
Jawaban: .......................................
2. Mengapa kamu menyukai gerakan tersebut?
Jawaban: .......................................
3. Apa manfaat melakukan gerak berirama?
Jawaban: .......................................
Penilaian Guru
Aspek Baik Cukup Perlu Latihan
Mengikuti irama ☐ ☐ ☐
Gerakan tangan ☐ ☐ ☐
Gerakan kaki ☐ ☐ ☐
Semangat ☐ ☐ ☐
Mengetahui, Ensatu, 6 Januari 2026
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
FARID ALAMSYAH
BUDI IRAWAN, S. PdI NIY.-
NIY. 19862005010008
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
PJOK KELAS III FASE B
INFORMASI UMUM
IDENTITAS SEKOAH
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Fase / Semester : III / B / GENAP
Alokasi Waktu : 8 JP (4 KALI PERTEMUAN)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Materi pokok : AKTIVITAS PERMAINAN DAN OLAHRAGA DI AIR
Bab : VI
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Pengalaman peserta didik dengan air sangat beragam; beberapa
mungkin sudah pernah berenang, sementara yang lain mungkin memiliki rasa takut
terhadap air.
● Minat: Umumnya memiliki minat yang tinggi karena dianggap sebagai kegiatan
bermain, namun bisa disertai rasa cemas atau takut bagi sebagian peserta didik.
● Latar Belakang: Kemampuan akuatik (kemampuan di air) sangat bervariasi.
Keselamatan adalah prioritas utama dan harus menjadi pertimbangan dalam setiap
perencanaan.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan demonstrasi yang sangat jelas, baik di darat maupun di air,
untuk setiap tahapan gerakan.
○ Auditori: Memerlukan instruksi yang singkat, jelas, dan tegas, terutama yang
berkaitan dengan aturan keselamatan di area kolam.
○ Kinestetik: Perlu adaptasi bertahap untuk merasakan daya apung air, tekanan, dan
cara bergerak di dalamnya. Pendekatan yang sabar dan memberikan rasa aman
sangat krusial.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami konsep dasar keselamatan di air, daya apung, dan prinsip
dasar gerak renang (meluncur, menggerakkan tangan dan kaki, bernapas).
○ Prosedural: Mampu melakukan prosedur pengenalan air (membasahi wajah, meniup
gelembung), gerak dasar kaki, lengan, meluncur, dan mengambil napas.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Merupakan keterampilan hidup
(life skill) yang sangat penting untuk keselamatan diri saat berada di dekat air (kolam,
sungai, pantai) dan menjadi aktivitas rekreasi yang menyehatkan sepanjang hayat.
● Tingkat Kesulitan: Tinggi. Materi ini melibatkan adaptasi dengan lingkungan baru (air),
mengatasi rasa takut, dan mempelajari koordinasi gerak yang kompleks.
● Struktur Materi: Disusun dengan progresi yang sangat hati-hati, dimulai dari
pengenalan air (membangun rasa nyaman dan berani), dilanjutkan dengan setiap
komponen gerak secara terpisah (kaki, lengan, badan, napas), dan diakhiri dengan upaya
kombinasi.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai keberanian, disiplin (mematuhi aturan
keselamatan), kepercayaan diri, dan tanggung jawab terhadap keselamatan pribadi.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menjaga keselamatan diri sebagai bentuk rasa syukur atas karunia tubuh yang sehat.
● Kewargaan: Mematuhi peraturan yang berlaku di kolam renang umum dan menjaga
kebersihan fasilitas bersama.
● Penalaran Kritis: Memahami hubungan antara posisi tubuh yang lurus (streamline)
dengan kemampuan meluncur lebih jauh di air.
● Kreativitas: Menciptakan permainan-permainan air sederhana yang aman bersama
teman.
● Kolaborasi: Saling memberikan semangat dan bantuan (di bawah pengawasan guru) saat
berlatih secara berpasangan.
● Kemandirian: Mengembangkan keberanian untuk mencoba melepaskan pegangan dari
tepi kolam atau alat bantu secara bertahap.
● Kesehatan: Memahami bahwa renang adalah salah satu olahraga terbaik untuk
kesehatan jantung, paru-paru, dan kekuatan seluruh tubuh.
● Komunikasi: Mampu mengomunikasikan dengan jelas kepada guru jika merasa
kedinginan, lelah, atau tidak nyaman.
DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Terampil Bergerak
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang
baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan
memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak..
Belajar Melalui Gerak
Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan peraturan
untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan berpartisipasi secara
positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.
Bergaya Hidup Aktif
Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang
menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan..
Memilih Hidup yang Menyehatkan
Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidupdan berbagai aktivitas jasmani untuk
pencegahannya; mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi
kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari; dan mempraktikkan penanganan cedera
ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1 - 2: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan gerak dasar
pengenalan air dan gerakan kaki renang dengan rasa percaya diri dan mengutamakan
keselamatan. (6 JP)
● Pertemuan 3 - 4: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan gerak dasar
lengan, posisi badan (meluncur), dan cara mengambil napas di air. (6 JP)
● Pertemuan 5: Peserta didik mampu mencoba mengombinasikan beberapa gerak dasar
renang dalam sebuah rangkaian sederhana. (3 JP)
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik berani masuk ke dalam kolam dangkal.
2. Peserta didik berani memasukkan wajah ke dalam air dan meniup gelembung.
3. Peserta didik dapat melakukan gerakan mengapung telentang dengan bantuan.
4. Peserta didik dapat melakukan gerakan kaki renang gaya dada sambil berpegangan di
tepi kolam.
5. Peserta didik dapat melakukan gerakan lengan renang gaya dada di kolam dangkal.
6. Peserta didik dapat melakukan gerak meluncur dari dinding kolam.
7. Peserta didik dapat menunjukkan cara mengambil dan membuang napas di air.
8. Peserta didik selalu mematuhi aturan keselamatan di kolam renang.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Cara bermain yang aman di air dan pengenalan dasar-dasar olahraga renang.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pengajaran Langsung (Direct Instruction), Pembelajaran
Berbasis Permainan (Game-Based Learning).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak fokus pada sensasi tubuh di dalam air,
mengontrol rasa takut, dan mengatur pernapasan dengan sadar.
○ Meaningful Learning: Guru selalu menekankan bahwa kemampuan dasar di air
adalah keterampilan penyelamatan diri yang sangat penting.
○ Joyful Learning: Mayoritas aktivitas dibungkus dalam bentuk permainan untuk
membangun asosiasi positif dengan air dan mengurangi kecemasan.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Latihan per bagian (Part-whole), Permainan,
Eksplorasi terbimbing.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menggunakan area kolam yang berbeda (sangat dangkal vs.
dangkal). Menggunakan berbagai alat bantu (papan pelampung, ban) bagi yang
membutuhkan.
○ Diferensiasi Proses: Tingkat bantuan dari guru sangat bervariasi: ada yang dipegang
terus, ada yang hanya diawasi dari dekat. Peserta didik yang lebih berani diberi
tantangan meluncur lebih jauh, yang masih takut fokus pada permainan di air
dangkal.
○ Diferensiasi Produk: Penilaian tidak berfokus pada kecepatan atau kesempurnaan,
melainkan pada kemajuan individu, keberanian mencoba, dan pemahaman terhadap
keselamatan.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Komunikasi intensif dengan pimpinan sekolah dan orang tua/wali
untuk perizinan dan dukungan.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Bekerja sama dengan pengelola kolam renang
untuk memastikan keamanan dan kebersihan fasilitas.
● Mitra Digital: Menonton video tutorial renang untuk pemula sebagai pengantar sebelum
praktik.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: WAJIB menggunakan kolam renang yang memiliki area dangkal (setinggi
pinggang anak), bersih, dan dilengkapi penjaga kolam (lifeguard). Menyediakan alat
P3K.
● Ruang Virtual: Tidak diaplikasikan saat di kolam karena fokus pada praktik langsung
dan keselamatan.
● Budaya Belajar: Membangun lingkungan yang sangat suportif, di mana tidak ada
paksaan dan setiap kemajuan kecil (misalnya berani mencelupkan dagu) dirayakan
bersama.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Menggunakan peluit sebagai alat komunikasi utama dari guru kepada peserta didik di
lingkungan kolam yang bising.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Pengenalan Air dan Gerak Dasar Kaki
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa (di darat).
● Aturan Keselamatan: Guru menjelaskan dengan sangat tegas aturan di kolam renang:
dilarang berlari, dilarang mendorong teman, selalu dengarkan aba-aba peluit.
● Pemanasan (di darat): Peregangan otot-otot besar.
● Membasahi Diri: Masuk ke kolam secara perlahan dari tangga, membasahi seluruh
tubuh.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Aktivitas 1 (Adaptasi): Berjalan di kolam dangkal, bermain cipratan air, mencoba
duduk di dasar kolam.
● Aktivitas 2 (Pernapasan Awal): Lomba meniup bola pingpong di permukaan air,
kemudian mencoba memasukkan mulut dan meniup gelembung di dalam air.
● Aktivitas 3 (Permainan): Permainan "Terapung Membentuk Lingkaran". Saling
berpegangan tangan dan mencoba mengapung telentang bersama.
● Aktivitas 4 (Gerakan Kaki): Duduk di tepi kolam dan menirukan gerakan kaki renang
gaya dada. Kemudian, masuk ke air dan mencoba gerakan yang sama sambil
berpegangan di dinding kolam.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Merapikan Diri: Keluar dari kolam dengan tertib, bilas.
● Refleksi: "Bagaimana perasaan kalian hari ini di dalam air? Apa yang paling seru?"
● Penutup: Pendinginan ringan dan doa.
PERTEMUAN 2 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Lanjutan Gerakan Kaki dengan Alat Bantu
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa (di darat), mengulang aturan keselamatan.
● Pemanasan (di darat dan di air).
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengulang: Review gerakan kaki sambil berpegangan di dinding kolam.
● Aktivitas 1 (Dipegang Guru/Teman): Posisi badan telungkup, tangan lurus ke depan,
kaki dipegang oleh guru/teman yang membantu menggerakkan dengan benar.
● Aktivitas 2 (Dengan Papan Pelampung): Peserta didik memegang papan pelampung,
posisi badan lurus, dan mencoba meluncur sambil menggerakkan kaki.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Jarak meluncur disesuaikan. Siswa yang masih takut tetap berlatih di dekat
dinding, siswa yang berani mencoba meluncur dari satu sisi ke sisi lain kolam
dangkal.
● Permainan: Lomba estafet mendorong bola dengan kepala sambil berpegangan pada
papan pelampung.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Merapikan Diri: Bilas dan berganti pakaian.
● Refleksi: "Apakah papan pelampung membantu? Bagaimana rasanya?"
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 3 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Gerakan Lengan dan Posisi Badan (Meluncur)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa, review aturan.
● Pemanasan: Fokus pada peregangan lengan dan bahu.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati (di darat): Guru mencontohkan gerakan lengan renang gaya dada: kedua
tangan lurus ke depan, membuka ke samping, lalu menyatu kembali di depan dada.
● Mencoba (di air): Peserta didik berdiri di kolam dangkal dan menirukan gerakan lengan
tersebut di dalam air.
● Aktivitas 1 (Meluncur): Peserta didik berdiri membelakangi dinding, salah satu kaki
menapak di dinding. Dengan aba-aba, siswa menolakkan kaki dan meluncur ke depan
dengan posisi tangan dan badan lurus.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Siswa yang berani mencoba meluncur tanpa alat bantu. Siswa yang ragu-
ragu meluncur ke arah guru yang sudah siap menangkap.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Merapikan Diri.
● Refleksi: "Lebih sulit gerakan kaki atau tangan? Mengapa?"
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 4 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Gerak Dasar Mengambil Napas
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa, review aturan.
● Pemanasan: Latihan meniup gelembung di air.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan ritme pernapasan: kepala di dalam air buang
napas (lewat hidung), angkat kepala ke atas ambil napas (lewat mulut).
● Aktivitas 1 (Pegangan Dinding): Peserta didik berpegangan di tepi kolam, berlatih
ritme napas naik-turun. "Turun buang, naik ambil".
● Aktivitas 2 (Dengan Bantuan): Posisi meluncur, kedua kaki dipegang teman. Peserta
didik mencoba melakukan gerakan tangan sambil berlatih mengambil napas saat tangan
kembali ke dada dan kepala terangkat.
● Permainan: Lomba mengambil koin (atau benda tenggelam lainnya) di dasar kolam
dangkal untuk melatih keberanian menahan napas.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Merapikan Diri.
● Refleksi: "Apa kesulitan saat belajar bernapas di air?"
● Penutup: Pendinginan dan doa.
PERTEMUAN 5 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Kombinasi Gerak Dasar dan Permainan
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa, review semua aturan keselamatan.
● Pemanasan: Mengulang semua gerakan dasar yang telah dipelajari.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mencoba Kombinasi: Peserta didik mencoba melakukan rangkaian: meluncur dari
dinding, diikuti 2-3 kali gerakan kaki, lalu mencoba melakukan satu gerakan tangan
sambil mengambil napas.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Produk: Penilaian sumatif. Guru tidak menuntut rangkaian sempurna. Penilaian
utama adalah:
1. Keberanian meluncur mandiri sejauh 2-3 meter.
2. Kemampuan melakukan gerakan kaki dengan papan pelampung.
3. Kemampuan menunjukkan ritme pernapasan yang benar.
● Permainan Bebas Terbimbing: Peserta didik diberi waktu untuk bermain bebas di area
kolam dangkal di bawah pengawasan ketat guru dan penjaga kolam.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Merapikan Diri.
● Refleksi: Memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas keberanian dan usaha
mereka selama 5 pertemuan.
● Rangkuman: Mengulang kembali pentingnya keselamatan dan manfaat bisa berenang.
● Penutup: Pendinginan dan doa.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Sebelum pertemuan pertama: "Siapa yang berani masuk ke air? Siapa
yang takut?"
● Observasi Awal: Mengamati reaksi pertama peserta didik saat masuk ke kolam.
ASESMEN FORMATIF
● Umpan Balik Langsung: Koreksi langsung dari guru saat praktik, "Kakinya jangan
ditekuk seperti mengayuh sepeda," atau "Bagus, kepalanya sudah berani masuk!"
● Observasi: Menggunakan lembar ceklis sederhana:
○ Berani memasukkan wajah ke air (Ya/Tidak).
○ Dapat meluncur dari dinding (Ya/Tidak).
○ Menggunakan papan pelampung dengan benar (Ya/Tidak).
ASESMEN SUMATIF
● Praktik (Kinerja):
○ Penilaian Keterampilan Dasar: Pada pertemuan ke-5, peserta didik diminta
menunjukkan 3 keterampilan:
1. Meluncur mandiri dari dinding kolam.
2. Menggerakkan kaki dengan papan pelampung sejauh 5 meter.
3. Menunjukkan cara mengambil dan membuang napas di tepi kolam.
○ Kriteria Penilaian: Keberanian, pemahaman instruksi, dan upaya melakukan teknik
dasar dengan benar.
● Tes Lisan: "Apa yang harus kamu lakukan jika ada teman yang mendorongmu di pinggir
kolam?"
I. LKPD
Aktivitas Permainan dan Olahraga di Air
Nama : ........................................
Kelas : ........................................
Tanggal : ........................................
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Mengenal aktivitas permainan di air.
2. Melakukan gerakan dasar di air dengan benar.
3. Mengetahui manfaat bermain di air.
4. Menjaga keselamatan saat beraktivitas di air.
LKPD 1
Mengenal Aktivitas di Air
Petunjuk: Pilihlah jawaban yang benar!
1. Aktivitas olahraga yang dilakukan di air disebut …
a. Olahraga darat
b. Olahraga air
c. Olahraga bebas
2. Contoh olahraga di air adalah …
a. Sepak bola
b. Renang
c. Lari
3. Tempat yang aman untuk belajar berenang adalah …
a. Kolam renang
b. Jalan raya
c. Lapangan
4. Sebelum berenang kita harus …
a. Pemanasan
b. Tidur
c. Makan banyak
5. Setelah berenang kita harus …
a. Bermain lagi
b. Membersihkan diri
c. Berlari
LKPD 2
Mengamati Gerakan di Air
Petunjuk:
Amati gerakan yang dicontohkan guru lalu beri tanda ✓.
No Gerakan Bisa Belum Bisa
1 Berjalan di air ☐ ☐
2 Menggerakkan kaki ☐ ☐
3 Menggerakkan tangan ☐ ☐
4 Mengapung ☐ ☐
5 Menendang air ☐ ☐
LKPD 3
Isian Singkat
Isilah titik-titik berikut!
1. Olahraga yang dilakukan di air disebut .....................
2. Contoh permainan di air adalah .....................
3. Sebelum berenang kita harus melakukan .....................
4. Tempat untuk berenang adalah .....................
5. Bermain di air membuat tubuh menjadi .....................
LKPD 4
Menjodohkan
Pasangkan gerakan dengan keterangan yang tepat!
No Gerakan Jawaban
1 Mengapung ....
2 Menendang air ....
3 Mengayuh tangan ....
4 Berjalan di air ....
Pilihan:
A. Bergerak maju di dalam air
B. Tubuh terapung di air
C. Menggerakkan kaki ke belakang
D. Menggerakkan tangan ke depan
LKPD 5
Praktik Gerakan di Air
Petunjuk:
Lakukan kegiatan berikut bersama guru!
1. Berjalan di dalam kolam.
2. Menggerakkan kaki di air.
3. Menggerakkan tangan di air.
4. Mengapung dengan bantuan guru.
5. Bermain menangkap bola di air.
Pertanyaan:
1. Apakah kamu berani bermain di air?
Jawaban: ....................................
2. Gerakan apa yang paling mudah?
Jawaban: ....................................
LKPD 6
Permainan di Air
Tuliskan contoh permainan di air!
1. ........................................
2. ........................................
3. ........................................
4. ........................................
5. ........................................
Contoh permainan:
Menangkap bola di air
Berlomba berjalan di air
Memindahkan bola
Lompat air kecil
Mengapung bersama teman
LKPD 7
Sikap Keselamatan di Air
Beri tanda ✓ pada pernyataan yang benar.
Pernyataan Ya Tidak
Saya berenang dengan pengawasan guru ☐ ☐
Saya melakukan pemanasan ☐ ☐
Saya tidak bercanda berlebihan di kolam ☐ ☐
Saya memakai pakaian renang ☐ ☐
LKPD 8
Uraian Singkat
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa manfaat bermain di air?
Jawaban: ...........................................
2. Mengapa kita harus berhati-hati saat bermain di air?
Jawaban: ...........................................
3. Sebutkan dua contoh permainan di air!
Jawaban: ...........................................
Penilaian Guru
Aspek Baik Cukup Perlu Latihan
Keberanian di air ☐ ☐ ☐
Gerakan tangan ☐ ☐ ☐
Gerakan kaki ☐ ☐ ☐
Kerja sama ☐ ☐ ☐
Mengetahui, Ensatu, 6 Januari 2026
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
FARID ALAMSYAH
BUDI IRAWAN, S. PdI NIY.-
NIY. 19862005010008
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
PJOK KELAS III FASE B
INFORMASI UMUM
IDENTITAS SEKOAH
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Fase / Semester : III / B / GENAP
Alokasi Waktu : 8 JP (4 KALI PERTEMUAN)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Materi pokok : AKTIVITAS KEBUGARAN UNTUK KESEHATAN
Bab : VII
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mengenal beberapa aktivitas fisik dasar yang
membutuhkan kekuatan (misalnya mendorong, menarik) dan daya tahan (berlari,
melompat-lompat).
● Minat: Peserta didik tertarik pada aktivitas yang bersifat tantangan dan permainan
kompetitif, seperti adu kekuatan (tarik tambang) atau lomba lari.
● Latar Belakang: Tingkat kekuatan dan daya tahan fisik setiap peserta didik berbeda.
Beberapa mungkin cepat lelah, sementara yang lain lebih bugar. Penting untuk
menekankan bahwa setiap orang berlatih sesuai kemampuannya.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Memerlukan peragaan yang benar untuk setiap bentuk latihan agar
menghindari cedera dan memaksimalkan manfaat.
○ Auditori: Membutuhkan instruksi yang memotivasi dan hitungan yang jelas untuk
menjaga ritme dan semangat selama latihan.
○ Kinestetik: Perlu merasakan langsung kontraksi otot saat melakukan latihan
kekuatan dan merasakan peningkatan detak jantung saat latihan daya tahan.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami perbedaan antara kekuatan otot (kemampuan mengangkat
beban) dan daya tahan otot (kemampuan bekerja dalam waktu lama).
○ Prosedural: Mampu melakukan prosedur latihan dasar untuk meningkatkan
kekuatan otot (misalnya, push-up, sit-up) dan daya tahan otot (misalnya, lompat tali).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Latihan kebugaran membantu
mereka memiliki tenaga untuk bermain lebih lama, mengangkat tas sekolah tanpa cepat
lelah, dan menjaga tubuh tetap sehat dan tidak mudah sakit.
● Tingkat Kesulitan: Sedang. Tantangan utama adalah menjaga bentuk gerakan yang
benar dan mengatasi rasa lelah. Modifikasi latihan diperlukan untuk menyesuaikan
dengan kemampuan individu.
● Struktur Materi: Materi dibagi menjadi dua bagian utama: latihan kekuatan otot dan
latihan daya tahan otot, yang kemudian dapat digabungkan dalam bentuk sirkuit latihan
sederhana.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengajarkan nilai kerja keras, pantang menyerah,
kejujuran (dalam menghitung repetisi), dan sportif saat melakukan permainan atau
tantangan bersama teman.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Memelihara tubuh yang bugar sebagai bentuk syukur atas nikmat kesehatan yang
diberikan Tuhan.
● Kewargaan: Menjaga sportivitas saat berkompetisi dalam permainan tarik tambang dan
saling memberi semangat.
● Penalaran Kritis: Mampu merasakan otot bagian mana yang bekerja saat melakukan
latihan tertentu (misalnya sit-up untuk otot perut).
● Kreativitas: Menciptakan variasi permainan lompat tali bersama teman-teman.
● Kolaborasi: Bekerja sama dalam latihan berpasangan seperti saling mendorong bahu
atau tarik-menarik.
● Kemandirian: Berinisiatif untuk melakukan latihan kebugaran sederhana di rumah dan
tidak mudah menyerah saat merasa lelah.
● Kesehatan: Secara langsung meningkatkan komponen kebugaran jasmani yang
berkaitan dengan kesehatan, yaitu kekuatan dan daya tahan otot.
● Komunikasi: Memberikan aba-aba yang jelas dan semangat kepada teman saat
melakukan latihan kelompok.
DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Terampil Bergerak
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak
yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak;
dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak..
Belajar Melalui Gerak
Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan
peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan
berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.
Bergaya Hidup Aktif
Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang
menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan..
Memilih Hidup yang Menyehatkan
Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidupdan berbagai aktivitas jasmani untuk
pencegahannya; mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai
rekomendasi kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari; dan mempraktikkan
penanganan cedera ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1 - 2: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan berbagai
bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan otot dengan teknik yang benar. (6 JP)
● Pertemuan 3 - 4: Peserta didik mampu menjelaskan dan mempraktikkan berbagai
bentuk latihan untuk meningkatkan daya tahan otot, serta mencoba merangkainya dalam
sirkuit latihan sederhana. (6 JP)
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat melakukan gerakan saling mendorong dan menarik secara
berpasangan.
2. Peserta didik dapat melakukan gerakan sit-up dengan teknik dasar yang benar.
3. Peserta didik dapat melakukan gerakan push-up (dimodifikasi dengan tumpuan lutut
untuk putri) dengan teknik dasar yang benar.
4. Peserta didik dapat melakukan gerakan berjalan dengan kedua tangan dengan bantuan
teman.
5. Peserta didik dapat melakukan lompat tali perorangan selama beberapa detik tanpa henti.
6. Peserta didik dapat mengikuti sirkuit latihan sederhana yang menggabungkan latihan
kekuatan dan daya tahan.
7. Peserta didik menunjukkan sikap pantang menyerah saat melakukan latihan.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Aktivitas sehari-hari seperti mengangkat barang, menaiki tangga, dan permainan kejar-
kejaran yang membutuhkan kekuatan dan daya tahan.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pengajaran Langsung (Direct Instruction), Latihan Sirkuit
(Circuit Training).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada teknik gerakan yang benar
dan merasakan respons tubuh (otot yang lelah, napas yang terengah-engah).
○ Meaningful Learning: Guru menjelaskan bagaimana setiap latihan membantu
mereka menjadi lebih kuat dan tidak mudah capek saat bermain.
○ Joyful Learning: Menggunakan musik yang bersemangat, mengubah latihan
menjadi permainan atau tantangan (misal: "Siapa yang bisa push-up paling
banyak?"), dan melakukan latihan secara berpasangan atau berkelompok.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Latihan (Drill), Permainan, Penugasan.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan modifikasi latihan. Contoh: push-up dengan
tumpuan lutut, sit-up dengan rentang gerak yang lebih pendek.
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik boleh memilih jumlah repetisi sesuai
kemampuannya. Latihan dapat dilakukan secara individu, berpasangan, atau dalam
kelompok kecil.
○ Diferensiasi Produk: Penilaian berfokus pada teknik yang benar dan usaha
maksimal dari setiap siswa, bukan pada jumlah repetisi tertinggi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan UKS untuk kampanye pentingnya aktivitas
fisik.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menugaskan siswa untuk melakukan aktivitas
kebugaran sederhana bersama keluarga di akhir pekan (misal: jalan pagi, bersepeda).
● Mitra Digital: Menggunakan aplikasi stopwatch atau timer di ponsel guru untuk
mengatur waktu latihan dan istirahat pada model sirkuit.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Menggunakan lapangan atau ruang yang bersih dan rata. Menyediakan
matras atau alas lain untuk latihan di lantai.
● Ruang Virtual: Memutar video contoh gerakan kebugaran yang benar untuk memotivasi
siswa.
● Budaya Belajar: Menciptakan atmosfer yang mendukung di mana semua usaha dihargai
dan tidak ada ejekan. Slogan "Lakukan yang terbaik versi dirimu!" ditekankan.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Memutar musik energik untuk meningkatkan semangat selama sesi latihan.
● Menggunakan proyektor untuk menampilkan pos-pos dalam latihan sirkuit.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Latihan Kekuatan Otot Bahu dan Perut
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: "Siapa yang bisa mengangkat teman sekelasmu? Pasti berat ya. Itu karena
kita butuh kekuatan. Hari ini kita akan melatih kekuatan kita."
● Motivasi: Menjelaskan bahwa otot yang kuat membantu kita melakukan banyak hal.
● Pemanasan: Permainan "Tarik Tambang Beregu" untuk mengaktifkan otot seluruh
tubuh dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan latihan kekuatan berpasangan: saling mendorong
bahu dan saling tarik-menarik sambil duduk.
● Mencoba (Berpasangan): Peserta didik mencari pasangan yang seimbang dan mencoba
kedua latihan tersebut.
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan latihan kekuatan otot perut: sit-up dengan teknik
yang benar (teman membantu memegang kaki).
● Mencoba (Individu/Berpasangan): Peserta didik berlatih sit-up.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Siswa yang belum kuat sit-up penuh, cukup mengangkat bahu dari lantai.
Pasangan untuk latihan mendorong/menarik disesuaikan agar seimbang.
○ Produk: Guru mengobservasi dan memberikan umpan balik pada teknik, bukan
jumlah.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Otot bagian mana yang paling terasa pegal setelah latihan hari ini?" (Bahu,
perut).
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa kekuatan otot perlu dilatih secara rutin.
● Penutup: Pendinginan berupa peregangan statis untuk otot bahu dan perut, lalu doa.
PERTEMUAN 2 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Latihan Kekuatan Otot Lengan dan Dada
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulas kembali latihan sit-up dari pertemuan sebelumnya.
● Motivasi: "Hari ini kita akan melatih otot yang kita gunakan untuk mendorong, yaitu
otot lengan dan dada."
● Pemanasan: Permainan saling mendorong bahu sambil merangkak.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan latihan push-up. Diberikan 2 versi: versi standar
(tumpuan ujung kaki) dan versi modifikasi (tumpuan lutut).
● Mencoba: Semua peserta didik mencoba push-up versi modifikasi terlebih dahulu untuk
memastikan tekniknya benar. Bagi yang mampu, boleh mencoba versi standar.
● Aktivitas Berpasangan: Latihan berjalan dengan kedua tangan, di mana satu siswa
berjalan dengan tangan sementara temannya memegang kedua kakinya. Dilakukan secara
bergantian.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Konten: Pilihan antara push-up standar atau modifikasi.
○ Proses: Jarak untuk berjalan dengan tangan bisa disesuaikan (pendek atau panjang).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Lebih sulit mana, sit-up atau push-up? Kenapa?"
● Rangkuman: Menegaskan pentingnya kekuatan lengan dalam aktivitas sehari-hari.
● Penutup: Pendinginan dengan peregangan otot lengan, dada, dan bahu. Doa.
PERTEMUAN 3 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Latihan Daya Tahan (Lompat Tali)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: "Siapa yang cepat capek kalau main kejar-kejaran? Itu tandanya daya tahan
kita perlu dilatih. Salah satu caranya dengan lompat tali."
● Motivasi: Menjelaskan bahwa daya tahan yang baik membuat kita bisa bermain lebih
lama.
● Pemanasan: Lari-lari kecil dan jumping jacks.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru mendemonstrasikan cara memutar tali dan melompat yang efisien
(lompatan tidak perlu terlalu tinggi).
● Mencoba (Perorangan): Setiap siswa berlatih lompat tali perorangan. Awalnya
mungkin tali sering tersangkut, guru memberikan motivasi untuk terus mencoba.
● Tantangan: Lomba "Siapa bisa melompat paling banyak dalam 30 detik?".
● Mencoba (Berteman): Dua siswa memutar tali panjang, siswa lain mencoba masuk dan
melompat di tengahnya.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Siswa yang belum bisa, berlatih melompat tanpa tali terlebih dahulu
mengikuti irama. Siswa yang sudah mahir bisa mencoba variasi lompat (satu kaki,
silang).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa yang membuat lompat tali menjadi sulit di awal?" (koordinasi tangan dan
kaki).
● Rangkuman: Lompat tali adalah latihan yang bagus untuk daya tahan jantung dan paru-
paru.
● Penutup: Pendinginan, peregangan otot betis, dan doa.
PERTEMUAN 4 (3 JP :70 MENIT)
Topik: Latihan Sirkuit (Kombinasi Kekuatan & Daya Tahan)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Mengulang semua gerakan yang telah dipelajari (push-up, sit-up, lompat
tali).
● Motivasi: "Hari ini kita akan gabungkan semua latihan menjadi satu rangkaian seru yang
disebut latihan sirkuit!"
● Pemanasan: Lari keliling lapangan dan peregangan dinamis.
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Menjelaskan Sirkuit: Guru membuat 4 pos latihan di lapangan.
1. Pos 1: Push-up (10 kali)
2. Pos 2: Lompat Tali (30 detik)
3. Pos 3: Sit-up (10 kali)
4. Pos 4: Lari bolak-balik (30 detik)
● Pelaksanaan: Siswa dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok memulai dari pos
yang berbeda. Mereka melakukan latihan di satu pos selama waktu yang ditentukan, lalu
berputar ke pos berikutnya setelah ada aba-aba peluit. Istirahat singkat diberikan antar
pos. Sirkuit diulang 2-3 kali.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Produk: Penilaian sumatif. Guru tidak menilai jumlah repetisi, tetapi kelengkapan
siswa mengikuti semua pos dan menjaga semangat hingga akhir. Teknik gerakan
yang benar tetap menjadi fokus observasi.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi: "Bagaimana rasanya setelah menyelesaikan latihan sirkuit? Latihan mana yang
paling melelahkan?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa latihan sirkuit adalah cara yang efektif untuk
melatih kekuatan dan daya tahan secara bersamaan.
● Tindak Lanjut: Mendorong siswa untuk mencoba latihan ini (dengan repetisi lebih
sedikit) di rumah.
● Penutup: Pendinginan menyeluruh, mengatur napas, dan doa.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Observasi Awal: Mengamati tingkat kebugaran siswa saat melakukan permainan
pemanasan.
● Tanya Jawab: "Menurutmu, kamu lebih kuat atau lebih tahan lama saat berlari?"
ASESMEN FORMATIF
● Umpan Balik Langsung: "Tekuk sikumu lebih dalam saat push-up," atau "Jaga
punggungmu tetap lurus saat sit-up."
● Observasi: Menggunakan lembar ceklis untuk menilai kebenaran teknik pada setiap
latihan.
● Penilaian Diri: "Menurutmu, berapa nilai usahamu hari ini dari 1 sampai 10?"
ASESMEN SUMATIF
● Praktik (Kinerja):
○ Tes Kekuatan: Melakukan sit-up atau push-up (modifikasi) sebanyak mungkin
dalam 30 detik.
○ Tes Daya Tahan: Melakukan lompat tali selama 1 menit (menghitung berapa kali
gagal).
○ Kriteria Penilaian: Fokus pada usaha maksimal dan teknik yang benar.
● Tes Tertulis: Soal isian singkat:
1. Latihan untuk menguatkan otot perut disebut... (Sit-up)
2. Lompat tali baik untuk melatih... (Daya tahan / Jantung)
I. LKPD
Aktivitas Kebugaran untuk Kesehatan
Nama : ........................................
Kelas : ........................................
Tanggal : ........................................
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian kebugaran jasmani.
2. Melakukan aktivitas kebugaran sederhana.
3. Menyebutkan manfaat kebugaran untuk kesehatan.
4. Menunjukkan sikap disiplin dalam berolahraga.
LKPD 1
Mengenal Kebugaran Jasmani
Petunjuk: Pilihlah jawaban yang benar!
1. Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk ....
a. Bermain saja
b. Melakukan aktivitas tanpa cepat lelah
c. Tidur sepanjang hari
2. Contoh kegiatan untuk menjaga kebugaran adalah ....
a. Berolahraga
b. Menonton TV
c. Tidur terus
3. Salah satu manfaat olahraga adalah ....
a. Tubuh menjadi sehat
b. Tubuh menjadi lemah
c. Tubuh menjadi sakit
4. Sebelum olahraga kita harus ....
a. Pemanasan
b. Tidur
c. Duduk
5. Setelah olahraga kita harus ....
a. Pendinginan
b. Diam saja
c. Berlari
LKPD 2
Isian Singkat
Isilah titik-titik berikut dengan benar!
1. Agar tubuh sehat kita harus rajin ....................
2. Gerakan sebelum olahraga disebut ....................
3. Gerakan setelah olahraga disebut ....................
4. Olahraga membuat tubuh menjadi ....................
5. Kita harus berolahraga secara ....................
LKPD 3
Menjodohkan
Pasangkan jenis aktivitas dengan manfaatnya!
No Aktivitas Jawaban
1 Lari kecil ....
2 Lompat ....
3 Peregangan ....
No Aktivitas Jawaban
4 Jalan cepat ....
Pilihan:
A. Melatih kekuatan kaki
B. Melatih kelenturan tubuh
C. Melatih daya tahan tubuh
D. Melatih kekuatan otot
LKPD 4
Mengamati Gerakan Kebugaran
Petunjuk: Amati gerakan yang dilakukan bersama guru.
No Gerakan Bisa Belum Bisa
1 Jalan di tempat ☐ ☐
2 Lari kecil ☐ ☐
3 Lompat kecil ☐ ☐
4 Mengayun tangan ☐ ☐
5 Peregangan tubuh ☐ ☐
LKPD 5
Praktik Gerakan Kebugaran
Petunjuk:
Lakukan gerakan berikut!
1. Jalan di tempat selama 1 menit
2. Lari kecil selama 1 menit
3. Lompat kecil 10 kali
4. Mengayun tangan ke depan dan belakang
5. Peregangan tubuh
Refleksi
Bagaimana perasaanmu setelah melakukan aktivitas tersebut?
Jawaban:
........................................................
........................................................
LKPD 6
Manfaat Kebugaran Jasmani
Tuliskan manfaat kebugaran jasmani!
1. ........................................
2. ........................................
3. ........................................
4. ........................................
5. ........................................
Contoh manfaat:
Tubuh menjadi sehat
Tubuh menjadi kuat
Tidak mudah lelah
Semangat belajar
Melatih disiplin
LKPD 7
Benar atau Salah
Beri tanda ✓ pada jawaban yang benar!
Pernyataan Benar Salah
Olahraga membuat tubuh sehat ☐ ☐
Kita tidak perlu pemanasan ☐ ☐
Lari kecil termasuk olahraga ☐ ☐
Olahraga membuat tubuh kuat ☐ ☐
Olahraga harus teratur ☐ ☐
LKPD 8
Uraian
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang dimaksud kebugaran jasmani?
Jawaban: ............................................
2. Mengapa kita harus berolahraga?
Jawaban: ............................................
3. Sebutkan tiga contoh aktivitas kebugaran!
Jawaban:
............................................
LKPD 9
Ceritakan Pengalamanmu
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Olahraga apa yang paling kamu sukai?
Jawaban: ........................................
2. Kapan kamu biasanya berolahraga?
Jawaban: ........................................
3. Dengan siapa kamu berolahraga?
Jawaban: ........................................
LKPD 10
Refleksi Pembelajaran
Beri tanda ✓ pada pernyataan berikut!
Pernyataan Ya Tidak
Saya senang berolahraga ☐ ☐
Saya dapat melakukan gerakan kebugaran ☐ ☐
Saya ingin berolahraga setiap hari ☐ ☐
Saya memahami manfaat olahraga ☐ ☐
Penilaian Guru
Aspek Baik Cukup Perlu Latihan
Gerakan benar ☐ ☐ ☐
Semangat ☐ ☐ ☐
Kerja sama ☐ ☐ ☐
Disiplin ☐ ☐ ☐
Mengetahui, Ensatu, 6 Januari 2026
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
FARID ALAMSYAH
BUDI IRAWAN, S. PdI NIY.-
NIY. 19862005010008
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
PJOK KELAS III FASE B
INFORMASI UMUM
IDENTITAS SEKOAH
Nama Sekolah : SD IT DARUL HIKMAH
Nama Penyusun : FARID ALAMSYAH
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Fase / Semester : III / B / GENAP
Alokasi Waktu : 8 JP (4 KALI PERTEMUAN)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Materi pokok :AKTIVITAS FISIK DAN MEMILIH MAKANAN
BERGIZI
Bab : VIII
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik mengetahui secara umum bahwa olahraga dan
makanan sehat itu penting, namun pemahamannya belum mendalam.
● Minat: Peserta didik tertarik untuk mengetahui cara agar bisa tumbuh tinggi, kuat, dan
pintar melalui kebiasaan sehari-hari.
● Latar Belakang: Kebiasaan aktivitas fisik dan pola makan di rumah sangat beragam,
sehingga pemahaman dan penerapan pola hidup sehat bervariasi.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan gambar, poster, dan video tentang contoh aktivitas fisik dan
kelompok makanan bergizi ().
○ Auditori: Membutuhkan penjelasan yang sederhana dan cerita kontekstual tentang
manfaat hidup sehat.
○ Kinestetik: Membutuhkan aktivitas interaktif seperti mengelompokkan gambar
makanan atau membuat jadwal aktivitas harian.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami konsep pola hidup sehat, pentingnya keseimbangan antara
aktivitas fisik, istirahat, dan asupan gizi.
○ Prosedural: Mampu mengidentifikasi jenis-jenis makanan sehat dan memilih menu
makanan yang seimbang.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Sangat relevan karena langsung
berkaitan dengan kebiasaan makan, bermain, dan istirahat setiap hari untuk menjaga
kesehatan dan mendukung proses belajar.
● Tingkat Kesulitan: Rendah hingga Sedang. Konsepnya mudah dipahami, namun
tantangannya adalah mengubahnya menjadi kebiasaan sehari-hari.
● Struktur Materi: Terbagi menjadi dua topik utama: (1) Pentingnya aktivitas fisik,
istirahat, dan waktu luang. (2) Cara memilih makanan bergizi dan seimbang.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kesehatan
diri sendiri, disiplin dalam mengatur waktu, dan bijaksana dalam memilih makanan.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menjaga kesehatan tubuh sebagai wujud rasa syukur atas ciptaan Tuhan.
● Kewargaan: Berbagi pengetahuan tentang makanan sehat kepada teman dan keluarga.
● Penalaran Kritis: Mampu membandingkan antara jajanan yang sehat dan tidak sehat
serta memahami dampaknya bagi tubuh.
● Kreativitas: Merancang poster atau menu makanan sehat yang menarik.
● Kolaborasi: Bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan dan mempresentasikan topik
tentang gaya hidup sehat.
● Kemandirian: Mampu membuat pilihan sadar untuk beraktivitas fisik dan memilih
makanan yang baik tanpa harus selalu diingatkan.
● Kesehatan: Menjadi inti dari materi pelajaran ini, yaitu membangun fondasi
pengetahuan dan sikap untuk hidup sehat.
● Komunikasi: Mampu menceritakan kembali manfaat dari aktivitas fisik dan makanan
bergizi kepada orang lain.
DESAIN PEMBELAJARAN
APAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Terampil Bergerak
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang
baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan
memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak..
Belajar Melalui Gerak
Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan peraturan
untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan berpartisipasi secara
positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.
Bergaya Hidup Aktif
Berpartisipasi dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengenali faktor-faktor yang
menyebabkan aktivitas jasmani menyenangkan..
Memilih Hidup yang Menyehatkan
Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidupdan berbagai aktivitas jasmani untuk
pencegahannya; mengidentifikasi pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai rekomendasi
kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari; dan mempraktikkan penanganan cedera
ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama
TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu menjelaskan konsep dan manfaat aktivitas fisik,
istirahat, dan pengisian waktu luang sebagai bagian dari pola hidup sehat. (3 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memilih makanan bergizi dan
seimbang untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan. (3 JP)
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menyebutkan minimal 3 manfaat melakukan aktivitas fisik secara
teratur.
2. Peserta didik dapat menjelaskan pentingnya istirahat dan tidur yang cukup.
3. Peserta didik dapat membedakan antara makanan sehat dan tidak sehat.
4. Peserta didik dapat menyebutkan contoh makanan dari setiap kelompok gizi (sumber
tenaga, pembangun, pengatur).
5. Peserta didik dapat menyusun satu contoh menu makan seimbang untuk satu hari.
6. Peserta didik menunjukkan antusiasme dalam diskusi kelompok tentang gaya hidup
sehat.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
"Bekal Sekolahku yang Sehat" dan "Cara Hebat Menjaga Badan Tetap Bugar".
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning),
Diskusi Kelompok.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Mengajak siswa untuk "mendengarkan" tubuh mereka: kapan
merasa lelah dan butuh istirahat, kapan merasa lapar dan butuh makan.
○ Meaningful Learning: Guru menghubungkan setiap konsep dengan dampak
langsung yang dirasakan siswa. "Kalau cukup tidur, belajar jadi lebih mudah masuk.
Kalau makan sayur, tidak gampang sakit."
○ Joyful Learning: Menggunakan media yang menarik seperti poster berwarna, video
animasi, dan permainan mengelompokkan makanan.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan, Presentasi.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan materi dalam berbagai format: teks bacaan
sederhana, gambar-gambar, dan video pendek.
○ Diferensiasi Proses: Siswa dapat bekerja secara individu untuk membuat catatan,
berpasangan untuk berdiskusi, atau dalam kelompok besar untuk membuat proyek
poster.
○ Diferensiasi Produk: Hasil belajar bisa ditunjukkan melalui presentasi lisan, poster,
atau tulisan sederhana tentang rencana hidup sehat mereka.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan kantin sekolah untuk menyediakan pilihan
jajanan sehat.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Melibatkan orang tua melalui buku
penghubung untuk mendukung pembiasaan membawa bekal sehat dari rumah.
● Mitra Digital: Mencari video edukasi dari sumber terpercaya (misal: Kementerian
Kesehatan) tentang "Isi Piringku".
LINGKARAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Pembelajaran dilakukan di dalam kelas dengan penataan tempat duduk
yang fleksibel untuk diskusi kelompok.
● Ruang Virtual: Menggunakan proyektor untuk menampilkan video atau gambar-gambar
yang relevan.
● Budaya Belajar: Menciptakan suasana yang positif di mana siswa merasa nyaman
berbagi tentang kebiasaan mereka tanpa dihakimi, dan termotivasi untuk mencoba
kebiasaan baru yang lebih sehat.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Menampilkan video animasi tentang perjalanan makanan di dalam tubuh.
● Menggunakan aplikasi kuis interaktif sederhana untuk menguji pemahaman siswa.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (3 JP : 70 MENIT)
Topik: Pentingnya Aktivitas Fisik, Istirahat, dan Waktu Luang
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang tadi pagi datang ke sekolah dengan berjalan kaki
atau bersepeda? Apa yang kalian rasakan?"
● Motivasi: Menampilkan dua gambar: anak yang lesu dan anak yang ceria berolahraga.
"Kalian mau jadi seperti yang mana? Hari ini kita akan cari tahu rahasianya!"
● Pemanasan: Peregangan ringan di samping meja masing-masing untuk menyegarkan
tubuh.
KEGIATAN INTI ( 45MENIT)
● Identifikasi Masalah: Guru bercerita, "Ada anak bernama Budi. Dia sering merasa lelah
dan mengantuk di kelas. Kira-kira, apa ya yang salah dengan kebiasaan Budi?"
● Diskusi Kelompok: Siswa dibagi menjadi 3 kelompok besar, masing-masing membahas
satu topik:
1. Kelompok 1 (Aktivitas Fisik): Mengapa Budi harus bergerak? Apa saja kegiatan
fisik yang seru?
2. Kelompok 2 (Istirahat): Mengapa Budi butuh tidur? Apa akibatnya jika kurang
tidur?
3. Kelompok 3 (Waktu Luang): Apa saja kegiatan rekreasi yang bisa membuat
pikiran Budi segar kembali?
● Mengumpulkan Informasi: Setiap kelompok membaca materi sederhana yang relevan
(disediakan guru) dan mendiskusikan jawaban.
● Presentasi: Setiap kelompok membagikan hasil diskusinya.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Guru mendampingi setiap kelompok, memberikan pertanyaan pancingan
sesuai tingkat pemahaman mereka.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Setelah belajar hari ini, kebiasaan apa yang ingin kamu ubah agar lebih
bugar?"
● Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa tubuh yang sehat butuh keseimbangan: gerak
yang cukup, istirahat yang cukup, dan pikiran yang senang.
● Penutup: Doa.
PERTEMUAN 2 (3 JP : 70MENIT)
Topik: Memilih Makanan Bergizi dan Seimbang
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Orientasi & Doa.
● Apersepsi: Guru meminta beberapa siswa menceritakan isi bekal sekolah atau menu
sarapan mereka hari itu.
● Motivasi: "Makanan itu seperti bahan bakar untuk mobil. Kalau bahan bakarnya bagus,
mobilnya bisa lari kencang. Tubuh kita juga begitu!"
KEGIATAN INTI (45 MENIT)
● Mengamati: Guru menunjukkan poster "Gizi Seimbang" atau "Isi Piringku". Guru
menjelaskan secara singkat tentang kelompok makanan: makanan pokok (nasi, roti),
lauk-pauk (daging, tempe), sayuran, dan buah-buahan.
● Aktivitas Mengelompokkan Makanan: Siswa (dalam kelompok) diberi setumpuk
gambar berbagai jenis makanan dan minuman. Tugas mereka adalah menempelkan
gambar-gambar tersebut ke dalam 3 kolom di kertas besar: "Sumber Tenaga", "Sumber
Pembangun", dan "Sumber Pengatur".
● Diskusi: Setelah selesai, setiap kelompok menjelaskan alasan pengelompokan mereka.
Guru memberikan klarifikasi dan penguatan.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Konten: Untuk kelompok yang lebih cepat, bisa ditambahkan kategori "Sebaiknya
Dihindari" (misal: permen, minuman bersoda).
○ Produk: Hasil kerja kelompok berupa poster klasifikasi makanan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Dari makanan yang kamu makan hari ini, apakah sudah ada dari setiap
kelompok gizi?"
● Rangkuman: Menyimpulkan pentingnya makan beraneka ragam makanan agar semua
kebutuhan gizi tubuh terpenuhi.
● Tindak Lanjut: Menugaskan siswa untuk menggambar menu makan siang sehat impian
mereka.
● Penutup: Doa.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab Awal: "Apa makanan favoritmu? Menurutmu, apakah makanan itu
sehat?"
● Observasi: Mengamati pilihan jajanan siswa saat jam istirahat (jika memungkinkan).
ASESMEN FORMATIF
● Kuis Singkat: Guru menyebutkan nama makanan (misal: "Bayam"), siswa menjawab
termasuk kelompok apa ("Sumber Pengatur/Sayuran").
● Observasi Diskusi: Menilai keaktifan siswa dalam diskusi kelompok dan kemampuan
mereka memberikan alasan.
● Umpan Balik Lisan: Memberikan pujian atau koreksi saat kelompok mempresentasikan
hasil kerjanya.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Poster Kelompok: Menilai poster klasifikasi makanan yang dibuat pada pertemuan
ke-2.
○ Kriteria: Ketepatan pengelompokan, kerapian, dan kerja sama tim.
● Tes Tertulis: Soal pilihan ganda sederhana, contoh:
1. Agar tubuh tidak mudah lelah, kita perlu... a. Tidur larut malam b. Istirahat cukup c.
Bermain terus
2. Nasi, roti, dan jagung adalah contoh makanan sumber... a. Tenaga b. Pembangun c.
Pengatur
I. LKPD
Materi: Aktivitas Fisik dan Memilih Makanan Bergizi
Nama : __________________
Kelas : __________________
Tanggal : ________________
Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa memahami pentingnya aktivitas fisik.
2. Siswa mengetahui jenis makanan bergizi.
3. Siswa mampu memilih makanan sehat.
4. Siswa membiasakan hidup sehat melalui olahraga dan makanan bergizi.
LKPD 1
Mengenal Aktivitas Fisik
Bacalah dengan baik!
Aktivitas fisik adalah kegiatan yang membuat tubuh bergerak dan mengeluarkan energi.
Contohnya berjalan, berlari, melompat, dan bermain.
Tugas
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang dimaksud dengan aktivitas fisik?
2. Sebutkan 3 contoh aktivitas fisik!
3. Mengapa kita harus melakukan aktivitas fisik?
LKPD 2
Manfaat Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik memiliki banyak manfaat, antara lain:
Membuat tubuh sehat
Menjaga kebugaran
Membuat tubuh kuat
Membantu pertumbuhan
Isilah titik-titik berikut!
1. Aktivitas fisik membuat tubuh menjadi _______.
2. Olahraga dapat membuat tubuh menjadi _______.
3. Aktivitas fisik membantu proses _______.
LKPD 3
Jenis Aktivitas Fisik
Perhatikan kegiatan berikut!
Berlari
Bermain bola
Lompat tali
Jalan kaki
Tugas
Beri tanda (✓) pada aktivitas fisik!
Kegiatan Aktivitas Fisik
Menonton TV ____
Berlari ____
Bermain bola ____
Tidur ____
Lompat tali ____
LKPD 4
Mengenal Makanan Bergizi
Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
Contoh makanan bergizi:
Nasi
Sayur
Buah
Ikan
Telur
Susu
Tugas
Jawablah!
1. Apa yang dimaksud makanan bergizi?
2. Sebutkan 3 contoh makanan bergizi!
LKPD 5
Manfaat Makanan Bergizi
Makanan bergizi bermanfaat untuk:
Memberi energi
Membantu pertumbuhan
Menjaga kesehatan tubuh
Isilah titik-titik!
1. Makanan bergizi memberi kita _______.
2. Makanan sehat membantu _______ tubuh.
3. Makanan bergizi menjaga _______ tubuh.
LKPD 6
Memilih Makanan Sehat
Perhatikan gambar makanan berikut (guru dapat menambahkan gambar).
Lingkari makanan sehat!
Permen
Apel
Bayam
Keripik
Susu
LKPD 7
Menu Makanan Sehat
Menu makanan sehat harus mengandung:
Karbohidrat
Protein
Vitamin
Mineral
Tugas
Tuliskan contoh menu makanan sehat!
Sarapan : __________________
Makan siang : ______________
Makan malam : _____________
LKPD 8
Hubungan Aktivitas Fisik dan Makanan
Jika kita banyak bergerak, tubuh membutuhkan makanan bergizi agar tetap kuat.
Pertanyaan
1. Mengapa orang yang berolahraga membutuhkan makanan bergizi?
2. Apa yang terjadi jika kita jarang berolahraga?
LKPD 9
Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar!
1. Contoh aktivitas fisik adalah …
a. tidur
b. berlari
c. duduk
2. Contoh makanan bergizi adalah …
a. permen
b. sayur
c. keripik
3. Buah-buahan mengandung banyak …
a. vitamin
b. gula
c. minyak
LKPD 10
Menjodohkan
Pasangkan dengan benar!
No Aktivitas Manfaat
1 Berlari ____ tubuh kuat
2 Makan sayur ____ tubuh sehat
3 Minum susu ____ tulang kuat
LKPD 11
Aktivitas Fisik di Rumah
Tuliskan aktivitas fisik yang kamu lakukan di rumah!
Hari Aktivitas
Senin ________
Selasa ________
Rabu ________
Kamis ________
Jumat ________
LKPD 12
Refleksi
Jawablah dengan jujur!
1. Apakah kamu suka berolahraga?
2. Buah apa yang paling kamu sukai?
3. Apa yang akan kamu lakukan agar tubuh tetap sehat?
Mengetahui, Ensatu, 6 Januari 2026
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
FARID ALAMSYAH
BUDI IRAWAN, S. PdI NIY.-
NIY. 19862005010008