PROPOSAL
PROGRAM INOVASI DAERAH
“ES PUTAR SEHAT”
EDUKASI SEPUTAR KESEHATAN
PUSKESMAS DRAJAT KOTA CIREBON
Jl. Lapang Bola V No. 9 - Kesambi Dalam – Drajat
Telp. (0231) 8801170 Cirebon 45133
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr wb.,
Saat ini, berbagai daerah di Indonesia sedang gencar mengembangkan
program- program inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan
mendorong pembangunan daerah yang lebih maju. Inovasi daerah menjadi kunci
penting bagi percepatan pembangunan, terutama dalam menghadapi tantangan-
tantangan yang dihadapi oleh daerah.
Setiap daerah memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing, baik dari
segi potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun permasalahan
yang dihadapi. Oleh karena itu, setiap daerah perlu mengembangkan solusi
inovatif yang sesuai dengan konteks lokal. Program inovasi daerah dapat
meliputi berbagai bidang, seperti layanan publik, pemberdayaan ekonomi
masyarakat, pengelolaan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, dan
lain sebagainya.
Melalui program inovasi daerah ES PUTAR SEHAT (Edukasi Seputar Kesehatan)
Puskesmas Dajat diharapkan dapat menghasilkan terobosan-terobosan baru
yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong
kemajuan daerah. Inovasi daerah juga dapat menjadi kekuatan bagi daerah
dalam bersaing dan berkolaborasi dengan daerah lain, serta mendorong
pemerintah daerah untuk lebih kreatif, responsif, dan adaptif dalam menghadapi
tantangan.
Selain itu, program inovasi daerah juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi
daerah lain dan dapat diterapkan atau diadaptasi sesuai dengan kebutuhan
masing-masing. Dengan demikian, semangat inovasi dapat menyebar dan
berkembang di seluruh wilayah Indonesia, sehingga dapat mewujudkan
pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Kami berharap, melalui program inovasi daerah ini, dapat memberikan manfaat
yang nyata bagi masyarakat dan menjadi kontribusi dalam upaya membangun
Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Wassalam
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Permasalah dan Isu Strategis 2
C. Tujuan 3
D. Manfaat 4
II. INOVASI
A. Dasar Hukum 4
B. Metode Perbaruan 5
C. Keunggulan dan Kebaruan 5
D. Tahapan Inovasi 5
III. HASIL 6
IV. PENUTUP 7
LAMPIRAN
Laporan PDSA Program Promkes
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Puskesmas, ditetapkan bahwa Puskesmas adalah fasilitas pelayanan
kesheatan yang menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) tingkat pertama dengan lebih
mengutamakan Upaya promotive dan preventif untuk mencapai derajat
Kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Dalam menyelenggarakan Upaya Kesehatan masyarakat, kewenangan
Puskesmas bukan hanya sebagai pusat pelayanan Kesehatan masyarakat
tetapi juga sebagai pusat komunikasi masyarakat dimana Puskesmas
diharapkan mampu memberikan informasi-informasi Kesehatan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
Kesehatan adalah hak asasi manusia dan merupakan investasi, juga
merupakan karunia Tuhan YME, oleh karenanya perlu dipelihara dan
ditingkatkan kualitasnya. Promosi Kesehatan sangat efektif untuk
memelihara dan meningkatkan Kesehatan tersebut, Adapun Promosi
Kesehatan di Puskesmas adalah Upaya untuk dapat meningkatkan
kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk, dan
bersama masyarakat agar mereka dapat menolong diri sendiri, serta
mengembangkan kegiatan yang bersumber daya Masyarakat, sesuai
sosial budaya setempat dan didukung kebijakan yang berwawasan
Kesehatan.
Masalah Kesehatan merupakan masalah yang sangat penting dan
banyak dihadapi masyarakat kita saat ini. Dengan adanya Promosi
Kesehatan, tentu sangat efektif untuk memlihara dan meningkatkan
derajat Kesehatan masyarakat. Faktor perilaku dan lingkungan
mempunyai peran yang sangat dominann dalam peningkatan kualitas
Kesehatan.
Kegiatan Inovasi Edukasi Seputar Kesehatan (ES Puter Sehat) yang
berupa kegiatan penyuluhan luar gedung, dilaksanakan di wilayah kerja
UPT Puskesmas Drajat. Dengan adanya kerangka acuan kegiatan
penyuluhan ini di harapkan dapat memberikan arahan tentang cara
pelaksanaan kegiatan Inovasi Edukasi Seputar Kesehatan (ES Puter
Sehat) memberikan informasi kesehatan kepada Masyarakat, kelompok
4
atau individu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
Kesehatan.
Adapun Penyuluhan kesehatan luar gedung merupakan kegiatan atau
usaha untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada sasaran
masyarakat, kelompok atau individu, dengan harapan bahwa dengan
adanya informasi tersebut masyarakat dapat memperoleh pengetahuan
tentang kesehatan yang lebih baik.
Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan sesuai Visi Puskesmas Drajat
yang mengacu pada Visi Pemerintah Daerah Kota Cirebon yaitu “SEHATI
Kita Wujudkan Cirebon Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Dan Sejarah”
dan sesuai dengan tata nilai UPT Puskesmas Drajat yang telah ditetapkan
yaitu SEHAT (Santun, Empati, Harmonis, dan Adil Taat).
B. Permasalah dan Isu Strategis
Isu strategis penyuluhan luar gedung mencakup berbagai tantangan dan
peluang dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Beberapa isu utama
meliputi: keterbatasan sumber daya, baik dana maupun tenaga kesehatan;
kurangnya partisipasi aktif masyarakat; sulitnya menjangkau seluruh wilayah
kerja, terutama daerah terpencil; serta perlunya materi penyuluhan yang relevan
dan efektif. Selain itu, tantangan lain termasuk kurangnya koordinasi antar
instansi terkait dan perlunya pemanfaatan teknologi informasi dalam
penyuluhan.
Berikut adalah beberapa isu strategis penyuluhan luar gedung yang lebih
rinci:
1. Keterbatasan Sumber Daya:
a. Anggaran: Dana yang terbatas seringkali menjadi kendala dalam
pelaksanaan penyuluhan luar gedung, termasuk biaya operasional,
pengadaan materi penyuluhan, dan transportasi.
b. Tenaga Kesehatan: Jumlah tenaga kesehatan yang terbatas, terutama di
daerah terpencil, membuat cakupan penyuluhan menjadi tidak maksimal.
c. Sarana dan Prasarana: Keterbatasan sarana dan prasarana, seperti
kendaraan operasional, alat peraga penyuluhan, dan fasilitas pendukung
lainnya, juga menjadi hambatan.
2. Partisipasi Masyarakat:
a. Rendahnya Kesadaran: Kurangnya kesadaran masyarakat tentang
pentingnya kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat
5
menghambat partisipasi mereka dalam kegiatan penyuluhan.
b. Perubahan Perilaku: Mengubah perilaku masyarakat yang sudah mendarah
daging membutuhkan waktu dan pendekatan yang tepat, serta dukungan
dari tokoh masyarakat.
3. Aksesibilitas:
a. Daerah Terpencil: Wilayah kerja puskesmas yang luas dan kondisi
geografis yang sulit dijangkau, terutama di daerah terpencil, membuat
penyuluhan luar gedung menjadi tantangan tersendiri.
b. Waktu: Penyesuaian waktu penyuluhan dengan kesibukan masyarakat
juga perlu diperhatikan agar partisipasi mereka lebih optimal.
4. Materi Penyuluhan:
a. Relevansi: Materi penyuluhan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan
kondisi masyarakat setempat agar lebih mudah dipahami dan diterima.
b. Efektivitas: Metode penyampaian materi juga perlu divariasikan agar lebih
menarik dan mudah diingat, misalnya dengan menggunakan media audio-
visual, peragaan, atau permainan.
5. Koordinasi:
a. Lintas Sektor: Koordinasi yang baik antar instansi terkait, seperti
puskesmas, sekolah, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh
masyarakat, diperlukan untuk mencapai tujuan penyuluhan yang lebih
efektif.
b. Pendanaan: Koordinasi dalam pengelolaan anggaran dan sumber daya
lainnya juga penting untuk menghindari duplikasi atau tumpang tindih
kegiatan.
6. Pemanfaatan Teknologi:
a. Media Sosial: Pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi lainnya
dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan informasi
kesehatan kepada masyarakat luas.
b. Aplikasi Kesehatan: Pengembangan aplikasi kesehatan yang mudah
diakses dan digunakan oleh masyarakat juga dapat mendukung upaya
penyuluhan.
Dengan mengatasi isu-isu strategis ini, penyuluhan luar gedung diharapkan
dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dalam meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
6
C. Tujuan
Target capaian penyelenggaraan inovasi, diantaranya:
a. Upaya peningkatan Kesehatan promotif dan preventif
b. Untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan
masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan
kualitas hidup.
c. Untuk meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat
untuk hidup sehat, dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
d. Memberikan pedoman untuk pelaksanaan penyuluhan dan
memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat Kelurahan
Drajat.
D. Manfaat
Dampak/ outcome dari penerapan inovasi, diantaranya:
1. Meningkatkan Akses Informasi Kesehatan
a. Menjangkau masyarakat yang sulit mengakses fasilitas kesehatan
b. Memberikan edukasi langsung kepada kelompok rentan (ibu hamil,
lansia, anak-anak, pekerja informal, dll).
2. Meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan Kesehatan
a. Memberikan informasi yang benar dan mudah dipahami tentang
pencegahan penyakit, pola hidup sehat, kebersihan, imunisasi, dll.
b. Melawan hoaks dan mitos kesehatan yang sering beredar di
masyarakat.
3. Membangun Kepercayaan antara Petugas Kesehatan dan Masyarakat
a. Interaksi langsung meningkatkan kedekatan dan kepercayaan.
b. Warga lebih terbuka menyampaikan keluhan atau masalah
kesehatannya.
4. Mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Edukasi dapat memicu perubahan perilaku seperti: Cuci tangan pakai
sabun, tidak merokok di dalam rumah, konsumsi makanan bergizi, aktivitas
fisik teratur
5. Meningkatkan Partisipasi Keluarga dan Masyarakat
Penyuluhan sering dilakukan bersama kader atau tokoh masyarakat,
sehingga lebih efektif dan berkelanjutan.
7
BAB II
INOVASI
A. Dasar Hukum
Inovasi Es Putar Sehat ini didukung oleh terbitnya Keputusan Walikota
Cirebon Nomor 0505.05/Kep.135-BAPPELITBANGDA/ 2023 tentang
Pembentukan Tim Pengelola Inovasi Daerah di Lingkungan Pemerintah Daerah
Kota Cirebon. Puskesmas Sebagai Salah Satu Bagian yang Ikut Serta dalam
Kegiatan Inovasi. Dasar hukum lain terkait edukasi seputar kesehatan
diantaranya:
1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan beserta
perubahannya
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
beserta perubahannya
4. Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan/SDGs
5. Keputusan Menteri Kesehatan RI No 585/Menkes/Sk/V/2007 Tentang
Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas
6. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2011 tentang Sistem Kesehatan Kota
Cirebon
7. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Daerah Kota Cirebon
8. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Rincian Urusan
Pemerintahan yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah Kota Cirebon
9. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah Kota Cirebon
8
[Link] Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah
[Link] Wali Kota Cirebon Nomor 78 Tahun 2022 tentang Inovasi Daerah
[Link] Walikota Cirebon Nomor 050/Kep. 137-BAPPELITBANGDA/2023 tentang
Penetapan Daftar Inovasi Daerah
[Link] Walikota Cirebon Nomor 050.05/Kep.135-BAPPELITBANGDA/2023
tentang Pembentukan Tim Pengelola Inovasi Daerah Di Lingkungan
Pemerintah Daerah Kota Cirebon
B. Metode Perbaruan
Metode perbaharuan dalam inovasi edukasi kesehatan merujuk pada
pendekatan atau strategi baru yang diterapkan untuk meningkatkan efektivitas
penyampaian informasi dan perubahan perilaku dalam bidang kesehatan.
Berikut adalah beberapa metode perbaharuan yang sering digunakan:
1. Pemanfaatan Teknologi Digital
Aplikasi mobile kesehatan (mHealth): Memberikan edukasi berbasis aplikasi
seperti pengingat obat, pelacakan pola makan, atau tips hidup sehat.
Telemedicine: Edukasi melalui konsultasi online, webinar, dan layanan
kesehatan jarak jauh.
Media sosial: Digunakan untuk kampanye kesehatan, penyebaran infografis,
video edukasi, dan live session dengan tenaga medis.
2. Pendekatan Berbasis Komunitas
Peer education: Pelatihan individu dalam komunitas untuk menyebarkan
informasi kesehatan ke kelompok sebayanya.
Partisipatif: Melibatkan masyarakat secara aktif dalam perencanaan dan
pelaksanaan program edukasi.
3. Pembelajaran Interaktif dan Experiential Learning
Simulasi, role-playing, atau studi kasus yang memungkinkan peserta
mengalami langsung situasi nyata.
Workshop praktik keterampilan seperti CPR, penggunaan alat medis, atau
pengenalan tanda-tanda penyakit.
4. Personalisasi Konten Edukasi
Menyesuaikan materi edukasi berdasarkan usia, gender, Riwayat kesehatan,
Tingkat
5. Kolaborasi Interdisipliner
Menggabungkan tenaga dari berbagai bidang: kesehatan, teknologi,
pendidikan, dan desain komunikasi visual untuk menghasilkan materi
9
edukasi yang menarik dan efektif.
C. Keunggulan dan Kebaruan
Keunggulan dari inovasi ES PUTER SEHAT adalah dapat memberikan
wawasan dan informasi seputar kesehatan kepada masyarakat luas.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat memulai
perubahan perilakunya untuk hidup menjadi sehat. Selain itu, pada
kegiatan inovasi ini, tidak jauh dari koordinasi lintas program dan lintas
sektor, sehingga terciptanya suatu capaian inovasi secara menyeluruh.
D. Tahapan Inovasi
Inovasi ini melalui beberapa tahapan dari mulai inisiasi, uji coba, dan
penerapan. Inovasi muncul dari adanya kurangnya pengetahuan
masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di wilayah kerja
Puskesmas, melalui tahap inisiasi, uji coba dan penerapan dengan
evaluasi.
Bulan Oktober tahun 2022 dimulai dengan tahap uji coba. Pelaksanaan
dievaluasi setiap bulan dengan adannya kegiatan monev program dengan
PJ UKM, sedangkan penerapan inovasi dimulai sejak tahun 2023.
Inovasi ES PUTER SEHAT spesifik dilakukan dalam upaya Meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui edukasi atau
penyebarluasan informasi kesehatan dengan pendekatan kolaborasi lintas
sektor dan lintas program.
1
0
BAB III
HASIL
Hasil inovasi / output dari penyelenggaraan inovasi diantaranya:
1. Cakupan edukasi seputar kesehatan melalui kegiatan penyuluhan luar gedung
tercapai
2. Meningkatnya cakupan PHBS RT 2023 dibanding tahun sebelumnya
1
1
BAB IV
PENUTUP
Kami mengharapkan program inovasi ini dapat memberikan dampak positif
yang signifikan bagi masyarakat dan perkembangan daerah kami. Melalui
pendekatan yang inovatif, kami yakin program ini akan mampu menjawab
berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi.
Dengan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, program inovasi ini
diharapkan dapat terus berkembang dan berkelanjutan. Kami berkomitmen
untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala agar program ini dapat
berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang
diberikan. Semoga proposal program inovasi ini dapat dipertimbangkan dan
dapat terwujud menjadi sebuah program yang berdampak positif bagi kemajuan
daerah kami.
1
2