FORMAT JAWABAN TUGAS TUTON
Tugas 1
PDGK4201/ Pembelajaran PKn di SD
Nama : Ahmad Dwiky Revaldy
NIM : 877783813
Prodi : PGSD
UPBJJ-UT Bandar Lampung
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Terbuka
2025/2026
KATA PENGANTAR
Dalam proses penyusunannya, penulis melakukan pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber,
seperti buku, artikel, dan internet. Beberapa kendala memang sempat muncul selama pengerjaan, namun
dengan usaha dan bimbingan dari dosen, tugas ini akhirnya dapat diselesaikan tepat waktu.
Penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat diharapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga tugas ini dapat memberikan
manfaat dan menambah wawasan bagi pembaca.
PEMBAHASAN
TUGAS MATA KULIAH
UNIVERSITAS TERBUKA
Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi : PGSD
Kode/Nama MK : PDGK4201/ Pembelajaran PKn di SD
Tugas : 1
1. Jelaskan hakikat dan fungsi dari Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar!
Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar adalah pendidikan nilai, moral, dan
karakter bangsa yang bertujuan membentuk peserta didik menjadi warga negara yang cerdas,
berkarakter, demokratis, serta bertanggung jawab.
PKn tidak hanya mengajarkan pengetahuan tentang negara, hukum, dan pemerintahan, tetapi juga
menanamkan sikap cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta perilaku sesuai nilai-
nilai Pancasila dan UUD 1945 sejak dini.
Dengan kata lain, hakikat PKn adalah membentuk kepribadian warga negara yang baik (good
citizen).
Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar
1. Sebagai sarana pembentukan karakter dan moral bangsa
→ Menanamkan nilai-nilai Pancasila seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan
gotong royong dalam kehidupan sehari-hari siswa.
2. Sebagai sarana pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge)
→ Memberikan pemahaman dasar tentang negara, hak dan kewajiban warga negara, serta
aturan hidup bermasyarakat.
3. Sebagai sarana pengembangan sikap dan keterampilan kewarganegaraan (civic skills)
→ Melatih siswa agar mampu berpikir kritis, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan
mengambil keputusan yang baik dalam kehidupan bersama.
4. Sebagai sarana pembinaan rasa nasionalisme dan cinta tanah air
→ Menumbuhkan kebanggaan sebagai warga Indonesia serta semangat menjaga persatuan
dan kesatuan bangsa.
Kesimpulan:
Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar berperan penting dalam membentuk dasar
pengetahuan, sikap, dan keterampilan kewarganegaraan anak sejak dini. Melalui PKn, sekolah
membantu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga
memiliki karakter kuat dan kesadaran kebangsaan yang tinggi.
2. Sebutkan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SD! Bagaimana tujuan tersebut
dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan
masyarakat berbangsa dan bernegara?
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar
Tujuan utama Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar adalah untuk membentuk
peserta didik menjadi warga negara yang baik, berkarakter, dan bertanggung jawab. Secara lebih
rinci, tujuan PKn di SD meliputi:
1. Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan.
Siswa diajak mengenal simbol-simbol negara, menghargai keberagaman, dan bangga
menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
2. Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa belajar berperilaku jujur, adil, disiplin, dan menghargai orang lain sesuai sila-sila
Pancasila.
3. Membentuk sikap demokratis dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan diskusi atau kerja kelompok, siswa belajar menghargai pendapat orang
lain dan mengambil keputusan bersama.
4. Meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Siswa memahami pentingnya menaati aturan, menjaga lingkungan, dan berperan aktif
dalam kegiatan sosial di sekitar mereka.
Bagaimana Tujuan Tersebut Mengembangkan Kemampuan Siswa untuk
Berpartisipasi Aktif
Tujuan-tujuan PKn tersebut mendorong siswa agar:
• Berpikir kritis dan peduli terhadap masalah sosial di lingkungan sekolah maupun
masyarakat.
• Berani mengemukakan pendapat dan bekerja sama, sehingga terbentuk sikap demokratis
sejak dini.
• Terlibat dalam kegiatan positif, seperti gotong royong, menjaga kebersihan, atau
membantu teman yang kesulitan.
• Membiasakan diri hidup sesuai nilai moral dan hukum, sehingga siap menjadi warga
negara yang taat dan bertanggung jawab.
Kesimpulan :
Dengan demikian, tujuan PKn di SD bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang negara,
tetapi juga menumbuhkan kesadaran, sikap, dan keterampilan sosial agar siswa mampu
berpartisipasi aktif, cerdas, dan beretika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
3. Jelaskan bagaimana PKn terkait dengan mata pelajaran lain, seperti IPS, dalam penerapan
konsep pendidikan terintegrasi!
Keterkaitan PKn dengan Mata Pelajaran Lain (Seperti IPS) dalam Pendidikan
Terintegrasi
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki hubungan yang erat dengan mata pelajaran lain,
khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), karena keduanya sama-sama membentuk pemahaman,
sikap, dan keterampilan sosial siswa agar menjadi warga negara yang baik.
Dalam pendidikan terintegrasi, PKn dan IPS tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi.
1. Dari sisi isi atau materi:
o PKn menekankan nilai-nilai moral, hukum, dan kebangsaan, seperti hak dan
kewajiban warga negara, Pancasila, serta demokrasi.
o IPS membahas kehidupan sosial dan budaya masyarakat, seperti kegiatan ekonomi,
geografi, dan sejarah.
Kedua mata pelajaran ini saling mendukung dalam menumbuhkan wawasan
kebangsaan dan kesadaran sosial siswa.
2. Dari sisi tujuan pembelajaran:
o PKn membentuk karakter dan tanggung jawab warga negara, sedangkan IPS
mengembangkan pemahaman sosial dan kemampuan berpikir kritis.
o Jika digabungkan, keduanya membantu siswa memahami bagaimana nilai-nilai
kebangsaan diterapkan dalam kehidupan sosial nyata.
3. Dalam penerapan di kelas:
Contohnya, saat belajar tentang “kerja sama dalam masyarakat”, guru dapat mengaitkan:
o IPS: menjelaskan bentuk-bentuk kerja sama di lingkungan sosial.
o PKn: menanamkan nilai gotong royong sebagai wujud pengamalan sila ke-3
Pancasila.
Kesimpulan:
Dengan pendekatan pendidikan terintegrasi, PKn dan IPS bersama-sama menumbuhkan
pengetahuan sosial, nilai moral, dan sikap kebangsaan siswa. Hal ini membantu mereka
memahami tidak hanya apa yang terjadi di masyarakat, tetapi juga bagaimana bersikap dan
berperan secara bertanggung jawab di dalamnya.
4. Apa yang dimaksud dengan kepribadian nasional dan semangat kebangsaan dalam konteks
Pendidikan Kewarganegaraan? Bagaimana konsep cinta tanah air dan bela negara dapat
dijelaskan berdasarkan sila-sila Pancasila?
Pengertian Kepribadian Nasional dan Semangat Kebangsaan dalam PKn
1. Kepribadian Nasional
Kepribadian nasional adalah ciri khas bangsa Indonesia yang tercermin dari nilai-nilai,
sikap, dan perilaku sesuai dengan Pancasila dan budaya bangsa. Dalam konteks
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), kepribadian nasional dibentuk melalui penanaman
nilai moral, tanggung jawab, dan kesadaran sebagai warga negara Indonesia yang beradab,
jujur, serta menjunjung tinggi persatuan.
2. Semangat Kebangsaan
Semangat kebangsaan adalah rasa bangga dan kesadaran untuk menjadi bagian dari
bangsa Indonesia, disertai tekad untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. PKn
menumbuhkan semangat kebangsaan melalui pembelajaran tentang persatuan, gotong
royong, toleransi, serta menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya.
Cinta Tanah Air dan Bela Negara Berdasarkan Sila-sila Pancasila
Konsep cinta tanah air dan bela negara dalam PKn dapat dijelaskan melalui penerapan nilai-nilai
Pancasila:
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa:
Mencintai tanah air dengan menjaga kerukunan antarumat beragama dan berdoa agar
bangsa tetap damai.
2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:
Membela negara dengan cara menghormati hak asasi manusia dan membantu sesama
tanpa diskriminasi.
3. Sila 3 – Persatuan Indonesia:
Menunjukkan cinta tanah air dengan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan
menolak perpecahan.
4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan:
Membela negara dengan berpartisipasi dalam musyawarah, menghormati keputusan
bersama, dan menjunjung nilai demokrasi.
5. Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:
Menunjukkan cinta tanah air dengan berlaku adil, membantu yang lemah, dan ikut
menjaga kesejahteraan bersama.
Kesimpulan:
Dalam konteks PKn, kepribadian nasional dan semangat kebangsaan merupakan dasar
pembentukan karakter warga negara yang cinta tanah air dan siap membela negara. Nilai-nilai
Pancasila menjadi pedoman dalam mewujudkan sikap tersebut, agar setiap warga Indonesia
berperan aktif menjaga persatuan, kedamaian, dan keadilan bagi seluruh rakyat.
5. Jelaskan bagaimana jaminan HAM yang tercantum dalam pasal-pasal UUD 1945!
Jaminan HAM dalam Pasal-Pasal UUD 1945
Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia dan dijamin
oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Setelah
amandemen, UUD 1945 memberikan jaminan HAM secara lebih jelas dan komprehensif dalam
Bab XA (Pasal 28A – 28J).
Berikut beberapa bentuk jaminannya:
1. Hak untuk hidup (Pasal 28A)
→ Setiap orang berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya.
2. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan (Pasal 28B ayat 1)
→ Negara menjamin hak setiap warga untuk membentuk keluarga dan memperoleh
keturunan melalui perkawinan yang sah.
3. Hak anak atas perlindungan (Pasal 28B ayat 2)
→ Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, berkembang, serta perlindungan
dari kekerasan dan diskriminasi.
4. Hak atas kebebasan beragama (Pasal 28E ayat 1)
→ Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut keyakinannya.
5. Hak berpendapat dan berserikat (Pasal 28E ayat 3)
→ Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan
pendapat.
6. Hak atas rasa aman dan perlindungan diri (Pasal 28G)
→ Setiap orang berhak atas perlindungan diri, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta
benda.
7. Hak memperoleh keadilan (Pasal 28D ayat 1)
→ Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang
adil.
8. Hak atas pendidikan dan kesejahteraan (Pasal 28C dan 31)
→ Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, mengembangkan diri, dan
menikmati kesejahteraan sosial.
9. Pembatasan HAM (Pasal 28J)
→ Dalam pelaksanaannya, hak asasi manusia dibatasi oleh hak orang lain, nilai moral, dan
kepentingan umum, agar tidak disalahgunakan.
Kesimpulan:
UUD 1945 menjamin hak asasi manusia secara menyeluruh, mencakup hak hidup, kebebasan,
keadilan, serta kesejahteraan. Namun, pelaksanaan HAM harus seimbang dengan tanggung jawab
dan kewajiban warga negara, agar kebebasan individu tetap selaras dengan kepentingan bersama.
Lampung Tengah, 27 Oktober 2025
(Ahmad Dwiky Revaldy)