0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

11 +rini

Penelitian ini menganalisis pendapatan dan efisiensi produksi padi organik di Kelompok Tani Ngudi Raharjo, dengan hasil rata-rata pendapatan sebesar IDR 16,969,582 per usaha tani dan total biaya pengeluaran IDR 3,193,584. Usaha tani padi organik dinyatakan layak dengan R/C ratio 6.31 dan efisiensi teknis menunjukkan Increasing Return to Scale. Penelitian ini menggunakan analisis pendapatan dan fungsi Coob-Douglass melalui Data Envelopment Analysis (DEA).

Diunggah oleh

Irada Sinta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

11 +rini

Penelitian ini menganalisis pendapatan dan efisiensi produksi padi organik di Kelompok Tani Ngudi Raharjo, dengan hasil rata-rata pendapatan sebesar IDR 16,969,582 per usaha tani dan total biaya pengeluaran IDR 3,193,584. Usaha tani padi organik dinyatakan layak dengan R/C ratio 6.31 dan efisiensi teknis menunjukkan Increasing Return to Scale. Penelitian ini menggunakan analisis pendapatan dan fungsi Coob-Douglass melalui Data Envelopment Analysis (DEA).

Diunggah oleh

Irada Sinta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Pertanian Agros Vol. 27 No.

2, April 2025: 267 – 276

ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PRODUKSI PADI ORGANIK PADA


KELOMPOK TANI NGUDI RAHARJO DI DUSUN BENYO KELURAHAN
SENDANGSARI KEPANEWON PAJANGAN
ANALYSIS OF INCOME AND EFFICIENCY OF ORGANIC RICE PRODUCTION IN THE
NGUDI RAHARJO FARMERS GROUP IN BENYO VILLAGE, SENDANGSARI VILLAGE,
PAJANGAN AREAS
Chrisma Agustina1, 1Rini Anggraeni2, Cungki Kusdardjito3
1,2,3
Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

ABSTRACT
This study was conducted with the aim of analyzing the income and efficiency of organic rice
production at the Ngudi Raharjo Farmer Group in Benyo Hamlet, Sendangsari Village, Pajangan
District with a sample of 30 farmers. Hypothesis testing used the methods (1) income analysis (2)
Coob-Douglass function analysis using the Data Envelopment Analysis (DEA) program. The results
showed that the average income from organic rice farming was IDR 16,969,582/farm. The total cost
of expenditure was IDR 3,193,584/farm. The income received was greater than the total cost of
expenditure. The profit was IDR 16,718,082/farm. Organic rice farming is feasible because the R/C
ratio value of 6.31 is greater than 1. The economic efficiency value for input of growth stimulants is
3.64; botanical pesticides 0.201. Technically, the use of production inputs of 1.086 > 1 has an
Increasing Return to Scale.
Key-words: feasibility, income, production efficiency
INTISARI
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pendapatan dan efisiensi produksi
padi organik pada Kelompok Tani Ngudi Raharjo di Dusun Benyo, Kalurahan Sendangsari,
Kapanewon Pajangan dengan sampel sebanyak 30 petani. Pengujian hipotesis menggunakan metode
(1) analisis pendapatan (2) analisis fungsi Coob-Douglass menggunakan program Data Envelopment
Analysis (DEA). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan dari usaha tani padi organik
sebesar Rp 16.969.582/usaha tani. Total biaya pengeluaran sejumlah Rp3.193.584,00 per usaha tani.
Pendapatan yang diterima lebih besar daripada total biaya pengeluaran. Keuntungan
Rp16.718.082,00 per usaha tani. Usaha tani padi organik layak diusahakan karena nilai R/C ratio
6,31 lebih besar dari 1. Nilai efisiensi ekonomis untuk input zat perangsang tumbuh 3,64; pestisida
nabati 0,201. Secara teknis, penggunaan input produksi 1,086 > 1 terjadi Increasing Return to Scale.

Kata kunci: efisiensi produksi, kelayakan, pendapatan

1
Alamat penulis untuk korespondensi: Rini Anggraeni. Email: ri_nies@[Link]

e-ISSN 2528-1488, p-ISSN 1411-0172


268 Jurnal Pertanian Agros Vol.27 No.2, April 2025: 267 – 276

PENDAHULUAN Menurut Indra (2021) usaha padi


organik menunjukkan efisiensi teknis (ET) rata-
Indonesia memiliki potensi yang cukup rata sebesar 0,84, efisiensi ekonomi sebesar 0,78
besar untuk bersaing di pasar internasional (Ulpah et al., 2019), R/C ratio atas biaya total
walaupun secara bertahap. Hal ini karena 2,35 (Utami, et al., 2018), Return Cost Ratio
berbagai keunggulan komparatif diantaranya (RCR) adalah 27,3, menurut Suwardi, 2019,
masih banyak sumber daya lahan yang dapat R/C sebesar 5,54 dan nilai B/C sebesar 4,54
dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian (Nanang, 2017). Kendala terbesar yang dihadapi
organik, dan teknologi untuk mendukung oleh petani dalam mengusahakan pertanian
pertanian organik sudah cukup tersedia seperti organik menurut Purwantini et al., 2020 adalah
pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, kurangnya pengetahuan, akses ke pasar,
pestisida hayati, dan sebagainya (Purwantini et kebutuhan dalam sertifikat, input pertanian, dan
al., 2020). kurangnya organisasi.
Banyaknya bahaya dan dampak negatif Berdasarkan hasil survei, Kelompok
dari bahan kimia menciptakan kesadaran baru Tani Ngudi Raharjo pada awal penerapan padi
dan sitem pertanian organik mulai dianggap organik mengenai budidayanya terlalu rumit
penting oleh para ahli (Rai, 2018). Sistem dan memiliki produktivitas yang kecil, akan
budidaya padi organik dan berkelanjutan tetapi Kelompok Tani Ngudi Raharjo tetap
mempunyai potensi untuk menjaga kelestarian konsisten untuk menerapkan budidaya padi
dan kesehatan alam. Pertanian organik organik. Analisis efisiensi produksi perlu
meminimalisir bahkan menghilangkan beban dilakukan untuk mengetahui kombinasi faktor-
lingkungan, namun pada masa yang bersamaan faktor produksi yang optimal sehingga petani
dapat meningkatkan pendapatan usaha tani dapat berproduksi secara efisien dan dapat
(Aminah, 2017). meningkatkan keuntungan. Rendahnya
Pengembangan padi organik telah produktivitas juga memengaruhi besar kecilnya
berhasil di lakukan oleh Kelompok Tani Ngudi pendapatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan
Raharjo yang dipelopori oleh Bapak Daliman penelitian mengenai Analisis Pendapatan dan
sejak tahun 2017. Tujuan dari produksi padi Efisiensi Produksi Padi Organik Pada
organik adalah memiliki nilai lebih dan Kelompok Tani Ngudi Raharjo di Dusun Benyo,
mendapatkan keuntungan yang maksimal hal ini Kalurahan Sendangsari, Kepanewon Pajangan.
dilandasi dengan banyaknya masyarakat yang Berdasarkan latar belakang, maka tujuan
mulai memiliki kesadaran akan gaya hidup sehat penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa
(Alfarisi et al., 2021). Untuk menghasilkan besar 1) pendapatan padi organik, 2) tingkat
produksi padi organik yang optimal maka efisiensi produksi padi organik pada Kelompok
penggunaan bibit, pupuk, pestisida, Tani Ngudi Raharjo di Dusun Benyo, Kalurahan
produktivitas tenaga kerja dan produktivitas Sendangsari, Kepanewon Pajangan.
modal atau biaya harus digunakan dengan tepat,
sehingga diperoleh efisiensi faktor produksi dan METODE
dicapai pendapatan usaha tani padi yang tinggi
(Yuliana et al., 2017), kontribusi terbesar Metode yang digunakan dalam
pendapatan padi organik terhadap pendapatan penelitian ini adalah penelitian deskriptif
keluarga adalah 34,12% (Primalasari & kuantitatif, metode penentuan lokasi dilakukan
Puspitasari 2021). dengan sengaja (purposive) (Kapantow &
Rumagit 2015). Kelompok Tani Ngudi Raharjo
sudah mendapatkan sertifikat dari Dinas
Analisis Pendapatan dan Efisiensi Produksi Padi ([Link], [Link], & [Link]) 269

Pertanian Bantul dan dalam budidaya pertanian Jika R/C < 1, maka usaha tersebut tidak layak
organik di lokasi Dusun Benyo, Kalurahan diusahakan.
Sendangsari selalu konsisten dan memiliki 2. Analisis Efisiensi Ekonomis dan Teknis
organisasi yang baik. Untuk menganalisis efisiensi ekonomis,
Populasi dalam penelitian ini berjumlah dilakukan terlebih dahulu faktor-faktor yang
30 petani. Menurut Arikunto (2004) dalam memengaruhi hasil poduksi padi organik untuk
(Rahmadi 2011), untuk populasi yang subjeknya mendapatkan nilai elastisitas atau nilai produk
kurang dari 100 responden, maka lebih baik marjinal variabel bebas. Model yang digunakan
diambil semua, sehingga sampel yang adalah fungsi Cobb-Douglas. serta alat bantu
digunakan berjumlah 30 petani. Data pada SPSS 21 dan program Data Envelopment
penelitian yaitu data primer dan sekunder, data Analysis (DEA)-Frontier.
penelitian dikumpulkan dengan cara observasi, a. Efisiensi ekonomis tercapai jika petani
wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. mampu memaksimalkan keuntungan yaitu
Metode analisis pada penelitian yaitu: menyamakan nilai produksi marjinal setiap
1. Analisis pendapatan faktor produksi dengan harganya, untuk
Pd = TR − TC (Eksplisit) menghitung efisiensi ekonomis sebagai
berikut:
Keterangan: 𝑁𝑃𝑀𝑥 𝑃𝑦.𝑃𝑀𝑥
EH = = =1
Pd = Pendapatan (Rp) 𝑃𝑥 𝑃𝑥
TR = Total Penerimaan (Rp) Keterangan:
TC = Total Biaya Produksi (Rp) EH = Tingkat efisiensi harga
Keuntungan padi organik dapat dihitung dengan NPM = Nilai produk marginal
menggunakan rumus berikut: PMx = Produk Marginal input
π = TR − TC (Eksplisit) Py = Harga Padi Organik
Keterangan: Px = Harga Input
π = Keuntungan (Rp) Jika EH > 1; artinya penggunaan input X
TR = Total Penerimaan (Rp) belum efisien untuk mencapai efisien perlu
TC = Total Biaya (Rp) menambah input X.
Ekplisit = Seluruh input yang dibeli Jika EH < 1; artinya penggunaan input X
Implisit = Seluruh input milik petani yang tidak efisiensi dan harus dikurangi input X.
digunakan Jika EH = 1; artinya penggunaan input X
Rumus untuk menghitung kelayakan padi sudah efisien.
organik adalah sebagai berikut:
R Penerimaan Usaha tani b. Untuk menganalisis efisiensi teknik
ratio = dilakukan dengan menggunakan aplikasi
C Biaya Eksplisit
DEA-Frontier, kriteria efisiensi teknik
Keterangan :
adalah dengan menggunakan Return To
R = Penerimaan usaha tani
Scale (RTS):
C = Biaya Eksplisit
i. Increasing return to scale,{(b1+b2) > 1}
Kriteria analisis R/C yaitu:
ii. Constant return to scale,{(b1+b2) = 1}
Jika R/C > 1, maka usaha tersebut layak
iii. Decreasing return to scale,{(b1+b2) < 1}
diusahakan.
Jika R/C = 1, maka usaha tersebut bisa dikatakan
HASIL DAN PEMBAHASAN
impas.
270 Jurnal Pertanian Agros Vol.27 No.2, April 2025: 267 – 276

Identitas petani responden 66,7 persen luas penguasaan lahan (Harianto & Susila,
berada pada umur produktif, pendidikan 2009) menyatakan bahwa semakin luas lahan
tertinggi SLTA sebesar 10 persen, tidak tamat yang dimiliki oleh petani tersebut maka tenaga
sebesar 43,3 persen, tidak sekolah 26,7 persen. kerja yang diperlukan akan semakin banyak.
Rata-rata luas lahan yang dimiliki petani sebesar Selain itu, besarnya biaya tenaga kerja terjadi
0,148 hektar. karena hampir di semua kegiatan proses
Analisis Pendapatan Usaha tani Padi budidaya menggunakan tenaga kerja dari luar
Organik keluarga tani, mulai dari tenaga kerja yang
Nilai produksi usaha tani diperoleh dari digunakan dalam proses pengolahan sawah
rerata produksi padi organik pada petani di sampai dengan kegiatan panen.
Sendangsari Kapanewon Pajangan sebesar Berdasarkan Tabel 3, dapat dijelaskan
1.551 kg yang dikalikan dengan harga beras bahwa rerata pendapatan usaha tani padi organik
sehingga diperoleh nilai produksi padi sebesar di Sendangsari Kapanewon Pajangan adalah
Rp20.163.000,00. Rerata harga jual padi sebesar Rp16.969.582,00 per usaha tani.
organik yang telah diolah menjadi beras organik Pendapatan padi organik per luas lahan berasal
di tingkat petani seragam, kualitas padi yang dari penerimaan sebesar Rp20.163.000,00
dihasilkan petani pada umumnya sama dalam dikurangi dengan biaya usaha tani sebesar
satu kelompok yaitu sebesar Rp13.000,00 per Rp3.193,00. Pendapatan usaha tani padi organik
kg. di Sendangsari Kapanewon Pajangan lebih
Berdasarkan Tabel 2, dapat diketahui besar apabila dibandingkan dengan hasil
bahwa rerata biaya usaha tani padi organik di penelitian Saputro (2015) pada usaha tani padi
Sendangsari Kapanewon Pajangan sebesar non organik yang menghasilkan pendapatan
Rp3.193.584,00 per usaha tani. Proporsi biaya Rp13.461.027,84 per hektar lahan dan
usaha tani terbesar yaitu biaya tenaga kerja keuntungan usaha tani padi organik sebesar Rp
dengan persentase 54,96%. Biaya tenaga kerja 16.718.082,00.
menjadi besar salah satunya dipengaruhi oleh

Tabel 1. Rata-Rata Produksi Usaha Tani Padi Organik


Bentuk Hasil Luas Tanam (ha) Luas Panen (ha) Produksi (kg) Nilai Produksi (Rp)
Beras 0,148 0,148 1.551 20.163.000
Sumber: Analisis Data Primer

Tabel 2. Rata-rata Biaya Pengeluaran Usaha Tani Padi Organik


No Jenis Biaya Nilai (Rp) Persentase (%)
1. Sarana Produksi 1.168.181 36,57
2. Biaya Tenaga Kerja luar keluarga 1.755.342 54,96
3. Biaya Penyusutan 270.061 8,47
Jumlah 3.193.584 100,00
Sumber: Analisis Data Primer
Analisis Pendapatan dan Efisiensi Produksi Padi ([Link], [Link], & [Link]) 271

Tabel 3. Rata-rata Pendapatan dan Keuntungan Usaha Tani Padi Organik


No Keterangan Nilai (Rp)
1. Penerimaan 20.163.000
Biaya Eksplisit
A. Biaya Variabel:
Biaya bibit 49.722
Biaya ZPT 140.000
Biaya POC 781.375
2. Biaya Pestisida Nabati 197.083
Biaya Tenaga Kerja Luar Keluarga 1.755.343
Total Biaya Variabel 2.923.523
B. Biaya Tetap:
Biaya Penyusutan 270.061
Total Biaya Eksplisit (A+B) 3.193.584
3. Pendapatan (1-2) 16.969.582
4. Biaya Implisit 251.500
5. Keuntungan (3-4) 16.718.082
Sumber: Analisis Data Primer

Kelayakan usaha tani padi organik 0,889. Nilai ini menyesuaikan R² untuk jumlah
dihitung dengan menggunakan R/C ratio, variabel independen dalam model. Karena nilai
dimana R/C ratio didapatkan dari perhitungan ini masih tinggi (0,889), model masih dianggap
penerimaan usaha tani dibagi dengan biaya baik dalam menjelaskan variasi dalam variabel
Eksplisit. Dengan demikian didapatkan hasil dependen setelah mempertimbangkan jumlah
R/C ratio adalah Rp20.163.000,00 dibagi prediktor. RMSE (Root Mean Squared Error)
Rp3.193.584,00 menghasilkan R/C ratio mempunyai nilai 0,301, nilai yang lebih rendah
sebesar 6,31. Jadi usaha tersebut dikatakan menunjukkan bahwa data sesuai dengan model.
layak untuk diusahakan karena 6,31 > 1. Nilai Dalam kasus ini, RMSE adalah 0,301 pada skala
R/C ratio sebesar 6,31 memiliki arti bahwa logaritmik variabel Y, p < 0,001 Nilai p yang
setiap 1 Rupiah biaya yang dikeluarkan dalam sangat kecil ini menegaskan bahwa model
proses produksi maka akan memberikan regresi secara keseluruhan signifikan secara
penerimaan sebesar 6,31 kali dari biaya yang statistik, nilai F sebesar 47.440, yang menguji
telah dikeluarkan. Berdasarkan hasil tersebut signifikansi keseluruhan model regresi. Apabila
dapat disimpulkan bahwa usaha tani padi dilihat koefisien individualnya, hanya variabel
organik di Sendangsari Kapanewon Pajangan Ln X2 (ZPT) yang memiliki koefisien signifikan
layak untuk diusahakan. secara statistik (p < 0,001) dengan arah positif.
Analisis Efisiensi Ekonomis dan Teknis Hal tersebut berarti bahwa peningkatan dalam
Pada Tabel 4 dapat dijelaskan R² penggunaan zat perangsang tumbuh (ZPT)
(Koefisien Determinasi) nilainya 0,908 artinya secara signifikan akan meningkatkan produksi
bahwa sekitar 90.8% variasi dalam variabel padi [Link] bibit, POC, pestisida
dependen Ln Y (produksi) dapat dijelaskan oleh nabati, dan tenaga kerja tidak signifikan secara
variasi dalam variabel independen Ln X1 (bibit), statistik dalam model M₀ (nilai p > 0,05). Selain
Ln X2 (ZPT), Ln X3 (POC), Ln X4 (Pestisida itu, nilai Variance Inflation Factor (VIF) yang
Nabati), Ln X5 (Tenaga Kerja) secara bersama- sangat tinggi dan nilai Tolerance yang sangat
sama. Adjusted R² (R² yang disesuaikan) sebesar rendah untuk Ln X1, Ln X3, Ln X4, dan Ln X5
mengindikasikan adanya multikolinearitas yang
272 Jurnal Pertanian Agros Vol.27 No.2, April 2025: 267 – 276

berat antar variabel-variabel independen. Oleh multikolinearitas yang persisten. Tolerance Ln


sebab itu analisis regresi dilanjutkan untuk X2 meningkat (0,226, VIF = 4,416), dan
mengetahui variabel mana yang akan Tolerance Ln X4 meningkat signifikan (0,729
dihilangkan sehingga kemungkinan terjadi dan VIF = 1,371) setelah Ln X3 dikeluarkan.
multikolinieritasnya paling rendah. Tabel 6 menunjukkan bahwa model M₂
Tabel 5 menjelaskan bahwa model M₁ kembali mengalami perubahan, dengan derajat
merupakan model regresi linear setelah ada kebebasan regresi menjadi 3. Berdasarkan tabel
perubahan dari Model M₀, dengan derajat koefisien, variabel Ln X5 telah dikeluarkan dari
kebebasan regresi menjadi 4. Jika dibandingkan Model M₁. Nilai Tolerance untuk Ln X1
dengan model M₀, diketahui bahwa satu variabel meningkat menjadi 0,225 (VIF = 4,452), Ln X2
prediktor telah dikeluarkan dari model ini. menjadi 0.245 (VIF = 4.090), dan Ln X 4 tetap
Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui koefisien tinggi (Tolerance = 0,730 dan VIF = 1,370)
menjadi 4, variabel Ln X3 telah dikeluarkan dari setelah Ln X5 dikeluarkan. Multikolinearitas
Model M₁. Nilai R dan R² tetap sama dengan untuk Ln X1 dan Ln X2 tampak berkurang
Model M₀ (R = 0,953 dan R² = 0,908). Namun dibandingkan model sebelumnya.
Adjusted R² meningkat menjadi 0,893. RMSE Tabel 7 menunjukkan bahwa model M₃
sedikit menurun menjadi 0,296. Perubahan R² memiliki derajat kebebasan regresi sebesar 2.
adalah -0.000. Uji F pada model ini juga Berdasarkan tabel koefisien, variabel Ln X 1
signifikan secara statistik (p <0,001) dengan telah dikeluarkan dari Model M₂, R² menurun
derajat kebebasan untuk model adalah 4 dan menjadi 0.899. Adjusted R² sedikit menurun
untuk residual adalah 25. Model regresi secara menjadi 0.892. RMSE sedikit meningkat
keseluruhan masih signifikan secara statistik (F menjadi 0.298. Perubahan R² adalah -0.009. Uji
= 61.633, p < .001). Nilai Tolerance untuk Ln F tetap signifikan (p < 0.001) dengan derajat
X1 (0.015) dan Ln X5 (0.014) masih sangat kebebasan untuk model adalah 2 dan untuk
rendah, dan nilai VIF (68.385 dan 73.431) masih residual adalah 27.
sangat tinggi, mengindikasikan masalah

Tabel 4. Analisis Regresi Faktor-faktor Produksi Uji Multikoleniaritas


Unstandardized Coefficients Collinearity Statistics
Model (Mo) t Sig.
B Std. Error Tolerance VIF
(Constant) 0,857 1,557 0,550 0,587
Ln X1 (Bibit) 0,337 0,531 0,633 0,533 0,015 68,454
Ln X2 (ZPT) 0,999 0,156 6,395 <0,001 0,215 4,646
Ln X3 (POC) -0,056 0,251 -0,221 0,827 0,033 30,493
LnX4 (Pestisida Nabati -0,065 0,210 -0,310 0,759 0,034 29,382
Ln X5 (Tenaga Kerja) -0,170 0,701 -0,243 0,810 0,013 74,302
2
Adjusted R 0,889
2
R 0,908
RMSE 0,301
Fhitung 47,440
Ftabel 2,620
ttabel 2,063
Sumber: Analisis Data Primer
Analisis Pendapatan dan Efisiensi Produksi Padi ([Link], [Link], & [Link]) 273

Tabel 5. Analisis Regresi Faktor-Faktor Produksi Uji Multikoleniaritas


Unstandardized Coefficients Collinearity Statistics
Model (M1) t Sig.
B Std. Error Tolerance VIF
(Constant) 0,723 1,408 0,514 0,587
Ln X1 (Bibit) 0,34 0,521 0,653 0,533 0,015 68,385
Ln X2 (ZPT) 1,007 0,149 6,74 0,001 0,226 4,416
LnX4 (Pestisida Nabati -0,111 0,045 -2,486 0,759 0,729 1.371
Ln X5 (Tenaga Kerja) -0,187 0,684 -0,274 0,81 0,014 73.431
Adjusted R2 0,889
R2 0,908
RMSE 0,296
Fhitung 61.633
Ftabel 2,620
ttabel 2,063
Sumber: Analisis Data Primer

Tabel 6. Analisis Regresi Faktor-faktor Produksi Uji Multikoleniaritas


Unstandardized Coefficients Collinearity Statistics
Model (M2) t Sig.
B Std. Error Tolerance VIF
(Constant) 0,406 0,788 0,516 0,61
Ln X1 (Bibit) 0,202 0,131 1,55 0,133 0,225 4.452
Ln X2 (ZPT) 0,996 0,141 7,053 <0,001 0,245 4,09
LnX4 (Pestisida Nabati -0,111 0,044 -2,538 0,017 0,73 1.370
Adjusted R2 0,897
R2 0,908
RMSE 0,29
Fhitung 85,183
Ftabel 2,62
ttabel 2,063
Sumber: Analisis Data Primer

Tabel 7. Analisis Regresi Faktor-faktor Produksi Uji Multikoleniaritas


Unstandardized Coefficients Collinearity Statistics
Model (M3) t Sig.
B Std. Error Tolerance VIF
(Constant) -0,563 0,491 -1,146 0,262
Ln X2 (ZPT) 1,178 0,08 14.661 <0,001 0,794 1.259
LnX4 (Pestisida Nabati -0,,092 0,043 -2,132 0,042 0,794 1.259
Adjusted R2 0,892
R2 0,899
RMSE 0,298
Fhitung 120,316
Ftabel 2,62
ttabel 2,063
Sumber: Analisis Data Primer
274 Jurnal Pertanian Agros Vol.27 No.2, April 2025: 267 – 276

Tabel 8. Efisiensi Ekonomis Faktor- Faktor Produksi


Keterangan Elastisitas Rata-rata/usaha tani PMx NPMx NPMx/Px
Produksi (kg) 1.551
Konstanta -0,563
ZPT (ml) 1,178 1.120 117,65 509.816 3,641
Pestisida nabati (ml) -0,092 391,83 3,05 39.650 0,201
Sumber: Analisis Data Primer

Model regresi secara keseluruhan tetap sehingga dapat dilakukan pengurangan faktor
signifikan secara statistik (F = 120.316, p < produksi pestisida nabati untuk meningkatkan
0,001). Secara keseluruhan, serangkaian model produksi usaha tani padi organik.
ini menunjukkan upaya untuk mengidentifikasi Efisiensi Teknis
variabel prediktor yang paling berpengaruh Pada penelitian ini, untuk mengitung
secara signifikan terhadap variabel dependen nilai efisiensi teknis menggunakan program
(Ln Y) sambil mengatasi masalah Data Envelopment Analysis (DEA). Analisis
multikolinearitas. Model M₃, dengan hanya menurut DEA, sebuah unit kegiatan ekonomi
menggunakan 2 variabel Ln X2 dan Ln X4 dapat dikatakan efisien apabila secara teknis
sebagai prediktor, memiliki nilai R² yang sedikit rasio perbandingan output produksi dan input
lebih rendah namun menghilangkan masalah yang digunakan sama dengan satu, yang artinya
multikolinearitas yang signifikan di antara unit kegiatan ekonomi tersebut sudah tidak
variabel prediktor yang tersisa. Persamaan melakukan pemborosan input- input produksi
regresi dengan nilai koefisien 3 menjadi atau mampu memanfaatkan potensi kemampuan
Ln Y = β₀ + β₂ Ln X₂ + β₄ Ln X₄ + ε produksi yang dimiliki secara optimal untuk
Ln Y = -0.563 + 1.178 Ln X₂ - 0.092 Ln X₄ + ε menghasilkan output produksi yang tinggi.
Dari persamaan diatas, maka dapat diperoleh Pengukuran efisiensi teknis menggunakan
nilai efisiensi ekonomis pada setiap variabel kriteria DEA-Frontier. Dari data diatas dapat
bebas (EH) sama dengan 1. diperhatikan mengenai kriteria RTS yaitu
Efisiensi Ekonomis Penggunaan Input apabila terjadi Increasing return to scale
Produksi Fungisida {(b1+b2) > 1} dan Decreasing return to scale,
Tabel 8 menunjukkan bahwa rasio apabila {(b1+ b2) < 1} belum efisien, terjadi
antara NPM (nilai produk marginal) dengan efisien apabila data RTS berada di titik
biaya penggunaan fungisida sebesar 3,641 > 1. maksimum 1 yaitu Constant return to scale,{(b
Dapat disimpulkan bahwa penggunaan input +b2)=1}, penggunaan faktor produksi secara
produksi fungisida belum efisien sehingga perlu simultan sangat efisien dalam menghasilkan
dilakukan penambahan faktor fungisida untuk produksi. Fungsi produksi Cobb Douglas:
meningkatkan produksi usaha tani padi organik. Y = -0.563 X21,178 X4-0,092
Efisiensi Ekonomis Penggunaan Input Ln Y = -0,563 + 1,178 X2 - 0,092 X4
Produksi Pestisida Nabati Nilai Return of Scale produksi adalah
Tabel 8 menunjukkan bahwa rasio 1,086 yang diperoleh dari perhitungan sebagai
antara Nilai Produk Marginal (NPM) dengan berikut: b2 + b4 = 1,178 - 0,092 = 1,086. Nilai
biaya penggunaan pestisida nabati sebesar 0,201 1,086 > 1, berada dalam Increasing Return to
< 1. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Scale. Hal tersebut berarti bahwa jika input
penggunaan input pestisida nabati tidak efisien, dinaikkan 2 kali lipat atau kenaikan 100 % maka
output meningkat sebesar 21,086.
Analisis Pendapatan dan Efisiensi Produksi Padi ([Link], [Link], & [Link]) 275

Kabupaten Serdang Bedagai [Skripsi,


KESIMPULAN Universitas Sumatera Utara].
Kapantow, I. G. H. M., & Rumagit, G. A. J.
1. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata (2015). Peranan sektor pertanian dalam
pendapatan dari usaha tani padi organik pembangunan wilayah Kota Tomohon.
sebesar Rp16.969.582,00 per usaha tani. Cocos, 6(4). Fakultas Pertanian,
Total biaya pengeluaran sejumlah Universitas Sam Ratulangi.
Rp3.193.584,00 per usaha tani. Pendapatan Nanang, R. (2017). Analisis kelayakan usaha
yang diterima lebih besar daripada total tani padi organik (Studi kasus: Desa
biaya pengeluaran. Keuntungan Karang Anyar, Kecamatan Beringin,
Rp16.718.082,00 per usaha tani. R/C ratio Kabupaten Deli Serdang) [Skripsi,
padi organik sebesar 6,31 usaha tani padi Universitas Muhammadiyah Sumatera
organik layak diusahakan karena nilai R/C Utara].
ratio lebih besar dari 1. Purwantini, T. B., & Sunarsih, N. F. N. (2020).
2. Nilai efisiensi ekonomis untuk input zat Pertanian organik: Konsep, kinerja,
perangsang tumbuh 3,6 dan pestisida nabati prospek, dan kendala. Forum Penelitian
sebesar 0,201. Secara teknis, penggunaan AgroEkonomi, 37(2), 127.
input produksi 1,086 > 1 terjadi Increasing Primalasari, I., & Puspitasari, M. S. (2021).
Return to Scale belum efisien secara teknis. Analisis pendapatan padi organik dan
kontribusinya terhadap pendapatan rumah
DAFTAR PUSTAKA tangga di Kecamatan BTS Ulu Kabupaten
Aminah, M. (2017). Strategi pengembangan Musi Rawas. Journal of Food System and
usaha padi organik bersertifikat Agribusiness, 5(2), 99–106.
berkelanjutan di Kabupaten Tasikmalaya Rahmadi. (2011). Pengantar metodologi
[Disertasi, Institut Pertanian Bogor]. IPB, penelitian. Antasari Press.
Bogor. Rai, N. (2018). Dasar-dasar agronomi. Pelawa
Alfarisi, S., Parera, W. B., & Lawalata, M. Sari.
(2021). Strategi pemasaran usaha tani Saputro, W. A. (2015). Ketahanan pangan
sayuran organik di Kota Ambon. Jurnal rumah tangga tani di Kecamatan
Agribisnis Kepulauan: AGRILAN, 9(2), Prambanan, Kabupaten Sleman [Skripsi,
190–207. Universitas Gadjah Mada].
Badan Pusat Statistik. (2020). Luas panen dan Ulpah, J., & Siti, N. (2019). Efisiensi ekonomis
produksi padi di D.I. Yogyakarta 2020 padi organik di Kabupaten Tasikmalaya.
(Vol. 2, No. 1, hlm. 5–7). BPS. Jurnal Hexagro, 3(1), 41–50.
Badan Pusat Statistik. (2019). Luas penggunaan Utami, D. P., Hasanah, U., & Lestari, F. T.
lahan dan alat-alat mesin pertanian (2018, November 22). Analisis
Kabupaten Bantul (Laporan Tahunan). pendapatan usahatani padi organik di
BPS. Kecamatan Ngombol Kabupaten
Harianto, & Susila, D. A. B. (2009). Permintaan Purworejo (Studi kasus petani anggota
beras rumah tangga petani padi. Jurnal Perkumpulan Tani (PETA) Organik
Agribisnis dan Ekonomi Pertanian, 3(2), Kabupaten Purworejo) [Makalah
90–103. seminar]. Seminar Nasional Pertanian
Indra Cahyadi. (2021). Analisis efisiensi teknis 2018, Universitas Muhammadiyah
padi organik di Kecamatan Perbaungan, Purwokerto.
276 Jurnal Pertanian Agros Vol.27 No.2, April 2025: 267 – 276

[Link]
6
Yuliana, Y., & Handayani, M. (2017). Efisiensi
alokasi penggunaan faktor produksi pada
usahatani padi di Kecamatan Wirosari
Kabupaten Grobogan. Agraris, 3(1), 39–
47. [Link]

Anda mungkin juga menyukai