MODUL AJAR
PENDIDIKAN PANCASILA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : 2024/2025
Instansi : SMP
Tahun Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Jenjang Sekolah : D / VII / Ganjil
Mata Pelajaran : Sejarah Kelahiran Pancasila
Fase / Kelas / Semester : A. Latar Sejarah Kelahiran Pancasila
Bab I : Pancasila
Subbab : Peserta didik mampu menganalisis kronologis lahirnya
Elemen : Pancasila; mengkaji fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai
Capaian Pembelajaran : dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengenal
Pancasila sebagai ideologi negara. Peserta didik memahami
implementasi Pancasila dalam kehidupan bernegara dari masa
ke masa. Peserta didik mampu mengidentifikasi hubungan
Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia; serta melaksanakan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik
mengidentifikasi kontribusi Pancasila sebagai pandangan
hidup dalam menyelesaikan persoalan lokal dan global dengan
menggunakan sudut pandang Pancasila
2 x 40 menit
Alokasi Waktu :
B. KOMPETENSI AWAL (Materi Prasyarat)
Peserta didik mampu menyebutkan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Bernalar kritis
Kreatif
Gotong royong
D. SARANA DAN PRASARANA (Media Pembelajaran)
Laptop
Proyektor
Jaringan internet
Kertas A4
Video yang berkaitan dengan Latar Sejarah Kelahiran Pancasila yang diambil dari
berbagai sumber di internet
Gambar yang berkaitan dengan Sejarah Kelahiran Pancasila
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler: tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran : Discovery learning
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu menjelaskankan bahwa nilai-nilai Pancasila digali dari bumi
Indonesia sendiri sejak sejarah awal, masa kerajaan nusantara, masa penjajahan dan masa
kebangkitan nasional melalui kajian literasi dan diskusi kelompok
Indikator Capaian Pembelajaran :
Menjelaskankan nilai-nilai Pancasila yang digali dari bumi Indonesia sendiri sejak sejarah
awal, masa kerajaan nusantara, masa penjajahan dan masa kebangkitan nasional.
B. KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila digali dari bumi Indonesia
sendiri sejak sejarah awal, masa kerajaan nusantara, masa penjajahan dan masa
kebangkitan nasional.
C. BERDIFERENSIASI
a. Konten:
Pengembangan 3 konten pembelajaran, konten bagi peserta didik yang belum memahami
materi prasyarat , konten bagi peserta didik yang memahami sebagian materi prasyarat dan
konten bagi peserta didik yang sudah memahami materi prasyarat
b. Proses :
Bagi peserta didik yang belum memahami materi prasyarat akan mendapatkan porsi lebih
dari guru sebagai mentor, sementara bagi peserta didik yang sudah siap belajar akan
melakukan pembelajaran secara berkelompok dengan peran guru sebagai fasilitator, bagi
peserta didik yang sudah siap belajar dan paham akan materi akan melakukan
pembelajaran secara berkelompok dengan peran guru sebagai fasilitator dan anak akan
menjadi mentor bagi rekannya yang memerlukan pendampingan/bantuan
c. Produk :
Hasil belajar disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik
D. INTERNALISASI
a. Sekolah adiwiyata : Melestarikan peninggalan sejarah dapat membangun konsep
pentingnya memiliki wawasan lingkungan untuk kelestarian alam
b. Anti Perundungan : Membantu serta mendampingi peserta didik yang kesulitan dan butuh
bantuan dalam pengerjaan tanpa mengejeknya
c. Toleransi : membangun konsep pemahaman kearifan lokal agar menghargai sesama dan
bertoleransi serta berwawasan lingkungan.
d. Digitalisasi Sekolah : Guru mengajar memanfaatkan HP/LCD dan aplikasi
E. ASESMEN / PENILAIAN
a. Formatif:
- Asesmen awal pembelajaran : Memberikan pertanyaan mengenai materi yang telah
pelajari sebelumnya secara lisan
- Asesmen di dalam proses pembelajaran : Mengerjakan LKPD
b. Sumatif
- Tes tertulis
Kriteria dan Rubrik Penilaian
Rubrik penilaian untuk tujuan pembelajaran menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila
digali dari bumi Indonesia sendiri sejak sejarah awal, masa kerajaan nusantara, masa
penjajahan dan masa kebangkitan nasional.
Tabel 1.6 Kriteria dan Rubrik Penilaian Subbab A
Bukti (evidence) Perlu
Cukup Baik Sangat Baik
Tujuan Bimbingan
(61 -70) (71 - 80) (81 - 100)
Pembelajaran (0 - 60)
Mampu Belum Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan
menjelaskan bahwa mampu satu nilai-nilai dua nilai-nilai lebih dari dua
nilai-nilai Pancasila menjelaskan Pancasila Pancasila nilai-nilai
berasal dari bumi berdasarkan berdasarkan Pancasila
Indonesia bukti sejarah bukti sejarah berdasarkan
berdasarkan bukti- bukti sejarah
bukti sejarah.
Penilaian tertulis
Mari Uji Kemampuan Kalian
1. Beberapa peninggalan purba menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila sudah ada sejak
dahulu. Jelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila sudah ada sejak jaman purba!
2. Nilai-nilai Pancasila sudah berkembang pada jaman kerajaan nusantara. Jelaskan bahwa
nilai kemanusiaan sudah berkembang pada jaman itu!
3. Penjajahan menimbulkan penderitaan bagi kaum pribumi hal itulah yang mendorong
timbulnya perlawanan untuk melawan penjajah. Jelaskan nilai-nilai Pancasila yang dapat
dipetik dari peristiwa sejarah tersebut!
4. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah momentum bersatunya bangsa Indonesia Untuk
melawan penjajah secara serentak tidak lagi bersifat kedaerahan. Jelaskan nilai Pancasila
yang tercermin dalam peristiwa tersebut !
Kunci Jawaban “Mari Uji Kemampuan Kalian”
1. - Peninggalan purba menunjukkan nilai ketuhanan diantaranya nekara perunggu Punden
berundak, menhir
- Nilai kemanusiaan : patung-patung sebagai bukti peradaban, cap jari tangan di dinding gua
- Nilai Persatuan para laki-laki manusia purba bersatu saat berburu sedangkan perempuan
menunggu di gua
2. - Nilai kemanusiaan pada jaman kerajaan nusantara diantaranya yaitu menjalin hubungan
dengan negara lain, memberi makan para biksu
3. - Nilai Kemanusian yaitu tak tega melihat penderitaan
- Nilai Persatuan : tidak mau dipecah belah belanda
- Nilai kerakyatan : bermusyawarah mengatur strategidalam melawan penjajah
- Nilai Keadilan : ingin diperlakukan adil
4. - Nilai Persatuan : Bersatunya pemuda seluruh wilayah
- Nilai kerakyatan : bermusyawarah Menyusun agenda Sumpah Pemuda
F. PEMAHAMAN BERMAKNA
Memahami bahwa sejarah memiliki andil besar dalam kehidupan selanjutnya.
G. PERTANYAAN PEMANTIK
Darimanakah nilai-nilai Pancasila diambil / digali?
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
Orientasi
a. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME
dan berdoa untuk memulai pembelajaran
b. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin (Absensi)
c. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran
d. Guru mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan diawali menyanyikan
lagu Garuda Pancasila atau ice breaking lainnya
Apersepsi
a. Guru dapat memulai pembelajaran dengan bertanya mengenai pengalaman peserta didik
saat belajar Pendidikan Pancasila di SD dahulu.
(1) Bagian apa yang terasa paling mengesankan saat belajar Pendidikan Pancasila di SD?
(2) Topik pembahasan apa yang masih diingat? Apakah topik itu menarik?
(3) Apa harapan kalian saat mengikuti kelas Pendidikan Pancasila di SMP ini?
b. Guru mengajukan pertanyaan lebih dalam untuk mengarahkan ke topik yang akan
dipelajari.
(1) Sebutkan nilai-nilai Pancasila yang kamu ketahui?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan
Kegiatan Inti
a. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan gaya belajarnya.(lewat
asesmen diagnotis non kognitif bersama pada waktu masuk sekolah)
b. Peserta didik diarahkan untuk menyimak tayangan yang ditampilkan oleh guru melalui
gambar atau video atau membaca uraian materi di buku Pendidikan Pancasila Kelas VII
Bab I subbab A. tentang Latar Sejarah Kelahiran Pancasila
c. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengemukakan analisis sederhana dan
pendapatnya terkait gambar atau video yang ditampilkan oleh guru
d. Peserta yang memahami materi prasyarat memberikan tutor sebaya kepada teman yang
belum atau kurang memahami materi prasyarat
e. Setelah mengamati gambar atau tayangan video, peserta didik dalam kelompok dibimbing
oleh guru untuk mengumpulkan data yang relevan dari hasil pengamatan tersebut atau bisa
juga melalui buku sumber belajar mengenai bukti-bukti sejarah tentang nilai-nilai
Pancasila berdasarkan kemampuan peserta didik. (Disesuaikan level kognitifnya)
f. Peserta didik berdiskusi untuk mengolah informasi yang diperoleh secara kelompok
g. Peserta didik secara kelompok menyimpulkan hasil diskusi
h. Peserta didik menyusun laporan hasil telaah Tugas kelompok tentang nilai-nilai Pancasila
sesuai LKPD
i. Peserta didik membuat presentasi singkat tentang laporan hasil telaah Tugas kelompok
sesuai LKPD di depan kelas
Kegiatan Penutup
a. Guru mengapresiasi setiap penyampaian presentasi yang dilakukan oleh peserta didik.
b. Guru melakukan asesmen sumatif berupa tes secara tertulis untuk memastikan ketercapaian
seluruh tujuan pembelajaran.
c. Guru memberikan umpan balik atas pembelajaran yang telah dilakukan
d. Peserta didik dan guru melakukan refleksi berupa penegasan tentang sejarah lahirnya
pancasila dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya
e. Guru memberikan tugas agar peserta didik membaca materi pertemuan berikutnya yaitu
Kelahiran Pancasila dan perumusan Pancasila.
f. Guru menutup pelajaran dan secara bergantian memberikan kesempatan kepada peserta
didik lain untuk memimpin berdoa bersama setelah selesai pembelajaran.
I. REFLEKSI
Refleksi Guru
1. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik?
2. Apa yang harus diperbaiki dari kegiatan pembelajaran?
3. Apakah peserta didik dapat memahami materi Latar Sejarah Lahirnya Pancasila?
4. Apakah peserta didik mampu mengidentifikasi Latar Sejarah Lahirnya Pancasila?
5. Apakah rencana pembelajaran telah dilaksanakan dengan runtut dan sistematik ?
Refleksi Peserta didik
1. Apakah pengetahuan baru yang kalian dapatkan dari pembelajaran ini?
2. Sebutkan bagian kegiatan pembelajaran yang kalian senangi?Mengapa?
3. Sebutkan bagian kegiatan pembelajaran yang tidak kalian senangi? mengapa?
4. Adakah hal yang ingin kalian ketahui lebih dalam lagi?
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Ke-1
Nama Kelompok :
Ketua Kelompok :
Anggota Kelompok :
Petunjuk!
Ayo Cari Aktivitas 1.1
Carilah informasi melalui tayangan video, gambar atau buku sumber belajar yang tersedia
dan kumpulkan data yang relevan mengenai bukti-bukti sejarah tentang nilai-nilai Pancasila
yang telah ada dan berkembang pada masa sejarah awal, masa kerajaan nusantara, masa
penajajahan dan masa kebangkitan nasional kemudian tuliskan hasil pencarianmu pada tabel
dibawah ini!
Waktu/Masa Nilai-nilai Pancasila
Masa Sejarah Awal
Masa Kerajaan Nusantara
Masa Penjajahan
Masa Kebangkitan Nasional
B. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Peserta didik yang telah melampaui KKTP diberikan pengayaan materi yang lebih luas
dan pertanyaan yang menantang.
Remedial
Untuk Peserta didik yang belum mencapai kompetensi tujuan pembelajaran maka
dilakukan intervensi perbaikan dengan cara :
1. Peserta didik yang belum menguasai seluruh aspek maka harus mengulang seluruh
materi.
2. Peserta didik yang belum menguasai beberapa aspek hanya mengulang di beberapa
aspek materi tersebut.
C. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Bahan Bacaan Peserta Didik
LATAR SEJARAH KELAHIRAN PANCASILA
Sejak zaman dahulu itu, nilai-nilai Pancasila sudah menjadi bagian dari kehidupan
masyarakat di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari negara Indonesia ini. Maka para
ahli pun menyebut bahwa Pancasila memang “digali dari bumi Indonesia sendiri.”
1. Masa Sejarah Awal
Beberapa peninggalan purba menun juk kan bahwa nilai-nilai Pancasila sudah ada
sejak dahulu. Di masa pra aksara sebelum abad ke-3 Masehi, nilai ketuhanan saat itu
antara lain terlihat pada sarana upacara keagamaan, seperti nekara atau gong perunggu
yang ditemukan di banyak tempat, mulai dari Sumatra hingga Alor, Nusa Tenggara Timur.
Nilai kemanusiaan dan persatuan juga berkembang yang terlihat pada jejak-jejak
peradaban lama. Jejak peradaban di zaman pra aksara itu, antara lain adalah lukisan di
dinding gua. Banyak tempat di Indonesia terdapat lukisan gua, seperti di Wamena Papua,
di Leang-leang Sulawesi Selatan, hingga di pedalaman Kalimantan. Jejak peradaban lama
yang mencerminkan nilai kemanusiaan juga terwujud dengan adanya patung-patung purba
seperti di Lembah Bada, Sulawesi Tengah maupun di Gunung Dempo Sumatra Selatan.
Nilai kemanusiaan berupa kreativitas dan kesadaran berpikir makin berkembang setelah
ada prasasti batu bertulis.
Di sekitar abad ke-5, berdiri kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat, kerajaan Kutai
di Kalimantan Timur disusul kerajaan Kalinga di Jawa Tengah. Prasasti batu bertulis dari
zaman itu menunjukkan ketenteraman yang menjadi penanda nilai persatuan, hingga
kerakyatan dan keadilan sosial. Masyarakat dalam keadaan damai dan Makmur
2. Masa Kerajaan Nusantara
Kemakmuran bangsa Indonesia makin meningkat di akhir abad ke-7. Di Sumatra
muncul kerajaan besar Sriwijaya, disusul oleh Wangsa Sanjaya dan Syailendra di Jawa.
Kerajaan kembar itu membangun Candi Borobudur sebagai candi umat Buddha terbesar di
dunia, serta Candi Prambanan sebagai candi umat Hindu. Candi-candi itu menunjukkan
adanya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, hingga keadilan sosial
yang kuat. Kemakmuran bangsa dilanjutkan oleh Majapahit yang berdiri setelah
mengalahkan pasukan Tiongkok. Wilayah Majapahit sampai meliputi Singapura,
Malaysia, Brunei, Filipina, Kamboja, dan selatan Vietnam. Setelah itu hadir kerajaan Islam
seperti Samudera Pasai, Demak, hingga Ternate. Agama Islam dan Bahasa Melayu
berkembang ke seluruh Nusantara. Budayawan WS Rendra (1935-2009) menyebut zaman
Demak sebagai “zaman renaisans” atau kebangkitan Nusantara. Perdagangan dan kesenian
berkembang pesat, termasuk wayang. Di masa kerajaan-kerajaan Nusantara yang makmur
tersebut, nilai ketuhanan dan keadilan sosial sangat menonjol. Tiga nilai lain Pancasila
yakni kemanusiaan, persatuan, dan kerakyatan juga berkembang baik.
3. Masa Penjajahan
Makmurnya negeri ini mengundang orang asing datang dari Tiongkok, India,
Arab, lalu Eropa. Mula-mula mereka semua berdagang. Namun bangsa-bangsa Eropa
kemudian mulai menjajah Nusantara. Hal itu dilakukan oleh bangsa Portugis, Spanyol,
Inggris, dan akhirnya Belanda yang menjajah selama sekitar 350 tahun. Di Sumatra terjadi
perlawanan oleh Sultan Iskandar Muda, Sultan Badaruddin, Si Singamaraja, Imam Bonjol
dalam Perang Paderi (1803-1837) dan Cut Nya’ Dhien dalam Perang Aceh (1873-1904).
Di Jawa terjadi Perang Diponegoro (1825-1830). Pattimura di Maluku, Jelantik di Bali,
juga Pangeran Antasari di Kalimantan juga mengangkat senjata. Sedangkan perang laut
besar-besaran dilakukan Sultan Babullah di perairan Maluku dan Papua, Hang Tuah di
Selat Malaka, juga Sultan Hasanuddin di Laut Sulawesi dan Laut Jawa. Dengan nilai
ketuhanan yang kuat, para pahlawan pun berjuang untuk menegakkan nilai kemanusiaan
dan nilai persatuan.
4. Masa Kebangkitan Nasional
Memasuki abad ke-20, upaya melawan penjajah tidak lagi dengan perang
melainkan lewat gerakan politik. Budi Utomo yang diprakarsai Wahidin Sudirohusodo
berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Disusul oleh Sarekat Islam pimpinan Cokroaminoto,
lalu Muhammadiyah pimpinan K.H. Ahmad Dahlan dan Nahdlatul Ulama pimpinan K.H.
Hasyim Asy’ari. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara muda
yang mendirikan Indische Partij diasingkan ke Belanda. Pulang ke Tanah Air, Dewantara
mendirikan Taman Siswa. Abdul Muis, Marah Rusli dan para penulis Balai Pustaka
berjuang melalui karya sastra, menyadarkan masyarakat agar terus berjuang untuk
merdeka. Puncaknya adalah adanya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, saat para
pemuda bersumpah untuk “bertumpah darah, berbangsa, dan berbahasa yang satu, yakni
Indonesia.” Setelah Sumpah Pemuda, nama Indonesia makin sering dipakai. Soekarno pun
mendirikan partai bernama Partai Nasional Indonesia, kemudian diasingkan ke Ende. 8
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP Kelas VII Tahun 1942 Jepang
datang dan menggantikan Belanda sebagai penjajah. Bangsa Indonesia harus berjuang
lebih keras untuk merdeka. Berjuang untuk merdeka berarti menegakkan nilai
kemanusiaan dan persatuan. Semua itu menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memang
berasal dari nilai-nilai bangsa yang sudah ada sejak lama.
Bahan Bacaan Guru
Buku guru
Artikel di internet
Buku Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka
D. GLOSARIUM
Kebangkitan nasional : Periode pada paruh pertama abad ke- 20 di nusantara, ketika
rakyat Indonesia mulai menumbuhkan kesadaran nasional
Peradaban : Hasil kecerdasan yang berupa perilaku manusia
Prasasti : Dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lam
E. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Kementerian Pendidikan dan [Link] Pancasila dan Kewarganegaraan
SMP/MTs Kelas VII, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud.
Brata, Ida.2017. [Link] Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa [Link] Santiaji
Pendidikan,
Ilyas. Islam dan Kebangsaan: Pergumulan dalam BPUPKI, PPKI, dan Piagam Jakarta, Buletin
Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, Jakarta.
Setialaksana, Nana. Peranan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(Bpupki) 1945 Dalam Proses Menuju Kemerdekaan Indonesia, Jurnal Artefak, Vol. 4 No.
[Link]. 2017. Di akses pada tanggal 27 April 2021.
[Link] diakses pada
tanggal 25 April 2021.
[Link]
utamanya#, diakses pada tanggal 25 April 2021.