0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Spo RJP

Dokumen ini adalah Standar Prosedur Operasional (SPO) Rumah Sakit Bhirawa Bhakti yang ditetapkan pada 1 Juli 2024, mengenai pertolongan pertama pada kondisi henti napas dan jantung. Prosedur mencakup langkah-langkah mulai dari pemeriksaan respons klien hingga pelaksanaan kompresi dada dan bantuan napas. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk meningkatkan sirkulasi spontan dan memastikan pelayanan keperawatan berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.

Diunggah oleh

surya jana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Spo RJP

Dokumen ini adalah Standar Prosedur Operasional (SPO) Rumah Sakit Bhirawa Bhakti yang ditetapkan pada 1 Juli 2024, mengenai pertolongan pertama pada kondisi henti napas dan jantung. Prosedur mencakup langkah-langkah mulai dari pemeriksaan respons klien hingga pelaksanaan kompresi dada dan bantuan napas. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk meningkatkan sirkulasi spontan dan memastikan pelayanan keperawatan berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.

Diunggah oleh

surya jana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RJP

No. Dokumen No. Halama

SPO/UGD/30/VII/2024 Revis n 1-2


RUMAH SAKIT
BHIRAWA BHAKTI i 01

Ditetapkan,
Tanggal terbit KepalaRumahSakitBhirawa
STANDAR Bhakti
PROSEDUR 01 Juli 2024
OPERASIONAL
(SPO)

drg. NugrohoSetyawan,[Link],
Mayor Ckm NRP
11080092991082
Memberikan pertolongan pertama pada kondisi
henti napas dan hentI jantung dengan Teknik
PENGERTIAN
kombinasi kompresi pada dada dan bantuan napas
pada klien
Sirkulasi spontan meningkat
TUJUAN
Seluruh pelayanan keperawatan berorientasi pada
KEBIJAKAN mutu dan kesetlamaan pasien

Persiapanalat :
1. Sarung tangan

Pelaksanaan :
1. Periksa respons klien dengan emanggil,
menepuk bahu dan/atau memberikan
rangsangan nyeri
2. Aktifkan Emergency Medical System atau
berteriak meminta tolong
3. Gunakan sarung tangan bersih, jika
memungkinkan
4. Posisikan klien di empat datar dan keras
5. Atur posisi penolong berlutut di samping dada
PROSEDUR klien jika klien di lantai) atau berdiri disamping
dada klien (jika klien di tempat tidur)
6. Periksa nadi karotis dan napas secara
bersamaan dalam waktu <10 detik
7. Lakukan rescue breathing jika nadi karotis
teraba tapi tidak ada napas
8. Lakukan kompresi dada jika nadi karotis tidak
teraba:
a. Posisikan telapak tangan menumpuk di atas
telapak tangan yang lain tegak lurus pada
pertengahan dada atau seperdua bawah
sternum
b. Lakukan kompresi dada dengan kecepatan
100-120 kali/menit dan kedalaman 5-6 cm
9. Buka dan bersihkan jalan napas dengan Teknik
head tilt-chin lift atau jaw thrust (jika curiga
cedera servikal)
10. Berikan bantuan napas (ventilasi) 2
kali dengan

menggunakan BVM
11. Lakukan kompresi dan ventilasi dengan
kombinasi 30:2 sebanyak 5 siklus sekitar 2
menit. Hitungan kompresi: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8,
9, 10, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 20, 1,
2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 30
12. Periksa nadi karotis dan napas tiap 2 menit

Anda mungkin juga menyukai