Proposal R.T (Rut Tarihoran)
Proposal R.T (Rut Tarihoran)
PROPOSAL
OLEH :
DAFTAR ISI......................................................................................................................i
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................1
1.1. Latar Belakang Masalah..................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah..........................................................................................11
1.3. Tujuan Penelitian...........................................................................................12
1.4. Manfaat Penelitian.........................................................................................12
1.5. Sistematikan Penelitian..................................................................................13
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................14
2.1 Landasan Teori...............................................................................................14
2.1.1. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)...........................................14
2.1.2. Kepuasan Kerja Karyawan.........................................................................18
2.1.3. Lingkungan Kerja......................................................................................24
2.1.4. Work Life Balance.....................................................................................28
2.1.5. Kompensasi................................................................................................31
2.2 Penetitian Terdahulu.....................................................................................37
2.3 Pengembangan Hipotesis...............................................................................40
2.3.1. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja............................40
2.3.2. Pengaruh Work Life Balance Terhadap Kepuasan Kerja..........................41
2.3.3. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja.....................................43
2.3.4. Pengaruh Lingkungan Kerja, Work Life Balance, dan Kompensasi
Terhadap Kepuasan Kerja..........................................................................................43
2.3 Karangka Pemikiran......................................................................................45
2.4 Model penelitian.............................................................................................45
BAB III...........................................................................................................................46
3.1. Desain Penelitian............................................................................................46
3.2. Objek dan Waktu Penelitian.........................................................................46
3.2.1. Objek Penelitian.........................................................................................46
3.2.2. Waktu Penelitian........................................................................................47
3.3. Definisi Operasional Variabel Penelitian......................................................47
2.4. Populasi dan Sampel Penelitian....................................................................49
i
2.4.1. Populasi Penelitian.....................................................................................49
2.4.2. Sampel Penelitian.......................................................................................50
2.5. Jenis dan Metode Analisa Data.....................................................................51
2.5.1. Jenis Data...................................................................................................51
2.5.2. Metode Analisa Data..................................................................................51
2.6. Teknik Pengumpulan Data............................................................................53
2.7. Teknik Analisa Data.......................................................................................53
2.7.1. Statistik Deskriptif.....................................................................................53
2.7.2. Uji Instrumen.............................................................................................55
3.7.3. Uji Asumsi Klasik......................................................................................55
3.7.4. Analisis Regresi Linear Berganda..............................................................58
3.7.5. Pengujian Hipotesis....................................................................................58
3.7.6. Koefisien Determinasi................................................................................60
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................61
LAMPIRAN KUESIONER PENELITIAN.................................................................63
A. Profil Responden................................................................................................64
B. Skala yang Digunakan.......................................................................................64
C. Kuesioner............................................................................................................65
ii
BAB I
PENDAHULUAN
teknologi dan uang, sebab manusia inilah yang mengendalikan elemen yang
lainnya.
karyawan yang berkualitas, visi besar sebuah perusahaan hanya akan menjadi
rencana tanpa adanya eksekusi. Karena pada dasarnya manusialah yang dapat
yang berkontribusi pada efisiensi kerja. Karyawan yang terikat kuat terhadap
1
PT Mitra Unggul Pusaka sangat dipengaruhi oleh profesionalisme dan
Karyawan yang merasa puas dan dihargai akan cenderung memberikan kinerja
yang baik dan menjaga nama baik perusahaan. Oleh karena itu, menjaga
industri.
mempunyai tingkat kepuasan kerja yang rendah, akan memiliki perasaan yang
menekankan tanpa adanya kepuasan yang berakar pada organisasi yang trasparan,
insentif finansial apa pun hanya akan memberikan dampak jangka pendek.
2
Kepuasan ini merupakan jangkar yang membuat karyawan bertahan
meskipun ada tawaran dari perusahaan dengan gaji yang lebih tinggi. Kepuasan
akan muncul ketika perusahaan mampu menawarkan kesepakatan kerja yang unik
bagi setiap individu seperti jam kerja yang disesuaikan atau jalur pengembangan
ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisplinan, dan prestasi kerja. Karyawan yang
signifikan.
Hal ini didukung oleh pendapat Rival dan Sagala (2011), yang dimana
menggambarkan seseorang atas perasaan senang atau tidak senang, puas atau
tidak puas dalam bekerja. Mereka juga menekankan bahwa kepuasan kerja
berkaitan dengan teori keadilan, di mana karyawan akan merasa puas apabila
mereka diperlakukan sebanding dengan usaha yang telah mereka berikan pada
perusahaan.
3
berinteraksi di lingkungan perusahaan. Sebagian karyawan merasa puas karena
pekerjaan yang dijalani memberi rasa aman, stabilitas, serta kesepakatan untuk
tercermin dari loyalitas karyawan yang cukup tinggi dan keinginan untuk tetap
menjadi salah satu aspek penting yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan.
Kondisi lingkungan kerja yang mencakup suasana kerja, seperti hubungan antara
teknis dan rasa lelah, sedangkan lingkungan yang mendukung secara non-fisik
mereka, sehingga membuat mereka merasa puas dengan pekerjaan yang mereka
lekukan.
kerja yang mencakup material, alat yang digunakan karyawan, tempat mereka
bekerja, cara kerja mereka, serta kondisi yang mereka buat untuk menjalankan
4
menjalankan tugasnya. Dengan kata lain, lingkungan kerja yang baik mampu
suasana kerja yang harmonis, baik itu dalam kerja individu maupun kerja tim.
Jika dikaitkan dengan PT Mitra Unggul Pusaka, hal ini menyatakan bahwa
perusahaan tidak hanya memperhatikan fasilitas dan tata ruang kerja saja, tetapi
juga harus menciptakan sistem kerja yang dapat mendukung kenyamanan dan
yang kondusif, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis, maka hal itu akan
dapat mempengaruhi kepuasan kerja para karyawan, work life balance juga
Bersama tanpa terlalu banyak konflik atau stress yang berlebihan. Pendapat ini
didukung oleh Greenhaus & Allen (2011), menyatakan bahwa work life balance
5
Hal ini sangat berkaitan dengan kesehatan mental serta kemampuan
bahagia, lebih termotivasi, dan lebih produktif. Sebaliknya, jika karyawan terlalu
fisik dan emosional yang sangat lelah akibat stress yang berkelanjutan. Hal ini
dapat merugikan diri sendiri dan juga dapat mempengaruhi perusahaan, misalnya
Berdasarkan data yang diperoleh dari PT Mitra Unggul Pusaka, diketahui bahwa
belum sempurna.
Beberapa karyawan masih sering merasakan lelah karena beban kerja yang
berat dan jam kerja lembur yang sering terjadi, terutama dibagian operasional dan
distribusi yang memiliki target dan tenggat waktu yang ketat. Meskipun begitu,
hubungan antar rekan kerja di PT Mitra Unggul Pusaka tergolong baik dan
6
Selain faktor kondisi lingkungan kerja dan work life balance yang
mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, ada juga faktor lain yang memengaruhi
bentuk balas jasa atau imbalan yang diberikan organisasi kepada karyawan atas
lingkungan kerja yang baik, dan kesempatan pengembangan karier). Ide ini
mencakup semua cara perusahaan memberi imbalan kepada karyawan, seperti gaji
yang diberikan perusahaan sudah sesuai dengan kontribusi mereka, namun masih
bahwa gaji pokok dan tunjangan sudah memadai, tetapi bonus dan insentif belum
merata dan tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja individu. Dengan kata lain,
kompensasi yang adil dan proporsional sangat berpengaruh terhadap motivasi dan
7
sebagai balas jasa yang diberikan organisasi kepada karyawan atas kontribusi
karyawan.
bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan
yaitu work life balance, lingkungan kerja, dan kompensasi. Ketiga faktor tersebut
Work Kepuasan
Lingkungan Kategori
Tahun Life Kompensasi Kerja
Kerja Kepuasan
Balance Seluruhnya
Cukup
2023 3,4 3,1 3,2 3,3
Puas
2024 3,6 3,3 3,4 3,5 Puas
Berdasarkan tabel 1.1 di atas, dapat disajikan dalam bentuk grafik di bawah ini
8
5
4.5
Rata-rata Skor 4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
Lingkungan Kerja Work Life Balance Kompensasi
2023 2024 2025
Kepuasan Kerja Karyawan
karyawan, jelas bahwa tiga faktor utama yang memengaruhi kepuasan kerja
karyawan, yaitu lingkungan kerja, work life balance, dan kompensasi telah
Pada tahun 2023, nilai rata-rata lingkungan kerja adalah 3,4, keseimbangan
kerja dan hidup (work life balance) sebesar 3,1, serta kompensasi 3,2. Nilai rata-
rata kepuasan kerja keseluruhan pada tahun itu berada dikategori cukup puas
naik menjadi 3,6, work life balance meningkat menjadi 3,3, serta kompensasi
mencapai 3,4. Hal ini menyababkan nilai kepuasan kerja keseluruhan naik
karyawan.
9
Pada tahun 2025, ketiga faktor tersebut meningkat cukup signifikan,
lingkungan kerja mencapai 3,8, work life balance 3,5, serta kompensasi 3,7.
Dengan demikian, kepuasan kerja secara keseluruhan naik menjadi 3,7. Ini
demikian, ketiga faktor tersebut memiliki hubungan yang positif dan berperan
disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja, work life balance, dan kompensasi
Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh M.N. Yazid
dan Renny Husniati yang menyatakan bahwa lingkungan kerja, work life balance,
kerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Temuan tersebut juga
diperkuat oleh penelitian Ni Made Fitria Rahayu et al. yang menunjukkan bahwa
lingkungan kerja dan work life balance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan
kerja karyawan.
Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Reka Melani Br Tarigan et al.
kerja karyawan, serta secara simultan lingkungan kerja, work life balance, dan
10
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kualitas
Kerja, Work Life Balance, dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
penulis untuk mengkaji lebih dalam tentang fenomena tersebut dalam penelitian
karya tulis ilmiah yang berbentuk proposal dengan judul “Pengaruh Lingkungan
Kerja, Work Life Balance, Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
1.2.2 Apakah Work Life Balance berpengaruh secara parsial dan signifikan
11
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1 Untuk menguji apakah Lingkungan Kerja secara parsial dan signifikan
1.3.2 Untuk menguji apakah Work Life Balance secara parsial dan signifikan
1.3.4 Untuk menguji apakah Lingkungan Kerja, Work Life Balance, dan
1.4.1 Bagi Penulis : Untuk menerapkan ilmu manajemen secara praktis serta
di lapangan.
1.4.3 Bagi Umum : Sebagai referensi tambahan bagi peneliti selanjutnya yang
perkebunan.
12
1.5. Sistematikan Penelitian
Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan
Merupakan bab metode penelitian yang berisi lokasi penelitian, jenis dan
sumber data, populasi dan sampel pengukuran serta teknik analisa data.
perusahaan.
Pada bab ini menyajikan uraian mengenai hasil penelitian dan pembahasan
Pada bab ini menyajikan uraian kesimpulan dan saran yang merupakan
13
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
pengelolaan dan pengaturan tenaga kerja yang dilakukan secara sistematis dalam
sebagai proses strategis dan sistematis dalam mengelola manusia sebagai aset
kerja agar tujuan dalam organisasi tercapai secara efektif dan efisien sekaligus
Dengan kata lain, MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan serta
industrial.
14
[Link] Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Adapun fungsi manajemen sumber daya manusia ini sama seperti fungsi
1. Fungsi Manajerial
Perencanaan (Planning)
terkait target produksi, kebutuhan tenaga kerja, pengaturan jam kerja, serta
Pengorganisasian (Organizing)
15
Pengarahan (Directing)
Pengendalian (Controlling)
2. Fungsi Operasional
16
Pengembangan (development)
Kompensasi (compensation)
karyawannya berupa gaji, upah lembur, dan insentif sesuai dengan peraturan
Pengintegrasian (integration)
Pemeliharaan (maintenance)
17
menciptakan lingkungan kerja yang aman, menyediakan peralatan kerja
kerja yang telah selesai, pengunduran diri karyawan, atau alasan lain yang
Hal ini didukung oleh (Helmi, 2023) yang mengatakan bahwa kepuasan
pengaruh positif atau negatif terhadap sikap dan kenyamanan karyawan dalam
bekerja. Kepuasan kerja ini muncul atau timbul ketika karyawan merasa
18
penting. Perasaan ini dapat berupa rasa senang, nyaman, dan bangga terhadap
kepuasan kerja karyawan merupakan suatu sikap positif yang dimiliki para
pekerjaannya, sehingga timbul rasa dihargai dan diakui dalam pencapaian nilai-
pekerjaan serta faktor yang memengaruhi kepuasan kerja, dengan pendekatan dan
kepuasan dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda. Faktor yang
19
Faktor Motivasi (motivators), faktor ini berkaitan dengan isi pekerjaan
oleh kesesuaian antara harapan yang dimiliki dengan hasil yang diperoleh dari
pekerjaan. Kepuasan kerja akan muncul apabila apa yang diterima karyawan
sejalan dengan nilai dan harapan yang diinginkan. Sebaliknya, apabila terdapat
perbedaan yang besar antara harapan dan kenyataan, maka kepuasan kerja akan
menurun.
Dengan kata lain, value theory (teori nilai) menyatakan bahwa kepuasan
kerja muncul ketika hasil yang diterima keryawan sesuai atau melebihi
dipengaruhi oleh persepsi keadilan antara kontribusi (input) yang diberikan dan
imbalan (output) yang diterima. Input ini mencakup waktu, usaha, keterampilan,
dan dedikasi, sedangkan output meliputi gaji, promosi, penghargaan, dan manfaat
lainnya.
20
Kepuasan kerja akan tercapai apabila karyawan menilai adanya
yang dirasakan dapat menimbulkan ketidakpuasan kerja. Oleh karena itu, keadilan
kesenjangan antara harapan karyawan dan hasil yang diperoleh dari pekerjaannya.
Kepuasan muncul apabila yang diterima sesuai atau melebihi harapan, sedangkan
ketidakpuasan terjadi apabila hasil yang diterima lebih rendah dari harapan.
Oleh sebab itu, organisasi perlu mengelola harapan karyawan secara realistis
pengembangan.
fisik, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu, perusahaan perlu merancang
tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh dinamika dan
dukungan kelompok kerja. Oleh karena itu, dengan adanya penguatan kerja tim
21
dan budaya kerja yang inklusif menjadi faktor penting dalam menciptakan
bahwa kepuasan dan motivasi kerja dipengaruhi oleh keyakinan individu bahwa
usaha yang dilakukan akan menghasilkan kinerja yang baik dan memperoleh
penghargaan yang bernilai. Teori ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu
ekspektasi, instrumentalitas, dan valensi. Oleh karena itu, suatu organisasi perlu
posotif karyawan.
Faktor pegawai merupakan faktor yang melekat pada diri karyawan sebagai
dalam memahami serta menyelesaikan tugas. Usia, jenis kelamin, dan kondisi
fisik berkaitan dengan kesiapan fisik serta daya tahan dalam bekerja.
Selain itu, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan lama masa
22
permasalahan pekerjaan. Kepribadian, kondisi emosional, pola pikir, persepsi, dan
sikap kerja berperan dalam membentuk perilaku kerja, motivasi, cara berinteraksi
Faktor pekerjaan adalah faktor yang berasal dari lingkungan dan system
serta dukungan yang diterima karyawan dari atasan. Jaminan finansial dan
motivasi kerja. Sementara itu, interaksi social dan hubungan kerja menciptakan
iklim kerja yang harmonis atau sebaliknya, pada akhirnya turut menentukan
23
[Link] Indikator Kepuasan Kerja Karyawan
yang berada di sekitar karyawan selama proses kerja berlangsung, yang secara
produktivitas kerja.
24
[Link] Fungsi Lingkungan Kerja
perilaku dan kinerja karyawan dalam suatu organisasi. Lingkungan kerja yang
kondusif akan mendukung terciptanya suasana kerja yang nyaman, aman, dan
produktif. Oleh sebab itu, lingkungan kerja memiliki beberapa fungsi utama di
Lingkungan kerja yaitu suatu kondisi yang berbentuk dari berbagai aspek
yang saling berkaitan dan saling berpengaruh terhadap kenyamanan serta kinerja
perusahaan, yaitu:
Kondisi fisik ini meliputi tata ruang, pencahayaan, sirkulasi udara, suhu
25
Dengan adanya kondisi fisik yang memadai, akan terciptanya kenyamanan
yang aman akan meningkatkan rasa tenang serta kenyamanan para karyawan
dalam berkerja.
dan sesame rekan kerja, dapat membangun hubungan yang harmonis dan
yang kondusif.
4. Gaya kepemimpinan
kerja yang berbentuk. Dengan adanya gaya kepemimpinan yang suportif, adil,
yang positif.
nilai, norma, dan kebiasaan kerja, turut memengaruhi perilaku para karyawan
26
6. Beban dan tuntutan kerja
Beban kerja yang tidak seimbang serta tuntutan pekerjaan yang berlebihan
lingkungan kerja.
Lingkungan kerja fisik yaitu mencakup seluruh kondisi dan sarana di tempat
aman dan nyaman selama bekerja, baik itu dari aspek keselamatan dan keamanan
kerja fisik ini terdiri: 1) Suhu, 2) Kebisingan, 3) Penerangan, dan 4) Mutu Udara.
antara karyawan dengan atasan, bawahan, serta sesama rekan kerja. Apabila
27
karyawan akan merasa lebih nyaman sehingga motivasi dan kinerja kerja
karyawan cenderung meningkat. Dari indikator lingkungan kerja fisik ini terdiri:
Dengan rendahnya konflik kerja antar peran pekerjaan dengan peran individu
pekerjaannya.
28
2. Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Karyawan
waktu istirahat dan pemulihan yang cukup. Kondisi psikologis yang lebih
terhadap pekerjaan.
cenderung memiliki motivasi kerja yang lebih tinggi, sikap kerja yang positif,
serta penilaian yang lebih baik terhadap lingkungan dan sistem kerja.
Work life balance berfungsi juga sebagai penyangga (buffer) stres kerja.
(2014) dalam buku (Nilawati et al., 2021), terdapat empat faktor yang dapat
29
1. Faktor Individu (Individual factors), yaitu faktor yang mencerminkan
karakteristik internal yang melekat pada diri seseorang. Aspek ini meliputi
atasan dan rekan kerja, tingkat tekanan kerja, konflik peran, beban kerja,
3. Faktor Sosial (Societal factors), yaitu faktor yang berasal dari interaksi
jenis kelamin, status perkawinan, status sebagai orang tua, masa kerja,
struktur keluarga.
Menurut Bradley & McDonald (2005) dalam buku (Djoko, 2016) yang
menyatakan bahwa indikator dari work life balance antara lain sebagai berikut :
30
1. Keseimbangan Waktu (Time Balance)
emosional, mental, dan fisik individu dalam menjalankan peran kerja serta
1.1.5. Kompensasi
atas hasil kerja yang telah diberikan demi kepentingan perusahaan. Kompensasi
dapat berupa pembayaran dalam bentuk uang maupun fasilitas atau tunjangan
31
[Link] Fungsi Kompensasi
32
berpotensi meningkatkan turnover karyawan yang perlu dihindari oleh
perusahaan.
bisnis, meskipun biaya tenaga kerja cukup besar dari total biaya operasional
perusahaan.
pengupahan maupun balas jasa yang diterapkan oleh suatu perusahaan telah
33
dalam mencapai sasaran strategis, terutama apabila kompensasi tersebut
sehingga dapat terciptanya kejelasan peran dan tanggung jawab antar bidang
di dalam perusahaan.
34
Struktur dan Nilai Jabatan
Jabatan dengan tanggung jawab, risiko, dan tingkat kesulitan yang lebih
Kinerja Karyawan
35
Serikat Pekerja
Kondisi ekonomi makro dan tingkat inflasi turut memengaruhi daya beli
gaji.
1. Upah
Upah merupakan hak yang diterima oleh pekerja atau buruh dalam bentuk
uang sebagai balas jasa dari perusahaan atas pekerjaan atau layanan yang
2. Insentif
kepada karyawan karena telah mencapai atau melampaui target yang telah
36
untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, diperlukan standar
kinerja yang jelas dan terukur agar pemberian insentif dapat dilakukan secara
3. Tunjangan
sebagainya.
4. Fasilitas
37
No Judul Penelitian Penulis Variabel Perbedaan
2 Pengaruh Work Life Ni made X1: Lingkungan Perbedaannya
Balance, Beban Kerja, fitria Kerja terletak pada
Dan Lingkungan rahayu, X2: Work-Life variable
Kerja Terhadap made yudi Balance independen
Kepuasan Kerja darmita, X3: Kompensasi kedua (X2), di
Karyawan (Studi Pada laras Y: Kepuasan mana penelitian
PT. Ciomas Adisatwa oktaviani. Kerja ini menggunakan
di Kabupaten beban kerja.
Bandung). Sementara
Sumber : penulis
(Jounar Research Of menggunakan
Management kompensasi.
(JARMA) Vol. 6 No.
1, Desember 2024:89-
99)
3 Pengaruh work life Reka X1: Lingkungan Perbedaannya
balance, kompensasi meilani br Kerja terletak pada
dan lingkungan kerja tarigan, X2: Work-Life subjek penelitian
terhadap kepuasan sondang n.b Balance (pegawai
kerja pegawai pada PT marbun, X3: Kompensasi pegadaian/jasa
pegadaian cabang junika Y: Kepuasan keuangan),
pasar merah medan. napitupulu Kerja sedangkan
Sumber : penulia meneliti
(Journal of artificial karyawan di
intelligence and industri
digital business perkebunan/sawit
(RIGGS) Vol. 4 No.
2, 2025 pp: 2853-
2861)
4 Pengaruh gaya Robby X1: Lingkungan Perbedaannya
kepemimpinan, abdul rafli, Kerja terletak pada
kompensasi kerja, dan endri X2: Work-Life variabel
beban kerja terhadap sentosa, Balance independen (X).
kepuasan kerja ruwaida, X3: Kompensasi Penelitian ini
melalui motivasi kerja Abdullah Y: Kepuasan menggunakan
pada karyawan pt. muksin Kerja gaya
rendra sejahtera. kepemimpinan
Sumber : dan beban kerja,
(Jurnal IKRAITH- sedangkan
EKONOMIKA Vol. 9 penulis
No. 2, Juli 2026) menggunakan
lingkungan kerja
dan work life
balance.
38
No Judul Penelitian Penulis Variabel Perbedaan
5 Pengaruh dukungan Ayu indah X1: Lingkungan Perbedaannya
organisasi, hubungan fitriana, Kerja terletak pada
kerja dan lingkungan muslim X2: Work-Life variabel X
kerja terhadap Balance (dukungan
kepuasan kerja yang X3: Kompensasi organisasi &
berdampak pada Y: Kepuasan hubungan kerja)
kinerja karyawan. Kerja dan adanya
Sumber : dampak pada
(Economic reviews kinerja (Y2),
journal volume 3 sementara penulis
nomor 3, 2024, 2597- hanya fokus pada
2611) kepuasan kerja.
6 Pengaruh lingkungan Vira X1: Lingkungan Perbedaannya
kerja, pengembangan febianti, Kerja terletak pada
karir dan kompensasi dian X2: Work-Life variabel
terhadap kepuasan sudiantini, Balance independen
kerja karyawan pada bintang X3: Kompensasi kedua (X2),
pt. puji sarana jaya. narpati Y: Kepuasan penelitian ini
Sumber : Kerja menggunakan
(Jurnal riset ilmiah, pengembangan
volume 2 no. 3, 2025, karir, sementara
1282-1295) penulis
menggunakan
work life balance.
7 Pengaruh work-life Ghinayati X1: Lingkungan Perbedaannya
balance dan rodhiyatu Kerja terletak pada
lingkungan kerja aliya, romat X2: Work-Life variabel
terhadap kepuasan saragih Balance independen
kerja karyawan di pt X3: Kompensasi ketiga (X3).
Telkom divisi Telkom Y: Kepuasan Penelitian ini
regional III jawa Kerja tidak
barat. menggunakan
Sumber : kompensasi,
(Jurnal ilmiah MEA sedangkan
(Manajemen. penulis
Ekonomi, dan menggunakannya
Akuntansi) Vol. 4 No. sebagai variabel
3, 2020) utama.
8 Pengaruh lingkungan Resky harke X1: Lingkungan Perbedaannya
kerja dan work life runtu, riane Kerja terletak pada
balance terhadap johnly pio, X2: Work-Life variabel
kepuasan kerja pada Sandra Balance independen
kantor pos cabang asaloei X3: Kompensasi ketiga (X3) dan
utama manado. Y: Kepuasan lokasi penelitian
Sumber : Kerja (instansi
39
No Judul Penelitian Penulis Variabel Perbedaan
(Productivity, Vol. 3 pelayanan
No. 4, 2022) publik).
Sementara
penulis di
perusahaan
produksi sawit.
9 Pengaruh lingkungan Nur X1: Lingkungan Perbedaannya
kerja, stress kerja, dan Saifullah Kerja terletak pada
kompensasi terhadap Shiddiq, X2: Work-Life variabel
kepuasan kerja Syamsul Balance independen
karyawan pada Dm Hadi, X3: Kompensasi kedua (X2),
Baru Retailindo Ignatius Y: Kepuasan penelitian ini
Bantul. Soni Kerja meggunakan
Sumber : Kurniawan. stress kerja,
(Jurnal Manajemen sedangkan
Terapan dsan penulis
Keuangan (Mankeu) menggunakan
Vol. 14 No. 03, work life balance.
September 2025)
10 Pengaruh kompensasi Emma X1: Lingkungan Perbedaannya
dan lingkungan kerja Novirsari, Kerja terletak pada
terhadap kepuasan Nasib, X2: Work-Life variabel
kerja karyawan pada Muhammad Balance independen
PT. Sarana Industama Salim Muda X3: Kompensasi kedua (X2).
Perkasa. Simanjunta Y: Kepuasan Penelitian ini
Sumber : k Kerja hanya meneliti
(Jurnal Manajemen kompensasi dan
dan Ekonomi Bisnis, lingkungan kerja,
Vol. 2 No. 2, Mei sementara penulis
2022) menambahkan
work life balance.
2.3 Pengembangan Hipotesis
kerja para karyawan, karena lingkungan kerja adalah suatu tempat di mana para
40
karyawan menjalankan seluruh aktivitas pekerjaannya. Dengan adanya kondisi
lingkungan kerja yang baik, akan terciptanya rasa nyaman dan aman, sehingga
Hasil peneliti yang dilakukan oleh (Nur et al., 2025) menunjukan bahwa
kenyamanan dan mengurangi stres, maka para karyawan akan merasa betah,
kelelahan, dan tekanan kerja, maka akan berujung pada penurunan kepuasan kerja
karyawan.
kepuasan kerja.
41
Berdasarkan pengertian di atas, hal terrsebut didukung oleh (Resky et al.,
2022) yang mengatakan bahwa work life balance yaitu kondisi di mana seseorang
Sehingga dapat disimpulkan bahwa work life balance ini suatu individu
Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Aliya & Saragih, 2020) menunjunkan
bahwa work life balance berpengaruh signifikan secara persial terhadap kepuasan
kerja karyawan. Dengan kata lain, work–life balance ini memiliki pengaruh
langsung terhadap kepuasan kerja. Apabila work life balance dilakukan secara
fleksibilitas, seperti jam kerja, kebijakan cuti, dan pengaturan beban kerja yang
kepuasan kerja.
42
[Link] Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja
atas kontribusi dan usaha yang diberikan kepada organisasi, baik dalam bentuk
Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Vira et al., 2022) menunjunkan bahwa
Sebaliknya, kompensasi yang tidak sesuai atau tidak adil dapat menimbulkan
kerja
Untuk mengukur variabel (Y) yaitu kepuasan kerja karyawan yang terjadi di
variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab dari adanya suatu variabel
43
dependen (Y). Ketiga variabel independen tersebut diantaranya yaitu lingkungan
menunjukkan bahwa ketiga variabel yakni lingkungan kerja, work life balance,
Lingkungan kerja yang kondusif menciptakan rasa aman dan nyaman bagi
stres kerja. Sementara itu, kompensasi yang sesuai berfungsi sebagai bentuk
kepuasan kerja. Sebaliknya, apabila salah satu atau seluruh faktor tersebut tidak
44
2.3 Karangka Pemikiran
konseptual yang disusun berdasarkan teori, fakta empiris, dan hasil penelitian
pemikiran ini berfungsi juga sebagai landasan teoretis yang sistematis yang
masalah penelitian.
Kompensasi (X3) H3
Gaji & Tunjangan
H4
Gambar 5.1 Model Penelitian
45
BAB III
METODE PENELITIAN
sebab-akibat antara satu atau lebih variabel terhadap variabel lainnya. Sehingga
penulis dapat menyatakan hubungan sebab-akibat dari variabel bebas dan variabel
terikat, dalam penelitian ini mengenai tentang pengaruh lingkungan kerja, work
life balance, dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT Mitra Unggul
Pusaka Penarikan.
Menurut (Surokim et al., 2019) objek penelitian adalah suatu aspek atau
maupun proses yang terjadi dalam suatu konteks tertentu. Dengan kata lain, objek
penelitian ini adalah sasaran utama yang diteliti untuk mendapatkan jawaban
maupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Objek penelitian yang penulis teliti
46
3.2.2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Desember sampai
Februari, berikut rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tabel 3.1.
2025 2026
Ket. Des Jan Feb
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Penyusunan Proposal
Observasi Lapangan
Penyebaran Kuisioner
Pengolahan Data dan
Analisis Data
Ujian Komprehensif
Sumber: Data Olahan 2026
suatu konstruk terukur berupa atribut, karakteristik, atau dimensi dari subjek
maupun objek yang menunjukkan variasi tertentu dan sengaja ditetapkan untuk
yang konkret dan terukur, yang memuat cara pengukuran, alat ukur, serta skala
47
Ada 4 variabel dalam penelitian ini yang terdiri dari 3 variabel bebas yaitu
Lingkungan Kerja, Work Life Balance, dan Kompensasi serta variabel terikat
Tabel 3.2
Definisi Operasional Variabel Penelitian
No Variabel Definisi Indikator Skala
Menurut (Helmi, 2023) 1. Pekerjaan
yang mengatakan bahwa 2. Upah
kepuasan kerja adalah 3. Promosi
kondisi perasaan yang 4. Pengawasan
dirasakan oleh karyawan 5. Rekan Kerja
terhadap pekerjaannya, Afandi, 2018:82 dalam
Kepuasan Kerja
yang dapat (Wijaya, 2021)
1 Karyawan Ordinal
mencerminkan sejauh
(Y)
mana pekerjaan tersebut
memberi pengaruh
positif atau negative
terhadap sikap dan
kenyamanan karyawan
dalam bekerja.
Menurut (Khaeruman et 1. Lingkungan Kerja
al., 2021), “Lingkungan Fisik
kerja adalah segala - Suhu
sesuatu yang berada di - Kebisingan
sekitar karyawan selama - Penerangan
proses kerja - Mutu Udara
berlangsung, yang 2. Lingkungan Kerja
secara langsung maupun Nonfisik
Lingkungan
tidak langsung dapat - Pengawasan
2 Kerja Ordinal
memengaruhi - Suasana Kerja
(X1)
pelaksanaan pekerjaan - Perlakuan
dan produktivitas kerja. Anggota
- Rasa Aman
Anggota
- Sistem Pemberian
Imbalan
Cahyanti (2020) dalam
(Djoko, 2016)
3 Work Life Menurut (Djoko, 2016), 1. Keseimbangan Ordinal
Balance yang mengatakan bahwa Waktu (Time
(X2) work life balance yaitu balance)
keadaan di mana suatu 2. Keseimbangan
48
individu mampu dapat Keterlibatan
No Variabel Definisi Indikator Skala
(Involvement
mengelola peran dan balance)
tanggungjawab 3. Keseimbangan
pekerjaan dengan Kepuasan
kehidupan pribadinya (Satisfaction
secara professional tanpa balance)
mengorbankan salah Bradley & McDonald
satu aspek. 2005 dalam (Djoko,
2016)
Menurut (Zunaidah et 1. Upah
al., 2019) kompensasi 2. Insentif
merupakan segala 3. Tunjangan
bentuk pemberian dari 4. Fasilitas
perusahaan kepada (Zunaidah et al., 2019)
karyawan sebagai
penghargaan atau
imbalan atas hasil kerja
Kompensasi yang telah diberikan
4 Ordinal
(X3) demi kepentingan
perusahaan. Kompensasi
dapat berupa
pembayaran dalam
bentuk uang maupun
fasilitas atau tunjangan
yang disediakan oleh
perusahaan kepada
karyawan.
Sumber: Data Olahan 2026
49
Menurut (Abdul, 2023) populasi merupakan totalitas unit analisis yang
dasar generalisasi.
Populasi ini dapat diartikan sebagai keseluruhan atau totalitas dari unit,
individu, objek, maupun subjek yang memiliki jumlah serta karakteristik tertentu
yang menjadi fokus penelitian. Populasi dapat berupa manusia, benda, lembaga,
peristiwa, atau entitas lainnya, yang menjadi sumber data dalam suatu penelitian.
jumlah serta karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi. Apabila populasi
berjumlah besar dan peneliti tidak memungkinkan untuk meneliti seluruh anggota
populasi karena keterbatasan biaya, tenaga, maupun waktu, maka penelitian dapat
sampling. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non-
digunakan apabila jumlah populasi relative sedikit, oleh sebab itu semua populasi
dijadikan sampel penelitian. Dalam penelitian ini jumlah sampel 72 orang, yakni
50
2.5. Jenis dan Metode Analisa Data
Penelitian ini menggunakan jenis data primer yang diperoleh dari hasil
sebagai berikut:
Menurut (Balaka, 2022) data primer adalah data yang diperoleh peneliti
secara langsung dari sumber utama melalui teknik seperti wawancara, angket,
pada PT Mitra Unggul Pusaka yang bersedia menjadi responden dan mengisi
kuesioner.
[Link].Data Sekunder
Menurut (Mukhtar, 2019) data sekunder adalah data yang diperoleh dari
instansi atau tempat penelitian melalui pengumpulan dokumen, arsip, dan laporan
[Link].Metode Kuantitatif
51
Menurut (Abdul, 2023) metode penelitian kuantitatif merupakan prosedur
mengenai “apa yang terjadi” suatu fenomena yang diteliti. Hasil dari penelitian
kuantitatif sering disajikan dalam bentuk angka, tabel, dan grafik. Penelitian ini
[Link].Metode Kualitatif
daripada generalisasi.
“bagaimana” tentang suatu masalah atau fenomena. Selain itu, penelitian kualitatif
kelompok.
52
2.6. Teknik Pengumpulan Data
data yang diperlukan. Pemilihan teknik ini harus disesuaikan dengan metode dan
desain penelitian agar data yang diperoleh relevan dengan tujuan serta hipotesis
eksperimen, analisis dokumen, dan banyak lagi. Pemilihan teknik ini disesuaikan
dengan tujuan penelitian serta jenis data yang dibutuhkan. Setiap metode
pengumpulan data memiliki kelebihan dan keterbatasan. Selain itu, etika harus
53
Sedangkan menurut (Surokim et al., 2019) statistik deskriptif ini digunakan
untuk menjelaskan dan menyajikan data penelitian melalui perhitungan nilai rata-
karakteristik data dapat dipahami secara sistematis. Dalam hal ini, analisis
pertanyaan, nilai interval kelas dapat dilihat pada skala ukur sebagai berikut:
Tabel 3.3
Skala Pengukuran
Puas (P) 4
Netral (N) 3
Tidak Puas (TP) 2
menggunakan SPSS Versi 27. Dimana kriteria dari skor tanggapan responden
54
4. Tidak Puas Skor : 1,81-2,60
[Link].Uji Validitas
Menurut (Syafrida, 2022) uji validitas adalah uji yang dilakukan untuk
yang diteliti serta memastikan bahwa setiap butir pertanyaan dapat dipahami
correlation. Suatu item dinyatakan valid apabila nilai r hitung ≥ r tabel, uji
[Link].Uji Reliabilitas
Menurut (Syafrida, 2022) uji reliabilitas adalah uji yang dilakukan untuk
Alpha Cronbach. Di mana semakin tinggi nilai koefisien tersebut, maka semakin
tinggi pula tingkat konsistensi jawaban responden. Uji reliabilitas ini hanya dapat
[Link].Uji Normalitas
55
Menurut (Resista et al., 2022) uji normalitas digunakan untuk menilai
apakah nilai residual dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak. Model
regresi yang baik adalah model yang memiliki residual yang menyebar secara
Cara uji normalitas adalah dengan menggunakan analisis grafik dan uji
statistik. Pengujian normalitas dengan analisis grafik dapat dengan melihat grafik
histogram dan normal P-P Plot. Dalam grafik histogram, keputusan diambil
(simetris), maka data dapat dikatakan berdistribusi normal dan sebaliknya, jika
condong ke salah satu sisi maka data tidak berdistribusi normal. Sementara itu,
pada P-P Plot data dikatakan memenuhi asumsi normalitas apabila titik-titik
pada uji ini adalah: apabila nilai signifikansi (Sig.) atau probabilitas > 0.05, maka
[Link].Uji Multikolinearitas
hubungan linear yang sangat kuat, baik secara sempurna maupun hamper
56
sempurna atau ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi yang tinggi atau bahkan
sama dengan.
ditentukan secara pasti dan tingkat kesalahannya (standard error) menjadi sangat
2. Mengamati nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) pada model
regresi.
[Link].Uji Heteroskedasitas
pengamatan dengan pengamatan lainnya. Model regresi yang baik adalah model
korelasi Spearman. Langkah yang dilakukan adalah menguji ada atau tidaknya
57
1. Jika nilai signifikansi atau probabilitas > 0,05 maka hipotesis diterima, yang
2. Jika nilai signifikansi atau probabilitas < 0.05 maka hipotesis ditolak, yang
teknik analisis statistik yang melibatkan lebih dari dua variabel, yaitu satu variabel
independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari
kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau
rasio. Koefisien ini diperoleh dengan cara memprediksi nilai variabel dependen
Keterangan: Y = Kepuasan
X1 = Lingkungan
X3 = Kompensasi
58
e = Faktor pengganggu diluar mode (eror)
[Link].Uji T (Parsial)
Uji t atau lebih dikenal dengan sebutan uji persial adalah uji yang
1. Jika nilai t hitung > t tabel dan nilai Sig. t < α = 0,05 maka dapat disimpulkan
2. Jika nilai t hitung < t tabel dan nilai Sig. t > α = 0,05 maka dapat disimpulkan
[Link].Uji F (Simultan)
Uji F atau lebih dikenal dengan uji simultan adalah uji yang digunakan
1. Jika F hitung > F tabel dan nilai Sig. F < α = 0.05 maka dapat disimpulkan
59
2. Jika F hitung < F tabel dan nilai Sig. F > α = 0.05 maka dapat disimpulkan
nilai R2 dalam model regresi semakin kecil atau mendekati nol, maka pengaruh
KP = r2 x 100%
r2 = Koefisien korelasi
60
DAFTAR PUSTAKA
61
Franciscus, D., Suharni, & Laila, U. (2022). Ragam Penelitian dengan SPSS
UJI ASUMSI KLASIK.
Resky, R., Riane, P., & Sandra, A. (2022). Pengaruh Lingkungan Kerja dan Work
Life Balance terhadap Kepuasan Kerja pada Kantor Pos Cabang Utama
Manado. Productivity, 3(4), 378–383.
[Link]
Sri, I. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia Stratejik. In UR Press
Pekanbaru.
Suarni, N., & Nurmansyah. (2025). Meningkatkan Kinerja Pegawai.
Sugiyono. (2013). METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF DAN
R&D.
Surokim, Yuliana, R., Catur, S., Muhtar, W., Tatag, H., Bani, D., Dinara, J.,
Farida, R., Netty, K., Dessy, T., Nikmah, S., [Link], C., Dewi, Q.,
Bambang, M., Teguh, R., Samsul, A., Fakhrur, R., & Allyvia, C. (2019).
Riset Komunikasi Strategi Praktis Bagi Peneliti : BUKU PENDAMPING
BIMBINGAN SKRIPSI. In Journal of Contemporary Issue in Elementary
Education (Vol. 3, Issue 1). [Link]
B3eJYAAAAJ&hl=en%0A[Link] MY TRIP MY
ADVENTURE/MENDELY/JURNAL RIZKA FIX (10-28-15-04-46-36).pdf
%0A[Link]
[Link]%0Ahttps:/
Syafrida, S. (2022). Buku ini di tulis oleh Dosen Universitas Medan Area Hak
Cipta di Lindungi oleh Undang-Undang Telah di Deposit ke Repository
UMA pada tanggal 27 Januari 2022.
Vira, F., Dian, S., & Bintang, N. (2022). Pengaruh Lingkungan Kerja,
Pengembangan Karir Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
Pada Pt. Puji Sarana Jaya. Jurnal Riset Ilmiah, 1(01), 15–18.
Wijaya, D. F. (2021). PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, BEBAN KERJA,
DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN
KERJA (Studi Kasus pada Karyawan Perumda Dharma Jaya). Angewandte
Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 7–9.
Yazid, M. N., & Husniati, R. (2023). Pengaruh Work-Life Balance, Kompensasi
Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT XYZ.
Jurnal Ilmiah Metansi (Manajemen Dan Akuntansi), 6(2), 120–131.
[Link]
Zunaidah, Didik, S., & Muhammad, H. (2019). NKOMPENSASI.
62
LAMPIRAN
KUESIONER PENELITIAN
Assalammualaikum [Link]
Kepada Yth
Bapak/Ibu Karyawan PT Mitra Unggul Pusaka (MUP)
Di Penarikan
Dengan hormat,
Demikian yang dapat saya sampaikan, atas kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi
dan menjawab kuesioner ini saya ucapkan terimakasih.
Wassalammualaikum [Link]
Hormat saya,
63
Rut Emelia Tarihoran
A. Profil Responden
Nama :
D1/D2/D3
6-10 tahun
No. Handphone :
Penghasilan :
Alamat :
Bobot Keterangan
1 Sangat Tidak Puas (STP)
2 Tidak Puas (TS)
3 Netral (N)
4 Puas (P)
5 Sangat Puas (SP)
64
C. Kuesioner
Pengawasan
Pengawasan dilakukan secara berkala dengan
1
menggunakan sistem pengawasan yang ketat.
Terdapat kamera CCTV untuk melihat situasi
2
di tempat kerja.
Suasana Kerja
Suasana di tempat kerja memiliki budaya
1
yang kekeluargaan.
Saya merasa nyaman ketika sedang berada di
2
tempat kerja.
65
No Penilaian
Pernyataan
. STP TP N P SP
Perlakuan Anggota
Saya merasa mendapatkan pekerjaan yang
1
sama dengan teman kerja saya.
Saya mendapati adanya perlakuan yang
2
special terhadap salah satu karyawan saja.
Rasa Aman Anggota
Saya mendapatkan diskriminasi/SARA dari
1
para karyawan lain.
Saya merasa mendapatkan perilaku bully dari
2
karyawan yang sudah lama bekerja di sana.
Sistem Pemberian Imbalan
Saya mendapatkan imbalan yang sesuai
1
dengan kesepakatan di awal kerja.
Saya mendapatkan nota imbalan berdasarkan
2
hasil kerja saya dengan sangat rinci.
Sumber:[Link]
ANISA%[Link]
66
Saya sangat puas dan senang dalam
1 menjalankan kehidupan dan peran saya dalam
pekerjaan dan keluarga.
No Penilaian
Pernyataan
. STP TP N P SP
Saya memiliki hubungan baik dengan rekan
2 kerja untuk menyelesaikan pekerjaan secara
bersama.
Sumber:[Link]
NAYLA%20NUR%20FATIHAH%[Link]
No Penilaian
Pernyataan
. STP TP N P SP
Upah.
Saya menerima gaji yang sesuai pada tanggal
1
yang telah ditentukan.
Saya mendapatkan kenaikan gaji selama
2
menjadi karyawan.
Insentif
Saya menerima insentif dari hasil kerja diluar
1
kontrak kerja saya.
Insentif yang saya terima telah diberikan
2
tepat waktu.
Tunjangan
Saya menerima semua tunjangan seperti
1 tunjangan hari raya tanpa dipotong dari
perusahaan.
2 Saya mendapatkan tunjangan kesehatan.
Fasilitas
Fasilitas yang diberikan perusahaan
1 membantu saya dalam mempercepat
pekerjaan saya.
Fasilitas yang diberikan dapat berfungsi
2 dengan baik dan terjaga pada
pemeliharaannya.
Sumber:[Link]
ANISA%[Link]
67
4. Variabel Kepuasan Kerja (Y)
No Penilaian
Pernyataan
. STP TP N P SP
Pekerjaan itu sendiri
Saya selalu terlibat dan tertantang oleh tugas-
1
tugas ynag diberikan oleh perusahaan.
Saya yakin behwa perusahaan memberikan
2 kesempatan kepada saya untuk belajar terkait
pekerjaan.
Upah
Saya yakin bahwa perusahaan memberikan
1
gaji yang sebanding dengan beban kerja saya.
Saya percaya bahwa kompensasi yang saya
2 terima sebanding dengan kontribusi dan
tanggungjawab saya di tempat kerja.
Promosi
Saya yakin bahwa perusahaan memberikan
1
kesempatan promosi secara adil.
Saya yakin bahwa perusahaan memberikan
kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau
2
pengembangan yang dapat meningkatkan
kualifikasi saya untuk mendapatkan promosi.
Pengawasan
Saya yakin bahwa atasan mampu membagi
1 tugas manajerial secara merata ke seluruh
anggota tim dalam perusahaan.
Saya percaya bahwa atasan memahami
kekuatan dan kelemahan dari masing-masing
2
anggota tim sebelum menugaskan tugas
manajerial.
Rekan Kerja
Saya nyaman dalam bekerja dengan rekan
1
kerja saya di perusahaan ini.
Rekan kerja saya dapat bekerja sama dalam
2
menyelesaikan pekerjaan.
Sumber:[Link]
NAYLA%20NUR%20FATIHAH%[Link]
68