● Model Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik membuat lini masa kronologi
lahirnya Pancasila, kartu Pancasila, dan merumuskan gagasan solutif untuk masalah
di lingkungan sekolah.
● Diskusi Kelompok: Menganalisis kutipan tokoh, membahas komik Pancasila, dan
merumuskan gagasan.
● Eksplorasi Lapangan: Mengamati perilaku di lingkungan sekolah yang sesuai atau
bertentangan dengan nilai Pancasila (Projek Pancasila).
● Wawancara: Melakukan wawancara dengan guru atau orang tua terkait
permasalahan yang ditemukan.
● Presentasi: Menyajikan hasil karya lini masa, kajian ketokohan, gagasan solutif, dan
kartu Pancasila.
Kemitraan Pembelajaran:
● Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru lain sebagai narasumber atau
pengamat, serta melibatkan teman sebaya dalam diskusi dan proyek.
● Lingkungan Luar Sekolah dan Masyarakat: Mendorong interaksi dengan orang
tua sebagai narasumber untuk sikap keteladanan dan pendampingan di rumah.
Lingkungan Pembelajaran:
● Mengintegrasikan ruang kelas sebagai tempat diskusi dan presentasi, serta lingkungan
sekolah (halaman, kantin, perpustakaan) sebagai "laboratorium" untuk observasi dan
proyek.
Pemanfaatan Digital:
● Video Pembelajaran Interaktif: Menggunakan video "Pancasila yang Ku Tahu"
dari QR Code untuk memperkuat pemahaman kronologi sejarah.
● Platform Kolaborasi Daring (opsional): Memanfaatkan aplikasi sederhana untuk
berbagi ide dan hasil kerja kelompok (misalnya, Google Docs/Slides untuk presentasi,
atau alat kolaborasi visual untuk lini masa digital).
● Asesmen Daring (opsional): Menggunakan kuesioner digital sederhana untuk
asesmen awal non-kognitif atau refleksi akhir.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Sejarah Kelahiran Pancasila (6 Pertemuan)
1. Kegiatan Awal (10-15 menit per pertemuan)
● Mengucapkan salam dan berdoa bersama.
● Mengecek kehadiran peserta didik dan membangun semangat dengan yel-yel
Pancasila.
● Melakukan asesmen awal non-kognitif (menggambar emotikon ekspresi wajah) dan
kognitif (pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian mendengar asal-usul Pancasila?").
● Membahas tujuan pembelajaran dan rencana kegiatan.
● Membaca kutipan tokoh tentang Pancasila dan berpendapat secara demokratis.
● Mengisi kolom KWL (Know dan Want to Know).
2. Kegiatan Inti (45-50 menit per pertemuan)
Memahami:
● Membaca komik Pancasila "Pemilihan Ketua Kelas" dan berdiskusi maknanya.
1
● Bernyanyi lagu "Garuda Pancasila".
● Menyimak video "Pancasila yang Ku Tahu" (menggunakan QR Code) atau
penjelasan verbal/gambar.
● Berdiskusi tentang kata sulit dan mengajukan pertanyaan tentang sejarah Pancasila.
● Mencari informasi tentang pertanyaan tersebut dari berbagai sumber.
● Bermain "Cari Kata" (Pancasila, BPUPK, PPKI, Musyawarah, Panitia Sembilan).
Mengaplikasikan:
● Mengamati contoh lini masa kronologi sejarah lahirnya Pancasila.
● Membuat kelompok heterogen.
● Secara berkelompok membuat lini masa kronologi sejarah lahirnya Pancasila pada
lembar kerja (LKPD Pertemuan 1) menggunakan alat dan bahan kreatif.
Merefleksi:
○ Menyajikan hasil karya lini masa secara berkelompok di depan kelas.
○ Guru melakukan asesmen observasi selama kerja kelompok dan presentasi.
3. Kegiatan Penutup (10-15 menit per pertemuan)
● Guru mengapresiasi hasil karya lini masa.
● Guru memberikan penguatan materi dan nilai musyawarah mufakat.
● Peserta didik melengkapi kolom KWL (Learned).
● Berdoa bersama dan mengucapkan salam.
Pertemuan 2 : Meneladani Perilaku Pancasila (6 Pertemuan)
1. Kegiatan Awal (10-15 menit per pertemuan)
● Berdoa bersama dan menyiapkan fisik serta psikis peserta didik.
● Menyapa dan memberikan motivasi.
● Mengecek kehadiran dan mengaitkan dengan penanaman karakter.
● Mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kalian menyikapi perbedaan pendapat
dari teman kalian?"
● Mengingat kembali isi lini masa yang sudah dibuat.
2. Kegiatan Inti (45-50 menit per pertemuan)
Memahami:
● Mendiskusikan tabel nilai keteladanan (Beriman dan Bertakwa, Berakhlak Mulia,
Nasionalisme, Gotong Royong, Musyawarah Mufakat, Patriotisme).
● Mengisi lembar kerja tentang contoh perilaku sesuai nilai Pancasila.
Mengaplikasikan:
● Mempresentasikan hasil pengerjaan lembar kerja.
● Melakukan aktivitas "Teladan Hidupku" (LKPD Pertemuan 2): mencari tokoh
perumus Pancasila/tokoh teladan, menempel foto, menulis profil singkat, peran, dan
sikap teladan.
● Mempresentasikan hasil "Teladan Hidupku".
● Melakukan Projek Pancasila: mengamati perilaku/kondisi lingkungan sekolah yang
melanggar nilai Pancasila.
2
● Menentukan satu permasalahan, menyusun pertanyaan, dan melakukan wawancara
kepada guru/orang tua.
● Merumuskan gagasan solutif.
Merefleksi:
● Mempresentasikan gagasan solutif.
● Guru melakukan asesmen observasi.
● Peserta didik melakukan asesmen antarteman.
3. Kegiatan Penutup (10-15 menit per pertemuan)
● Guru mengapresiasi hasil karya "Teladan Hidupku" dan gagasan solutif.
● Guru memberikan penguatan tentang sikap teladan dan penerapan nilai Pancasila.
● Berdoa bersama dan mengucapkan salam.
Pertemuan 3 : Membiasakan Perilaku Pancasila (6 Pertemuan)
1. Kegiatan Awal (10-15 menit per pertemuan)
● Berdoa bersama dan menyiapkan fisik serta psikis peserta didik.
● Menyapa dan memberikan motivasi.
● Mengecek kehadiran dan mengaitkan dengan penanaman karakter.
● Mengajukan pertanyaan pemantik: "Mengapa Pancasila menjadi hal penting dalam
kehidupan kita sehari-hari?"
● Membahas tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (45-50 menit per pertemuan)
Memahami:
● Berdiskusi tentang contoh target untuk membangun kebiasaan.
● Merefleksi diri terkait perilaku Pancasila yang sudah dilakukan.
Mengaplikasikan:
● Mengategorikan perilaku (sudah, belum, akan dilakukan) berdasarkan nilai Pancasila.
● Membuat "Kartu Pancasila" (LKPD Pertemuan 3) sesuai panduan, mengkreasikan
desain.
● Mempresentasikan hasil karya "Kartu Pancasila".
Merefleksi:
● Guru melakukan asesmen observasi.
● Peserta didik melakukan asesmen diri.
● Mengerjakan asesmen sumatif melalui permainan "Jelajah Nusantara".
3. Kegiatan Penutup (10-15 menit per pertemuan)
● Guru mengapresiasi hasil karya "Kartu Pancasila".
● Guru memberikan penguatan tentang komitmen perilaku Pancasila.
● Peserta didik melengkapi tabel refleksi KWL (Learned) dan refleksi akhir.
● Guru memberikan pesan untuk menunjukkan "Kartu Pancasila" kepada orang tua.
● Berdoa bersama dan mengucapkan salam.
3
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
1. Asesmen Awal Pembelajaran
● Observasi: Mengamati ekspresi wajah peserta didik di awal pembelajaran (senang,
sedih, bingung, dll.) untuk memahami kondisi psikis.
● Wawancara/Diskusi Singkat: Mengajukan pertanyaan pemantik terbuka untuk
menggali pengetahuan awal dan pemahaman tentang topik yang akan dipelajari.
● Kuesioner/Tabel KWL (Know, Want to Know): Peserta didik mengisi kolom
"Yang Saya Sudah Tahu" dan "Yang Saya Ingin Tahu" di awal bab untuk
mengidentifikasi pengetahuan dan minat mereka.
Tes Diagnostik (Pilihan Ganda):
1. Mudah: Siapakah nama Presiden pertama Republik Indonesia?
a. Ir. Soekarno
b. Moh. Hatta
c. Soeharto
d. Joko Widodo
Kunci Jawaban: a. Ir. Soekarno
Penjelasan: Ir. Soekarno adalah proklamator dan Presiden pertama Indonesia.
2. Mudah: Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki berapa sila?
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
Kunci Jawaban: c. 5
Penjelasan: Pancasila memiliki lima sila sebagai dasar negara.
3. Sedang: Tanggal berapa Pancasila diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila?
a. 17 Agustus
b. 28 Oktober
c. 1 Juni
d. 2 Mei
Kunci Jawaban: c. 1 Juni
Penjelasan: 1 Juni 1945 adalah tanggal pidato Soekarno yang mengemukakan
Pancasila.
4. Sedang: Sikap saling menghargai perbedaan pendapat saat diskusi adalah contoh
pengamalan sila ke berapa?
a. Pertama
b. Kedua
c. Ketiga
d. Keempat
Kunci Jawaban: d. Keempat
Penjelasan: Sila keempat Pancasila menekankan musyawarah untuk mencapai
mufakat.
5. Sulit: Organisasi yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan
merumuskan dasar negara adalah...
a. PPKI
b. BPUPK
c. PETA
4
d. KNIP
Kunci Jawaban: b. BPUPK
Penjelasan: BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan)
dibentuk untuk mempersiapkan kemerdekaan dan merumuskan dasar negara.
2. Asesmen Proses Pembelajaran
● Tugas Harian: Penugasan individu atau kelompok (misalnya, mengisi lembar kerja
"Teladan Hidupku", membuat jadwal harian).
● Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi, kemampuan mengemukakan pendapat,
menghargai perbedaan, dan kolaborasi (menggunakan rubrik penilaian antarteman).
● Presentasi: Penilaian kemampuan menyajikan hasil karya (lini masa, gagasan solutif,
kartu Pancasila) secara jelas, kreatif, dan percaya diri (menggunakan rubrik
presentasi).
3. Asesmen Akhir Pembelajaran
● Jurnal Reflektif/Tabel KWL (Learned): Peserta didik mengisi kolom "Hal yang
Saya Pelajari" di akhir bab dan mengisi tabel refleksi akhir untuk mengevaluasi
pemahaman dan pengalaman belajar mereka.
Tes Tertulis (Esai):
1. Jelaskan secara singkat mengapa Pancasila dianggap sebagai dasar negara yang digali
dari kebudayaan bangsa Indonesia!
Kunci Jawaban: Pancasila digali dari nilai-nilai luhur yang sudah hidup dan
berkembang dalam masyarakat Indonesia sejak lama, seperti gotong royong,
musyawarah, dan religiusitas. Para pendiri bangsa merumuskan nilai-nilai ini menjadi
dasar negara yang kokoh dan sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang
majemuk.
Penjelasan: Menekankan asal-usul Pancasila dari kearifan lokal dan budaya bangsa.
2. Bagaimana sikap keteladanan para pendiri bangsa dalam merumuskan Pancasila dapat
kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah? Berikan minimal dua contoh!
Kunci Jawaban: Sikap keteladanan seperti rela berkorban, menghargai pendapat
orang lain, dan musyawarah mufakat. Contoh: (1) Menghargai pendapat teman saat
diskusi kelompok, meskipun berbeda. (2) Bekerja sama dalam menyelesaikan tugas
kelompok tanpa mementingkan diri sendiri.
Penjelasan: Menghubungkan nilai keteladanan dengan praktik nyata di lingkungan
sekolah.
3. Mengapa penting bagi kita untuk membiasakan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila
sejak kecil? Apa manfaatnya bagi diri kita dan lingkungan sekitar?
Kunci Jawaban: Membiasakan perilaku Pancasila sejak kecil membantu membentuk
karakter yang baik, seperti jujur, disiplin, dan peduli. Manfaatnya, bagi diri sendiri
akan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan disukai, bagi lingkungan akan
menciptakan suasana harmonis, damai, dan saling membantu.
Penjelasan: Menjelaskan urgensi pembiasaan dan dampak positifnya.
4. Bayangkan ada temanmu yang selalu membuang sampah sembarangan di lingkungan
sekolah. Sebagai Pelajar Pancasila, apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi
permasalahan ini? Jelaskan langkah-langkahmu!
Kunci Jawaban: (1) Menegur dengan sopan dan mengingatkan tentang kebersihan. (2)
5
Mengajak teman tersebut untuk membuang sampah pada tempatnya. (3) Jika
berulang, melaporkan kepada guru. (4) Mengajak teman-teman lain untuk membuat
kampanye kebersihan di sekolah.
Penjelasan: Studi kasus yang mendorong penalaran kritis dan tindakan nyata.
5. Sebutkan dan jelaskan tiga momen penting dalam kronologi sejarah kelahiran
Pancasila yang kamu ketahui!
Kunci Jawaban: (1) 1 Juni 1945: Soekarno menyampaikan pidato tentang lima prinsip
dasar negara (Pancasila) dalam sidang BPUPK. (2) 22 Juni 1945: Panitia Sembilan
menghasilkan Piagam Jakarta yang memuat rumusan Pancasila. (3) 18 Agustus 1945:
PPKI menetapkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Penjelasan: Menguji pemahaman faktual tentang kronologi sejarah.
● Tugas Akhir/Proyek: Permainan "Jelajah Nusantara" (Asesmen Sumatif pada buku
siswa) yang mengintegrasikan pertanyaan dari semua subbab.
Mengetahui . . . . . ., 20 . .
Kepala Sekolah, Guru Kelas V
X . . . . . . . . . . . . X X . . . . . . . . . . . . X
NIP : . . . . . . . . . . . . . . . NIP : . . . . . . . . . . . . . . .
6
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LKPD PERTEMUAN 1:
MEMBUAT LINI MASA KRONOLOGI SEJARAH KELAHIRAN PANCASILA
1) Judul LKPD: Lini Masa Kelahiran Pancasila
2) Identitas Siswa:
● Nama Siswa:
● Tanggal:
● Materi Pembelajaran: Sejarah Kelahiran Pancasila
● Kelas: V
3) Tujuan Pembelajaran:
● Peserta didik dapat memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila.
● Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk membuat lini masa.
4) Panduan Umum:
1. Bekerjalah dalam kelompok yang sudah dibentuk oleh guru.
2. Baca kembali materi tentang kronologi sejarah kelahiran Pancasila.
3. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan (kertas karton/plano, spidol, pensil warna,
gunting, lem, gambar-gambar relevan jika ada).
4. Buatlah lini masa kronologi sejarah kelahiran Pancasila pada lembar kerja ini atau pada
kertas yang lebih besar.
5. Pastikan lini masa memuat tanggal-tanggal penting dan peristiwa yang terjadi.
6. Hiaslah lini masa agar menarik dan mudah dipahami.
7. Bersiaplah untuk mempresentasikan hasil karya kelompokmu di depan kelas.
5) Kegiatan Pembelajaran/Tugas:
Lini Masa Kronologi Sejarah Lahirnya Pancasila
● 1 Juni 1945:
○ Peristiwa:
○ Tokoh yang berperan:
● 22 Juni 1945:
○ Peristiwa:
○ Tokoh yang berperan:
● 18 Agustus 1945:
○ Peristiwa:
○ Tokoh yang berperan:
6) Alat dan Bahan:
● Kertas karton/plano/buram
● Spidol, pensil warna
● Gunting, lem
● Gambar-gambar pahlawan atau peristiwa (opsional)
7
7) Penilaian:
● Isi: Ketepatan informasi kronologi sejarah kelahiran Pancasila.
● Kreativitas: Desain lini masa yang menarik dan mudah dipahami.
● Kolaborasi: Partisipasi aktif setiap anggota kelompok dalam pengerjaan.
● Presentasi: Kejelasan dan kepercayaan diri dalam menyampaikan hasil.
LKPD PERTEMUAN 2:
TELADAN HIDUPKU
1) Judul LKPD: Teladan Hidupku: Pahlawan Bangsa Inspirasiku
2) Identitas Siswa:
● Nama Siswa:
● Tanggal:
● Materi Pembelajaran: Meneladani Perilaku Pancasila
● Kelas: V
3) Tujuan Pembelajaran:
● Peserta didik dapat mengidentifikasi sikap teladan para perumus Pancasila atau tokoh
inspiratif.
● Peserta didik dapat menjelaskan relevansi sikap teladan tersebut dalam kehidupan sehari-
hari.
4) Panduan Umum:
1. Pilihlah satu tokoh perumus Pancasila atau tokoh inspiratif lain (orang tua, guru, dll.)
yang kamu anggap memiliki sikap teladan.
2. Cari informasi singkat tentang profil tokoh tersebut dan sikap-sikap positif yang dapat
diteladani.
3. Tempelkan foto atau gambar tokoh pada kolom yang disediakan.
4. Tulislah informasi yang kamu dapatkan dengan rapi dan jelas.
5. Bersiaplah untuk mempresentasikan hasil kerjamu di depan kelas.
5) Kegiatan Pembelajaran/Tugas:
TELADAN HIDUPKU
● Nama Tokoh:
● Profil Singkat:
● Sikap Teladan yang Dapat Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari:
1.
2.
3.
6) Alat dan Bahan:
● Lembar kerja "Teladan Hidupku"
● Foto/gambar tokoh
● Gunting, lem
● Alat tulis
7) Penilaian:
8
● Isi: Ketepatan dan kelengkapan informasi tentang tokoh dan sikap teladan.
● Kreativitas: Kerapian dan daya tarik lembar kerja.
● Presentasi: Kejelasan dan kepercayaan diri dalam menyampaikan teladan tokoh.
LKPD PERTEMUAN 3:
KARTU PANCASILA
1) Judul LKPD: Kartu Pancasila: Komitmen Perilaku Positifku
2) Identitas Siswa:
● Nama Siswa:
● Tanggal:
● Materi Pembelajaran: Membiasakan Perilaku Pancasila
● Kelas: V
3) Tujuan Pembelajaran:
● Peserta didik dapat merefleksikan perilaku yang sesuai dan bertentangan dengan nilai
Pancasila.
● Peserta didik dapat membuat komitmen untuk membiasakan perilaku Pancasila.
4) Panduan Umum:
1. Siapkan kertas karton, gunting, lem, spidol, dan alat warna.
2. Buatlah kartu menyerupai buku catatan kecil dengan empat sisi.
3. Isilah setiap sisi kartu sesuai dengan petunjuk di bawah ini.
4. Hiaslah kartumu agar menarik dan menjadi pengingat.
5. Bersiaplah untuk mempresentasikan kartumu di depan kelas.
5) Kegiatan Pembelajaran/Tugas:
Pembuatan Kartu Pancasila
| Petunjuk
9
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM (PPM)
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN PANCASILA
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SD
Nama Penyusun :
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Fase / Kelas/Semester : C /V/ Ganjil
Alokasi Waktu : 18 pertemuan (@ pertemuan 2×35 menit).
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Sebelum memulai pembelajaran bab ini, peserta didik diharapkan sudah memiliki
pemahaman awal tentang pentingnya aturan dan tata tertib dalam kehidupan sehari-
hari, baik di rumah maupun di sekolah. Mereka juga sudah memiliki keterampilan dasar
dalam berinteraksi sosial dan menyebutkan jenis-jenis aturan yang ada di lingkungan
sekitar mereka. Selain itu, peserta didik diharapkan sudah memahami hak dan
kewajiban dasar sebagai anggota keluarga dan warga sekolah.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Materi tentang norma, hak, kewajiban, dan
musyawarah dirancang agar sangat relevan dengan pengalaman sehari-hari peserta
didik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ini membantu mereka melihat
aplikasi langsung dari konsep-konsep tersebut.
● Aplikatif dan Interaktif: Materi disajikan dengan penekanan pada aktivitas praktik
dan simulasi, seperti drama penerapan norma dan musyawarah, yang mendorong
peserta didik untuk secara aktif menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam
berbagai konteks yang menyenangkan.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Kewargaan: Peserta didik mengembangkan pemahaman dan praktik tentang hak,
kewajiban, dan norma sebagai warga negara yang baik, serta pentingnya musyawarah
dalam kehidupan bermasyarakat.
● Kolaborasi: Peserta didik aktif bekerja sama dalam kelompok untuk
mengidentifikasi, menyajikan, dan mempraktikkan norma serta musyawarah.
● Penalaran Kritis: Peserta didik dilatih untuk menganalisis kasus-kasus terkait
norma, hak, dan kewajiban, serta merumuskan solusi melalui musyawarah.
10
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 046 TAHUN 2025
Pada akhir Fase C, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Pancasila
Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus
Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila
dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai
Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam
kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk
membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan
keluarga dan sekolah.
3. Bhinneka Tunggal Ika
Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan
keberagaman budaya kabupaten/kota, dan provinsi sebagai bagian dari wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia; menunjukkan perilaku gotong royong untuk
menjaga persatuan di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud bela negara.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
Pembelajaran ini secara singkat terintegrasi dengan disiplin ilmu lain seperti Bahasa
Indonesia (menyusun naskah drama, bercerita, menuliskan gagasan), Seni Budaya dan
Keterampilan (merancang pohon norma yang kreatif, menampilkan drama), dan Ilmu
Pengetahuan Sosial (memahami struktur masyarakat dan peran individu).
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-6: Subbab a. Macam-Macam Norma dalam Kehidupanku
● Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk norma (agama, kesusilaan,
kesopanan, hukum), hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota
keluarga dan warga sekolah.
● Peserta didik dapat menunjukkan contoh-contoh penerapan norma, hak, dan
kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan 7-10: Subbab b. Penerapan Norma dalam Kehidupanku
● Peserta didik dapat menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan
kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga dan warga sekolah melalui
karya kreatif.
Pertemuan 11-14: Subbab c. Mempraktikkan Norma di Lingkunganku
● Peserta didik dapat mempraktikkan norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya
sebagai anggota keluarga dan warga sekolah melalui simulasi/drama sederhana.
Pertemuan 15-18: Subbab d. Arti Penting Musyawarah dalam Kehidupanku
● Peserta didik dapat mempraktikkan musyawarah dalam kehidupan keluarga dan
sekolah melalui simulasi/drama sederhana.
11
D. TOPIK PEMBELAJARAN
Topik pembelajaran yang direkomendasikan adalah "Membangun Masyarakat
Harmonis melalui Norma, Hak, Kewajiban, dan Musyawarah". Topik ini akan
mendorong peserta didik untuk memahami bahwa kehidupan yang teratur dan damai
tercipta dari kesadaran individu dalam menjalankan norma, menuntut hak, memenuhi
kewajiban, dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Ini mendukung
pengembangan kompetensi utuh secara pengetahuan (macam-macam norma),
keterampilan (penerapan dan praktik norma serta musyawarah), dan sikap (bertanggung
jawab, kolaboratif, kritis, kreatif).
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
Praktik Pedagogik
● Model Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan membuat "Pohon
Norma" untuk menyajikan identifikasi norma, hak, dan kewajiban.
● Metode Diskusi Kelompok: Digunakan untuk mengidentifikasi norma, hak, dan
kewajiban, serta merancang skenario drama.
● Simulasi/Drama: Peserta didik akan memerankan skenario penerapan norma dan
musyawarah di lingkungan keluarga dan sekolah.
● Wawancara: Peserta didik melakukan wawancara sederhana kepada guru/orang tua
tentang kearifan lokal atau permasalahan terkait norma.
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, karya proyek, dan
penampilan drama/simulasi.
Kemitraan Pembelajaran
● Lingkungan Sekolah: Guru berkolaborasi dengan guru lain untuk mengamati
perilaku peserta didik dan menjadi informan dalam wawancara.
● Lingkungan Luar Sekolah dan Masyarakat: Melibatkan orang tua/wali sebagai
narasumber, pendamping dalam kegiatan di rumah, dan penerima umpan balik
kemajuan belajar.
Lingkungan Pembelajaran
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, presentasi, dan simulasi
drama. Area luar kelas (misalnya taman sekolah atau aula) untuk aktivitas pemanasan
dan simulasi yang lebih luas.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan grup komunikasi digital (misalnya WhatsApp grup
kelas) untuk koordinasi tugas kelompok, berbagi informasi, dan pengingat.
Pemanfaatan Digital
● Video Pembelajaran Interaktif: Menonton video tentang contoh-contoh penerapan
norma di berbagai lingkungan atau simulasi musyawarah untuk memberikan
gambaran yang jelas dan menarik.
● Aplikasi Pembuat Poster/Infografis: Menggunakan aplikasi sederhana untuk
mendesain "Pohon Norma" atau kliping digital, mendorong kreativitas dan
keterampilan digital.
● Platform Survei Online Sederhana: Untuk asesmen awal non-kognitif (misalnya
kuesioner gaya belajar atau perasaan) yang dapat diisi peserta didik menggunakan
perangkat pribadi atau komputer sekolah.
12
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-6:
Subbab a. Macam-Macam Norma dalam Kehidupanku (6 Pertemuan x 70 menit)
Kegiatan Awal (15 menit)
● Guru mengucap salam, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
● Apersepsi (Mindful Learning): Guru menampilkan gambar kegiatan membantu
orang tua di rumah dan bertanya, "Dapatkah kalian menyebutkan kegiatan yang
sering kalian lakukan untuk membantu orang tua di rumah?" atau "Mengapa kita
perlu membantu orang tua?" untuk memantik diskusi tentang aturan di rumah.
● Motivasi (Joyful Learning): Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu "Maju
Tak Gentar" untuk membangkitkan semangat dan mengaitkannya dengan keberanian
membela kebenaran (norma).
● Pengkondisian: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan rencana kegiatan.
Kegiatan Inti (40 menit)
Memahami (Meaningful Learning):
● Peserta didik membaca kutipan tokoh Ki Hajar Dewantara tentang manfaat perilaku.
● Peserta didik mengamati gambar-gambar di buku siswa yang menunjukkan berbagai
aktivitas dan lokasi, lalu menebak aktivitas dan lokasi tersebut (misalnya, menyapu di
rumah, bersalaman dengan guru di sekolah).
● Guru menjelaskan pengertian norma secara umum dan empat macam norma (agama,
kesusilaan, kesopanan, hukum) beserta contoh-contohnya.
Mengaplikasikan:
● Peserta didik mengisi tabel di buku siswa dengan mengelompokkan aktivitas ke
dalam jenis norma yang sesuai.
● Guru menjelaskan konsep hak dan kewajiban, serta hubungannya dengan norma.
● Peserta didik mengisi tabel hak dan kewajiban berdasarkan jenis norma (misalnya,
Norma Agama: Hak beribadah, Kewajiban menghormati perbedaan agama).
● Peserta didik secara berkelompok (heterogen) melakukan Praktik Berpancasila:
Memahami Macam-Macam Norma, Hak, dan Kewajiban dengan mengidentifikasi
perilaku yang sesuai di rumah dan sekolah, kemudian menuliskannya pada lembar
kerja.
● (Pembelajaran Alternatif): Peserta didik diajak keluar kelas mengunjungi situs
kewarganegaraan di sekitar sekolah (misalnya, kantor kelurahan/desa) untuk
mengamati bentuk norma yang berlaku.
Merefleksi:
● Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi norma, hak, dan
kewajiban.
● Guru memberikan penguatan dan meluruskan miskonsepsi (misalnya, "norma sama
dengan hukum").
Kegiatan Penutup (15 menit)
● Guru menyimpulkan kembali macam-macam norma, hak, dan kewajiban serta
pentingnya dalam kehidupan.
● Guru memberikan umpan balik positif dan tugas untuk mengamati lebih lanjut
13
penerapan norma di lingkungan mereka.
● Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya (Penerapan Norma
dalam Kehidupanku) dan menutup dengan doa serta salam.
Pertemuan 7-10:
Subbab b. Penerapan Norma dalam Kehidupanku (4 Pertemuan x 70 menit)
Kegiatan Awal (15 menit)
● Guru mengucap salam, berdoa, dan mengecek kehadiran.
● Apersepsi (Meaningful Learning): Guru menampilkan Komik Pancasila "Penerapan
Norma" dan bertanya, "Apa yang kalian pelajari dari komik ini? Bagaimana semut
bisa berbaris rapi?" untuk memantik diskusi tentang penerapan aturan.
● Motivasi (Joyful Learning): Guru mengajak peserta didik bermain Teka Teki Silang
Norma di buku siswa untuk mengingat kembali pemahaman norma.
● Pengkondisian: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan.
Kegiatan Inti (40 menit)
Memahami:
● Peserta didik membaca dan mendiskusikan Komik Pancasila tentang semut yang
berbaris rapi dan percakapan antara guru dan siswa tentang aturan.
● Guru mengaitkan cerita komik dengan pentingnya penerapan norma dalam kehidupan
manusia yang berakal.
Mengaplikasikan:
● Peserta didik secara berkelompok berdiskusi tentang contoh-contoh pelaksanaan
norma, hak, dan kewajiban di rumah dan di sekolah yang sudah mereka catat
sebelumnya.
● Peserta didik menggunakan hasil diskusi tersebut untuk membuat Praktik
Berpancasila: Pohon Norma. Mereka membuat sketsa daun di karton, menuliskan
norma/hak/kewajiban pada daun, dan menggantungkannya pada ranting yang sudah
disiapkan guru. * Perwakilan kelompok mempresentasikan Pohon Norma mereka di
depan kelas.
● (Pembelajaran Alternatif): Peserta didik mendokumentasikan contoh sikap penerapan
norma, hak, dan kewajiban di rumah/sekolah dalam bentuk foto, lalu membuat
kliping digital.
Merefleksi:
● Guru dan peserta didik merefleksikan proses pembuatan Pohon Norma dan
dampaknya dalam menginspirasi orang lain.
● Guru memberikan umpan balik tentang kreativitas dan pemahaman peserta didik.
Kegiatan Penutup (15 menit)
● Guru menyimpulkan bahwa penerapan norma yang baik akan menginspirasi orang
lain.
● Guru memberikan tugas untuk mempersiapkan simulasi drama penerapan norma
untuk pertemuan berikutnya.
● Guru menutup dengan doa dan salam.
14
Pertemuan 11-14:
Subbab c. Mempraktikkan Norma di Lingkunganku (4 Pertemuan x 70 menit)
Kegiatan Awal (15 menit)
● Guru mengucap salam, berdoa, dan mengecek kehadiran.
● Apersepsi (Mindful Learning): Guru memantik dengan pertanyaan, "Apakah kalian
dapat mempraktikkan contoh norma di rumah maupun di sekolah?" untuk
mengingatkan kembali pentingnya tindakan nyata.
● Motivasi (Joyful Learning): Guru mengajak peserta didik bermain Cari Kata di
buku siswa yang berisi kata-kata terkait norma (sopan, menghormati, beribadah, taat,
menolong, dll.) untuk meningkatkan semangat.
● Pengkondisian: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan.
Kegiatan Inti (40 menit)
Memahami:
● Peserta didik membaca dan mendiskusikan kembali daftar kata yang ditemukan
dalam permainan Cari Kata dan mengaitkannya dengan perilaku sehari-hari.
● Guru menjelaskan bahwa praktik norma dapat dilakukan melalui simulasi/drama
sederhana.
Mengaplikasikan:
● Peserta didik secara berkelompok (kelompok yang sama) berdiskusi untuk merancang
Skenario Drama Sederhana Penerapan Norma. Mereka menentukan tema drama
(misalnya, membantu orang tua, menaati aturan sekolah), membagi peran, dan
menyusun naskah dialog sederhana.
● Peserta didik berlatih drama sederhana di dalam kelompok.
● (Pembelajaran Alternatif): Peserta didik melakukan Story Telling tentang pengalaman
mereka dalam menerapkan norma, hak, dan kewajiban.
Merefleksi:
● Perwakilan kelompok menyampaikan tema drama yang sudah dirancang.
● Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap ide-ide drama.
● Guru memberikan waktu satu pekan untuk latihan.
Kegiatan Penutup (15 menit)
● Guru menyimpulkan pentingnya praktik norma dalam kehidupan sehari-hari.
● Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan penampilan drama di
pertemuan berikutnya.
● Guru menutup dengan doa dan salam.
Pertemuan 15-18:
Subbab d. Arti Penting Musyawarah dalam Kehidupanku (4 Pertemuan x 70 menit)
Kegiatan Awal (15 menit)
● Guru mengucap salam, berdoa, dan mengecek kehadiran.
● Apersepsi (Meaningful Learning): Guru memantik dengan pertanyaan, "Pernahkah
15
kalian melaksanakan musyawarah di kelas bersama teman-teman?" atau "Mengapa
kita perlu bermusyawarah?" untuk mengaitkan dengan pengalaman nyata.
● Motivasi (Joyful Learning): Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu
"Bangun Pemudi Pemuda" untuk membangkitkan semangat kolaborasi.
● Pengkondisian: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan.
Kegiatan Inti (40 menit)
Memahami:
● Peserta didik membaca dan mendiskusikan pengertian musyawarah sebagai cara
mencapai keputusan bersama yang adil.
● Peserta didik mengamati gambar-gambar di buku siswa yang menunjukkan proses
musyawarah dalam keluarga atau di sekolah.
● Guru menjelaskan pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan.
Mengaplikasikan:
● Peserta didik secara berkelompok (kelompok yang sama) merancang Skenario Praktik
Bermusyawarah. Mereka menentukan topik musyawarah (misalnya, pembagian tugas
kelas, rencana kegiatan), membagi peran, dan menyusun naskah simulasi
musyawarah.
● Peserta didik berlatih simulasi musyawarah di dalam kelompok.
● (Pembelajaran Alternatif): Peserta didik membuat kliping gambar-gambar yang
menunjukkan proses musyawarah dari berbagai sumber.
Merefleksi:
● Setiap kelompok menampilkan Skenario Praktik Bermusyawarah di depan kelas.
Kelompok lain memberikan penilaian menggunakan format yang disediakan.
● Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya menghargai
pendapat dalam musyawarah.
Kegiatan Penutup (15 menit)
● Guru menyimpulkan arti penting musyawarah dalam mencapai keputusan bersama
dan menjaga keharmonisan.
● Guru memberikan umpan balik positif dan tugas pengayaan (mengisi jurnal aktivitas
harian).
● Guru menutup dengan doa, harapan, dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
1. Asesmen Awal Pembelajaran
● Bentuk Asesmen: Observasi (saat apersepsi dan kegiatan pemanasan), Wawancara
(pertanyaan pemantik), Kuesioner (refleksi awal KWL).
● Fungsi: Mengidentifikasi pengetahuan awal, keterampilan dasar, dan pemahaman
peserta didik tentang norma, hak, kewajiban, dan musyawarah. Hasilnya digunakan
untuk memetakan kebutuhan belajar dan merancang diferensiasi pembelajaran.
Contoh Soal (Pilihan Ganda):
1. Aturan yang mengatur tingkah laku manusia dan bersumber dari hati nurani disebut
norma...
16
A. Agama
B. Kesusilaan
C. Kesopanan
D. Hukum
Jawaban B: Soal mudah, mengukur pengetahuan dasar tentang jenis norma.
2. Berikut ini adalah contoh kewajiban seorang anak di rumah, kecuali...
A. Membantu membersihkan rumah
B. Mengerjakan PR
C. Bermain sepanjang hari
D. Menyayangi orang tua
Jawaban C: Soal sedang, mengukur pemahaman tentang kewajiban dalam konteks
keluarga.
3. Ketika teman-teman di kelas memiliki pendapat yang berbeda saat diskusi, sikap
yang paling tepat adalah...
A. Memaksakan pendapat sendiri
B. Menghargai semua pendapat dan mencari kesepakatan
C. Mengabaikan pendapat teman
D. Marah jika pendapat tidak diterima
Jawaban B: Soal sulit, mengukur pemahaman tentang musyawarah dan toleransi.
4. Sesuatu yang harus kita lakukan atau laksanakan sesuai aturan yang berlaku
disebut...
A. Hak
B. Norma
C. Kewajiban
D. Aturan
Jawaban C: Soal mudah, mengukur pemahaman definisi.
5. Norma yang memiliki sanksi tegas dan mengikat seluruh warga negara adalah
norma...
A. Agama
B. Kesusilaan
C. Kesopanan
D. Hukum
Jawaban D: Soal sedang, mengukur pengetahuan spesifik tentang norma hukum.
Contoh Soal (Esai Kasus):
1. Di lingkungan rumahmu, ada tetangga yang sering membuang sampah sembarangan
sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Norma apa yang dilanggar oleh tetanggamu
tersebut? Apa yang seharusnya kamu lakukan sebagai warga yang baik?
2. Saat pemilihan ketua kelas, ada beberapa teman yang ingin menjadi ketua. Untuk
menentukan siapa yang terpilih, Pak Guru mengajak kalian untuk bermusyawarah.
Mengapa musyawarah penting dilakukan dalam situasi ini? Jelaskan manfaat
musyawarah yang bisa kalian rasakan.
3. Kamu melihat seorang teman sedang diejek oleh teman lain karena berasal dari suku
yang berbeda. Norma apa yang dilanggar oleh teman yang mengejek? Bagaimana
kamu akan bertindak untuk menyelesaikan masalah ini sesuai dengan norma yang
berlaku?
4. Di sekolahmu, ada peraturan bahwa setiap siswa wajib memakai seragam lengkap.
Namun, ada temanmu yang sering tidak memakai dasi. Apa hak dan kewajiban
17
temanmu terkait peraturan ini? Apa dampak jika ia terus melanggar peraturan
tersebut?
5. Bayangkan kamu adalah seorang ketua kelompok yang sedang mengerjakan tugas
proyek. Ada anggota kelompokmu yang tidak aktif dan tidak mau berkontribusi.
Bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah ini dengan menerapkan prinsip
musyawarah agar semua anggota kelompok merasa adil dan tugas dapat
terselesaikan dengan baik?
2. Asesmen Proses Pembelajaran
● Bentuk Asesmen: Tugas Harian (mengisi tabel, membuat sketsa), Diskusi Kelompok
(saat identifikasi norma, merancang drama/simulasi), Presentasi (penyajian Pohon
Norma, tema drama/musyawarah).
● Fungsi: Memantau keterlibatan, pemahaman, dan keterampilan peserta didik selama
proses pembelajaran. Memberikan umpan balik konstruktif untuk perbaikan
berkelanjutan.
Contoh Soal (Pilihan Ganda):
1. Contoh penerapan norma kesopanan di sekolah adalah...
A. Berdoa sebelum makan
B. Memakai seragam lengkap
C. Mengucapkan salam kepada guru
D. Tidak menyontek saat ujian
Jawaban C: Soal mudah, mengukur pemahaman contoh norma.
2. Jika kamu memiliki hak untuk berpendapat di kelas, maka kewajibanmu adalah...
A. Memaksa teman setuju
B. Mendengarkan pendapat teman lain
C. Berbicara seenaknya
D. Tidak peduli dengan pendapat lain
Jawaban B: Soal sedang, mengukur pemahaman hubungan hak dan kewajiban.
3. Tujuan utama musyawarah adalah untuk mencapai...
A. Kemenangan satu pihak
B. Keputusan bersama
C. Perdebatan panjang
D. Perpecahan kelompok
Jawaban B: Soal mudah, mengukur pemahaman tujuan musyawarah.
4. Pohon Norma yang kalian buat berfungsi untuk...
A. Menghias kelas
B. Menyimpan rahasia
C. Menyajikan identifikasi norma, hak, dan kewajiban
D. Menggantikan buku pelajaran
Jawaban C: Soal sedang, mengukur pemahaman fungsi proyek.
5. Ketika kamu melihat temanmu membuang sampah tidak pada tempatnya, sikapmu
sebagai warga sekolah yang menerapkan norma adalah...
A. Ikut membuang sampah sembarangan
B. Membiarkannya saja
C. Menegur dengan sopan dan mengingatkan tentang kebersihan
D. Melaporkan kepada kepala sekolah
Jawaban C: Soal sulit, mengukur penerapan norma dalam situasi nyata.
18
Contoh Soal (Esai Kasus):
1. Dalam kelompokmu, ada perbedaan pendapat tentang tema drama yang akan
ditampilkan. Bagaimana cara kamu dan kelompokmu menyelesaikan perbedaan ini
agar semua anggota merasa didengar dan tema drama dapat disepakati bersama?
2. Kamu dan teman-teman sedang merancang program gotong royong untuk
membersihkan lingkungan sekolah. Jelaskan langkah-langkah yang akan kalian
lakukan dalam musyawarah untuk menentukan pembagian tugas dan jadwal
kegiatan.
3. Ketika sedang bermain di luar sekolah, kamu melihat ada anak yang merusak
fasilitas umum. Apa yang akan kamu lakukan untuk menerapkan norma hukum dan
kesopanan dalam situasi ini?
4. Setelah membuat Pohon Norma, bagaimana kamu akan mempromosikan pesan-
pesan norma, hak, dan kewajiban yang ada di pohon tersebut kepada teman-teman di
kelas lain agar mereka juga terinspirasi?
5. Kamu diminta untuk membuat skenario drama tentang penerapan norma di rumah.
Tuliskan satu adegan singkat yang menunjukkan seorang anak memenuhi
kewajibannya di rumah dan mendapatkan haknya.
3. Asesmen Akhir Pembelajaran
● Bentuk Asesmen: Jurnal Reflektif (mengisi kolom Hal yang Saya Pelajari dan
Refleksi Akhir), Tes Tertulis (Jelajah Nusantara), Tugas Akhir (Proyek Pohon Norma
atau Skenario Drama/Musyawarah).
● Fungsi: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan, mengukur
pemahaman mendalam, keterampilan aplikasi, dan internalisasi sikap.
Contoh Soal (Pilihan Ganda):
1. Sanksi sosial berupa cemoohan dari masyarakat biasanya didapatkan jika seseorang
melanggar norma...
A. Agama
B. Kesusilaan
C. Kesopanan
D. Hukum
Jawaban C: Soal sedang, mengukur pemahaman tentang sanksi norma.
2. Ketika kamu dan keluarga sedang berdiskusi untuk menentukan tempat liburan,
kegiatan ini disebut...
A. Debat
B. Musyawarah
C. Perintah
D. Peraturan
Jawaban B: Soal mudah, mengukur pemahaman konsep musyawarah.
3. Salah satu manfaat utama dari penerapan norma dalam kehidupan adalah...
A. Hidup menjadi tidak teratur
B. Menimbulkan banyak konflik
C. Menciptakan ketertiban dan keharmonisan
D. Membuat orang merasa tertekan
Jawaban C: Soal mudah, mengukur pemahaman manfaat norma.
4. Jika kamu memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan kelas, maka hakmu
19
adalah...
A. Mendapatkan kelas yang bersih dan nyaman
B. Membuang sampah sembarangan
C. Tidak peduli dengan kebersihan
D. Meminta teman membersihkan kelas
Jawaban A: Soal sedang, mengukur hubungan hak dan kewajiban.
5. Peran seorang pemimpin dalam musyawarah adalah...
A. Memaksakan kehendak
B. Mengatur jalannya diskusi dan memastikan semua pendapat didengar
C. Hanya mendengarkan tanpa memberi solusi
D. Memilih keputusan sendiri
Jawaban B: Soal sulit, mengukur pemahaman peran dalam musyawarah.
Contoh Soal (Esai Kasus):
1. Uraikan tiga bentuk aturan yang ada di sekolah yang harus kalian laksanakan sebagai
peserta didik!
2. Uraikan tiga bentuk hak yang harus diterima oleh kalian sebagai peserta didik pada
saat ada di rumah maupun di sekolah!
3. Berikan satu contoh bentuk musyawarah yang pernah kalian lakukan pada saat
kalian di rumah bersama keluarga! Jelaskan bagaimana proses musyawarah itu
berlangsung dan hasil keputusannya.
4. Di lingkungan tempat tinggalmu, akan diadakan acara peringatan Hari
Kemerdekaan. Sebagai warga, apa saja peran yang dapat kamu lakukan untuk
bergotong royong menyukseskan acara tersebut? Kaitkan dengan norma dan
kewajibanmu.
5. Jelaskan mengapa prinsip persatuan menjadi hal yang penting di tengah
keberagaman yang muncul dalam kehidupan kita sehari-hari? Berikan contoh
konkret bagaimana musyawarah dapat memperkuat persatuan.
Mengetahui . . . . . ., 20 . .
Kepala Sekolah, Guru Kelas V
X . . . . . . . . . . . . X X . . . . . . . . . . . . X
NIP : . . . . . . . . . . . . . . . NIP : . . . . . . . . . . . . . . .
20
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PERTEMUAN 1-6
1) Judul LKPD: Mengidentifikasi Norma, Hak, dan Kewajiban
2) Identitas Siswa
● Nama: .......................................
● Tanggal: ...................................
● Materi: Macam-Macam Norma dalam Kehidupanku
● Kelas: V
3) Tujuan Pembelajaran
● Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya
sebagai anggota keluarga dan warga sekolah.
● Menunjukkan contoh-contoh penerapan norma, hak, dan kewajiban dalam kehidupan
sehari-hari.
4) Panduan Umum
● Bacalah materi tentang norma, hak, dan kewajiban di buku siswa.
● Amati gambar-gambar kegiatan di rumah dan sekolah.
● Diskusikan dalam kelompok untuk mengisi tabel di bawah ini.
● Jika ada yang tidak dipahami, tanyakan kepada guru.
5) Kegiatan Pembelajaran/Tugas
● Tugas 1: Mengamati Aktivitas Sehari-hari
○ Amati gambar-gambar kegiatan di buku siswa (misalnya, menyapu, bersalaman
dengan guru).
○ Tuliskan deskripsi singkat tentang aktivitas tersebut dan di mana aktivitas itu
dilakukan.
● Tugas 2: Mengelompokkan Norma
○ Dari daftar aktivitas yang diberikan guru atau yang kalian temukan, kelompokkan ke
dalam jenis norma yang sesuai (Agama, Kesusilaan, Kesopanan, Hukum).
● Tugas 3: Mengidentifikasi Hak dan Kewajiban
○ Lengkapilah tabel berikut dengan contoh hak dan kewajiban yang sesuai dengan
setiap jenis norma.
● Tugas 4: Observasi Norma di Lingkungan (Kelompok)
○ Bersama kelompokmu, lakukan pengamatan di lingkungan sekolah atau rumah.
○ Temukan dan tuliskan contoh-contoh pelaksanaan norma, hak, dan kewajiban yang
kalian temukan.
6) Alat dan Bahan
21
● Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V.
● Alat tulis (pensil, pulpen).
● Buku catatan.
● Kertas.
7) Penilaian
● Indikator Penilaian: Ketepatan identifikasi norma, hak, dan kewajiban; kemampuan
memberikan contoh; partisipasi dalam diskusi kelompok.
● Cara Penilaian: Observasi guru saat diskusi dan presentasi, serta pemeriksaan hasil
pengisian tabel dan lembar kerja.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PERTEMUAN 7-10
1) Judul LKPD: Kreasi Pohon Norma: Menyajikan Penerapan Norma
2) Identitas Siswa
● Nama: .......................................
● Tanggal: ...................................
● Materi: Penerapan Norma dalam Kehidupanku
● Kelas: V
3) Tujuan Pembelajaran
● Menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam
kedudukannya sebagai anggota keluarga dan warga sekolah melalui karya kreatif.
4) Panduan Umum
● Bacalah kembali hasil identifikasi norma, hak, dan kewajiban dari LKPD sebelumnya.
● Diskusikan dalam kelompok untuk merancang Pohon Norma.
● Gunakan kreativitasmu untuk membuat Pohon Norma yang menarik.
5) Kegiatan Pembelajaran/Tugas
● Tugas 1: Membuat Sketsa Daun Norma
○ Buatlah sketsa bentuk daun pada karton berbagai warna yang sudah disiapkan.
Guntinglah sketsa tersebut.
● Tugas 2: Menulis Norma pada Daun
○ Tuliskan berbagai bentuk norma, hak, dan kewajiban yang sudah kalian identifikasi
pada setiap daun yang sudah digunting. Gunakan spidol warna-warni agar menarik.
● Tugas 3: Merangkai Pohon Norma
○ Gantungkan daun-daun yang sudah ditulis pada ranting pohon yang sudah disiapkan
oleh guru, sehingga membentuk sebuah Pohon Norma yang indah.
○ Beri nama kelompok dan identitas anggota pada pot Pohon Norma.
● Tugas 4: Presentasi Pohon Norma
○ Presentasikan Pohon Norma hasil karyamu di depan kelas. Jelaskan norma, hak, dan
kewajiban apa saja yang kalian sajikan dan mengapa kalian memilih bentuk pohon.
22
6) Alat dan Bahan
● Karton berbagai warna.
● Spidol, pensil, gunting, benang.
● Ranting pohon dalam pot (disiapkan guru).
● Buku Siswa.
7) Penilaian
● Indikator Penilaian: Kelengkapan identifikasi norma, hak, dan kewajiban; kreativitas
desain Pohon Norma; kemampuan presentasi; kerja sama kelompok.
● Cara Penilaian: Rubrik asesmen formatif guru untuk Pohon Norma (Isi, Daya Tarik,
Label, Partisipasi) dan rubrik presentasi.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PERTEMUAN 11-14
1) Judul LKPD: Drama Norma: Mempraktikkan Norma di Lingkunganku
2) Identitas Siswa
● Nama: .......................................
● Tanggal: ...................................
● Materi: Mempraktikkan Norma di Lingkunganku
● Kelas: V
3) Tujuan Pembelajaran
● Mempraktikkan norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota
keluarga dan warga sekolah melalui simulasi/drama sederhana.
4) Panduan Umum
● Bacalah kembali materi tentang norma, hak, dan kewajiban.
● Diskusikan dalam kelompok untuk menentukan tema drama, pembagian peran, dan
naskah dialog.
● Berlatihlah dengan sungguh-sungguh agar penampilanmu maksimal.
5) Kegiatan Pembelajaran/Tugas
● Tugas 1: Bermain Cari Kata
○ Mainkan permainan Cari Kata di buku siswa untuk menemukan kata-kata yang
berhubungan dengan norma dan perilaku positif.
● Tugas 2: Merancang Skenario Drama
○ Bersama kelompokmu, diskusikan satu contoh penerapan norma (hak atau
kewajiban) di rumah atau di sekolah yang akan kalian tampilkan dalam drama.
○ Tuliskan tema drama, daftar pemeran, dan naskah dialog sederhana pada format
Skenario Drama Sederhana Penerapan Norma yang tersedia.
○ Tuliskan juga alat-alat yang dibutuhkan untuk bermain drama.
● Tugas 3: Latihan Drama
○ Latihlah drama sederhana yang sudah kalian rancang bersama kelompokmu.
23
○ Siapkan yel-yel kelompok untuk ditampilkan sebelum pementasan.
● Tugas 4: Penampilan Drama
○ Tampilkan drama sederhana kelompokmu di depan kelas sesuai dengan skenario
yang telah dibuat.
6) Alat dan Bahan
● Buku Siswa.
● Kertas, pulpen.
● Alat peraga sederhana (jika diperlukan untuk drama).
7) Penilaian
● Indikator Penilaian: Ketepatan tema drama dengan penerapan norma; kelengkapan
naskah dialog; keseriusan dalam memerankan peran; kerja sama kelompok; penampilan
yel-yel.
● Cara Penilaian: Rubrik asesmen formatif guru untuk Perancangan Drama dan
Penampilan Drama.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PERTEMUAN 15-18
1) Judul LKPD: Musyawarah Mufakat: Praktik Pengambilan Keputusan Bersama
2) Identitas Siswa
● Nama: .......................................
● Tanggal: ...................................
● Materi: Arti Penting Musyawarah dalam Kehidupanku
● Kelas: V
3) Tujuan Pembelajaran
● Mempraktikkan musyawarah dalam kehidupan keluarga dan sekolah melalui
simulasi/drama sederhana.
4) Panduan Umum
● Bacalah materi tentang arti penting musyawarah di buku siswa.
● Amati gambar-gambar tentang proses musyawarah.
● Diskusikan dalam kelompok untuk menentukan topik musyawarah, pembagian peran,
dan skenario simulasi.
● Berlatihlah dengan sungguh-sungguh.
5) Kegiatan Pembelajaran/Tugas
● Tugas 1: Menceritakan Gambar Musyawarah
○ Amati gambar-gambar proses musyawarah di buku siswa (misalnya, pemilihan ketua
RT, diskusi keluarga).
○ Tebak dan ceritakan musyawarah apa yang sedang dibahas dan di mana
pelaksanaannya.
● Tugas 2: Membuat Kliping Musyawarah
24
○ Carilah satu gambar dari berbagai sumber (koran, majalah, internet) yang
menunjukkan proses musyawarah.
○ Tempelkan foto pada lembar kerja yang disediakan dan ceritakan hasilnya di depan
kelas.
● Tugas 3: Merancang Skenario Simulasi Musyawarah
○ Bersama kelompokmu, diskusikan satu contoh musyawarah yang pernah terjadi di
rumah atau di sekolah yang akan kalian tampilkan.
○ Tuliskan tema musyawarah, daftar pemeran, dan naskah dialog simulasi pada format
Skenario Praktik Bermusyawarah yang tersedia.
○ Tuliskan juga alat-alat yang dibutuhkan.
● Tugas 4: Latihan Simulasi Musyawarah
○ Latihlah simulasi musyawarah yang sudah kalian rancang bersama kelompokmu.
○ Siapkan yel-yel kelompok untuk ditampilkan sebelum pementasan.
● Tugas 5: Penampilan Simulasi Musyawarah
○ Tampilkan simulasi musyawarah kelompokmu di depan kelas sesuai dengan
skenario yang telah dibuat.
6) Alat dan Bahan
● Buku Siswa.
● Kertas, pulpen.
● Gambar/foto tentang musyawarah.
● Alat peraga sederhana (jika diperlukan untuk simulasi).
7) Penilaian
● Indikator Penilaian: Ketepatan topik musyawarah; kelengkapan skenario; keseriusan
dalam memerankan peran; kerja sama kelompok; penampilan yel-yel.
● Cara Penilaian: Rubrik asesmen formatif guru untuk Perancangan Simulasi
Musyawarah dan Penampilan Simulasi Musyawarah.
25