0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan37 halaman

Integral

Modul ini membahas konsep integral sebagai antiturunan dari fungsi, menjelaskan notasi integral, dan memberikan teorema-teorema penting terkait pengintegralan. Integral tak tentu didefinisikan sebagai operasi invers dari diferensial, dengan berbagai aturan dan contoh untuk menghitung integral. Selain itu, terdapat penjelasan mengenai aturan substitusi dan integral parsial yang digunakan untuk menyelesaikan integral yang lebih kompleks.

Diunggah oleh

Ari Hermawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan37 halaman

Integral

Modul ini membahas konsep integral sebagai antiturunan dari fungsi, menjelaskan notasi integral, dan memberikan teorema-teorema penting terkait pengintegralan. Integral tak tentu didefinisikan sebagai operasi invers dari diferensial, dengan berbagai aturan dan contoh untuk menghitung integral. Selain itu, terdapat penjelasan mengenai aturan substitusi dan integral parsial yang digunakan untuk menyelesaikan integral yang lebih kompleks.

Diunggah oleh

Ari Hermawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL No.

6 - INTEGRAL
A. Pengertian Integral
Sebelumnya kalian telah mempelajari konsep turunan. Pemahaman
tentang konsep turunan ini dapat kalian gunakan untuk memahami
konsep integral. Untuk itu, coba tentukan turunan fungsi-fungsi berikut.
• f1(x) 3x3  3
• f2(x) 3x3  7
• f3(x) 3x3  1
• f4(x) 3x3  10
• f5(x) 3x3  99
Perhatikan bahwa fungsi-fungsi tersebut memiliki bentuk umum
f(x) 3x3  c, dengan c suatu konstanta. Setiap fungsi ini memiliki turunan
f c(x) 9x2.
Jadi, turunan fungsi f(x) 3x3  c adalah f c(x) 9x2.
Sekarang, bagaimana jika kalian harus menentukan fungsi f(x) dari
f c(x) yang diketahui? Menentukan fungsi f(x) dari f c (x), berarti menentukan
antiturunan dari f c(x). Sehingga, integral merupakan antiturunan
(antidiferensial) atau operasi invers terhadap diferensial.

Jika F(x) adalah fungsi umum yang bersifat Fc(x) f(x), maka F(x)
merupakan antiturunan atau integral dari f(x).

Pengintegralan fungsi f(x) terhadap x dinotasikan sebagai berikut.


³ f(x) dx F(x)  c
dengan:
³ notasi integral (yang diperkenalkan oleh Leibniz, seorang
matematikawan Jerman)
f(x) fungsi integran
F(x) fungsi integral umum yang bersifat Fc(x) f(x)
c konstanta pengintegralan

Sekarang, perhatikan turunan fungsi-fungsi berikut.


• g1(x) x, didapat g1c(x) 1.
Jadi, jika g1c(x) 1 maka g1(x) ³ g1c(x) dx x  c 1.
1 2
• g2(x) x , didapat g2c(x) x.
2
1 2
Jadi, jika g2c(x) x maka g2(x) ³ g2c(x) dx x  c 2.
2
1 3
• g3(x)  x , didapat g3c(x) x2.
3
1 3
Jadi, jika g3c(x) x2 maka g3(x)  ³ g3c(x) dx x  c 3.
3
1 6
• g4(x) x , didapat g4c(x) x5 .
6
1 6
Jadi, jika g4c(x) x5 maka g4(x) ³ g4c(x) dx x  c 4.
6
2
2
MODUL No. 6 - Integral
1
Dari uraian ini, tampak bahwa jika g‘(x) xn, maka g(x)  x n  1 c atau
n 1
1
³ x dx xn  1  c , n z 1 .
n
dapat dituliskan
n 1
Sebagai contoh, turunan fungsi f(x) 3x3  c adalah f c(x) 9x2.
Ini berarti, antiturunan dari f c(x) 9x2 adalah f(x) 3x3  c atau dituliskan
³ f ‘(x) dx 3x2  c.
Uraian ini menggambarkan hubungan berikut.

1
Jika f ‘(x) xn + b maka f(x)  x n  1 + bx  c, n z 1 dengan c suatu 
n 1
konstanta

Contoh
1. Tentukanlah turunan dari setiap fungsi berikut!
1 3
a. f(x) 5x2  10 c. f(x) x  2x
2
1 4 1 3 1 2
b. f(x) 2x3  3x2  4x  5 d. f(x) x  x  x 1
4 3 2
Jawab:
a. f ’(x) (2 ˜ 5)x2  1 0 10x
b. f ’(x) (3 ˜ 2)x3  1 (2 ˜ 3)x2  1  (1 ˜ 4)x1  1  0
6x2  6x  4
§ 1· 31
c. f ’(x) ¨3 ˜ ¸ x  (1 ˜ 2)x1  1
© 2¹
3 2
x 2
2
§ 1· 41 § 1· § 1·
d. f ’(x)  ¨ 4 ˜ ¸x  ¨ 3 ˜ ¸ x3  1  ¨ 2 ˜ ¸ x2  1  0
© 4¹ © 3¹ © 2¹
x3  x2  x

2. Tentukanlah antiturunan x jika diketahui:


a. g1c(x) x3 c. g3c(x) 3x4  2x
1
b. g 2c(x) 2x6  3 d. g4c(x) x2  4x 
2
Jawab:
1
a. g 1(x)  1 x 3  1   x 4  c
31 4
2 61 3 2 7
b. g 2(x) x  x0  1 x  3x  c
61 0  1 7
3 2 3 2 3 5
c. g 3(x) x4  1  x1  1  c  x5  x2  x  x2  c
41 11 5 2 5

3
Bab Integral
1

1 2  1 4 11 2
d. g 4(x) x  x  c
21 11 0  1x 0  1
1 3 4 1
x  x2  x1  c
3 2 2

1 3 1
x  2x2  x  c
3 2

B. Integral Tak Tentu


Pada bagian sebelumnya, kalian telah mengetahui bahwa integral
merupakan antiturunan. Jadi, apabila terdapat fungsi F(x) yang dapat
d(F( x ))
didiferensialkan pada interval >a , b @ sedemikian hingga f(x),
dx
maka antiturunan dari f(x) adalah F(x)  c.
Secara matematis, ditulis
³ f ( x ) dx  F(x)  c
di mana ³ dx Lambang integral yang menyatakan operasi antiturunan
f(x) Fungsi integran, yaitu fungsi yang dicari antiturunannya
c Konstanta
Sebagai contoh, dapat kalian tuliskan
x3
³ c
2
x dx
3
karena
d § x3 ·
¨  c¸ x2
dx © 3 ¹
Sehingga kalian dapat memandang integral tak tentu sebagai
wakil keseluruhan keluarga fungsi (satu antiturunan untuk setiap nilai
konstanta c). Pengertian tersebut dapat digunakan untuk membuktikan
teorema- teorema berikut yang akan membantu dalam pengerjaan hitung
integral.

Teorema 1
1 n1
Jika n bilangan rasional dan nz 1, maka ³ x n dx x  c di mana
n1
c adalah konstanta.

Teorema 2

Jika f fungsi yang terintegralkan dan k suatu konstanta, maka


³ kf ( x) dx k ³ f ( x ) dx

4
4
MODUL No. 6 - Integral
Teorema 3

Jika f dan g fungsi-fungsi yang terintegralkan, maka


³ ( f ( x )  g( x )) dx ³ f ( x )dx  ³ g( x ) dx

Teorema 4

Jika f dan g fungsi-fungsi yang terintegralkan, maka


³ ( f ( x )  g( x )) dx ³ f ( x ) dx  ³ g(x ) dx

Teorema 5

Aturan integral substitusi


Jika u suatu fungsi yang dapat didiferensialkan dan r suatu bilangan
1
rasional tak nol, maka ³ ( u( x )) uc( x ) dx ( u( x ))r  1  c, di mana c
r
r1
adalah konstanta dan r z 1.

Teorema 6

Aturan integral parsial


Jika u dan v fungsi-fungsi yang dapat didiferensialkan, maka
³ u dv uv  ³ v du

Teorema 7
Aturan integral trigonometri
• ³ cos x dx sin x  c

• ³ sin x dx  cos x  c

1
• ³ cos 2
x
dx tan x  c

di mana c adalah konstanta

5
Bab Integral
Pembuktian Teorema 1
1
Untuk membuktikan Teorema 1, kalian dapat mendiferensialkan
xn  1  c yang terdapat pada ruas kanan seperti berikut.
d n1 1
(x  c ) (n  1)xn . . . kalikan kedua ruas dengan
dx n1

1 d n1 1
˜ ª x  c º¼ ˜ n  1 xn
n  1 dx ¬ n1
d ª xn1 º
c xn
dx «¬ n  1 »¼
n 1 xn  1
Sehingga ³x dx
n1
c

Pembuktian Teorema 3 dan 4

Untuk membuktikan Teorema 4, kalian dapat mendiferensialkan


³ f (x) dx r ³ g(x) dx yang terdapat pada ruas kanan seperti berikut.
d ª d ª d ª
f ( x ) dx r ³ g( x ) dx º f ( x ) dx º r g( x ) dx º
dx ¬ ³ dx ¬ ³ dx ¬ ³
f x rg x
¼ ¼ ¼
d ª
f ( x ) dx r ³ g( x ) dx º
dx ¬ ³
f ( x ) r g( x )
¼
Sehingga didapat:
³ ( f ( x ) r g( x )) dx ³ f ( x ) dx r ³ g( x ) dx

Contoh
³ (3x  3x  7) dx!
2
Hitunglah integral dari
Jawab:

³ (3x 2  3x  7) dx 3 ³ x 2 dx  3 ³ x dx  ³ 7 dx (Teorema 2, 3, dan 4)

  3 x 2   3 x 1   7 x  c (Teorema 1)


21 11
3 2
x3  x  7x  c
2
3 2
Jadi, ³ (3x 2  3x  7) dx x3  x  7 x  c.
2

6
6
MODUL No. 6 - Integral
Pembuktian Teorema 6

Di kelas XI, kalian telah mengetahui turunan hasil kali dua fungsi
d
f(x) >u( x )v( x )@ u x ˜ v c x  v x ˜ u c x 
u(x) ˜ v(x) adalah
dx
Akan dibuktikan aturan integral parsial dengan rumus tersebut.
Caranya adalah dengan mengintegralkan kedua ruas persamaan
seperti berikut.
d
³ dx ¬ªu x ˜ v x ¼º ³u x ˜ vc x dx  ³ v x ˜ uc x dx

u x ˜v x ³u x ˜ vc x dx  ³ v x ˜ uc x dx

³u x ˜ vc x dx u x ˜ v x  ³ v x ˜ uc x dx

Karena
vc(x) dx dv dan u’(x) dx du
Maka persamaan dapat ditulis
³ u dv uv  ³ v du

B. 1. Aturan Integral Substitusi


Aturan integral substitusi seperti yang tertulis di Teorema 5. Aturan
ini digunakan untuk memecahkan masalah pengintegralan yang tidak dapat
diselesaikan dengan rumus-rumus dasar yang sudah dipelajari. Untuk lebih
jelasnya, perhatikan contoh berikut ini.

Contoh
Hitunglah integral dari:
sin x dx x
a. ³x 9  x 2 dx b. ³ x
c. ³ 1  2x2
4dx

Jawab:
a. Misalkan u 9  x2, maka du 2x dx

x dx du
2
1 1
§ ·
³ u 2 ¨© du2 ¸¹
2
³ x 9  x dx ³ 9  x2 2 x dx

3
1
2
 1 ³ u 2 du  1 u 2u  c
2 2 3
 1 u u3 u 2  c  1 u u  c
2
2 3 3
1 9  x2 9  x2  c
3

Jadi, ³x 9  x 2 dx  1 9  x2 9  x2  c .
3

7
Bab Integral
1
b. Misalkan u x x2
du 1  21 1
x
dx 2 2 x
dx 2 x du , sehingga
sin x sin u
³ x
dx ³ x
˜ 2 x du

2 ³ sin u du
2 cos u  c
2 cos x  c

c. Misalkan u 1  2x2, makadu  4x dx


du
dx
4x
sehingga integral tersebut dapat ditulis sebagai berikut.
x x du
³ 1  2x 2 4
dx ³u 4
˜
( 4 x )
(Teorema 5)

1 4

 u du

§ 1 ·§ 1 · 3
¨  ¸¨  ¸ u  c
© 4 ¹© 3 ¹
1 3
u  c
12
Substitusi u 1  2x2 ke persamaan 12u3  c
x 1 3
³ 1  2x 2 4
12
dx 
u  c
1
 (1  2x2 )3  c
12
x 1 1
Jadi, ³
(1  2 x )
2 4
dx
12
(1  2x2 )3  c
12(1  2 x 2 )3
 c.

Pembuktian Teorema 7

Di Kelas XI, kalian telah mempelajari turunan fungsi trigonometri,


d d d
yaitu (sin x) cos x, (cos x) sin x, dan (tan x) sec2x.
dx dx dx
Berikut ini akan dibuktikan aturan integral trigonometri
menggunakan rumus tersebut. Caranya adalah dengan
mengintegralkan kedua ruas seperti berikut.
d
• Dari (sin x) cos x diperoleh ³ cos x dx sin x  c
dx
d
• Dari (cos x) sin x diperoleh ³ sin x dx cos x  c
dx
d 2
• Dari
dx
(tan x) sec2x diperoleh ³ sec x  tan x  c

8
8
MODUL No. 6 - Integral
B. 2. Integral dengan Bentuk a2  x 2 , a2  x 2 , dan x 2  a2

Pengintegralan bentuk-bentuk a 2  x 2 , a 2  x 2 , dan x 2  a 2 dapat


dilakukan dengan menggunakan subtisusi dengan x a sin t, x a tan t ,
x a sec t. Sehingga diperoleh bentuk-bentuk seperti ini.

Ingat
x a2  x 2  a 2  a 2 sin 2 t a 2 1  sin 2 t
³ cos (ax  b) dx
 a  cos t
2 2
a  cos t 1 sin
a
(ax  b)  c

2 2 2 2 2 2 2
³ sin (ax  b) dx
x a  x  a  a tan t a 1  tan t  a1 cos (ax  b)  c

 a 2 sec 2 t a sec t ³ sec2 (ax  b) dx


1 tan
a
(ax  b)  c
x x 2  a2  a 2 sec 2 t  a 2 a 2 sec 2 t  1

a2 tan 2 t a tan t

a x 2  a2
x x x
2 2
x a
t t t
a a
a2  x 2
(i) (ii) (iii)

Gambar 1.1
Segitiga siku-siku untuk integral substitusi trigonometri:
(i) a2  x 2 a cos t , (ii) a2  x 2 a sec t , (iii) x 2  a2 a tan t

Contoh
1. Hitunglah setiap integral berikut!
a. ³ sin (3x  1) cos (3x  1) dx
x2
b. dx
9  x2
Jawab:
a. Untuk mengerjakan integral ini, terlebih dahulu kalian harus
mengubah sin (3x  1) cos (3x  1) ke dalam rumus trigonometri
sudut rangkap, yaitu

9
Bab 1 Integral
1
sin D cos D sin 2D.
2
Dengan rumus ini, kalian mendapatkan:
1
³ sin (3x  1) cos (3x  1) dx ³ 2
sin (6x  2) dx
1
2 ³
sin (6x  2) dx
1 § 1 ·
¨ ¸ cos (6 x  2)  c
2 © 6 ¹
1
 cos (6 x  2)  c
12

Jadi, ³ sin 3x  1  cos 3x  1 dx   1  cos 6 x  2  c


12
x
b. Misalkan, x 3 sin t, maka sin t  dan dx 3 cos t dt.
3
Sekarang, perhatikan segitiga berikut ini!
Dari segitiga di samping,

9  x2 3
cos t 
3 x
9  x2 3 cos t
t
x2 (3 sin t )2
9x 2

³ 9  x2
dx
³ 3 cos t
˜ 3 cos t dt
Ingat, rumus kosinus sudut rangkap
9 ³ sin 2 t cos 2t 1  2 sin2 t
Ingat
x a 1
 ³ (1  cos 2t ) dt
Integral bentuk: 2
• a 2  x 2 diubah x2 9
menjadi x a sin t ³ 9x 2
dx

(1  cos 2t ) dt
2 2
• a  x diubah
9§ 1 ·
menjadi x a tan t ¨ t  sin 2t ¸  c
2© 2 ¹
• x 2  a 2 diubah
9 9
menjadi x a sec t t  sin 2t  c
2 4
9 9
 t sin t cos t  c
2 2

9 x 9§x 9  x2 ·
 sin 1  ¨ ˜ ¸ c
2 3 2 ¨© 3 3 ¸
¹

9 x x
 sin 1  9  x2  c
2 3 2

x 2 dx 9  sin 1 x  x 9  x 2  c
Jadi, ³ 2 3 2
9  x2

10
10
MODUL No. 6 - Integral
2. Jika g’(x) 2x  3 dan g(2) 1, tentukanlah g(x).
Jawab:
g(x) ³ g '( x ) dx
³ (2 x  3) dx
x2  3x  c
Karena g(2) 1, maka c dapat ditentukan sebagai berikut.
g(x) x2  3x  c
g(2) 22  3˜2  c
1 46c
1 2  c
c 12
c 3
Jadi, g(x) x2  3x  3
3. Tentukan persamaan kurva yang melalui titik (2, 12) dan
dy
memiliki persamaan gradien garis singgung 6 x  15 .
dx
Jawab:
dy
6x  15
dx

y ³ (6x  15) dx  3x2  15x  c


f(x) 3x2  15x  c
Karena kurva melalui titik (2, 12), maka:
f(2) 3(2)2  15(2)  c
12 3˜430 c
12 12 30  c
12 42  c
c 12  42
c  30
Jadi, persamaan kurva tersebut adalah f(x) 3x2  15x  30.

Asah Kompetensi 1
1. Hitunglah setiap integral berikut!
1
³ 2x ³ (4 x  2 x 3  3) dx
3 4
a. dx c.

1
³ (4x ³ (5x  10x 2  3x 
3
b. 2
 3x  5) dx d. ) dx
4
2. Jika g’(x)  4x  5 dan g(3) 6, tentukanlah g(x).
3. Tentukanlah persamaan kurva yang melalui titik (1, 2) dan memiliki gradien garis singgung
dy
x3.
dx

11
Bab Integral
B.3. INTEGRAL PARSIAL

Jika u dan v adalah fungsi yang diferensiabel dalam x, maka:


d (uv) = udv + vdu
udv = d (uv) − v(du )
Sehingga diperoleh:
∫ udv = uv − ∫ vdu
Pengintegralan di atas disebut pengintegralan secara parsial.

Kriteria umum agar teknik integral parsial dapat diterapkan:


1. dv harus mudah diintegral
2. ∫ vdu tidak lebih rumit dari pada ∫ udv

Metode Tanzalin
Metode Tanzalin merupakan sistematika untuk memudahkan prosedur pengintegralan
parsial.

Turunan Integral Tanda Perkalian diagonal


u dv
du v + uv
∫v -
∫ vdu

hasil

Contoh dengan Metode normal


Contoh dengan Metode Tanzalin

1.

Sehingga

Lalu sederhanakan
Latihan 6.1
1
Waktu : 90 menit
1. Tentukanlah integral berikut! Bobot soal: 30
2 ( x  4)3
a. ³x 3
dx i. ³ x
dx
2
1 § 1·
b. ³ (5x 4  S ) dx j. ³ 2 ¨
x ©
1  ¸ dx

1
c. ³ (18x
8
 25x 4  3x 2 ) dx k. ³ x 1 x
3 dx

4 x 6  3x 5  8
d. ³ x5
dx l. ³ (x  2) x 2  4x  1 dx

4 3
e. ³ ( x 5  x 4 ) dx m. ³x 4x  1 dx

³ (x  x ) dx ³x 1x
3 2
f. n. dx

g. ³ 3x  2 dx o. ³( 2  x  4)dx

³ x ( x  5) dx
2 3 9
h.

2. Tentukanlah setiap integral berikut! Bobot soal: 30


§ sin x cos 8x ·
a. ³ (sin x  cos x ) dx f. ³ ©¨ cos 6
x
4 ¸ dx
sin 8x ¹
³ (x  2 sin x ) dx
2
b. g. ³ (8 sin 9x cos 3x  6 sin 9x sin 3x ) dx
³ sin x cos
2
c. x dx
³ (sin x )( x cos x ) dx
5 2 2
h.
d. ³ (3 sin x  4 cos x ) dx i. ³ ( x  1) x ˜ sin ( x  1)
2 3 3 2 4
cos( x 2  1)4 dx

e. ³ sin 5x sin 4x dx j. ³ (2 x  1)sin 3x dx


3. Tentukanlah fungsi g(t), jika diketahui: Bobot soal: 20
a. g‘(t) 7 dan g(0) 0
b. g‘(t) 3t2  8t  1 dan g(2) 5
c. g‘(t) 6t2  4t  1 dan g(1) 5
1 1
d. g‘(t) t 2 dan g(2) 4
t 2
1 1
e. g‘(t) t dan g(4) 3
t 3
1
f. g‘(t) dan g(3) 18
t1
1
g. g‘(t) 2t  1 dan g( ) 1
2
h. g‘(t) 3 t dan g(4) 19 UMPTN 1994

12
12
MODUL No. 6 - Integral
4. Tentukanlah persamaan kurva yang melalui titik (2, 8) dan memiliki Bobot soal: 10
dy § 1 ·
persamaan gradien garis singgung 2¨x  ¸.
dx © x2 ¹

5. Tentukanlah persamaan kurva yang melalui titik (1, 2) dan gradien Bobot soal: 10
garis singgung pada sebarang titiknya adalah setengah koordinat-y.

k.

l. ∫ x(x +1) dx
4

m. ∫ x x + 2 dx
n. ∫ x ln x dx
2

o. ∫ x sin x dx
q. ∫ x cos x dx
r. ∫ x sin 4x dx
2

s. ∫ x cos 2x dx
3

t. ∫ x e dx
3 4x
C. Integral Tertentu
C. 1. Memahami Luas Sebagai Limit Suatu Jumlah
Sebelumnya kalian telah mempelajari grafik fungsi kuadrat. Daerah
grafik fungsi kuadrat berupa garis lengkung. Berapakah luas daerah yang
batas-batasnya berupa garis lengkung ini? Untuk mengetahui, lakukanlah
aktivitas berikut.

A ktivitas di K elas
1. Gambarlah grafik fungsi kuadrat, misalnya f(x) 9  x2 pada interval >0,  3@ .
3
2. Bagi selang menjadi n selang bagian yang lebarnya masing-masing 'x  , memakai titik-
n
titik x0 0  x1  x2  …  xn 1  xn 3.
3. Buat persegi panjang-persegi panjang yang alasnya 'x dan tingginya f(xi). Tentukan pula
luas setiap persegi panjang tersebut!
4. Jumlahkan luas setiap persegi panjang tersebut!
5. Dengan memilih 'x sekecil-kecilnya hingga mendekati nol, hitunglah limit jumlah dari
hasil pada langkah 4. Hasil yang kalian dapatkan menunjukkan luas daerah yang dibatasi
kurva f(x) 9  x2, sumbu-x, garis x 0, dan x 3.
6. Buatlah kesimpulannya dan diskusikan kesimpulan tersebut dengan teman-temanmu!

y
Dari Aktivitas ini, kalian memperoleh daerah yang akan ditentukan
luasnya. 9 f(x) 9  x2
Setelah membagi interval >0, 3@ menjadi n selang bagian yang lebarnya
3
masing-masing 'x , kalian memperoleh:
n
x0 0
3
x1 'x
n
6
x2 2'x 'x
n
x
x0 O x1 x3 3
9
x3 3'x
n
# # #
Gambar 1.2
3i Daerah yang dibagi
xi i'x
n menjadi n selang bagian

13
Bab 1 Integral
Luas setiap persegi panjang pada gambar tersebut adalah:
§ 3i · 3 § § 3i · · 3
2
§ 27 27 ·
f (xi ) 'x f¨ ¸ u ¨¨ 9  ¨ ¸ ¸u ¨  3 i2 ¸
© ¹
n n © © n ¹ ¹¸ n © n n ¹

Luas seluruh persegi panjang adalah sebagai berikut.


L f(x1)'x  f(x2)'x  . . .  f(xn)'x ……(*)
§ 27  27 2 ·  § 27  27 2 ·  § ·
¨ 1 ¸ ¨ 2 ¸ "  ¨ 27  273 n2 ¸
© n n3 ¹ © n n3 ¹ © n n ¹

n. 27  3 12  2 2  ...  n2


n n
27 ª n n  1 2 n  1 º 9§ 3 1 9§ 3 1
27  27  ¨2   2 ¸· 18  ¨  2 ¸·
n 3 ¬« 6 »
¼ 2© n n ¹ 2© n n ¹
Dengan memilih 'x o 0 maka n of, sehingga akan diperoleh luas daerah
yang dibatasi kurva f(x) 9  x2, sumbu-x, garis x 0, dan x 3 sebagai
berikut.
§ 9 3 1 ·
L(R) lim ¨ 18  §¨  2 ·¸ ¸ 18
nof
© 2 © n n ¹¹

Sekarang, perhatikan kembali persamaan berikut.


L(Rn) f(x1)'x  f(x2)'x  …  f(xn)'x
Dengan menggunakan notasi sigma, kalian dapat menuliskan persamaan
tersebut sebagai berikut.
n
L(Rn ) ¦ f (x )'x
i 1
i

Jika 'x o 0, maka akan diperoleh


n
L(Rn ) lim ¦ f ( xi )'x
'x o 0
i 1

Dengan mengambil batas daerah x1 a dan x2 b, maka bentuk di atas


merupakan suatu bentuk integral tertentu yang dituliskan sebagai
b

L ³ f ( x ) dx
a

3 3
1 º
³ (9  x ) dx 9x  x 3 » 27  9
2
Sehingga diperoleh 18.
0
3 ¼0
b

Jika fungsi f terdefinisi pada interval [a, b], maka ³ f ( x ) dx


a
adalah integral

tertentu terhadap fungsi f dari a ke b. Pengintegralannya dituliskan sebagai


berikut.
b

³ f (x ) dx > f @a
b
x F b F a
a
dengan:
f(x) fungsi integran
a batas bawah
b batas atas

14
14
MODUL No. 6 - Integral
b

Sehingga kalian harus dapat membedakan bahwa integral tertentu ³ f ( x ) dx


a

adalah bilangan, sedangkan integral tak tentu yang dibahas sebelumnya


adalah fungsi.

Asah Kompetensi 2
Gambarlah daerah dari integral tertentu berikut. Kemudian, hitunglah integral tersebut!
S
1 2
1. ³
0
5x dx 4. ³ sin x dx
0
1 3

2. ³ ( x  1) dx 5. ³
3
x dx
2
3 S

3. ³
2
x dx 6. ³
0
cos 2 x dx
0

Sahabat Kita
Siapakah orang yang pertama kali menemukan integral tertentu? Dia
adalah George Friedrich Bernhard Riemann, seorang Matematikawan
asal Jerman yang lahir pada tahun 1826. Riemann menjelaskan
integral tertentu dengan menggunakan luas daerah yang dihitungnya
menggunakan poligon dalam dan poligon luar. Untuk mengenang
jasanya, integral tertentu tersebut dinamakan integral Riemann.
Riemann meninggal pada tahun 1866.
Sumber:
[Link]
Sumber: Calculus and Geometry Analitic [Link]

Gambar 1.3 Riemann

C. 2. Teorema Dasar Kalkulus


Berdasarkan definisi integral tertentu, maka dapat diturunkan suatu
teorema yang disebut dengan Teorema Dasar Kalkulus.

Jika f kontinu pada interval >a, b@ dan andaikan F sembarang


b

antiturunan dari f pada interval tersebut, maka ³


a
f ( x ) dx F(b)  F(a).

Dalam pengerjaan hitung integral tertentu ini akan lebih mudah jika kalian
menggunakan teorema-teorema berikut.

15
Bab Integral
Teorema 1
Kelinearan
Jika f dan g terintegralkan pada interval [a, b] dan k suatu konstanta,
maka
b b

a. ³ kf ( x ) dx k ³ f ( x ) dx
a a

b b b

b. ³
a
( f ( x )  g( x )) dx ³a
f ( x ) dx  ³ g(x ) dx
a

b b b

c. ³
a
( f ( x )  g( x )) dx ³
a
f ( x ) dx  ³ g(x ) dx
a

Teorema 2

Perubahan batas
Jika f terintegralkan pada interval [a, b] maka:
a a b
a. ³
a
f ( x ) dx 0 b. ³
b
f ( x ) dx  ³ f (x) dx
a

Teorema 3
Teorema penambahan interval
Jika f terintegralkan pada suatu interval yang memuat tiga titik a, b, dan c,
maka
c b c

³
a
f ( x ) dx ³
a
f ( x ) dx  ³ f ( x ) dx
b

Teorema 4
Kesimetrian
a a

a. Jika f fungsi genap, maka ³


a
f ( x ) dx 2 ³ f ( x ) dx
0
a

b. Jika f fungsi ganjil, maka


a
³ f ( x ) dx 0

16
16
MODUL No. 15 - Integral
Akan dibuktikan teorema 1a dan 1c, teorema 2b, dan teorema 3.

Pembuktian Teorema 1a

1a. Jika F(x) sembarang antiturunan dari f(x), maka


b

³ kf ( x) dx >kF( x )@a
b

kF(b)  kF(a)
k(F(b)  F(a))
b

k ³ f ( x ) dx
a

b b
Jadi, ³ kf ( x ) dx
a
k ³ f ( x ) dx
a

Pembuktian Teorema 1b dan 1c

1b. Jika F(x) dan G(x) masing-masing sembarang antiturunan dari


f(x) dan g(x), maka
b

³ ( f ( x ) r g( x )) dx >F(x ) r G( x )@a
b

a
(F(b) r G(b))  (F(a) r G(a))

(F(b) r F(a))  (G(b) r G(a))


b b

³ f (x ) dx r ³ g(x ) dx
a a

b b b

Jadi, ³ a
( f ( x )  g( x )) dx ³
a
f ( x ) dx  ³ g( x ) dx .
a

Pembuktian Teorema 2b 1

2b. Jika F(x) sembarang antiturunan dari f(x), maka


b
b
³a
f ( x ) dx ¬ªF x ¼º a

F(b)  F(a)
(F(a)  F(b))
a

 ³ f ( x ) dx
b

b a

Jadi, ³a
f (x) dx ³ f ( x) dx .
b

17
Bab Integral
Pembuktian Teorema 3 1

Jika F(x) sembarang antiturunan dari f(x), maka


c
³ f ( x) dx [ F ( x)]ca
a
F(c)  F(a)
(F(c)  F(b))  (F(b)  F(a))
c b

³
b
f ( x ) dx  ³ f ( x ) dx
a

c c b b c

Jadi, ³
a
f ( x ) dx ³ f ( x ) dx  ³ f ( x ) dx ³ f ( x ) dx  ³ f ( x ) dx .
b a a b

Contoh
S
6
1. Hitunglah ³ (sin 3x  cos x ) dx .
0
Jawab:
S S S
6 6 6

³
0
sin 3x  cos x dx ³ sin 3x dx  ³ cos x dx
0 0
(Teorema 1b)

S
S
ª 1 º6
 «  cos 3x »  >sin x @06
¬ 3 ¼0
1§ S · § S ·
 ¨ cos  cos 0 ¸  ¨ sin  sin 0 ¸
3© 2 ¹ © 6 ¹
1 1
 ˜ 1 
3 2
5
6
S
6
5
Jadi, ³ (sin 3x  cos x ) dx
0
6
.

2. Tentukan ³x
2
dx .
1

Jawab:
Oleh karena untuk f(x) x2, berlaku f(x) f(x), maka f(x) x2
merupakan fungsi genap.
Dengan menggunakan Teorema 4, akan diperoleh:
1 1

³
1
x 2 dx 2 ³ x 2 dx
0

1
1
 2 ª« x 3 º»
¬ 3 ¼0

18
18
MODUL No. 6- Integral
2 3
 (1  03)
3
2

3
1
2
³x
2
Jadi, dx .
1
3
4

3. Tentukanlah ³ f ( x ) dx
0
jika fungsi f didefinisikan sebagai

­ x  2, jika 0 d x  2
f(x) ® 1 , jika x t 2
¯

Jawab:
4 2 4

³ f ( x ) dx ³
0
f ( x ) dx  ³ f ( x ) dx
2
(Teorema 3)
0
2 4

³ (x  2) dx  ³ 1 dx
0 2
2
1 2 4
x  2x  x 2
2 0

ª 1 2 1
 «( ˜ 2  2 ˜ 2)  ( ˜ 0 2  2 ˜ 0)º»  >4  2 @
¬ 2 2 ¼
242
8
4

Jadi, ³ f ( x ) dx
0
8.

Asah Kompetensi 3
1. Tentukanlah integral tertentu berikut ini!
5 1
x2  7 x  6
a. ³ 2x dx e. ³
1 0
x1
S
2 5
b. ³ (4 x  3  cos x ) dx f. ³ 3x 2  5x
0 0
100 2S

c.
100
³ x 5 dx g. ³ (cos x  sin x ) dx
S

S
2 6
3
d. ³ (2 x  1) dx h. ³ cos(3x  S ) dx
3

0 0
4

19
Bab Integral
5
2. Dari fungsi f(x) berikut, hitunglah ³ f ( x ) dx
0
­ x  2, jika 0 d x  2
a. f x ® 6  x , jika 2 d x d 5
¯

­ 4  x 2 , jika  3 d x  4
b. f x ®
¯ 2 , jika 4 d x d 10

­  9  x 2 , jika 0 d x d 3
c. f x ®
¯  5x , jika x t 3

Latihan 6.2
2
Waktu : 60 menit
1. Tentukanlah integral tertentu berikut! Bobot soal: 80
2 0
a. ³ 4t  6t 2 dt e. ³ 3x x 3  1 dx
2

1 1

S
8 1 4 4
b. ³ (x
1
3
 x ) dx
3
f. ³ (sin
3
2 x cos 2 x ) dx
0

4 S

c. ³ (2 x  1) x  x 2 dx g. ³S
1  cos x dx
0 
2

S
3
1 4
d. ³
1
(t  2)2
dt h. ³ tan
4
x dx
0

1 1
2. Jika ³
0
f ( x ) dx 4 dan ³ g( x ) dx 2 , hitunglah integral-integral Bobot soal: 10
0

berikut!
1 1

a. ³ 3 f ( x ) dx d. ³ (2 g(x )  3 f ( x )) dx
0
0
0
1
³ (2 f (x )  3x
2
) dx
b. ³ ( f ( x )  g( x )) dx
0
e.
1

c. ³ (3 f ( x )  2 g( x )  2) dx
0

20
20
MODUL No. 6 - Integral
3. Diketahui f merupakan fungsi ganjil dan g merupakan fungsi genap Bobot soal: 10
1 1

dengan ³
0
f ( x ) dx ³ g( x ) dx
0
3 . Tentukanlah integral-integral berikut!

a. ³
1
f ( x ) dx

b. ³
1
g( x ) dx

c. ³
1
f ( x ) dx
D. Menentukan Luas Daerah

D. 1. Menentukan Luas Daerah di Atas Sumbu-x


Pada subbab c kalian telah mengetahui bahwa luas merupakan limit
suatu jumlah, yang kemudian dapat dinyatakan sebagai integral tertentu.
Pada subbab ini, akan dikembangkan pemahaman untuk menentukan luas
daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva.
Misalkan R daerah yang dibatasi oleh kurva y f(x), sumbu-x, garis
x a, dan garis x b, dengan f(x) t 0 pada [a, b], maka luas daerah R
adalah sebagai berikut.
b

L(R) ³ f ( x )dx
a

y = f(x)

L(R)R

x
O a b

Gambar 1.4
Luas daerah di atas sumbu-x

21
Bab Integral
Contoh
Tentukanlah luas daerah yang dibatasi oleh y
kurva f(x) 4  x2, sumbu-x, garis x 0, dan
4
x 1. x=1

Jawab:
Daerah tersebut adalah daerah R. Luas R
daerah R adalah:
f(x) = 4  x2
1

³ (4  x
2
L(R) ) dx x
2 1 O 1 2
0
1
ª 1 3º
«¬ 4 x  3 x »¼
0

1
(4 ˜ 1  ˜ 13  0)
3
2
3
3
2
Jadi, luas daerah R adalah 3 satuan luas.
3

D. 2. Menentukan Luas Daerah di Bawah Sumbu-x


Misalnya S daerah yang dibatasi oleh kurva y f(x), sumbu-x, garis
x a, dan garis x b, dengan f(x) d 0 pada [a, b], seperti yang telah dibahas
di subbab D.1, maka luas daerah S adalah

L(S)  ³ f ( x ) dx
a

a b
x
O

y = f(x)

Gambar 1.5
Luas daerah di bawah sumbu x

22
22
MODUL No. 15 - Integral
Contoh
1
Tentukanlah luas daerah yang dibatasi oleh garis y x  2,
4
sumbu-x, garis x 4, dan sumbu-y.
Jawab: y
x=4
1
1 y= 4x 2
x
3 2 1 O 1 2 3 4 5 6 7 8
1 S
2
3

Daerah tersebut adalah daerah S. Luas Daerah S adalah


4
§1 ·
L(S)  ³ ¨ x  2 ¸ dx
0 © ¹
4
4
ª1 2 º
«¬ 8 x  2 x »¼
0

1 2
(( ˜ 4  2 ˜ 4)  0)
8
(2  8) 6
Jadi, luas daerah yang diarsir adalah 6 satuan.

D. 3. Menentukan Luas Daerah yang Terletak Dibatasi Kurva


y f(x) dan sumbu-x
Misalkan T daerah yang dibatasi oleh kurva y f(x), sumbu-x, garis
x a, dan garis x c, dengan f(x) t 0 pada [a, b] dan f(x) d 0 pada [b, c],
maka luas daerah T adalah
b c

L(T) ³ f ( x ) dx  ³ f ( x ) dx
b
a

Rumus ini didapat dengan membagi daerah T menjadi T1 dan T2 masing-


masing pada interval [a, b] dan [b, c]. Kalian dapat menentukan luas T1
sebagai luas darah yang terletak di atas sumbu-x dan luas T2 sebagai luas
daerah yang terletak di bawah sumbu-x.
y

T1 y f(x)

a x
O b c
T2

Gambar 1.6
Luas daerah yang dibatasi kurva y = f(x) dan sumbu-x

23
Bab Integral
Contoh
Tentukanlah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y f(x) sin x,
0 d x d2S, dan sumbu-x. y

Jawab:
y f(x)
Luas daerah yang dibatasi oleh kurva
y f(x) sin x, 0d x d2S, dan sumbu- 1
x adalah:
L L(A1)  L(A2)
2S S

³
S
 sin x dx  ³
0
 sin x dx
1
A1

 >cos x @S  >cos x @0
2S S 2

(cos 2S  cos S) (cos S  cos 0) O 1 3S 2S


x

(1  (1))  (1  1) 1 2
2
22 2

4 A2
Jadi, luas daerah tersebut adalah
4 satuan luas.
–1

D. 4. Menentukan Luas Daerah yang Terletak di Antara Dua


Kurva
Luas daerah U pada gambar di bawah adalah
L(U) Luas ABEF  Luas ABCD
F
E
y1 f(x)
U
C y g(x)
D 2

A B
a b

Gambar 1.7
Luas daerah yang terletak
di antara dua kurva

ABEF adalah daerah yang dibatasi oleh kurva y1 f(x), x a, x b, dan


y 0 sehingga b

Luas ABEF ³ f ( x ) dx
a

Adapun ABCD adalah daerah yang dibatasi oleh kurva y2 g(x), x a,


x b, dan y 0 sehingga
b

Luas ABEF  ³ g( x ) dx
a
Dengan demikian, luas daerah U adalah

b b b

L(U) ³
a
f ( x ) dx  ³ g( x ) dx
a
³ ( f (x )  g(x )) dx
a

24
24
Matematika Aplikasi SMA dan MA Kelas XII Program Studi Ilmu Alam
Contoh
Tentukanlah luas daerah yang dibatasi y
oleh kurva f(x) 4  x2, garis x 0, dan di
atas garis y 1. 4 f(x) 4  x2
Jawab:
U
U
Luas daerah yang dimaksud adalah luas 1
daerah U. y 1
Tentukanlah batas-batas pengintegralan, x
O 2
yaitu absis titik potong antara kurva y f(x)
4  x2 dan garis y 1 di kuadran I.
Substitusi y 1 ke persamaan y 4  x2
sehingga didapat:
4  x2 1
x2 3
x1  3 atau x2 3
Oleh karena daerah U ada di kuadran I, maka batas-batas
pengintegralannya adalah x 0 sampai x 3.
Dengan demikian, luas daerah U adalah sebagai berikut.
3

³ (4  x  1) dx
2
L(U)
0
3

³ (3  x
2
) dx
0
3
ª 1 3º
«¬ 3x  3 x »¼
0

1 3 1
3 ˜ 3  ˜ 3 3 3 ˜3 3
3 3
3˜ 3  3 2 3
Jadi, luas daerah U adalah 2 3 satuan luas.

Latihan 6.3
3 contoh

Waktu : 60 menit
1. Gambarlah daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva berikut.
Bobot soal: 60
Kemudian, tentukan luas daerah tersebut!
a. f(x) 3x2  x3 dan sumbu-x.
b. g(x) 1  x3, sumbu-x, dan garis x 2
c. h(x) x2  3x, sumbu-x, x 0, dan sumbu simetri parabola
d. i(x) x, g(x) 2x, dan x 5
e. j(x) x2  3x  4 dan sumbu garis y 4
S
f. k(x) sin x dan g(x) cos x, untuk 0d xd
2

25
Bab Integral
2. Suatu daerah yang dibatasi oleh kurva f(x) x2  2x  8 dan sumbu-x Bobot soal: 20
dibagi menjadi dua bagian oleh sumbu-y. Tentukan perbandingan luas
bagian masing-masing!
3. Tentukan luas persegi panjang terbesar yang dapat dibuat dalam daerah Bobot soal: 20
yang dibatasi kurva y x2 dan garis y 4.
Olimpiade Matematika SMU, 2000

Titik (a, b) dan (a, b) dengan a dan b bilangan real positif merupakan dua titik pada parabola
f(x) 1  x2. Jika kedua titik tersebut dengan titik (1, 0) dan (1, 0) membentuk trapesium,
tentukanlah luas terbesar trapesium tersebut!
Sumber : Olimpiade Matematika SMU, 2000

E. Menentukan Volume Benda Putar


E. 1. Menentukan Volume Benda Putar yang Diputar Mengelilingi
Sumbu-x
Secara umum, volume dinyatakan sebagai luas alas dikali tinggi. Secara
matematis, ditulis
V A.h

Kemudian, perhatikan sebuah benda yang bersifat bahwa penampang-


penampang tegak lurusnya pada suatu garis tertentu memiliki luas tertentu.
Misalnya, garis tersebut adalah sumbu-x dan andaikan luas penampang di
x adalah A(x) dengan a d x d b. Bagi selang [a, b] dengan titik-titik bagi
a x0  x1  x2 ...  xn b.
Melalui titik-titik ini, luas bidang tegak lurus pada sumbu-x, sehingga
diperoleh pemotongan benda menjadi lempengan yang tipis-tipis. Volume
suatu lempengan ini dapat dianggap sebagai volume tabung, yaitu
'Vi | A( x )'xi dengan xi  1 d xi d xi .
n
Dengan jumlah yang kalian dapatkan V | ¦ A( xi ) 'xi , kemudian akan
t 1
b
menjadi V ³ A ( x ) dx .
a
A(x) adalah luas alas benda putar, oleh karena alas benda putar ini
berupa lingkaran, maka A(x)  Sr2 jari-jari yang dimaksud merupakan
sebuah fungsi dalam xi misalnya f(x). Dengan demikian volume benda putar
b
2
dapat dinyatakan sebagai V S ³ f (x) dx .
a
26
26
MODUL No. 6 - Integral
Misalkan R daerah yang dibatasi oleh grafik fungsi f(x), sumbu-x, garis
x a, garis x b, dengan a  b, maka volume benda putar yang diperoleh y
dengan memutar daerah R mengelilingi sumbu-x adalah y f(x)

b
V S ³ ( f ( x ))2 dx
a
R x
O a b

E. 2. Menentukan Volume Benda Putar yang Diputar Mengelilingi


Sumbu-y Gambar 1.8
Volume benda putar yang
Misalkan S daerah yang dibatasi oleh grafik fungsi x f(y), sumbu-y, mengelilingi sumbu-x
garis x a, garis x b, dengan a  b, maka volume benda putar yang
diperoleh dengan memutar daerah S mengelilingi sumbu-y adalah V.
y
b
y f(x)
V S ³ ( f ( y )) dy
2

a b

Contoh a
x
O
Tentukanlah volume benda putar, jika y
daerah yang dibatasi oleh grafik f(x) = 4  x2
f(x) 4  x2, sumbu-x, dan sumbu-y diputar Gambar 1.9
360° terhadap: Volume benda putar yang
a. sumbu-x mengelilingi sumbu-y
R
b. sumbu-y
x
2 1 O 1 2
Jawab:
a. Volumenya adalah:
2 2
S ³ (4  x 2 )2 dx  S (16  8x 2  x 4 ) dx
V
0
³
0
2
ª 8 1 º
S «16 x  x 3  x 5 »
¬ 3 5 ¼0
§ 8 1 ·
S ¨ §¨ 16 ˜ 2  ˜ 2 3  ˜ 2 5 ·¸  0 ¸
©© 3 5 ¹ ¹
§ 64 32 ·
S ¨ 32   ¸
© 3 5 ¹
256
S
15
Jadi, volume benda putar yang terjadi jika daerah R diputar
256
mengelilingi sumbu-x adalah S satuan volume.
15
b. Untuk menentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah
R diputar mengelilingi sumbu-y, kalian harus nyatakan persamaan
kurva y f(x) 4  x2 menjadi persamaan x2 dalam variabel y.
y 4  x2 Ÿ x2 4y
Volume benda putar tersebut adalah

27
Bab Integral
4

V  S ³ (4  y ) dy
0
4
ª 1 º
S «4y  y 2 »
¬ 2 ¼0
§ § 1 2 · ·
 S ¨¨ 4 ˜ 4  2 ˜ 4 ¸  0¸
©© ¹ ¹
S(16  8) 8S
Jadi, volume benda putar yang terjadi jika daerah R diputar
mengelilingi sumbu-y adalah 8S satuan volume.

E. 3. Menentukan Volume Benda Putar yang Dibatasi Kurva


f(x) dan g(x) jika Diputar Mengelilingi Sumbu-x
Daerah yang dibatasi oleh kurva f(x) dan g(x) dengan f x t g x
pada interval [a, b] diputar mengelilingi sumbu-x seperti yang telah
dijelaskan di subbab E.1, maka volume benda putar yang diperoleh adalah
sebagai berikut.

b
S ³ f ( x )  g( x ) dx
2 2
V(T)
a

y
y f(x)

T y g(x)

x
O a b

Gambar 1.10
Volume benda putar yang dibatasi kurva f(x)
dan g(x) jika diputar mengelilingi sumbu-x

Contoh
Tentukanlah volume benda putar, jika daerah yang dibatasi oleh grafik
f(x) x  2, sumbu-y, garis x 2, dan y 1 diputar 360° mengelilingi
sumbu-x
Jawab:
Karena daerah yang dimaksud ada di bawah sumbu-x, maka volume
nya adalah
2

V  S ³ (( 1)2  ( x  2)2 )) dx
0

28
28
MODUL No. 6 - Integral
2
y
S ³ 1  ( x 2  4 x  4) dx
0
f (x) x2
2
§ 1 ·
S ¨  x 3  2 x 2  3x ¸
© 3 ¹ 0 x
O 2
ª§ 8 S
· º
S «¨   8  6 ¸  0 »  y 1
¬ © 3 ¹ ¼
2
2
S
3 x 2
Jadi, volume benda putar yang terjadi jika daerah S diputar
mengelilingi sumbu-x adalah 4 61 S satuan volume.

E.4. Menentukan Volume Benda Putar yang Dibatasi Kurva


f(y) dan g(y) jika Diputar Mengelilingi Sumbu-y
y x g(y)
Jika daerah yang dibatasi oleh kurva f(y) dan g(y) dengan f ( y ) t g( y )
pada interval [a, b] diputar mengelilingi sumbu-y. Seperti yang telah
dijelaskan di subbab E.1, maka volume benda putar yang diperoleh adalah b
sebagai berikut.
U
b

V(U)  S ³ (( f ( y ))  g( y ) dy
2 2
a
a

x f(y)
O x

Contoh Gambar 1.11


Tentukanlah volume benda putar, jika daerah yang dibatasi oleh Volume benda putar yang
1 dibatasi kurva f(y) dan g(y)
grafik f(x) x  2, sumbu-x, garis x 0, dan garis x 4 diputar 360° jika diputar mengelilingi
4
mengelilingi sumbu-y. sumbu-y

Jawab:
y x 4

1 1
f(x) x 2
4
O U 5 x
3 2 1 1 2 3 4 6 7 8
1

2

3

Untuk menentukan volume benda putar tersebut, tentukan batas-batas


pengintegralan, yaitu ordinat titik potong antara kurva
1
y f(x) x  2 dan garis x 4.
4
1
Substitusi x 4 ke persamaan y x  2 sehingga diperoleh,
4

29
Bab Integral
1
y f(x) ˜ 4  2 1
4
Jadi, batas-batas pengintegralannya adalah y 1 sampai y 0.
Oleh karena daerah tersebut diputar mengelilingi sumbu-y, maka
1
kalian harus menyatakan persamaan kurva y x  2 menjadi
4
persamaan x dalam variabel y.
1
Dari y x2
4
1
x y2
4
x 4y  8
Jadi, volume benda putar tersebut adalah
0 1

V  S ³ ((4 y  8)2  4 2 ) dy  S ³ (4 y  8)2 dy


1 2
0 1
S ³ (16 y 2  64 y  48) dy  S ³ (16 y 2  64 y  64) dy
1 2
0 1
§ 16 · § 16 ·
S ¨ y 3  32 y 2  48y ¸  S ¨ y 3  32 y 2  64 y ¸
© 3 ¹ 1 © 3 ¹ 2

ª 16 º
S «0  §¨ ˜ ( 1)3  32( 1)2  48( 1) ·¸ » 
¬ © 3 ¹¼
ª 16 16 º
S «¨§ ˜ ( 1)3  32( 1)2  64( 1) ¸·  ¨§ ˜ ( 2)3  32( 2)2  64( 2) ¸· »
¬© 3 ¹ © 3 ¹¼

§ 16 · ª§ 16 · § 16 ·º
 S ¨  16 ¸  S «¨   32  64 ¸  ¨ ˜ 8  128  128 ¸ »
© 3 ¹ ¬ © 3 ¹ © 3 ¹¼
1 16 80
21 S  S S
3 3 3
Dengan demikian, volume benda putar yang terjadi jika daerah U
80
diputar mengelilingi sumbu-y adalah S satuan volume.
3

Latihan 6.4
4
Waktu : 60 menit
Gambarlah daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva berikut ini.
Kemudian, tentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah
tersebut diputar 360° mengelilingi sumbu-x dan volume jika diputar
360° mengelilingi sumbu-y.
1. y x, sumbu-x, garis x 0, dan garis x 6 Bobot soal: 20

S 3S
2. f(x) sin x pada interval ª« , º dan sumbu-x Bobot soal: 20
¬ 2 2 »¼
3. x2  y2 64, sumbu-x, dan sumbu-y Bobot soal: 20

30
30
MODUL No. 6 - Integral
4. y2 10x, y2 4x, dan x 4 Bobot soal: 20
EBTANAS 1989
1 3
5. f(x)  x  2, g(x) 2  x, dan x 2 Bobot soal: 20
4

Rangkuman
angkuman
1. Bentuk umum integral tak tentu

 ³ f ( x ) dx  F(x)  c

dengan
³ dx : Lambang integral yang menyatakan operasi antiturunan
f(x) : Fungsi integran, yaitu fungsi yang dicari antiturunannya
c : Konstanta
2. Rumus integral tak tentu
1 n1
• ³ x n dx
n1
x  c, di mana c adalah konstanta, n z 1

• ³ kf ( x) dx k ³ f ( x ) dx

• ³ ( f ( x )  g( x )) dx ³ f ( x )dx  ³ g( x ) dx
• ³ ( f ( x )  g( x )) dx ³ f ( x ) dx  ³ g(x ) dx
1
³ (u(x )) uc(x ) dx r  1 (u(x ))  c, di mana c adalah konstanta, n z 1
r r 1

• ³ u dv uv  ³ v du
• ³ cos xdx sin x  c , di mana c adalah konstanta
• ³ sin x dx  cos x  c , di mana c adalah konstanta
1
• ³ cos x tan x  c , di mana c adalah konstanta
2

3. Bentuk umum integral tertentu


b

³
a
f ( x ) dx F(b)  F(a)

di mana f kontinu pada interval >a, b @


4. Rumus-rumus integral tertentu
b b

• ³a
kf ( x ) dx k ³ f ( x ) dx
a

31
Bab 1 Integral
b b b

• ³ ( f ( x )  g( x )) dx ³ f ( x ) dx  ³ g( x ) dx
a a a
b b b

• ³
a
( f ( x )  g( x )) dx ³
a
f ( x ) dx  ³ g( x ) dx
a
a

• ³
a
f ( x ) dx 0
a a

• ³ f ( x ) dx  ³ f (x) dx
b b
c b c

• ³
a
f ( x ) dx ³
a
f ( x ) dx  ³ f ( x ) dx
b
a a

• ³ f ( x ) dx 2 ³ f ( x ) dx di mana f fungsi genap


a 0
a

• ³ f ( x ) dx
a
0 di mana f fungsi ganjil

5. Rumus luas daerah (L) yang terletak


a. di atas sumbu-x b

L(R) ³ f ( x ) dx
a
b. di bawah sumbu-x
b

L(S)  ³ f ( x ) dx
a
c. di atas dan di bawah sumbu–x
b c

L(T) ³
a
f ( x ) dx  ³ f ( x ) dx
b
d. di antara dua kurva
b b b

L(U) ³ f ( x ) dx  ³ g( x ) dx ³ ( f ( x )  g( x )) dx
a a a

6. Volume benda putar (V) yang diputar mengelilingi


a. sumbu-x
b

S ³ ( f ( x )) dx
2
V
a
b. sumbu-y
b

V S ³ ( f ( y )) dy
2

c. sumbu-x dan dibatasi kurva f(x) dan g(x)


b

V S ³ (( f ( x ))2  g( x ))2 dx
a

d. sumbu-y dan dibatasi kurva f(y) dan g(y)


b

V  S ³ (( f ( y ))  g( y )) dy
2 2

32
32
MODUL No. 15 - Integral
LATIHAN 6.5


I. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 6. Luas bidang yang dibatasi oleh grafik



y 6x2  x dan sumbu-x adalah. . . .


2
1


1
1. Nilai dari ³ (3x2  3x  7) dx adalah . . . . A. satuan luas D. satuan luas


36 216



0
A. 12 D. 6 1 1


B. satuan luas E. satuan luas
432


B. 16 E. 4 72


C. 10 1


C. satuan luas


108


2. Jika f(x) ³(x2  2x  5) dx dan f(0) 5, maka


f(x) . . . . 7. Daerah yang dibatasi oleh kurva y x  7


dan y 7  x2 diputar mengelilingi sumbu-x

1 3 ○
A. x  x2  5x  5 ○
sejauh 360°. Volume benda yang terjadi
3

adalah . . . .

1 3
B. x  2x2  5x  5

3 1 4

A. 12 S D. 2 S

2 3 5 5

C. x  2x2  5x  5

3 4 2

2 3 B. 11 S E. 2 S

D. x  x2  5x  5 5 3

3

1

4 3
E. x  x2  5x  5 C. 2 S

3 5

b

8. Luas daerah terbatas di bawah ini


3. Jika b ! 0 dan ³ 2x  3 dx

12, maka nilai b


adalah . . . .

1

adalah . . . . y

A. 2 D. 5

B. 3 E. 6

C. 4


p

4. Jika ³ (1  x ) dx p , maka nilai p adalah . . . .


1

1

x
1 O

2
A. 3 D. 1

1

1

B. E.

2 2

C. 5


S
5

³

5. Nilai dari 2 sin x  cos x dx adalah . . . .


S
4

A. D. 2
3

1 4
1

A. 1  2 D. 2  2 10

2 2 B. E. 1

1 1 3

B. 1  2 E. 2  2 8

2 2 C.

1 3

C. 2  2

2

33
Bab Integral
2 jauhkah jarak yang ditempuh bola dari awal


9. Panjang busur kurva y x x dari x 0


3 sampai berhenti?


sampai x 8 adalah . . . .


4. Ayu dan Bernard berangkat dari tempat


2


A. 18 D. 16 yang sama pada saat t 0. Kecepatan pada


3 waktu t adalah v(t) dan jarak yang dijalani


2


B. 18 E. 14


b
3


2 antara t a dan t b adalah ³v t dt .


C. 16


a
3


Kecepatan Ayu seperti kurva yang terlihat


10. Luas daerah yang dibatasi oleh sumbu-y,



kurva y x 2  1, dan kurva y x 2  19 5


pada gambar di bawah ini. Jika sin D .


adalah . . . . 5


A. 3 D. 60


Berapakah jarak yang ditempuh mereka


B. 36 E. 72 masing-masing pada saat kecepatannya



C. 54 sama?



y


II. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas



dan tepat!

1. Proporsi dari pekerja yang mendapatkan upah 1


antara a ribu dan b ribu rupiah/hari adalah



x 2  6x

y dan dibatasi sumbu-x. Terletak


36 tg D

di antara a dan b yang bernilai 0 dan 6. x



Berapakah persentase pekerja yang O 1 2


mendapatkan upah di bawah Rp1.500,00?




2. Sebuah benda bergerak dengan laju 5. Sekelompok bakteri dalam suatu lingkungan

v m/det. Pada saat t 2 detik posisi benda hidup tertentu berkembang biak sesuai

berada pada jarak 30 m dari titik asal. d


dengan perumusan n

Tentukanlah posisi benda sebagai fungsi 0,5 N. Jika jumlah


dt

waktu t!

bakteri pada keadaan awal adalah 200,



3. Sebuah bola bergulir pada sebuah bidang hitunglah jumlah bakteri setelah t 2 detik,

datar dengan laju awal 4 m/det. Akibat t 4 detik, t 8 detik, t 10 detik!



gesekan dengan bidang itu, bola mengalami (Petunjuk: Nyatakan hasil perhitungan

dalam e 2, 71828 . . .)

perlambatan 2 m/det2. Jika pada saat t 0


posisi benda berada pada s 0, berapa





























34
34
MODUL No. 6 - Integral

Anda mungkin juga menyukai