Program BK Fixs
Program BK Fixs
Di Susun Oleh :
Wahyudin, [Link].I
Program Bimbingan dan Konseling Kurikulum Merdeka SMPIT Al-jauhariyyah Tahun Ajaran
Hari : .................................................................................
Tanggal : .................................................................................
Mengetahui Guru BK
Kepala Sekolah
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun Program Layanan Bimbingan dan
Konseling Tahun Ajaran 2023/2024
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 tentang
Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam Permendikbud
tersebut menyebutkan bahawa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4
(empat) program yang mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan
individual; (c) layanan responsif; dan (d) layanan dukungan sistem”. Sehubungan dengan hal ter
sebut guru Bimbingan dan konseling perlu menyusun program guna menunjang kelancaran pela
ksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini di dahului dengan menyusun angket
kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di sekolah, agar dapat memenuhi
kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang terkait.
Pada kesempatan ini ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada
1. Bapak Bisma didien, SH selaku kepala sekolah SMPIT Al-Jauhariyyah Cijati
2. Teman sejawat guru BK SMPIT Al-Jauhariyyah Cijati
3. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMPIT Al-Jauhariyyah Cijati
Kami berharap Program Layanan Bimbingan dan Konseling Daring ini dapat bermanfaat
untuk kita semua. Kritik dan saran sangat kami perlukan dari teman-teman guru Bimbingan dan
Konseling untuk peningkatan mutu dalam menyusun buku program Bimbingan dan Konseling
yang akan datang.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua pihak yang memba
ntu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada kami menjadi pahala dan mendapa
t imbalan pahala yang sepantasnya dari Tuhan YME. Amin
Penyusun
DAFTAR ISI
1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan
konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan bahwa
Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang
mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c)
layanan responsif; dan (d) layanan dukungan system. Bidang layanan bimbingan dan
konseling mencakup : (a) bidang layanan pribadi, (b) bidang layanan belajar, (c) bidang
layanan sosial, (d) bidang layanan karir
2. Panduan Operasional Penyelenggaran Bimbingan dan Konseling SMP, 2016, Dirjen Guru
dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pada POP BK SMP ini dapat memfasilitasi guru BK /
Konselor dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan dan
menindaklanjuti layanan bimbingan dan konseling
Rumusan tujuan dibuat berdasarkan hasil assesmen yang dilakukan atau hasil deskripsi
kebutuhan peserta didik/konseli. Rumusan tujuan akan dicapai dan disusun dalam bentuk
prilaku yang harus dikuasai peserta didik/konseli setelah memperoleh layanan bimbingan
dan konseling. Berikut rumusan tujuannya
BIDANG
RUMUSAN KEBUTUHAN KELAS TUJUAN LAYANAN
LAYANAN
PRIBADI Kemampuan Beradaptasi Di 1. Peserta didik dapat menganalisis perubahan pada
Lingkungan sekolah Yang VII lingkungan sekolah baru
baru 2. Peserta didik dapat membandingkan antara
lingkungan sekolah lama dan yang baru
Kemampuan Mengatur 1. Peserta didik dapat menyusun kegiatan sehari-
VII
Waktu hari
2. Peserta didik dapat mengatur waktu belajar
Memiliki Pemahaman 1. Peserta didik dapat mengukur kemampuan
Terhadap Diri Sendiri VII dalam mengenal diri sendiri
2. Peserta didik dapat menilai aspek-aspek
dalam diri individu
Kemampuan Membangun 1. Peserta didik dapat menilai disiplin pada diri
Disiplin Diri VII sendiri
2. Peserta didik dapat membangun disiplin pada
diri sendiri
Kemampuan 1. Peserta didik dapat mengenali potensi diri
Mengembangkan Potensi VII sendiri
Diri 2. Peserta didik dapat menggali potensi diri sendiri
Memiliki Pola Hidup Bersih VII 1. Peserta didik dapat menganalisis cara-cara pola
dan Sehat hidup bersih dan sehat
2. Peserta didik dapat membangun cara hidup
bersih daan sehat
Kemampuan Berfikir dan 1. Mengidentifikasi Berbagai macam kegiatan
Bersikap Positif yang positif di waktu luang
2. Menjelaskan apa saja yang termasuk kegiatan
yang positif
3. Mengklasifikasi berbagai macam kegitan positif
4. Menganalisis Beberapa kegiatan yang efektif
dalam mengisi waktu luang
Pemahaman tentang Kiat- 2. Peserta didik dapat memutuskan memperoleh
kiat Mencari dan Disenangi VII teman baru di sekolah
Teman 2. Peserta didik dapat menilai cara yang tidak tepat
dalam mencari teman
Kemampuan Bertangging 1. Peserta didik dapat memperjelas tanggung jawab
Jawab VII siswa di lingkungan keluarga
2. Peserta didik dapat menyusun langkah-langkah
kegiatan sebagai tangggung jawab siswa
Pada akhir Fase D, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan menumbuhkan kebiasaan perilaku yang
sesuai dengan keyakinannya, berperilaku sosial sesuai norma dan etika pada kehidupan bermasyarakat,
mengekspresikan perasaan diri sendiri secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan konflik, menentukan
alternatif pengambilan keputusan dan pengentasan masalah berdasarkan konsep ilmu pengetahuan dan
perilaku belajar, berinteraksi dengan orang lain sesuai hak dan kewajiban, berperilaku sesuai dengan fungsi
dan perannya sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan
sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang berlaku, mengembangkan potensi dan hobi yang
dimilikinya, hemat, gigih, kompetitif, dan kolaboratif dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan,
menentukan pilihan pendidikan lanjutan yang sesuai dengan kemampuan diri, serta mampu menyelaraskan
norma-norma pergaulan teman sebaya dengan latar belakang yang beragam.
Berikut adalah deskripsi Capaian Layanan Fase D berdasarkan aspek perkembangan dalam layanan BK di
SMP.
6 Kesadaran Gender Peserta didik mampu menampilkan perilaku yang sesuai dengan
fungsi dan peran sebagai laki-laki atau perempuan dalam
kehidupan sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang
berlaku.
1. Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia
Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang
berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan
kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
4. Dimensi Mandiri
Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil
belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta
regulasi diri.
6. Dimensi Kreatif
Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat,
dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta
menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal serta memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif
solusi permasalahan.
G. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbigan dan konseling di SMP meliputi : (1) layanan dasar, (2)
layanan peminatan dan perencanaan individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) dukungan
sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen
1) Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli
yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang
pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan tugas-tugas perkembangan
mereka. Layanan dasar merupakan inti pendekatan perkembangan yang diorganisasikan
berkenaan dengan pengetahuan tentang diri dan orang lain, perkembangan belajar, serta
perencanaan dan eksplorasi karir. Layanan dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam
aktivitas yang langsung diberikan kepada peserta didik/konseli adalah bimbingan kelompok,
bimbingan klasikal, dan bimbingan lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan melalui media
adalah papan bimbingan, leaflet dan media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru
kelas yang menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan
klasikal dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tematik.
2) Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek peserta
didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber dari
lingkungan kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas konseling
individual, konseling kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan advokasi.
Sementara aktivitas layanan responsif melalui media adalah konseling melalui elektronik dan
kotak masalah. Pada konteks layanan responsif di Sekolah Dasar, guru bimbingan dan
konseling atau konselor memberikan intervensi secara singkat. Pada layanan responsif juga
dilakukan advokasi yang menitikberatkan pada membantu peserta didik/konseli untuk
memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Guru
bimbingan dan konseling atau konselor menyadari terdapat rintangan-rintangan bagi
peserta didik yang disebabkan oleh disabilitas, jenis kelamin, suku bangsa, bahasa,
orientasi seksual, status sosial ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya.
Guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar semua
peserta didik/konseli mendapatkan perlakuan yang setara selama menempuh pendidikan di
Sekolah Dasar.
4) Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja
infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan yang secara
tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran
perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan sistem adalah (1)
administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan menindaklanjuti asesmen,
kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program bimbingan dan konseling, membuat
evaluasi, dan melaksanakan administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2)
kegiatan tambahan dan pengembangan profesi, bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling, kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai
dengan tugasnya sebagai guru kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau
lokakarya tentang bimbingan dan konseling untuk memperkuat kompetensi dalam
menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor. Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (guru sebagai pembelajar) bagi konselor atau guru bimbingan dan
konseling dapat dilakukan dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap
muka dan daring.
H. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu
bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang
merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta
didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan,
mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab
tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan
secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam
kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik
maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam
kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil
berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya
sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1) berempati
terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya, (3)
menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma yang
berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain secara
bertanggung jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang
saling menguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri
untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan
mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang
dikembangkan meliputi;
(1) Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan
belajar
(2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
(3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
(4) Memiliki keterampilan belajar yang efektif
(5) Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya
(6) Memiliki kesiapan menghadapi ujian
4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada
peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi
dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan
realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan
hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi :
(1) Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir
(2) Kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir
(3) Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir
(4) Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
(5) Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
(6) Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik
dan kesempatan karir
(7) Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di masyarakat
(8) Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki - perempuan.
BIDANG
RUMUSAN KEBUTUHAN KELAS TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA
LAYANAN
PRIBADI Kemampuan Beradaptasi Di 1. Peserta didik dapat
Lingkungan sekolah Yang menganalisis perubahan pada
baru lingkungan sekolah baru Adaptasi Di
VII
2. Peserta didik dapat Lingkungan Sekolah
membandingkan antara yang baru
lingkungan sekolah lama dan
yang baru
Kemampuan Mengatur 1. Mengidentifikasi perilaku
Waktu dalam pengaturan waktu
dalam kegiatan sehari-hari
2. Menjelaskan pengertian
mengatur waktu dalam
kehidupan sehari-hari Cara mengatur
3. Mengklasifikasi beberapa Waktu
kegiatan di rumah, sekolah
dan sosial
4. Menganalisis bentuk-bentuk
kegiatan dalam belajar
Alur Tujuan Layanan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan yang
menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang didapat dari
hasil assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar kompetensi kemandirian
Konseli. Rencana kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
(a) Bidang layanan
Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling
(b) Tujuan Layanan
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai yang berbasis hasil asesmen, tugas
perkembangan atau standar kompetensi kemandirian Konseli
(c) Komponen layanan
Terdiri dari empat komponen yaitu (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3)
peminatan dan perencanaan individual, (4) dukungan system
(d) Strategi layanan
Merupakan kegiatan/strategi layanan yang dilakukan dan disesuaikan dengan
komponen layanan. Contohnya, untuk komponen layanan dasar, strategi layanan yang
dapat dilaksanakan adalah bimbingan
(e) Kelas
Berisi kelas yang akan mendapatkan layanan bimbingan dan konseling
(f) Materi,
Berisi tentang tema/topik materi yang akan dibahas untuk mencapai tujuan.
(g) Metode,
Berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akan dilakukan.
(h) Alat/media,
Berisi alat dan media yang akan digunakan misalnya power point presentation, kertas
kerja dan sebagainya.
(i) Evaluasi,
Berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan ketercapaian tujuan
layanan.
(j) Ekuivalensi,
Berisi penyetaraan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan dengan jumlah
jam. (secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Permendikbud No.111 Tahun 2014
tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah).
ALUR TUJUAN LAYANAN (ACTION PLAN) BIMBINGAN DAN KONSELING
1. EVALUASI
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan bimbingan dan
konseling (BK). Evaluasi secara umum ditujukan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan
kegiatan dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan. Dalam evaluasi
program bimbingan dan konseling terdapat 2 (dua) jenis evaluasi, yaitu evaluasi proses
dan evaluasi hasil.
Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil penilaian
proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling brlangsung. Fokus penilaian
adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegitan bimbingan dan konseling.
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh informasi
tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya. Evaluasi hasil
pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang diacapi oleh peserta didik
yang menjalin pelayanan bimbingan dan konseling. Fokus penilaian dapat diaragakan
pada berkembangnya :
a. Pemahaman diri, sikap, dan prilaku yang diperoleh berkaitan dengan materi / topik /
masalah yang dibahas
b. Perasaan positif sebagai dampak dari proses atau meteri/topik/masalah yang dibahas
c. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan dalam rangka mewujudkan
upaya pengembangan/pengetasan masalah.
Langkah-langkah pelaksanaan :
a. Penyusunan rencana evaluasi
b. Pengumpulan Data
c. Analisa dan interpretasi data
2. PELAPORAN
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporan lebih
bersifat mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah
dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan
kegiatan menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam evaluasi
proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat memberikan informasi kepada
seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan kekurangan dari program bimbingan
dan konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan yiatu :
a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami
b. Deskripsi laporan yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan dan
kebahasan yang telah dilakukan
c. Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaporkan secara
akurat dan tepat waktu.
Langkah-langkah dalam penyusunan laporan :
a. Tahap persiapan
b. Pengumpulan dan penyajian data
c. Penulisan laporan
d. Sistematika laporan
3. TINDAK LANJUT
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan data
dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau konselor dapat memikirkan
ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan denganc ara membuat desain ulang
atau merevisi seluruh program atau beberapa bagian dari program yang dianggap belum
begitu efektif.
Langkah-langkah tindak lanjut :
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan konseling
tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan
c. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan diperbaiki
atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.
L. SARANA DAN PRASARANA BIMBINGAN DAN KONSELING
Prasarana pokok yang diperlukan ialah ruang bimbingan dan konseling yang cukup
memadai. Ruang dimaksud hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga peserta dididk yang
berkunjung merasa senang dan nyaman, serta ruangan tersebut dapat digunakan untuk
pelaksanaan berbagai jenis kegiatan layanan bimbingan dan konseling baik individu maupun
kelompok sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling.
Sedangkan Sarana dan prasarana berisi fasilitas dan perlengkapan yang mendukung
terhadap keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Sarana yang akan digunakan
dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling meliputi :
a. Alat pengumpul data, baik tes maupun non tes, yaitu :
1) Angket Masalah Konseli / Aplikasi Angket Masalah Konseli
2) Sosiometri
3) Alat Ungkap Pemahaman Diri
4) Alat Penelusuran Minat Peserta Didik SMP
5) Alat Ungkap Masalah Seri PTSDL
6) Inventori Tugas Perkembangan
7) _______________________
8) _______________________
9) Catatan Anekdot
b. Alat penyimpan data, khususnya dalam bentuk himpunan data yaitu :
1) Cummulative Record
2) Basis Data Prestasi Akademik
3) Daftar Peserta Didik Asuh
c. Kelengkapan penunjang teknis yaitu :
1) Data informasi meliputi: Peta Peserta Didik
2) Paket bimbingan meliputi : Paket Materi Klasikal
3) Alat bantu bimbingan meliputi : Buku Saku, Poster.
d. Perlengkapan administrasi, yaitu :
1) Alat tulis
2) Format rencana kegiatan
3) Blanko laporan kegiatan
Sedangkan prasarana penunjang layanan : Ruang bimbingan dan konseling terdiri atas :
ruang tamu, ruang kerja, ruang bimbingan dan konseling kelompok/diskusi, ruang
dokumentasi (terlampir)
M. ANGGARAN DAN BIAYA
Jumlah
No Jenis Barang Kebutuhan
Barang Uang
1. Kertas HVS - Analisa AUM
- Angket Siswa
- Program BK
- Undangan orang tua
- Format-format BK
2. Spidol - Spidol besar (permanen )
- Spidol kecil
3. Buku Folio - Buku Tamu
- Buku ijin
- Buku Agenda surat
- Buku Agenda Kerja
4. Tampilan - Biblio konseling
Kepustakaan
5. Gunting -
6. Snel heckter - Jurnal Kegiatan Klasikal
- Program umum
- Bukti Fisik
7. Staples - Kecil
- Tanggung
8. Transport - Home visit
( 27 X 3 X Rp. 15.000,-)
Jumlah
PROGRAM SEMESTER
Setelah membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun, kemudian
mendistribusikan komponen layanan dan strategi kegiatan dalam porgam semesteran dalam
bentuk yang lebih rinci.
Terdapat beberapa komponen dalam program semeseteran, yaitu :
1. Bulan dan komponen program
2. Layanan Dasar
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema layanan dalam komponen layanan dasar,
seperti bimbingan klasikal dengan tema yang sudah dibuat dalam rencana kegiatan
3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema dalam komponen layanan perencanaan
individual misalnya bimbingan klasikal dengan tema memilih sekolah lanjutan di tingkat
SMA/SMK - MA/MAK
4. Layanan Responsif
Berisi strategi layanan dan topik/tema (bila ada) dalam komponen layanan responsif,
misalnya : konseling kelompok dengan tema/topik “3 Kata Penting dalam Pergaulan”
5. Dukungan sistem
Berisis tentang strategi kegiatan dalam dukungan sistem seperti pengembangan jejaring,
kegiatan manajemen dan PKB
Berikut program semesteran dalam bentuk yang lebih rinci, baik semester ganjil maupun
semester genap :
( Dicetak dari Aplikasi Angket Kebutuhan Peserta Didik yang sudah diisi dan diolah )
A. PROGRAM SEMESTER GANJIL
Diskusi
Kel
Cara Mengatur Waktu V VII Juli
Diskusi
Pemahaman Diri V Kel VII Agst
Diskusi
Membangun rasa Percaya
V Kel VIII Agst
Diri
Diskusi
Motivasi Berprestasi V Kel VIII Sept.
Diskusi
Berfikir dan Bersikap Positif V Kel IX Sept.
Diskusi
Kiat Mencari dan Disenangi
V Kel VII Okt
Teman
Diskusi
Kel
Stop Bullying V VIII Okt.
Diskusi
Sikap Sopan santun Dalam
V Kel VIII Nov.
Kehidupan
Diskusi
Komunikasi Efektif V Kel IX Nov.
Diskusi
Membina Persahaabatan
V Kel IX Des.
Sejati
Diskusi
Nilai-Nilai Kehidupan V Kel IX Des.
Diskusi
Pentingnya Disiplin Belajar V Kel VII Des.
Diskusi
Strategi Belajar Sesuai Gaya Des
V Kel VIII
Belajar
Diskusi
Perencanaan Karir Masa Des
V Kel IX
Depan
b. Bimbingan Kelompok
Peserta didik/konseli
Langkahku tanggung
V memiliki sikap yang VIII
jawabku
bertanggung jawab
Peserta didik/konseli
memiliki kesadaran
Saya cinta budaya sendiri V IX
mencintai budaya
indonesia tercinta
c. Papan Bimbingan
Peserta didik/konseli
Tips dan Trik Sukses dalam VII, VIII, Juli –
V V V V memperoleh informasi
Pengembangan diri IX Des
melalui media tulis
Peserta didik/konseli
memperoleh informasi VII, VIII, Juli –
d. Pengemb. Media BK V V V V
yang bermanfaat bagi IX Des
dirinya
Peserta didik/konseli
VII, VIII, Juli –
e. Leafleat V V V V memperoleh informasi
IX Des
melalui media cetak
2 LAYANAN RESPONSIF
Terbantunya peserta
didik dalam mengatasi VII, VIII,
Juli –
1. Konseling Individual hambatan/memecahk IX
Des
an masalah yang
dialaminya
Terbantunya
VII, VIII,
memecahkan masalah Juli –
2. Konseling Kelompok IX
peserta didik melalui Des
kelompok
Terbantunya
VII, VIII,
memberikan informasi Juli –
3. Konsultasi IX
yang dibutuhkan oleh Des
peserta didik
Diperolehnya
VII, VIII,
kesepakatan bersama Juli –
4. Konferensi Kasus IX
mengenai masalah Des
peserta didik
Terentaskannya
masalah konseli yang
VII, VIII,
terkait dengan pihak Juli –
5. Advokasi IX
lain agar hak-hak Des
konseli tetap
terlindungi
Terselenggaranya
VII, VIII,
layanan Bimbingan Juli –
6. Konseling elektronik IX
dan Konseling yang Des
lebih efektif
Tertampungnya
VII, VIII,
masalah peserta Juli –
7. Kotak masalah IX
didik/konseli yang Des
introvert
Terentaskannya
masalah konseli yang
PEMINATAN DAN terkait dengan
3
PERENC. INDIVIDUAL pemilihan jurusan dan
rencana karir masa
depan
4 DUKUNGAN SISTEM
Pengumpulan data
a. Melaksanakan dan
dan kebutuhan
menindaklanjuti assesmen
peserta didik
Mengetahui langsung
b. Kunjungan rumah kondisi peserta didik di
lingkungan rumah
Diskusi
Kel
Pentingnya Motivasi Belajar V VII Pbr
Diskusi
Manusia sebagai Makhluk
V Kel VII Mart
sosial
Diskusi
Bersyukur dengan Hati Yang
V Kel VII Aprl
Ikhlas
Diskusi
Nilai Suatu sikap Kejujuran V Kel VII Mei.
Diskusi
Bahaya Narkoba Dan
V Kel VIII Jan
Dampaknya
Diskusi
Cara Kerja Otak Kiri dan
V Kel VIII Pebr
Otak kanan
Diskusi
Dampak Pacaran di Kalngan Kel Mart
V VIII
Remaja .
Diskusi
Kecerdasan Emosi dan
V Kel VIII Aprl
Pengendalian Diri
Diskusi
Menyontek,Penyebab dan
V Kel VIII Mei
Solusinya
Diskusi
Etika dan Budaya Tertib
V Kel IX Jan
Berlalu Lintas
Diskusi
Pebr
Profesi Di Dunia Kerja V Kel IX
Diskusi
Stress dan Cara Mart
V Kel IX
Mengatasinya
Diskusi
Pilihan Karir Setelah Lulus APrl
V Kel IX
SMP
Diskusi
Prospek Karir Peminatan di Mei
V Kel IX
SMA-MA
Diskusi
Masa Remaja dan
V Kel VII Jan
Perubahannya
Diskusi
Pentingnya Motivasi Belajar V Kel VII Pbr
b. Bimbingan Kelompok
Peserta didik/konseli
Langkahku tanggung
V memiliki sikap yang VIII
jawabku
bertanggung jawab
Peserta didik/konseli
memiliki kesadaran
Saya cinta budaya sendiri V IX
mencintai budaya
indonesia tercinta
c. Papan Bimbingan
Peserta didik/konseli
Tips dan Trik Sukses dalam VII, VIII, Jan –
V V V V memperoleh informasi
Pengembangan diri IX Juni
melalui media tulis
Peserta didik/konseli
memperoleh informasi VII, VIII, Jan –
d. Pengemb. Media BK V V V V
yang bermanfaat bagi IX Juni
dirinya
Peserta didik/konseli
VII, VIII, Jan –
e. Leafleat V V V V memperoleh informasi
IX Juni
melalui media cetak
2 LAYANAN RESPONSIF
Terbantunya peserta
didik dalam mengatasi VII, VIII,
Jan –
1. Konseling Individual hambatan/memecahk IX
Juni
an masalah yang
dialaminya
Terbantunya
VII, VIII,
memecahkan masalah Jan –
2. Konseling Kelompok IX
peserta didik melalui Juni
kelompok
Terbantunya
VII, VIII,
memberikan informasi Jan –
3. Konsultasi IX
yang dibutuhkan oleh Juni
peserta didik
Diperolehnya
VII, VIII,
kesepakatan bersama Jan –
4. Konferensi Kasus IX
mengenai masalah Juni
peserta didik
Terentaskannya
masalah konseli yang
VII, VIII,
terkait dengan pihak Jan –
5. Advokasi IX
lain agar hak-hak Juni
konseli tetap
terlindungi
Terselenggaranya
VII, VIII,
layanan Bimbingan Jan –
6. Konseling elektronik IX
dan Konseling yang Juni
lebih efektif
Tertampungnya
VII, VIII,
masalah peserta Jan –
7. Kotak masalah IX
didik/konseli yang Juni
introvert
Terentaskannya
masalah konseli yang
PEMINATAN DAN terkait dengan
3
PERENC. INDIVIDUAL pemilihan jurusan dan
rencana karir masa
depan
4 DUKUNGAN SISTEM
Pengumpulan data
a. Melaksanakan dan
dan kebutuhan
menindaklanjuti assesmen
peserta didik
Mengetahui langsung
b. Kunjungan rumah kondisi peserta didik di
lingkungan rumah