MODUL AJAR
KONSENTRASI KEAHLIAN
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Muhammad Affan Baihaqi, S.T
Instansi : SMK Muhammadiyah 6 Gml
Tahun Ajaran : 2023/2024
Jenjang Sekolah : SMK
Mata Pelajaran : Konsentrasi Keahlian
Fase/Kelas : F / XI
Elemen : Elektrikal Kendaraan Ringan
Materi : Melakukan Perawatan Wiper Dan Washer
Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 45)
Capaian Pembelajaran (CP) :
Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perawatan baterai serta perawatan dan
overhaul (pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan dan pemasangan) pada: jaringan
kelistrikan, system penerangan dan sistem lampu tanda, sistem wiper dan washer, sistem
power window dan central lock, elektrical mirror, sistem starter, sistem pengisian, sistem
pengapian, sistem AC, sistem audio-video. Setiap pekerjaan dilakukan sesuai Prosedur
Operasional Standar (POS). Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau peraturan
keselamatan kerja yang berlaku.
B. KOMPETENSI AWAL
Peserta didik mampu memahami fungsi dasar sistem kelistrikan pada kendaraan
dan mengenal beberapa komponen kelistrikan seperti baterai, saklar, dan motor.
C. Peserta didik mampu memahami fungsi dasar sistem kelistrikan pada kendaraan dan
mengenal beberapa komponen kelistrikan seperti baterai, saklar, dan motor.
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
b. Gotong-royong
c. Mandiri
d. Berfikir kritis
e. Kreatif
D. SARANA DAN PRASARA
Laptop
LKPD
Buku Paket
Papan Tulis
Spidol
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik regular
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model : Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Metode : Ceramah, diskusi, dan tanya jawab
Moda : Tatap Muka
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat memahami pengertian sistem Power Window dan Central Lock
Peserta didik dapat mengetahui fungsi baterai sistem Sistem Power Window dan
Central Lock.
Peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen sistem Sistem Power
Window dan Central Lock.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik memahami fungsi, komponen, dan cara kerja sistem Power Window dan
Central Lock serta perannya dalam kenyamanan dan keselamatan berkendara.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa fungsi utama Power Window dan Central Lock pada kendaraan?
Bagaimana peran baterai dalam mengoperasikan Power Window dan Central Lock?
Jika Power Window tidak bergerak saat tombol ditekan, komponen mana yang
kemungkinan bermasalah?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. PENDAHULUAN
1. Guru memberi salam serta menanyakan kabar peserta didik.
2. Guru meminta peserta didik untuk memimpin doa sesuai dengan keyakinannya.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik.
4. Guru mengkondisikan kelas sebelum dimulainya pembelajaran.
5. Guru meminta peserta didik untuk mempersiapkan peralatan belajarnya.
6. Guru meminta peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan.
7. Guru memberikan apersepsi kepada siswa dengan mengaitkan pembelajaran hari
ini dengan pembelajaran sebelumnya.
8. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari oleh peserta didik dan
membacakan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
B. KEGIATAN INTI
Orientasi Peserta Didik Pada Masalah
1. Peserta didik ditayangkan Powerpoint terkait dengan materi yang akan
dipelajari hari ini.
2. Guru peserta didik melakukan tanya jawab
3. Guru Mengapresiasi jawaban yang disampaikan oleh peserta didik.
Mengorganisasikan Peserta Didik Untuk Belajar
[Link] didik berkelompok untuk bersama mempelajari macam-macam jenis baterai.
[Link] kelompok mendiskusikan sesuai dengan pemahaman peserta didik
[Link] didik mendapatkan arahan dari guru tentang bagaimana cara mengerjakan
LKPD.
[Link] didik mendiskusikann LKPD yang diberikan oleh guru bersama dengan
kelompoknya.
Membimbing Penyelidikan Individu Maupun Kelompok
1. Secara berkelompok peserta didik berdiskusi sesuai dengan tugas yang
didapatkannya.
2. Guru berperan sebagai fasilitator.
3. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan
yang terdapat pada LKPD
4. Guru melakukan asesmen non tes selama kegiatan diskusi berlangsung,
dimennsi profil pelajar panncasila yaitu bernalar kritis dan gotong royong.
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Diskusi
1. Peserta didik secara berkelompok menuliskan hasil diskusinya pada LKPD.
2. Peserta didik secara berkelompok menpresentasikan hasil diskusinya di depan
kelas.
3. Guru membimbing jalannya presentasi
4. Guru melakukan asesmen non tes dimensi profil Pancasila yaituu gotong
royong.
5. Kelompok yang lain menyimak dan menanggapi hasil pemaparan dari
kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya (Critical thinking,
communication, collaboration).
Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Penyelesaian Masalah
1. Guru dan peserta didik melakukan ice breaking bersama.
2. Guru memberikan tanggapan dan penguatan terhadap hasil diskusi dan
presentasi yang telah dilakukan oleh peserta didik.
3. Guru memberikan apresiasi atas pembelajaran yang telah dilakukan pada hari
ini.
C. KEGIATAN PENUTUP
1. Guru memberikan lembar evalusasi pada peserta didik.
2. Guru bersama dengan peserta didik menarik kesimpulan dari pembelajaran yang
telah dilakukan hari ini.
3. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini bersama dengan peserta didik.
4. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan dilakukan pada pembelajaran
berikutnya.
5. Peserta didik menyanyikan lagu daerah berjudul Gundul-Gundul Pancul.
(Creativity dan Collaboration)
6. Guru menutup pembelajaran dengan berdo’a yang dipimpin oleh salah satu
anggota kelas.
E. ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik : Pertanyaan pemantik
2. Asesmen Formatif
a. Sikap
-Teknik : Non Tes
-Jenis : Pengamatan/observasi
-Bentik : Lembar observasi
b. Pengetahuan
-Teknik : Tes
-Jenis : Tertulis
-Bentuk : Uraian
c. Keterampilan
-Teknik : Non Tes
-Jenis : Presentasi
-Bentuk : Rubrik
F. REMIDIAL DAN PENGAYAAN
Pengayaan
Peserta didik dengan nilai di atas rata-rata akan diberikan tugas pengayaan dengan
diberikan soal-soal berupa studi kasus.
Remidial
Peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah KKM maka akan diberikan
bimbingan dengan kembali mengerjakan soal yang serupa
G. REFLEKSI
Tabel Refleksi Guru
No Pertanyaan Jawaban
1. Bagaimana tanggapan siswa terhadap
kegiatan pembelajaran yang saya rancang?
2. Bagaimana respon siswa terhadap media
pembelajaran yang dilakukan? (Apakah
media tersebut sesuai dan mempermudah
siswa untuk menguasai materi yang
diajarkan?)
3. Bagaimana tanggapan siswa terhadap
metode/teknik pembelajaran yang saya
gunakan?
Tabel Refleksi Siswa
No Pertanyaan
1. Apakah kalian menyukai cara kita belajar hari ini?
2. Apakah ada kesulitan pada materi hari ini?
3. Apa yang kalian lakukan untuk lebih memahami materi hari ini?
4. Apa saja hal baik yang diperoleh selama proses pengajaran?
5. Apakah kalian punya cara sendiri untuk memahami materi ini?
H. LAMPIRAN
Bahan Ajar
Lembar Penilaian
Soal Evaluasi
Kunci Jawaban
Gemolong, 2 Juli 2023
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Umar Jahid Nasoha,[Link] Muhammad Affan Baihaqi,S.T
LAMPIRAN
A. Bahan Ajar
A. Fungsi Power Window
Power Window adalah suatu alat yang berfungsi untuk membantu menaik atau
menurunkan kaca jendela kendaraan yang digerakkan secara elektronik.
Gambar1 : Jaringan kelistrikan power window
B. Komponen-komponen utama power window.
Komponen-komponenutama power window terdiri dari :
1. Baterai
2. Ignition Switch
3. Fuse (gauge)
4. Power main relay
5. Power window master switch
6. Power window relay (untuk kerja otomatis)
7. power window switch
8. power window motor
Sekelar power window utama (power window master switch) terletak pada pada
bagian pengendara. Pada switch utama semua kaca jendela dapat dikendalikan naik
turunnya, disini juga terdapat saklar arus listrik untuk bagian pintu-pintu yang
lainnya. Power window akan bekerja apabila kunci kontak pada posisi ON (IG) dan
main relay juga dalam posisi ON.
C. Cara Kerja Power Window
Cara kerjanya;
Saat kunci kontak ON maka arus dari baterai – FL – IG switch – skring gauge –
terminal 1 main relay – terminal 2 main relay – massa body. Akibatnya gulungan
relay menjadi magnet dan titik kontak relay akan berhubungan dan arus dari FL –
circuit breaker – terminal 3 main realay – titik kontak – terminal 4 main relay dan
masuk sebagai sumber arus pada saklar utama.
Pada saat saklar off, titik kontak saklar naik dan turun akan berhubungan
dengan massa body. Saklar power window pada posisi turun atau naik maka arus dari
baterai setelah sampai pada sumber arus saklar utama – saklar naik (turun) – motor
window – saklar power window – massa body, sehingga motor akan bekerja
menaikkan atau menurunkan kaca jendela. Motor akan berputar berlawanan apabila
sumber arus masuk dibalik arahnya.
Untuk lebih jelasnya cara kerja power window adalah sebagai berikut.
1. Menaikkan kaca kanan depan (Driver)
Kunci kontak “ON” switch ditekan kearah UP. Arus dari baterai mengalir ke
power wmain relay – point UP – power window relay – driver motor – power
window relay – massa. Motor berputar menaikkan kaca.
2. Menurunkan kaca kanan depan
Kunci kontak “ON”, switch ditekan kearah Down. Karena power main relay ON,
arus dari baterai ke power main relay – point down – power window relay – driver
motor – power window relay – massa. Motor berputar menaikkan kaca.
Untuk kaca kanan depan (kaca pengemudi), dapat digerakkan dengan dua cara
yaitu AUTO dan MANUAL. Bila dengan cara AUTO kaca tidak akan berhenti
sebelum mencapai kedudukan paling atas atau paling bawah, sekalipun penekan
switch dilepaskan.
3. Menaikkan kaca kiri depan
Kunci kontak “ON”, Switch pada pintu kiri depan ditekan kearah UP. Karena
power main relay ON, arus dari baterai mengalir melalaui power main relay –
point UP (Asisstant) – Asisstant motor – lock switch – massa. Motor berputar
menaikkan kaca
4. Menurunkan kaca kiri depan
Kunci kontak “ON”, switch ditekan kearah down. Karena power main relay ON,
arus mengalir dari baterai – power main relay – point down – assistant motor –
lock switch – massa. Motor berputar menurunkan kaca.
Untuk kaca pintu-pintu yang lain pada prinsip aliran arusnya sama.
Untuk menggerakkan kaca pintu selain kaca pengemudi, lock switch harus tidak
dalam keadaan tertekan.
a) Fungsi Door Lock
Sistem pengunci pintu (door lock) fungsi utamanya ialah membuka dan
mengunci pada semua pintu bila switch utama pengontrol door lock dioperasikan.
Sistem door lock mempunyai fungsi yang berbeda tergantung pada model
kendaraannya. Fungsinya antara lain :
- Pengontrol lock dan unlock yang dioperasikan oleh switch pengontrol door lock
(Door lock control switch).
- Door key-linked lock dan unlock.
Pada door key-linked unlock dengan pengoperasian one step unlock, hanya pada
pintu pengemudi yang dibuka dengan anak kunci saja yang dibuka secara
mekanik. Bila anak kunci dimasukkan dan diputar sekali kekiri sekali, pintu
pengemudi akan terbuka.
- Two-step unlock
Dengan pengoperasian two step unlock menyebabkan pintu-pintu lainnya terbuka
juga. Pintu pengemudi akan terbuka bila anak kunci diputar sekali kekiri, dan bila
anak kunci diputar sekali lagi kekiri, dalam waktu 3 detik semua pintu akan
terbuka. Denan kata lain bila membuka semua pintu dari pintu pengemudi, anak
kunci diputar dua kali kekiri.
- Mencegah kunci tertinggal
Penguncian pintu-pintu tampa menggunakan anak kunci dapat dicegah bila anak
kunci masih tertinggal didalam ignition switch.
- Sebagai pengaman
Bila kunci dilepas dari ignition switch dan pintunya telah dikunci, baik dengan
menggunakan anak kunci maupun tampa anak kunci, maka pintu tidak daapt
dibuka dengan menggunakan switch pengontrol door lock.
- Pengoperasian power window dengan kunci kontak off
Setelah pintu pengemudi dan penumpang ditutup dan dan ignition switch diputar
ke posisi off, power window masih dapat dioperasikan selama kira-kira 60 detik.
b) Jenis-Jenis Door Lock
Jenis-jenis sistem door lock antara lain:
1. Tipe Magnet lock
a. pengoperasian door lock dengan anak kunci (manual switch)
b. Pengoperasian dengan door lock switch
2. Tipe Motor lock
3. Auto lock
1. Tipe Magnetick Lock
Dengan sistem ini penguncian semua pintu dapat diatur dari sisi pengemudi.
Konstruksinya terdiri dari satu saklar pengontrol pintu yang terletak pada sisi
pengemudi dengan 4 buah solenoid yang terpasang pada ke 4 pintu dan 2 buah relay
pengontrol pintu: relay sumber arus dan relay pengontrol (door lock power relay dan
door control relay). Door lock tipe solenoid (magnet). Pada modelini, sebuah solenoid
door lock digunakan sebagai penggerak door lock.
Prinsip utamanya ialah bila arus masuk melalui electromagnet dalam satu arah
maka magnet permanent akan terbangkit dan bergerak maju menyebabkan plunger
(yang menempel pada magnet permanent) juga bergerak dalam arah yang sama,
mengunci pintu. Bila arah arus arah arus terbalik, maka magnet permanen dan plunger
bergerak dalam arah yang berlawanan, membuka kunci pintu.
Komponen-komponennya terdiri dari:
1. Manual switch
2. Door lock switch
3. Door unlock switch
4. Door control solenoid
5. Door control relay
6. Sirkuit
Komponen-komponen utama:
1. Manual switch.
Terletak pada sandaran tangan pintu pengemudi. Bila ditekan kearah LOCK
semua pintu terkunci. Bila ditekan kearah UNLOCK semua pintu terbuka.
2. Door lock switch
Terletak didalam solenoid dan mendeteksi apakah pintu-pintu terkunci atau
tidak. Switch tersebut OFF bila pintu-pintu terkunci, dan ON bila pintu-pintu
tidak terkunci.
Gambar 3. Komponen-komponen sistem door lock tipe magnetic lock
3. Door unlock switch
Switch ini dihubungkan dengan tuas pada pintu depan. Switch ini ON hanya
bila pintu dibuka dengan anak kunci.
Gambar 4. Switch door lock
4. Door control selenoid
Sebuah solenoid terpasang pada tiap-tiap pintu. Bekerjanya solenoid tergantung
dari door control relay.
Gambar 5. Door lock selenoid
Prinsipkerjanya:
a. Membuka (unlocking).
Bila arus listrik dating dari sebelah kiri menuju kekanan melalui dua buah
kumparan yang dirangkai seri (gambar a), kemagnetan dari electromagnet
akan timbul seperti ditunjukkan pada gambar b. Akibatnya magnet tetap
(permanent) yang menjadi satu dengan poros akan bergerak kekanan.
Gambar 6. Posisi selenoid pada saat membuka ( unlocking)
b. Mengunci (locking)
Bila arus listrik mengalir dari kanan kekiri, kemagnetan dari
elektromagnet akan berubah seperti ditnjukkan pada gambar dibawah.
Akibatnya magnet tetap (permanent) bergerak kekiri.
Gambar 7. Posisi selenoid pada saatmengunci ( locking)
5. Door control relay
Relay ini terpasang diatas kick panel bagian pengemudi. Kontrol relay
mengontrol solenoid pada tiap-tiap pintu sesuai dengan signal yang diterima
darimasing-masing switch.
Gambar 8. Door control relay
Cara kerja sistem door lock
1. Pengoperasian door lock dengan anak kunci (manual switch)
Lock timer : Bila signal “1” diterima lock timer, timer mengirimkan arus base
ke Tr1 untuk 0,2 detik.
Unlock timer : pada saat signal “1” diterima unlock timer, timer mengirim arus
base ke Tr2 untuk 0,2 detik.
Unlock detecting circuit : Bila unlock switck dibagian penemudi di ON kan dua
kali dalam waktu 3 detik, unlock detecting mengeluarkan signal
“1”.
a. Mengunci pintu dengan manual switch
Bila bagian LOCk ditekan, signal “1” diterima lock timer, Tr1 ON, arus
listrik mengalir menuju relay no.1. Akibatnya arus dari bateray menuju
solenoid, mengunci semua pintu.
Bateray – fusible link – fuse – point B relay No.1 – solenoid – point relay
No.2 – massa.
b. Membuka pintu dengan manual switch.
Bila bagian UNLOCK ditekan, signal “1” diterima unlock timer, Tr2 ON,
arus listrik mengalir ke relay No.2. Akibatnya arus mengalir dari bateray
ke solenoid, membuka semua pintu-pintu.
Bateray – fusible link – fuse – point D relay No.2 – solenoid – point A
relay No.1 – massa.
c. Membuka pintu dengan anak kunci
Bila anak kunci dimasukkan kedalam kunci pengemudi dan diputar kekiri,
kunci akan terbuka oleh tuas-tuasnya (hanya pintu pengemudi). Bila anak
pintu diputar kekiri lagi, dalam waktu 3 detik unlock detecting circuit
bekerja, dan signal “1” dikirim ke unlock timer.
Akibatnya Tr2 akan ON, relay No.2 juga ON. Oleh karena arus listrik
mengalir dari bateray menuju solenoid-solenoid seperti pada No.2 diatas,
membuka kunci pintu-pintu yang lain.
Demikian juga bila anak kunci dimasukkan pada pintu penumpang
(depan), dan diputar kekanan, arus dari bateray mengalir menuju solenoid-
solenoid seperti pada No.2 diatas.
2. Pengoperasian door lock dengan door control switch
Dengan sistem ini penguncian semua pintu dapat diatur dari sisi pengemudi.
Dengan pengoperasian door control switch.
Cara kerjanya:
Gambar 8. Jaringan kelistrikan pengunci pintu mobil magnet
a. Sakelar pengontrol pintu pada posisi mengunci (lock)
Arus dari baterai – FL – sekring – terminal 6 power relay – sekring 40 A –
terminal 2 power relay – terminal 1 door control relay – base Tr2 dan
membuat Tr2 = ON maka arus akan mengalir dari Tr2 – dioda – terminal 3
door control relay – saklar pengunci pintu – massa body dan sebagai
akibat Tr2 = ON maka Tr1 akan ON – arus dari Tr1 – terminal 2 door
control relay – terminal 7 power relay – gulungan L 1 – terminal 4 power
relay – saklar pengunci – massa body, dan mengakibatkan L 1 menjadi
magnet dan titik kontak P1 berhubungan. Arus dari sekring 40 A – titik
kontak P1 – terminal 1 power relay – solenoid pengunci – massa body
maka solenoid bekerja menarik pengunci pintu-pintu.
b. Sakelar pengontrol pada posisi membuka (unlock)
Arus bateray – FL – sekring – terminal 6 power relay – sekring 40 A –
terminal 2 power relay – terminal 1 door control relay – base Tr2 dan
membuat Tr2 = ON maka aurs akan mengalir dari Tr2 – terminal 4 door
control relay – sakelar pembuka kunci pintu – massa body dikarenakan
Tr2
= ON maka Tr1 akan ON, arus dari Tr1 – terminal 2 door control relay –
terminal 7 power relay – gulungan L 2 – terminal 5 power relay – sakelar
pembuka kunci pintu – massa body dan mengakibatkan L2 menjadi magnet
menarik titik kontak P2 berhubungan. Arus dari sekring – 40A – titik
kontak P2 – terminal 3 power relay – solenoid pembuka kunci – massa
body maka solenoid bekerja membuka pengunci pintu-pintu.
c. Pada keadaan sakelar masih tertahan
Setelah solenoid mengunci atau membuka kunci bekerja tapi sakelar masih
pada posisinya (tertahan), ini perlu pencegahan agar solenoid tidak
terbakar. Pada saat kondensor diisi memerlukan wkatu 4 10 detik
untuk pengisian
penuh. Setelah kondensor terisi penuh maka base Tr3 akan naik
tegangannya dan Tr3 = ON yang mengakibatkan Tr2 = OFF dan bila Tr2
= OFF maka Tr1 juga OFF. Bila Tr1 = OFF maka suplay arus kegulungan
L akan terhenti dan titik kontak P akan terbuka sehingga solenoid berhenti
bekerja.
2. Tipe Penggerak Motor lock
Sistem door lock menggunakan motor sebagai penggerak untuk sistem door lock,
Saat ini penggerak tipe motor ini paling banyak digunakan.
Gambar 9. Komponen-komponen sistem door lock tipe motor lock
Komponen-komponen sistem door lock tipe motor
a) Switch Pengontrol Door Lock
Switch pengontrol door lock memungkinkan dengan satu sentuhan dapat
membuka dan mengunci seluruh pintu secara serentak. Umumnya, switch
pengontrol door lock dipasangkan dalm door trimpada sisi pengemudi, tetapi
pada beberapa odel dan tingkatan, dan untuk beberapa daerah tujuan
dipasangkan pada door trim sisi penumpang.
Gambar10. Switch pengontrol door lock
b) Motor Door Lock
Motor door lock berfungsi sebagai penggerak door lock. Motor door lock
dipasang dalam rakitan door lock pada setiap pintu.
Bila motor door lock berputar putarannya dipindahkan melalui pinion, idle
dan worm gear ke locking gear, menyebabkan pintu terkunci atau terbuka.
Gambar 11. mekanisme penggerak door lock
c) Switch Pengoperasian Kunci
Switch pengoperasian kunci terpasang menjadi satu didalam rakitan door lock.
Ia mengirimkan signal lock atau unlock keralay pengontrol door lock, bila
door key cylinder dioperasikan dari luar.
Gambar 12. Switch pengoperasian door lock
d) Switch Posisi Door Lock
Switch posisi door lock terpasang menjadi satu didalam rakitan door lock.
Switch ini mendeteksi kondisi penguncian pada pintu. Switch posisi (position
switch) terdiri dari point plate dan switch base. Bila locking gear pada sisi
lock, switch menjadi off dan bila locking gear pada posisi unlock, maka
switch akan on.
Gambar 13. Switch posisi door lock
e) Switch Peringatan Key Unlock
(Berfungsi untuk mencegah kunci tertinggal)
Switch ini dipasang pada bracket atas steering main shaft. Ia akan mendeteksi
apakah kunci tertinggal didalam kunci kontak atau tidak. Switch ini menjadi
on ketika kunci dimasukkan dan menjadi off ketika kunci dilepaskan.
Gambar 14. Switch peringatan key unlock
f) Sistem Door Courtesy
(Berfungsi untuk mencegah kunci tertinggal, pengaman, dan menghantikan
pengoperasian power window).
Switch ini mendeteksi apakah ada pintu yang terbuka atau tidak, dan akan on
ketika ada pintu yang terbuka dan off saat pintu tertutup.
g) Relay Pengontrol Door Lock
Relay pengontrol door lock (door lock control relay) terdiri dari dua buah
relay dan sebuah IC. Kedua internal relay mengontrol aliran arus yang ke
motor door lock. Internal IC mengontrol kedua relay ini sesuai dengan signal
dari berbagai switch.
b) Cara Kerja Door Lock
Disini kami akan menjelaskan cara kerja pada saat mengunci dan tidak mengunci
dan kunci-kunci pintu dan masing-masing fungsi dari sistem door kock.
Konstruksi dari konektor relay pengontrol door lock dan jumlah terminalnya
kemungkinan berbeda tergantung dari negara setempat, jadi pastikan uantuk
menggunakan buku pedoman reparasi atau electrical wiring yang sesuai.
1. Cara kerja door lock pada saat mengunci
Bila kunci-kunci terkunci sesuai dengan signal dari berbagai switch, Tr1
dalam pengontrol akan menjadi on oleh IC, ketika Tr1 menjadi on, arus mengalir
kekumparan relay No. 1, menyebabkan relay No. 1 menjadi on.
Ketika ralay No. 1 menjadi onarus mengalir kemotor door lock ioseperti
uyang diperlihatkan pada gambar diagram dibawah, semua pintu mengunci.
Gambar 15. Cara kerja rangkain door lock pada saat mengunci
2. Cara kerja door lock pada saat tidak mengunci.
Bila kunci tidak mengunci, Tr2 menjadi on dengan adanya IC. Ketika Tr2
menjadi on, maka relay No. 2 menjadi on dan arus mengalir ko motor door lock
seperti yang diperlihatkan pada sirkuit diagram dibawah, semua pintu tidak
mengunci.
Gambar [Link] kerja rangkaian door lock pada saat tidak mengunci
3. Lock control yang dioperasikan oleh switch pengontrol door lock.
Bila switch pengontrol door lock dogerakkan kesisi lock (mengunci), maka
terminal 10 pada relay pengontrol door lock dihubungkan kemasa melalui switch
pengontrol door lock, menjadikan Tr1 on selama kira-kira 0,2 detik. Ini
menyebabkan seluruh pintu mengunci.
Terminal 10 : Terbuka Massa
Tr1 : On Selama 0,2 detik
: Mengunci
Seluruh pintu
4. Unlock control yang dioperasikan oleh switch pengontrol door lock.
Bila switch pengontrol door lock digerakkan kesisi unlock (tidak mengunci),
maka terminal 11 pada relay pengontrol door lock dihubungkan kemassa melalui
switch pengontrol door lock, menjadikan Tr2 on selama kira-kira 0,2 detik. Ini
menyebabkan seluruh pintu tidak mengunci.
Terminal 11 : Terbuka Massa
Tr2 : On Selama 0,2 detik
: Tidak mengunci
Seluruh pintu
5. Fungsi door key-linked lock
Bila kunci pintu digerakkan kesisi lock, maka terminal 12 pada relay pengontrol
door lock dihubungkan kemassa melalui switch yang dioperasikan oleh kunci. Ini
menyebabkan seluruh pintu tekunci.
Terminal 12 : Terbuka Massa
Tr1 : On Selama 0,2 detik
: Mengunci
Seluruh pintu
6. Fungsi key linked unlock
Tergantung pada daerah tujuan kendaraan, pintu pada sisi pengemudi mungkin
juga dilengkapi dengan fungsi two-step unlock.
Bila kunci pintu diputar kesisi unlock, maka terminal 11 pada relay pengontrol
door lock dihubungkan ke massa melalui switch pengoperasin kunci, menjadikan
Tr2 on selama kira-kira 0,2 detik. Ini menyebabkan seluruh pintu tidak mengunci.
Terminal 11 : Terbuka Massa
Tr2 : On Selama 0,2 detik
: Tidak mengunci
Seluruh pintu
7. Fungsi two step unlock (sisi pengemudi)
Fungsi ini tidak termasuk untuk beberapa negara. Bila kunci digerakkan kesisi
unlock pada pintu sisi pengemudi satu kali, maka secara mekanik hanya akan
membuka pintu pada sisi pengemudi saja. Pada saat ini, terminal 9 pada relay
pengontrol door lock dihubungkan kemassa yang pertama melalui switch
pengoperasian kunci, tetapi Tr2 tidak menjadi on. Bila kunci diputar kesisi unlock
untuk yang kedua kali selama 3 detik, terminal 9 dihubungkan kemassa yang
kedua kali, dengan demikian Tr2 on selama kira-kira 0,2 detik. Ini menyebabkan
seluruh pintu tidak mengunci.
Terminal 10 : Terbuka Massa
Terbuka Massa
(dalam 3 detik)
Tr1 : On Selama 0,2 detik
Seluruh pintu : Tidak mengunci
8. Fungsi pencegah kunci tertinggal.
Fungsi ini tidak terdapat pada sisi pintu penumpang untuk beberapa daerah tertentu.
a. Bila kunci dimasukkan kedalam ignition switch dan tuas pengunci pintu (door
lock lever) tertekan pada saat pintu terbuka, seluruh pintu tidak mengunci.
Hal ini terjadi bila terminal 6 pada relay pengontrol door lock dibuka oleh
switch posisi door lock sambil terminal 7 dihubungkan kemassa melalui
switch peringatan key unlock dan terminal 2 dihubungkan kemassa melalui
switch door countesy, Tr2 menjadi on selama lebih kurang 0,2 detik. Hal ini
menyebabkan seluruh pintu tidak mengunci.
Terminal 10 : Massa
Terminal 2 (14) : Massa
Terbuka
Terminal 6 (5) : Massa
: On Selama 0,2 detik
Tr2
: Tidak Mengunci
b. Bila switch pengontrol door lock digerakkan kesisi lock dengan anak kunci
dimasukkan kedalam ignition switch dan pintu terbuka, maka seluruh pintu
akan mengunci untuk sementara, kemudian terbuka. Hal ini terjadi bila
terminal
10 pada relay pengontrol door lock dihubungkan kemassa melalui switch
pengontrol door lock sambil terminal 7 dan terminal 2 dihubungkan kemassa,
Tr1 menjadi on selama lebih kurang 0,2 detik, kemudian Tr2 menjadi on
selama kurang lebih 0,2 detik. Hal ini menyebabkan seluruh pintu mengunci,
kemudian terbuka.
Terminal 10 : Massa
Terminal 2 (14) : Massa
Massa
Terminal 10 : Terbuka
: On Selama 0,2 detik
Tr1
: On selama 0,2 detik
Tr2
: Mengunci kemudian memmbuka
c. Bila kunci tertutup dengan anak kunci didalam ignition switch dan tuas
pengunci pintu tertekan (mengunci), yaitu bila tuas tersebut ditekan selama
kurang lebih 0,2 detik atau lebih sambil pintu sambil pintu tidak terkunci
melalui pengoperasian seperti (a), kemudian ditutup, pintu-pintu akan
terbuka
setelah kurang lebih 0,8 detik. Apalagi seluruh pintu tidak membuka pada saat
pertama, maka akan membuka lagi setelah kurang lebih 0,8 detik berlalu.
Terminal 10 : Massa
Terminal 6 (5) : Terbuka
Massa
Terminal 2 (14) : Terbuka
: On Selama 0,2 detik, Setelah 0,8 detik
Tr2
: Tidak mengunci
Bila seluruh pintu tidak memmbuka
Tr2 : On selama 0,2 detik, Seteelah 0,8
detik Seluruh pintu : Tidak mengunci
9. Fungsi pengaman
fungsi ini tidak terdapat pada beberapa mobil kendaraan untuk daerah tertentu.
a. Bila kunci-kunci terkunci karena salah satu pengoperasian berikut, pintu-
pintu tidak akan terbuka walaupun switch pengontrol door lock digerakkan
kesisi unlock.
Pintu dikunci dengan anak kunci bila kunci ignition switch berada pada
posisi selain dari posisi ON (biasanya bila anak kunci ditarik keluar dari
ignition switch), dan bila pintu-pintu pada sisi pengemudi dan
penumpang ditutup.
Terminal 1 : 0 volt
Terminal 2 : Terbuka
Terminal 14 : Terbuka
Massa
Terminal 12 : Terbuka
Pintu pada posisi pengemudi (atau sisi penumpang) dikunci dengan
metode penguncian tampa anak kunci (keyless locking) bila ignition
switch berada pada posisi selain dari posisi ON, maka tuas penumpang
(lock lever) pada pintu-pintu sisi pengemudi dan sisi penumpang
ditekan kedalam dan pintu pada sisi pengemudi (atau sisi penumpang)
menutup.
Terminal 1 : 0 volt
Terminal 6 : Terbuka
Terminal 5 : Terbuka
Terminal 14 (2) : Terbuka
Terminal 2(14) : Massa
terbuka
b. Fungsi pengaman akan bebas bila salah satu dari pengoperasian berikut
terjadi:
Ignition switch diputar keposisi ON
Terminal 1 : 12 volt
Switch pengoperasian kunci pada pintu sisi pengemudi diputar satu kali
kesisi unlock
Terminal 9 : Massa
Switch pengontrol door lock digerakkan kesisi unlock dengan tuas
pengunci pintu pada sisi pengemudi atau sisi penumpang tertarik
keluar.
Terminal 6 (5) : Massa
Terminal 11 : Massa
10. Fungsi pengoperasian power window
Fungsi ini tidak terdapat pada beberaa model kendaraan untuk daerah tertentu.
Biasanya power window dioperasikan dengan ignition switch pada posisi ON.
Akan tetapi dengan fungsi ini, sebelum salah satu terbuka, pewer window dapat
dioperasikan selam kurang lebih 60 detik walaupun ignition switch telah diputar
ke off.
Terminal 2 : Terbuka
Terminal 14 : Terbuka
Terminal 1 : 12 volt 0 volt
Tr4 dan Tr3 : On selama 60 detik
Terminal 15
Relay power window : On selama 60 detik
Tr4 dan Tr3 menjadi on ketika ignition switch on, dan outputnya 12 volt
ke relay power window dari terminal 15.
4. Auto Lock
Pengunci pintu sistem auto lock adalah sistem pengunci pintu yang bekerja sendiri
apabila kendaraan berjalan dengan kecepatan lebih dari 20 km/jam. Pada sistem ini
relay pengontrol pintu (door control relay) selain mengontrol kerja sakelar juga
mengontrol kerja speedometer (kecepatan kendaraan). Relay pengontrol pintu
terdiri dari 8 buah transistor yang bekerja berlainan. Dibawah ini adalah keadaan
ON dan OFF nya transistor-transistor pada keadaan yang berlainan.
Kecepatan kendaraan Kecepatan kendaraan Pada saat saklar
Transistor
dibawah 25 km/jam diatas 25 km/jam tertahan (Hold)
Tr1 ON OFF OFF
Tr2 ON OFF OFF
Tr3 OFF OFF ON
Tr4 OFF ON OFF
Tr5 OFF ON OFF
Tr6 OFF OF ON
Tr7 OFF ON OFF
Tr8 OFF ON OFF
Pengunci pintu otomatis (auto lock) diatur oleh dua buah relay yaitu : Door control
relay dan Door control power relay. Sakelar pengatur pintu (door control switch)
dan solenoid pengunci/pembuka pintu (door lock solenoid) terletak pada pintu-
pintu. Speed sensor diletakkan dan berhubungan dengan speedometer yang
berfungsi untuk mensensor kecepatan kendaraan. Sensor speed memberi tanda ON
– OFF pada door control relay. Door control power relay diatur oleh door control
relay. L1 dan P1 pada door control power relay dipergunakan untuk solenoid
pengunci pintu. L2 dan P2 dipergunakan untuk membuka pengunci pintu.
P1 menutup bila L1 dialiri arus listrik, suplai arus L1 diatur oleh ON dari Tr7 dan
Tr8 sedangkan Tr8 = ON bila Tr7 = ON, Tr7 = ON bila Tr6 = ON bila C6 = OFF
(tidak dialiri arus) Tr4 = ON bila Tr2 dan Tr3 = OFF.
IG
Gambar17. Jaringan kelistrikan auto lock
Cara kerjanya adalah sebagai berikut.
1. Pada saat kendaraan berhenti dsn kunci kontsk ON
a. Bila speed sensor OFF maka arus mengalir dari;
Bateray – FL – sakelar IG – sekering wiper – terminal 6 – R 9 - R1 – C1 – D3
– terminal 8 – massa body. C2 diisisi selama C1 disisi. Kapasitas C2 < C1,
jadi C1 lebih dahulu terisi. Pada saat C1 penuh maka C2 terhenti dan C2 akan
melepaskan isinya ke; R3 – terminal 8 – massa body.
b. Bila speed sensor ON maka arus mengalir dari;
Terminal 6 – R5 – R1 – R2 – D1 – terminal 7 – speed sensor (ON) – massa
body. Pada saat ini tidak ada pengisian C1 dan C2, tetapi terjadi pelepasan
isi. C1 melepaskan isinya ke; R2 – D1 – terminal 7 – speed sensor – massa
body. C2 – melepaskan isinya ke; R3 – terminal 8 – massa body.
2. Saat kendaraan lambat (di bawah 20 km/jam)
Pada keadaan ini speed sensor akan ON/OFF secara berselang seling sesuai
dengan kecepatan kendaraan, dengan demikian terjadi pengisian dan pelepasan
dari C1 dan C2. Karena kecepatan rendah maka tegangan di A akan rendah yang
akan mengakibatkan tegangan base Tr1 rendah menyebabkan Tr1 = ON, maka
arus mengalir dari terminal (6) – R 9 – R5 – Tr1 – R6 – terminal 8 – massa body.
Pada saat yang bersamaan arus dari Tr 1 – R8 – base Tr2 (maka Tr2 = ON) –
terminal 8 – massa body.
Tr3 = OFF karena basenya berhubungan dengan D 5 – terminal (5) – solenoid –
massa body. Solenoid tidak bekerja karena arus mengalir kecil. Tr4 = OFF
karena tegangan basenya rendah. Karena Tr4 = OFF maka C6, Tr6, dan
Tr8 yang
mempunyai hubungan massa body pada saat Tr 4 = ON akan mati. Tr5 = OFF
karena tegangan basenya dari P1 (P1 = OFF). P1 = OFF karena L1 tidak dialiri
arus dari Tr8.
3. Saat kecepatan kendaraan di atas 20 km/jam
Pada kecepatan tersebut tegangan titik A akan naik karena semakin seringnya
pelapasan isi C2 yang mengakibatkan Tr1 = OFF. Karena Tr1 = OFF maka Tr2
juga OFF. Base Tr3 berhubungan dengan D5 – terminal 5 – saklar solenoid
pengunci – massa body yang membuat Tr3 = OFF. Karena Tr2 dan Tr3 = OFF
maka tegangan base Tr4 akan naik yang membuat Tr4 = ON. Apbila Tr4 = ON
maka terminal (3) akan berhubungan dengan massa body dan akan
mengakibatkan C6 akan mulai diisi dari terminal (1) – R2,3, - R1,9 – C6 – D1,3 –
Tr4 terminal 8 – massa body dan akibatknya Tr 6 akan rendah tegangannya dan
Tr6 = OFF, sehingga Tr7 tegangan basenya akan naik (arus dari terminal 1 – R2,3
– R2,2
) dan Tr7 = ON. Bila Tr7 = ON tegangan base Tr8 akan turun maka Tr8 = ON.
Karena Tr8 = ON maka arus dari terminal (1) – Tr8 – terminal (7) – L1 –
terminal
(1) power relay – terminal (3) control relay – terminal (8) – massa body maka
L1 menjadi magnet dan P1 akan berhubungan (ON).
Arus dari bateray – terminal (6) power relay – P 1 – terminal (4) power relay –
sakelar solenoid (inter lock) – solenoid – massa body dan solenoid akan menarik
pengunci-pengunci pintu dan pintu-pintu terkunci, kemudian sakelar solenoid
(inter lock) akan membuka dan arus yang ke solenoid terputus sehingga
mencegah solenoid terbakar.
Akibat dari terbukanya inter lock (OFF) terminal (5) control relay tegangannya
akan naik dan arus akan mengalir ke D10 – R1,7 – ke base Tr5 dan Tr5 = ON, akan
tetapi Tr3 masih tetap OFF sebab tegangan base drop.
4. Pada saat pengisian C6. Pada saat pengisian C6 diperlukan waktu 12 18
detik, setelah C6 terisi penuh maka base Tr6 akan naik tegangannya
mengakibatkan Tr6 = ON. Karena Tr6 = ON maka tegangan bse Tr7 = OFF
demikian Tr8 akan menjadi OFF karena tegangan basenya naik; akibatnya L1
tidak dialiri arus lagi dan P1 akan membuka sehingga Tr5 akan OFF karena tidak
ada tegangan pada basenya, sedangkan tegangan base Tr3 akan naik dan
membuat Tr3 = ON, akibatnya base Tr4 akan drop dan Tr4 = OFF. Demikian
selam pintu terkunci hanya Tr3 dan Tr6 yang akan ON.
A. Sistem Wiper
Sistem wiper merupakan sistem yang penting dimana komponen ini
menjamin jarak pandang pengemudi untuk arah depan atau belakang
kendaraan agar tidak terhalang oleh: air hujan, debu dan kotoran. Penghalang
di bersihkan lainnya dengan cara disapu dengan perantara berupa komponen
penyapu. Penggunaanya biasanya digabungkan dengan washer atau
pembersih, saat wiper menyapu kaca, washer atau pembersih menyemprotkan
cairan pembersih, sehingga daya bersihnya lebih bagus. Pada mobil umumnya
menggunakan penghapus tenaga ganda dimana penghapus kaca
yang satunya digerakan oleh wiper link. (Buntarto, 2014:76)
Gambar 2.1 Sapuan wiper blade
(Toyota. 1996. training manual)
Sistem kerja wiper ada beberapa macam yaitu: Tandem System (Sistem
kerja ganda), Opposed System (Sistem kerja berlawanan), Tandem System
With Aerodynamic Characteristics (Sistem ganda dengan karakter
aerodinamik), Singel Arm Wiper System-Not Controlled (Sistem kerja wiper
dengan satu cabang tanpa kontrol), Singel Arm Wiper System Controlled
(Sistem kerja wiper dengan satu cabang menggunakan kontrol).
B. Fungsi Wiper
Wiper merupakan salah satu aksesoris kendaraan yang mempunyai
fungsi membersihkan kaca dari guyuran air hujan, salju, binatang-binatang
kecil, dan mengurangi embun yang menempel pada kaca depan. Pada
penggunaanya sistem wiper dibedakan menjadi beberapa tipe menurut
fungsinya yaitu single speed wiper ( wiper belakang), 2 speed wiper,
intermittent wiper (INT), washer link wiper.
C. Komponen – komponen wiper
1. Baterai
Baterai atau yang banyak dikenal dengan istilah aki, ialah
alat elektrokimia yang dibuat untuk menyuplai listrik ke sistem starter,
sistem pengapian, aksesoris kendaraan, sistem kelistrikan bodi dan
peralatan lainnya. Alat ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia,
yang dikeluarkan bila terdapat sistem yang membutuhkan energi
listrik. Karena menyuplai kebutuhan listrik secara terus menerus,
maka energi kimia yang tersimpan dalam baterai juga akan berkurang,
atau bahkan bisa habis. Oleh karena itu diperlukan alat untuk mengisi
baterai lagi, maka dipasanglah alternator beserta sistemnya (misal
pengatur tegangan) guna melakukan pengisian sehingga baterai akan tetap
terisi energi kimia.
Gambar 2.2 Baterai
([Link])
2. Swicth wiper dan washer
Switch wiper berfungsi untuk menghubungkan arus listrik ke motor.
Terdapat 3 posisi switch yaitu low, high dan intermittent. Switch wiper dan
washer terdapat di tangkai sebelah kiri switch multifungsi pada bagian
bawah kemudi.
Gambar 2.3 Switch wiper dan washer (Dokumentasi, 2015)
3. Motor wiper
Motor wiper adalah sebuah motor magnet dengan gigi reduksi.
Terdapat dua cara yang digunakan untuk menimbulkan medan magnet
motor, tipe wound rotor yang menggunakan lilitan (coil) untuk membuat
elektromagnet, dan tipe ferrite magnet yang menggunakan ferrite magnet
permanen. Akhir-akhir ini ferrite magnet banyak digunakan dan telah
dikembangkan karena lebih kompak, ringan, ekonomis serta menggunakan
motor DC.
Gambar 2.4 Konstruksi motor wiper
(Toyota, 1994:24)
Motor tipe ferrite magnet yang menggunakan magnet permanen
digunakan untuk motor wiper. Motor wiper terdiri dari motor itu sendiri,
dan gigi-gigi yang menyerap kecepatan yang keluar dari motor. Sebuah cam
switch tergabung didalam bagian gigi sehingga wiper akan berhenti setiap
saat pada posisi yang sama.
Motor wiper tipe ferrite menggunakan 3 brush: brush kecepatan
rendah, brush kecepatan tinggi, dan brush biasa (untuk massa).
a. Cam switch
Cam switch terdiri dari cam plate yang dipotong sebagian dan
memiliki 3 kontak point P1, P2 dan P3. Bila bagian yang terpotong pada
cam plate bertemu dengan kontak point, maka arus yang disuplai ke motor
terputus, dan motor berhenti. Hal ini menimbulkan pengereman secara
elektrik, untuk mencegah putaran yang terus menerus yang diakibatkan
oleh inersia.
b. Switch kecepatan motor
Gaya perlawanan electromotive ditimbulkan dalam armature coil
ketika motor berputar, yang bekerja untuk membatasi kecepatan putaran
motor. Bila arus mengalir pada armature coil dari brush kecepatan
rendah, maka akan dihasilkan gaya elektromotive yang besar dan
akibatnya
motor berputar pada kecepatan rendah.
Gambar 2.5 Motor Wiper (Toyota. 1994:24)
Bila arus mengalir pada armature coil brush kecepatan tinggi, maka
akan dihasilkan gaya elektromotive yang kecil dan akibatnya motor
berputar pada kecepatan tinggi.
4. Relay intermittent wiper
Relay ini menyebabkan wiper dapat bekerja secara intermittent.
Saat ini tipe yang disatukan di dalam wiper switch paling banyak
digunakan. Sebuah relay kecil dan sebuah sirkuit transistor, termasuk
capacitor dan resistor tergabung di dalam relay intermittent wiper ini.
Aliran arus ke motor wiper dikontrol oleh internal relay intermittent wiper
sebagai reaksi terhadap signal dari wiper switch, menyebabkan motor
wiper berputar secara intermittent.
Gambar 2.6 Relay intermittent
([Link])
Komponen yang ada pada relay intermittent wiper adalah transistor,
kapasitor, dioda dan resistor. Transistor adalah suata alat semi-konduktor
yang dapat digunakan sebagai amplifikasi (penguat), switching (pemutus dan
penghubung sirkuit), stabilisator tegangan dan juga sebagai modulasi isyarat
(signal). Pada relay intermittent transistor berfungsi sebagai amplifikasi
(penguat) tegangan untuk mengaktifkan relay. Pada umumnya, transistor
memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang disatu terminalnya
mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainya.
Transistor terdapat dalam dua variasi, yaitu NPN dan PNP. Transistor
NPN tersusun dari semikonduktor tipe-P yang diapit oleh semikonduktor
tipe- N, sedangkan transistor PNP tersusun dari semikonduktor tipe-N yang
diapit oleh semikonduktor tipe-P. Pada transistor NPN dan PNP tegangan
diberikan pada arah yang brerlawanan. Pada transistor NPN, tanda panah
menuju ke emitter, sedangkan pada transistor PNP, tanda panah menjauhi
emitter.
Transistor NPN berkerja apabila arus listrik mengalir dari basis ke
emitor arus dapat mengalir dari kolektor ke emitor. Tanda panah
menunjukkan arah arus listrik dalam transistor. Transistor PNP bekerja
apabila arus perangsang mengalir dari emitor ke basis maka arus dapat
mengalir dari emitor ke kolektor.
Kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam
medan listrik dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari
muatan listrik. Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua
kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya
berbentuk tabung. Sedangkan jenis yang lainnya lagi kebanyakan nilai
kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada
kakinya.
Diode zener adalah dioda yang memiliki karakteristik menyalurkan
arus listrik mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan
melampaui batas "tegangan tembus"(breakdown voltage) atau "tegangan
Zener". Ini berlainan dari diode biasa yang hanya menyalurkan arus listrik
ke satu arah.
Dioda Zener Fungsi utamanya adalah untuk menstabilkan tegangan.
Pada saat disambungkan secara paralel dengan sebuah sumber tegangan
yang berubah-ubah yang dipasang sehingga mencatu-balik, sebuah dioda
Zener akan bertingkah seperti sebuah kortsleting (hubungan singkat) saat
tegangan mencapai tegangan tembus diode tersebut. Hasilnya, tegangan
akan dibatasi sampai ke sebuah angka yang telah ditetapkan sebelumnya.
Resistor merupakan komponen elektronik untuk mengatur tegangan
listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan) dapat
memproduksi tegangan listrik nilai tegangan terhadap resistansi berbanding
lurus dengan arus yang mengalir.
5. Tuas wiper
Tuas wiper (wiper link) mengubah gerak putar dari motor wiper
menjadi gerak bolak balik pada poros wiper. Dalam mekanisme tipe
paralel tandem, maka motor mulai memutarkan crank arm bila motor
dihidupkan. Batang penghubung tarik-dorong dihubungkan dengan crank
arm, menyebabkan arm bekerja untuk membuat gerak penghapusan
setengah lingkaran mengelilingi poros pivot. Linking rod lain yang
terpasang pada kerja arm selalu membuat gerak penghapusan setengah
lingkaran secara paralel. Bila poros pivot kiri dan kanan berputar pada arah
yang sama, maka lengan wiper kiri dan kanan dapat bekerja secara paralel.
Gambar 2.7 Tuas wiper (Dokumentasi. 2015)
6. Lengan wiper (wiper arm)
Wiper arm terdiri dari head untuk mengikatnya pada wiper shaft,
sebuah pegas untuk menahan blade, arm piece untuk pemasangan blade
dan retainer untuk menahan keseluruhannya.
Gambar 2.8 Lengan wiper (Toyota. 1996:6-60)
Biasanya wiper dapat menghalangi jarak pengelihatan saat
berhenti, concealed wiper dapat menyempurnakan kelemahan ini
dengan adanya tempat penyimpanan wiper yang terletak antara kaca
dan kap mesin, concealed wiper diklasifikasikan dalam 2 tipe: tipe semi-
concealed, tipe fully-concealed.
Pada tipe semi-concealed, hanya lengan wiper yang disimpan
(tertutup) sedangkan pada tipe fully-concealed lengan wiper dan wiper
blade dapat tersimpan.
Gambar 2.9 Tipe semi concealed (Toyota, 1995:6-60)
Gambar 2.10 Tipe Fully-concealed (Toyota, 1995:6-60)
7. Wiper blade
Wiper blade terdiri dari sebuah karet untuk menyapu permukaan kaca.
Kombinasi dari leaf spring packing dari beberapa lever, dan clip untuk
memasang blade pada bagian wiper arm (lengan wiper).
Gambar 2.11 Wiper blade (Toyota,1995:6-60)
Ada beberapa cara melekatkan blade pada arm yaitu: tipe engsel tengah dan
tipe kancing sebelah.
Gambar 2.12 Tipe engsel tengah dan tipe kancing
sebelah (Toyota, 1995:6-60)
Saat ini metode kancing sebelah tipe sekrup banyak digunakan,
disebabkan tinggi keseluruhannya tidak berlebihan dan mudah memasang
blade pada arm-nya.
8. Sekring ( fuse)
sekring (fuse), fusiblelink yang dipasangkan pada sirkuit kelistrikan
dan sistem kelistrikan untuk melindungi kabel–kabel dan konektor dari
kebakaran karena arus yang mengalir berlebihan. Sekring ditempatkan pada
bagian tengah sirkuit kelistrikan.
Bila dilewati oleh arus yang berlebihan maka akan terbakar dan
putus sehingga kebakaran dapat dihindari. Tipe sekring ada 2, yaitu:
cartridge (tabung) dan blade (kipas).
Gambar 2.13 Sekring Blade
(Dokumentasi, 2015)
Tipe blade banyak digunakan karena lebih kompak dengan elemen
metal dan rumah pelindung yang tembus pandang. Warna dari sekering
merupakan petunjuk kapasitas sekring (5A-30A).
Tabel 2.1 Identifikasi Sekring (Blade)
Kapasitas Identifikasi Warna
5A Coklat Kekuning-
Kuningan 7,5 A Coklat
10 A Merah
15 A Biru
20 A Kuning
25 A Tidak Berwarna
30 A Hijau
D. Washer
Washer berfungsi untuk menyempurnakan fungsi dari wiper blade dan
mengurangi beban pada motor dengan membersihkan debu dan binatang-binatang
kecil di kaca depan dan belakang dengan cairan pembersih. Washer tipe listrik
umumnya paling banyak digunakan, tipe washer listrik terdiri dari tangki washer,
motor, selang dan nozzle.
Gambar 2.14 Washer (Toyota, 1995:6-61)
1. Tangki washer
Bentuk tangki washer (washer tank) bervariasi tergantung pada
posisi penempatan dan tempat yang tersedia.
Gambar 2.15 Tangki washer
(Toyota,1995:6-61)
2. Motor washer (pompa)
Motor washer menggerakan pompa mengeluarkan cairan pembersih
dari [Link] beberapa tipe pompa: tipe gigi (gear type), tipe squeeze dan
tipe sentrifugal. Tipe sentrifugal lebih banyak penggunaanya sebab
memiliki daya tahan yang kuat untuk digunakan karena bagian-bagian
yang bersentuhan kecil sekali.
Gambar 2.16 Motor washer
(Toyota, 1995:6-61)
Pompa sentrifugal hanya mampu mengirim cairan washer untuk
pembersih, tetapi tidak mampu menghisap cairan ke atas dari tangki, maka
pompa dipasangkan dibagian bawah tangki.
3. Nozzle
Nosel dibuat dari pipa tembaga, aluminium atau resin dengan satu
atau dua lubang. Dewasa ini, hanya digunakan nosel resin dengan lubang
penyetelan (adjusting orifice).
Gambar 2.17 Nozzle (Toyota, 1995:6-62)
Diameter lubang orifice 0,8 – 1,0 mm dan jumlahnya 1- 2 buah.
Jenis yang normal mempunyai bentuk pengeluaran dari masing- masing
lubang tanpa penyebaran.
Gambar 2.18 Titik penyemprotan cairan washer (Toyota, 1995:6-62)
E. Cara Kerja
1. Saat wiper switch pada posisi MIST
Bila wiper switch pada posisi mist arus mengalir ke motor wiper
(Lo) seperti yang diperlihatkan dalam diagram dan wiper bekerja pada
kecepatan rendah.
Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse
wiper switch MIST point
terminal B terminal +1
motor wiper (Lo) massa
Gambar 2.19 Diagram wiring Wiper Switch Posisi Mist
(Toyota, 2004:66-5)
2. Saat wiper switch diputar ke off
Wiper switch diputar ke off ketika motor wiper sedang bekerja, arus
mengalir ke motor wiper (lo) seperti pada diagram dan wiper bekerja pada
kecepatan rendah.
Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse
cam switch point B Terminal S Relay point A
wiper switch OFF point terminal +1 motor wiper (Lo)
massa
Gambar 2.20 Diagram wiring wiper switch off
(Toyota, 2004:66-5)
Ketika wiper mencapai posisi stop, maka cam switch point beralih dari
sisi B ke sisi A dan motor berhenti. Karena tidak ada arus yang mengalir ke
motor wiper. Arus akan terhenti pada terminal B motor wiper.
Gambar 2.21 Diagram wiring cam switch point beralih ke sisi P3
(Toyota. 2004:66-5)
3. Saat wiper switch diputar ke INT. (Intermittent)
a) Wiper switch digerakkan ke posisi INT, Tr1 menjadi on dengan
segera, menyebabkan relay point bergeser dari sisi A ke sisi B
Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse
Terminal B Relay coil Tr1 terminal massa
A2
Ketika relay point bergeser ke sisi B, arus mengalir ke motor (lo) dan
motor mulai berputar pada kecepatan rendah.
Baterai (+) Fusible link ignition switch wiper fuse terminal B
relay point B wiper switch point INT terminal +1 motor
wiper (Lo) massa
Gambar 2.22 Diagram wiring wiper switch INT (Toyota.
2004:66-5)
b) Tr1 segera mati lagi, menyebabkan relay point beralih kembali dari
sisi B ke sisi A. Tetapi sekali motor mulai berputar, cam switch point
beralih dari sisi A ke sisi B, sehingga arus secara terus menerus ke
motor (lo) dan menggerakan wiper pada kecepatan rendah.
Ketika wiper mencapai posisi stop, cam switch point beralih
dari sisi B ke sisi A lagi, dan menghentikan motor. Periode waktu
setelah wiper berhenti telah ditentukan, Tr1 on lagi dengan segera,
menyebabkan wiper kembali bekerja secara intermittent.
4. Saat wiper switch diputar ke low
Gambar 2.23 Diagram wiring kecepatan rendah (Toyota, 2004:66-5)
Bila wiper bergerak ke posisi kecepatan rendah (low speed) arus
mengalir ke motor wiper (Lo) seperti yang diperlihatkan dalam diagram
dibawah dan wiper bekerja pada kecepatan rendah.
Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse
terminal B wiper switch LOW point
terminal +1
motor wiper (Lo) massa
5. Saat wiper switch diputar ke high
Gambar 2.24 Diagram wiring kecepatan tinggi
(Toyota, 2004:66-5)
Bila wiper digerakan ke posisi kecepatan tinggi, arus akan mengalir
ke motor wiper seperti dalam diagram di atas dan wiper bekerja pada
kecepatan tinggi.
Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse
terminal B wiper switch HIGH point terminal +2 motor
wiper (Hi) massa
6. Washer switch diputar ke On
Saat washer switch diputar ke on, arus mengalir ke motor washer.
Gambar 2.25 Diagram wiring washer switch ON
(Toyota, 2004:66-5)
Baterai(+) fusible link ignition switch wiper fuse terminal
1 motor washer terminal 2 motor terminal A1
washer
terminal A2 massa
washer switch
Pada washer yang dihubungkan ke wiper, Tr1 menjadi On sesuai
periode waktunya ketika motor washer bekerja menyebabkan wiper
bekerja pada kecepatan rendah satu atau dua kali. Lamanya Tr1 On
adalah selama kapasitor didalam sirkuit transistor mengisi kembali.
Lamanya kapasitor mengisi kembali tergantung pada lamanya washer
switch On.
7. Pengoperasian wiper dan washer belakang
Gambar 2.26 Diagram wiring wiper dan washer belakang posisi ON
(Toyota, 2004:66-6)
a) Saat wiper dan washer switch belakang diputar ke posisi ON, arus
mengalir sebagai berikut: arus dari baterai mengalir melalui
fusible link ke ignition switch ke wiper fuse. Kemudian dari wiper
fuse arus mengalir menuju terminal positif motor wiper, ke
motor wiper dari motor wiper arus mengalir melewati terminal
negatif motor wiper kemudian ke wiper dan washer switch
terminal +1R belakang, terminal EW (switch yang sama), ground.
Hasilnya wiper belakang aktif.
b) Saat wiper dan washer switch belakang diputar ke posisi dibawah
on (on + wash)
1) Arus mengalir seperti dalam langkah (a)
2) Arus juga mengalir ke washer motor belakang & pompa
sebagai berikut : arus listrik dari baterai mengalir ke fusible
link ke ignition switch ke wiper fuse, dari wiper fuse arus
mengalir ke terminal positif motor wiper ke motor wiper.
Arus dari motor wiper mengalir ke terminal negatif motor
wiper ke wiper dan washer switch terminal WR ke terminal
+1R kemudian ke terminal EW lalu massa. Hasilnya wiper dan
washer belakang bekerja pada saat yang bersamaan.
Gambar 2.27 Diagram wiring wiper dan washer posisi On+ Wash
(Toyota, 2004:66-6)
c) Saat wiper dan washer switch belakang diputar ke posisi wash, arus
mengalir ke washer motor belakang sebagai berikut: arus dari
baterai mengalir melalui fusible link ke ignition switch ke wiper fuse.
Arus dari wiper fuse diteruskan ke washer motor belakang kemudian
ke terminal WR wiper switch ke terminal EW wiper switch kemudian
massa. Hasilnya, motor washer akan berputar dan memompa air
keluar dari tangki.
Gambar 2.28 Diagram wiring wiper dan washer belakang posisi wash
(Toyota, 2004:66-6)
B. Penilaian
1. Diagnostik Non Kognitif
a. Apakah ada yang tahu hari ini kita akan mempelajari tentang apa?
b. Kabar kalian hari ini bagaimana?
C. Penilaian Formatif
1. Rubrik Penilaian Sikap
No Aspek Skor
1. Percaya Diri 4
Peserta didik berperan aktif 3
dan aktusias dalam proses 2
pembelajaran 1
2. Kerja Sama 4
Peserta didik tidak bersikap 3
egois dan dapat bekerja 2
sama dalam tim. 1
3 Tanggungjawab 4
bPeserta diidk mempunyai 3
sikap disiplin saat proses 2
pembelajaran berlangsung 1
2. Rubrik Penilaian Pengetahuan
Jenis tes : Tertulis
Bentuk soal : Uraian
Lembar Penialain
No Nama Butir Soal Jumlah skor Nilai
1 2 3 4 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Nilai = (Jumlah skor : skor maksimal) x 100
3. Rubrik Penilaian Keterampilan
Format penialain ketrampilan mempresentasikan hasil diskusi
No Nama Nilai Kriteria Jumlah
Pengetahuan Informasi Ket. Menyajikan Skor
1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Evaluasi
1. Jelaskan fungsi utama sistem wiper dan washer pada kendaraan serta manfaatnya bagi
keselamatan berkendara!
2. Sebutkan tujuh komponen utama sistem wiper dan jelaskan secara singkat fungsi
masing-masing!
3. Bagaimana cara kerja wiper saat switch diputar ke posisi INT (intermittent)? Jelaskan
alur arus listrik dan peran relay intermittent serta cam switch!
4. Jelaskan fungsi dan komponen utama washer listrik! Bagaimana washer membantu
kinerja wiper?
5. Apa perbedaan antara semi-concealed wiper dan fully-concealed wiper? Jelaskan
keunggulan masing-masing tipe!
Kunci Jawaban
1. Fungsi utama wiper dan washer:
o Wiper: membersihkan kaca dari air hujan, debu, salju, dan kotoran agar jarak
pandang pengemudi tetap jelas.
o Washer: menyemprotkan cairan pembersih ke kaca agar kotoran lebih mudah
dibersihkan.
o Manfaat: meningkatkan keselamatan berkendara dengan memastikan
pandangan pengemudi tidak terganggu.
2. Tujuh komponen utama wiper dan fungsinya:
o Baterai (Aki): menyuplai listrik ke sistem wiper.
o Switch wiper/washer: menghubungkan arus listrik ke motor wiper, mengatur
kecepatan dan posisi.
o Motor wiper: menggerakkan lengan wiper untuk menyapu kaca.
o Cam switch: menghentikan motor di posisi awal dan membuat pengereman
elektrik.
o Relay intermittent wiper: membuat wiper bekerja secara berkala (intermittent).
o Tuas wiper (linkage): mengubah gerak putar motor menjadi gerak bolak-balik
lengan wiper.
o Wiper blade & arm: menyapu kaca secara mekanis, memastikan permukaan
kaca bersih.
3. Cara kerja wiper posisi INT (intermittent):
o Switch wiper diputar ke INT → transistor (Tr1) aktif → arus mengalir ke relay
intermittent → motor wiper bergerak pada kecepatan rendah → cam switch
memastikan wiper berhenti di posisi awal → setelah periode tertentu,
transistor kembali aktif → wiper bergerak lagi secara berkala.
4. Fungsi dan komponen washer listrik:
o Fungsi: menyemprotkan cairan pembersih ke kaca untuk meringankan kerja
wiper dan meningkatkan kebersihan kaca.
o Komponen utama: tangki washer, motor washer (pompa), selang, dan nozzle.
o Washer membantu kinerja wiper dengan melembabkan dan membersihkan
kotoran sehingga wiper tidak bekerja terlalu keras.
5. Perbedaan semi-concealed dan fully-concealed wiper:
o Semi-concealed: hanya lengan wiper yang tersimpan saat berhenti; blade tetap
terlihat.
o Fully-concealed: lengan dan blade tersimpan rapi antara kaca dan kap mesin.
o Keunggulan: Fully-concealed lebih rapi, estetis, dan mengurangi gangguan
jarak pandang saat wiper berhenti.