0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan36 halaman

8

Modul ajar ini disusun oleh Muhammad Affan Baihaqi untuk SMK Muhammadiyah 6 Gml, bertujuan untuk mengajarkan perawatan sistem wiper dan washer pada kendaraan. Peserta didik diharapkan dapat memahami fungsi dan komponen sistem tersebut serta menerapkan prosedur keselamatan kerja. Pembelajaran dilakukan melalui metode Problem Based Learning dengan kegiatan diskusi, presentasi, dan evaluasi untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Diunggah oleh

setiawatiindra2502
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan36 halaman

8

Modul ajar ini disusun oleh Muhammad Affan Baihaqi untuk SMK Muhammadiyah 6 Gml, bertujuan untuk mengajarkan perawatan sistem wiper dan washer pada kendaraan. Peserta didik diharapkan dapat memahami fungsi dan komponen sistem tersebut serta menerapkan prosedur keselamatan kerja. Pembelajaran dilakukan melalui metode Problem Based Learning dengan kegiatan diskusi, presentasi, dan evaluasi untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Diunggah oleh

setiawatiindra2502
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

KONSENTRASI KEAHLIAN
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Muhammad Affan Baihaqi, S.T
Instansi : SMK Muhammadiyah 6 Gml
Tahun Ajaran : 2023/2024
Jenjang Sekolah : SMK
Mata Pelajaran : Konsentrasi Keahlian
Fase/Kelas : F / XI
Elemen : Elektrikal Kendaraan Ringan
Materi : Melakukan Perawatan Wiper Dan Washer
Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 45)
Capaian Pembelajaran (CP) :
Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perawatan baterai serta perawatan dan
overhaul (pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan dan pemasangan) pada: jaringan
kelistrikan, system penerangan dan sistem lampu tanda, sistem wiper dan washer, sistem
power window dan central lock, elektrical mirror, sistem starter, sistem pengisian, sistem
pengapian, sistem AC, sistem audio-video. Setiap pekerjaan dilakukan sesuai Prosedur
Operasional Standar (POS). Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau peraturan
keselamatan kerja yang berlaku.
B. KOMPETENSI AWAL
Peserta didik mampu memahami fungsi dasar sistem kelistrikan pada kendaraan.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
b. Gotong-royong
c. Mandiri
d. Berfikir kritis
e. Kreatif

D. SARANA DAN PRASARA


 Laptop
 LKPD
 Buku Paket
 Papan Tulis
 Spidol
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik regular
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model : Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Metode : Ceramah, diskusi, dan tanya jawab
Moda : Tatap Muka
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
 Peserta didik dapat memahami pengertian sistem wiper dan washer.
 Peserta didik dapat mengetahui fungsi baterai sistem wiper dan washer.
 Peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen sistem wiper dan washer.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik memahami fungsi dan komponen sistem wiper dan washer serta perannya
dalam keselamatan dan kenyamanan berkendara.

C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apa yang terjadi jika wiper mobil tidak berfungsi saat hujan deras?
 Mengapa baterai penting untuk sistem wiper dan washer?
 Pernahkah kamu melihat wiper tidak bersih membersihkan kaca? Menurutmu,
komponen apa yang mungkin bermasalah?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. PENDAHULUAN
1. Guru memberi salam serta menanyakan kabar peserta didik.
2. Guru meminta peserta didik untuk memimpin doa sesuai dengan keyakinannya.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik.
4. Guru mengkondisikan kelas sebelum dimulainya pembelajaran.
5. Guru meminta peserta didik untuk mempersiapkan peralatan belajarnya.
6. Guru meminta peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan.
7. Guru memberikan apersepsi kepada siswa dengan mengaitkan pembelajaran hari
ini dengan pembelajaran sebelumnya.
8. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari oleh peserta didik dan
membacakan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
B. KEGIATAN INTI
Orientasi Peserta Didik Pada Masalah
1. Peserta didik ditayangkan Powerpoint terkait dengan materi yang akan
dipelajari hari ini.
2. Guru peserta didik melakukan tanya jawab
3. Guru Mengapresiasi jawaban yang disampaikan oleh peserta didik.
Mengorganisasikan Peserta Didik Untuk Belajar
[Link] didik berkelompok untuk bersama mempelajari macam-macam jenis baterai.
[Link] kelompok mendiskusikan sesuai dengan pemahaman peserta didik
[Link] didik mendapatkan arahan dari guru tentang bagaimana cara mengerjakan
LKPD.
[Link] didik mendiskusikann LKPD yang diberikan oleh guru bersama dengan
kelompoknya.
Membimbing Penyelidikan Individu Maupun Kelompok
1. Secara berkelompok peserta didik berdiskusi sesuai dengan tugas yang
didapatkannya.
2. Guru berperan sebagai fasilitator.
3. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan
yang terdapat pada LKPD
4. Guru melakukan asesmen non tes selama kegiatan diskusi berlangsung,
dimennsi profil pelajar panncasila yaitu bernalar kritis dan gotong royong.
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Diskusi
1. Peserta didik secara berkelompok menuliskan hasil diskusinya pada LKPD.
2. Peserta didik secara berkelompok menpresentasikan hasil diskusinya di depan
kelas.
3. Guru membimbing jalannya presentasi
4. Guru melakukan asesmen non tes dimensi profil Pancasila yaituu gotong
royong.
5. Kelompok yang lain menyimak dan menanggapi hasil pemaparan dari
kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya (Critical thinking,
communication, collaboration).
Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Penyelesaian Masalah
1. Guru dan peserta didik melakukan ice breaking bersama.
2. Guru memberikan tanggapan dan penguatan terhadap hasil diskusi dan
presentasi yang telah dilakukan oleh peserta didik.
3. Guru memberikan apresiasi atas pembelajaran yang telah dilakukan pada hari
ini.
C. KEGIATAN PENUTUP
1. Guru memberikan lembar evalusasi pada peserta didik.
2. Guru bersama dengan peserta didik menarik kesimpulan dari pembelajaran yang
telah dilakukan hari ini.
3. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini bersama dengan peserta didik.
4. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan dilakukan pada pembelajaran
berikutnya.
5. Peserta didik menyanyikan lagu daerah berjudul Gundul-Gundul Pancul.
(Creativity dan Collaboration)
6. Guru menutup pembelajaran dengan berdo’a yang dipimpin oleh salah satu
anggota kelas.
E. ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik : Pertanyaan pemantik
2. Asesmen Formatif
a. Sikap
-Teknik : Non Tes
-Jenis : Pengamatan/observasi
-Bentik : Lembar observasi
b. Pengetahuan
-Teknik : Tes
-Jenis : Tertulis
-Bentuk : Uraian
c. Keterampilan
-Teknik : Non Tes
-Jenis : Presentasi
-Bentuk : Rubrik
F. REMIDIAL DAN PENGAYAAN
 Pengayaan
Peserta didik dengan nilai di atas rata-rata akan diberikan tugas pengayaan dengan
diberikan soal-soal berupa studi kasus.
 Remidial
Peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah KKM maka akan diberikan
bimbingan dengan kembali mengerjakan soal yang serupa
G. REFLEKSI
Tabel Refleksi Guru

No Pertanyaan Jawaban
1. Bagaimana tanggapan siswa terhadap
kegiatan pembelajaran yang saya rancang?
2. Bagaimana respon siswa terhadap media
pembelajaran yang dilakukan? (Apakah
media tersebut sesuai dan mempermudah
siswa untuk menguasai materi yang
diajarkan?)
3. Bagaimana tanggapan siswa terhadap
metode/teknik pembelajaran yang saya
gunakan?

Tabel Refleksi Siswa

No Pertanyaan
1. Apakah kalian menyukai cara kita belajar hari ini?
2. Apakah ada kesulitan pada materi hari ini?
3. Apa yang kalian lakukan untuk lebih memahami materi hari ini?

4. Apa saja hal baik yang diperoleh selama proses pengajaran?

5. Apakah kalian punya cara sendiri untuk memahami materi ini?

H. LAMPIRAN
Bahan Ajar
Lembar Penilaian
Soal Evaluasi
Kunci Jawaban

Gemolong, 2 Juli 2023

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Umar Jahid Nasoha,[Link] Muhammad Affan Baihaqi,S.T


LAMPIRAN
A. Bahan Ajar
A. Sistem Wiper

Sistem wiper merupakan sistem yang penting dimana

komponen ini menjamin jarak pandang pengemudi untuk

arah depan atau belakang kendaraan agar tidak terhalang

oleh: air hujan, debu dan kotoran. Penghalang di bersihkan

lainnya dengan cara disapu dengan perantara berupa

komponen penyapu. Penggunaanya biasanya

digabungkan dengan washer atau pembersih, saat

wiper menyapu kaca, washer atau pembersih

menyemprotkan cairan pembersih, sehingga daya

bersihnya lebih bagus. Pada mobil umumnya

menggunakan penghapus tenaga ganda dimana

penghapus kaca

yang satunya digerakan oleh wiper link. (Buntarto, 2014:76)


Gambar 2.1 Sapuan wiper blade
(Toyota. 1996. training manual)
Sistem kerja wiper ada beberapa macam yaitu: Tandem System (Sistem

kerja ganda), Opposed System (Sistem kerja berlawanan), Tandem System

With Aerodynamic Characteristics (Sistem ganda dengan karakter

aerodinamik), Singel Arm Wiper System-Not Controlled (Sistem kerja wiper

dengan satu cabang tanpa kontrol), Singel Arm Wiper System Controlled

(Sistem kerja wiper dengan satu cabang menggunakan kontrol).

B. Fungsi Wiper

Wiper merupakan salah satu aksesoris kendaraan yang mempunyai

fungsi membersihkan kaca dari guyuran air hujan, salju, binatang-binatang

kecil, dan mengurangi embun yang menempel pada kaca depan. Pada

penggunaanya sistem wiper dibedakan menjadi beberapa tipe menurut

fungsinya yaitu single speed wiper ( wiper belakang), 2 speed wiper,

intermittent wiper (INT), washer link wiper.

C. Komponen – komponen wiper

1. Baterai

Baterai atau yang banyak dikenal dengan istilah aki, ialah

alat elektrokimia yang dibuat untuk menyuplai listrik ke sistem starter,

sistem pengapian, aksesoris kendaraan, sistem kelistrikan bodi dan

peralatan lainnya. Alat ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia,

yang dikeluarkan bila terdapat sistem yang membutuhkan energi

listrik. Karena menyuplai kebutuhan listrik secara terus menerus,


maka energi kimia yang tersimpan dalam baterai juga akan berkurang,

atau bahkan bisa habis. Oleh karena itu diperlukan alat untuk mengisi

baterai lagi, maka dipasanglah alternator beserta sistemnya (misal

pengatur tegangan) guna melakukan pengisian sehingga baterai akan tetap

terisi energi kimia.

Gambar 2.2 Baterai


([Link])
2. Swicth wiper dan washer

Switch wiper berfungsi untuk menghubungkan arus listrik ke motor.

Terdapat 3 posisi switch yaitu low, high dan intermittent. Switch wiper dan

washer terdapat di tangkai sebelah kiri switch multifungsi pada bagian

bawah kemudi.
Gambar 2.3 Switch wiper dan washer (Dokumentasi, 2015)

3. Motor wiper

Motor wiper adalah sebuah motor magnet dengan gigi reduksi.

Terdapat dua cara yang digunakan untuk menimbulkan medan magnet

motor, tipe wound rotor yang menggunakan lilitan (coil) untuk membuat

elektromagnet, dan tipe ferrite magnet yang menggunakan ferrite magnet

permanen. Akhir-akhir ini ferrite magnet banyak digunakan dan telah

dikembangkan karena lebih kompak, ringan, ekonomis serta menggunakan

motor DC.

Gambar 2.4 Konstruksi motor wiper

(Toyota, 1994:24)

Motor tipe ferrite magnet yang menggunakan magnet permanen

digunakan untuk motor wiper. Motor wiper terdiri dari motor itu sendiri,
dan gigi-gigi yang menyerap kecepatan yang keluar dari motor. Sebuah cam

switch tergabung didalam bagian gigi sehingga wiper akan berhenti setiap

saat pada posisi yang sama.

Motor wiper tipe ferrite menggunakan 3 brush: brush kecepatan

rendah, brush kecepatan tinggi, dan brush biasa (untuk massa).

a. Cam switch

Cam switch terdiri dari cam plate yang dipotong sebagian dan

memiliki 3 kontak point P1, P2 dan P3. Bila bagian yang terpotong pada

cam plate bertemu dengan kontak point, maka arus yang disuplai ke motor

terputus, dan motor berhenti. Hal ini menimbulkan pengereman secara

elektrik, untuk mencegah putaran yang terus menerus yang diakibatkan

oleh inersia.

b. Switch kecepatan motor

Gaya perlawanan electromotive ditimbulkan dalam armature coil

ketika motor berputar, yang bekerja untuk membatasi kecepatan putaran

motor. Bila arus mengalir pada armature coil dari brush kecepatan

rendah, maka akan dihasilkan gaya elektromotive yang besar dan

akibatnya

motor berputar pada kecepatan rendah.


Gambar 2.5 Motor Wiper (Toyota. 1994:24)

Bila arus mengalir pada armature coil brush kecepatan tinggi, maka

akan dihasilkan gaya elektromotive yang kecil dan akibatnya motor

berputar pada kecepatan tinggi.

4. Relay intermittent wiper

Relay ini menyebabkan wiper dapat bekerja secara intermittent.

Saat ini tipe yang disatukan di dalam wiper switch paling banyak

digunakan. Sebuah relay kecil dan sebuah sirkuit transistor, termasuk

capacitor dan resistor tergabung di dalam relay intermittent wiper ini.

Aliran arus ke motor wiper dikontrol oleh internal relay intermittent wiper

sebagai reaksi terhadap signal dari wiper switch, menyebabkan motor

wiper berputar secara intermittent.

Gambar 2.6 Relay intermittent


([Link])

Komponen yang ada pada relay intermittent wiper adalah transistor,

kapasitor, dioda dan resistor. Transistor adalah suata alat semi-konduktor

yang dapat digunakan sebagai amplifikasi (penguat), switching (pemutus dan


penghubung sirkuit), stabilisator tegangan dan juga sebagai modulasi isyarat

(signal). Pada relay intermittent transistor berfungsi sebagai amplifikasi

(penguat) tegangan untuk mengaktifkan relay. Pada umumnya, transistor

memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang disatu terminalnya

mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainya.

Transistor terdapat dalam dua variasi, yaitu NPN dan PNP. Transistor

NPN tersusun dari semikonduktor tipe-P yang diapit oleh semikonduktor

tipe- N, sedangkan transistor PNP tersusun dari semikonduktor tipe-N yang

diapit oleh semikonduktor tipe-P. Pada transistor NPN dan PNP tegangan

diberikan pada arah yang brerlawanan. Pada transistor NPN, tanda panah

menuju ke emitter, sedangkan pada transistor PNP, tanda panah menjauhi

emitter.

Transistor NPN berkerja apabila arus listrik mengalir dari basis ke

emitor arus dapat mengalir dari kolektor ke emitor. Tanda panah

menunjukkan arah arus listrik dalam transistor. Transistor PNP bekerja

apabila arus perangsang mengalir dari emitor ke basis maka arus dapat

mengalir dari emitor ke kolektor.

Kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam

medan listrik dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari

muatan listrik. Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua

kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya

berbentuk tabung. Sedangkan jenis yang lainnya lagi kebanyakan nilai


kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada

kakinya.

Diode zener adalah dioda yang memiliki karakteristik menyalurkan

arus listrik mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan

melampaui batas "tegangan tembus"(breakdown voltage) atau "tegangan

Zener". Ini berlainan dari diode biasa yang hanya menyalurkan arus listrik

ke satu arah.

Dioda Zener Fungsi utamanya adalah untuk menstabilkan tegangan.

Pada saat disambungkan secara paralel dengan sebuah sumber tegangan

yang berubah-ubah yang dipasang sehingga mencatu-balik, sebuah dioda

Zener akan bertingkah seperti sebuah kortsleting (hubungan singkat) saat

tegangan mencapai tegangan tembus diode tersebut. Hasilnya, tegangan

akan dibatasi sampai ke sebuah angka yang telah ditetapkan sebelumnya.

Resistor merupakan komponen elektronik untuk mengatur tegangan

listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan) dapat

memproduksi tegangan listrik nilai tegangan terhadap resistansi berbanding

lurus dengan arus yang mengalir.

5. Tuas wiper

Tuas wiper (wiper link) mengubah gerak putar dari motor wiper

menjadi gerak bolak balik pada poros wiper. Dalam mekanisme tipe

paralel tandem, maka motor mulai memutarkan crank arm bila motor

dihidupkan. Batang penghubung tarik-dorong dihubungkan dengan crank

arm, menyebabkan arm bekerja untuk membuat gerak penghapusan


setengah lingkaran mengelilingi poros pivot. Linking rod lain yang

terpasang pada kerja arm selalu membuat gerak penghapusan setengah

lingkaran secara paralel. Bila poros pivot kiri dan kanan berputar pada arah

yang sama, maka lengan wiper kiri dan kanan dapat bekerja secara paralel.

Gambar 2.7 Tuas wiper (Dokumentasi. 2015)

6. Lengan wiper (wiper arm)

Wiper arm terdiri dari head untuk mengikatnya pada wiper shaft,

sebuah pegas untuk menahan blade, arm piece untuk pemasangan blade

dan retainer untuk menahan keseluruhannya.

Gambar 2.8 Lengan wiper (Toyota. 1996:6-60)


Biasanya wiper dapat menghalangi jarak pengelihatan saat

berhenti, concealed wiper dapat menyempurnakan kelemahan ini dengan

adanya tempat penyimpanan wiper yang terletak antara kaca dan kap

mesin, concealed wiper diklasifikasikan dalam 2 tipe: tipe semi-

concealed, tipe fully-concealed.

Pada tipe semi-concealed, hanya lengan wiper yang disimpan

(tertutup) sedangkan pada tipe fully-concealed lengan wiper dan wiper

blade dapat tersimpan.

Gambar 2.9 Tipe semi concealed (Toyota, 1995:6-60)

Gambar 2.10 Tipe Fully-concealed (Toyota, 1995:6-60)

7. Wiper blade
Wiper blade terdiri dari sebuah karet untuk menyapu permukaan kaca.

Kombinasi dari leaf spring packing dari beberapa lever, dan clip untuk

memasang blade pada bagian wiper arm (lengan wiper).

Gambar 2.11 Wiper blade (Toyota,1995:6-60)

Ada beberapa cara melekatkan blade pada arm yaitu: tipe engsel tengah dan

tipe kancing sebelah.

Gambar 2.12 Tipe engsel tengah dan tipe kancing

sebelah (Toyota, 1995:6-60)

Saat ini metode kancing sebelah tipe sekrup banyak digunakan,

disebabkan tinggi keseluruhannya tidak berlebihan dan mudah memasang

blade pada arm-nya.


8. Sekring ( fuse)

sekring (fuse), fusiblelink yang dipasangkan pada sirkuit kelistrikan

dan sistem kelistrikan untuk melindungi kabel–kabel dan konektor dari

kebakaran karena arus yang mengalir berlebihan. Sekring ditempatkan pada

bagian tengah sirkuit kelistrikan.

Bila dilewati oleh arus yang berlebihan maka akan terbakar dan

putus sehingga kebakaran dapat dihindari. Tipe sekring ada 2, yaitu:

cartridge (tabung) dan blade (kipas).

Gambar 2.13 Sekring Blade

(Dokumentasi, 2015)

Tipe blade banyak digunakan karena lebih kompak dengan elemen

metal dan rumah pelindung yang tembus pandang. Warna dari sekering

merupakan petunjuk kapasitas sekring (5A-30A).

Tabel 2.1 Identifikasi Sekring (Blade)

Kapasitas Identifikasi Warna


5A Coklat Kekuning-
Kuningan 7,5 A Coklat
10 A Merah
15 A Biru
20 A Kuning
25 A Tidak Berwarna
30 A Hijau
D. Washer

Washer berfungsi untuk menyempurnakan fungsi dari wiper blade dan

mengurangi beban pada motor dengan membersihkan debu dan binatang-binatang

kecil di kaca depan dan belakang dengan cairan pembersih. Washer tipe listrik

umumnya paling banyak digunakan, tipe washer listrik terdiri dari tangki washer,

motor, selang dan nozzle.

Gambar 2.14 Washer (Toyota, 1995:6-61)

1. Tangki washer

Bentuk tangki washer (washer tank) bervariasi tergantung pada

posisi penempatan dan tempat yang tersedia.


Gambar 2.15 Tangki washer

(Toyota,1995:6-61)

2. Motor washer (pompa)

Motor washer menggerakan pompa mengeluarkan cairan pembersih

dari [Link] beberapa tipe pompa: tipe gigi (gear type), tipe squeeze dan

tipe sentrifugal. Tipe sentrifugal lebih banyak penggunaanya sebab

memiliki daya tahan yang kuat untuk digunakan karena bagian-bagian

yang bersentuhan kecil sekali.

Gambar 2.16 Motor washer

(Toyota, 1995:6-61)

Pompa sentrifugal hanya mampu mengirim cairan washer untuk

pembersih, tetapi tidak mampu menghisap cairan ke atas dari tangki, maka

pompa dipasangkan dibagian bawah tangki.

3. Nozzle
Nosel dibuat dari pipa tembaga, aluminium atau resin dengan satu

atau dua lubang. Dewasa ini, hanya digunakan nosel resin dengan lubang

penyetelan (adjusting orifice).

Gambar 2.17 Nozzle (Toyota, 1995:6-62)

Diameter lubang orifice 0,8 – 1,0 mm dan jumlahnya 1- 2 buah.

Jenis yang normal mempunyai bentuk pengeluaran dari masing- masing

lubang tanpa penyebaran.

Gambar 2.18 Titik penyemprotan cairan washer (Toyota, 1995:6-62)

E. Cara Kerja

1. Saat wiper switch pada posisi MIST


Bila wiper switch pada posisi mist arus mengalir ke motor wiper

(Lo) seperti yang diperlihatkan dalam diagram dan wiper bekerja pada

kecepatan rendah.

Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse


wiper switch MIST point
terminal B terminal +1
motor wiper (Lo) massa

Gambar 2.19 Diagram wiring Wiper Switch Posisi Mist

(Toyota, 2004:66-5)

2. Saat wiper switch diputar ke off


Wiper switch diputar ke off ketika motor wiper sedang bekerja, arus

mengalir ke motor wiper (lo) seperti pada diagram dan wiper bekerja pada

kecepatan rendah.

Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse


cam switch point B Terminal S Relay point A
wiper switch OFF point terminal +1 motor wiper (Lo)
massa

Gambar 2.20 Diagram wiring wiper switch off

(Toyota, 2004:66-5)
Ketika wiper mencapai posisi stop, maka cam switch point beralih dari

sisi B ke sisi A dan motor berhenti. Karena tidak ada arus yang mengalir ke

motor wiper. Arus akan terhenti pada terminal B motor wiper.

Gambar 2.21 Diagram wiring cam switch point beralih ke sisi P3

(Toyota. 2004:66-5)

3. Saat wiper switch diputar ke INT. (Intermittent)

a) Wiper switch digerakkan ke posisi INT, Tr1 menjadi on dengan

segera, menyebabkan relay point bergeser dari sisi A ke sisi B


Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse
Terminal B Relay coil Tr1 terminal massa
A2

Ketika relay point bergeser ke sisi B, arus mengalir ke motor (lo) dan

motor mulai berputar pada kecepatan rendah.

Baterai (+) Fusible link ignition switch wiper fuse terminal B


relay point B wiper switch point INT terminal +1 motor
wiper (Lo) massa

Gambar 2.22 Diagram wiring wiper switch INT

(Toyota. 2004:66-5)
b) Tr1 segera mati lagi, menyebabkan relay point beralih kembali dari

sisi B ke sisi A. Tetapi sekali motor mulai berputar, cam switch point

beralih dari sisi A ke sisi B, sehingga arus secara terus menerus ke

motor (lo) dan menggerakan wiper pada kecepatan rendah.

Ketika wiper mencapai posisi stop, cam switch point beralih

dari sisi B ke sisi A lagi, dan menghentikan motor. Periode waktu

setelah wiper berhenti telah ditentukan, Tr1 on lagi dengan segera,

menyebabkan wiper kembali bekerja secara intermittent.

4. Saat wiper switch diputar ke low


Gambar 2.23 Diagram wiring kecepatan rendah (Toyota, 2004:66-5)

Bila wiper bergerak ke posisi kecepatan rendah (low speed) arus

mengalir ke motor wiper (Lo) seperti yang diperlihatkan dalam diagram

dibawah dan wiper bekerja pada kecepatan rendah.

Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse


terminal B wiper switch LOW point
terminal +1
motor wiper (Lo) massa

5. Saat wiper switch diputar ke high

Gambar 2.24 Diagram wiring kecepatan tinggi


(Toyota, 2004:66-5)

Bila wiper digerakan ke posisi kecepatan tinggi, arus akan mengalir

ke motor wiper seperti dalam diagram di atas dan wiper bekerja pada

kecepatan tinggi.

Baterai (+) fusible link ignition switch wiper fuse


terminal B wiper switch HIGH point terminal +2 motor
wiper (Hi) massa

6. Washer switch diputar ke On

Saat washer switch diputar ke on, arus mengalir ke motor washer.


Gambar 2.25 Diagram wiring washer switch ON

(Toyota, 2004:66-5)

Baterai(+) fusible link ignition switch wiper fuse terminal


1 motor washer terminal 2 motor terminal A1
washer
terminal A2 massa
washer switch

Pada washer yang dihubungkan ke wiper, Tr1 menjadi On sesuai

periode waktunya ketika motor washer bekerja menyebabkan wiper

bekerja pada kecepatan rendah satu atau dua kali. Lamanya Tr1 On

adalah selama kapasitor didalam sirkuit transistor mengisi kembali.

Lamanya kapasitor mengisi kembali tergantung pada lamanya washer

switch On.

7. Pengoperasian wiper dan washer belakang

Gambar 2.26 Diagram wiring wiper dan washer belakang posisi ON

(Toyota, 2004:66-6)
a) Saat wiper dan washer switch belakang diputar ke posisi ON, arus

mengalir sebagai berikut: arus dari baterai mengalir melalui fusible

link ke ignition switch ke wiper fuse. Kemudian dari wiper fuse

arus mengalir menuju terminal positif motor wiper, ke motor

wiper dari motor wiper arus mengalir melewati terminal negatif

motor wiper kemudian ke wiper dan washer switch terminal +1R

belakang, terminal EW (switch yang sama), ground. Hasilnya

wiper belakang aktif.

b) Saat wiper dan washer switch belakang diputar ke posisi dibawah

on (on + wash)

1) Arus mengalir seperti dalam langkah (a)

2) Arus juga mengalir ke washer motor belakang & pompa

sebagai berikut : arus listrik dari baterai mengalir ke fusible

link ke ignition switch ke wiper fuse, dari wiper fuse arus

mengalir ke terminal positif motor wiper ke motor wiper.

Arus dari motor wiper mengalir ke terminal negatif motor

wiper ke wiper dan washer switch terminal WR ke terminal

+1R kemudian ke terminal EW lalu massa. Hasilnya wiper dan

washer belakang bekerja pada saat yang bersamaan.


Gambar 2.27 Diagram wiring wiper dan washer posisi On+ Wash

(Toyota, 2004:66-6)

c) Saat wiper dan washer switch belakang diputar ke posisi wash, arus

mengalir ke washer motor belakang sebagai berikut: arus dari baterai

mengalir melalui fusible link ke ignition switch ke wiper fuse. Arus

dari wiper fuse diteruskan ke washer motor belakang kemudian ke

terminal WR wiper switch ke terminal EW wiper switch kemudian

massa. Hasilnya, motor washer akan berputar dan memompa air

keluar dari tangki.


Gambar 2.28 Diagram wiring wiper dan washer belakang posisi wash

(Toyota, 2004:66-6)

B. Penilaian
1. Diagnostik Non Kognitif
a. Apakah ada yang tahu hari ini kita akan mempelajari tentang apa?
b. Kabar kalian hari ini bagaimana?
C. Penilaian Formatif
1. Rubrik Penilaian Sikap
No Aspek Skor
1. Percaya Diri 4
Peserta didik berperan aktif 3
dan aktusias dalam proses 2
pembelajaran 1
2. Kerja Sama 4
Peserta didik tidak bersikap 3
egois dan dapat bekerja 2
sama dalam tim. 1
3 Tanggungjawab 4
bPeserta diidk mempunyai 3
sikap disiplin saat proses 2
pembelajaran berlangsung 1
2. Rubrik Penilaian Pengetahuan
Jenis tes : Tertulis
Bentuk soal : Uraian

Lembar Penialain
No Nama Butir Soal Jumlah skor Nilai
1 2 3 4 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Nilai = (Jumlah skor : skor maksimal) x 100

3. Rubrik Penilaian Keterampilan


Format penialain ketrampilan mempresentasikan hasil diskusi

No Nama Nilai Kriteria Jumlah


Pengetahuan Informasi Ket. Menyajikan Skor
1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Evaluasi

1. Jelaskan fungsi utama sistem wiper dan washer pada kendaraan serta manfaatnya bagi
keselamatan berkendara!

2. Sebutkan tujuh komponen utama sistem wiper dan jelaskan secara singkat fungsi
masing-masing!

3. Bagaimana cara kerja wiper saat switch diputar ke posisi INT (intermittent)? Jelaskan
alur arus listrik dan peran relay intermittent serta cam switch!

4. Jelaskan fungsi dan komponen utama washer listrik! Bagaimana washer membantu
kinerja wiper?

5. Apa perbedaan antara semi-concealed wiper dan fully-concealed wiper? Jelaskan


keunggulan masing-masing tipe!

Kunci Jawaban

1. Fungsi utama wiper dan washer:

o Wiper: membersihkan kaca dari air hujan, debu, salju, dan kotoran agar jarak
pandang pengemudi tetap jelas.

o Washer: menyemprotkan cairan pembersih ke kaca agar kotoran lebih mudah


dibersihkan.

o Manfaat: meningkatkan keselamatan berkendara dengan memastikan


pandangan pengemudi tidak terganggu.

2. Tujuh komponen utama wiper dan fungsinya:

o Baterai (Aki): menyuplai listrik ke sistem wiper.

o Switch wiper/washer: menghubungkan arus listrik ke motor wiper, mengatur


kecepatan dan posisi.

o Motor wiper: menggerakkan lengan wiper untuk menyapu kaca.

o Cam switch: menghentikan motor di posisi awal dan membuat pengereman


elektrik.

o Relay intermittent wiper: membuat wiper bekerja secara berkala (intermittent).


o Tuas wiper (linkage): mengubah gerak putar motor menjadi gerak bolak-balik
lengan wiper.

o Wiper blade & arm: menyapu kaca secara mekanis, memastikan permukaan
kaca bersih.

3. Cara kerja wiper posisi INT (intermittent):

o Switch wiper diputar ke INT → transistor (Tr1) aktif → arus mengalir ke relay
intermittent → motor wiper bergerak pada kecepatan rendah → cam switch
memastikan wiper berhenti di posisi awal → setelah periode tertentu,
transistor kembali aktif → wiper bergerak lagi secara berkala.

4. Fungsi dan komponen washer listrik:

o Fungsi: menyemprotkan cairan pembersih ke kaca untuk meringankan kerja


wiper dan meningkatkan kebersihan kaca.

o Komponen utama: tangki washer, motor washer (pompa), selang, dan nozzle.

o Washer membantu kinerja wiper dengan melembabkan dan membersihkan


kotoran sehingga wiper tidak bekerja terlalu keras.

5. Perbedaan semi-concealed dan fully-concealed wiper:

o Semi-concealed: hanya lengan wiper yang tersimpan saat berhenti; blade tetap
terlihat.

o Fully-concealed: lengan dan blade tersimpan rapi antara kaca dan kap mesin.

o Keunggulan: Fully-concealed lebih rapi, estetis, dan mengurangi gangguan


jarak pandang saat wiper berhenti.

Anda mungkin juga menyukai