0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

KOLONIALISME

Dokumen ini membahas tentang kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh bangsa Barat, terutama di Indonesia, serta pengaruhnya terhadap politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan. Kolonialisme dimotivasi oleh pencarian sumber daya, terutama rempah-rempah, sedangkan imperialisme bertujuan untuk menguasai dan mendapatkan keuntungan dari negara lain. Dampak dari kedatangan bangsa Barat mencakup perubahan sistem pemerintahan, perkembangan ekonomi, pengaruh budaya, serta kemajuan pendidikan yang mendorong kesadaran nasional di kalangan rakyat Indonesia.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

KOLONIALISME

Dokumen ini membahas tentang kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh bangsa Barat, terutama di Indonesia, serta pengaruhnya terhadap politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan. Kolonialisme dimotivasi oleh pencarian sumber daya, terutama rempah-rempah, sedangkan imperialisme bertujuan untuk menguasai dan mendapatkan keuntungan dari negara lain. Dampak dari kedatangan bangsa Barat mencakup perubahan sistem pemerintahan, perkembangan ekonomi, pengaruh budaya, serta kemajuan pendidikan yang mendorong kesadaran nasional di kalangan rakyat Indonesia.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERI PEMBELAJARAN

Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Barat

1. Pengertian kolonialisme
Kolonialisme merupakan berasal dari kata Koloni, koloni menurut bahasa latin adalah
pemukiman. Sebuah upaya yang dilakukan oleh para negara penguasa dalam rangka
menguasai sebuah suatu daerah maupun wilayah untuk bisa mendapatkan sumber daya
disebut dengan kolonialisme.
Kolonialisme secara umum dilakukan oleh negara yang memiliki kekuatan militer yang
kuat. Contohnya seperti Belanda, Spanyol, Portugis, serta Inggris. Negara-negara
tersebut telah berhasil menguasai negara lainnya termasuk Indonesia.
2. Pengertian Imperialisme
Selanjutnya, Imperialisme adalah sebuah istilah yang berasal dari kata “imperator”
artinya memerintah. Sehingga, Imperialisme adalah sebuah sistem dalam dunia politik
yang bertujuan menguasai negara lain dan memperoleh kekuasaan maupun keuntungan
dari negara yang dikuasainya. Imperialisme sendiri sudah ada dari abad ke 19, pada
awalnya yang dicetuskan oleh Benjamin Disraeli yang adalah seorang Perdana Menteri
Inggris saat itu.

Imperialisme sendiri sebenarnya dibagi menjadi 2, yaitu berdasarkan waktu serta


tujuannya, yaitu:
 Imperialisme berdasarkan waktunya:
 Imperialisme kuno, yang telah muncul sebelum dari revolusi industri di Inggris
yang termotivasi dari 3G yaitu Gold, Glory, dan Gospel .
 Imperialisme modern, muncul setelah terjadinya revolusi industri. Terjadi karena
adanya faktor ekonomi serta kebutuhan industri pada saat itu.
 Imperialisme berdasarkan tujuan:
 Imperialisme politik, untuk bisa menguasai seluruh dari kehidupan politik dari
sebuah negara
 Imperialisme ekonomi, untuk menguasai dari sektor perekonomian dari negara
lain
 Imperialisme budaya, untuk bisa menguasai nilai-nilai dari sebuah kebudayaan
suatu negara
 Imperialisme militer, untuk menguasai negara lain karena dianggap memiliki
wilayah strategis serta kuat yang dapat memperkuat sebuah pertahanan
Latar Belakang Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
Kolonialisme serta imperialisme telah lama dilakukan oleh bangsa Eropa bahkan sejak
abad ke-15 di seluruh dunia, hingga pada akhirnya masuk ke nusantara. Pada saat itu, latar
belakang bangsa Eropa masuk ke nusantara memiliki beberapa sebab, seperti jatuhnya
Konstantinopel di bagian Laut Tengah oleh kekuasaan Turki Usmani tahun 1453, merosotnya
perekonomian dan bahkan perdagangan bangsa Eropa hingga terjadinya revolusi industri.
Perlu diketahui bahwa kolonialisme serta imperialisme modern ini muncul setelah
terjadinya revolusi industri dengan tujuan untuk dapat mengembangkan perekonomian bangsa
Eropa. Revolusi industri yang membuat bangsa Eropa membuat sebuah kapal laut yang
digunakan nya untuk menjelajah samudra demi mencari sumber daya di negara bagian lain.
Disamping itu pun, misi tersebut ternyata juga dilakukan untuk menjalani semangat Perang
Salib.

Sehingga dalam upaya tersebut, bangsa Eropa yang mulai menyebar ke seluruh dunia,
pada akhirnya kolonialisme serta imperialisme di Indonesia pun terjadi. Di sisi lain, kejatuhan
Konstantinopel ke bagian tangan Turki Usmani tahun 1453, yang menyebabkan akses bangsa
Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah yang lebih murah di Laut Tengah menjadi tertutup
dan sehingga membuat harga rempah di Eropa meningkat tajam. Bangsa Eropa yang kemudian
terdorong untuk mencari dan akhirnya menemukan wilayah-wilayah penghasil rempah-rempah
ke wilayah baru yang berada di timur Eropa.

Sehingga pada akhirnya mereka semakin berambisi untuk menguasai berbagai negara
untuk merenggut keuntungan ekonomi serta kejayaan akan politik mereka, terutama pada
wilayah-wilayah seperti di lingkungan Indonesia yang menjadi lokasi penghasil rempah-rempah,
seperti pala, cengkih, lada, dan lain-lain. Rempah-rempah yang dihasilkan di negara Indonesia
akhirnya mendorong mereka untuk bisa melakukan kolonialisme serta imperialisme karena
rempah-rempah pada saat itu menjadi sebuah komoditas yang sangat laris di Eropa. Bangsa
Eropa yang kemudian menyebut nusantara sebagai sebutan Hindia.

 Negara yang Menerapkan Kolonialisme dan Imperialisme Zaman Dahulu


1. Spanyol
Dapat disebutkan bahwa negara Spanyol menjadi sebuah bangsa Eropa pertama
bersama Portugis yang membuka jalur perdagangan ke negara India. Negara Spanyol
akan menguasai wilayah Filipina, Meksiko, Karibia, Florida, serta masih banyak lagi.
2. Inggris
Fokus dari kekuasaan negara Inggris berada pada negara India serta pantai timur
Amerika Utara. Setelah tahun 1800, negara Inggris sudah mulai menguasai banyak
negara sehingga menjadi sebuah imperium terbesar di dunia. Sebut saja Australia,
Malaya, Mesir, dan lainnya.
3. Belanda
Dibandingkan dengan wilayah negara Eropa lainnya, negara Belanda menjadi sebuah
negara yang memiliki sumber kekuatan militer yang relatif kecil. Meski negara Belanda
tidak ingin memecah pemerintahannya dengan masyarakat lokal, namun kedudukannya
sangat kuat. Hingga kini Belanda menguasai Hindia Timur, Afrika Selatan, Suriname,
serta Guyana.
 Negara yang Menerapkan Imperialisme
1. Uni Soviet
Banyak diantara negara di Eropa Timur yang telah berhasil dikuasai mereka setelah
kemenangan Perang Dunia II. Negara ini juga membentuk negara bawahan untuk
menjadi melawan blok barat serta bergabung dalam Pakta Warsawa.
2. Kekaisaran Jepang
Melihat dari banyaknya wilayah yang telah berhasil ditaklukkan oleh Kekaisaran Jepang
pada Perang Dunia II memberikan bukti bahwa kekuatan Jepang sangat besar. Negara
ini pun menciptakan sebuah boneka Manchukuo sehingga mengklaim bahwa dataran
Cina sebagai miliknya.
3. Republik Perancis
Pada masa revolusi, negara Perancis mengobarkan perang pada negara monarki Eropa.
Negara ini pun berhasil menaklukkan Belanda. Selain itu pun, wilayah Dataran Rhine
serta Spanyol mempunyai sebuah negara boneka yang ada berada di bawah
pemerintahan kekaisaran Perancis.
 Dampak Perkembangan kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
Kedatangan dari bangsa Barat ke negara Indonesia telah memberikan banyak perubahan pada
kehidupan masyarakatnya. Banyak sekali peninggalan Bangsa Barat yang ada hingga saat ini,
sebagai contoh pendidikan. Perkembangnya pendidikan di Indonesia sendiri sudah ada
semenjak Bangsa Barat masuk. Selain pendidikan pun, masih ada banyak pengaruh lain dari
kedatangan bangsa barat ke dalam Indonesia dari segi politik, sosial, ekonomi, bahkan budaya.
1. Bidang Politik-Pemerintahan
Kedatangan dari Bangsa Barat sendiri memberikan perubahan sistem politik
pemerintahan. Dengan sistem pemerintahan yang pada awalnya sistem kerajaan
perlahan diubah menjadi seperti sistem barat. Hal tersebut bisa terlihat dari masa
pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels yang membagi kekuasaan Belanda di Jawa
yang menjadi 9 provinsi serta 30 Kabupaten.
Kepala pemerintahan dari tiap provinsi disebut dengan nama prefek. Setiap kabupaten
maupun regentschap ini dipimpin oleh seorang Bupati yang diangkat dari kalangan
pribumi. Bupati ini sendiri masih ada hingga masa kini.
Pada pemerintahan Kabupaten sendiri, selain Bupati juga dibantu oleh seorang patih.
Setiap wilayah Kabupatennya dibagi menjadi distrik-distrik, yang dipimpin oleh seorang
Wedana.
Kemudian distrik ini dibagi lagi menjadi Onderdistrik yang dipimpin oleh asisten wedana,
yang hingga pada masa ini disebut dengan Camat. Kemudian barulah ada desa-desa.
Melanjutkan Daendels selanjutnya diangkat Gubernur yang bernama Jenderal Raffles.
Pada masa pemerintahannya, Jawa dibagi menjadi 16 Karesidenan, yang masing-masing
dipimpin oleh seorang Residen serta dibantu asisten Residen. Sebuah sistem yang sudah
dibawa sejak zaman Daendels ini terus akan mengalami perkembangan serta perbaikan.
Pada masa kolonial Belanda, sistem Raffles ini diperbaiki kembali, yang menyatukan
seluruh kekuasaan Belanda pada tahun 1905 yang disebut dengan Pax Neerlandica.
2. Bidang Ekonomi
Selain dengan melakukan reformasi pada bidang politik pemerintahan, belanda juga
melakukan perubahan pada sistem ekonomi tradisional. Tanah-tanah yang pada
awalnya milik para raja yang kemudian dialihkan menjadi milik pemerintahan. Hal
tersebut tentunya sangat sesuai dengan prinsip awal Belanda yang mana ingin
mengumpulkan kekayaan.
Pemerintah yang menerapkan sistem pajak dan harga dari penjualan hasil bumi petani
juga telah ditentukan oleh para pemerintah kolonial. Dengan menjalankan perpindahan
kepemilikan tanah, maka para pemerintah bebas menjalankan apapun dengan tanah
tersebut termasuk dengan menyewakan kepada swasta. Sehingga para pemerintah
dapat mendapatkan pajak tambahan dari pihak swasta untuk dapat terus mengisi kas
pemerintahan.
Pada tahun 1828, dari dalam sistem perbankan yang sudah mulai masuk Indonesia. Bank
pertama adalah De Javasche Bank. Sehingga pada sistem ekonomi uang juga akan
semakin berkembang. Pemerintahan Belanda pun membangun pusat-pusat pelabuhan
untuk kepentingan perdagangan.
Selain itu pun, perkebunan juga akan semakin berkembang, yang mana untuk hasil
tanamnya juga sangat melimpah. Untuk bisa mempermudah pengangkutan hasil tanam,
Belanda menciptakan jalur kereta api. Jalur kereta api ini juga dibuat untuk bisa
mengembangkan sistem transportasi, serta menghubungkannya ke pelabuhan.
Maka dengan adanya sarana dan prasarana yang bisa sangat membantu, perekonomian
Belanda di Indonesia pun juga berkembang dengan cepat. Penghasilan yang bisa diraih
pemerintahan pun semakin memenuhi kas Belanda.
Namun dari perubahan sistem yang terjadi, juga bisa didapatkan manfaatnya bagi
bangsa Indonesia. Hasil dari pengembangan tersebut bahkan dapat dilihat serta dipakai
hingga kini, seperti kereta api, jalan-jalan besar, pelabuhan, sistem bank, serta sistem
uangnya.
3. Bidang Sosial-Budaya
Kedatangan untuk Bangsa Eropa sendiri ke Indonesia juga akan berpengaruh pada
bidang kebudayaan. Beberapa pengaruh tersebut seperti misalnya dalam arsitektur,
cara berpakaian, musik, dan bahkan lainnya. Akan tetapi, dari pengaruh Bangsa Barat ini
tentunya tidak diterima langsung secara mudah oleh para masyarakat, disesuaikan
kembali dengan kultur lokal. Sehingga pada akhirnya memunculkan kebudayaan yang
baru. Dalam sosial masyarakat pribumi sendiri, pada masa penguasaan Bangsa Barat ini
selalu menjadi sebuah golongan yang berada di bawah. Sehingga, pribumi wajib tunduk
serta patuh pada Bangsa Barat.
Bangsa Barat sendiri memandang para orang-orang berkulit putih adalah sebuah
golongan tertinggi dalam kasta sosial tersebut. Orang-orang Timur Asing adalah
golongan kedua. Sedangkan pribumi merupakan sebuah golongan ketiga maupun yang
terendah. Hal tersebut dilakukan kembali untuk menanamkan sebuah pemikiran orang-
orang pribumi, bahwa mereka tidak merupakan lebih baik dari Orang Barat.
Sehingga pada akhirnya mereka harus tunduk, tidak boleh melawan pada Bangsa Barat.
Pemikiran tersebut sengaja di doktrin pada diri masyarakat, sehingga mereka tidak akan
memberontak. Selain dampak negatif tersebut, Bangsa Barat juga membawa masuk
agama kristen masuk dalam ke Indonesia. Sehingga menambah keberagaman agama di
Indonesia.
Dalam kebudayaan masyarakat sendiri, gaya hidup mereka pula semakin bergeser,
khususnya para pribumi golongan atas. Gaya barat sudah mulai mempengaruhi pola
hidup masyarakat, contohnya dalam gaya berpakaian. Perubahan gaya berpakaian itu
tidak hanya untuk meningkatkan strata sosial pada masyarakat saja, namun dilakukan
untuk kepentingan pekerjaan.
Para wanita pribumi mulai mengenal dengan penggunaan dress dalam sebuah pesta-
pesta, pakaian berenda, serta pakaian tidur. Sedangkan untuk para pria sendiri mulai
terbiasa dengan menggunakan jas pada acara-acara pesta maupun dalam melakukan
pekerjaanya.
4. Bidang Pendidikan
Dengan masuknya bangsa barat ke Indonesia, pendidikan pun semakin berkembang ke
arah yang lebih maju. Tidak terlepas dengan adanya politik balas budi atau Politik Etis
yang dilakukan oleh Bangsa Barat, khususnya dengan Pemerintahan Kolonial Belanda.
Sistem ini pun muncul sebagai sebuah bentuk protes dari para kaum liberal Belanda
yang ingin mengecam Pemerintahan Kolonial Belanda yang sudah dinilai menindas para
rakyat.
Dengan tersebarnya keadaan Rakyat Indonesia yang tertindas itu tidak akan lepas dari
para tokoh yang salah satunya bernama Multatuli yang telah menciptakan buku tentang
keadaan masyarakat saat itu yang berjudul Max Havelaar. Selain itu juga ada tulisan
yang mengenai “Utang Kehormatan” dengan Van Deventer yang telah terbit di majalah
Belanda, de Gids. Pada tulisan tersebut dituliskan bahwa Belanda berhutang pada
Bangsa Indonesia atas seluruh kekayaan yang telah mereka dapatkan, maka perlu
dibayar kembali atas kesejahteraan pribumi. Pemikiran dari Van Deventer itu pada
akhirnya dikenal dengan ethische politiek atau dengan sebutan Politik Etis, yang
berfokus pada tiga hal yaitu Perpindahan penduduk, pendidikan, serta irigasi. Maka
pada tahun 1901, Ratu Wilhelmina memberitahukan tentang penyelidikan
kesejahteraan pada Jawa dan politik itupun disahkan.
 Pendidikan dalam Politik Etis
Semenjak politik etis yang diterapkan di Indonesia, yang menjadi sangat besar
pengaruhnya adalah pada bidang pendidikan. Pada awalnya pendidikan ini difungsikan
untuk menghasilkan tenaga kerja pemerintahan serta hanya untuk kalangan warga
Belanda serta priyayi, namun akhirnya sekolah-sekolah rakyat juga semakin
berkembang.
Sekolah-sekolah tersebut diantaranya yaitu bernama Europese Lagere School (ELS),
Hoogere Burgerlijk School (HBS), STOVIA atau sekolah kedokteran, dan lain sebagainya.
Untuk para pribumi disediakan sekolah Kelas Satu yang diperuntukan para kalangan
atas. Sedangkan untuk para rakyat disediakan sekolah Kelas Dua (Sekolah Ongko Loro).
Dengan berkembangnya bidang pendidikan di kalangan pribumi juga menggugah
dengan munculnya rasa kesadaran nasional untuk bisa menjalankan memerdekakan
negara. Muncullah golongan terdidik di kalangan pemuda.
Kebanyakan dari golongan aktivis ini merupakan dari sekolah di STOVIA atau Sekolah
Dokter Jawa. Dengan meluasnya pendidikan serta munculnya juga golongan pemuda
terpelajar semakin tersebar pula rasa nasionalisme mereka dikalangan Bangsa
Indonesia.
Sehingga pada akhirnya muncul juga kesadaran nasional yang bertumbuh dengan
diadakannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Dengan munculnya organisasi-
organisasi pergerakan nasional tersebut. Mulai sejak saat itu, dalam perjuangan
kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak hanya untuk ditempuh dengan melalui jalur fisik,
namun dapat melalui perjuangan organisasi serta diplomasi dalam lingkup internasional.

Anda mungkin juga menyukai