0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Skrip

Dara Wear adalah brand fashion yang didirikan pada tahun 2026, berfokus pada pakaian pria dan wanita yang menggabungkan gaya modern dengan kenyamanan serta komitmen terhadap keberlanjutan. Tim Dara Wear memiliki visi untuk menjadi brand yang elegan, sederhana, dan bertanggung jawab, dengan strategi pemasaran yang mengutamakan kualitas dan pengalaman pelanggan. Dalam perjalanan mereka, tim terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

25080694021
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Skrip

Dara Wear adalah brand fashion yang didirikan pada tahun 2026, berfokus pada pakaian pria dan wanita yang menggabungkan gaya modern dengan kenyamanan serta komitmen terhadap keberlanjutan. Tim Dara Wear memiliki visi untuk menjadi brand yang elegan, sederhana, dan bertanggung jawab, dengan strategi pemasaran yang mengutamakan kualitas dan pengalaman pelanggan. Dalam perjalanan mereka, tim terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

25080694021
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SCRIPT VIDEO ROLE PLAY – DARA WEAR

1. OPENING (CINEMATIC)
(Visual: layar hitam → muncul logo Dara Wear secara perlahan, musik soft &
elegan)
Narator (voice over):
“Di tengah perkembangan dunia fashion yang begitu cepat… tren datang dan pergi
tanpa henti….
(Cut: orang scroll fashion, potongan video fast fashion, pakaian menumpuk, isu
lingkungan)
Narator (VO): “Semua terlihat mudah….semua terlihat instan….tapi dibalik itu…ada
kualitas yang dikorbankan… dan lingkungan yang perlahan terabaikan.”

Narator (VO):
“lalu muncul satu pertanyaan….apakah kita hanya akan mengikuti tren, atau mulai
menciptakan perubahan?”

Narator:
“Dari keresahan itu… lahirlah sebuah ide.
Sebuah langkah kecil… menuju perubahan besar.”
Narator (lebih tegas):
“Inilah… Dara Wear.”
2. PERKENALAN TIM
(Visual cinematic intro tiap anggota, slow motion + nama muncul)
Lia:
“Halo, aku Lia, CEO Dara Wear.
Aku percaya bahwa sebuah brand bukan hanya soal produk…
tapi juga tentang nilai yang dibawa.”
Calvin:
“Aku Calvin, COO.
Tugasku memastikan semua proses berjalan rapi, efisien, dan konsisten dari awal
sampai akhir.”
Naura:
“Aku Naura, Creative Director.
Aku ingin setiap desain Dara Wear punya karakter—simple, elegan, tapi tetap punya
cerita.”
Iftitah:
“Aku Iftitah, Marketing Manager.
Bagiku, brand yang baik bukan hanya dikenal… tapi juga dirasakan oleh
konsumennya.”
Nadya:
“Aku Nadya, CFO.
Aku bertanggung jawab menjaga kestabilan finansial, supaya Dara Wear bisa tumbuh
secara berkelanjutan.”
(Shot bareng)
Semua:
“Kami adalah… Dara Wear!”
3. PROFIL PERUSAHAAN
(Cut antar talent, tone santai tapi informatif)
Talent 1:
“Dara Wear adalah brand fashion yang berdiri pada tahun 2026…”
Talent 2:
“Kami fokus menghadirkan pakaian pria dan wanita yang menggabungkan gaya modern
dengan kenyamanan.”
Talent 3:
“Mulai dari pakaian kasual, outfit muslimah, hingga couple outfit yang bisa dipakai di
berbagai kesempatan.”
Talent 4:
“Lebih dari itu, kami mulai berkomitmen menggunakan bahan dan packaging yang lebih
ramah lingkungan.”
Talent 1 (closing):
“Karena bagi kami, fashion bukan hanya soal penampilan… tapi juga tanggung jawab.”
4. TRANSISI AJAKAN
(Visual jalan bareng, ngobrol santai)
Semua (bergantian / overlap natural):
“Kami masih di awal perjalanan…”
“Masih banyak yang harus dipelajari…”
“Tapi kami yakin…”
Semua (bareng):
“Yuk, ikuti perjalanan kami membangun Dara Wear dari awal!”
5. SCENE MEETING AWAL
(Visual: duduk melingkar, suasana serius tapi hangat)
VISI
Lia:
“Sebelum kita mulai lebih jauh… kita harus sepakat dulu.
Kita ini mau jadi brand seperti apa?”
Naura:
“Aku ingin Dara Wear dikenal sebagai brand yang elegan…
tapi tetap sederhana dan nyaman dipakai siapa saja.”
Nadya:
“Dan menurutku penting banget kita punya nilai sustainability.
Bukan cuma jualan, tapi juga bertanggung jawab.”
Calvin:
“Berarti dari sisi produksi, kita harus efisien tanpa mengorbankan kualitas.”
Iftitah:
“Dan dari sisi branding… kita harus punya identitas yang kuat dan beda dari yang lain.”
Lia (menyimpulkan):
“Oke… jadi visi kita:
menjadi brand fashion modern yang berkualitas, elegan, dan ramah lingkungan.”
MISI
Calvin:
“Kalau visi udah jelas, kita turunin ke misi.”
Naura:
“Kita harus konsisten di kualitas desain dan bahan.”
Iftitah:
“Kita juga harus aktif di digital marketing—biar brand kita bisa dikenal luas.”
Nadya:
“Dan keuangan harus sehat, supaya kita bisa sustain jangka panjang.”
Lia:
“Dan yang paling penting… kita tetap pegang nilai sustainability di setiap langkah.”
STRATEGI (G.R.A.C.E)
Iftitah:
“Tapi kita butuh sesuatu yang bikin kita beda…”
Naura:
“Kayak konsep atau identitas khusus gitu?”
Lia (tersenyum):
“Aku kepikiran satu konsep…”
Semua:
“Apa tuh?”
Lia:
“G.R.A.C.E.”
Calvin:
“Artinya?”
Lia:
“Green — peduli lingkungan.
Relevant — selalu sesuai tren.
Affordable — tetap terjangkau.
Customer Experience — pengalaman pelanggan harus nyaman.
Engaging Marketing — pemasaran yang dekat dengan audience.”
Iftitah:
“Ini kuat sih… bisa jadi ciri khas kita.”
Naura:
“Dan bisa diterapin ke semua aspek brand.”

STRATEGI PEMASARAN 4P)


Lia:
“Lanjut kita rancang strategi fungsionalnya mengenai pemasaran”
Nadya:
“Dari segi produknya, kita fokus ke produk yang mengikuti tren dan nyaman dipakai.
Kategorinya ada one set, casual dan couple outfit dengan kualitas bahan yang nyaman
dan jahitan rapi, serta bahan dan packaging yang digunakan lebih ramah lingkungan ”
Naura:
“Dari segi harganya kita sesuaikan dengan kualitas dan target remaja-dewasa”
Calvino:
“Lalu dari segi tempat penjualannya kita fokus ke penjualan online, lewat instagram,
Tiktok, Shopee dan TiktokShop”
Iftitah:
“Nah promosi yang digunakan itu digital marketing melalui konten foto, video OOTD,
dan tren promosi, kita juga bisa berkolaborasi dengan influencer serta mengadakan
diskon dan promo pada momen tertentu”

6. PRODUKSI (BAHAN & DESAIN)


(Visual: di toko kain)
Naura:
“Kita pilih bahan yang adem, nyaman, dan kalau bisa lebih eco-friendly.”
Calvin:
“Dan tetap harus tahan lama, biar nggak cepat jadi limbah.”
(Cut: desain di laptop / sketch)
Naura:
“Ini draft desain pertama kita… simple, clean, tapi tetap elegan.”
Lia:
“Ini udah sesuai sama identitas kita.”
7. KONVEKSI
(Visual: proses jahit)
Calvin:
“Kualitas jahitan harus rapi, detailnya diperhatikan ya.”
Penjahit:
“Siap, kita pastikan hasilnya maksimal.”
Nadya (pelan):
“Kualitas seperti ini penting… biar customer percaya.”
8. FOTO PRODUK
(Visual photoshoot)
Iftitah:
“Lighting harus soft… biar kesan elegannya keluar.”
Naura:
“Pose-nya natural aja, jangan berlebihan.”
Lia:
“Kita mau terlihat simple… tapi berkelas.”
9. PROMOSI
(Visual bikin konten, poster, share)
Iftitah:
“Kita mulai dari Instagram, TikTok, dan juga promosi offline.”
Calvin:
“Kita harus konsisten posting.”
Naura:
“Visualnya juga harus seragam, biar branding kuat.”
10. ORDER MASUK
(Notif HP ramai)
Nadya:
“Guys… orderan mulai masuk!”
Semua:
“Serius?!”
Iftitah:
“Berarti strategi kita jalan!”
11. PACKING
(Visual packing)
Calvin:
“Pastikan aman dan rapi.”
Naura:
“Dan tetap pakai packaging eco-friendly.”
Lia:
“Detail kecil kayak gini yang bikin brand kita beda.”
12. EVALUASI (REFLEKSI & PERBAIKAN)
(Visual: duduk melingkar, suasana tenang, serius tapi nggak tegang)
Lia:
“Setelah kita menjalankan semua proses ini, aku rasa penting untuk kita berhenti sejenak
dan melihat kembali…
sebenarnya sejauh ini perkembangan kita seperti apa.”
Iftitah:
“Kalau dari sisi marketing, menurutku ada progres yang cukup terlihat.
Konten yang kita buat mulai mendapatkan respon, dan beberapa audience sudah mulai
aware dengan Dara Wear.”
Naura:
“Aku juga ngerasain hal yang sama dari sisi desain.
Beberapa feedback yang masuk cukup positif, terutama karena konsep kita yang simple tapi
tetap elegan itu bisa diterima.”
Nadya:
“Dari sisi keuangan juga masih dalam kondisi aman.
Pengeluaran masih bisa dikontrol, dan belum ada hal yang terlalu mengkhawatirkan.”
(sedikit jeda, masuk ke evaluasi inti)
Lia:
“Berarti bisa dibilang kita sudah berada di jalur yang benar…
tapi tentunya masih ada hal yang perlu kita perbaiki.”
Calvin:
“Betul. Kalau aku lihat, kendala yang paling terasa itu ada di proses produksi.
Waktu pengerjaan kita masih belum seefisien yang kita harapkan.”
Naura:
“Iya, dan itu juga berdampak ke timeline kita secara keseluruhan,
terutama dalam memenuhi permintaan customer.”
Iftitah:
“Selain itu, dari sisi marketing juga masih ada kekurangan.
Jangkauan promosi kita masih terbatas, jadi belum banyak orang yang benar-benar
mengenal brand kita.”
Lia:
“Oke, berarti kita fokus ke dua hal itu—produksi dan promosi.”
Calvin:
“Untuk produksi, kita bisa mempertimbangkan untuk menambah partner konveksi,
supaya prosesnya bisa lebih cepat dan tidak menumpuk di satu tempat saja.”
Naura:
“Aku juga bisa menyesuaikan desain supaya tetap sesuai konsep,
tapi lebih efisien dalam proses pengerjaannya.”
Iftitah:
“Kalau dari marketing, aku ingin mulai mencoba strategi kolaborasi,
misalnya dengan micro-influencer, supaya jangkauan kita bisa lebih luas tapi tetap sesuai
target market.”
Nadya:
“Aku setuju, tapi kita tetap harus perhatikan perhitungan biayanya,
supaya semua langkah yang kita ambil tetap seimbang secara finansial.”
Lia:
“Menurutku ini hal yang wajar dalam proses membangun sebuah brand.
Kita nggak harus langsung sempurna, tapi kita harus tahu di mana kita perlu berkembang.”
Naura:
“Karena yang penting bukan seberapa cepat kita sampai…
tapi seberapa konsisten kita berjalan.”
Iftitah:
“Dan bagaimana kita terus memperbaiki apa yang masih kurang.”
Calvin:
“Selama kita tetap satu arah, aku yakin kita bisa berkembang.”
Nadya:
“Dan menjaga keseimbangan di setiap langkahnya.”

13. PENUTUP
(Visual: semua berdiri, pegang produk, kamera pelan mendekat)
Lia:
“Dari sebuah ide sederhana… hingga menjadi langkah nyata…”
Naura:
“Kami belajar bahwa membangun sebuah brand bukan hanya tentang hasil…”
Iftitah:
“Tapi tentang proses, konsistensi, dan keberanian untuk terus berkembang.”
Calvin:
“Setiap detail yang kami kerjakan… adalah bagian dari komitmen kami.”
Nadya:
“Untuk menghadirkan kualitas, sekaligus tetap bertanggung jawab.”
Lia (closing utama):
“Sekarang, kaLian sudah melihat perjalanan Dara Wear…”
Iftitah:
“Bukan hanya tentang fashion…”
Naura:
“Tapi tentang makna di balik setiap pilihan.”
Semua (tegas & elegan):
“Dara Wear — Grace in Modesty.”
(Logo muncul, musik naik, fade out)

Anda mungkin juga menyukai