PEMERINTAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT
DINAS PEKERJAAN UMUM
Jalan Majapahit No. 08 Telp. 0370 634479 Fax. 0370-622401
M A T A R A M 83261
KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)
PEKERJAAN:
DED AIR MINUM KABUPATEN DOMPU
PROGRAM 27. PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN
AIR MINUM DAN AIR LIMBAH
KEGIATAN 27.01 PENYEDIAAN PRASARANA DAN SARANA AIR
MINUM BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH
SUMBER DANA : APBD
TAHUN ANGGARAN 2015
KERANGKA ACUAN KERJA
A. UMUM
Air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat
diperlukan dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan
pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Sesuai dengan kebijakan
otonomi daerah, penyelenggaraan pelayanan publik kepada
masyarakat di daerah merupakan tanggung jawab pemerintah
kabupaten/kota, termasuk pelayanan air minum. Namun demikian,
Pemerintah Provinsi bertanggung jawab untuk turut menjamin
penyelenggaraan pelayanan air minum yang berkualitas,
sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun
2004 tentang Sumber Daya Air, yaitu (i) terciptanya pengelolaan
dan pelayanan air minum yang bekualitas dengan harga terjangkau,
(ii) tercapainya kepentingan yang seimbang antara konsumen dan
penyedia jasa pelayanan, serta (iii) meningkatnya efisiensi dan
cakupan pelayanan air minum.
Air minum yang layak dikonsumsi adalah air yang sesuai dengan
standart kesehatan, yaitu tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa
dan bila diuji laboratorium tidak mengandung bakteri Estheria Colli.
Melihat kenyataan yang ada diwilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat
ada beberapa kawasan yang masih kekurangan akan air bersih
untuk dikonsumsi maka perlu penanganan segera. Tidak dapat
dipungkiri bahwa distribusi air bersih untuk air minum saat ini masih
belum merata terutama di perdesaan, penduduk di perdesaan
masih banyak yang mengalami permasalahan kurangnya pelayanan
air minum. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan rendahnya tingkat
kesehatan penduduk, sehingga aktivitas sehari-hari pun terganggu.
Apabila ini terus menerus berlangsung terjadi maka kegiatan
perekonomian dan sosial penduduk akan mengalami kemerosotan
yang fatal, sehingga pada gilirannya akan menurunkan
produktivitas penduduk.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah harus memberikan perhatian
yang penuh terhadap hal pelayanan umum di bidang air minum ini
terutama di daerah perdesaan yang masih belum mendapatkan
pelayanan air bersih untuk air minum secara maksimal. Untuk
mempercepat pencapaian tingkat pelayanan air minum khususnya
di kawasan perdesaan terutama bagi masyarakat berpenghasilan
rendah, maka perlu dilaksanakan Pembangunan Sarana dan
Prasarana Air Minum yang melibatkan langsung masyarakat mulai
dari tahap perencanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan.
Salah satu kebijakan Pemerintah Daerah yang mendukung upaya ini
adalah mengembangkan konsep dengan prinsip dasar adanya peran
serta masyarakat sejak tahap perencanaan sampai pemanfaatan,
yang akan diwujudkan dalam bentuk kegiatan Perencanaan
Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum tahun anggaran 2015.
Perencanaan Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum ini
mengambil lokasi di Kabupaten Dompu yang membutuhkan jaringan
pipa untuk pengembangan pelayanan air minum, sehingga semua
masyarakat di daerah ini bisa mendapatkan pelayanan air minum
khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ini merupakan upaya dari Pemerintah Provinsi melalui Program 27.
Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air
Limbah Kegiatan 27.10 Perencanaan Penyediaan Prasarana dan
Sarana Air Minum Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, untuk
memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat perdesaan.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud penyusunan rencana kegiatan ini yaitu memberikan
perencanaan detail (DED) berupa perencanaan sarana dan
prasarana air minum yang nantinya akan digunakan sebagai acuan
dalam proses pekerjaan fisik penyediaan air minum.
Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah :
1. Untuk mendapatkan data teknis dan non teknis yang tersusun
secara sistematis dan akurat yang akan digunakan sebagai
pedoman untuk pembangunan sarana dan prasarana air minum
di masa yang akan datang.
2. Menyediakan gambar kerja yang detail dan estimasi biaya untuk
proses pengadaan pekerjaan fisik/jasa konstruksi
3. Meningkatkan fasilitas lingkungan dengan memberikan fasilitas
layanan jaringan air minum bagi masyarakat.
4. Membantu, mendorong dan meningkatkan sumber kehidupan
masyarakat dalam usaha meningkatkan kesehatan, sosial dan
pendidikan sehingga tercapai suatu kondisi masyarakat yang
sehat dalam pembangunan lingkungannya, dengan
meningkatkan lingkungan sosial dan produktifitas penduduknya.
5. Menambah dan memperluas jaringan untuk kawasan–kawasan
sekitar guna pemerataan akan air minum.
6. Untuk dapat memanfaatkan air yang ada serta mengelolanya.
7. Guna meningkatkan setiap taraf kehidupan masyarakat dan
keadaan yang lebih baik bagi pemakai yang masih belum
memilikinya
C. SASARAN
Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terpenuhinya
kebutuhan air minum untuk masyarakat di daerah perdesaan,
sehingga masyarakat dapat menjalankan kehidupan sehari-hari
dengan baik dan bisa meningkatkan kualitas serta produktivitas
sumber daya manusia.
D. LINGKUP PELAKSANAAN
Lingkup kegiatan ini adalah merencanakan Detail Engineering
Design prasarana dan sarana air minum yang nantinya akan
digunakan sebagai acuan untuk pembangunan sarana dan
prasarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah,
dengan metode pelaksanaan antara lain :
1. Survey Topografi:
a. Survey lahan untuk sistem yang akan dibagun untuk fasilitas
produksi perpipaan dan bangunan penunjang.
b. Pengukuran elevasi berdasarkan datum yang berlaku.
c. Untuk site intake/produksi, instalasi dan reservoir diadakan
pematokan dengan pasak beton.
d. Untuk jalur pipa diadakan pematokan-pematokan yang
dipasang tiap 100 m dengan pasak kayu dan setiap 2 km
dibuat pasak beton.
2. Survey pengamatan kelayakan sumber air yang tujuannya
adalah:
a. Untuk memperoleh data kualitas sumber air yang memenuhi
syarat, meliputi kelayakan apakah telah memenuhi standar
kesehatan untuk dikonsumsi dengan syarat misalnya tidak
berwarna, tidak berbau dan tidak berasa dll.
b. Debit yang memadai untuk memenuhi keperluan masyarakat,
dengan menetapkan volume kebutuhan air minum per-orang
perhari. Disamping itu kontinuitas aliran / debit yang dapat
dipertahankan sehingga dapat diandalkan untuk waktu yang
cukup lama.
3. Survey visual di lapangan, meliputi:
a. Pengamatan langsung pada sumber air bersih/mata air.
b. Menanyakan langsung pada masyarakat lokal tentang
keberadaan sumber air/mata air.
c. pengamatan debit aliran empiris pada sumber air.
4. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait antara lain dengan pihak:
a. Aparatur camat dan desa terkait untuk mensosialisasikan
perencanaan dan pekerjaan yang akan dilaksanakan,
sehingga didapat masukan-masukan yang mendukung
perencanaan dan bisa melibatkan masyarakat langsung mulai
dari perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan dan
pemeliharaan.
b. Pengguna Jasa untuk mendapatkan masukan dan arahan
tentang pelaksanaan kegiatan yang dilakukan.
5. Kajian dan analisis, meliputi:
a. Kondisi lingkungan perencanaan.
b. Jumlah penduduk, sebarannya, pertumbuhan penduduk dan
mata pencaharian sampai beberapa tahun kedepan yang akan
dilayani dan yang belum dilayani.
c. Inventarisasi kondisi sarana prasarana air minum yang ada.
d. Analisis debit yang dibutuhkan.
e. Rencana sistem yang akan digunakan.
e. Analisis diameter pipa yang diperlukan.
f. Analisis dan perhitungan parameter-parameter perencanaan
sarana dan prasarana air minum.
6. Perancangan Rinci (Detail Desaign)
a. Fasilitas Produksi, Reservoir dan Bangunan Penunjang
- Pekerjaan Sipil
Konsultan menyiapkan dan membuat gambar-gambar
detail sistem, gambar-gambar pekerjaan sipil dan gambar-
gambar arsitektur untuk fasilitas produksi (intake, transmisi
air baku, bangunan pengolahan air minum, reservoir,
stasiun pompa, genset/listrik beserta bangunan lainnya).
b. Sistem Transmisi/Distribusi
- Bahan pipa
Konsultan menentukan jenis-jenis bahan pipa yang dapat
digunakan berdasar pertimbangan-pertimbangan teknis.
Evaluasi bahan pipa didasarkan pada usia pakai,
pengadaan stok dalam negeri dan teknis pemasangan
serta kondisi tanah yang dilalui.
- Jalur Pipa
Konsultan menentukan jalur pipa terbaik yang akan
dibangun berdasarkan pertimbangan hitungan/analisa
teknis, hidrolis dan dijamin cepat dalam pemasangan,
rencanakan agar tidak mengganggu lalu lintas dan mudah
dikembangkan untuk masa-masa yang akan datang.
7. Hasil yang harus dicapai
Konsultan wajib menyiapkan dokumen tender antara lain :
Rancangan detail kegiatan, perhitungan dan gambar-gambar
teknis (Shop dan As built drawing), spesifikasi teknis, volume
pekerjaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), análisis harga satuan,
tahapan dan jadwal pelaksanaan serta Rencana Kerja dan Syarat-
syarat (RKS), pada seluruh lokasi yang telah ditetapkan.
8. Daftar prioritas lokasi kegiatan pada dusun-dusun yang
mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih pada desa di
bawah ini:
No. Nama Desa Nama KETERANGAN
Kecamatan
1. Baka Jaya Woja Krisis Air (2015)
2. Kandai Dua Woja Sistem Saneo DDUB
(2015)
3. Ranggo Pajo Desa Budaya/Krisis Air
4. Lepadi Pajo DDUB PK-PAM (2015)
5. Hu’u Hu’u DDUB (2015)
E. NAMA PENGGUNA JASA
Nama Pengguna Jasa adalah Program 27. Program Pengembangan
Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Kegiatan 27.01
Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum Bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah di Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi Nusa Tenggara Barat Seksi Perencanaan Bidang Cipta
Karya.
F. SUMBER PENDANAAN
Dana bersumber dari APBD yang tertuang dalam Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2015 sebesar Rp. 50.000.000,-
(Lima puluh juta rupiah).
G. TENAGA AHLI
Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini
adalah :
a. Team Leader
1. Bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan pelaksanaan
yang bertugas mulai dari kegiatan penjadwalan
pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan pengawasan
pelaksanaan kegiatan lapangan serta penyusunan laporan-
laporan yang menjadi keluaran tugas kegiatan ini. Masa
tugasnya sejak awal sampai tahap akhir kegiatan atau
sampai telah diserahkan seluruh laporan kepada pemberi
tugas.
2. Tenaga Lapangan dalam kegiatan evaluasi dan monitoring
yang bertugas selama kegiatan berlangsung.
3. Personil yang menjadi Ahli Sipil adalah Sarjana Teknik Sipil
yang mempunyai pengalaman 3 (tiga) tahun.
b. Tenaga Ahli Hidrologi
Tenaga ahli, bertugas mulai dari kegiatan penjadwalan
pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan analisis data,
pengawasan pelaksanaan kegiatan lapangan, penyusunan
laporan-laporan yang menjadi keluaran tugas kegiatan ini. Masa
tugasnya sejak awal sampai dengan batas waktu yang telah
ditentukan oleh pengguna jasa.
2. Tenaga Lapangan dalam kegiatan Survey dan Investigasi,
analisis, monitoring dan evaluasi yang bertugas selama
kegiatan berlangsung.
3. Personil yang menjadi Tenaga Ahli antara lain :
Tenaga Ahli Hidrologi/Hidrogeologi, yaitu seorang Sarjana
Teknik Sipil/Teknik Pengairan dengan pengalaman minimal
2 tahun sebanyak 1 orang
c. Tenaga pendukung
Dalam proses pelaksanaan kegiatan diperlukan tenaga
pendukung yang memiliki keahlian sebagai berikut :
1. Tenaga Teknis (Juru Ukur/Surveyor)
2. Tenaga Sub Profesional (CAD/CAM Operator dan Estimator)
3. Operator Komputer/Administrasi
H. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah 60 (enam
puluh) hari kalender dihitung sejak penandatanganan SPMK
(Surat Perintah Mulai Kerja)
I. SISTEMATIKA PELAP0RAN
Untuk dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan
kegiatan secara umum dan koordinasi secara
berkesinambungan dengan pihak Pemberi Tugas, maka laporan
dibawah ini akan disampaikan kepada Pemberi Tugas sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan.
1. Gambar Perencanaan
Gambar perencanaan berisi rancangan gambar-gambar
perencanaan Air Air Minum Kabupaten Dompu yang sesuai
dengan prioritas kebutuhan lengkap dengan detail-detail
(potongan memanjang dan melintang) dan komponen-
komponen penunjangnya, gambar ini diserahkan sebanyak
5 (lima) buku.
2. Rencana Anggaran Biaya (RAB), merupakan perhitungan
detail anggaran biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan
fisik konstruksi. RAB disusun berdasarkan harga satuan
yang telah ditetapkan Pemda Prov. NTB tahun 2015 dan
dibuat sebanyak 5 (lima) buku.
4. Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), merupakan
petunjuk dan arahan lengkap dan akurat tentang syarat-
syarat pelaksanaan pekerjaan fisik dan BOQ (Bill Of
Quality). Dan dibuat sebanyak 5 (lima) buku.
5. Laporan Perencanaan / Laporan Akhir, merupakan laporan
final dari seluruh rangkaian haisil pekerjaan dan
menyimpulkan permasalahan dan hambatan dalam
pekerjaan serta memberi saran dan masukan terhadap
item pekerjaan. Dan dibuat sebanyak 5 (lima) buku.
6. Soft Copy merupakan hasil semua prodak pada pekerjaan
ini di simpan kedalan bentuk CD tau FLASHDISK sebagai
arsip dikemudian hari apabila diperlukan.
Laporan ini dibuat sebanyak 5 (lima) Buku Laporan diserahkan
sebelum berakhir masa kontrak
J. TANGGUNG JAWAB KONSULTAN
1. Konsultan bertanggung jawab secara profesional atas
layanan jasa yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode
tata laku profesi yang berlaku yaitu antara lain :
Menyediakan tenaga ahli sesuai dengan kebutuhan dan
kualifikasi personil.
Mengadakan asistensi dan rapat pembahasan dengan
tim teknis untuk setiap laporan yang telah dibuat.
Menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan memenuhi
seluruh persyaratan administratif yang berlaku.
2. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah sebagai
berikut :
Hasil karya konsultan harus memenuhi persyaratan
sesuai dengan pedoman/KAK.
Hasil karya konsultan yang dihasilkan harus telah
mengakomodasi batasan-batasan serta kendala yang
telah diberikan oleh para pihak yang terlibat dalam
pelaksanaan kegiatan termasuk melalui KAK ini, seperti
pembiayaan, waktu
penyelesaian pekerjaan dan mutu pekerjaan yang akan
diwujudkan.
Hasil karya konsultan harus memenuhi dan dapat
mengakomodasi Peraturan, Standar, Norma dan
Pedoman Teknis yang berlaku.
Konsultan harus menyelesaikan tuganya sesuai dengan
ketentuan waktu yang telah ditetapkan.
Tidak diperkenankan memberikan seluruh tugas yang
telah dipercayakan kepada pihak lain.