0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan29 halaman

Skripsi Rima

Skripsi ini menganalisis pengaruh kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian oli di PT Indo Jaya Perkasa Lubricant Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kedua faktor tersebut memengaruhi minat beli konsumen, terutama dalam konteks kendaraan heavy duty. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi perusahaan dalam meningkatkan daya saing dan strategi pemasarannya.

Diunggah oleh

Ageng Widodo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan29 halaman

Skripsi Rima

Skripsi ini menganalisis pengaruh kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian oli di PT Indo Jaya Perkasa Lubricant Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kedua faktor tersebut memengaruhi minat beli konsumen, terutama dalam konteks kendaraan heavy duty. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi perusahaan dalam meningkatkan daya saing dan strategi pemasarannya.

Diunggah oleh

Ageng Widodo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK


TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN OLI DI PT INDO JAYA
PERKASA LUBRICANT BANJARMASIN
Diajukan sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen

Disusun Oleh :
Rima Adelia 2203010561

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN


UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI
2026
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1


1.1 Latar belakang .................................................................................................................. 1
1.2. Rumusan masalah ............................................................................................................ 4
1.3 Tujuan penelitian .............................................................................................................. 5
1.2. manfaat penelitian ........................................................................................................... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................. 6
2.1 Tinjauan teoristis .............................................................................................................. 6
2.1.1 Kualitas produk ......................................................................................................... 6
2.1.2 Citra Merek ................................................................................................................ 9
2.1.3 Keputusan pembelian .............................................................................................. 12
2.2 Tinjauan empiris ............................................................................................................. 15
2.2.1 Penelitian terdahulu ................................................................................................. 15
2.3 Kerangka berpikir ........................................................................................................... 18
2.4 Hipotesis ......................................................................................................................... 18
BAB III METODE PENELITIAN ....................................................................................... 19
3.1 Jenis Penelitian ............................................................................................................... 19
3.2 Tempat penelitian ........................................................................................................... 19
3.3 Populasi dan Sampel penelitian...................................................................................... 19
3.1.1 Populasi ................................................................................................................... 19
3.1.2 Sampel ..................................................................................................................... 20
3.4 Variabel penelitian dan Operasional variabel ................................................................ 20
3.4.1 Variabel penelitian................................................................................................... 20
3.4.2 Operasional variabel ................................................................................................ 21
3.5 Instrumen penelitian ....................................................................................................... 22
3.6 Teknik pengumpulan data .............................................................................................. 23
3.7 Teknik analisis data ........................................................................................................ 24
3.7.1 Uji validitas dan Rehabilitas instrumen ................................................................... 25
[Link] Uji validitas ...................................................................................................... 25
[Link] Uji rehabilitas ................................................................................................... 25
[Link] Analisis regresi linear berganda ....................................................................... 26
[Link] Uji hipotesis ..................................................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 28

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penggunaan kendaraan bermotor saat ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan utama

masyarakat, tidak hanya untuk keperluan pribadi tetapi juga untuk mendukung berbagai

kegiatan usaha dan industri. Seiring dengan meningkatnya aktivitas tersebut, kebutuhan akan

perawatan kendaraan juga semakin diperhatikan. Salah satu bentuk perawatan yang sangat

penting adalah penggunaan oli pelumas. Oli berfungsi untuk melumasi komponen mesin,

mengurangi gesekan, membantu menjaga suhu mesin, serta mencegah kerusakan yang dapat

terjadi akibat penggunaan kendaraan secara terus-menerus.

Selain kendaraan pribadi, kendaraan operasional dengan beban kerja berat seperti

mobil heavy duty (HD) yang digunakan di sektor pertambangan juga memiliki kebutuhan oli

yang jauh lebih spesifik. Kendaraan tambang umumnya bekerja dalam kondisi ekstrem,

seperti medan berat, beban angkut besar, serta waktu operasional yang panjang. Kondisi

tersebut menuntut penggunaan oli dengan kualitas tinggi agar mesin tetap bekerja secara

optimal dan tidak mudah mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pemilihan oli untuk

kendaraan HD menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan pengguna.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan oli, industri pelumas kendaraan juga

mengalami perkembangan yang cukup pesat. Banyak perusahaan yang menawarkan berbagai

jenis oli dengan keunggulan dan klaim masing-masing. Persaingan antar perusahaan pelumas

pun semakin ketat, baik untuk segmen kendaraan umum maupun kendaraan berat. Kondisi ini

membuat konsumen, termasuk perusahaan tambang, menjadi lebih selektif dalam memilih oli

yang digunakan, karena kesalahan dalam memilih produk dapat berdampak besar pada

operasional dan biaya perawatan kendaraan.

2
PT Indo Jaya Perkasa Lubricant merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di

bidang distribusi dan pemasaran oli pelumas yang berlokasi di Jalan A. Yani Km 1 No. 91,

Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Perusahaan ini dikenal memasarkan produk oli yang banyak digunakan untuk kendaraan

heavy duty (HD), khususnya mobil tambang. Dengan fokus pada segmen kendaraan berat, PT

Indo Jaya Perkasa Lubricant memiliki karakteristik pasar yang berbeda dibandingkan

perusahaan pelumas yang lebih banyak menyasar kendaraan pribadi.

Dalam menghadapi persaingan di pasar oli kendaraan berat, PT Indo Jaya Perkasa

Lubricant tidak hanya dituntut untuk menyediakan produk, tetapi juga harus mampu

meyakinkan konsumen bahwa oli yang ditawarkan memiliki kualitas yang sesuai dengan

kebutuhan operasional kendaraan tambang. Kualitas produk menjadi salah satu faktor utama

yang dipertimbangkan oleh konsumen, karena oli untuk kendaraan HD harus mampu bekerja

dalam tekanan tinggi, suhu ekstrem, serta durasi penggunaan yang lama.

Selain kualitas produk, citra merek juga menjadi faktor penting dalam menarik minat

beli konsumen. Dalam konteks kendaraan tambang, citra merek sering kali berkaitan dengan

keandalan, ketahanan, dan kepercayaan. Konsumen cenderung memilih merek oli yang sudah

memiliki reputasi baik dan dianggap mampu menjaga performa mesin kendaraan berat. Citra

merek yang positif dapat memberikan rasa aman bagi konsumen dalam menggunakan

produk, terutama untuk kendaraan yang memiliki nilai investasi tinggi seperti mobil tambang.

Keputusan pembelian konsumen terhadap oli di PT Indo Jaya Perkasa Lubricant

dipengaruhi oleh bagaimana konsumen menilai kualitas produk yang digunakan serta

bagaimana citra merek perusahaan terbentuk di benak mereka. Jika kualitas oli yang

digunakan terbukti mampu mendukung kinerja kendaraan HD dengan baik dan citra merek

perusahaan dinilai positif, maka minat beli konsumen akan cenderung meningkat.

3
Sebaliknya, jika kualitas produk dirasa kurang atau citra merek belum kuat, hal tersebut dapat

menurunkan minat beli konsumen meskipun produk ditawarkan dengan harga yang

kompetitif.

Berdasarkan kondisi tersebut, PT Indo Jaya Perkasa Lubricant perlu memahami

secara lebih mendalam faktor-faktor yang memengaruhi minat beli konsumennya, khususnya

terkait kualitas produk dan citra merek. Pemahaman ini penting agar perusahaan dapat

menyusun strategi pemasaran dan pengembangan produk yang lebih sesuai dengan

karakteristik pasar kendaraan heavy duty dan tambang.

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis

Pengaruh Kualitas Produk dan Citra Merek terhadap keputusan pembelian Oli di PT

Indo Jaya Perkasa Lubricant Banjarmasin.” Penelitian ini diharapkan dapat memberikan

gambaran yang jelas mengenai bagaimana kualitas produk dan citra merek memengaruhi

minat beli konsumen, khususnya pada segmen kendaraan HD dan tambang, serta dapat

menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan daya saing dan kinerja

pemasarannya di masa mendatang.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian oli di pt. indo

jaya perkasa lubricant Banjarmasin?

2. Apakah citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian oli di pt. indo jaya

perkasa lubricant Banjarmasin?

3. Apakah kualitas produk dan citra merek berpengaruh terhadap keputusan

pembelian oli di pt. indo jaya perkasa lubricant Banjarmasin?

4
1.3 Tujuan penelitian

1. Untuk mengetahui kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian oli

di pt. indo jaya perkasa lubricant Banjarmasin

2. Untuk mengetahui citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian oli di pt.

indo jaya perkasa lubricant Banjarmasin

3. Untuk mengetahui kualitas produk dan citra merek berpengaruh terhadap keputusan

pembelian oli di pt. indo jaya perkasa lubricant Banjarmasin

1.4 Manfaat penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam bidang manajemen

pemasaran, khususnya mengenai pengaruh kualitas produk dan citra merek terhadap

keputusan pembelian. Selain itu, hasil penelitian ini dapat mendukung dan memperkuat teori-

teori yang berkaitan dengan perilaku konsumen.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi PT Indo Jaya Perkasa Lubricant Banjarmasin

Sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas produk dan memperkuat citra

merek guna mendorong keputusan pembelian konsumen.

b. Bagi Peneliti Selanjutnya

Sebagai referensi untuk penelitian dengan topik sejenis.

c. Bagi Penulis

Menambah pengalaman dan pemahaman dalam penelitian kuantitatif di bidang pemasaran.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teoristis

2.1.1 Kualitas Produk

Kualitas merupakan konsep terpenting dalam menciptakan suatu produk. Produk yang

berkualitas adalah produk yang diterima oleh pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan

keinginan pelanggan. Menurut Kotler (2009:54) produk adalah segala sesuatu yang dapat

ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehingga

dapat memuaskan keinginannya atau kebutuhannya. Oleh karena itu perusahaan harus

mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Menurut Kotler dan

Armstrong (2011:258): “Product quality stands the ability of a product to perform its

function. It is includes the product’s overall durability, reliability, precision, ease of operation

and repair, and other value attributes. Some of these attributes can be measured objectively.

From a marketing point of view, however, quality should be measured in term of buyer’s

perception.” Dapat diartikanbahwa kualitas suatu produk adalah kemampuan yang bisa

dinilai dari suatu produk didalam menjalankan fungsinya, yang merupakan suatu gabungan

dari daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan pemeliharaan serta atribut-atribut lainnya

dari suatu produk. Dari segi pemasar kualitas harus diukur dari sudut penglihatan dan

tanggapan pembeli terhadap kualitas itu sendiri. Dalam hal ini selera pribadi sangat

mempengaruhi. Oleh karena itu secara umum dalam mengelola kualitas produk, harus sesuai

dengan kegunaan yang diharapkan. Menurut Kotler (2012: 432) suatu produk dapat

dievaluasi melalui 5 tingkatan produk, yaitu: 1. Core benefit, namely the fundamental service

of benefit that the consumer is really buying, maksudnyabahwacore benefit (manfaat inti),

yaitu manfaat utama yang diinginkan oleh seorang konsumen dalam membeli suatu produk.

6
2. Generic product, namely a basic version of the product, maksudnyabahwa generic product

(produk dasar) yaitu gambaran fisik pada suatu produk 3. Expected product, namely a set of

attributes and conditions that buyers normally expected and agree to purchase that product,

maksudnyabahwa produk yang diharapkan, yaitu sejumlah atribut dan keadaan yang

umumnya diharapkan dan disetujui oleh pembeli pada saat membeli produk tersebut. 4.

Augmented product, namely one that includes additional service and benefits that company’ s

offer from competitor’s offers, maksudnyabahwa manfaat tambahan produk, yaitu suatu

produk yang dapat membedakan produk tersebut dengan produk pesaing. 5. Potential

product, namely all of the augmentations and transformations that this product might

ultimately undergo in the future, maksudnyabahwa potensi produk, yaitu perluasan perubahan

yang mungkin dialami oleh suatu produk di masa yang akan datang. Menurut Akbar (2012:

6), indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas produk antara lain : 1. Kemudahan

penggunaan 2. Daya tahan 3. Kejelasan fungsi 4. Keragaman ukuran produk.

Menurut (AMILIA, 2017) kualitas dari suatu produk menjadi bagian dari

acuanpositioning paling utama teruntuk pemasar. Kinerja produk atau jasa dipengaruhi

secaralangsung oleh kualitas produk, sehingga kualitas secara tegas diidentifikasikan melalui

nilai dan kepuasan konsumen. Bagi sebuah perusahaan, produk mempunyai peranyangsangat

penting karena perusahaan tidak mampu menjalankan usahanya tanpa adanyasebuah produk.

Maka pembuatan suatu produk akan lebih baik jika ditempatkanpadaminat pasar atau selera

maupun kebutuhan pembeli. Dipaparkan dalam(Philip Kotler, 2008) mutu produk ialah

identitas produk yang berdasar terhadap kapasitasnya dalammemenuhi kebutuhan konsumen

yang diungkapkan maupun tersirat. Adapun menurut Siemens kualitas adalah keadaan ketika

konsumen dari produk tersebut kembali namunproduk tersebut tidak kembali (Philip Kotler,

2008). Sementara menurut (Anggraeni &Soliha, 2020) Kualitas barang adalah pentingnya

nilai yang berpacu pada pelanggansehingga dapat disimpulkan jika pelayanan atau produk

7
penjual telah memenuhi ataumelebihi asumsi dari pelanggan artinya penjual tersebut telah

memberikan kualitas dari produknya. Kualitas produk dalam kerangka ISO 9000

didefinisikan sebagai “ciri dankarakter menyeluruh dari suatu produk atau jasa yang

mempengaruhi kemampuanproduk tersebut untuk memuaskan kebutuhan tertentu”. Hal ini

berarti bahwa kita harusdapat mengidentifikasikan ciri dan karakter produk yang

berhubungan dengan mutudankemudian membuat suatu dasar tolok ukur dan cara

pengendaliannya. (Andriyani, Y., &Zulkarnaen, W., 2017:90)

Menurut Kotler and Armstrong arti dari kualitas produk adalah “the ability of a product

to perform its functions, it includes the product’s overall durability, reliability, precision, ease

of operation and repair, and other valued attributes” yang artinya kemampuan sebuah produk

dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas,

ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya.

Menurut Tjiptono (2009: 54) kualitas produk mempunyai hubungan yang sangat erat dengan

sikap konsumen, dimana kualitas produk memberikan suatu dorongan kepada konsumen

untuk menjalin ikatan yang kuat dengan perusahan. Dengan adanya kualitas produk yang

baik inilah yang akan membuat para konsumen puas dan percaya. Konsumen akan membeli

produk kalau mereka tertarik dan merasa cocok, karena itu produk harus disesuaikan dengan

keinginan ataupun kebutuhan pembeli agar pemasaran produk berhasil (Hayati, 2015:50).

Kualitas produk adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian.

Sebuah perusahaan harus memperhatikan kualitas produk yang diciptakannya, karena kualitas

produk merupakan suatu faktor penting yang mempengaruhi keputusan para konsumen dalam

melakukan pembelian sebuah produk atau jasa. Semakin baik kualitas suatu produk, maka

akan semakin meningkat minat para konsumen untuk membeli produk tersebut. Dengan

memberikan kualitas produk yang baik, sebuah perusahaan dapat lebih unggul dibandingkan

para pesaingnya. Oleh karena itu sebuah perusahaan harus dapat memahami keinginan

8
konsumen sehingga dapat menciptakan produk dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan

harapan [Link] Kotler dan Armstrong (2008:272), kualitas produk (product

quality) adalah karateristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk

memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau diimplikasikan. Menurut Garvin

(1998) dalam Tjiptono(2012:170-172), kualitas produk diklasifikasikan ke dalam delapan

dimensi kualitas yaitu Performance (Kinerja), Feature (Fitur), Reliability (Keandalan),

Conformance to Specifications (Kesesuaian), Durability (Daya Tahan), Serviceability

(Kemampuan Pelayanan), Aesthetics (estetika), dan Perceived quality (kesan kualitas).

Menurut Kotler (2012) kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam

memperagakan fungsiya, hal ini termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan,

kemudahan pengoperasian, dan reparasi produk juga atribut produk lainnya. Kualitas produk

merupakan salah satu faktor penentu keputusan pembelian karena kualitas produk yang baik

akan menciptakan, mempertahankan dan menjadikan konsumen loyal. Menurut Riyono dan

Gigih Erlik Budiharja (2016) kualitas produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke

pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi yang dapat

memuaskan keinginan atau kebutuhan. Pembuatan produk lebih baik diorientasikan pada

keinginan pasar atau selera konsumen. Produk yang dirancang perusahaan harus memiliki

kualitas yang baik, serta wajib dikomunikasikan secara terus menerus kepada konsumen. Hal

ini harus dilakukan agar produk tetap berada didalam ingatan konsumen bahkan menjadi

pilihan utama konsumen. Satu-satunya atribut yang sulit ditiru adalah merek yang kuat.

Perusahaan atau produk yang memiliki merek yang kuat cederung lebih mudah memenuhi

kebutuhan dan keinginan sesuai dengan persepsi konsumen. Perusahaan tersebut juga akan

lebih mudah menempatkan (positioning) produk yang lebih baik di benak konsumen

(Rangkuty, 2014).

9
2.1.2 Citra Merek

Menurut Kotler dan Amstrong (2012) citra merek adalah apa yang konsumen pikirkan

dan rasakan ketika mendengar atau melihat nama suatu merek. Image konsumen yang

positif terhadap suatu brand lebih memungkinkan konsumen untuk melakukan

pembelian. Brand yang lebih baik juga menjadi dasar untuk membangun citra perusahaan

yang positif. Citra merek adalah penilaian konsumen terhadap merek tersebut dalam

sebuah pasar. Penciptaan tersebut dapat tercipta berdasarkan pengalaman pribadi maupun

mendengar reputasinya dari orang lain atau media (Sangadji dan Sopiah, 2013).

Menurut K. Kotler (2012) menyebutkan citra merek adalah persepsi masyarakat

terhadap perusahaan atau produknya. Citra dipengaruhi oleh banyak faktor yang di luar

kontrol perusahaan. Citra yang efektif akan berpengaruh terhadap tiga hal yaitu :

pertama, memantapkan karakter produk dan usulan nilai. Kedua, menyampaikan karakter

itu dengan cara yang berbeda sehingga tidak dikacaukan dengan karakter pesaing.

Ketiga, memberikan kekuatan emosional yang lebih dari sekadar citra mental. Supaya

bisa berfungsi citra harus disampaikan melalui setiap sarana komunikasi yang tersedia

dan kontak merek.

Menurut P. Kotler & Keller (2018) Citra merek adalah persepsi dan keyakinan yang

dipegang oleh konsumen, seperti yang di cerminkan asosiasi yang tertanam dalam

ingatan konsumen, yang selalu di ingat pertama kali saat mendengar slogan dan tertanam

di benak konsumennya. Menurut Xian (2011) berpendapat bahwa brand image terdiri

dari tiga komponen yakni: Corporate Image (Citra Perusahaan), User Image (Citra

Pemakai) dan Product Image (Citra Produk).

Menurut Alma (2013:147) merek atau cap adalah suatu tanda atau simbol yang

memberikan identitas suatu barang/jasa tertentu yang dapat berupa kata-kata, gambar

10
atau kombinasi keduanya. Merek merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan

pemasaran karena kegiatan memperkenalkan dan menawarkan produk atau jasa tidak

terlepas dari merek yang dapat diandalkan. Kartajaya (2009:121) mendefinisikan merek

adalah asset yang menciptakan value bagi pelanggan dengan meningkatkan kepuasan dan

menghargai kualitas. Kotler dan Keller (2012:274) menyatakan citra merek adalah cara

masyarakat menganggap merek secara aktual. Agar citra dapat tertanam dalam pikiran

konsumen, pemasar harus memperlihatkan identitas merek melalui sarana komunikasi

dan kontak merek yang tersedia. Citra merek merupakan persepsi masyarakat terhadap

perusahaan atau produknya. Menurut Tjiptono (2011:112) brand image adalah deskripsi

tentang asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu Faktor-faktor

pendukung terbentuknya Brand Image dalam keterkaitannya dengan asosiasi merek yaitu

(Keller, 2003): keunggulan asosiasi merek, kekuatan asosiasi merek, dan keunikan

asosiasi merek.

Citra merek adalah persepsi masyarakat terhadap perusahaan atau produknya. Yang

pada akhirnya, citra merek tetap memegang peranan penting terhadap keputusan

pembelian konsumen. Kotler (2000) menyebutkan bahwa para pembeli mempunyai

tanggapan berbedaberbeda terhadap citra perusahaan atau merek. Citra dipengaruhi oleh

beberapa faktor yang di luar kontrol perusahaan. Citra yang efektif akan berpengaruh

terhadap tiga hal yaitu memantapkan karakter produk dan usulan nilai, lalu

menyampaikan karakter itu dengan cara yang berbeda sehingga tidak dikacaukan dengan

karakter pesaing, kemudian memberikan kekuatan emosional yang lebih dari sekedar

citra merek.

Citra merek merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan

dibentuk dari informasi dan pengetahuan terhadap merek itu. Citra terhadap merek

berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu merek.

11
Konsumen yang memiliki citra yang positif terhadap suatu merek akan lebih

memungkinkan untuk melakukan pembelian (Buchari, 2004). Citra merek (brand image)

memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai pintu masuk pasar (market entry), sumber

nilai tambah produk (source of added product value), penyimpan nilai perusahaan

(corporate store of value), dan kekuatan dalam penyaluran produk (channel power). Citra

merek juga memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan merek dari satu pasar

produk ke pangsa pasar lain melalui perluasan merek (Aaker, 1989; Aaker & Keller,

1990; Boush & Loken, 1991; Tauber, 1988). Strategi ekstensi merek (brand extension)

telah menjadi semakin menarik sebagai cara untuk mengurangi biaya yang luar biasa dari

pengenalan produk baru.

2.1.3 Keputusan pembelian

Dipaparkan oleh Kotler dalam (Aldoko, Suharyono, & Yuliyanto, 2016) keputusan

pembelian ialah membeli merek yang sangat diminati, namun dua komponenbisa

terdapat di antara tujuan pembelian dan pilihan pembelian. Bisa dikatakan, setiapindividu

memiliki metode pengambilan keputusan yang nyaris serupa. Meski begitu, terdapat

beberapa faktor yang dapat membedakan pengambilan keputusan antar individu, di

antaranya adalah usia, karakter, pendapatan, serta gaya hidup. Seperti yangdijelaskan

oleh Peter dan Olson dalam (Asrizal & Muhammad, 2018) beranggapanbahwa pilihan

pembelian individu adalah pola kompromi yang menggabungkandatauntuk mengevaluasi

suatu pilihan di sekitar dua praktik elektif dan memilih salahsatunya. Singkatnya,

keputusan konsumen merupakan interaksi memilih aktivitas di mana setidaknya 2

keputusan elektif untuk mencapai pemikiran kritis tertentu. (PhilipKotler & Kevin Lane

Keller, 1997) menjabarkan beberapa indikator dalampenentuanpilihan pembeli

diantaranya yakni pengakuan suatu masalah, penjelajahan informasi, penilaian alternatif,

pilihan pembelian, tindakan pasca pembelian.

12
Untuk memutuskan suatu pembelian biasanya konsumen melalui beberapa tahap

terlebih dahulu yaitu (Kotler, 2016) : a. Pengenalan Masalah: proses pembelian dimulai

ketika pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan yang dipicu oleh rangsangan

internal atau eksternal. Dengan rangsangan internal, salah satu dari kebutuhan normal

seseorang-rasa lapar, haus, seks-naik ke tingkat maksimum dan menjadi doorngan ; atau

kebutuhan bisa timbul akibat rangsangan eksternal. Seseorang mungkin mengagumi

mobil baru tetangga atau melihat iklan televisi untuk liburan ke Hawai, yang memicu

pemikiran tentang kemungkinan melakukan pembelian.

b. Pencarian Informasi: ternyata, konsumen sering mencari jumlah informasi yang

terbatas. Kita dapat membedakan antara dua tingkat keterlibatan dengan pencarian.

Keadaan pencarian yang lebih rendah disebut perhatian tajam. Pada tingkat ini seseorang

hanya menjadi lebih reseptif terhadap informasi tentang suatu produk. Pada tingkat

berikutnya, seseorang dapat memasuki pencarian informasi aktif, mencari bahan bacaan,

menelpon teman, melakukan kegiatan online, dan mengunjungi toko untuk mempelajari

produk tersebut.

c. Evaluasi Alternatif: Beberapa konsep dasar yang akan membantu kita memahami

proses evaluasi : Pertama, konsumen berusaha memuaskan sebuah kebutuhan. Kedua,

konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen melihat

masing-masing produk sebagai sekelompok atribut dengan berbagai kemampuan untuk

menghantarkan manfaat yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan ini.

d. Keputusan Pembelian: dalam tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi antar

merek dalam kumpulan pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk maksud untuk

membeli merek yang paling disukai. Dalam melaksanakan maksud pembelian, konsumen

13
dapat membentuk lima subkeputusan merek (merek A), penyalur (penyalur 2), Kuantitas

(satu komputer), waktu (akhir minggu) dan metode pembayaran (kertu kredit).

e. Perilaku Pascapembelian: setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami konflik

dikarenakan melihat fitur mengkhawatirkan tertentu atau mendengar hal-hal

menyenangkan tentang merek lain dan waspada terhadap informasi yang mendukung

keputusannya. Kita juga dapat membedakan peran yang dimainkan orang dalam

keputusan pembelian (Sunyoto & Admojo, 2014): a. Pencetus ide (initiator) : Orang yang

pertama kali mengusulkan untuk membeli produk atau jasa tertentu . b. Pemberi

pengaruh (Influence) : Orang yang pandangan atau pendapatnya memengaruhi keputusan

pembelian.

Menurut Kotler dan Amstrong (2012) keputusan pembelian merupakan keputusan

konsumen mengenai preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan.

Proses keputusan pembelian terdiri dari lima tahap yaitu pengenalan masalah, pencarian

informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian.

Sekarang ini sering di temukan produk atau jasa yang beredar di pasaran tidak memiliki

strategi pemasaran terutama strategi kualitas produk dan citra merek yang baik. Para

produsen yang menjual produk tanpa melihat kualitas produk biasanya hanya ingin

mendapatkan keuntungan semata tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain. Keputusan

pembelian adalah semua pilihan yang mungkin untuk memecahkan persoalan itu dan

menilai pilihanpilihan secara sistematis dan obyektif serta sasaran-sasarannya yang

menentukan keuntungan serta kerugiannya (Marliza, 2012).

14
2.2 Tinjauan Empiris

2.2.1 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang mengemukakan beberapa konsep yang relevan dan

terkait dengan kualitas produk dan citra merek. Melihat masalah dan judul penelitian

yang akan diteliti, maka diperlukan pemaparan penelitian terdahulu guna memperkaya

pengetahuan, Beberapa studi empiris maupun deskriptif yang menjadi acuan

penulisan skiripsi. Antara lain :

Tabel 2.1 penelitian terdahulu


No Nama penulis dan Judul Hasil

tahun

1 Yohana Dian Puspita PENGARUH hasil analisis yang sudah

& HARGA, dilakukan, digunakan regresi

Ginanjar Rahmawan KUALITAS linear berganda untuk

(2021) PRODUK DAN memperoleh koefisien dari

CITRA MEREK masing-masing variabel

TERHADAP penelitian. Kemudian,

KEPUTUSAN melakukan pengujian besarnya

PEMBELIAN koefisien tersebut melalui Uji

PRODUK F dan Uji T untuk menguji

GARNIER apakah semua variabel

tersebut berpengaruh

terhadap keputusan

pembelian Garnier di Surakarta

15
2 ANIEK FATLAHAH PENGARUH Hasil penelitian berdasarkan Uji

(2013) KUALITAS t menunujukkan bahwa variabel

PRODUK DAN kualitas produk berpengaruh

CITRA MEREK terhadap keputusan pembelian

TERHADAP es krim Wall’s Magnum di

KEPUTUSAN Perumahan Griya Mapan

PEMBELIAN Santosa, Rungkut Surabaya.

ES KRIM Hasil uji t pada penelitian ini

WALL’S adalah pengaruh kualitas produk

MAGNUM terhadap keputusan pembelian

es krim Wall’s Magnum di

Perumahan Griya Mapan

Santosa, Rungkut Surabaya.

3 Sakti Riana PENGARUH hasil penelitian menyatakan

Fatmaningrum, KUALITAS bahwa terdapat pengaruh

Susanto, & Muinah PRODUK DAN signifikan variabel kualitas

Fadhilah (2021) CITRA MEREK produk dan citra merek terhadap

TERHADAP keputusan pembelian

KEPUTUSAN

PEMBELIAN

MINUMAN

FRESTEA

16
4 Rizky Agung PENGARUH Hasil penelitian ini menunjukan

Wicaksono, Ayu HARGA, bahwa harga berpengaruh

Nurafni Octavia, KUALITAS positif signifikan terhadap

Moch Siful Aprianto PRODUK, DAN keputusan pembelian,

(2023) CITRA MEREK konsumen akan memutuskan

TERHADAP untuk melakukan pembelian

KEPUTUSAN apabila harga yang ditawarkan

PEMBELIAN oleh produsen seperti ysng

INDOMIE DI diinginkan konsumen.

SEMARANG

5 Sofyan Nur PENGARUH Hasil penelitian ini menunjukan

Palembang, Mulyadi, KUALITAS bahwa terdapat pengaruh yang

Tyahya Whisnu PRODUK DAN positif antara kualitas produk

Hendratni (2022) CITRA MEREK dan citra merek terhadap

TERHADAP keputusan pembelian

KEPUTUSAN

PEMBELIAN

SMARTPHONE

IPHONE PADA

MAHASISWA

UNIVERSITAS

PANCASILA.

17
2.3 Kerangka berpikir

Menurut Sugiyono (2019), kerangka konseptual merupakan sebuah

pendekatan yang diperlukan dalam penelitian yang melibatkan dua variabel

atau lebih. Berdasarkan konsep pendapat tersebut. Dalam penelitian ini, akan

dikembangkan sebuah model sebagai kerangka konseptual yang mencakup elemen-

elemen berikut:

Kualitas produk
(X1)
Keputusan Pembelian
(Y1)

Citra Merek
(X2)

2.4 Hipotesis

H1 : Diduga Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian

H2 : Diduga Citra merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian

H3 : Diduga Kualitas produk dan Citra merek berpengaruh signifikan terhadap

keputusan pembelian

18
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan

asosiatif kausal. Metode kuantitatif digunakan karena penelitian ini bertujuan untuk

mengukur hubungan antar variabel secara objektif dengan menggunakan data

berbentuk angka yang dianalisis melalui teknik statistik.

Pendekatan asosiatif kausal digunakan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat

antara variabel independen dengan variabel dependen. Dalam penelitian ini, variabel

independen terdiri dari kualitas produk (X1) dan citra merek (X2), sedangkan

variabel dependen adalah keputusan pembelian (Y).

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejauh mana kualitas produk dan citra

merek mampu memengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk oli di

PT Indo Jaya Perkasa Lubricant Banjarmasin

3.2 Tempat Penelitian

Tempat penelitian ini berlokasi di Jalan A. Yani Km 1 No. 91, Sungai Baru,

Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70233.

3.3 Populasi dan Sampel penelitian

3.3.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2019), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas

objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

19
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen PT Indo Jaya Perkasa Lubricant

Banjarmasin yang pernah membeli dan menggunakan produk oli yang dipasarkan oleh

perusahaan tersebut.

3.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling,

yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

Kriteria responden dalam penelitian ini adalah:

1. Konsumen yang pernah membeli oli di PT Indo Jaya Perkasa Lubricant Banjarmasin

2. Konsumen yang menggunakan oli untuk kendaraan, khususnya kendaraan operasional

atau heavy duty

3. Bersedia mengisi kuesioner penelitian

Jumlah sampel : indikator x 5

Jumlah sampel : 15 x 5 = 75 responden

3.4 Variabel Penelitian dan Operasional Variabel

3.4.1 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang atau kegiatan

yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya (Sugiono:2017:38).

1. Variabel Independen

Variabel independen atau variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau

menjadi sebab timbulnya variabel dependen / terikat (Sugiono:2017:39). Yang menjadi

20
variabel independen pada penelitian ini adalah kualitas produk (X1) dan citra merek

(X2).

2. Variabel Dependen

Variabel dependen atau variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang

menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiono:2017:39). Yang menjadi variabel

dependen pada penelitian ini adalah keputusan pembelian (Y).

Kualitas produk dan citra merek akan digunakan sebagai variabel bebas serta

keputusan pembelian sebagai variabel terikat dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini

akan memberikan informasi yang diperlukan untuk dimasa yang kan datang.

3.4.2 Operasional Variabel

dalam penelitian ini, salah satu syarat yang harus dijelaskan terlebih dahulu adalah

operasional variabel, karena hubungan antara setiap variabel dapat diuji dengan mengacu

kepada operasional variabel. Variabel operasional disebut variabel yang dalam setiap

penelitian selalu dibatasi dengan pengertiannya secara operasional, dan dapat digunakan

sebagai dasar untuk membangun kerangka konsep untuk menggambarkan gejala-gejala

sosial yang terjadi.

Variabel yang akan dibahas pada penelitian ini yaitu kualitas produk dan citra merek

dan keputusan pembellian yang akan dipaparkan dalam sebuah tabel di bawah ini:

Definisi operasional digunakan untuk menjelaskan variabel penelitian agar dapat

diukur secara jelas.

Tabel 3.1 Definisi Operasional


Variabel Definisi Indikator skala

Operasional

Kualitas Produk Kemampuan oli Kemudahan Likert

(X1) dalam menjalankan penggunaan, daya (1-5)

21
fungsinya sesuai tahan, kejelasan

dengan kebutuhan fungsi, kualitas

konsumen keseluruhan

Citra Merek Persepsi dan Reputasi merek, Likert

(X2) penilaian konsumen kepercayaan merek, (1-5)

terhadap merek oli citra produk

PT Indo Jaya

Perkasa Lubricant

Keputusan Proses konsumen Pengenalan Likert

Pembelian dalam menentukan kebutuhan, (1-5)

(Y) keputusan membeli pencarian informasi,

produk oli keputusan membeli,

kepuasan pasca

pembelian

3.5 Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2019) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan

untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Penelitian ini menggunakan

data interval, yaitu dengan skala likert. Skala likert menurut Sugiyono (2019) digunakan

untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang

fenomena sosial. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi

indikator variabel. Responden diminta mengisi daftar pernyataan. Jumlah kategori dalam

skala likert sebanyak lima dan pernyataan yang menghasilkan jawaban setuju hingga sangat

tidak setuju.

22
3.6 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini akan menggunakan sumber data dan informasi yang diperoleh

dari dua sumber, yaitu : data primer dan sekunder:

1. Data primer Data primer adalah data informasi yang diperoleh dari tangan pertama

yang dikumpulkan secara langsung dari sumbernya. Data primer ini adalah data yang paling

asli dalam karakter dan tidak mengalami perlakuan statistik apa pun. Untuk mendapatkan

data primer, peneliti harus melakukan pengumpulan data informasi secara langsung melalui

teknik observasi, wawancara, diskusi terfokus, dan penyebaran kuesioner. Sumber data yang

dipakai peneliti adalah sumber data primer, data primer didapat melalui angket(kuesioner)

sebagai penelitian

3. Data sekunder

Data kutipan Zefti (2019:111) data sekunder adalah data yang didapatkan secara tidak

langsung dari objek penelitian. Data sekunder yang diperoleh adalah dari sebuah situs

internet. Ataupun dari sebuah referensi yang sama dengan apa yang sedang diteliti oleh

penulis. Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara yang ditempuh dan alat-alat

yang digunakan dapat terkumpul oleh peneliti dalam mengumpulkan datanya, sehingga

data yang diharapkan dapat terkumpul dan benar-benar relevan dengan fenomena

permasalahan yang hendak dipecahkan atau diselesaikan.

Menurut pendapat Nazir (2005:174) mengatakan bahwa pengumpulan data adalah

suatu prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

a. Kuesioner

Kuesioner adalah merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk

23
dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu

dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

Selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di

wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan, pernyataan tertutup atau terbuka,

dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pas atau internet

(Sugiono:2024:219)

3.7 Teknik Analisis Data

3.7.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Pengujian yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi daftar

pertanyaan. Metode pengumpulan data kuesioner dalam penelitian ini adalah dengan

menggunakan metode Likert. Menurut Sugiono (2016:228). Skala Likert digunakan untuk

mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang renomena

sosial. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau

kelompok orang tentang fenomena sosial, dengan menggunakan skala ini,

Tabel 3.1 Penilaian Kuesioner Berdasarkan Skala Likert


Skor Keterangan

5 Sangat Setuju

4 Setuju

3 Netral

2 Tidak Setuju

1 SangatTidak Setuju

24
[Link] Uji Validitas

uji validitas adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat dapat digunakan untuk

mengukur uji validitas jika r hitung > r tabel. Untuk menguji apakah tiap instrumen

benar-benar mampu mengungkap faktor yang akan diukur atau konsistensi internal

tiap item alat ukur dalam mengukur suatu faktor. Jika r hitung lebih besar dari r tabel

dan nilai r positif, maka butir pertanyaan dikatakan valid. Menurut Sugiono

(2017:121). “Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk

mendapatkan data itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk

mengukur apa yang seharusnya diukur” Sebagai tambahan pendapat dari Sugiono

(2017:133) berpendapat tentang uji validitas suatu kuesioner “Syarat minimum untuk

dianggap memenuhi syarat adalah kalau r 0,3”. Jadi kalau korelasi antara butir

dengan skor total kurang dari 0,3, maka butir dalam instrumen tersebut dinyatakan

tidak valid. Uji validitas dilakukan pada data yang telah dikumpulkan dari 75

pelanggan oli pt. indo jaya perkasa lubricant. Pengumpulan data dari 75 responden

tersebut bertujuan untuk mengecek konsistensi item dalam mengukur variabel

penelitian. Adapun uji validitas ini dilakukan dengan menggunakan SPSS dan

dilakukan terhadap semua variable

[Link] Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan terhadap pertanyaan yang sudah valid untuk menentukan

seberapa konsisten hasil pengukuran apabila gejala yang sama diukur dua kali atau

lebih dengan alat ukur yang sama. Menurut Sugiono (2017:130) yang berpendapat

tentang uji reliabilitas menyatakan bahwa uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil

pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang

sama. Adapun menurut pendapat lain seperti Ghozali dalam Ida & Musyarofah

(2021) menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner

25
yang merupakan indikator dari perubah atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan

reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten

atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas suatu tes merujuk kepada derajat

stabilitas, konsisten, daya prediksi, dan akurasi. Pengukuran yang memiliki

reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang

reliabel. Tinggi rendahnya suatu reliabilitas, menurut secara empirik ditunjukkan oleh

suatu angka yang disebut dengan nilai koefisien reliabilitas. Reliabilitas yang tinggi

ditunjukkan dengan nilai rxx mendekati angka 1. Kesepakatan secara umum

reliabilitas yang dianggap sudah cukup memuaskan jika > 0.70. Jika nilai alpha >0.70

artinya reliabilitas mencukupi, sementara jika nilai alphe >0.80 ini mensugestikan

seluruh item reliabel dan seluruh butir instrumen tes secara konsisten memiliki

reliabilitas yang kuat. Atau, ada pula yang memaknakannya sebagai berikut: jika

alpha >0.90 maka reliabilitas sempurna. Jika alpha antara 0.70 - 0.90 maka

reliabilitas tinggi. Jika alpha ada diantara 0.50 - 0.70 maka tingkat reliabilitasnya

moderat. Jika aplha berada mengukur reliabilitas suatu konstruk dengan indikator

reflektif yang dalam penelitian ini pengujian reliabilitasnya menggunakan software

bantuan SPSS.

[Link] Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh kualitas

produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian.

Y=a+b1X1+b2X2+e

26
[Link] Uji Hipotesis

1. Uji t (Parsial)

Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel

dependen.

2. Uji F (Simultan)

Untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap

variabel dependen.

3. Koefisien Determinasi (R²)

Untuk mengetahui seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel

dependen

27
DAFTAR PUSTAKA

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]?1654327443=&response-content-

disposition=inline%3B+filename%3DPengaruh_Citra_Merek_Terhadap_Keputusan.p

df&Expires=1766767311&Signature=Syk1FFqaxIljxty0jhV4KJi1SvCv2TWTdPwAn9x

tvfy1IwqZEDoz3K5PWEFC5Qy7ka7C5uAfQWe5hVZr1bJ0aWZQ68HE-

d9GOUw9X60fFl~65tPhbNzmjVMW4mlp2zkRj1pNhNJXPicnY7vpX5aN6lmUZ96-

KLg0mkbGsnTUTzh6LulRLhN6CkV8TF8bOz9G7X46FnBBek-vH9uGrR-

IxH2UBMPm309-

qzfJAd1a5d2krSvtxmfDi0ULGMfdkz8T4wXNhyi2HhBuSYgxM1vpXe4~XKqMWSw1

EqU~7pIJm3NepEotHAs0XwTWKFH2fSxJ3QFEozIgFqmvaWdFkYiyUQ__&Key-

Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA

[Link]

[Link]

28

Anda mungkin juga menyukai