LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)
DI KANTOR POS INDONESIA
PERIODE NOVEMBER 2024 – JANUARI 2025
DISUSUN OLEH :
Rendriyan Arief Pratama
XII MPLB
SMK MA’ARIF NU JAKARTA
Jl. Muwardi No.19, RT.9/RW.3, Grogol, Kec. Grogol Petamburan,
Kota Jakarta Barat 11450
Tahun 2024/2025
LEMBAR PENGESAHAN
Nama : Rendriyan Arief Pratama
NIS : 3774
Program Studi : Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB)
Perusahaan : PT POS INDONESIA
Alamat Perusahaan : Jl. Gedung Kesenian No.3, Ps. Baru, Kecamatan
Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus
Ibukota Jakarta 10710.
Jakarta, April 2025
Telah disetujui dan diketahui untuk melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan
(PKL) di Kantor Pos Indonesia pada tahun 2024-2025:
Wakil Kurikulum Pembimbing PKL
Hana Sulaiman Fauziyyah, S.S Mirawati S,Pd
Mengetahui,
Kepala SMK Ma’arif Jakarta
Liya Suryani S.E., M.M.
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas rahmat, kehendak dan
kuasanya yang telah memberikan kemampuan sehingga saya dapat menyelesaikan
Laporan PKL dengan baik. Laporan ini saya buat agar memenuhi salah satu syarat
untuk mendapatkan nilai Praktik Kerja Lapangan pada program studi Manajemen
Perkantoran Layanan Bisnis ( MPLB ).
Laporan ini disusun secara khusus sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan
dan menyelesaikan PKL di Perusahaan Kantor Pos Indonesia. Saya menyadari bahwa
tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sangatlah sulit bagi saya untuk
menyelesaikan Laporan ini, Oleh karna itu saya mengucapkan terima kasih kepada
yang terhormat :
1. Bapak Drs. H. Muchsin Ibnu Djuhan, M.A. selaku Ketua BP3MNU SMK
MA’ARIF NU JAKARTA
2. Bapak Dr. H. Soleh Abwa, M.A. selaku Wakil Ketua BP3MNU SMK
MA’ARIF NU JAKARTA
3. Ibu Liya Suryani S.E.,M.M. Selaku Kepala Sekolah SMK MA’ARIF NU
JAKARTA
4. Ibu Hana Sulaiman Fauziyyah S.S. Selaku Wakil Kurikulum SMK MA’ARIF
NU JAKARTA
5. Bapak Ramdhani S.E. Selaku Wakil Hubungan Masyarakat dan Hubungan
Industri SMK MA’ARIF NU JAKARTA
6. Bapak Fakhri Fajar [Link] Selaku Wakil Kesiswaan SMK MA’ARIF NU
JAKARTA
7. Ibu Khairani [Link]. Selaku Kepala Jurusan Manajemen Perkantoran Layanan
Bisnis
8. Ibu Mirawati [Link]. Pembimbing PKL SMK MA’ARIF NU
JAKARTA
9. Ibu Fitria Sofiati Selaku pembimbing Lapangan Perusahaan
10. Seluruh Staf dan karyawan Kantor Pos Indonesia yang telah bersedia
membantu dan memberikan informasi kepada penulis.
Saya masih banyak kekurangan dalam membuat laporan ini. Oleh karena itu,
kami sangat mengharapkan saran dan kritikan yang dapat membangun dari pembaca
demi kesempurnaan laporan ini. Saya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat
dan menambah pengetahuan bagi penulis dan pembaca.
Jakarta, Januari 2025
Praktekan
Rendriyan Arief Pratama
iii
DAFTAR ISI
Halaman
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) ....................... i
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. v
DAFTAR TABEL ...................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang PKL ...................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah PKL ................................................................................. 2
1.3 Tujuan PKL ................................................................................................... 2
1.4 Manfaat dan Kegunaan PKL ......................................................................... 3
1.5 Waktu dan Tempat PKL................................................................................. 4
BAB II PROFIL PERUSAHAAN............................................................................. 5
2.1 Identitas Perusahaan ...................................................................................... 5
2.1.1 Sejarah Perusahaan................................................................................... 5
2.1.2 Struktur Organisasi................................................................................... 7
2.1.3 Visi dan Misi Perusahaan ....................................................................... 10
2.2 Divisi PKL ................................................................................................... 10
2.3 Pekerjaan Yang Dilakukan (Unit Kompetensi) ........................................... 11
BAB III PELAKSANAAN PKL ............................................................................. 12
3.1 Bidang Kerja................................................................................................ 12
3.2 Pelaksanaan Kerja ....................................................................................... 13
3.3 Evaluasi Kinerja .......................................................................................... 15
BAB IV PENUTUP .................................................................................................. 16
4.1 Kesimpulan .................................................................................................. 16
4.2 Saran ............................................................................................................ 16
DAFTAR PUSAKA .................................................................................................. vii
LAMPIRAN............................................................................................................. viii
iv
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 2.1 GAMBAR GEDUNG POS INDONESIA................................................5
GAMBAR 2.1.1 STRUKTUR ORGANISASI KANTOR POS IBUKOTA.......................7
GAMBAR 2.1.2 GEDUNG POS INDONESIA..............................................................9
GAMBAR 2.1.3 GEDUNG POS IBUKOTA..................................................................9
GAMBAR2.1.4 GEDUNG POS IBUKOTA...................................................................9
v
DAFTAR TABEL
TABLE 1.5 JADWAL JAM KERJA...............................................................................4
vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang PKL
Para lulusan SMK dituntut untuk memiliki keahlian khusus sesuai bidang
keilmuan yang dipilih guna menyiapkan diri terjun di dunia kerja. Maka,guna
mempersiapkan mental dan keterampilan terhadap hal tersebut, SMK
mengadakan program PKL (Praktik Kerja Lapangan). Kegiatan tersebut
bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada para siswa SMK di
dunia kerja agar para siswa lebih siap bekerja ketika lulus nanti. Melalui
kegiatan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan, sikap kerja
profesional, serta memahami penerapan ilmu yang telah dipelajari di sekolah
dalam dunia kerja secara langsung.
Jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis menekankan pada
penguasaan kompetensi dalam bidang administrasi, pelayanan publik,
pengelolaan dokumen, dan komunikasi bisnis. Oleh karena itu, pelaksanaan
PKL menjadi salah satu sarana penting untuk mengasah kemampuan tersebut
dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya. Keahlian professional setiap
individu tidak semata-mata diukur dari nilai akademik dan penguasaan
pengetahuan saja. Namun, harus diimbangi dengan praktik kerja. Dengan
demikian,dilakukanlah program prakerin demi memberikan pengalaman dan
kesempatan secara langsung kepada siswa dan siswi SMK mengaplikasikan
keahlian yang dimiliki dalam kinerja langsung. Penulis melaksanakan PKL di
PT Pos Indonesia, yang berlokasi di Jl. Gedung Kesenian No. 3, Pasar Baru,
Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. PT Pos Indonesia merupakan
perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman, logistik, dan layanan
keuangan, yang memiliki sistem administrasi dan pelayanan yang terstruktur
dan profesional.
1
2
Tempat ini menjadi lokasi yang tepat untuk mempelajari proses administrasi
perkantoran secara langsung. Lingkungan kerja yang professional serta system
manajemen yang baik akan menjadikan PT Pos Indonesia sebagai tempat yang
tepat untuk mempelajari berbagai kegiatan perkantoran, mulai dari pencatatan
dokumen, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan surat dan paket. Melalui
pelaksanaan PKL di tempat tersebut, penulis memperoleh banyak pengalaman
dan pembelajaran, seperti cara berkomunikasi dengan baik, melakukan
pengarsipan secara sistematis, dan menggunakan peralatan kantor secara
efektif. Dengan disusunnya laporan ini, penulis bertujuan untuk
mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan selama pelaksanaan PKL,
pengalaman yang diperoleh, serta pembelajaran yang dapat dijadikan bekal
dalam menghadapi dunia kerja di masa depan, serta laporan ini disusun sebagai
bentuk pertanggung jawaban atas kegiatan PKL yang telah dilaksanakan,
sekaligus menjadi dokumentasi atas ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh
selama masa praktik.
1.2 Rumusan Masalah PKL
1. Bagaimana proses operasional pelayanan pengiriman di PT. Pos Indonesia
2. Bagaimana struktur perusahaan serta pembagian tugas di PT. Pos
Indonesia?
3. Tantangan apa saja yang muncul selama pelaksanaan PKL di PT. Pos
Indonesia?
1.3 Tujuan PKL
1. Mengidentifikasi masalah yang muncul selama PKL.
2. Mengetahui proses kerja pengiriman barang di PT. Pos Indonesia.
3. Memahami system kerja dan pembagian tugas di tempat PKL.
3
1.4 Manfaat dan Kegunaan PKL
Manfaat dari kegiatan PKL di PT POS INDONESIA yaitu :
Manfaat untuk diri sendiri
1. Menambah wawasan mengenai proses operasional pelayanan pengiriman
secara langsung di dunia kerja
2. Memberikan pemahaman tentang struktur organisasi dan pembagian tugas
dalam perusahaan.
3. Membantu mengembangkan sikap perofesional dengan belajar
menghadapi hambatan selama kegiatan PKL.
Maanfaat bagi industri
1. Membantu perusahaan dalam memperkenalkan sistem kerja dan alur
pelayanan kepada calon tenaga kerja.
2. Meningkatkan efektivitas kerja melalui peran peserta PKL dalam kegiatan
operasional.
3. Mendorong terciptanya sumber daya manusia yang lebih siap kerja dan
mampu beradaptasi dengan lingkungan industri.
Kegunaan
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) memiliki banyak kegunaan yang
bermanfaat bagi siswa maupun instansi tempat PKL dilaksanakan. Kegiatan
PKL ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan ilmu yang
ditelah dipelajari di sekolah ke dalam dunia kerja nyata, sehingga melalui
pengalaman ini, semua pihak yang berkontribusi pada pengembangan
keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan di
dunia kerja. Praktik Kerja Lapangan ini sangat berguna bagi beberapa pihak
termasuk saya siswi dari jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
(MPLB). Diantaranya yaitu :
1. Menerapkan pengetahuan dari sekolah ke dalam kegiatan kerja secara
langsung.
2. Memahami proses operasional pelayanan pengiriman di dunia kerja nyata.
3. Mengenai struktur organisasi dan system pembagian tugas di perusahaan.
4
1.5 Waktu dan Tempat PKL
PKL dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari tanggal 2 November 2024 hingga
tanggal 31 Januari 2025. Selama periode ini, peserta PKL menjalankan
berbagai kegiatan sesuai dengan bidang yang di pelajari.
Jadwal Jam Kerja :
JAM
HARI
MASUK ISTIRAHAT PULANG
Senin s/d Kamis 08.00 WIB 12.00 - 13.00 WIB 15.00 WIB
Jum'at 08.00 WIB 11.30 – 13.30 WIB 15.00 WIB
Sabtu - - -
Table 1.5 Jadwal Jam kerja
PKL di laksanakan di :
Nama Perusahaan/Instasi : PT. POS INDONESIA
Alamat : Jl. Gedung Kesenian No.2, Ps. Baru,
Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat,
Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 107010.
Bidang Usaha : Jasa, Kurir, Logistik & Transaksi Keuangan
Divisi/Bagian : Agregasi dan Bootstrapping
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
2.1 Identitas Perusahaan
Pos Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak
di bidang jasa pos, keuangan, ritel, dan properti. Pos Indonesia merupakan
perusahaan tertua di Indonesia yang masih beroperasi hingga saat ini. Untuk
mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini
memiliki 6 unit kantor regional, 42 unit kantor cabang utama, dan 168 unit
kantor cabang yang tersebar di seantero Indonesia.
Gambar 2.1 Gambar Gedung Pos Ibu Kota
Dibentuk oleh VOC pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan didirikan kantor
pos pertama di Batavia, Pos Indonesia adalah perusahaan tertua di Indonesia
yang masih beroperasi sampai saat ini.
2.1.1 Sejarah Perusahaan
Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantor Pos
pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal
G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan
untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi
mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi
mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah
pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan
kepada publik. Setelah Kantor pos Batavia didirikan, maka empat tahun
kemudian didirikan Kantor pos Semarang untuk mengadakan
5
6
perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk
mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui
Karawang, Cirebon dan Pekalongan. Pos Indonesia telah beberapa kali
mengalami perubahan status mulai dari Djawatan PTT (Post, Telegraph
dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala
Djawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih
diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus
terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan
Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana
sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada
tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos
dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro
yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam
menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam
maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni
1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos
Indonesia (Persero). Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini
telah menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang
perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang
dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang
menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan
dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di
Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan
teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki lebih dari 4.800
Kantor pos, serta dilengkapi electronic mobile pos di beberapa kota
besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain
secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk
mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di
Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.
7
2.1.2 Struktur Organisasi
Adapun susunan struktur organisasi pada PT Pos Indonesia adalah
sebagai berikut:
Gambar 2.1.1 Struktur Organisasi Kantor Pos Indonesia
1. Komisaris
Komisaris berfungsi mengawasi tindakan Direksi serta
berwenang dalam memberikan nasehat kepada Direksi sesuai dengan
Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu Komisaris harus pula memantau efektifitas praktek good
corporate governance yang diterapkan Perusahaan. Dalam
menunjang pelaksanakan tugasnya Komisaris dapat
mempertimbangkan untuk membentuk Komite-komite. Salah
satunya adalah Komite Audit Komisaris dalam memastikan
efektifitas sistem pengendalian intern dan efektifitas pelaksanaan
tugas eksternal auditor dan internal auditor menugaskan Komite
Audit untuk melakukan pemantauan berkala dengan memanfaatkan
laporan hasil pengujian oleh Satuan Pengawasan Intern.
8
2. Direksi
Direksi dalam melaksanakan tugasnya harus mematuhi
Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya
kepada pemegang saham. Direksi terdiri atas enam Direktur,
termasuk Direktur Utama dan dua anggota Direksi berasal dari
kalangan di luar perusahaan.
3. Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada direksi yang
bertugas sebagai pejabat penghubung (Liaison Officer) dan
menatausahakan serta menyimpan dokumen Perusahaan, termasuk
risalah Rapat Direksi maupun Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS). Sekretaris Perusahaan juga harus memastikan bahwa
Perusahaan mematuhi peraturan tentang persyaratan keterbukaan
yang berlaku. Bagian Good Corporate Governance dan Manajemen
Resiko merupakan salah satu bagian di bawah Sekretaris Perusahaan
yang berfungsi mengendalikan implementasi Good Corporate
Governance, termasuk Internal Control System dan Risk
Management, dan sebagai Liaison Officer dalam penerapan Good
Corporate Governance untuk menjamin praktek-praktek
pengelolaan perusahaan secara baik, benar, transparan dan
profesional.
4. Satuan Pengawasan Intern (Spi)
Satuan Pengawasan Intern membantu direksi untuk melakukan
pengujian secara periodik atas penerapan prinsip-prinsip Good
Corporate Governance dan efektifitas kegiatan melalui penilaian
yang independen.
9
5. Gedung Pos Ibu Kota
Gambar 2.1.2 Gedung Pos Ibu Kota
Gambar 2.1.3 Gedung Pos Ibu Kota
Gambar 2.1.4 Gedung Pos Ibu Kota
10
2.1.3 Visi dan Misi Perusahaan
Visi :
Menjadi Postal Operator, Penyedia Jasa Kurir, Logistik dan Keuangan
Paling Komperatif.
Misi :
1. Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan layanan yang
selalu tepat waktu dan nilai terbaik.
2. Berkomitmen kepada karyawan untuk memberikan iklim kerja yang
aman, nyaman, dan menghargai kontribusi.
3. Berkomitmen kepada pemegang saham untuk memberikan hasil
usaha yang menguntungkan dan terus bertumbuh.
4. Berkomitmen untuk berkontribusi positif kepada masyarakat.
5. Berkomitmen untuk berperilaku transparan dan terpercaya kepada
seluruh pemangku kepentingan.
2.2 Divisi PKL
Operasional Pelayanan
Operasi layanan terdiri dari kerja sama dengan tim layanan profesional,
tim kesuksesan pelanggan, tim dukungan pelanggan, dan tim pengalaman
pelanggan. Seperti kebanyakan peran operasi, operasi layanan bertujuan
untuk mendukung dan memperkuat kapasitas tim selain membantu mereka
berkembang. Ini adalah peran yang menantang karena memerlukan
penyeimbangan kebutuhan pemangku kepentingan internal dan pelanggan
eksternal. Sebagian besar perusahaan mungkin tidak memiliki tim operasi
layanan khusus untuk mengakomodasi kebutuhan operasi layanan sehari-hari.
Sebaliknya, mungkin ada spesialis ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan
operasi layanan pada tim operasi bisnis atau operasi pendapatan perusahaan.
Salah satu komponen inti dalam operasi layanan adalah pengaturan dan
pemeliharaan infrastruktur yang digunakan oleh divisi layanan suatu
organisasi. Itu berarti memastikan tidak hanya bahwa alat yang tepat tersedia
untuk memaksimalkan efisiensi tim, tetapi juga bahwa tumpukan teknologi
mudah bagi pelanggan untuk menyadari nilainya. Ditambah lagi, anggota tim
internal harus dapat dengan mudah menggunakan alat dan sistem yang ada
untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang positif, memantau umpan
11
balik pelanggan, dan memajukan keterlibatan pelanggan. Selain memelihara
infrastruktur, operasi layanan akan membantu menangkap dan melaporkan
metrik di sekitar tim yang mereka dukung, seperti waktu penyelesaian, tiket
yang ditutup, seberapa baik layanan diberikan, efisiensi staf untuk tim,
penggunaan penawaran oleh pelanggan, dan ROI dari semua fungsi tersebut.
2.3 Pekerjaan Yang Dilakukan (Unit Kompetensi)
Selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT POS
Indonesia, saya mendapatkan pengalaman dalam berbagai kegiatan operasional
yang berhubungan langsung dengan proses pengelolaan surat dan paket.
Kegiatan ini meliputi beberapa tugas utama yang menjadi bagian dari unit
kompetensi yang saya pelajari selama PKL. Berikut adalah tugas-tugas yang
saya lakukan:
1. Melakukan legalisasi surat dan dokumen resmi
2. Mengumpulkan paket dan barang dari area penerimaan.
3. Mencatat kode Barang beserta Alamat yang akan dituju sesu ai dengan
tujuan Paket/Barang.
4. Menscan Paket/Barang untuk melakukan proses Bagging/ Agregasi dan
Bootstrap.
5. Menyusun dan mengantarkan paket ke area gudang untuk tahap distribusi
selanjutnya.
BAB III
PELAKSANAAN PKL
3.1 Bidang Kerja
Selama menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT POS
INDONESIA, saya ditempatkan di bagian Operasional Layanan, yang
merupakan salah satu divisi penting dalam mendukung kelancaran distribusi
barang dan dokumen ke seluruh wilayah. Divisi ini bertanggung jawab dalam
memastikan setiap paket atau surat yang masuk ke kantor dapat diproses secara
cepat, tepat, dan akurat sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kegiatan yang
dilakukan dalam operasional layanan meliputi berbagai proses seperti
penerimaan barang, pengecekan, pengelompokan, pencatatan, hingga
distribusi ke gudang dan pengiriman ke alamat tujuan.
Adapun bidang pekerjaan yang Praktikan lakukan meliputi:
a. Melakukan legalisasi surat dan dokumen resmi
b. Mengumpulkan paket dan barang dari area penerimaan.
c. Mencatat kode Barang beserta Alamat yang akan dituju sesu ai dengan
tujuan Paket/Barang.
d. Menscan Paket/Barang untuk melakukan proses Bagging/ Agregasi dan
Bootstrap.
e. Menyusun dan mengantarkan paket ke area gudang untuk tahap distribusi
selanjutnya.
12
13
3.2 Pelaksanaan Kerja
Selama pelaksanaan PKL di PT POS Indonesia, saya terlibat langsung
dalam berbagai kegiatan operasional, seperti pengelolaan dokumen,
penerimaan dan pendistribusian paket, serta pencatatan data barang. Setiap
tugas yang dilakukan membantu saya memahami alur kerja di bidang jasa
pengiriman dan meningkatkan keterampilan kerja secara praktis.
1. Legalisir
Legalisir surat adalah proses pengesahan fotocopy dokumen agar
memiliki kekuatan hukum yang sama dengan aslinya. Proses ini dilakukan
oleh pejabat berwenang dengan membubuhkan cap stempel basah dan
tanda tangan asli pada fotocopy dokumen. Tujuannya adalah untuk
menjamin keaslian salinan dokumen dan memenuhi persyaratan
administratif dalam berbagai keperluan resmi.
Dokumen yang umum dilegalisir meliputi ijazah, transkrip nilai, akta
kelahiran, kartu keluarga, KTP, dan dokumen kepegawaian. Prosedur
legalisir umumnya mengharuskan pemohon membawa dokumen asli dan
fotocopynya ke instansi penerbit. Petugas akan memeriksa kesesuaian
sebelum memberikan pengesahan. Untuk dokumen kependudukan,
legalisir dilakukan di Dispendukcapil, sedangkan ijazah dilegalisir di
lembaga pendidikan [Link] penting karena menjadikan
fotocopy dokumen sah secara hukum dan dapat digunakan untuk berbagai
urusan tanpa perlu membawa dokumen asli.
2. Mengumpulkan Paket/Barang.
Mengumpulkan barang atau paket adalah proses pengambilan dan
pengumpulan barang-barang yang akan dikirimkan, baik dari pengirim
langsung maupun dari tempat penyimpanan sementara. Proses ini penting
untuk memastikan barang-barang terkumpul dengan lengkap dan
terorganisir sebelum proses pengiriman dimulai.
Barang atau paket diterima dari pengirim, baik di loket penerimaan maupun
melalui pengambilan langsung di lokasi pengirim. Pemeriksaan awal
dilakukan untuk memastikan barang atau paket sesuai dengan dokumen
pengiriman.
14
3. Mencatat kode Barang beserta Alamat yang akan dituju sesu ai
dengan tujuan Paket/Barang.
Mencatat kode barang beserta alamat tujuan merupakan bagian
penting dalam proses logistik dan pengiriman. Kegiatan ini memastikan
setiap barang atau paket dapat diidentifikasi dan dikirimkan ke alamat yang
tepat. Setiap barang atau paket dicatat dan didata dengan cermat, termasuk
informasi pengirim, penerima, jenis barang, berat, dan dimensi.
4. Menscan Paket/Barang untuk melakukan proses Bagging/ Agregasi
dan Bootstrap
Proses menscan barang untuk bagging adalah tahapan penting dalam
logistik yang memastikan barang-barang dikelompokkan secara akurat
berdasarkan tujuan pengiriman. Pemindaian dilakukan menggunakan alat
seperti barcode scanner atau pemindai kode QR untuk membaca kode
identifikasi unik pada setiap barang. Data hasil pemindaian otomatis
tercatat ke dalam sistem, mencakup informasi seperti kode barang,
deskripsi, dan tujuan pengiriman, sehingga mengurangi kesalahan manual
dan mempercepat proses kerja. Tujuan dari proses ini adalah untuk
menjamin ketepatan pengelompokan barang, meningkatkan efisiensi, serta
memungkinkan pelacakan barang selama pengiriman. Proses ini harus
dilakukan secara konsisten dan teliti untuk memastikan seluruh alur kerja
logistik berjalan lancar, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui
data yang terekam secara digital.
5. Mengantar Paket/Barang kedalam Gudang.
Mengantar paket atau barang ke dalam gudang adalah proses
pemindahan barang dari area penyortiran ke lokasi penyimpanan yang telah
ditentukan di dalam gudang. Proses ini harus dilakukan secara teliti dan
terorganisir untuk memastikan setiap barang tersimpan dengan aman,
mudah diakses, dan siap untuk proses pengiriman selanjutnya. Tujuan dari
kegiatan ini mencakup perlindungan barang dari kerusakan, kehilangan,
atau pencurian, serta menjaga keteraturan dan efisiensi tata letak gudang.
Selain itu, proses ini berperan penting dalam pencatatan dan pelacakan
inventaris agar jumlah dan posisi barang dapat dimonitor secara akurat.
15
3.3 Evaluasi Kinerja
Selama melaksanakan PKL di kantor pos Ibu kota, saya terlibat dalam
berbagai kegiatan operasional, mulai dari melegalisir surat, mengumpulkan
paket atau barang, mencatat dan memindai data, hingga mengantar barang.
Sehingga saya dapat memperoleh beberapa keterampilan selama menjalani
PKL sebagai berikut :
1. Dalam proses legalisir surat, saya belajar tentang ketelitian dan keakuratan
dalam memeriksa dokumen, serta pentingnya cap dan tanda tangan resmi.
Saya berhasil melegalisir sejumlah besar surat dengan minim kesalahan,
menunjukkan kemampuan saya dalam mengikuti prosedur yang ditetapkan.
2. Dalam pengumpulan paket atau barang, saya belajar tentang efisiensi dan
organisasi dalam mengelola barang-barang yang berbeda ukuran dan
jenisnya. Saya berhasil mengumpulkan dan mencatat barang-barang
dengan cepat dan akurat, yang berkontribusi pada kelancaran proses
pengiriman.
3. Pencatatan dan pemindaian data mengajarkan saya tentang pentingnya
detail dan kecepatan dalam memasukkan informasi ke dalam sistem. Saya
mampu mencatat dan memindai data dengan tepat waktu, meskipun
terkadang menghadapi volume data yang besar.
4. Dalam pengantaran barang, saya belajar tentang navigasi dan manajemen
waktu. Saya berhasil mengantarkan barang-barang ke alamat tujuan dengan
tepat waktu, meskipun menghadapi tantangan seperti kemacetan lalu lintas.
Secara keseluruhan, Saya belajar banyak tentang operasional kantor pos
dan pentingnya setiap detail dalam proses pengiriman. Namun, saya menyadari
bahwa saya perlu meningkatkan kecepatan dalam beberapa tugas, terutama
saat menghadapi volume pekerjaan yang tinggi. Pengalaman PKL ini sangat
berharga bagi saya. Saya belajar tentang tanggung jawab, dan ketelitian. Saya
juga mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia kerja di bidang
logistik dan pengiriman. Untuk PKL selanjutnya, saya menyarankan agar
peserta diberikan pelatihan lebih mendalam tentang penggunaan sistem dan
perangkat lunak yang digunakan di kantor pos, serta meningkatkan komunikasi
antara peserta PKL dengan pembimbing.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Ketika mengikuti PKL, saya merasa sangat senang karena bisa
memperoleh pengalaman pekerjaan. Meski diakui masih ada banyak
kekurangan dari pengalaman tersebut. Akan tetapi, saya terus berusaha dengan
baik agar dapat mengikuti seluruh sistem kerja yang diberlakukan.
Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh karyawan
PT. Setiap karyawan bahkan sudah bersedia meluangkan waktunya untuk
berbagi pengetahuan kepada kami. Mereka juga tidak sungkan dalam
membagikan pengalamannya secara langsung kepada setiap siswa PKL. Tentu
saja, pengalaman ini merupakan hal yang paling berharga bagi saya. Terlebih
mengenai sifat kekeluargaan yang ada sehingga membuat suasana kerja
menjadi lebih cair dan nyaman. Semoga pengalaman ini bisa menjadi momen
untuk lebih siap dalam bersaing di dunia kerja yang sesungguhnya.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan PKL ini adalah:
1. PKL di Kantor Pos Indonesia memberikan pengalaman langsung
mengenai operasional layanan publik, termasuk pengelolaan surat, paket,
dan layanan keuangan.
2. Siswa mendapatkan wawasan tentang proses bisnis di sektor layanan,
termasuk sistem distribusi dan manajemen logistik.
3. Siswa dapat menerapkan teori-teori manajemen yang telah dipelajari di
bangku sekolah, seperti manajemen waktu, pengelolaan sumber daya, dan
layanan pelanggan.
4.2 Saran
Berdasarkan pengalaman saya selama mengikuti kegiatan PKL (Praktik
Kerja Lapangan). Saya memiliki beberapa saran agar selanjutnya program ini
dapat diselenggarakan dengan sebaik mungkin. Adapun beberapa saran saya
adalah sebagai berikut :
16
17
1. Penentuan lokasi PKL sebaiknya di persiapkan dengan matang dan di
konsultasikan bersama guru pembimbing agar tidak menjadi
miskomunikasi dan siswa dapat memilih tempat PKL yang sesuai.
2. Peserta PKL perlu mempersiapkan diri lebih awal, agar lebih siap dan tidak
bingung dalam saat memulai kerja.
3. Kemampuan komunikasi siswa perlu di tingkatkan agar lebih memudahkan
untuk beradaptasi, memahami tugas, serta membangun hubungan baik
dengan karyawan dan lingkungan kerja
4. Sekolah perlu melakukan evaluasi PKL yang terstruktur untuk mengukur
efektivitas PKL dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
5. Sekolah perlu menjalin hubungan yang lebih erat dengan dunia industri,
termasuk menjalin komunikasi yang lebih aktif
vii
DAFTAR PUSAKA
Basundoro, Purnawan, et al. Melayani rakyat menjaga negara: sejarah sosial, politik,
dan ekonomi PT. Pos Indonesia (Persero). Lembaga Studi dan Pengembangan
Etika Usaha Indonesia dan PT. Pos Indonesia (Persero), 2011.
Basundoro, P., Ahmad, I., Novianto, K., Effendy, B., Irawan, T. T., Ansari, T. S., ... &
Ahsanto, N. (2011). Melayani rakyat menjaga negara: sejarah sosial, politik,
dan ekonomi PT. Pos Indonesia (Persero). Lembaga Studi dan Pengembangan
Etika Usaha Indonesia dan PT. Pos Indonesia (Persero).
Basundoro, Purnawan, et al. Melayani rakyat menjaga negara: sejarah sosial, politik,
dan ekonomi PT. Pos Indonesia (Persero). Lembaga Studi dan Pengembangan
Etika Usaha Indonesia dan PT. Pos Indonesia (Persero), 2011.
Pradipta, Y. A. (2014). Perancangan Visual Book Sejarah Pos Di Indonesia Masa Pra-
Republik Hingga Kemerdekaan Republik Indonesia (Doctoral dissertation,
Institut Seni Indonesia Yogyakarta).
Pradipta, Yuniar Arya, et al. Perancangan Visual Book Sejarah Pos Di Indonesia Masa
Pra-Republik Hingga Kemerdekaan Republik Indonesia. 2014. PhD Thesis.
Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Pradipta, Yuniar Arya. Perancangan Visual Book Sejarah Pos Di Indonesia Masa Pra-
Republik Hingga Kemerdekaan Republik Indonesia. Diss. Institut Seni
Indonesia Yogyakarta, 2014.
Sufriadi, Dedi. "Kualitas Pelayanan Terhadap Pelanggan Pada Pt. Pos Indonesia
(Persero) Banda Aceh." EKOMBIS: JURNAL FAKULTAS EKONOMI 4.2
(2019): 121-132.
Sufriadi, D. (2019). Kualitas Pelayanan Terhadap Pelanggan Pada Pt. Pos Indonesia
(Persero) Banda Aceh. EKOMBIS: JURNAL FAKULTAS EKONOMI, 4(2),
121-132.
Sufriadi, Dedi. Kualitas Pelayanan Terhadap Pelanggan Pada Pt. Pos Indonesia
(Persero) Banda Aceh. EKOMBIS: JURNAL FAKULTAS EKONOMI, 2019,
4.2: 121-132.
LAMPIRAN
viii