0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan16 halaman

Contoh RKPPL

Dokumen ini adalah Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKPPL) yang mencakup struktur dan isi dokumen, termasuk pengesahan, pendahuluan, rona lingkungan, rencana kerja pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta lampiran-lampiran terkait. RKPPL bertujuan untuk mengelola dan memantau dampak lingkungan dari proyek konstruksi dengan menyajikan data teknis dan rencana kerja dalam format tabel. Dokumen ini juga mencakup contoh data proyek dan matriks pelaporan untuk evaluasi pelaksanaan.

Diunggah oleh

Mochammad Eko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan16 halaman

Contoh RKPPL

Dokumen ini adalah Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKPPL) yang mencakup struktur dan isi dokumen, termasuk pengesahan, pendahuluan, rona lingkungan, rencana kerja pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta lampiran-lampiran terkait. RKPPL bertujuan untuk mengelola dan memantau dampak lingkungan dari proyek konstruksi dengan menyajikan data teknis dan rencana kerja dalam format tabel. Dokumen ini juga mencakup contoh data proyek dan matriks pelaporan untuk evaluasi pelaksanaan.

Diunggah oleh

Mochammad Eko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAMPIRAN 1.

17

RENCANA KERJA PENGELOLAAN DAN


PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RKPPL)
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

LAMPIRAN 1.17 :

RENCANA KERJA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RKPPL)

Sistematika dokumen RKPPL sebagai berikut :


1) Sampul Depan berisi tentang judul RKPPL untuk paket dan lokasi pekerjaan
2) Lembar Pengesahan yang berisi tentang para pihak yang terkait dalam pengelolaan
lingkungan kegiatan ini yang meliputi dibuat oleh Penyedia, diperiksa oleh Pengawas
Pekerjaan dan disetujui oleh PPK selaku pemrakarsa
3) Bab I Pendahuluan : tujuan RKPPL, lokasi proyek, data proyek, data teknis kegiatan,
dan struktur organisasi penyedia
4) Bab II Rona Lingkungan Hidup Awal : berisi tentang rona lingkungan hidup pada lokasi
kegiatan yang diuraikan dalam bentuk Tabel pada setiap perubahan segmen jalan dan
dilengkapi dengan photo kondisi eksisting lokasi kegiatan.
5) Bab III: Rencana Kerja Pengelolaan Lingkungan : berisi tentang rencana pengelolaan
lingkungan dari setiap kegiatan segmen jalan termasuk potensi dampak yang
ditimbulkan.
6) Bab IV: Rencana Kerja Pemantauan Lingkungan : berisi tentang rencana pemantauan
terhadap pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan
7) Lampiran – Lampiran yang meliputi:
a) Izin Lingkungan
b) Peta lokasi Base Camp dan Quarry
c) Izin-izin terkait quarry, concrete batching plant, AMP dan/atau Stone Crusher.

Bentuk lampiran dokumen RKPPL meliputi:


 Sampul RKPPL
Format Cover RKPPL

Lampiran 1.17 - 1
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

 Lembar Pengesahan RKPPL


Format Lembar Pengesahan

 Data Proyek
Contoh Data Proyek :
1 Nama Proyek : …… [Sebutkan nama proyek/pekerjaan] ……
Contoh : Pekerjaan Paket 16. Ipuh – Sebelat,Western
Indonesia National Roads Improvement Project
(WINRIP) IBRD Loan No. 8043-ID
2 Lokasi Proyek : …… [Sebutkan lokasi proyek/pekerjaan] ……
Contoh : Ipuh –Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi
Bengkulu
3 Panjang Jalan : …… [Sebutkan panjang ruas jalannya] …….
Contoh : 34,5 km
4 Sumber Dana : …… [Sebutkan sumber dana proyek/pekerjaan] ……
Contoh : WINRIP IBRD Loan No. 8043-ID + APBN
2016 - 2017
5 Pengguna Jasa : …… [Sebutkan nama pengguna jasa] …..
Contoh : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat, Direktorat Jendral Bina Marga Balai Jalan
Nasional Wilayah II Provinsi Bengkulu, SATKER
Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Bengkulu
6 PPK : …… [Sebutkan nama PPK yang bertanggung jawab] …..
Contoh : Fatoni Ikhsan ST, M,Si
7 Nama Konsultan Supervisi : ……[ Sebutkan nama konsultan supervisinya] …..
Contoh : Renardet S.A
8 Nama Penyedia : …… [Sebutkan nama penyedia jasa yang digunakan] ….
Contoh : KSO Yasa – Multi
9 Alamat : …… [Sebutkan alamat dan email penyedia jasa] ….
Contoh : Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 8-9, Blok X-1,
Kuningan Timur, Jakarta 12950
e-mail : yasa_conbloc@[Link]
10 No. Kontrak : …… [Sebutkan nomor kontrak pekerjaan] …..
Contoh : 05-26/16-WINRIP-WP3/CE/A/8043/10-16
11 Tanggal Kontrak : …... [Sebutkan tanggal kontrak pekerjaan] …..
Contoh : 28 Oktober 2016
12 Nilai Kontrak : ….. [Sebutkan nilai kontrak pekerjaan] ….
Contoh : Rp. [Link],00

Lampiran 1.17 - 2
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

13 Masa Pelaksanaan :...............[Sebutkan masa pelaksanaan pekerjaan] ….


Contoh : 630 hari kalender
14 Tanggal Mulai Kerja :..............[Sebutkan tanggal mulai kerja dalam SPMK] …
Contoh : 08 November 2016
15 Masa Pemeliharaan : ….. [Sebutkan masa pemeliharaannya] ….
Contoh : 730 hari kalender

 Data Teknis
Contoh Data Teknis
Tabel A.1- Data Teknis
No Uraian Satuan Besaran
1 Panjang Jalan km 34,5
2 Lebar rumija m 14
3 Lebar badan jalan m 7
4 Lebar bahu jalan m 2
5 Lapisan perkerasan Aspal
a. AC-WC cm 4
b. AC-BC cm 6
c. AC-Base cm 7,5
d. Agregat kelas A cm 20
e. Agregat kelas B cm 25
f. Selected Embankment cm 15
6 Jenis perkerasan bahu jalan: cm 17,5
Agregat Base Kelas S

 Tabel Rona Lingkungan Hidup Awal


Contoh rona lingkungan hidup awal

Sisi Kiri CL Sisi Kanan

Foto Rona Awal STA Rona Awal Foto

(1) (2) (3) (4) (5)


Base camp Gorong-
paket No.16 Awal gorong,
(Sta.0+750) Proyek pemukiman,
Gorong- 0+000 tempat usaha,
gorong, PDAM, Kabel
pemukiman, Telkom
mesjid, tempat Bawah Tanah,
usaha, PDAM, Tiang Listrik,
jembatan, 1+875 jembatan

1+875 Gorong-
gorong-gorong, gorong, kebun
kebun sawit, sawit, Kabel
Tiang Listrik, telkom bawah
jembatan tanah, Tiang
14+850 Listrik,
jembatan

Lampiran 1.17 - 3
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Sisi Kiri CL Sisi Kanan

Foto Rona Awal STA Rona Awal Foto

(1) (2) (3) (4) (5)

Tempat usaha, Tempat usaha,


pemukiman, 14+850 pemukiman,
jembatan, jembatan,
Kabel Telkom Kabel Telkom
Bawah Tanah, bawah Tanah,
gorong-gorong, gorong-
16+200 gorong, Tiang
kebun
Listrik, kebun

16+200 Kebun sawit,


Kebun sawit, tiang listrik,
jembatan, tiang jembatan,kabe
listrik l telkom
bawah tanah
20+600

Lampiran 1.17 - 4
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)
LAMPIRAN 1.17 : TABEL RENCANA KERJA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKKL)

Contoh tabel rencana kerja pengelolaan lingkungan

SISI KIRI Jalan SISI KANAN


Dampak Kegiatan yang Pengelolaan Rona Awal STA Rona Awal Pengelolaan Kegiatan yang Dampak
Lingkungan Menimbulkan Lingkungan Lingkungan Menimbulkan Lingkungan
Dampak Dampak
1 2 3 4 5 6 7 8 9
………[Sebutkan ………[Sebutkan …….[Sebutkan …….[Sebutkan …….[Sebutkan …….[Sebutkan …….[Sebutkan ………[Sebutkan ………[Sebutkan
dampak yang kegiatan yang pengelolaan kondisi rona lokasi/STA yang kondisi rona pengelolaan kegiatan yang dampak yang
ditimbulkan]……. menyebabkan lingkungan awal dan/atau akan dilakukan awal dan/atau lingkungan menyebabkan ditimbulkan]…….
Contoh : timbulnya yang ada dalam kegiatan di pengelolaan]…… kegiatan di yang ada dalam timbulnya Contoh :
Pencemaran udara dampak]…….. dokumen sekitar lokasi] Contoh : 0+000 sekitar lokasi] dokumen dampak]…….. Pencemaran udara
(debu) dan Contoh : lingkungan, …… Contoh : s/d 0+100 …… Contoh : lingkungan, Contoh : (debu) dan
kebisingan. Emisi Mobilisasi alata SKKLH Tempat Tempat SKKLH Mobilisasi alata kebisingan. Emisi
gas buang berat dan dan/atau izin tinggal, tempat tinggal, tempat dan/atau izin berat dan gas buang
material lingkungan usaha, pohon- usaha, pohon- lingkungan material
untuk pohon dan pohon dan untuk
meminimalisir tanaman tanaman meminimalisir
dampak warga, utilitas warga, utilitas dampak
tersebut]…….. tersebut]……..
Contoh : Contoh :
Penyiraman Penyiraman
putus-putus di putus-putus di
area berdebu, area berdebu,
pengaturan pengaturan
jadwal dan rute jadwal dan rute
pengangkutan pengangkutan
material material
Dst ……….

Lampiran 1.17 - 5
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)
LAMPIRAN 1.17 : TABEL RENCANA KERJA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RKPL)

Contoh tabel rencana kerja pemantauan lingkungan

SISI KIRI Jalan SISI KANAN


Dampak Kegiatan yang Pemantauan Rona Awal STA Rona Awal Pemantauan Kegiatan yang Dampak
Lingkungan Menimbulkan Lingkungan Lingkungan Menimbulkan Lingkungan
Dampak Dampak
1 2 3 4 5 6 7 8 9
………[Sebutkan ………[Sebutkan …….[Sebutkan …….[Sebutkan …….[Sebutkan …….[Sebutkan …….[Sebutkan ………[Sebutkan ………[Sebutkan
dampak yang kegiatan yang pemantauan kondisi rona lokasi/STA yang kondisi rona pemantauan kegiatan yang dampak yang
ditimbulkan]……. menyebabkan lingkungan dan awal dan/atau akan dilakukan awal dan/atau lingkungan menyebabkan ditimbulkan]…….
Contoh : timbulnya tolok kegiatan di pengelolaan]…… kegiatan di yang ada dalam timbulnya Contoh :
Pencemaran udara dampak]…….. ukur/baku sekitar lokasi] Contoh : 0+000 sekitar lokasi] dokumen dampak]…….. Pencemaran udara
(debu) dan Contoh : mutu yang ada …… Contoh : s/d 0+100 …… Contoh : lingkungan, Contoh : (debu) dan
kebisingan, emisi Mobilisasi alat dalam Tempat Tempat SKKLH Mobilisasi alat kebisingan, emisi
gas buang berat dan dokumen tinggal, tempat tinggal, tempat dan/atau izin berat dan gas buang
material lingkungan, usaha, pohon- usaha, pohon- lingkungan material
SKKLH pohon dan pohon dan untuk
dan/atau izin tanaman tanaman meminimalisir
lingkungan warga, utilitas warga, utilitas dampak
untuk tersebut]……..
meminimalisir Contoh :
dampak Pengukuran
tersebut]…….. kualitas udara
Contoh : dan kebisingan
Pengukuran
kualitas udara
dan kebisingan,
dengan
mengacu pada
PP 41/999
Dst ……….

Lampiran 1.17 - 6
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

LAMPIRAN 1.17 : PETA LOKASI BASECAMP

Contoh peta lokasi basecamp

BASE CAMP KONTRAKTOR

SATPAM
KONTRAKTOR

POS
LAPANGAN
KANTOR

CASTING YARD
LABORATORIUM

400
0
RESERVOIR
WATER

TANKER
BBM
GUDANG BENGKEL BARAK PEKERJA
750
0

Lampiran 1.17 - 7
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

LAMPIRAN 1.17 : MATRIKS PELAPORAN PELAKSANAAN RENCANA KERJA PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

 Contoh Matriks Pelaporan Pelaksanaan RKPPL

Lokasi Progress Kegiatan Dampak Hasil Pelaksanaan Hasil Pelaksanaan


Evaluasi dan
(Sta – Sta) (Sumber Dampak) Lingkungan Pengelolaan Pemantauan Dokumentasi
Kesimpulan
Lingkungan Lingkungan
1 2 3 4 5 6 7
…….[Sebutkan ………[Sebutkan ………[Sebutkan ….. [Sebutkan hasil ….. [Sebutkan hasil ….. [Sebutkan hasil ….. [Cantumkan
lokasi/STA yang kegiatan yang dampak yang pelaksanaan pengelolaan pelaksanaan pemantauan evaluasi dan dokumentasi hasil
dilakukan menyebabkan ditimbulkan]……. lingkungan] …. lingkungan dan tolok kesimpulan dari pelaksanaan dan
pengelolaan]…… timbulnya Contoh : Pencemaran Contoh : Jadwal ukur atau baku mutu pengelolaan dan pemantauan di lokasi
Contoh : 0+000 dampak]…….. udara (debu) dan mobilisasi dilaksanakan yang digunakan] ….. pemantauan yang telah tersebut] …..
s/d 0+100 Contoh : Mobilisasi kebisingan, emisi gas pada jam 21.00-23.00 Contoh : Sampling dilakukan] ….
alat berat dan material buang dan melalui rute …. kualitas udara dilakukan Contoh : Hasil sampling
pada sta…/koordinat kualitas udara ambien di
…., dengan parameter lokasi pekerjaan berada
dan baku mutu mengacu di bawah baku mutu
pada PP 41/999 lingkungan
Dst ….

Lampiran 1.17 - 8
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Tabel 1.17 (1) Baku Mutu Air Berdasarkan Kelas

KELAS
PARAMETER SATUAN KETERANGAN
I II III IV
FISIKA
Temperatur ºC deviasi 3 deviasi 3 deviasi 3 deviasi 5 Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya
Residu Terlarut mg/ L 1000 1000 1000 2000
Bagi pengolahan air minum secara kon-
Residu Tersuspensi mg/L 50 50 400 400
vensional, residu tersuspensi ≤ 5000 mg/L
KIMIA ANORGANIK
Apabila secara alamiah di luar rentang
pH 6-9 6-9 6-9 5-9 tersebut, maka ditentukan berdasarkan
kondisi alamiah
BOD mg/L 2 3 6 12
COD mg/L 10 25 50 100
DO mg/L 6 4 3 0 Angka batas minimum
Kadmium mg/L 0,01 0,01 0,01 0,01
Bagi pengolahan air minum secara
Tembaga mg/L 0,02 0,02 0,02 0,2
konvensional, Cu ≤ 1 mg/L
Bagi pengolahan air minum secara
Besi mg/L 0,3 (-) (-) (-)
konvensional, Fe ≤ 5 mg/L
Bagi pengolahan air minum secara
Timbal mg/L 0,03 0,03 0,03 1
konvensional, Pb ≤ 0,1 mg/L
Mangan mg/L 0,1 (-) (-) (-)
Bagi pengolahan air minum secara
Seng mg/L 0,05 0,05 0,05 2
konvensional, Zn ≤ 5mg/L
MIKROBIOLOGI
Fecal coliform jml/100ml 100 1000 2000 2000 Bagi pengolahan air minum secara kon-
vensional, fecal coliform ≤ 2000 jml /100 ml
Total coliform jml/100ml 1000 5000 10000 10000 dan total coliform ≤ 10000 jml/100 ml

Sumber : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendaliaan Pencemaran Air
Keterangan : * Mengikuti peraturan perundangan perubahan terhadap Peraturan Pemerintah tersebut,
dan/atau peraturan perundangan terkait lainnya
Catatan :
mg = milligram
ml = milliliter
L = liter
Nilai di atas merupakan batas maksimum, kecuali untuk pH dan DO.
Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum.
Nilai DO merupakan batas minimum.

Lampiran 1.17 - 9
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Tabel 1.17.(2) Baku Mutu AirLimbah Domestik

Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan


pH 6-9
BOD mg/L 30
COD mg/L 100
TSS mg/L 30
Minyak & Lemak mg/L 5
Amoniak mg/L 10
Total coliform Jumlah/100mL 3000
Debit L/org. hari 100

Sumber : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun
2016 tentang Baku Mutu Kualitas Air Limbah Domestik
Keterangan : * Mengikuti peraturan perundangan perubahan terhadap Pearturan Menteri tersebut, dan/atau
peraturan perundangan terkait lainnya

Tabel 1.17.(3) Baku Mutu Udara Ambien Nasional

Waktu
No Parameter Baku Mutu Metode Analisis Peralatan
Pengukuran
1. SO2 1 Jam 900 ug/Nm3 Pararosanilin Spektrofotometer
(Sulfur Dioksida) 24 Jam 365 ug/Nm3
1 Tahun 60 ug/Nm3
2. CO 1 Jam 30.000 ug/Nm3 NDIR NDIR Analizer
(Karbon Monoksida) 24 Jam 10.000 ug/Nm3
1 Tahun
3. NO2 1 Jam 400 ug/Nm3 Saltzman Spektrofotometer
(Nitrogen Dioksida) 24 Jam 150 ug/Nm3
1 Tahun 100 ug/Nm3
4. O3 1 Jam 235 ug/Nm3 Chemiluminescent Spektrofotometer
(Oksidan) 1 Tahun 50 ug/Nm3
5. HC 3 Jam 160 ug/Nm3 Flame Ionization Gas Chromatografi
(Hidro Karbon)
6. PM10 24 Jam 150 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol Sampler
(Partikel < 10 um)
PM 25 *) 24 Jam 65 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol Sampler
(Partikel < 2,5 um) 1 Tahun 15 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol Sampler
7. TSP 24 Jam 230 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol Sampler
(Debu) 1 Tahun 90 ug/Nm3
8. Pb 24 Jam 2 ug/Nm3 Gravimetric Hi – Vol Sampler
(Timah Hitam) 1 Tahun 1 ug/Nm3 Ekstraktif Pengabuan AAS

9. Dustfall 30 hari 10 Ton/Km2/bulan Gravimetric Cannister


(Debu Jatuh) (Pemukiman)
20 Ton/km2/bulan
(Industri)
10. Total Fluorides 24 Jam 3 ug/Nm3 Spesific Ion Impinger atau
(as F) 90 Hari 0,5 ug/Nm3 Electrode Countinous Analizer

11. Fluor Indeks 30 Hari 40 ug/Nm3 Colourimetric Lime Filter Paper

Lampiran 1.17 - 10
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Waktu
No Parameter Baku Mutu Metode Analisis Peralatan
Pengukuran
dari kertas limed
filter

12. Klorine & 24 Jam 150 ug/Nm3 Spesific Ion Impinger atau
Khlorine Dioksida Electrode Countinous Analizer
13. Sulphat Indeks 30 Hari 1 mg SO3/100 cm3 Colourimetric Lead Peroksida
dari Lead Candle
Peroksida

Sumber : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian
Pencemaran Udara (Lampiran I)
Keterangan : * Mengikuti peraturan perundangan perubahan terhadap Peraturan Pemerintah tersebut,
dan/atau peraturan perundangan terkait lainnya
Catatan : - *) PM25 mulai diberlakukan tahun 2002
- Nomor 10 s/d 13 hanya diberlakukan untuk daerah / kawasan Industri Kimia Dasar
Contoh : Industri Petro Kimia atau Industri Pembuatan Asam Sulfat

Tabel 1.17.(4) Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

Ambang Batas Maksimum


No. Jenis Kendaraan
CO (%) HC (ppm) Ketebalan Asap
1. Sepeda motor 2 (dua) langkah dengan 4,5 3.000 -
bahan bakar bensin dengan bilangan
oktana > 87
2. Sepeda motor 4 (empat) langkah dengan 4,5 2.400 -
bahan bakar bensin dengan bilangan
oktana > 87
3. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 4,5 1.200 -
dengan bahan bakar bensin dengan
bilangan oktana > 87
4. Kendaraan bermotor selain sepeda motor - - Ekivalen 50% Bosch
dengan bahan bakar solar / disel dengan pada diameter 102 mm,
bilangan setana > 45 atau opasiti 25 %

Sumber : Keputusan Menteri lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor: KEP-35/MENLH/10/1993


tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
Keterangan : *Mengikuti peraturan perundangan perubahan terhadap Keputusan Menteri tersebut, dan/atau
peraturan perundangan terkait lainnya
Catatan: Kandungan CO dan HC diukur pada kondisi percepatan bebas (idling), Ketebalan asap gas buang diukur
pada kondisi percepatan bebas

Lampiran 1.17 - 11
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Tabel 1.17.(5) Baku Mutu Kebisingan


Peruntukan Kawasan/Lingkungan Kesehatan Tingkat Kebisingan db(A)
a Peruntukan Kawasan
1. Perumahan dan Pemukiman 55
2. Perdagangan dan Jasa 70
3. Perkantoran dan Pergudangan 65
4. Ruang Terbuka Hijau 50
5. Industri 70
6. Pemerintahan dan Fasilitas Umum 60
7. Rekreasi 70
8. Khusus
- Bandar Udara
- Stasiun Kereta Api 60
- Pelabuhan Laut 70
- Cagar Budaya
b. Lingkungan Kegiatan 55
1. Rumah Sakit atau sejenisnya 55
2. Sekolah atau sejenisnya 55
3. Tempat ibadah dan sejenisnya
Sumber : Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 1996 tentang
Baku Mutu Tingkat Kebisingan
Keterangan : * Mengikuti peraturan perundangan perubahan terhadap Keputusan Menteri tersebut, dan/atau
peraturan perundangan terkait lainnya.

Lampiran 1.17 - 12
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Tabel 1.17.(6) Pengaruh Tingkat Getaran Terhadap Kenyamanan dan Kesehatan

Frekwensi Nilai Tingkat Getaran,dalam micron (10-6 meter)


No
HZ Tidak Mengganggu Menganggu Tidak Nyaman Menyakitkan
1 4 <100 100 – 500 > 500 – 1000 > 1000
2 5 <80 80 – 350 > 350 – 1000 > 1000
3 6,3 <70 70 – 275 > 275 – 1000 > 1000
4 8 <50 50 – 160 > 160 – 500 > 500
5 10 <37 37 – 120 > 120 – 300 > 300
6 12,5 <32 32 – 90 > 90 – 220 > 220
7 16 <25 25 – 60 > 60 – 120 > 120
8 20 <20 20 – 40 > 40 – 85 > 85
9 25 <17 17 – 30 > 30 – 50 > 50
10 31,5 <12 12 – 20 > 20 – 30 > 30
11 40 <9 9 – 15 > 15 – 20 > 20
12 50 <8 8 – 12 > 12 – 15 > 15
13 63 <6 6–9 > 9 – 12 > 12

Sumber : Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor Kep 49/MENLH/XI/1996
tentang Baku Mutu Tingkat Getaran
Keterangan : * Mengikuti peraturan perundangan perubahan terhadap Keputusan Menteri tersebut, dan/atau
peraturan perundangan terkait lainnya
Konversi :
Percepatan = (2f)2 x simpangan
Kecepatan = 2f x simpangan
 = 3,14

Lampiran 1.17 - 13
LAMPIRAN SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Tabel 1.17.(7) Baku Tingkat Getaran Berdasarkan Dampak Kerusakan

Getaran Frekuensi Batas Gerakan Peak mm/detik)


Parameter Satuan (Hz) Kategori A Kategori B Kategori C Kategori D
Kecepatan mm/detik 4 <2 2 - 27 > 27 - 140 > 140
Getaran 5 < 7,5 < 7,5 - 25 > 24 - 130 > 130
Frekuensi Hz 6,3 <7 <7 – 21 >21 – 110 >110
8 <6 <6 – 19 >19 – 100 >100
10 <5,2 <5,2 – 16 >16 – 90 >90
12,5 <4,8 <4,8 – 15 >15 – 80 >80
16 <4 <4 – 14 >14 – 70 >70
20 <3,8 <3,8 – 12 >12 – 67 >67
25 <3,2 <3,2 – 10 >10 – 60 >60
31,5 <3 <3 – 9 >9 – 53 >53
40 <2 <2 – 8 >8 – 50 >50
50 <1 <1 – 7 7 – 42 >42

Sumber : Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor Kep 49/ MENLH/XI/1996
tentang Baku Mutu Tingkat Getaran
Keterangan : * Mengikuti peraturan perundangan perubahan terhadap Keputusan Menteri tersebut, dan/atau
peraturan perundangan terkait lainnya
Keterangan :
Kategori A : Tidak menimbulkan kerusakan
Kategori B : Kemungkinan keretakan sistem (retak/terlepas plesteran pada dinding pemikul beban pada kasus
khusus)
Kategori C : Kemungkinan rusak komponen struktur dinding pemikul
beban Kategori D : Rusak Dinding pemikul beban

Lampiran 1.17 - 14

Anda mungkin juga menyukai