0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Handout Dasar Pola

Dokumen ini adalah handout tentang berbagai macam garis leher, kerah, lengan, dan rok dalam pola busana untuk peserta didik SMK. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman dan kemampuan menggambarkan elemen-elemen dasar pola busana. Materi mencakup definisi dan variasi dari setiap elemen, serta fungsinya dalam desain pakaian.

Diunggah oleh

Fintiyas Nandika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Handout Dasar Pola

Dokumen ini adalah handout tentang berbagai macam garis leher, kerah, lengan, dan rok dalam pola busana untuk peserta didik SMK. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman dan kemampuan menggambarkan elemen-elemen dasar pola busana. Materi mencakup definisi dan variasi dari setiap elemen, serta fungsinya dalam desain pakaian.

Diunggah oleh

Fintiyas Nandika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HANDOUT DASAR POLA

MACAM-MACAM GARIS LEHER, KERAH, LENGAN, DAN ROK


Untuk Fase E

Disusun Oleh:
Kelompok 3 – 2023 E
Fintiyas Nandika (23050404150)
HANDOUT DASAR POLA
MACAM-MACAM GARIS LEHER, KERAH, LENGAN, DAN ROK

Nama Penyusun : Fintiyas Nandika


Nama Institusi : SMK Harapan Bumi
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SMK
Fase/Kelas : E/X
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit
Pertemuan Ke- :1

A. KOMPETENSI AWAL
Sebelum mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan sudah mempelajari materi
mengenai pola dasar badan, rok, dan lengan.
B. FASE CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis berbagai
bentuk garis leher, kerah, lengan, dan rok sebagai elemen dasar pola busana, serta
menggambarkannya dalam bentuk sketsa teknik untuk mendukung proses pembuatan pola
dan konstruksi busana.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian garis leher, kerah, lengan, dan rok
dengan tepat setelah membaca handout dan mendengarkan penjelasan guru.
2. Peserta didik mampu memahami macam-macam bentuk garis leher, kerah, lengan,
dan rok dengan tepat setelah membaca handout dan mendengarkan penjelasan guru.
D. URAIAN MATERI
1. Garis Leher
a. Pengertian Garis Leher
Dalam dunia fashion terdapat istilah neckline atau sering kali disebut dengan garis
leher. Garis leher merupakan bagian tepi atas suatu pakaian yang mengelilingi
leher, terutama jika dilihat dari depan (Wikipedia, 2024). Garis leher ini memiliki
berbagai macam bentuk, seperti garis leher bulat, garis leher V-line, dan garis leher
persegi. Setiap bentuk garis leher tentu memiliki berbagai macam variasi. Garis
leher juga menjadi akses utama untuk memakai baju, selain itu juga garis leher
juga memiliki fungsi estetika sebagai hiasan busana pada bagian leher. Garis leher
memberikan karakter pada suatu busana, pemilihan garis leher yang tepat juga
dapat memberi kesan profesional dan memperkukuh bentuk tubuh.
b. Macam-macam Garis Leher
Garis leher memiliki beberapa bentuk dasar, antara lain sebagai berikut:

1) Garis Leher Bulat


2) Garis Leher Persegi
3) Garis Leher V
Selain tiga bentuk dasar garis leher, ada juga macam-macam bentuk perkembangan
dari ketiga bentuk dasar tersebut, diantaranya:

1) Garis Leher U, adalah garis leher yang memiliki bentuk seperti huruf U.
2) Garis Leher Off Shoulder, adalah garis leher dengan bentuk terbuka melebar
tanpa garis bahu dan turun sampai di bawah bahu.
3) Garis Leher Sweetheart, adalah garis leher yang memiliki bentuk hati yang
terbentuk dari dua lengkungan yang bertemu di bagian tengahnya.
4) Garis Leher Cowl, adalah garis leher yang terbentuk dari sehelai kain yang
dibuat dengan cara digunting dengan arah serong dan didraperikan pada bagian
depan.
5) Garis Leher Boat, adalah garis leher yang terbentuk dari garis horizontal atau
garis melebar dengan menggabungkan 2 titik pada bahu dengan kedalaman
yang sama. Garis leher ini juga sering disebut dengan garis leher bateau.
6) Garis Leher Halter, adalah garis leher yang ditinggikan dan dapat berkerut
atau tidak berkerut.
7) Garis Leher Strapless, adalah garis leher dengan bentuk terbuka tanpa bahu
dan tanpa tali. Bentuk garis leher ini hampir menyerupai kemben.
8) Garis Leher Decolette, adalah garis leher yang memiliki bentuk rata sampai
bahu dan dada, serta bagian tengahnya sangat rendah.
9) Garis Leher Queen Anne, adalah garis leher dengan memiliki kerah yang naik
di bagian belakang leher dan garis leher V dengan kedalaman yang bervariasi
dan bahu tertutup.
10) Garis Leher Asymetrical, adalah garis leher menyajikan dengan tali bahu
tunggal dan potongan diagonal.
2. Kerah
a. Pengertian Kerah
Kerah adalah bagian dari busana yang melingkar di bagian leher dan dipasangkan
atau dijahit pada garis leher busana. Kerah memiliki berbagai macam bentuk dan
model, untuk penerapan model tergantung dengan model dan jenis busana. Adapun
fungsi kerah ditinjau dari bentuk desain dan tujuan pemakaiannya:
1) Digunakan untuk menutup kekurangan tubuh pada bagian leher serta bahu.
2) Melindungi area leher dan bahu dari sengatan matahari serta udara dingin.
3) Sebagai hiasan busana serta meminimalisir penggunaan aksesoris.
b. Macam-macam Variasi Kerah
Kerah dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu kerah tegak, kerah setengah tegak, dan
kerah rebah, berikut adalah penjelasannya:
1. Kerah Tegak, adalah jenis kerah yang berdiri tegak di sekeliling leher dan
menutupi sebagian leher, bagian belakang kerah ini tampak tegak dan berdiri
tinggi. Beberapa jenis kerah tegak diantaranya adalah kerah sanghai, kerah
turtle, kerah tegak biasa, kerah stand away.

2. Kerah Setengah Tegak, adalah jenis yang memiliki penegak pada bagian
belakang kerah sehingga kerah terbentuk menjadi tegak di belakang dan
merebah di bagian muka busana. Beberapa jenis kerah setengah tegak
diantaranya kerah eton, kerah milani, kerah kemeja, dan kerah tailor.
3. Kerah Rebah, adalah jenis kerah yang memiliki model merebah pada
sekeliling leher dan bahu tanpa penegak. Tidak seperti kerah setengah tegak
yang memiliki penegak pada bagian belakang kerah, kerah rebah tidak
memiliki penegak pada bagian depan maupun belakang kerah. Beberapa jenis
kerah rebah diantaranya adalah kerah peterpan, kerah shawl, kerah kelasi,
kerah shiller, kerah jabot, kerah pita, dan lain sebagainya.

3. Lengan
a. Pengertian Lengan
Lengan dapat didefinisikan sebagai komponen pakaian yang menutupi senua atau
sebagian lengan. Sebagai salah satu bagian terpenting dari pakaian, lengan dapat
difungsikan untuk melindungi lengan, menutup bagian ketiak hingga pangkal
lengan, memperindah tampilan pakaian serta memanipulasi bentuk tubuh.
b. Macam-macam Variasi Lengan
Secara umum, terdapat 3 bentuk dasar lengan yang biasa digunakan, antara lain
sebagai berikut :
1) Lengan Licin, adalah lengan yang dijahitkan pada lingkar kerung lengan.
2) Lengan Raglan, adalah lengan yang dijahit dari garis leher menuju ketiak.
3) Lengan Setali, adalah lengan yang didesain menyatu dengan pola badan.

Dari tiga bentuk dasar di atas, dikembangkan menjadi bermacam-macam model


lengan yang lebih bervariasi, diantaranya yaitu:
1) Lengan Puff, yaitu lengan yang memiliki kerut pada bagian bahu atau bagian
bawah.
2) Lengan Suai, adalah nama lain dari lengan licin.

3) Lengan Lonceng, adalah pengembangan dari lengan licin dengan bentuk


bawah mengembang atau membesar seperti lonceng/terompet.

4) Lengan Raglan, adalah variasi lengan baju yang memiliki ciri khas berupa
garis lengan yang memanjang dari garis leher ke lubang lengan terdalam di
bagian dekat ketiak.
5) Lengan Kimono, adalah lengan yang membesar di bagian ujungnya, lengan ini
merupakan pengembangan lengan setali.

6) Lengan Cape, adalah lengan baju yang diperoleh dari pola setengah lingkar.

7) Lengan Leg of Mutton, adalah lengan yang sering disebut dengan istilah
“Lengan Kaki Domba”, lengan ini memiliki kerutan yang menggelembung
pada bagian puncak dan mengecil pada bagian bawah.

8) Lengan Tulip, adalah lengan memiliki ukuran pendek dengan lengan berupa
kerut atau licin yang menyerupai bentuk kelopak bunga tulip.
9) Lengan Bishop, adalah lengan licin yang menggelembung di bagian bawah
dan bentuk licin pada bahu. Panjang lengan bishop ini biasanya tiga
seperempat, tujuh per-delapan, atau sampai lengan panjang.

10) Lengan Dolman, adalah lengan yang mempunyai ukuran longgar dengan
bentuk kerung lengan agak dalam mulai dari bahu sampai tujuh setengah cm di
atas garis pinggang.

4. Rok
a. Pengertian Rok
Rok dapat didefinisikan sebagai busana penutup tubuh bagian bawah yang dibuat
langsung menjadi satu bagian untuk menutupi seluruh atau sebagian kaki
pemakainya. Rok ini umumnya dikenakan mulai dari pinggang melewati panggul
sampai batas bawah tertentu sesuai dengan keinginan. Rok sendiri memiliki fungsi
melindungi bagian tubuh bawah dari sengatan matahari, udara dingin, debu, dan
untuk memenuhi syarat kesusilaan dan kesopanan.
b. Macam-macam Variasi Rok
Berdasarkan bentuknya, terdapat empat bentuk dasar rok, antara lain sebagai
berikut:
1) Lurus (straight), adalah rok yang mempunyai jahitan sampai lurus yang
dibentuk ke dalam dengan kerutan, lipatan, atau kupnat untuk menyesuaikan
ukuran pinggang.
2) Mengembang (flared), adalah rok yang membentuk pasak (wedge) yaitu rok
yang menambah kepenuhan dari pinggul sapai kelim bawah. Untuk menambah
isi pada rok, dijahitkan panel. Panel yang dijahitkan disebut pias.
3) Menyempit Ke Bawah (pegged), adalah kebalikan dari rok mengembang.
Pada garis pinggang lebih lebar kemudian menyempit pada kelim bawahnya.
Kelebihan pinggang dikurangi dengan kerutan, lipatan atau draperi.
4) Lingkaran (circular), adalah rok dengan bentuk lingkaran yang lebar, ramping
pada bagian pinggang dan berbentuk lingkaran pada bagian bawahnya.
Sedangkan menurut siluet atau polanya, rok dibagi menjadi beberapa, diantaranya
adalah sebagai berikut:
1) Rok Lipit, rok lipit adalah rok yang memiliki desain lipatan. Rok lipit sendiri
dibagi menjadi beberapa macam, yaitu rok lipit hadap, rok lipit sungkup, dan
rok lipit pipih.

2) Rok A-line, rok yang pas di pinggul dan secara bertahap melebar ke arah
ujungnya, sehingga memberikan kesan bentuk huruf kapital A.

3) Rok Pias, rok yang terdiri dari beberapa potongan, jumlah potongan yang ada
pada rok pias disesuaikan dengan model busana atau selera masing-masing.
Rok pias ini biasanya juga dilengkapi dengan godet.

4) Rok Lingkar, rok yang terbuat dari kain berbentuk lingkaran dengan bukaan di
bagian tengah untuk pinggang.
E. SUMBER BACAAN
Fadhilah, N. (2025). Garis Leher. Retrieved from [Link]:
[Link]
%20tanpa%20kerah.-,Ada%20tiga%20bentuk%20dasar%20garis%20leher
%20yaitu%20bulat%2C%20persegi%2C%20dan,shoulder%2C%20sweetheart
%2C%20dan%20lainnya.
Fitinline. (2018, Desember 04). 13 Variasi Lengan Baju Lengkap dengan Pola dan Teknik
Menjahitnya. Retrieved from [Link]
[Link]
dan-teknik-menjahitnya/
Fitinline. (2018, November 26). 20 Macam Variasi Kerah yang Sesuai untuk Berbagai
Jenis Pakaian. Retrieved from [Link]
[Link]
berbagai-jenis-pakaian/
Fitinline. (2019, Januari 03). 13 Model Rok Wanita yang Dapat Anda Pilih Sesuai Bentuk
Tubuh. Retrieved from [Link]
[Link]
sesuai-bentuk-tubuh/
Ma'rifah, N. N. (2022). Hand Out Macam Macam Kerah Dan Polanya. Retrieved from
[Link]: [Link]
MACAM-MACAM-KERAH-DAN-POLANYA
Rusdiyana, E. (2025). Materi Rok. Retrieved from [Link]:
[Link]
Wikipedia. (2024, Februari 21). Garis Leher. Retrieved from [Link]
[Link]
Zulfaturochmah. (2013). Kursus Menjahit Teknik Dasar. Pekalongan.

Anda mungkin juga menyukai