JURNAL PEMBELAJARANKU
MODUL 3
PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN
( UMUM )
MENERAPKAN PRINSIP UNDERSTANDING by DESIGN
PADA PEMBELAJARAN PPKN KELAS IV
SD NEGERI 040552 SAMPERAYA
DISUSUN OLEH :
ELVITA MINA SARI BR GINTING, [Link]
NO. UKG : 201900698905
PENDIDIKAN PROFESI GURU TERTENTU
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2026
MENERAPKAN PRINSIP UNDERSTANDING BY DESIGN
PADA PEMBELAJARAN
Sebagai seorang guru, sebelum memasuki pembelajaran di kelas saya harus memiliki
perencanaan yang matang dan spesifik untuk saya ajarkan di kelas. Semua kegiatan yang
terjadi di kelas harus melalui perencanaan yang terstruktur dan tidak bisa secara spontan.
Merancang pembelajaran yang baik merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap
guru. Oleh karena itu, ada banyak strategi yang dapat dipelajari dan diterapkan di satuan
pendidikan. Dalam jurnal pembelajaran ini saya akan membahas mengenai prinsip
Understanding by Design (UbD) sebagai salah satu pendekatan dalam perencanaan
pembelajaran. Pengertian dari Understanding by Design (UbD) sendiri merupakan salah satu
pendekatan dalam merencanakan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman
mendalam peserta didik terhadap materi Pelajaran yang diajarkan.
Understanding by Design (UbD) atau dikenal dengan sebutan Backward Design
merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang dipelopori oleh tokoh Pendidikan Grant
Wiggins dan Jay McTighe (2005). Pendekatan UbD berlandaskan pada prinsip-prinsip
(Wiggins dan Jay McTighe, 2005), yaitu:
1. Merupakan perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sebagai bagian dari
tugasnya.
2. Upaya untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memaknai belajar
melalui konsep-konsep utama.
3. Mendorong peserta didik memaknai pembelajaran secara mandiri melalui bukti
kinerja otentik.
4. Perencanaan pembelajaran yang efektif yang dimulai guru menentukan capaian atau
tujuan pembelajaran yang dicapai oleh peserta didik.
5. Guru membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Tidak hanya mengajar,
guru harus memastikan pembelajaran terjadi dan bermakna bagi peserta didik.
6. Refleksi berkala terhadap bagaimana pembelajaran dilakukan merupakan Upaya
untuk meningkatkan kualitas dan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik.
7. UbD merefleksikan peningkatan yang berkelanjutan untuk mewujudkan pembelajaran
yang efektif bagi peserta didik.
Terdapat tiga langkah utama yang perlu dilakukan dalam merencanakan pembelajaran
dengan prinsip UbD, diantaranya menetukan tujuan pembelajaran, menentukan asesmen
pembelajaran, dan merancang aktivitas pembelajaran (Grant Wiggins dan Jay McTighe,
2005). Tiga langkah tersebut diilustrasikan pada Gambar 1.1.
1. Menentukan Tujuan Pembelajaran
Pada tahap ini guru merancang tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih
opersional dan konkret. Guru harus merinci hal apa yang ingin dicapai peserta didik
dalam pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran harus memperhatikan karakteristik
peserta didik, karakteristik mata pelajaran, konsep atau topik yang dipelajari serta
konteks lingkungan pembelajaran yang jelas.
Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan tujuan
pembelajaran, yaitu:
a. Fokus pada pengembangan pemahaman yang mendalam dan relevan.
b. Identifikasi tujuan pembelajaran yang spesifik dan mengarah pada
pemahaman konsep.
2. Menentukan Asesmen Pembelajaran
Setelah merumuskan tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya yang perlu
dilakukan pada prinsip UbD adalah merancang asesmen. Asesmen yang disusun harus
mengacu pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dalam proses perencanaan
asesmen terdapat tiga kata yang berkaitan dengan fungsi asesmen, yaitu; Assessment
for Learning (AfL), Assessment as Learning (AaL), Assessment of Learning (AoL).
Dengan mengikuti langkah-langkah asesmen dalam prinsip UbD, asesmen yang
digunakan dapat menjadi alat yang kuat dalam mengukur pencapaian tujuan
pembelajaran. Asesmen yang baik seharusnya mencerminkan pemahaman yang
mendalam, aplikasi pengetahuan, dan pengembangan keterampilan yang relevan.
Diharapkan dalam penerapan asesmen dapat menjadi sarana refleksi dan perbaikan
pembelajaran agar peserta didik mendapatkan proses pembelajaran yang bermakna.
3. Merancang Kegiatan Pembelajaran
Langkah selanjutnya pada prinsip Understanding by Design (UbD) adalah
merancang kegiatan pembelajaran dengan memilih pendekatan yang tepat. Kegiatan
pembelajaran yang dirancang perlu melibatkan perencanaan yang cermat dan teliti
guna menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif dan bermakna. Dalam
merancang kegiatan pembelajaran buatlah rancangan kegiatan belajar yang aktif,
menarik, dan bermakna bagi peserta didik. Sesuaikan kegiatan pembelajaran dengan
kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik. Karena kegiatan
pembelajaran seharusnya tidak hanya sekedar memberikan informasi, akan tetapi
juga menstimulus pemikiran kritis, refleksi, dan relevan.
Ide apa yang Bapak/Ibu guru dapatkan setelah belajar topik ini?
Setelah belajar mengenai UbD (Understanding by Design) memberikan banyak
pengetahuan baru mengenai cara merancang pembelajaran yang lebih baik dan spesifik, serta
berfokus pada tujuan akhir pembelajaran. Ubd (Understanding by Design) tidak hanya
menyampaikan informasi tetapi juga untuk mendorong peserta didik dalam memahami
konsep secara mendalam. Dengan menggunakan pendekatan UbD dalam rancangan
pembelajaran yang lebih terstuktur dan terarah, saya memastikan bahwa setiap langkah dalam
proses pembelajaran memiliki tujuan dan relevan dan berfokus kepada kebutuhan peserta
didik.
Perencanaan pembelajaran seperti apa yang relevan untuk
dikembangkan di sekolah Bapak/Ibu guru?
Perencanaan pembelajaran yang relevan untuk dikembangkan di sekolah saya yaitu
SD Negeri 040552 Samperaya, yang perlu difokuskan adalah bagaimana merancang
pembelajaran yang tidak hanya sekedar mentransfer informasi, tetapi juga mendorong peserta
didik untuk memahami konsep secara mendalam dan mengembangkan keterampilan dalam
berpikir Tingkat tinggi. Dengan pembelajaran berbasis UbD (Understanding by Design), kita
bisa membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna. Langkah yang akan saya lakukan
adalah menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas dan diukur sesuai dengan kebutuhan
peserta didik, merancang asesmen formatif dan sumatif, mengembangkan aktifitas
pembelajaran yang bervariasi, mendorong peserta didik untuk bereksplorasi dan
berkolaborasi di dalam kelompok, dan akan secara berkala mengevaluasi proses
pembelajaran.
RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PRINSIP UBD
1. Menentukan tujuan pembelajaran pada Mata Pelajaran Pkn kelas IV SD.
2. Menentukan asesmen formatif dalam pembelajaran.
3. Merancang kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran.
CAPAIAN PEMBELAJARAN ELEMEN PPKN
Peserta didik mampu mengenal dan menceritakan simbol dan sila-sila Pancasila dalam
lambang negara Garuda Pancasila. Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan
hubungan antara simbol dan sila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Peserta didik
mampu menerapkan nilai nilai Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah. Peserta didik
mampu mengenal aturan di lingkungan keluarga dansekolah. Peserta didik mampu
menceritakan contoh sikap mematuhi dantidak mematuhi aturan di keluarga dan sekolah.
Peserta didik mampumenunjukkan perilaku mematuhi aturan di keluarga dan sekolah. Peserta
didik mampu menyebutkan identitas dirinya sesuai dengan jeniskelamin, ciri-ciri fisik, dan
hobinya. Peserta didik mampu menyebutkanidentitas diri (fisik dan non fisik) keluarga dan
teman-temannya dilingkungan rumah dan di sekolah. Peserta didik mampu menceritakandan
menghargai perbedaan baik fisik (contoh : warna kulit, jenis rambut,dll) maupun nonfisik
(contoh : miskin, kaya, dll) keluarga dan teman-temannya di lingkungan rumah. Peserta didik
mampu mengidentifikasi dan menceritakan bentuk kerjasama dalam keberagaman di
lingkungan keluarga dan sekolah. Peserta didik mampu mengenal ciri-ciri fisik lingkungan
keluarga dan sekolah,sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI. Peserta didik
mampu menyebutkan contoh sikap dan perilaku menjaga lingkungan sekitar serta
mempraktikkannya di lingkungan keluarga dan sekolah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu membaca teks bacaan tentang keberagaman karakteristik
individu dan membuat pengelompokannya dengan rasa ingin tahu, toleransi, dan
percaya diri
2. Peserta didik mampu mengenal karakteristik individu di lingkungan sekolah
MERANCANG ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN UNTUK MELIHAT
KEMAMPUAN PESERTA DIDIK
Asesmen menggunakan formatif essay.
Pertanyaan :
1. Apa yang akan kalian lakukan untuk mengidentifikasi hak dan kewajiban sebagai
anggota keluarga, masyarakat dan sekolah ?
2. Apa yang kalian ketahui menganai hak dan kewajiban?
MERANCANG KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pendahuluan (15 menit)
Guru mempersiapkan peserta didik baik secara fisik maupun psikis untuk dapat
mengikuti pembelajaran dengan baik.
Menyanyikan salah satu lagu wajib nasional.
Guru memberikan motivasi dan apersepsi kepada peserta didik agar bersemangat
dalam mengikuti proses pembelajaran.
Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a sebelum belajar.
Guru mengecek kehadiran peserta didik.
Guru Bersama siswa mendiskusikan tujuan dan rencana kegiatan pembelajaran.
Kegiatan Inti (40 menit)
Guru memberikan penjelasan tentang hak dan kewajiban yang ada di lingkungan
keluarga, masyarakat dan sekolah.
Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan pertanyaan.
Guru Bersama peserta didik melakukan kegiatan Ice Breaking.
Guru memberikan gambar contoh hak dan kewajiban yang ada di lingkungan
masyarakat, keluarga dan sekolah.
Guru memberikan pertanyaan terkait gambar yang ditunjukkan.
Guru membagi kelompok belajar peserta didik yang terdiri dari 3 atau 4 orang peserta
didik.
Peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil tentang bagaimana cara
mengelompokkan hak dan kewajiban di ingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah.
Guru memberikan bimbingan kepada peserta didik dalam melakukan proses diskusi.
Kelompok mempresentasikan hasil diskusi tentang bagaimana cara
mengelompokkan hak dan kewajiban di ingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah.
Penutup (15 menit)
Guru mengapresiasi semua pemaparan peserta didik terkait hasil diskusi peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pemaparan hasil diskusi peserta didik.
Siswa memberikan refleksi tentang mengelompokkan hak dan kewajiban di
lingkungan masyarakat, keluarga dan sekolah.
Guru memberikan nasehat kepada peserta didik agar selalu rajin belajar dan terus
semangat dalam menuntut ilmu.
Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa diakhir pembelajaran
REFLEKSI
Pada topik UbD ini saya sudah memahami bahwa memilih Capaian Pembelajaran
(CP) yang sesuai dengan standar kurikulum adalah langkah awal yang sangat penting agar
pembelajaran tetap relevan dan terarah. Setelah menentukan Capaian Pembelajaran (CP) dan
Tujuan Pembelajaran (TP), selanjutnya saya menyusun asesmen awal untuk mengukur
pengetahuan, kemampuan dan keterampilan peserta didik. Selanjutnya saya merancang
pembelajaran yang menarik dan efisien. Dengan menggunakan prinsip UbD dapat membantu
saya memotivasi peserta didik untuk menjadi pelajar yang aktif dan mandiri, serta peserta
didik mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam
menyiapkan pembelajaran yang efektif dan relevan, terdapat beberapa tantangan yang saya
hadapi, diantaranya dalam hal merancang aktifitas dan tujuan pembelajaran. Saya harus
menyesuaikan rancangan dengan karakteristik dan kemampuan peserta didik saya yang
beragam.
DOKUMENTASI DENGAN TEMAN SEJAWAT
UMPAN BALIK REKAN SEJAWAT
Setelah mendengarkan paparan dari
beliau saya akan mengubah metode
pembelajaran yang lebih bermakna
Idaratnawati Br Nambela, S. Pd
Dari paparan yang disampaikan, saya
menjadi mengerti
UMPAN BALIKdan paham
REKAN apa itu
SEJAWAT
prinsip pembelajaran dengan UBD,
langkah kecil setelah ini akan
mempelajari lebih lanjut tentang
Sukmasari Br Kembaren, S. Pd
Sebelumnya saya berfikir bahwa
pembelajaran dengan prinsip UBD sangatlah
sulit diterapkan, tetapi setelah saya
mendengarkan paparan dari Ibu Leni
Marheni sangatlah mudah. Langkah kecil
saya setelah ini saya akan berusaha menjadi
guru yang dapat menerapkan pembelajaran
Hiskia Kristanto Barus, S. Pd
DOKUMENTASI KEGIATAN PEMBELAJARAN