Review kuliah II
• Model Arsitektur Sistem Basis Data:
• Sistem Tunggal
• Sistem Terpusat
• Sistem Client server
• Sistem Terdistribusi
• Konsep dasar entitas
• Model normalisasi table: unnormalized, 1NF, 2NF, 3NF, dan seterusnya
SISTEM BASIS DATA (PTGD6304) - DEPARTEMEN TEKNIK
1
GEODESI - UNIVERSITAS DIPONEGORO - 2022
Review Kuliah III
• Ada ketentuan dalam membangun entity relationship:
• Perlunya derajat partisipasi dalam entity relationship
• Adanya kemungkinan terjadinya multirelationship antar entity
• Adanya kemungkinan weak entity sehingga terbentuk weak relationship
• Selain relational, entity relationship dapat juga berupa hierarchical
• Design membentuk entity relationship merupakan conceptual design
dalam sebuah system basis data
Pendahuluan
• Perancangan basis data merupakan proses membuat desain yang
akan mendukung operasional dan tujuan suatu system.
• Perancangan Basis Data memiliki beberapa tujuan, diantaranya
:
[Link] informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan pengguna
secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
[Link] pengertian struktur informasi.
[Link] kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek
penampilan (response time, processing time, dan storage space).
• Ada 5 fase proses perancangan basis data, yakni:
1. Pengumpulan data dan informasi
• Proses identifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data disebut
pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-
kebutuhan suatu sistem basis data, pertama harus mengenal bagian-
bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan
sistem basis data, termasuk para pemakai yang ada dan para
pemakai yang baru serta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan
dari para pemakai dan aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan
dan dianalisa.
Ada 4 aktivitas pengumpulan data dan analisis, yaitu:
• Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya.
• Peninjauan dokumentasi yang ada.
• Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data.
• Daftar pertanyaan dan wawancara.
2. Perancangan konseptual design Sistem
Basis Data
• Tujuan dari fase ini adalah menghasilkan conceptual schema
untuk basis data yang tergantung pada sebuah DBMS yang
spesifik. Sering menggunakan sebuah high-level data model
seperti ERD (Entity Relationship Diagram) model selama fase
ini. Dalam conceptual schema, kita harus memerinci aplikasi-
aplikasi basis data yang diketahui dan transaksi-transaksi yang
mungkin.
3. Penentuan Database Manajemen Sistem
(DBMS)
• Pemilihan basis data ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya :
faktor teknik, ekonomi dan organisasi.
Contoh faktor teknik :
Keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis
DBMS (relational, network, hierarchical), struktur penyimpanan,
dan jalur akses yang mendukung DBMS, pemakai, dll.
Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu
sama lain dalam pemilihan DBMS :
• Struktur data yakni jika data yang disimpan dalam basis data mengikuti
struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipikirkan.
• Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem yakni jika staf programmer
dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini
dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
4. Perancangan basis data fisik
• Perancangan basis data secara fisik merupakan proses pemilihan
struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file
basis data untuk mencapai penampilan yang terbaik pada
bermacam-macam aplikasi. Selama fase ini, dirancang spesifikasi-
spesifikasi untuk basis data yang disimpan yang berhubungan
dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record
dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3
level arsitektur DBMS). Pada tahap ini, perancangan fisik telah
ditujukan untuk system DBMS tertentu. Perancangan basis data
tingkat fisik sudah dikaitkan dengan platform dan perangkat lunak
system manajemen basis data dimana basis data diimplementasikan.
5. Implementasi Sistem Basis Data
• Setelah perancangan secara logika dan secara fisik lengkap, kita dapat
melaksanakan sistem basis data. Perintah-perintah dalam DDL dan DML
(Data Manipulation Language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan
digunakan untuk membuat skema basis data dan file-file basis data (yang
kosong). Sekarang basis data tsb dimuat (disatukan) dengan datanya. Jika
data harus dirubah dari sistem komputer sebelumnya, perubahan-
perubahan yang rutin mungkin diperlukan untuk format ulang datanya
yang kemudian dimasukkan ke basis data yang baru. Transaksi-transaksi
basis data sekarang harus dilaksanakan oleh para programmer aplikasi.
Spesifikasi secara konseptual diuji dan dihubungkan dengan kode program
dengan perintah-perintah dari embedded DML yang telah ditulis dan diuji.
Suatu saat transaksi tsb telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam
basis data, maka fase perancangan dan implementasi telah selesai, dan
kemudian fase operasional dari sistem basis data dimulai.
Contoh kasus
• Suatu perusahaan baru yang bergerak di bidang travel agen:
• Ada bagian yang mengatur jadwal keberangkatan dan kedatangan
• Ada bagian yang mengatur tujuan destinasi wisata
• Ada bagian yang mengatur Armada yang digunakan
• Ada bagian yang mengatur pendaftaran customer.
Peraturan
• Setiap armada boleh dipakai untuk travelling maksimal dua kali dalam
seminggu, untuk menjaga performa mesin. Jumlah armada yang
dimiliki adalah 5 buah minibus.
• Masing – masing minibus mampu menampung 10 penumpang.
• Setiap harinya jumlah customer yang berpergian menggunakan jasa
agen ini berkisar antara 20 – 30 orang. Bahkan ada customer yang
berpergian lebih dari sekali dalam sebulan
• Dalam setiap perjalanan ada dua destinasi wisata yang akan
dikunjungi, jumlah seluruh destinasi wisata yang sudah bekerja sama
dengan agen travel ini masih sebanyak 12.
Tanggal
27/01/2017
Tujuan
Pantai A
Kode Armada
B001
Penumpang
1. Siti
Data
Taman B 2. Agus
3. Budi
4. dst.
28/01/2017 Taman B B003 1. Wati
Gunung C 2. Mila
3. Dudi
4. dst.
…
09/07/2017 Pantai A B002 1. Agus
Air terjun D 2. Wati
3. Endro
4. dst.
12/08/2017 Taman B B001 1. Budi
Air terjun D 2. Wati
3. Jono
Pertanyaan
• Tentukan entity yang diperlukan untuk membangun system basis data
pada perusahaan tavel agen tersebut.
• Susunlah Diagram er, untuk system basis data tersebut.
• Bagaimana derajat partisipasi antar entity dalam diagram er tersebut