0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan3 halaman

SP 1 RDB

Dokumen ini membahas strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk klien berisiko bunuh diri, dengan fokus pada klien berusia 17 tahun yang mengalami kesedihan mendalam setelah kehilangan sahabat. Tindakan keperawatan meliputi diskusi tentang cara mengatasi keinginan bunuh diri dan memberikan perlindungan dari lingkungan. Strategi komunikasi yang digunakan mencakup fase orientasi, kerja, dan terminasi untuk mendukung klien dalam mengatasi perasaannya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan3 halaman

SP 1 RDB

Dokumen ini membahas strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk klien berisiko bunuh diri, dengan fokus pada klien berusia 17 tahun yang mengalami kesedihan mendalam setelah kehilangan sahabat. Tindakan keperawatan meliputi diskusi tentang cara mengatasi keinginan bunuh diri dan memberikan perlindungan dari lingkungan. Strategi komunikasi yang digunakan mencakup fase orientasi, kerja, dan terminasi untuk mendukung klien dalam mengatasi perasaannya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA KLIEN

DENGAN MASALAH UTAMA RESIKO BUNUH DIRI (RBD)


STRATEGI PELAKSANAAN (SP1)

Disusun Oleh :
Nama : Navinda Rizki Dwi Mayuniar
NIM : 202202104

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
2024/2025
Petemuan 1
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kasus
Klien Nn.D berusia 17 tahun. Kondisi saat dikaji. Ia selalu tampak murung dan sedih.
Setiap orang yang ingin mendekatinya akan selalu dijauhi. Nn.D sering sekali
mengatakan “segala sesuatu akan lebih baik jika tanpa saya. Saya adalah orang yang
selalu membawa musibah sudah sepantasnya saya pergi jauh dari sini”. Kondisi ini
mulai terjadi sejak tujuh hari yang lalu. Sahabatnya Nina jatuh dari tebing yang curam
ketika sedang bermain berdua sehingga sahabatnya Nina meninggal dunia 7 hari yang
lalu. Ibu dan ayahnya sangat cemas melihat kondisi Nn.D sekarang.
2. Kondisi Pasien
DS:
- Klien sering sekali mengatakan “Segala sesuatu akan lebih baik jika tanpa
saya. Saya adalah orang yang selalu membawa musibah sudah sepantasnya
saya pergi jauh dari sini”.
DO:
- Klien tampak murung
- Klien tampak sedih
- Klien tampak menghindar, setiap orang yang ingin mendekatinya akan selalu
dijauhi.
3. Diagnosa keperawatan
Resiko Bunuh Diri (D.0013)
4. Tujuan Tindakan Keperawatan
Klien mendapat perlindungan dari lingkungan.
5. Tindakan keperawatan
Mendiskusikan tentang cara mengatasi keinginan bunuh diri, yaitu dengan meminta
bantuan diri, yaitu dengan meminta bantuan dari keluarga atu teman.

B. STRATEGI KOMUNIKASI
SP 1 Percakapan untuk melindungi pasien dari isyarat bunuh diri

1) FASE ORIENTASI
a) Salam terapeutik
Selamat pagi mbak, Apakah benar ini Dea Anggraini. Ohh, senang dipanggil apa ?
Ohh Dea. Baiklah Dea perkenalkan nama saya adalah Navinda, saya biasa dipanggil
Suster Vinda
saya bertugas pada shift pagi mulai pukul 07.00-14.00.
b) Evaluasi dan validasi
Bagaimana perasaan Dea hari ini? Saya akan selalu menemani Dea disini, nanti akan
ada perawat yang menggantikan saya untuk menemani Dea selama dirawat di rumah
sakit ini.
c) Kontrak (waktu & tempat)
Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang apa yang mbak rasakan selama ini, saya
siap mendengarkan sesuatu yang ingin mbak sampaikan. Bagaimana kalau kita
lakukan disini saja? Jam berapa kita akan berbincang – bincang? Bagaimana kalau
jam 13.00 setelah makan siang mbak?

2) KERJA
Bagaimana perasaan Dea setelah bencana itu terjadi? Apakah dengan bencana
tersebut Dea merasa paling menderita di dunia ini? Apakah Dea kehilangan
kepercayaan diri? Apakah Dea merasa tidak berharga dan lebih rendah dari pada
orang lain? Apakah Dea sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi? Apakah
Dea berniat untuk menyakiti diri sendiri seperti ingin bunuh diri atau berharap Dea
mati? Apakah Dea mencoba untuk bunuh diri? Apa sebabnya? Jika klien telah
menyampaikan ide bunuh diri, segera memberikan tindakan untuk melindungi klien.
Baiklah tampaknya Dea memerlukan bantuan untuk menghilangkan keinginan untuk
bunuh diri. Saya perlu memeriksa seluruh kamar Yuk untuk memastikan tidak ada
benda-benda yang membahayakan Dea. Nah, karena Dea tampaknya masih memiliki
keinginan yang kuat untuk mengakhiri hidup Dea, maka saya tidak akan membiarkan
Dea sendiri. Apakah yang akan Dea lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul? Ya,
saya setuju. Dea harus memaggil perawat yang bertugas di tempat ini untuk
membantu Dea. Saya percaya Dea dapat melakukannya.

3) TERMINASI
Bagaimana perasaan Dea setelah kita bincang – bincang selama ini ? Coba dea
sebutkan cara tersebut ? Dea, untuk pertemuan selanjutnya kita membicarakan tentang
meningkatkan harga diri pasien isyarat bunuh diri. Jam berapa Dea bersedia bercakap-
cakap lagi? mau berapa lama? Dea, mau dimana tempatnya? Baiklah kalau begitu
saya kira cukup untuk pertemuan kita kali ini saya pamit, terimakasih waktunya hari
ini ya Dea.

Anda mungkin juga menyukai