MODUL VI
PEMROGRAMAN HMI DAN PENGAPLIKASIANNYA
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (CPL)
1. Mampu mendesain dan melaksanakan eksperimen di laboratorium dan/atau
lapangan, menganalisis data, menarik kesimpulan, serta menuangkan dalam
bentuk laporan sebagai bagian dari penyelesaian permasalahan engineering
yang kompleks.
2. Mampu mengidentifikasi, memformulasikan, menganalisis, dan
menyelesaikan permasalahan dalam bidang sistem tenaga listrik, elektronika
dan komputer. secara mandiri atau dalam tim.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (CPMK)
1. Mampu melaksanakan eksperimen sistem kontrol berbasis PLC di
laboratorium
2. Mampu menganalisis dan melaporkan hasil eksperimen sistem kontrol
berbasis PLC di laboratorium dengan tetap memperhatikan kedisiplinan dan
keteraturan
C. SUB-CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (SUB-CPMK)
1. Mampu melaksanakan eksperimen pemrograman Ladder Diagram dan
Function Block Diagram untuk kontrol berbasis PLC di laboratorium
2. Mampu menganalisis dan melaporkan hasil eksperimen pemrograman
Ladder Diagram dan Function Block Diagram untuk kontrol berbasis PLC di
laboratorium dengan tetap memperhatikan kedisiplinan dan keteraturan
D. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Praktikan dapat mengenal pemrograman HMI dan cara pengaplikasiannya
2. Praktikan dapat mengetahui dan memahami Toolbar pada NB-Designer
3. Praktikan mampu mendesain menggunakan NB-Designer
E. DASAR TEORI
HMI (Human Machine Interface) merupakan media pertukaran data
atau informasi yang direpresentasikan dalam bentuk grafik atau simbol –
simbol tertentu yang berfungsi untuk memudahkan user pada saat proses
pengendalian sebuah plant maupun monitoring kondisi plant secara real time.
HMI dapat berupa monitor LCD, touch screen panel, dan media visual lainnya.
Untuk mendesain sebuah HMI di lab kita menggunakan software NB–Designer
sama seperti CX – Programer untuk membuat project baru dapat dilakukan
dengan memilih menu file kemudian pilih new project. Kemudian masukan
nama project dan lokasi menyimpan file HMI. Kemudian akan tampil project
library window pada menu
sebelah kiri, project workspace di sebelah kanan dan layer abu-abu merupakan
media untuk meletakkan skematik rangkaian.
a. Langkah – langkah memprogram HMI
Gambar x. Membuat project baru
Gambar x. Project Workspace
Setelah membuat project baru, hal pertama kali yang harus dilakukan
adalah membuat skematik rangkaian antara HMI dan PLC yang akan dipakai.
Disini untuk HMI kita akan menggunakan versi NB7W - TW 0 0 B dan versi
PLC OMRON CP Series. Untuk menghubungkan antara HMI dan PLC
menggunakan Serial Port yang bisa didapatkan pada Project Library Window.
Gambar x. Skematik Rangkaian
Untuk memulai pembuatan layout HMI bisa diakses pada menu W
indow>Edit W indow. Halaman berwarna hitam digunakan untuk membuat
layout yang akan tampil pada device HMI. Input dan Output dapat diakses pada
Project Library Window.
Gambar x. Edit Window
Jumlah screenpage dapat kita tambah dengan cara klik pada menu
screen kemudian pilih add screen. Sebelum memasukan program pada
hardware kita harus melakukan compile program terlebih dahulu dengan cara
mengakses menu Tools>Compile kemudian baru mendownload program pada
menu
Tool>Download. Sebelum transfer program dipastikan hardware sudah
terkoneksi ke Laptop/PC melalui kabel USB.
Gambar x. Download Program
HMI NB7W - TW 0 0 B yang digunakan pada PLC CP Series memiliki
ketentuan penggunaan alamat dan datanya sebagai berikut.
Berikut masing-masing tipe dan fungsi jenis tombol HMI.
F. PERCOBAAN PRAKTIKUM
2. Percobaan 2 :PENGGUNAAN INSTRUKSI PLC DAN DATA DIGITAL
a. Ladder Diagram
b. Layout HMI
G. TUGAS
A = Angka NIM Terahir + 2, B = Angka NIM Kedua Terakhir
Contoh : NIM D400250123. A=5. B=2.
GENAP
Buatlah Ladder diagram, Tampilan HMI Nb-Designer dan CX- Designer
dengan ketentuan :
Saat Tombol Start ditekan, lampu hijau menyala dan konveyor mulai
berputar, membawa barang melintasi permukaannya; setiap kali sebuah
barang melewati sensor ultrasonic proximity, sistem menghitung satu
deteksi hingga mencapai jumlah A, di mana pada detik itu silinder
pneumatik akan mendorong barang tersebut. Begitu akumulasi deteksi
mencapai A, konveyor otomatis berhenti dan lampu kuning menyala
sembari timer berjalan selama 5,B detik ketika jeda waktu ini terpenuhi,
lampu kuning padam dan konveyor kembali beroperasi, memulai siklus baru
dari perhitungan deteksi seperti semula. Proses ini akan terus berulang
secara loop hingga pengguna menekan Tombol Stop, yang secara langsung
menghentikan semua gerakan konveyor dan silinder, mereset sistem ke
kondisi awal, dan menyalakan lampu merah sebagai tanda sistem nonaktif.
GANJIL
Buatlah Ladder diagram, Tampilan HMI Nb-Designer dan CX- Designer
dengan ketentuan :
Operator memulai rangkaian dengan menekan Tombol Start, yang
langsung menyalakan lampu hijau sebagai indikasi konveyor aktif dan
sistem siap beroperasi. Konveyor kemudian mengangkut material
logam, dengan sensor magnetik memastikan putaran berkelanjutan
selama logam masih terdeteksi. Setiap keping logam selanjutnya
melewati sensor optik, di mana sistem mencatat satu hitungan per
deteksi hingga mencapai A kali. Begitu ambang A terpenuhi, silinder
pneumatik akan memindahkan material ke penampungan, lampu
kuning menyala, dan konveyor berhenti selama 6 + B detik. Setelah jeda
waktu tersebut usai, lampu kuning padam, lampu hijau kembali aktif,
dan proses penghitungan ulang dimulai—menciptakan siklus otomatis
yang berjalan terus-menerus. Ketika Tombol Stop ditekan, semua
gerakan konveyor dan aktuator berhenti, penghitung disetel ulang ke
nol, dan lampu merah menyala sebagai tanda sistem telah dimatikan.
Nb : Buat Tampilan HMI NB Designer dan desain CX-Designer
dengan kreativitas masing-masing, setidaknya komponen I/O
Tertampil pada HMI dan CX-Designer.