INNER: Journal of Psychological Research Volume 2, No.
4, Febaruari 2023
E-ISSN: 2776-1991 Hal. 1030 – 1034
Website: [Link]
Kinerja karyawan: Adakah peranan motivasi kerja?
Cleasterino Julian Khouw1*, Mamang Efendy2, Bawinda Sri Lestari3*
1,2,3) Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Surabaya, Indonesia
*E-mail: bawin@[Link]
Abstract
Published:
2023-02-03 To determine the relationship between work motivation and employee
performance. The research method is quantitative research with
correlational research type. Research subjects are employees in the city of
Surabaya. This research instrument uses work motivation scale and
employee performance scale. Work motivation scale with 6 indicators and
18 scale items. Employee performance scale with 2 indicators and 20 scale
items. The data analysis technique is simple correlation analysis. The result
of this research is that there is a significant positive relationship between
work motivation and employee performance.
Keywords: Work Motivation; Employee Performance
Abstrak
Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan kinerja karyawan.
Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasional. Subjek penelitian adalah karyawan di Kota Surabaya.
Instrumen penelitian ini menggunakan skala motivasi kerja dan skala
kinerja karyawan. Skala motivasi kerja dengan 6 indikator dan 18 item
skala. Skala kinerja karyawan dengan 2 indikator dan 20 item skala. Teknik
analisis data adalah analisis korelasi sederhana. Hasil penelitian adalah
terdapat hubungan yang signifikan positif antara motivasi kerja dan kinerja
karyawan.
Kata Kunci: Motivasi Kerja; Kinerja Karyawan
Copyright © 2023. Cleasterino Julian Khouw, dkk.
Pendahuluan
Sumber daya manusia (SDM) memiliki peranan penting dalam setiap kegiatan
dari sebuah perusahaan, dikarenakan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan
memiliki fungsi sebagai pelaksana dan juga memiliki potensi yang besar untuk
menjalankan aktivitas perusahaan, potensi dari sumber daya manusia yang ada harus
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar memperoleh hasil yang maksimal, serta
bagaimanapun juga kemajuan dan keberhasilan dari suatu perusahaan tidak lepas dari
peran sumber daya manusia yangbaik (Suryadi dkk, 2013).
Menurut Mahsun (Suryadi dkk, 2013) kinerja adalah gambaran mengenai tingkat
pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program atau kebijakan dalam
mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam rencana
strategi suatu organisasi. Pentingnya kinerja perusahaan ialah sebagai salah satu faktor
dalam kemajuan perusahaan. Kinerja karyawan menjadi sangat penting dikarenakan
penurunan kinerja baik individu maupun kelompok dalam suatu perusahaan dapat
1030
Kinerja karyawan: Adakah peranan motivasi kerja?
memberikan dampak yang berarti dalam suatu perusahaan, yaitu akan berdampak pada
pencapain tujuan organisasi. Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja
yang sesuai dengan standar organisasi, dengan kinerja yang baik setiap karyawan
dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dan bagi
karyawan yang memiliki kinerja baik dapat memberikan kontribusi besar dalam
menjalankan aktivitas suatu perusahaan serta dapat tercapainya tujuan perusahaan
yang telah ditetapkan. Kinerja juga memiliki peranan penting lainnya, yaitu karyawan yang
memiliki kinerja tinggi sangat diharapkan oleh perusahaan, semakin banyak karyawan
yang mempunyai kinerja tinggi, maka produktivitas perusahaan secara keseluruhan
akan meningkat sehingga perusahaan akan dapat bertahan dalam persaingan global
(Darmasaputra, 2013).
Berdasarkan peringkat indeks kinerja yang telah dilakukan World Investment
Report (WIR) tahun 2003, indeks kinerja Indonesia menempati urutan ke 138 dari 140
negara. Peringkat ini dengan memperhatikan indikator tingkat kehadiran, kualitas
pekerjaan (profesionalisme dalam bekerja), dan kuantitas pekerjaan karyawan Indonesia
yang masih tergolong rendah (Hidayati, 2008).
Rendahnya motivasi kerja akan menyebabkan timbulnya kinerja yang rendah.
Kinerja karyawan yang rendah tidaklah mungkin mencapai hasil yang baik apabila tidak
adamotivasi, karena motivasi itu sendiri merupakan suatu kebutuhan dalam usaha untuk
mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan bagi karyawan yang memiliki motivasi kerja
yang tinggi membuat dirinya merasa senang dan memperoleh kepuasan tersendiri
dalam pekerjaannya, seorang karyawan akan lebih berusaha untuk mendapatkan
hasil yang maksimal dengan semangatnya yang tinggi, serta selalu berusaha
mengembangkan tugas dan dirinya (Anoraga, 2009).
Berdasarkan uraian-uraian diatas, maka masalah dalam penelitian ini dapat
dirumuskan: Apakah ada hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan?
Mengacu pada rumusan masalah tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul “Hubungan antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Karyawan”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan
kinerja karyawan. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan positif antara motivasi
kerja dengan kinerja karyawan.
Metode
Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional
antar dua variabel. Penelitian korelasional bertujuan untuk melihat hubungan antar
variabel penelitian Motivasi Kerja (X) dan Kinerja Karyawan (Y).
Partisipan Penelitian
Kriteria partisipan yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan di Kota
Surabaya yang sedang bekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling yaitu teknik dimana sampel penelitian yang digunakan
berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya oleh peneliti. Jumlah
partisipan didapat dalam rentang waktu satu minggu setelah skala penelitian
INNER: Journal of Psychological Research Page | 1031
Cleasterino Julian Khouw, dkk. Volume 2, No. 4, Februari 2023
disebarkan melalui google form. Jumlah sampel partisipan berjumlah 60 orang
dengan rentang usia 20-60 Tahun.
Instrumen
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala motivasi kerja dan skala
kinerja karyawan. Skala motivasi kerja yang dikembangkan oleh Decy & Ryan
(2000) terdiri dari 6 indikator antara lain motivasi intrinsik, regulasi terpadu,
mengindentifikasi regulasi, regulasi introjeksi, regulasi eksternal dan amotivasi.
Skala motivasi kerja terdiri dari 18 item skala. Skala kinerja karyawan
dikembangkan oleh (Campbell & Wiernik, 2015) yang terdiri dari 2 indikator antara
lain kinerja tugas dan kinerja konteks. Skala kinerja karyawan juga terdiri dari 20
item skala.
Jenis skala yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert.
Pada skala motivasi kerja terdapat 5 pilihan pernyataan: Sangat Tidak Setuju
(STS), Tidak Setuju, Netral (N), Setuju (S) dan Sangat Setuju (SS). Skala kinerja
karyawan terdapat 5 pilihan pernyataan: Hampir Tidak Pernah (HTP), Sangat
Jarang (SJ), Kadang-Kadang (KK), Sangat Sering (SS), dan Hampir Selalu (HS).
Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji normalitas, uji
validitas diskriminasi item, uji reliabilitas dan uji Pearson Product Moment
menggunakan SPSS v.25. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini
berjumlah 60 orang, oleh karena itu peneliti menggunakan uji normalitas Shapiro-
Wilk. Pada uji normalitas dan lineritas yang dilakukan maka didapatkan bahwa
penyebaran data berdistribusi normal dan linier. Uji parametrik digunakan oleh
peneliti untuk menguji hipotesis hubungan antar variabel dalam penelitian ini. Uji
parametrik korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk menguji hipotesis
hubungan antara motivasi kerja dan kinerja karyawan.
Hasil
Uji Validitas Diskriminasi Item
Uji diskriminasi item menggunakan ketentuan: 1) item tes diterima jika skor korelasi
minimal 0.30; 2) item tes gugur jika skor korelasi kurang dari 0.30. Hasil analisis indeks
diskriminasi item menggunakan teknik corrected item total correlation dengan bantuan
program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut: Pada analisis dengan SPSS pada putaran
1 terdapat item yang gugur berjumlah 23 item skala. Item yang diterima pada putaran 1
berjumlah 15 item skala. Item yang diterima adalah item skala No
7,10,19,21,22,23,25,26,27,28,29,32,33,37 dan 38. Pada uji validitas diskriminasi item
putaran ke 2, terdapat 13 item skala yang valid dan 2 item skala yang gugur. Pada uji
validitas diskriminasi item putaran ke 3, terdapat 13 item skala yang valid dan diterima.
Uji Reliabilitas
Berdasarkan uji reliabilitas didapatkan nilai korelasi Cronbach’s Alpha
sebesar 0,827, maka dinyatakan bahwa penelitian ini konsisten dan reliabel.
INNER: Journal of Psychological Research Page | 1032
Kinerja karyawan: Adakah peranan motivasi kerja?
Uji Normalitas.
Hasil uji normalitas diperoleh skor Sahpiro-Wilk sebesar 0,210 dengan
p>0,05 yang berarti sebaran data pada variabel Kinerja Karyawan berdistribusi
normal.
Uji Linieritas
Hasil uji linieritas diperoleh skor Deviation from Linearity 0,859 dengan p>
0.05, artinya terdapat hubungan yang linier antara variabel motivasi kerja dan
variabel kinerja karyawan.
Uji Analisis Pearson Product Moment.
Berdasarkan analisis uji Pearson Product Moment didapatkan nilai korelasi
rxy= 0.461 sehingga dapat disimpulkan maka terdapat hubungan yang cukup kuat
antara motivasi kerja dan kinerja karyawan.
Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis validitas diskriminasi item dengan SPSS pada putaran
1 terdapat item yang gugur berjumlah 23 item skala. Item yang diterima pada putaran 1
berjumlah 15 item skala. Item yang diterima adalah item skala No
7,10,19,21,22,23,25,26,27,28,29,32,33,37 dan 38. Pada analisis putaran ke 2 terdapat 2
item yang gugur sedangkan item yang diterima adalah 13 item skala. Pada analisis
putaran ke 3 terdapat 13 item skala yang diterima
Berdasarkan analisis reliabilitas skor Cronbach Alpha didapat sebesar 0.827 artinya skala
kinerja karyawan dan motivasi kerja memiliki reliabilitas dalam kategori sangat tinggi.
Berdasarkan analisis normalitas dengan uji Shapiro-Wilk didapatkan nilai sebesar
0.210 (p>0.05), sehingga berdasarkan uji normalitas Shapiro-Wilk didapatkan data
berdistribusi normal. Berdasarkan uji hipotesis dengan product moment maka didapat nilai
korelasi product moment sebesar 0.46 artinya terdapat hubungan antara motivasi kerja
dan kinerja karyawan.
Berdasarkan analisis dalam penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan yang
positif antara motivasi kerja dan kinerja karyawan, dapat diartikan bahwa semakin tinggi
motivasi kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Hal ini didukung oleh penelitian
lain yang dilakukan oleh Oktaviana (2017) yang mengatakan terdapat hubungan yang
positif antara motivasi kerja dan kinerja karyawan.
Setiap karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan harus memiliki kinerja
yang baik atau memberikan hasil pekerjaan dengan maksimal sesuai dengan yang
diharapkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Kinerja
karyawan yang baik sangat erat hubungannya dengan motivasi kerja pada karyawan.
Motivasi kerja merupakan suatu dorongan untuk melakukan suatu pekerjaan. Setiap
individu pada dasarnya memiliki motivasi yang berbeda-beda. Ada yang motivasinya
tinggi dan ada rendah.
Jika motivasi kerjanya tinggi maka akan berpengaruh pada kinerja yang tinggi, begitu
sebaliknya jika motivasi kerjanya rendah maka kinerjanya pun akan rendah. Kinerja
karyawan yang tinggi apabila didukung dengan motivasi yang tinggi. Motivasi untuk
INNER: Journal of Psychological Research Page | 1033
Cleasterino Julian Khouw, dkk. Volume 2, No. 4, Februari 2023
melaksanakan pekerjaan dengan baik akan muncul apabila pekerjaan yang dilakukan
tersebut memiliki nilai dan berarti bagi karyawan tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat
Mitchell (dalam Sinambela, 2012) kinerja yang baik akan dipengaruhi oleh dua hal, yaitu
tingkat kemampuan dan motivasi kerja yang baik. Menurut Mangkunegara (2009) ada
beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu faktor kemampuan (ability) dan faktor
motivasi (motivation). Dalam penelitian lain Ahmadiansyah (2016) menyatakan bahwa
motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMK Muhammadiyah
Salatiga.
Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja memiliki peranan dalam meningkatkan
kinerja karyawan. Disarankan agar perusahaan bisa membuat program-program yang dapat
meningkatkan motivasi kerja karyawan, seperti membuat kegiatan pelatihan motivasi,
outbound, dan lain sebagainya.
Referensi
Adnyaswari, N. A., & Adnyani, G. A. D. 2017. Pengaruh Dukungan Sosial Dan Burnout
Terhadap Kinerja Perawat Rawat Inap RSUP Sanglah. E-Jurnal Manajemen Unud,
Vol. 6, No. 5, 2474-2500.
Ahmad, Y., Tewal, B., & Taroreh, R. N. (2019). Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja, Dan
Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Fif Group Manado. Jurnal
EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 7(3), 2303–1174.
Ahmadiansyah, R. (2016). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap
Kinerja Guru SMK Muhammadiyah Salatiga. Journal Of Communication.
Oktaviana, P. (2017). Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Karyawan. Jurnal
Universitas Muhammadiah Surakarta.
Sulastri, S., & Onsardi, O. (2020). Pengaruh Stres Kerja, dan Beban Kerja, terhadap
Kinerja Karyawan. Journal of Management and Bussines (JOMB), 2(1), 83–98.
[Link]
Wenur, G., Sepang, J., Dotulong, L., Manajemen, J., Sam, U., & Manado, R. (2018).
Pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT BANK
NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK cabang MANADO. 6(1), 51–60.
Indrasari, M. (2017). Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan (Edisi Pert). Yogyakarta:
Indomedia Pustaka.
Tallo, Y. M. G. (2014). Pengaruh Stres Kerja dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan
pada Perhutani Plywood Industry di Kabupaten Kediri Jawa Timur. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa FEB, 3(1), 1–9.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta.
Sutedjo, A. S., & Mangkunegara, A. P. (2018). Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja
terhadap Kinerja Karyawan di PT. Inti Kebun Sejahtera. Jurnal Bisnis Dan
Manajemen,5(2), 1–12.
Wang, X., Cai, L., Qian, J., & Peng, J. (2014). Social support moderates stress effects on
depression. International Journal of Mental Health Systems, 8(1), 1–5.
[Link]
INNER: Journal of Psychological Research Page | 1034