MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN INSTALASI TENAGA LISTRIK
BAB I KESELAMATAN KERJA PADA INSTALASI TENAGA LISTRIK
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMK Satya Bhakti 1
Nama Penyusun : I Made Wira Dharma S, [Link]
Mata Pelajaran : Instalasi Tenaga Listrik
Kelas/Fase/Semester : XI / F / Ganjil
Alokasi Waktu : 3 Pertemuan ( 18 JP @ 45 Menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTITAS KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik di kelas XI harus memehami terlebih dahulu konsep dasar kelistrikan
seperti muatan listrik, medan Listrik, arus listrik, tegangan, dan hukum hukum yang
mengatur hubungan antar Listrik. Kelistrikan dan elektronika merupakan kesatuan
yang paling utama dalam sebuah peralatan elektronika. Beberapa siswa mungkin akan
kesulitan memahami tentang Listrik jika tidak memahami konsep dasar Listrik.
Pengetahuan peserta didik tentang ilmu fisika sangat mempengaruhi tentang
pemahaman Listrik.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Dalam memahami ilmu Instalasi Tenaga Listrik, maka perlu Meliputi standar dan
peraturan dalam pekerjaan kelistrikan mencakup teknis dan prosedur kerja sesuai
peraturan K2 dan K3LH.. Jadi dengan memahami komsep Keselamatan Kerja pada
Instalasi Tenaga Listrik siswa dapat mengaplikasinya dalam kehidupan sehari hari.
Apabila peralatan Listrik yang ada dirumah siswa mengalami kerusakan, maka dengan
mempelajari konsep dasar tersebut, minimal siswa mengerti tentang komponen yang
menyebabkan munculnya kendala tersebut.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dalam pembelajaran ini dimensi lulusan yang akan dicapai Adalah :
1. Penalaran Kritis : Peserta didik mampu menganalisis masalah yang berkaitan
dengan kerusakan pada Listrik
2. Kreativitas : Peserta didik mampu mengembangkan cara-cara penyelesaian
masalah yang berbeda atau menemukan aplikasi tentang listrik.
3. Kemandirian : Peserta didik mampu memahami konsep dan menyelesaikan soal
secara mandiri serta mengelola proses belajarnya sendiri.
4. Kolaborasi : Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk
mendiskusikan konsep dan menyelesaikan masalah kelistrikan yang kompleks.
5. Komunikasi : Peserta didik mampu menjelaskan konsep dasar listrik dan solusi
permasalahan dengan jelas dan logis, baik secara lisan maupun praktik
E. NILAI KARTIKA
1. Berbudi Luhur: Peserta didik mampu menunjukan kebiasaan 5S: Salam, Sapa,
Senyum, Sopan dan Santun
2. Disiplin: Peserta didik mematuhi peratuaran sekolah dan kelas dengan baik
3. Cinta Tanah Air: Peserta Didik Menyanyikan Lagu Wajib Nasional pada Awal
Pembelajaran
4. Cerdas: Peserta didik mampu menganalisis masalah yang berkaitan dengan
fungsi, komposisi fungsi, dan fungsi invers, serta memilih strategi penyelesaian
yang tepat
5. Terampil: Peserta didik mampu mengembangkan cara-cara penyelesaian masalah
yang berbeda atau menemukan aplikasi fungsi dalam konteks baru
F. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
1. Fisika : Banyak fenomena alam dan terjadinya Listrik yang menggunakan konsep
konsep dasar fisika, yang berhubungan dengan hukum kelistrikan. (Misalnya
Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff)
2. Kewirausahaan : banyak materi listrik yang berhubungan dengan kesiapan karir di
bidang teknik elektro yang berkaitan dengan Listrik
3. Teknologi : Prinsip kerja Listrik bisa membantu memahami alat elektronik dan
teknologi berbasis Listrik (misalnya peralatan Rumah Tangga)
G. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-3 Mensimulasikan prinsip dasar dan karakteristik besaran
listrik dasar yaitu : Tegangan, Arus, Resistansi, Daya ( 12 JP )
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi besaran dan karakteristik Listrik
dasar
2. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian tegangan, arus, resistansi
dan daya
3. Peserta didik mampu mengaplikasikan komponen komponen Listrik dan
elektronika
Pertemuan 4-5 Mendemonstrasikan penerapan hukum ohm dan daya dalam
bentuk formulasi maupun pengukuran (8 JP)
1. Peserta didik mampu menjelaskan hukum dasar kelistrikan
2. Peserta didik mampu menerapkan hukum hukum dasar Listrik
Pertemuan 6-8 Mendeskripsikan berbagai jenis bahan Listrik (8 JP)
1. Peserta didik mampu membedakan bahan komponen Listrik dan
komponen elektronika
2. Peserta didik mampu menjelaskan jenis jenis bahan penghantar
H. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan dikaitkan dengan fenomena atau masalah sehari-hari yang
dapat dimodelkan menggunakan konsep dasar listrik. Contoh:
Muatan Listrik : Memahami konsep muatan Listrik baik positif maupun negative
dan interaksinya melalui gaya coulomb
Medan Listrik : mempelajari medan Listrik yang timbul akibat adanya muatan
Listrik dan bagaimana medan ini mempengaruhi muatan lain
Arus Listrik : memahami arus Listrik sebagai aliran muatan Listrik dalam suatu
rangkaian
Tegangan Listrik : memahami konsep tegangan Listrik sebagai beda potensial
antara dua titik dalam suatu rangkaian, yang mendorong terjadinya arus Listrik
Hambatan Listrik : mempelajari konsep hambatan Listrik yang menghambata
aliran arus Listrik dalam suatu rangkaian
I. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Discovery Learning (untuk penemuan konsep dasar
listrik) dan Problem-Based Learning (PBL) (untuk aplikasi dalam masalah
kontekstual).
● Strategi: Tanya jawab (untuk memicu pemikiran), diskusi kelompok (untuk
kolaborasi dan pemecahan masalah), eksplorasi (untuk menemukan pola dan
konsep), dan presentasi (untuk melatih komunikasi).
● Metode: Eksperimen sederhana (misal, membedakan komponen pasif dan aktif ),
studi kasus, kerja kelompok, latihan soal, dan presentasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru mata pelajaran lain
(Fisika/Kewirausahaan) untuk mengidentifikasi aplikasi fenomena alam dan
project.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang narasumber (jika
memungkinkan) dari bidang yang relevan (misalnya, ahli Listrik atau teknisi
(PLN) untuk menjelaskan keutamaan listrik. Mengajak peserta didik mengamati
fenomena sehari-hari yang dapat dimodelkan dengan elektronika.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, papan
tulis/whiteboard untuk menuliskan ide dan solusi, area di luar kelas untuk
observasi sederhana (misal, mengukur arus dan tegangan).
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform daring seperti Email/Drive untuk berbagi
materi (PPT, video), mengumpulkan tugas.
● Ruang Praktik : Menunjukan alat alat kelistrikan secara langsung dan
menjelaskan fungsinya
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang aktif, saling membantu, berani
bertanya, tidak takut salah, dan menghargai proses penemuan.
PEMANFAATAN DIGITAL
● YouTube: Menyediakan video tutorial tambahan untuk peserta didik yang
memerlukan penjelasan ulang atau variasi contoh.
● Google Form: Untuk kuis interaktif dan review materi agar pembelajaran lebih
menyenangkan.
J. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1. BESARAN DAN KARAKTERISTIK LISTRIK (4 JP)
1. Kegiatan Pendahuluan ( Mindful Learning, Joyful Learning)
2. Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasikan, Merefleksi)
3. Kegiatan Penutup
K. ASESMEN PEMBELAJARAN
1. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik)
2. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif)
3. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif)