0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Menu

Dokumen ini menjelaskan tentang menu, termasuk etimologi, fungsi, sifat, struktur, dan jenis menu dalam konteks penyajian makanan. Menu berfungsi sebagai panduan bagi pelanggan, dapur, penyajian, dan manajemen, serta memiliki sifat statis, siklus, dan spesial. Struktur menu modern lebih sederhana dibandingkan dengan menu klasik, dan jenis menu dibedakan berdasarkan cara dan waktu penyajian.

Diunggah oleh

the.world.vs.jotaro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Menu

Dokumen ini menjelaskan tentang menu, termasuk etimologi, fungsi, sifat, struktur, dan jenis menu dalam konteks penyajian makanan. Menu berfungsi sebagai panduan bagi pelanggan, dapur, penyajian, dan manajemen, serta memiliki sifat statis, siklus, dan spesial. Struktur menu modern lebih sederhana dibandingkan dengan menu klasik, dan jenis menu dibedakan berdasarkan cara dan waktu penyajian.

Diunggah oleh

the.world.vs.jotaro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Menu

Secara etimologi, kata Menu berasal dari bahasa Prancis, yaitu "Le Menu" yang berarti
daftar makanan yang disajikan kepada tamu. Asal katanya dari bahasa Latin "minutus", yang
berarti "sesuatu yang diperkecil", merujuk pada penyederhanaan daftar hidangan menjadi
daftar yang lebih kecil dan mudah dibaca. Secara singkat, menu berarti daftar makanan atau
minuman yang ditawarkan kepada pelanggan yang disertai dengan harga dan deskripsi
hidangan.
A. Fungsi Menu
Fungsi menu berdasarkan empat aspek, diantaranya :
1. Fungsi menu untuk pelanggan
- Memberikan informasi lengkap tentang jenis makanan dan minuman, komposisi
bahan (penting untuk alergi/diet), serta teknik pengolahan (misalnya, digoreng,
dipanggang).
- Mengetahui harga dari setiap menu yang ditawarkan sehingga bisa menyesuaikan
anggaran.
- Desain menu yang baik, termasuk gambar dan deskripsi, dapat menarik minat dan
membantu pelanggan menentukan pilihan.
2. Fungsi menu untuk bagian dapur
- Sumber informasi utama tentang jenis, kualitas, dan kuantitas bahan makanan yang
harus dibeli (menjadi dasar untuk proses purchasing).
- Menentukan jenis peralatan dapur (alat masak, cutlery, piring saji) yang harus
disiapkan.
- Menggambarkan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, serta
keterampilan memasak (skill) dan teknik pengolahan (food preparation) yang
diperlukan.
- Memberi arahan mengenai estimasi waktu pengolahan dan teknik memasak yang
harus digunakan.
3. Fungsi menu untuk bagian penyajian (restoran)
- Menentukan jenis alat saji (piring, gelas, sendok, garpu) yang akan digunakan
sesuai dengan hidangan yang dipesan.
- Sumber informasi bagi pramusaji, pramusaji wajib menguasai isi menu untuk dapat
menjelaskan setiap hidangan, menjawab pertanyaan pelanggan, dan memberikan
rekomendasi.
- Alat pemasaran utama untuk menjual produk yang ditawarkan.
4. Fungsi menu untuk manajemen
- Menu menjadi dasar untuk menghitung anggaran belanja dan menetapkan harga jual
(melalui proses food costing).
- Membantu dalam mengontrol biaya operasional (cost control) agar tetap sesuai
dengan anggaran.
- Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan antar-departemen (dapur, service, dan
pembelian).

B. Sifat Menu
Sifat menu berdasarkan perubahan (siklus), diantaranya :
1. Static Menu
Yaitu menu tetap yang selalu tersedia dan jarang berganti (biasanya 6 bulan sekali atau
lebih). Menyediakan banyak pilihan untuk menghindari kebosanan. Biasanya terdapat
di restoran fine dining, à la carte restoran, cafe, dan restoran cepat saji.
2. Cycle Menu
Yaitu menu yang berganti secara teratur dalam periode waktu tertentu (misalnya siklus
7 hari, 10 hari, atau bulanan). Setelah siklus berakhir, menu kembali ke hari pertama.
Pilihan hidangan biasanya lebih terbatas. Biasanya terdapat di kantin
sekolah/perusahaan, rumah sakit, dan layanan katering.
3. Special Menu (Plat du Jour)
Yaitu menu harian/menu khusus yang ditawarkan hanya pada hari atau momen tertentu,
bertujuan untuk menarik minat pelanggan dan memberikan variasi baru. Contohnya
restoran yang ingin menawarkan hidangan musiman, memanfaatkan bahan baku segar
yang sedang berlimpah, atau menguji resep baru.

C. Struktur Menu
Struktur menu adalah susunan atau urutan hidangan yang disajikan dalam satu kali santap
lengkap (full course meal). Struktur menu telah mengalami penyederhanaan dari menu
klasik yang dapat mencapai 13 course menjadi menu modern dengan 3 hingga 6 course.
1. Struktur Menu Klasik (13 Courses)
Struktur menu klasik berasal dari tradisi Eropa (Kontinental) yang berkembang pada
jamuan mewah dan formal di masa lalu. Ciri khasnya adalah memiliki jumlah hidangan
yang sangat banyak, biasanya terdiri dari 13 hingga 14 courses. Struktur ini
membutuhkan waktu persiapan dan penghidangan yang sangat panjang. Struktur menu
klasik, diantaranya :
- Cold appetizer (Hors d'oeuvre) : Hidangan pembuka dingin (misalnya oysters dan
cocktails).
- Soup (Potage) : Hidangan berkuah kental atau bening.
- Hot appetizer (Oeuf, farineux, pates) : Hidangan pembuka panas (misalnya risoles).
- Fish (Poisson) : Hidangan dari ikan yang dimasak dengan saus ringan.
- Large Joint (Grosse pièce) : Hidangan utama pertama, biasanya daging ukuran
besar yang dipanggang utuh (roast).
- Hot entrée (Entrée chaud) : Hidangan daging yang disajikan panas dan dilengkapi
saus.
- Cold entrée (Entrée froid) : Hidangan daging, unggas, atau ikan yang disajikan
dingin.
- Shorbet (Sorbet) : Es buah atau es serut yang berfungsi sebagai pembersih mulut
(palate cleanser).
- Roast & Salad (Rôtis & Salade) : Hidangan daging panggang dengan salad
sederhana.
- Vegetable (Légumes) : Hidangan sayuran sebagai pelengkap.
- Sweet Dish (Entremets de Sucré) : Hidangan manis berupa kue, puding, atau tarts.
- Savory (Savoureux) : Hidangan kecil dengan rasa asin/gurih yang disajikan setelah
hidangan manis.
- Dessert (Dessert) : Hidangan penutup berupa buah segar, keju, atau es krim.

2. Struktur Menu Modern (3–6 Courses)


Struktur menu modern adalah penyederhanaan dari menu klasik, di mana beberapa
hidangan digabungkan atau dihilangkan. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan
dengan gaya hidup yang lebih cepat, efisiensi operasional, dan permintaan pelanggan
masa kini. Struktur menu modern umumnya digunakan di hotel berbintang dan sebagian
besar restoran. Struktur menu modern, diantaranya :
a. 3-Course Menu
- Appetizer or soup
- Main course
- Dessert
b. 4-Course Menu
- Cold appetizer
- Cold/Hot soup
- Main course
- Dessert
c. 5-Course Menu
- Cold appetizer
- Cold/Hot soup
- Hot appetizer
- Main course
- Dessert
d. 6-Course Menu
- Cold appetizer
- Soup
- Hot appetizer atau fish/entrée
- Palate cleanser/sorbet
- Main course
- Dessert

D. Jenis Menu
1. Jenis menu berdasarkan cara penyajian
a. À La Carte Menu
A’la Carte Menu yaitu daftar makanan dan minuman di mana setiap hidangan
(makanan pembuka, sup, hidangan utama, penutup, dll.) yang dicantumkan dijual
secara terpisah dengan harga masing-masing.
b. Table D'hôte Menu (Set Menu/Paket)
Table D'hôte Menu (Set Menu/Paket) yaitu daftar makanan dan minuman yang
terdiri dari satu set hidangan lengkap (misalnya, appetizer, main course, dessert)
yang ditawarkan dengan satu harga pasti (harga paket).
c. Buffet Menu (Prasmanan)
Buffet Menu (Prasmanan) yaitu daftar makanan dan minuman di mana berbagai
macam hidangan disajikan dan ditata di meja panjang (prasmanan), dan tamu
dipersilakan untuk mengambil sendiri makanan yang mereka inginkan. Umumnya
dijual dengan harga tetap untuk semua hidangan (all you can eat).
2. Jenis Menu Berdasarkan Waktu Penyajian
a. Breakfast Menu (Sarapan)
Biasanya disajikan antara pukul 06.00 hingga 10.00. Hidangan yang disajikan
cenderung ringan, praktis, dan cepat untuk memberi energi awal. Contohnya seperti
sereal, telur, roti panggang, kopi, atau nasi goreng.
b. Brunch Menu
Waktu selingan antara sarapan dan makan siang, biasanya pukul 10.00 hingga 12.00
(sering pada akhir pekan). Kombinasi hidangan sarapan yang lebih berat dan
hidangan makan siang ringan. Contohnya seperti pancakes, omelette dengan salad,
atau sandwich.
c. Lunch Menu (Makan Siang)
Biasanya disajikan antara pukul 12.00 hingga 15.00. Menu yang ditawarkan lebih
beragam dan mengenyangkan dibandingkan sarapan, namun cenderung lebih cepat
disantap.
d. Afternoon Tea Menu (Tea Time)
Waktu minum teh/kopi di sore hari, biasanya pukul 16.00 hingga 18.00.
Menyediakan menu ringan sebagai makanan selingan, seperti scones, canapés,
sandwiches kecil, dan kue-kue manis yang disajikan bersama teh atau kopi.
e. Dinner Menu (Makan Malam)
Disajikan antara pukul 18.00 hingga 21.00. Dianggap sebagai hidangan paling
lengkap dan formal dalam sehari. Pilihan hidangan utama lebih mewah, kompleks,
dan porsi lebih besar daripada makan siang.
f. Supper Menu (Makan Larut Malam)
Disajikan pada waktu larut malam, biasanya pukul 21.00 hingga 02.00. Hidangan
ringan dan sederhana (kalori lebih rendah) karena disajikan menjelang waktu tidur
atau setelah acara malam hari. Seperti sup ringan, sandwich atau makanan panggang
sederhana.

Anda mungkin juga menyukai