Laporan Praktek TSM (Sasis) Uptd SMK Negeri 01 Mamasa
Laporan Praktek TSM (Sasis) Uptd SMK Negeri 01 Mamasa
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat TUHAN yang maha esa. yang telah
memberikan berkat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul
“Laporan Praktek sasis kendaraan Sepeda Motor” ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari laporan ini adalah untuk memenuhi tugas
pada mata pelajaran TSM. Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan tentang sasis kendaraan Sepeda Motor bagi para pembaca dan juga bagi
penulis.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat
saya sebutkan semua, terima kasih atas bantuannya sehingga sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas ini.
Kemudian, saya menyadari bahwa tugas yang kami tulis ini masih jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun kami butuhkan
demi kesempurnaan laporan ini.
Halaman Judul…………………………………………………………………. 1
Kata Pengantar…………………………………………………………………. 2
Daftar Isi…….…………………………………………………………………. 3
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………... 4
A. Latar Belakang…………………………………………………… 4
B. Tujuan…………………………………………………………….. 4
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………… 5
A. Roda/Ban Sepeda Motor..………………………………………... 5
1. Fungsi Ban………………………………………………………. 5
2. Komponen Dasar Ban…………………………………………… 5
3. Perawatan Ban Sepeda Motor…………………………………… 6
B. Rem Pada Sepeda Motor…………………………………………. 7
1. Fungsi Rem Sepeda Motor……………………………………… 7
2. Jenis Jenis Rem Pada Sepeda Motor…………………………….. 7
3. Perawatan Rem Sepeda Motor………………………………….. 12
C. Suspensi Sepeda Motor……………………………………………. 13
1. Fungsi Suspensi Sepeda Motor………………………………….. 13
2. Jenis-Jenis Suspensi pada Sepeda Motor………………………... 13
3. Perawatan Suspensi Sepeda Motor……………………………… 16
D. Rangka Sepeda Motor…………………………………………….. 17
1. Fungsi Rangka Sepeda Motor…………………………………… 17
2. Jenis-Jenis Rangka Sepeda Motor………………………………. 17
3. Perawatan Rangka Sepeda Motor……………………………….. 21
E. Continuously Variable Transmission (CVT)……… …………… 22
3
1. Pengertian Continuously Variable Transmission (CVT)………. 22
2. Komponen CVT Pada Sepeda Motor Matic…………………… 22
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sepeda motor merupakan kendaraan bermotor roda dua hingga saat ini banyak
digunakankarena praktis dan relatif murah harganya. Alasan kami mengambil tema ini yaitu
untukmengetahuai teknologi chasis apa saja yang terdapat pada sepeda motor berserta
proses perawatan dan pemeliharaanya.
Teknologi otomotif memiliki berbagai jenis komponennya. Hal tersebut merupakan kunci agar
suatu kendaraan dapat berfungsi dalam kesatuan sepeda motor untukmemaksimalkan dan
memberikan rasa nyaman kepada pengerndaranya. Salah satunya padateknologi komponen sasis
otomotif. Pada sasis otomotif terutama pada sepeda [Link] komponen sasis sepeda
motor ialah sistem suspensi, roda, rangka, dan rem. Yang memiliki fungsi dan cara perawatan
masing-masing.
Dalam hal ini kami berharap pembaca dapat memahami komponen sasis sepeda motor dan
cara perawatanya dengan benar. Sehingga dalam prakteknya tidak mengalami berbagaihambatan
dan kesulitan.
B. TUJUAN
1. Mengetahui tentang sasis sepeda motor
2. Mengetahui cara pemeliharaan atau perawatan sasis
3. Mengetahui jenis-jenis sasis sepeda motor
4. Mengetahui fungsi komponen sasis sepeda motor
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Roda/Ban Sepeda Motor
Ban adalah material yang menutupi velg dan berfungsi untuk menyediakan bantalan kendaraan
antara ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan aspal. Ban merupakan suatu wadah yang
isikan udara yang berfungsi menopang beban dari muatan kendaraan dan barang yang ada di
kendaraan tersebut.
1. Tread
Pada bagian Tread berfungsi untuk melindungi ban dari benturan atau tusukan berbatuan yang
bisa merusak ban. Tread memiliki banyak pola dan pola itu biasanya disebut Pattern. Pola
tersebut dirancang begitu terinci untuk mengoptimalkan kemampuan ban ketika berjalan.
Carcass atau Cassing adalah sama yaitu lapisan benang berbentuk ban dan merupakan rangka
ban yang menahan udara bertekanan tinggi agar bisa menyangga ban.
Belt atau Breaker adalah bagian lapisan benang yang diletakkan antara bagian tread dan cassing.
Belt terbuat dari nylon dan biasanya untuk ban bias.
4. Bead
Bead adalah sebuah kawat yang menjadi satu dan dikelilingi oleh karet ban yang fungsinya untuk
melekat pada bagian velg. Dengan kata lain, bead seperti angkur yang membuat ban terus
menempel dan melekat pada velg.
5
5. Inner Liner
Inner dan liner adalah lapisan yang berada di luar pada bagian dalam ban. Liner pada ban
tubeless berfungsi untuk sebagai pengganti ban dalam. Sedangkan inner pada ban tubetype ya
ban dalam itu sendiri.
6. Sidewall
Sidewall adalah lapisan ban yang ada di samping ban, tujuannya adalah untuk melindungi atau
menutup cascass ban. Sidewall adalah komponen ban yang paling besar dan fleksibel. Di
sidewall terdapat juga informasi spesifikasi ban seperti ukuran ban, merek, aspek rasio, indeks
beban, rating kecepatan, ply ranting, dll.
6
Tekanan angin yang tepat dapat membuat ban lebih nyaman dikendarai. Pastikan tekanan
angin sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Periksa kondisi ban
Bersihkan ban
Bersihkan ban secara rutin dari kotoran seperti pasir, kerikil, debu, dan bahan kimia. Anda
bisa menggunakan air dan sabun khusus pembersih ban.
Hindari pengereman mendadak
Pengereman mendadak dapat membuat permukaan ban tergerus aspal dan cepat botak.
Hindari parkir di bawah terik matahari
Sinar matahari yang terik dapat membuat tekanan angin pada ban meningkat.
Gunakan ban sesuai standar
Gunakan ban yang sesuai dengan ukuran dan tipe yang direkomendasikan oleh pabrikan.
Perhatikan beban
Jangan membawa beban yang melebihi batas beban angkut motor.
Perhatikan usia ban
Ban motor biasanya perlu diganti setelah 10.000–20.000 kilometer atau setiap 10–12 bulan
sekali. Anda juga bisa mengecek usia ban dengan melihat huruf "DOT" diikuti serangkaian
angka pada dinding samping ban.
Rem pada sepeda motor adalah komponen penting yang berfungsi untuk mengurangi atau
menghentikan laju kendaraan. Rem sepeda motor diaktifkan dengan cara menginjak pedal rem
atau menarik tuas rem yang terpasang pada kemudi motor. Saat ini, ada dua jenis rem yang
umum digunakan pada sepeda motor, yaitu rem cakram dan rem tromol:
Rem Cakram
7
Cakram adalah sistem pengereman pada sepeda motor yang berfungsi untuk memperlambat atau
Rem menghentikan kendaraan. Rem cakram bekerja dengan cara menjepit cakram menggunakan
kampas rem.
1. Piringan Cakram
Komponen yang satu ini terbuat dari baja dan berbentuk lingkaran. Di sekelilingnya terdapat
lubang-lubang kecil yang berfungsi untuk mengurangi panas ketika pengereman terjadi.
2. Kampas Rem
Dalam sistem pengereman, kampas merupakan bagian terpenting karena fungsinya adalah untuk
menekan piringan cakram supaya terjadi gesekan. Dengan begitu, motor yang dilajukan bisa
berhenti saat diinginkan.
3. Brake Caliper
Meski namanya cukup asing, tetapi brake caliper merupakan komponen di dalam sistem
pengereman yang penting. Fungsinya adalah untuk mengubah tekanan hidrolis dari piston menjadi
energi gerak berupa tekanan.
4. Selang Hidrolik
Sesuai dengan desainnya, fungsi utama dari komponen rem cakram motor satu ini adalah untuk
mengalirkan minyak. Jangan diabaikan, karena minyak ini bermanfaat dalam memengaruhi
tekanan yang dihasilkan.
5. Piston
Berbeda dengan yang ada di mesin, piston untuk rem cakram berfungsi untuk menekan kampas.
Dengan begitu, kampas rem mampu menjepit cakram secara merata. Sistem kinerja seperti ini
membuat motor bisa berhenti dengan mulus.
7. Niple Bleed
8
Pada rem cakram, niple bleed berperan untuk membuang kandungan udara yang ada di dalam
sistem hidraulis. Sebagai informasi, udara yang terjebak di sistem hidraulis menyebabkan kurang
maksimalnya pengereman.
8. Caliper Bracket
Komponen selanjutnya yang perannya tidak kalah penting adalah caliper bracket. Tanpa
komponen ini, caliper rem akan bergerak ke mana-mana tanpa keteraturan. Penempatannya adalah
di piringan yang berdiameter besar.
9
(g) (h)
Gambar 1.2 (a) piringan cakram (b) kampas rem (c) brake caliper (d) piston (e)
selang hidrolik (f) disc brake oil reservoir (g) nipple bleed (h) caliper bracket
Rem Tromol
Rem tromol atau brake drum adalah salah satu sistem pengereman pada sepeda motor yang
menggunakan gaya gesek untuk memperlambat roda. Rem tromol biasanya dipasang di bagian
roda belakang dan digunakan untuk mengerem ban belakang.
10
4. Return Spring
Sesuai dengan namanya, fungsi komponen return spring adalah untuk mengembalikan posisi
sepatu rem (brake shoe) ketika proses pengereman telah selesai. Return spring terletak di antara
kedua sepatu rem..
5. Brake Cam Lever
Brake cam lever memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan brake cam. Fungsi brake
cam lever adalah sebagai penggerak sepatu rem sehingga tromol rem dapat ikut tertekan.
Kedua komponen brake cam lever dan brake cam saling berhubungan pada bagian ujung. Hal
tersebut bertujuan agar keduanya sama-sama berfungsi optimal ketika melakukan pengereman.
6. Brake Shoe
Komponen berikutnya adalah brake shoe atau disebut juga dengan istilah sepatu rem. Fungsi
komponen ini adalah sebagai dudukan tempat kampas rem ketika menempel pada rem tromol.
Bentuk sepatu rem ini mirip seperti kampas rem, yaitu berbentuk persegi panjang dan melengkung.
Selain itu, perawatan sepatu rem juga sama seperti kampas yang mana harus diganti secara rutin.
Karena jika Anda malas mengganti akan berpengaruh pada sistem pengereman motor Anda.
Penjual sparepart motor pun biasanya menjual sepaket komponen brake shoe dan kampas rem.
7. Brake Drum
Komponen terakhir adalah brake drum yang memiliki tekstur keras karena terbuat dari bahan baja.
Material yang padat seperti baja bertujuan agar dapat tahan terhadap hawa panas yang diakibatkan
oleh gesekan kampas rem ketika Anda menginjak atau menekan rem .
Fungsi komponen satu ini adalah sebagai media bagi pergesekan kampas rem ketika
pengereman terjadi. Akibatnya, laju kendaraan bermotor Anda akan berkurang dan
berhenti. Brake drum terletak di bagian tengah roda motor
11
(e) (f) (g)
Gambar 1.3 (a) pedal rem/tuas (b) anchor pin (c) Tuas Penghubung (d) return
spring (e) brake cam lever (f) brake shoe (g) brake drum.
3. Perawatan Rem Sepeda Motor
Untuk merawat rem sepeda motor, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:
Bersihkan kampas rem: Kotoran seperti debu, pasir, atau batu kerikil yang menempel di
kampas rem dapat menggores dinding kampas dan cakram. Anda bisa membersihkan
kampas rem dengan air bersih atau brake cleaner.
Periksa dan ganti minyak rem: Minyak rem perlu diganti setiap dua tahun sekali atau
jika sudah mencapai jarak 24.000 km. Anda juga bisa mengganti minyak rem jika warna
minyak rem sudah berubah menjadi lebih gelap.
Periksa selang rem: Selang rem yang tua atau retak dapat menyebabkan masalah serius
pada sistem pengereman. Periksa secara berkala dan ganti selang rem yang rusak jika
Anda menemukan tanda-tanda kebocoran minyak rem.
Periksa kaliper: Kaliper yang bermasalah dapat menyebabkan kualitas pengereman
menurun dan handle rem menjadi berat atau blong.
Periksa bearing atau laher: Pastikan bearing atau laher motor selalu terlumasi.
Hindari penggunaan rem mendadak: Hindari menggunakan rem mendadak.
Gunakan komponen standarisasi pabrik Gunakan komponen seperti kampas rem dan
minyak rem asli untuk mendukung kinerja pengereman semakin optimal.
Perhatikan suara dan getaran Jangan mengabaikan tanda-tanda masalah dan selalu
melakukan perawatan preventif yang diperlukan.
12
C. Suspensi Sepeda Motor
1. Fungsi Suspensi Sepeda Motor
Suspensi pada sepeda motor berfungsi untuk meredam getaran dan kejutan saat berkendara di
jalan tidak rata, serta menjaga keseimbangan dan kestabilan kendaraan. Suspensi juga membantu
menjaga ban tetap menyentuh tanah, sehingga kendaraan tidak kehilangan traksi saat melewati
jalan yang tidak rata.
Suspensi sepeda motor terdiri dari dua jenis, yaitu suspensi depan dan suspensi
belakang. Beberapa jenis suspensi depan sepeda motor, antara lain:
Teleskopic Fork, yang memiliki dua batang di kanan kiri roda depan, dan tabung suspensi
di bagian bawah
Inverted Fork, yang memiliki tabung suspensi di bagian atas, dan batang suspensi di
bagian bawah
Double Wishbone, yang memiliki model suspensi depan yang berbeda dengan suspensi
depan motor pada umumnya
Suspensi Depan
Suspensi depan (front suspension) fungsinya untuk meredam getaran yang ditimbulkan dari roda
depan dan pengereman roda depan. Untuk jenis suspensi depan terbagi 3; suspensi bottom link
atau pivoting link, telescopic, dan telescopic upside down. Suspensi telescopic paling banyak
digunakan pada sepeda motor masa kini dengan cubicle centimeter (CC) kecil sampai sedang.
2. Seal Oli
Seal oli pada bagian depan suspensi motor juga termasuk komponen penting. Seal oli
berfungsi untuk menjaga oli pada shock supaya tidak keluar dari silinder garpu.
3. Cincin Stopper
Komponen cincin stopper berperan untuk menahan seal oli agar tidak bergerak ke atas
akibat tekanan dari minyak shock.
13
4. Seal Debu
Seal debu berfungsi untuk melindungi silinder garpu agar tidak kemasukan debu atau
kotoran. Karena debu yang masuk bisa membuat tabung garpu menjadi aus dan lecet.
5. Tabung Garpu
Komponen ini membuat sekat antara silinder garpu dan ruang yang ada di dalam tabung
garpu tersebut.
6. Torak Garpu
Torak garpu berfungsi dalam membagi ruang antara di bawah dan di atas torak garpu.
Sehingga oli shockbreaker dapat pindah dari ruang di bawah torak garpu ke ruang
atasnya.
7. Pegas Reaksi
Pegas reaksi adalah komponen pertama yang menerima kejutan yang timbul dari roda
akibat jalan yang bergelombang. Komponen ini kemudian berfungsi untuk menerima atau
meredam kejutan tersebut.
8. Pegas Garpu
Fungsi pegas garpu yakni untuk menahan gerak torak ke atas. Selain itu, komponen ini
juga berperan dalam meredam kejutan yang datang dari roda menuju torak garpu.
9. Baut garpu
Komponen baut garpu fungsinya untuk menutup lubang di atas torak garpu. Demikian oli
tidak keluar dari shockbreaker.
14
Gambar 1.4 komponen suspensi depan pada sepeda motor
Suspensi Belakang
Suspensi belakang motor adalah komponen yang berfungsi meredam getaran osilasi yang
dihasilkan oleh lengan ayun akibat getaran roda belakang. Suspensi belakang motor juga dikenal
dengan istilah shockbreaker.
1. Spring
Spring adalah pegas komponen berbentuk melingkar. Fungsi spring yaitu untuk menahan beban
kendaraan dan memberikan fungsi elastisitas pada suspensi. Selain itu, spring berfungsi juga
untuk menahan beban dan membantu proses rebound.
2. Piston
Komponen penting pertama pada suspensi belakang motor yaitu piston. Piston fungsinya untuk
mengatur sirkulasi oli yang berada di dalam tabung shock.
3. Dumper
Komponen dumper berperan untuk meredam gaya ke atas dari elastisitas yang ditimbulkan oleh
spring.
4. Eye
Fungsi eye pada suspensi belakang adalah sebagai penahan atau dudukan shockbreaker dengan
chasis motor.
5. Tabung
15
Tabung pada suspensi belakang fungsinya sebagai wadah penampung oli atau gas yang terisi saat
shockbreaker bekerja.
6. Rebound Adjuster
Komponen ini juga termasuk penting. Fungsi rebound adjuster untuk melancarkan atau
menghambat sirkulasi oli.
Jaga kebersihan: Suspensi yang terbuka rawan kotor, sehingga perlu dibersihkan secara
berkala. Jika kehujanan, segera bilas motor dan pastikan area suspensi aman.
Periksa kebocoran: Periksa tanda-tanda kebocoran oli atau gemuk pada tabung garpu
atau peredam kejut. Kebocoran dapat mengurangi kinerja suspensi dan berpotensi
menyebabkan kecelakaan.
Ganti oli secara rutin: Ganti oli peredam kejut secara rutin, maksimal setiap 15.000
km.
16
Hindari jalan rusak: Hindari melewati jalanan yang tidak rata atau berbatu karena dapat
memberikan beban tambahan pada suspensi.
Jangan bawa beban berlebihan: Sepeda motor memiliki batas maksimal beban yang
diizinkan, sehingga performa motor akan berkurang jika membawa beban berlebih.
Jangan modifikasi suspensi: Modifikasi pada suspensi dapat mengurangi kualitas kerja
suspensi.
17
[Link] dan tipe rangka sepeda motor Pressed (rangka press)
Rangka jenis ini diproduksi oleh pabrikan motor
secara masal yang dibuat dari lembaran logam yang
dipress. Contoh motor yang menggunakan frame ini
adalah Ducati 65T.
18
6. Rangka Full duplex cradle (rangka bak dobel)
7. Rangka Perimeter
8. Rangka Deltabox
19
9. Spine atau backbone (rangka tulang punggung)
11. Jenis dan tipe rangka sepeda motor Monocoque (rangka cangkang)
20
12. Jenis dan tipe rangka sepeda motor Trellis (rangka teralis)
Gambar 2.6 Jenis dan tipe rangka sepeda motor Trellis (rangka teralis)
13. Jenis dan tipe rangka sepeda motor Diamond (rangka berlian)
Gambar 2.7 Jenis dan tipe rangka sepeda motor Diamond (rangka berlian)
3. Perawatan Rangka Sepeda Motor
Berikut adalah beberapa cara merawat rangka sepeda motor:
21
Periksa kondisi sendi rangka motor, terutama bagian pencekram fork atau sisi depan
rangka. Jika sendi rangka kotor, bersihkan untuk meminimalisir karat.
Hindari benturan keras
Hindari kecelakaan atau benturan keras yang bisa merusak rangka motor. Jika terjadi
kecelakaan, periksa rangka secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada kerusakan
tersembunyi.
Atur beban yang diangkut
Atur beban yang diangkut sesuai dengan kapasitas maksimal sepeda motor.
Gunakan cairan penghilang karat
Jika karat tetap muncul meskipun sudah dilakukan pemeriksaan rutin, gunakan cairan
penghilang karat.
Periksa rangka secara rutin
Lakukan pemeriksaan rangka secara rutin, bahkan dengan membongkar semua cover jika
diperlukan.
22
1. Pulley Primer (Primary Pulley)
Pulley primer adalah bagian yang terhubung
langsung dengan mesin. Fungsinya adalah untuk
menerima tenaga dari mesin dan meneruskannya ke
sistem transmisi.
23
3. V-Belt
V-belt adalah sabuk yang
menghubungkan pulley primer dan sekunder. V-
belt dibuat dari bahan yang tahan panas dan gesekan,
karena harus mentransfer tenaga dengan efisien dan
memiliki umur pakai yang lama. Keausan pada V-
belt dapat memengaruhi kinerja CVT, sehingga
perawatan rutin pada kendaraan sangat diperlukan.
4. Roller
Roller adalah komponen kecil berbentuk silinder yang
berada di dalam pulley primer. Roller berfungsi untuk
mendorong movable face pada pulley primer dan mengubah
rasio transmisi sesuai dengan kecepatan serta beban motor.
Berat dan kondisi roller sangat memengaruhi respons
akselerasi dan kecepatan motor.
5. Clutch(Kopling)
Kopling pada sistem CVT bekerja secara otomatis dan
terletak di pulley sekunder. Fungsinya adalah untuk
menghubungkan dan memutuskan tenaga dari mesin ke
roda belakang saat motor dalam keadaan diam atau
berjalan. Kopling ini terdiri dari kampas dan rumah
kopling yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal.
24
6. Torque Converter
Torque converter adalah bagian
dari pulley sekunder yang membantu
mengoptimalkan transmisi tenaga dari mesin ke
roda. Komponen ini membantu menjaga tenaga
yang dihasilkan mesin tetap stabil dan efektif,
terutama saat motor membawa beban berat atau
melaju di tanjakan.
7. Spring (Pegas)
Pada pulley sekunder, terdapat pegas yang berfungsi
untuk mengembalikan movable face ke posisi awal
saat motor melambat atau berhenti. Pegas ini juga
membantu menjaga ketegangan V-belt agar tetap
optimal dalam berbagai kondisi berkendara.
8. Guide Pin
Guide pin adalah komponen kecil yang membantu
mengarahkan gerakan pulley primer dan sekunder.
Meskipun ukurannya kecil, guide pin sangat penting
untuk menjaga stabilitas dan kelancaran
pergerakan pulley dalam sistem CVT motor matic.
25
3. Perawatan Continuously Variable Transmission (CVT)
Perawatan CVT (Continuously Variable Transmission) pada sepeda motor dapat dilakukan
dengan cara:
Mengganti oli CVT secara berkala untuk mencegah gesekan berlebihan antara komponen
CVT
Memeriksa dan membersihkan filter CVT secara berkala untuk menyaring kotoran dan
partikel kecil
Memeriksa keausan roller dan kampas kopling secara berkala
Memeriksa kekencangan belt CVT secara teratur
Menjaga suhu CVT motor agar dapat bekerja dengan baik
Memeriksa kondisi roller weight
Membawa motor ke bengkel resmi untuk perawatan yang lebih intensif
Secara umum, service CVT perlu dilakukan setiap motor mencapai jarak 8.000 – 10.000 km.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Chasis pada sepeda motor adalah bagian penting, dimana setiap bagiannya memiliki peran
masing-masing. Hal tersebut bertujuan membuat rasa nyaman kepada pengendara pada saat
berkendara. Macam-macamchasis sepeda motor yaitu, suspensi, roda, rangka, dan [Link]
pada setiap komponen ini memiliki proses perawatan yang berbeda-beda. Tetapi pada
dasarnyadalam perawatan chasis sepeda motor adalah pembersihan dari debu yang mengganggu.
Dengan adanya perawatan-perawatan ini diharapkan pembaca bisa memahami cara perawatan
dan pemeliharaan komponen-komponen ini. Agar tidak ada kekeliruan di kemudian hari.
B. Daftar Pustaka
Satria Wanto & Deins Kristian (2024).
L A P O R A N S A S I S S E P E D A M O T O R . Mamasa: UPTD SMKN 01 Mamasa.
26