1 Panduan O2SN SD 2026 Rilis
1 Panduan O2SN SD 2026 Rilis
Pengarah:
Dr. Mariman Darto, S.E., [Link]
Dr. Maria Veronica Irene Herjiono, [Link]
Retno Juni Rochmaningsih
Penanggungjawab:
Topanal Gustiranda
Tim Penyusun:
Umaryono
Pepen Apendi
Fajar Vidya Hartono
Sarjono
Pudji Handoko
Fauzan
Setio Nugroho
Penyunting:
Deri Luthfi
Asrul
Desain Sampul:
Nafi Rizaldi
Tata Letak:
Deri Luthfi
Maret 2026
©2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Hak cipta dilindungi Undang-Undang.
All rights reserved.
1
KATA PENGANTAR
Kegiatan ajang talenta merupakan wahana aktualisasi unjuk prestasi murid sekaligus momentum
untuk menemukenali murid berbakat dan berpotensi unggul, Melalui ajang talenta murid dihadapkan
pada berbagai tantangan untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Ajang talenta juga menjadi bagian dari
proses pembinaan prestasi berkelanjutan yang berkontribusi dalam pengembangan karakter, peningkatan
kualitas sumber daya manusia, serta penguatan daya saing bangsa.
Pelaksanaan ajang talenta, termasuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, selaras dengan penguatan
karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga,
makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Nilai-nilai tersebut menjadi
pondasi dalam membentuk murid yang sehat, disiplin, berintegritas, dan berdaya saing, sehingga ajang
talenta menjadi upaya strategis dalam mewujudkan ekosistem pengembangan potensi murid yang
kompetitif dan berkarakter
Pusat Prestasi Nasional menyelenggarakan ajang talenta setiap tahun di berbagai bidang, Dalam
kerangka program Manajemen Talenta Nasional (MTN), Puspresnas melakukan pembinaan
berkelanjutan untuk menghasilkan bibit-bibit talenta unggul di bidang-bidang Riset dan Inovasi; Seni
dan Budaya; serta Olahraga.
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD/MI/Sederajat adalah sebuah ajang talenta di bidang
Olahraga yang diselenggarakan untuk murid SD/MI/Sederajat. Ajang O2SN-SD diselenggarakan secara
bertingkat mulai dari daerah hingga nasional, untuk menjaring peserta terbaik dari 38 provinsi. O2SN-
SD XIX Tahun 2026 merupakan salah satu peran strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah guna berkontribusi memajukan prestasi olahraga Indonesia pada tingkatan pra pembibitan
yang juga sudah tertuang pada Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) yaitu bertujuan
untuk identifikasi, seleksi, dan pengaktualisasian talenta pada satuan pendidikan.
Panduan ini disusun untuk menjadi acuan pelaksanaan yang memberikan informasi dan gambaran
berbagai aspek penyelenggaraan ajang O2SN SD/MI/Sederajat kepada para peserta, pendamping,
pembina, juri, dan para pemangku kepentingan lainnya.
i
DAFTAR ISI
ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan nasional tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga pada
pengembangan potensi nonakademik murid secara menyeluruh. Pendidikan olahraga memiliki
peran strategis dalam pembentukan karakter, kesehatan jasmani, serta kompetensi sosial murid.
Melalui integrasi nilai-nilai positif dalam kegiatan olahraga, pendidikan diharapkan mampu
mencetak generasi yang sehat secara fisik, matang secara emosional dan sosial, serta berdaya
saing. Upaya tersebut selaras dengan penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu
bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat,
serta tidur cepat, sebagai fondasi pembentukan murid berkarakter unggul, lebih lanjut program
strategis ini juga memiliki peran sangat strategis yang tidak hanya dapat membentuk
keterampilan dan prestasi murid, namun juga dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang
mengarah kepada 8 dimensi profil lulusan, yang meliputi: Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan
YME, dan Akhlak Mulia, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian,
Kesehatan, serta Komunikasi.
O2SN merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam pembinaan olahraga pendidikan
yang berjenjang, terarah, dan berkelanjutan, serta mendukung pelaksanaan Desain Besar
Olahraga Nasional (DBON). Dalam kerangka tersebut, O2SN berperan sebagai instrumen
pembinaan olahraga pendidikan yang mendukung proses identifikasi, seleksi, dan
pengembangan potensi murid berbakat di bidang olahraga, sekaligus memperkuat jalur
pembinaan atlet usia sekolah dan memperluas basis pembibitan nasional (talent pool) secara
inklusif dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan O2SN-SD XIX Tahun 2026 juga sejalan dengan Desain Besar Manajemen
Talenta Nasional (DBMTN), yang menekankan pentingnya identifikasi, pengembangan, dan
3
pengaktualisasian talenta pada satuan pendidikan. O2SN diharapkan menjadi ruang strategis bagi
murid bertalenta di bidang olahraga untuk mengembangkan potensi secara optimal hingga
bermuara pada lahirnya talenta unggul nasional.
Penyelenggaraan O2SN didasarkan pada landasan hukum nasional, antara lain Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 11 Tahun
2022 tentang Keolahragaan, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun
2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan
Dan Penyelenggaraan Pendidikan, serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Berdasarkan
landasan tersebut, panduan pelaksanaan O2SN disusun sebagai acuan yang jelas, terstruktur, dan
terstandar bagi seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan kompetisi berjalan adil, aman,
dan berkualitas, serta mendukung pembinaan karakter.
B. Dasar Hukum
4
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan
Pendidikan Karakter Menjadi dasar penguatan karakter peserta didik termasuk dalam kegiatan
olahraga;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No. 1 Tahun 2024 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pencabutan
Permendikbudristek Nomor 27 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai
Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI);
14. Peta Jalan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Tahun 2021–2026, sebagai dokumen
perencanaan operasional pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain
Besar Olahraga Nasional;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen
Talenta Murid;
16. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2025
tentang Standar Pengelolaan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan
Jenjang Pendidikan Menengah;
17. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2026
tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan.
18. Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 30/P/2025
tentang Penerima Dana dan Besaran Alokasi Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan
Pendidikan Anak Usia Dini (BOP) Kinerja, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja,
dan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Kinerja Tahun
Anggaran 2025.
19. Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 16 Tahun 2026 tentang Standar
Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid;
20. Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 1
Tahun 2025, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 800.2.1/225/SJ, dan Menteri
Agama Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan.
21. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pusat Prestasi Nasional Tahun 2026.
5
C. Tujuan
Hasil yang diharapkan dari O2SN-SD Tahun 2026 yakni sebagai berikut :
1. Adanya pewadahan bakat dan minat murid dalam bidang olahraga.
2. Terpilihnya murid terbaik dalam bidang olahraga, dapat teraktualisasi bakat dan minatnya.
3. Terbangun jiwa sportivitas, kompetitif, percaya diri, disiplin, dan tanggung jawab.
4. Terbentuk 8 Dimensi: keimanan/ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi,
kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
5. Membudayakan murid hidup sehat, aktif, dan gemar olahraga.
6. Terbangun jiwa nasionalisme, bela negara, dan cinta tanah air.
7. Terjalinnya kesatuan dan persatuan antar murid seluruh Indonesia melalui O2SN.
Asas dan prinsip mencakup nilai, norma, asas penyelenggaraan, dan prinsip penyelenggaraan.
Penyelenggaraan ajang talenta harus mencerminkan dan menerapkan asas dan prinsip yang sesuai
dengan tujuan pendidikan.
1. Nilai
Nilai-nilai yang dikandung dalam pelaksanaan ajang talenta tidak bertentangan dengan nilai-
nilai pendidikan, seperti pembelajaran, obyektivitas, produktivitas, estetika, keteladanan,
kedisiplinan, kejujuran, dan nilai-nilai karakter positif lainnya. Nilai-nilai tersebut perlu
disosialisasikan kepada seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan agar dipahami
dan diaktualisasikan dalam berbagai aspek kegiatan.
2. Norma
Norma ajang talenta mencakup norma etika yang tidak tertulis, yang berlaku sesuai dengan
kebudayaan setempat, serta norma tertulis yang berwujud ketentuan atau peraturan, termasuk
tata tertib acara seremonial dan kegiatan ajang itu sendiri. Selain untuk mengatur
berlangsungnya kegiatan yang tertib, lancar, dan aman, penegakan norma diharapkan dapat
mendorong tumbuh dan berkembangnya motivasi berprestasi para peserta, mengekspresikan
kreativitas dan keindahan, serta keterbukaan. Selain itu, penyelenggaraan ajang talenta juga
harus mengikuti asas dan prinsip penyelenggaraan yang ditentukan dalam dokumen ini.
3. Asas penyelenggaraan
a. Diselenggarakan dalam kerangka pembangunan pendidikan Nasional;
b. Menjadi wadah bagi aktualisasi prestasi talenta murid;
c. Menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju kemajuan;
d. Terbuka bagi murid yang memiliki talenta di semua jenjang dan jenis pendidikan
4. Prinsip penyelenggaraan
Penyelenggaraan Ajang Talenta mengikuti prinsip Inclusive, Growth, Participative dan
Sustain, yang dimanifestasikan dengan upaya-upaya berikut:
a. pemerataan kesempatan bagi seluruh murid Indonesia tanpa membedakan suku, agama,
rupa, dan ras;
b. pemberian kebebasan pengenalan diri dan kesempatan tumbuh-kembang murid tanpa
intervensi yang eksploitatif;
c. pembinaan yang membuka peluang murid untuk berprestasi nasional dan internasional
serta berkarya sebagai pionir perubahan bangsa meraih keunggulan kompetitif (competitive
advantage);
7
d. tata kelola penyelenggaraan yang objektif, efisien, akuntabel dan transparan;
e. intensifikasi pembinaan di daerah dalam rangka mengupayakan pemerataan prestasi
melalui kegiatan pencarian dan pemanduan bakat (talent scouting) yang melibatkan seluruh
pemangku kepentingan;
f. partisipasi seluruh pemangku kepentingan di semua aspek penyelenggaraan;
g. perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang konsisten dan berkesinambungan;
h. implementasi penjaminan mutu yang berkelanjutan
B. Sasaran
Sasaran pelaksanaan O2SN-SD tahun 2026 adalah murid di Sekolah Dasar (SD) / Madrasah
Ibtidaiyah (MI) atau yang sederajat baik negeri maupun swasta.
C. Cabang Olahraga
Cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan pada O2SN-SD tahun 2026 meliputi 5
(lima) cabang yaitu:
Tabel 1. Cabang Olahraga yang Diperlombakan/Dipertandingkan
Nomor
No Cabang
Putra Putri
Kanga Escape Kanga Escape
1 Kids’ Athletics
Formula 1 Formula 1
50 meter Gaya Bebas 50 meter Gaya Bebas
50 meter Gaya Dada 50 meter Gaya Dada
2 Renang
50 meter Gaya Punggung 50 meter Gaya Punggung
50 meter Gaya Kupu-kupu 50 meter Gaya Kupu-kupu
3 Bulutangkis Tunggal Putra Tunggal Putri
Jurus Tunggal Jurus Tunggal
4 Pencak Silat Tanding Kelas H > 40 s.d. Tanding Kelas H > 40 s.d. 42
42 Kg Kg
5 Senam Perorangan Serba Bisa Perorangan Serba Bisa
8
E. Unsur Penyelenggara
Pelaksanaan O2SN-SD tahun 2026 agar dapat berlangsung secara baik dan efisien, perlu disusun
kepanitiaan dalam penyelenggaraan setiap tahapan seleksinya. Adapun kepanitiaan Pelaksanaan
O2SN-SD tahun 2026 untuk setiap tahap adalah sebagai berikut:
Tabel 2.
Unsur Penyelenggara
Tingkatan Ajang
No Unsur Penyelenggara Tugas dan Tanggungjawab
O2SN-SD
1 Tingkat Sekolah a. Kepala Sekolah, a. Merencanakan dan menyeleksi
b. Guru, peserta lomba tingkat sekolah;
c. Komite Sekolah, b. Menyiapkan surat-surat dan
d. Instansi terkait. keperluan penyelenggaraan seleksi
tingkat sekolah;
c. Menyosialisasikan penyelenggaraan
lomba olahraga;
d. Menetapkan peserta yang mewakili
sekolah;
e. Menetapkan guru pendamping
sebagai pelatih untuk kegiatan
lomba tingkat kecamatan;
f. Melaksanakan Tes Antopometri
murid/atlet sesuai ketentuan;
g. Mendaftarkan peserta dan
pendamping terpilih secara daring
ke website Pusat Prestasi Nasional;
h. Mengirimkan peserta untuk
mewakili sekolah dalam O2SN-SD
tingkat kecamatan.
Tingkat Kecamatan a. Cabang Dinas a. Membuat dan menginformasikan
Pendidikan pelaksanaan O2SN tingkat
Kecamatan; kecamatan ke Dinas Pendidikan
b. BAPOPSI, KKGO, Kab/Kota;
KKKS, IGORNAS; b. Merencanakan pelaksanaan O2SN
c. Instansi terkait tingkat kecamatan;
lainnya. c. Menyiapkan surat-surat dan
keperluan lain yang terkait dengan
penyelenggaraan;
d. Menyosialisasikan penyelenggaraan
O2SN tingkat kecamatan;
e. Menetapkan dan menyiapkan tempat
penyelenggaraan dan perangkat
perlombaan /pertandingan O2SN;
f. Melaksanakan O2SN tingkat
kecamatan;
9
Tingkatan Ajang
No Unsur Penyelenggara Tugas dan Tanggungjawab
O2SN-SD
g. Menetapkan pemenang melalui surat
keputusan UPTD atau Dinas terkait;
h. Mengirimkan peserta untuk
mewakili kecamatan dalam O2SN-
SD tingkat kabupaten/kota.
3 Tingkat Kab/Kota a. Dinas Pendidikan a. Membuat dan menginformasikan
Kabupaten/ Kota, pelaksanaan O2SN tingkat
b. Pengurus Cabang kabupaten/kota ke Dinas Pendidikan
Olahraga kab/kota Provinsi atau Balai Besar
yang diperlombakan/ Penjaminan Mutu Pendidikan atau
pertandingkan, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan;
c. BAPOPSI, KKGO, b. Merencanakan pelaksanaan O2SN
KKKS, IGORNAS, kabupaten /kota;
d. Instansi terkait c. Bekerjasama dengan Induk cabang
lainnya, dan olahraga di tingkat kab/kota dalam
e. Perguruan tinggi penyelenggaraan kegiatan;
setempat. d. Menyiapkan surat-surat dan
keperluan lain yang terkait dengan
penyelenggaraan kegiatan;
e. Menyosialisasikan penyelenggaraan
O2SN tingkat kabupaten/kota;
f. Menetapkan dan menyiapkan
tempat penyelenggaraan dan
perangkat pertandingan O2SN
tingkat kabupaten/kota dengan
surat keputusan;
g. Melaksanakan kegiatan O2SN
kabupaten/kota;
h. Menetapkan peserta/pemenang
melalui surat keputusan Kepala
Dinas Pendidikan Kabupaten/kota;
i. Mengirimkan peserta mewakili
kabupaten/kota ke O2SN tingkat
provinsi.
4 Tingkat Provinsi a. Dinas Pendidikan a. Merencanakan pelaksanaan O2SN
Provinsi atau Balai tingkat provinsi;
Besar Penjaminan b. Bekerjasama dengan induk cabang
Mutu Pendidikan atau olahraga provinsi dan atau
Balai Penjaminan perguruan tinggi dan Dinas
Mutu Pendidikan, Pendidikan kab/kota dalam
b. Pengurus Cabang penyelenggaraan O2SN di tingkat
Olahraga Provinsi provinsi;
yang diperlombakan/ c. Menyiapkan surat-surat dan
dipertandingkan, keperluan lain yang terkait dengan
c. BAPOPSI, KKGO, penyelenggaraan kegiatan;
KKKS, IGORNAS, d. Menyosialisasikan penyelenggaraan
O2SN;
10
Tingkatan Ajang
No Unsur Penyelenggara Tugas dan Tanggungjawab
O2SN-SD
d. Instansi yang terkait e. Menetapkan dan menyiapkan
lainnya, dan tempat penyelenggaraan dan
e. Perguruan Tinggi perangkat perlombaan/pertandingan
setempat. dengan surat keputusan;
f. Melaksanakan kegiatan O2SN
tingkat provinsi;
g. Menetapkan peserta/pemenang
melalui surat keputusan Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi atau
Kepala Balai Besar Penjaminan
Mutu Pendidikan atau Kepala Balai
Penjaminan Mutu Pendidikan;
h. Menyampaikan dan melaporkan
jadwal pelaksanaan ke panitia pusat
(Pusat Prestasi Nasional);
i. Mendaftarkan para peserta
kontingen O2SN provinsi melalui
pendaftaran daring ke Pusat Prestasi
Nasional melalui website O2SN.
Tingkat a. Kepanitiaan Pusat a. Menyosialisasikan kegiatan O2SN
Nasional (PUSPRESNAS) tingkat kab./kota, provinsi dan
b. Induk Organisasi nasional;
Cabang Olahraga b. Membuat panduan pelaksanaan
yang O2SN tahun 2026;
diperlombakan/diper c. Berkoordinasi dengan Dinas
tandingkan Pendidikan Kab./Kota, Dinas
c. Tim Juri/wasit Pendidikan Provinsi, dan
d. Tim Pengawas BBPMP/BPMP di setiap tahapan
e. Tim Medis seleksi;
f. Tim TIK d. Mempersiapkan pendaftaran daring
g. Narahubung untuk peserta O2SN;
e. Merencanakan pelaksanaan O2SN
tingkat nasional;
f. Bekerjasama dengan Induk
Organisasi Cabang Olahraga dan
Perguruan Tinggi dalam O2SN
tahun 2026;
g. Mempersiapkan mekanisme
perlombaan/pertandingan dengan
Induk Organisasi Cabang Olahraga
dan Perguruan Tinggi;
h. Menyiapkan surat-surat dan
keperluan penyelenggaraan
kegiatan;
i. Menetapkan dan menyiapkan
tempat penyelenggaraan
lomba/pertandingan;
11
Tingkatan Ajang
No Unsur Penyelenggara Tugas dan Tanggungjawab
O2SN-SD
j. Melaksanakan kegiatan O2SN
tingkat nasional.
F. Mekanisme
Seleksi O2SN-SD tahun 2026 diselenggarakan secara berjenjang, yakni:
1. Tingkat Sekolah
2. Tingkat Kecamatan
3. Tingkat Kabupaten/Kota
4. Tingkat Provinsi
5. Tingkat Nasional
Pelaksanaan seleksi O2SN-SD tahun 2026 tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi
diharapkan dapat mengikuti ketentuan sebagai berikut:
12
b. Tahap II
Dinas Pendidikan Provinsi/BBPMP/BPMP mendaftarkan peserta yang lolos pada Tahap II,
melampirkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Kontingen O2SN-SD Tingkat Nasional yang
ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan diunggah pada laman aplikasi ajang.
3. Dinas Pendidikan Kab./Kota dan Provinsi atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan akan mendapatkan akun pendaftaran daring dari panitia
pusat PUSPRESNAS.
4. Pendaftaran daring dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia pusat
PUSPRESNAS.
G. Penghargaan
Penghargaan diberikan kepada murid yang berhasil mencapai prestasi terbaik pada tingkatan
masing-masing, mulai dari satuan pendidikan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.
Penghargaan pada tingkat nasional diberikan oleh PUSPRESNAS dalam bentuk sertifikat, medali,
dan uang pembinaan. Penghargaan pada tingkat satuan pendidikan dan daerah menjadi ranah
kebijakan satuan pendidikan dan daerah.
Penghargaan pada tingkat nasional dengan rincian sebagai berikut :
1. Juara Nomor Cabang Olahraga
Peserta yang mendapat juara dari nomor cabang: Kids’ Athletics, Senam, Renang, Bulutangkis,
dan Pencak Silat akan memperoleh penghargaan berupa:
a. Juara I : medali emas, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
b. Juara II : medali perak, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
c. Juara III : medali perunggu, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
d. Peringkat 4 s.d 8 besar : piagam penghargaan (honorable mention)
2. Juara Fair Play
Peserta setiap cabang olahraga akan mendapatkan penilaian fair play dan penghargaan berupa
piala fair play. Penilaian terhadap peserta tersebut dengan mempertimbangkan pula penilaian
terhadap perilaku pendamping, ketua kontingen, ofisial, dan suporter pada setiap cabang
olahraga oleh Tim Penilai FairPlay.
3. Juara Umum
Penetapan juara umum ditentukan berdasarkan jumlah perolehan medali emas, perak, perunggu
terbanyak pada jenjang DIKDAS, DIKMEN, dan DIKSUS. Untuk juara umum akan
memperoleh piala bergilir dan piagam juara umum.
H. Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan O2SN-SD Tahun 2026 direncanakan sebagai berikut:
13
Tabel 3.
Jadwal Pelaksanaan
Seleksi O2SN
1 April – 31 Mei Ditentukan APBD/sumber
3 Tingkat
2026 Kecamatan lain
Kecamatan
Seleksi O2SN
1 Mei – 15 Juni Ditentukan APBD/sumber
4 Tingkat
2026 Kab./Kota lain
Kab./Kota
Pelaksanaan
Ditentukan APBN/sumber
7 O2SN Tingkat 17-23 Agustus 2026
PUSPRESNAS lain
Nasional
*) jadwal dapat berubah menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, jika terdapat perubahan akan
disosialisasikan.
I. Pembiayaan
1. Pusat Prestasi Nasional menanggung biaya transportasi pergi pulang (PP), akomodasi dan
konsumsi bagi peserta putra, putri dan ketua kontingen selama pelaksanaan O2SN-SD
tingkat nasional berlangsung.
2. Pembiayaan transportasi pergi pulang (PP), akomodasi dan konsumsi pelatih/pendamping
dibiayai oleh daerahnya masing-masing selama pelaksanaan O2SN-SD tingkat nasional
berlangsung
14
BAB III NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN
A. Peristilahan dan Ketentuan Umum
Berikut ini adalah istilah dan ketentuan yang bersifat umum yang berlaku dalam buku panduan
ini, yang disadur dari sumber-sumber yang otoritatif, atau dirumuskan kembali dengan
penyesuaian konteks dan tujuan panduan.
1. Manajemen Talenta Murid adalah rangkaian upaya terencana, terstruktur, dan berkelanjutan
untuk menghasilkan talenta murid.
2. Talenta Murid adalah murid yang memiliki kemampuan terbaik melalui aktualisasi Talenta
Murid.
3. Ajang Talenta Murid adalah wadah untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki
oleh Talenta Murid.
4. Murid adalah peserta didik pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal pada
pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah dari
setiap jenis pendidikan.
6. Sistem Informasi Manajemen Talenta Murid yang selanjutnya disebut SIMT Murid adalah
sistem informasi terintegrasi yang memuat data pelaksanaan Manajemen Talenta Murid.
a. Kelompok bidang Riset dan Inovasi, mencakup bidang dan ajang berikut:
1) Bidang Sains: OSN
2) Bidang Riset: OPSI
3) Bidang Vokasi: LKS, LKS PDBK
4) Bidang Kewirausahaan: FIKSI
b. Kelompok bidang Seni dan Budaya, mencakup bidang dan ajang berikut:
1) Bidang Seni: FLS3N
2) Bidang Bahasa: LDI
15
c. Kelompok bidang Olahraga, mencakup bidang O2SN dan GSI
Setiap Ajang Talenta mempunyai cabang-cabang kompetisi atau lomba. Bidang olahraga yaitu
O2SN-SD mempunyai 5 (lima) cabang lomba, yaitu Kids’ Athletics, Renang, Bulutangkis,
Pencak Silat, dan Senam.
16
l. Sehat jasmani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter, tertanggal maksimal
7 hari sebelum pelaksanaan O2SN;
m. Wajib menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN berlangsung disertai surat
pernyataan yang ditandatangani Kepala Sekolah;
n. Wajib mendaftar daring melalui website panitia pusat mulai tingkat kecamatan oleh pihak
sekolah.
2. Ketua Kontingen
Persyaratan ketua kontingen O2SN-SD tahun 2026 sebagai berikut:
a. Sebanyak 1 (satu) orang;
b. Berasal dari unsur Dinas Pendidikan atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan.
Tugas ketua kontingen O2SN-SD tahun 2026 sebagai berikut:
a. Menyelesaikan pendaftaran daring peserta, pendamping dan ketua kontingen;
b. Membawa dan bertanggung jawab atas kelengkapan administrasi kontingen;
c. Memastikan keikutsertaan kontingen kepada tim keabsahan;
d. Berkoordinasi dengan panitia penyelenggara dalam penyelesaian proses keabsahan
kontingen;
e. Mendampingi kontingen selama mengikuti O2SN-SD;
f. Bertanggung jawab terhadap kesehatan peserta baik dalam perlombaan/pertandingan
maupun di luar perlombaan/pertandingan;
g. Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan O2SN-SD;
h. Berpartisipasi aktif dalam keikutsertaan tim dan sebagai mediator antara provinsi dan
panitia pusat;
i. Menjaga nilai fair play seluruh anggota kontingen selama O2SN-SD berlangsung;
j. Mendukung kegiatan Pendidikan Karakter.
17
b. Tidak sedang mengikuti kegiatan lain di luar O2SN, dinyatakan dengan Surat Pernyataan
yang diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Balai Besar Penjaminan Mutu
Pendidikan atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan;
1) Beranggotakan 5 s.d. 10 orang yang berasal dari unsur akademisi, tenaga kesehatan,
guru PJOK, dan instansi terkait lainnya.
3) Menetapkan sah atau tidak sah peserta untuk mengikuti kompetisi melalui Berita
Acara Hasil Keabsahan.
18
7) Surat keterangan sehat atau surat riwayat penyakit akut yang pernah diderita dari
dokter;
8) Surat Pernyataan Ketentuan Komitmen (format terlampir);
9) Surat Keputusan (SK) Penetapan Pemenang Juara I, II, dan III O2SN SD/MI pada
setiap tingkatan seleksi tahun 2026 yang ditandatangani pejabat dari instansi yang
berwenang.
Ketua
No. Cabang Olahraga Putra Putri
Kontingen
1
Kids’ Athletics 1 1
2
Renang 1 1
3
Bulutangkis 1 1 1
4
Pencak Silat 1 1
5
Senam 1 1
Jumlah 5 5 1
Total 11
D. Sanksi Pelanggaran
1. Peserta yang tidak lolos pemeriksaan keabsahan, baik keabsahan dokumen maupun keabsahan
fisik, dikenakan hukuman berupa dipulangkan di luar tanggungan panitia penyelenggara.
2. Peserta yang melakukan pelanggaran berupa pemalsuan identitas dalam O2SN-SD tahun 2026,
maka akan didiskualifikasi dan tidak akan diberikan haknya selama kegiatan dan dipulangkan
di luar tanggungan panitia penyelenggara.
3. Ketua Kontingen atau pendamping yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang menjadi
pendorong hingga terjadinya pemalsuan identitas tersebut, dikenakan hukuman berupa
dipulangkan di luar tanggungan panitia penyelenggara.
19
E. Keamanan dan Keselamatan Penyelenggaraan
1. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat semua cabang olahraga harus mempertimbangkan
dengan penuh kesadaran seluruh risiko dari aspek keamanan dan keselamatan mulai dari proses
persiapan, uji coba lapangan sampai dengan pelaksanaan perlombaan/pertandingan,
menjunjung nilai-nilai fair play dan mengutamakan keselamatan publik ketika berada di
lapangan ataupun di lokasi kegiatan adalah sikap utama yang seharusnya selalu ditunjukkan.
2. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat harus mengenakan perangkat keamanan dan atau
keselamatan yang sudah ditetapkan sesuai ketentuan pada masing-masing cabang olahraga pada
waktu persiapan, ujicoba, dan pelaksanaan perlombaan/pertandingan.
3. Fail-Safe system sebagai kelengkapan standar sistem keamanan dan keselamatan.
4. Berikanlah informasi atau peringatan kepada lingkungan sekitar atas resiko yang mungkin
terjadi jika terjadi kesalahan.
20
BAB IV KETENTUAN KHUSUS
Dengan memahami panduan ini, diharapkan panitia, juri, wasit, pelatih, sekolah, dan semua pihak
terkait dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing secara optimal dan profesional.
Pelaksanaan O2SN-SD yang tertata dengan baik akan memastikan kegiatan berlangsung lancar, aman,
adil, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu membina prestasi olahraga, mengembangkan
potensi murid, dan menanamkan nilai-nilai karakter unggul. Panduan ini menjadi acuan utama dalam
setiap tahap penyelenggaraan, sehingga setiap pihak memiliki panduan yang jelas dan konsisten dalam
menjalankan fungsinya.
Segala hal yang diatur dalam panduan ini harus dapat dilaksanakan dengan baik dan menjadi
rujukan tetap oleh semua pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan O2SN-SD berjalan dengan
sukses. PUSPRESNAS akan menyampaikan setiap perubahan secara resmi melalui adendum atau
dokumen pendukung yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari panduan ini. Dengan demikian di setiap
Tingkat pelaksanaan O2SN dapat berjalan efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi
pengembangan talenta dan karakter murid.
21
BAB V PENUTUP
22
LAMPIRAN
KETENTUAN TEKNIS
PERLOMBAAN/PERTANDINGAN CABANG
OLAHRAGA
23
A. KIDS ATHLETICS
1. KETENTUAN UMUM
a. Perlombaan
Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.
b. Pertemuan Teknik (technical meeting)
Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknik
wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema
perlombaan.
c. Nomor perlombaan:
Nomor
Cabang
Putra Putri
Kanga Escape Kanga Escape
Kids’ Athletics
Formula 1 Formula 1
2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III buku
Pedoman Pelaksanaan O2SN SD/MI/sederajat tahun 2026.
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan
mengikuti perlombaan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu
yang ditentukan.
5) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta
lain.
6) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta putra, dan 1 (satu) orang peserta
putri.
7) Setiap peserta wajib mengikuti seluruh nomor lomba Kid’s Athletics yaitu Kanga
Escape dan Formula 1.
8) Belum pernah menjadi juara pada perlombaan tingkat nasional yang
diselenggarakan/direkomendasi PB. PASI.
24
b. Sistem Perlombaan
1) Sistem perlombaan menggunakan Peraturan perlombaan yang digunakan oleh
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang telah disesuaikan dan diadopsi
dari Peraturan Perlombaan Atletik Internasional World Athletics (WA) edisi 2026.
2) Perlombaan wajib dilaksanakan menggunakan permukaan lintasan sintetis/track
tartan, tidak boleh di lintasan dari tanah atau gravel.
3) Semua peserta dianggap telah mengetahui dan memahami serta mengerti isi dari
peraturan tersebut.
c. Sistem penilaian /Scoring poin & Peralatan
1) Ranking dilakukan berdasarkan waktu. Tim pemenang adalah tim yang paling cepat
menyelesaikan lari di atas dan memperoleh point 38 (disesuaikan dengan jumlah
Tim yang ikut berlomba)
2) Satu seri atau round dapat dilakukan oleh sejumlah tim bersamaan tergantung dari
jumlah tim dan ketersediaan panitia dan jumlah peralatan.
3) Peralatan yang digunakan sesuai dengan standar PASI/World Athletics (WA) atau
POA (Peralatan Olahraga Anak) yang telah disesuaikan dengan kemampuan peserta
(atlet) dan sesuai dengan Standard World Athletics (WA).
4) Peserta diperbolehkan tidak atau menggunakan alas kaki dan sepatu spike.
5) Hasil tim tiap pos lomba urutan tim, tim dengan nilai total terbanyak sebagai juara.
a) 1 stopwatch
b) 1 kartu event / pos.
c) 4 gawang (tinggi 50 cm, dan jarak 6 meter antar gawang)
d) 2 tanda/tongkat berbendera
e) 1 gelang estafet
2) Formula 1
Deskripsi
Estafet dengan kombinasi sprint, gawang dan slalom.
Prosedur
Keliling lintasan sekitar 80 meter dibagi menjadi area lari/sprint, lari gawang, dan
slalom (lihat gambar). Gelang estafet digunakan sebagai alat perpindahan. Setiap
peserta harus mulai dengan roll depan atau samping di atas matras.
Setiap peserta harus melakukannya di lintasan secara lengkap dan memberikan
gelang kepada peserta selanjutnya. Sekali start dapat dilakukan sampai 1 sampai 2
tim bersama-sama.
Penilaian
Ranking dilakukan dengan melihat waktu yang dicatat setiap tim. Demikian juga
dengan grup-grup selanjutnya, sesuai dengan ranking waktu.
Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan:
26
a) 9 gawang
b) 10 tongkat/tiang slalom (jarak 1 m tiap tiang)
c) 3 busa/matras
d) 30 kerucut/tanda
e) 1 stopwatch
f) kartu lomba
27
4) Pada saat pelaksanaaan pemanggilan terakhir, setiap atlet harus membawa dan
menunjukkan :
a) Nomor BIB (2 buah);
b) Pakaian lomba (yang sudah terpasang nomor BIB di bagian dada dan
punggung);
c) ID Card;
d) Sepatu perlombaan/spikes;
e) Training spack dan Tas lapangan (diutamakan yang berlogo SD ).
5) Peralatan elektronik (HP, Kamera Video dan Foto) tidak boleh dibawa masuk ke
lapangan/arena lomba.
28
i. Juara, Medali, dan Piagam Penghargaan
1) Penentuan juara umum Kids’ Athletics ditentukan berdasarkan banyaknya
perolehan medali yang dikonversikan ke dalam scoring point, Scoring point
tertinggi dalam setiap nomor adalah 38, 37, 36 dan seterusnya (disesuaikan dengan
jumlah Tim yang ikut berlomba), secara berurutan ke bawah sedangkan scoring
point terendah dalam setiap point adalah satu.
2) Juara I, II dan III Kids’ Athletics akan diberikan medali (emas, perak, dan
perunggu) serta piagam penghargaan.
3) Setiap juara I, II, dan III per nomor (Kanga Escap, Formula 1) hanya akan diberikan
piagam penghargaan sebagai juara per nomor lomba.
4) Peringkat IV s.d. VIII besar : piagam penghargaan (honorable mention)
5) Peserta yang lain akan mendapat sertifikat keikutsertaan.
j. Hasil Sama
Jika ada dua Tim atau lebih memperoleh jumlah nilai yang sama untuk setiap posisi
dalam perlombaan, maka dinyatakan sebagai “hasil sama”.
Nama Formula
Kanga Escape Total Rank
Tim 1
Result Rank Point Result Rank Point
29
2) Dalam pelaksanaan UPP, harus menggunakan seragam lengkap masing–masing
sesuai dengan seragam daerahnya dan bersepatu (tidak dibolehkan memakai celana
pendek dan tidak bersandal).
m. Perangkat Perlombaan
1) Panitia Pelaksana
Perlombaan Atletik dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) dari Pengurus
PASI Provinsi yang secara teknis bertanggung jawab kepada Pengurus Besar
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB. PASI).
2) Delegasi Teknis
Ditetapkan oleh PB. PASI dan bertanggung jawab terhadap terselenggaranya teknis
perlombaan.
3) Pengawas Pertandingan/Perlombaan
Ditetapkan oleh PB. PASI dan bertanggung jawab terhadap pengawasan jalannya
seluruh rangkaian perlombaan termasuk pengawasan etika perlombaan.
4) Dewan Hakim dan Wasit yang bertugas telah mendapat rekomendasi dari PB.
PASI.
5) Juri & petugas lapangan yang bertugas telah mendapat rekomendasi dari Pengurus
PASI Provinsi.
3. PENUTUP
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan perlombaan ini akan ditentukan
kemudian pada pertemuan teknis.
30
Lampiran
Formulir Pendaftaran Kids Athletics O2SN 2026
Nama siswa
Jenis Kelamin
Tinggi Badan
Berat Badan
Asal Sekolah
Kecamatan
Kabupaten /Kota
Provinsi
31
B. RENANG
1. KETENTUAN UMUM
a. Perlombaan
Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.
b. Pertemuan Teknik (Technical Meeting)
Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknik
wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema
perlombaan.
c. Nomor Yang Diperlombakan
Nomor yang akan diperlombakan adalah:
Nomor Perlombaan
Putra Putri
50 meter Gaya Bebas 50 meter Gaya Bebas
RENANG
50 meter Gaya Dada 50 meter Gaya Dada
50 meter Gaya Punggung 50 meter Gaya Punggung
50 meter Gaya Kupu-kupu 50 meter Gaya Kupu-kupu
Total 4 Nomor 4 Nomor
2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku
Panduan O2SN Tahun 2026.
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan
mengikuti perlombaan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu
yang ditentukan.
5) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta
lain.
6) Pendaftaran peserta dilakukan oleh provinsi yang bersangkutan dengan
menggunakan formulir model A-1, A-2, dan A-3, kepada panitia penyelenggara.
7) Peserta diwajibkan mencantumkan waktu terbaik terakhir (best time).
8) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta putra, dan 1 (satu) orang peserta
putri.
32
9) Setiap peserta diperbolehkan mengikuti maksimal 2 (dua) nomor lomba dari 4
(empat) nomor lomba yang diperlombakan.
10) Persyaratan khusus yang sudah pernah juara:
a) Belum pernah juara 1, 2, dan 3 pada kejuaraan Tingkat nasional kategori
event: Kejuaraan Nasional Akuatik (Kejurnas Akuatik) 2025 cabang Renang
di semua Nomer perlombaan: Nomor perorangan/Individual dan Nomor
beregu/estafet serta Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025
Cabang Renang di semua nomor perlombaan perorangan/Individual.
b) Belum pernah juara 1, 2, dan 3 pada kejuaraan tingkat Internasional Tahun
2025 disemua nomor perlombaan kategori event: Asia Tenggara (SEAF) SEA
Age Group Swimming Championships) 2025, Asian (AASF) ASIAN Age
Group Swimming Championships) 2025.
11) Penentuan peserta/perenang terbaik:
a) Jumlah medali emas, perak dan perunggu yang diperoleh.
b) Apabila batasan tersebut di atas masih belum dapat menentukan, maka
ketajaman pemecahan rekor (secara proposional antara waktu pemecahan dan
jarak sebagai parameter) akan menjadi acuan (Database Record Periode
November 2025 sebagai acuan).
33
Contoh perhitungan apabila terjadi perolehan medali yang sama.
Hasil Rekor %
Nomor Hasil Rekor
Nama Perlombaan Nasional (Perse Peringkat
Lomba Perlombaan Nasional
(detik) (detik) ntase)
Perenang A Putra
50 m Gaya
1 00.28.02 00.22.66 28,02 22,66 80,87 1
Bebas
50 m Gaya
2 00.30.49 00.23.84 30,49 23,84 78,19
Kupu-Kupu
Hasil Rekor %
Nomor Hasil Rekor
Nama Perlombaan Nasional (Perse Peringkat
Lomba Perlombaan Nasional
(detik) (detik) ntase)
Perenang B Putra
50 m Gaya
1 00,28.05 00.22.66 28,05 22,66 80,78 2
Bebas
50 m Gaya
2 00.34.84 00.26.98 35,84 26.98 77.44
Dada
Hasil Rekor %
Nomor Hasil Rekor
Nama Perlombaan Nasional (Perse Peringkat
Lomba Perlombaan Nasional
(detik) (detik) ntase)
Perenang C Putra
50 m Gaya
1 00.31.97 00.25.01 28,05 25,01 78,23 3
Punggung
50 m Gaya
2 00.35.60 00.26.98 35,60 26.98 75.79
Dada
Keterangan:
Hasil Perlombaan dan Rekor Nasional dijadikan detik dihitung sebagai berikut:
Formula Penghitungan = Jumlah (Rekor Nasional dibagi Hasil Perlombaan) di kali 100 atau
Formula Perhitungan Excel = SUM (Rekor Nasional/ Hasil Perlombaan) x 100
maka Persentase/Ketajaman mendekati Rekor Nasional dinyatakan sebagai perenang terbaik.
12) Peserta yang telah lolos seleksi secara berjenjang khusus di tingkat provinsi
menuju tingkat Pusat/Nasional wajib memenuhi Syarat Prestasi
peserta/Limit/Qualifying Entry TimeL (QET) yang telah di tentukan sebagai
berikut:
34
Syarat Prestasi peserta/Limit/Qualifying Entry Time (QET)
O2SN SD/MI/Sederajat 2026 Renang
Waktu Waktu
Nomor Perlombaan
Putra Putri
50 meter Gaya Bebas 1.15.53 1.27.23
RENANG 50 meter Gaya Dada 1.29.93 1.47.10
50 meter Gaya Punggung 1.23.37 1.36.30
50 meter Gaya Kupu-kupu 1.19.47 1.32.80
b. Sistem Perlombaan
1) Susunan acara perlombaan (lihat lampiran)
2) Ketentuan Pakaian Renang
Mempertimbangkan karakteristik murid yang bersifat heterogen, maka ketentuan
mengenai penggunaan pakaian renang ditetapkan sebagai berikut:
a) Pakaian renang yang mendapat persetujuan/approved World Aquatics Peserta
diperbolehkan menggunakan pakaian renang yang tercantum dalam daftar
approved swimsuit yang dikeluarkan oleh World Aquatics, sebagaimana
dapat diakses melalui laman:
[Link]
b) Pakaian renang yang tidak mendapat persetujuan/Non-Approved World
Aquatics
Bagi peserta yang belum memiliki pakaian renang sebagaimana dimaksud
pada huruf a, diperkenankan menggunakan pakaian renang lainnya dengan
ketentuan:
(1) Model pakaian renang menutupi lengan, tungkai, dan kepala.
(2) Terbuat dari bahan katun atau bahan lain yang tidak mengandung
Polyurethane maupun Neoprene.
c) Ketentuan Pengesahan Pemecahan Rekor
Dalam hal terjadi pemecahan rekor, pengesahan hanya diberikan apabila
peserta menggunakan Pakaian Renang yang telah memperoleh persetujuan
(approved swimwear) dari World Aquatics.
3) Pelaksanaan perlombaan:
a) Menggunakan peraturan perlombaan Akuatik Indonesia (AI) dan World
Aquatics (WA) terbaru.
b) Semua nomor perlombaan dilaksanakan langsung final (timed – final).
c) Semua nomor perlombaan menggunakan peraturan 1 kali start.
35
c. Perangkat Perlombaan
1) Technical Delegate
Technical Delegate membantu Panitia Pelaksana dalam menyelesaikan berbagai
persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan. Technical Delegate dari
Akuatik Indonesia (AI) 1 (satu) orang yang ditetapkan oleh panitia O2SN.
2) Dewan Hakim/Inspektur Pertandingan
Dewan Hakim Membantu Technical Delegate sebagai ketua yang dibantu oleh 3
orang Dewan Hakim (Jury of Appeal) yang ditunjuk oleh Akuatik Indonesia (AI)
melalui surat tugas dari Akuatik Indonesia (AI).
3) Wasit
Wasit (Technical Officials) yang bertugas ditentukan oleh panitia O2SN pada
setiap tingkatan seleksi berdasarkan Rekomendasi Akuatik Indonesia (AI).
4) Panitia Pelaksana
Perlombaan renang dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana.
5) Petugas Lapangan
Petugas Lapangan yang bertugas membantu pelaksanaan wasit secara teknis.
d. Banding
1) Panitia pelaksana perlombaan merupakan instansi terakhir yang menentukan
kepada setiap persoalan yang belum/tidak tercantum dalam peraturan perlombaan
dan Dewan Hakim (Jury of Appeal) menampung banding dalam persoalan
tersebut serta memberikan keputusan sebagai instansi pertama dan terakhir.
2) Semua protes dinyatakan resmi dan dapat diterima oleh ketua perlombaan apabila
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a) Diajukan oleh Team Manager/Official yang melakukan absen pada acara
Technical Meeting.
b) Mengisi dan menandatangani formulir banding yang telah tersedia.
c) Melampirkan deposit setara dengan 500 USD (sekitar Rp. 8.448.500 kurs 3
Maret 2026) serta mengajukannya kepada Dewan Hakim (Jury of Appeal)
maksimal 30 menit setelah hasil perlombaan dipublikasikan. (pasal I.13.1)
3) Apabila banding dinyatakan diterima, deposit dikembalikan kepada pihak pengaju
banding. Namun, apabila banding dinyatakan tidak diterima, deposit tersebut
dinyatakan hangus dan disetorkan kepada panitia sesuai ketentuan yang berlaku.
36
e. Tata tertib di Lapangan
1) Umum
a) Tempat peserta dan official
1) Peserta dan pelatih selama perlombaan berlangsung diharuskan
menempati tempat yang telah ditentukan.
2) Area kolam perlombaan yang diperuntukan khusus wasit/juri, dan panitia
serta perenang yang akan start dan yang akan melapor diri untuk start ke
petugas pengatur atlet, perenang-perenang yang akan mengikuti upacara
penghormatan pemenang (UPP).
b) Waktu dan tempat pemanasan/pendinginan:
1) Pemanasan berlangsung di kolam utama dapat dilaksanakan 1 (satu) jam
sebelum perlombaan.
2) Pemanasan/pendinginan selama perlombaan berlangsung dapat
dilaksanakan di kolam utama apabila tidak tersedia kolam khusus.
3) Semua lintasan dapat dipakai untuk pemanasan.
4) Lintasan 1 dan 8 hanya dipakai untuk sprint.
5) Kolam renang dikosongkan 15 menit sebelum perlombaan berlangsung
(waktu pemanasan telah selesai).
6) Perlombaan dimulai sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
2) Khusus
a) Perenang Lapor
Setiap perenang yang akan turun agar mendaftarkan diri ke petugas pengatur
atlet 20 menit sebelum nomor yang akan diikuti:
1) Pemanggilan melalui pengeras suara.
2) Pemanggilan nama perenang yang akan start melalui pengeras suara
hanya dilakukan satu kali setelah perenang berada/siap di belakang
tempat start.
3) Perenang yang namanya diumumkan (saat nomor lintasannya
disebutkan) melalui pengeras suara, harus berdiri menghadap alur
lintasan sebagai perkenalan terhadap penonton/undangan.
b) Upacara Penghormatan Pemenang (UPP):
1) UPP dilaksanakan setiap dua nomor perlombaan selesai dilaksanakan.
2)
37
Dalam mengikuti UPP para peserta upacara harus memakai seragam
daerah masing-masing dan wajib memakai sepatu.
3) Peserta diharapkan dapat mengikuti UPP dengan tertib dan khidmat.
4) Agar UPP dapat dilaksanakan dengan lancar dimohon kepada para
pembina untuk mempersiapkan atletnya yang juara untuk mengikuti
UPP.
5) Hal-hal yang belum tercantum akan ditentukan kemudian.
3. JADWAL LOMBA
SUSUNAN ACARA
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SD/MI/SEDERAJAT
CABANG OLAHRAGA RENANG
TAHUN 2026
HARI PERTAMA:
1. 50m Gaya Dada Putra
2. 50m Gaya Dada Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
3. 50m Gaya Kupu-kupu Putra
4. 50m Gaya Kupu-kupu Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
HARI KEDUA:
1. 50m Gaya Punggung Putra
2. 50m Gaya Punggung Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
3. 50m Gaya Bebas Putra
4. 50m Gaya Bebas Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
38
4. MEDALI YANG DIPEREBUTKAN
Total Medali 8 8 8 24
5. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan kemudian secara
musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan lebih baik ditentukan sebelum
pertandingan dimulai dengan harapan kerja sama agar perlombaan Renang pada O2SN
Tahun 2026 terlaksana dengan lancar.
39
6. LAMPIRAN
PENDAFTARAN PESERTA
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SD/MI/ SEDERAJAT TAHUN 2026
CABANG OLAHRAGA RENANG
Model A-1
Provinsi : …………………………………………
Alamat : …………………………………………
1 Putra
2 Putri
Ketua Kontingen
(………………………………..)
40
PENDAFTARAN PESERTA
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SD/MI/ SEDERAJAT TAHUN 2026
CABANG OLAHRAGA RENANG
Model A-2
Provinsi : ………………………………………………
Alamat : ………………………………………………
Pa/
Nomor Waktu
No. Nama Atlet Tanggal Lahir Kelas Pi Perlombaan Terbaik(*)
1 Putra
..;..;..
..;..;..
2 Putri
..;..;..
..;..;..
* Wajib diisi
Ketua Kontingen
(……………………………)
41
FORMULIR PENDAFTARAN
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SD/MI/ SEDERAJAT TAHUN 2026
CABANG OLAHRAGA RENANG
Catatan : Pada kolom gaya, wajib mengisi waktu terbaik terakhir peserta (pendaftar)
Model A-3
Provinsi : …………………………
GAYA
Kupu-
Bebas Punggung Dada
kupu
Jenis
Nama
No. Kelamin Catatan Catatan Catatan
Lengkap Catatan
Pa/Pi waktu waktu waktu
waktu
50 50 50
50 meter(*)
meter(*) meter(*) meter(*)
Ketua Kontingen
(………………………………..)
42
C. BULUTANGKIS
1. KETENTUAN UMUM
a. Pertandingan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.
b. Pertemuan Teknik (technical meeting)
Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknik
wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema
pertandingan.
c. Nomor Yang Dipertandingkan
1) Tunggal Putra
2) Tunggal putri
2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku
Panduan O2SN Tahun 2026.
2) Peraih Juara, Runner Up dan Semifinalis di kejuaraan yang bersifat Nasional
(Sirkuit Nasional, Multi Event Cabor Bulutangkis), dan kejuaraan Internasional
tidak diperbolehkan menjadi peserta (Kecuali Nomor Ganda Putra, Putri dan
Campuran), Verifikasi data tersebut akan dilakukan setelah penutupan pendaftaran
Nasional, jika ternyata peserta pernah menjadi Juara, Runner Up dan Semifinalis
dalam kurun waktu 12 bulan berjalan (dihitung sejak penutupan pendaftaran
nasional tahap II) maka peserta akan didiskualifikasi dan dapat digantikan dengan
ranking bawahnya pada saat seleksi di provinsinya.
3) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
4) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan
mengikuti pertandingan.
5) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu
yang ditentukan.
6) Pemain yang telah disahkan pada Technical Meeting tidak dapat diganti kembali.
7) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta putra, dan 1 (satu) orang peserta
putri.
8) Tidak dalam keadaan skorsing dari PBSI (Pusat, Pengprov dan Pengkot/kab)
43
b. Sistem Pertandingan
1) Undian/Drawing dilaksanakan pada saat technical meeting menggunakan software
Tournament Planner
2) Unggulan/Seeded ditentukan oleh Referee berdasarkan rangking nasional updated
1 minggu sebelum pelaksanaan undian/drawing
3) Pertandingan menggunakan Sistem Pool/Group.
4) Pertandingan pada babak penyisihan di dalam pool/gorup dilaksanakan dengan
sistem setengah kompetisi.
5) Babak perempat final, Semifinal dan final dilaksanakan dengan sistem gugur.
6) Peraturan permainan menggunakan peraturan BWF/PBSI dan peserta dianggap
telah mengetahui/memahami.
c. Perangkat Pertandingan
1) Technical Delegate
Technical Delegate membantu Panitia Pelaksana dalam menyelesaikan berbagai
persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan. Technical Delegate dari
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 1 (satu) orang yang ditetapkan oleh
panitia O2SN.
3) Wasit/Juri
Wasit/Juri (Technical Officials) yang bertugas ditentukan oleh panitia O2SN pada
setiap tingkatan seleksi berdasarkan Rekomendasi Persatuan Bulutangkis Seluruh
Indonesia (PBSI). diantaranya adalah:
a. Match Control
b. Announcer
c. Koordinator Wasit dan Hakim Garis
d. Wasit
44
4) Panitia Pelaksana
Perlombaan bulutangkis dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana. diantaranya:
a. Ketua Panitia
b. Sekretaris
c. Bendahara
d. Monitoring
e. Sarana dan Prasarana
f. Umum
5) Petugas Lapangan
Petugas Lapangan yang bertugas membantu pelaksanaan wasit secara teknis. Berikut
petugas lapangan dalam pertandingan bulutangkis, diantaranya:
a. Hakim Garis
b. Shuttlecock Control
c. Mopper
d. Petugas Kebersihan
e. Roll Call
d. Protes
Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan diajukan kepada
Referee oleh pelatih pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada saat pertandingan
masih berjalan.
e. Tata tertib di lapangan
1) Ketentuan Bertanding
a) Jadwal yang tertera dalam buku acara menjadi dasar dilaksanakannya suatu
pertandingan (match), namun pertandingan dapat maju atau mundur karena
terjadi WO dan lain sebagainya.
b) Peserta harus sudah hadir di tempat pertandingan 15 menit sebelum jadwal
pertandingannya.
c) Peserta wajib mengetahui tempat dan waktu bertanding.
d) Pemain yang pada gilirannya bertanding sesuai jadwalnya setelah di panggil 3
kali dalam waktu 5 menit tidak hadir dinyatakan kalah/WO.
e) Peserta yang belum dipanggil untuk bertanding tidak diperkenankan memasuki
lapangan.
f) Jadwal yang tercantum dalam buku acara menjadi panduan untuk dimulainya
pertandingan.
45
g) Bila terjadi gangguan Referee berhak menunda dan memindahkan ke tempat
lain dengan meneruskan angka yang telah dicapai, gangguan pertandingan
misalnya :
(1) Karpet lapangan rusak/sobek
(2) Bocor dan air masuk lapangan
(3) Listrik padam
h) Seorang pemain berhak atas hadiah menurut hasil actual yang didapat sebelum
pengunduran diri karena cedera.
2) Score System
a) Pertandingan menggunakan Score 21, Rally Point, dengan Prinsip The Best of
Three Games.
b) Apabila kedudukan 20 sama, maka yang memperoleh 2 angka berturut-turut
sebagai pemenang.
c) Apabila kedudukan 29 sama, maka yang mencapai angka 30 lebih dulu sebagai
pemenang.
3) Interval
a) Apabila telah mencapai angka 11, pemain berhak istirahat tidak lebih dari 60
detik (1 menit) dan pelatih/pendamping diperbolehkan mendatangi pemain
untuk memberikan instruksi.
b) Sebelum melanjutkan game kedua dan game ketiga (jika ada), pemain berhak
istirahat, tidak lebih dari 120 detik (2 menit) dan pelatih/pendamping
diperbolehkan mendatangi pemain untuk memberikan instruksi.
46
d) Apabila ada 2 (dua) pemain yang mempunyai selisih game yang sama, maka
pemain yang menang pada waktu berhadapan menduduki peringkat lebih
tinggi;
e) Apabila ada 3 (tiga) pemain atau lebih yang mempunyai selisih game yang
sama, penilaian selanjutnya ditentukan oleh selisih poin;
f) Apabila ada 2 (dua) pemain yang mempunyai selisih poin yang sama, maka
pemain yang menang pada waktu berhadapan menduduki peringkat lebih
tinggi;
g) Apabila ada 3 (tiga) pemain/pasangan atau lebih yang mendapat kemenangan
partai pertandingan yang sama, selisih game yang sama, dan selisih poin yang
sama, maka penentuan peringkat dilakukan dengan undian.
5) Cedera
a) Pemain yang mengalami cedera sewaktu bertanding tidak diberikan waktu
perawatan pemulihan kecuali pendarahan, apabila tidak dapat melanjutkan
pertandingan dinyatakan kalah.
b) Selain pemain yang sedang bertanding, tidak ada yang diperkenankan masuk
lapangan kecuali atas izin Referee.
6) Perlengkapan Pertandingan
a) Gedung Bulutangkis kapasitas minimal 4 lapangan berkarpet dan ada tribune
penonton
b) Tiang Net sesuai kebutuhan
c) Net sesuai Kebutuhan
d) Shuttlecock
e) Kursi wasit dan hakim garis
f) Meja TD, Referee, Match Control dan medis
g) Sound System
h) Scoring system Digital (jika ada)
i) Alat kebersihan Lapangan Pertandingan
j) Box Pemain setiap Lapangan 2 buah
k) Interval 2 Minute 1 buah setiap lapangan
l) Tempat Sampah kecil 1 buah setiap lapangan
47
7) Seragam Pertandingan
a) Pakaian tanding harus diberi nama atlet dan asal daerah di bagian belakang,
tidak boleh menggunakan identitas klub.
LOGO
8) Jadwal Pertandingan
Ditentukan atau dibagikan pada saat Technical Meeting
4. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan kemudian secara
musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan lebih baik ditentukan sebelum
pertandingan dimulai dengan harapan kerja sama agar pertandingan bulutangkis pada O2SN
Tahun 2026 terlaksana dengan lancar.
48
D. PENCAK SILAT
1. KETENTUAN UMUM
a. Pertandingan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.
b. Pertemuan Teknis (technical meeting) dan Undian
Waktu dan tempat pertemuan teknis akan ditentukan kemudian. Pertemuan Teknis
wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema
pertandingan.
c. Kategori yang dipertandingkan
1) Jurus Tunggal Tangan Kosong Putra dan Putri
a) Sebagai kategori yang wajib diikuti oleh seluruh peserta.
b) Sebagai kategori penentu kemenangan dalam seleksi di tingkat provinsi.
2) Tanding Putra dan Putri (Kelas H diatas 40 s.d. 42 Kg)
a) Kategori pertandingan tambahan
b) Diikuti setelah mengikuti kategori Jurus Tunggal.
2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku
Panduan O2SN Tahun 2026.
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan
mengikuti pertandingan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu
yang ditentukan.
5) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta
lain.
6) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta putra dan 1 (satu) orang peserta
putri.
7) Setiap peserta diperbolehkan mengikuti 2 (dua) kategori.
8) Peserta Wajib mengikuti kategori Jurus Tunggal Tangan Kosong, jika peserta
sudah mengikuti kategori Jurus Tunggal Tangan Kosong (Wajib), peserta
diperbolehkan untuk mengikuti kategori Tanding. Bila peserta tidak mengikuti
kategori Jurus Tunggal Tangan Kosiong Wajib dikarenakan diskualifikasi atau
undur diri, atau yang menyebabkan tidak main pada kategori Jurus Tunggal
49
Tangan Kosong, maka tidak dapat bermain pada kategori Tanding
b. Peraturan Pertandingan
Peraturan Pertandingan yang digunakan pada O2SN jenjang SD di tingkat nasional
tahun 2026 adalah Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional Tahun 2025,
Catatan:
Pada pertandingan O2SN tahun 2026, keputusan wasit juri bersifat FINAL (tidak
diperkenankan untuk protes).
3. JURUS TUNGGAL
a. Area pertandingan
1) Arena pertandingan berbentuk segi empat, dengan sisi 10 meter kali 10 meter.
2) Enam juri akan duduk berhadapan dengan ketua pertandingan dan masing-
masing dilengkapi dengan 1 tablet.
3) Ketua pertandingan akan duduk di meja dekat sudut merah dan biru, antara
pencatat waktu dan dewan.
b. Pakaian
Pakaian pencak silat model standar, warna bebas, dan polos (celana dan baju dengan
warna yang sama). Memakai ikat kepala (jilbab bukan merupakan ikat kepala) dan kain
samping warna polos atau bercorak. Pilihan dan kombinasi warna diserahkan kepada
peserta. Boleh memakai badge induk di dada sebelah kiri.
50
c. Sistem dan Tahapan Pertandingan
4) Pertandingan menggunakan Sistem Gugur.
5) Babak Penyisihan, perempat final dan final tetap menampilkan Jurus Tunggal
Tangan Kosong
Penyisihan Jurus Tangan Kosong waktu 1.20 (satu menit dua puluh detik) menit,
diakhiri Teknik guntingan setelah tendangan kuda
51
Pertandingan dari titik tengah gelanggang, dan selanjutnya meninggalkan
gelanggang kembali ke sudut masing-masing.
10) Para Juri mengurangi nilai berdasarkan kesalahan dan memberikan nilai
kemantapan.
11) Pengamat Waktu mencatat, menandatangani dan segera diumumkan untuk
diketahui oleh Juri yang bertugas.
12) Keputusan pemenang diumumkan dengan kedua Pesilat berada di tengah
gelanggang.
13) Setelah selesai perhitungan, para Juri meninggalkan tempatnya secara tertib menuju
Ketua Pertandingan, memberi hormat dan melaporkan tentang selesainya
pelaksanaan tugas. Selanjutnya para Juri meninggalkan gelanggang dari sebelah
kiri Ketua Pertandingan.
f. Ketentuan bertanding
1) Aturan bertanding
a) Peserta menampilkan Jurus Tunggal Tangan Kosong sesuai dengan tahapan
pertandingan (Penyisihan, Semifinal dan Final). Toleransi kelebihan atau
kekurangan waktu adalah 10 (sepuluh) detik untuk Usia Dini dan Pra Remaja.
Bila penampilan lebih dari batas toleransi waktu yang diberikan akan dikenakan
hukuman.
b) Peserta menampilkan Jurus Tunggal sesuai dengan tahapan pertandingan
(Penyisihan, Semi Final dan Final). Toleransi kelebihan atau kekurangan waktu
adalah 10 (sepuluh) detik untuk Usia Dini dan Pra Remaja, 5 (lima) detik untuk
Remaja dan Dewasa. Bila penampilan lebih dari batas toleransi waktu yang
diberikan akan dikenakan hukuman.
c) Jurus Tunggal diperagakan menurut urutan gerak, kebenaran rincian teknik Jurus
Tangan Kosong, serta irama gerak, kemantapan dan penjiwaan yang ditetapkan.
d) Bila Pesilat tidak dapat melanjutkan penampilan karena kesalahannya, maka
Ketua Pertandingan akan menghentikan penampilan dan Pesilat yang
bersangkutan dinyatakan Diskualifikasi.
e) Pesilat diperbolehkan bersuara dan tidak berlebihan.
2) Hukuman
Hukuman pengurangan nilai dijatuhkan kepada Pesilat karena:
a) Faktor kesalahan dalam rincian gerakan dan jurus Pengurangan nilai 0.01 oleh
Juri dikenakan kepada peserta setiap yang bersangkutan melakukan:
52
(1) Kesalahan dalam rincian gerak
(2) Kesalahan urutan rincian gerak
(3) Ada gerakan yang tertinggal (tidak ditampilkan)
b) Pengurangan 0.50 oleh Pengawas/Dewan Wasit Juri dikarenakan:
(1) Penampilan melebihi atau kekurangan dari toleransi waktu >5 detik s/d 10 detik.
(2) Penampilan keluar gelanggang 10 m x 10 m.
(3) Pakaian tidak sesuai aturan (kain samping jatuh, kain samping tidak 1 (satu) motif,
baju atasan dan bawahan tidak 1 (satu) warna).
(4) Menahan gerakan lebih dari 5 (lima) detik.
c) Undur Diri
Pesilat dinyatakan undur diri apabila setelah 3 (tiga) kali pemanggilan oleh
Aparat Pertandingan tidak memasuki gelanggang untuk memperagakan kategori
Tunggal. Setiap pemanggilan dilakukan dengan tenggang waktu 30 (tiga puluh)
detik.
d) Diskualifikasi
Pesilat didiskualifikasi karena salah satu alasan berikut:
(1) Tidak lulus dalam pemeriksaan medis.
(2) Mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan pasal 10.1.a.i
(3) Gagal menampilkan seluruh penampilan.
(4) Melakukan rangkaian jurus tidak berurutan.
(5) Penampilan melebihi atau kekurangan dari toleransi waktu >10 detik untuk Remaja
dan Dewasa, > 15 (lima belas) detik untuk Usia Dini dan Pra Remaja.
(6) Diskualifikasi ditunjukkan dengan skor 0,00.
(7) Ketika terjadi Diskualifikasi, Ketua Pertandingan akan segera menghentikan
pertunjukan dan mengumumkan diskualifikasi.
e) Penilaian
(1) Cara Penilaian
(a) Penilaian dinilai menggunakan skala dari 9.00 hingga 10.00.
(b) Sistem akan menghitung nilai median dari semua Juri.
(c) Median adalah nilai tengah dalam serangkaian angka yang diberikan,
dalam skenario ini akan menjadi nilai tengah dari 6 (enam) Juri
(2) Memutuskan Skor Seri
Jika skornya sama, pemenang akan ditentukan sesuai:
53
(a) Nilai hukuman lebih rendah.
(b) Waktu terdekat dengan: 1.20 (satu menit dua puluh detik) menit
(c) 3 (tiga) menit untuk Final.
(d) Standar Deviasi
i. Deviasi adalah angka yang digunakan untuk menunjukkan
bagaimana pengukuran untuk suatu kelompok tersebar. Standar
Deviasi yang rendah berarti bahwa sebagian besar angka
mendekati rata-rata. Standar Deviasi yang tinggi berarti angkanya
lebih menyebar.
ii. Tim yang memiliki nilai Standar Deviasi lebih rendah dinyatakan
sebagai pemenang.
(3) Undian
(a) Jika standar deviasi masih sama, maka penetapan pemenang dilakukan
dengan cara undian.
(b) Undian dilaksanakan oleh Ketua Pertandingan, Dewan Pengawas /
Wasit- Juri, dan disaksikan oleh kedua Pelatih Jurus Tunggal.
(4) Diskualifikasi
Kontestan atau tim Kompetitor dapat didiskualifikasi karena salah, satu
alasan berikut:
(a) Gagal menampilkan seluruh penampilan
(b) Melakukan rangkaian jurus tidak berurutan
(c) Mengenakan pakaian yang salah
(d) Penampilan melebihi toleransi waktu.
(e) Gagal dalam tes doping
(f) Tidak lulus dalam pemeriksaan medis
Diskualifikasi ditunjukkan dengan skor 0,00.
(a) Ketika terjadi diskualifikasi, Ketua Pertandingan akan segera
menghentikan pertunjukan dan mengumumkan diskualifikasi.
(b) Karena format Jurus sekarang menggunakan sistem gugur, jika kedua
Pesilat atau Tim didiskualifikasi, faktor-faktor berikut akan
dipertimbangkan:
(c) Jumlah jurus yang telah ditampilkan oleh Pesilat atau tim. Yang telah
menampilkan jurus sampai akhir akan lanjut ke babak berikutnya.
i. Hukuman.
ii. Waktu Penampilan.
54
4. NOMOR TANDING
a. Arena Pertandingan
1) Arena pertandingan berbentuk segi empat, dengan sisi 10 meter kali 10 meter dan
batas pertandingan lingkaran 8 meter
2) Juri yang menilai berjumlah 3 orang dengan mengunakan digital scooring dan
dipimpin oleh satu orang wasit
3) Ketua pertandingan akan duduk di meja dekat sudut merah dan biru,
4) antara pencatat waktu dan dewan.
5) Pelatih akan duduk di luar arena, di sisi masing-masing di samping matras.
b. Pakaian
1) Pesilat harus memakai seragam Pencak Silat warna polos standar IPSI, tanpa garis,
atau bordir pribadi selain yang diizinkan secara khusus oleh IPSI. Panjang lengan
maksimal 5 cm di atas pergelangan tangan. Panjang celana maksimal 5 cm di atas
mata kaki. Lebar lingkar lengan baju dan celana diukur dari pergelangan tangan
atau kaki minimal 5 cm.
2) Logo IPSI di dada kanan, dan (daerah) di dada kiri. Logo tidak boleh melebihi
diameter 10 cm.
3) Untuk logo sponsor akan ditempatkan di lengan kanan, dimana ukuran logo sponsor
tidak boleh melebihi ukuran badge IPSI. Logo tidak boleh melebihi diameter 10
cm.
4) Lambang provinsi atau bendera provinsi akan dikenakan di lengan kiri seragam.
5) Lengan baju dan celana tidak boleh digulung.
55
6) Nama provinsi bisa berada di bagian punggung baju dengan ukuran tidak melebihi
panjang 35 cm, dan lebar 25 cm. Tidak ada ketentuan untuk warna dan bentuk
huruf.
7) Pesilat Putri yang berhijab, menyesuaikan dengan pakaian yang dikenakan.
8) Pesilat yang bertanding dalam Jurus Tunggal harus melengkapi pakaiannya dengan
satu set ikat kepala dan kain samping satu motif.
c. Penyelengaraan pertandingan
d. Pelatih
1) Pelatih selama pertandingan harus mengenakan seragam Pencak Silat hitam
standar tanpa garis, pipa, atau sulaman pribadi selain yang diizinkan secara khusus
oleh IPSI. Kelonggaran panjang seragam sampai dengan pergelangan tangan dan
mata kaki adalah ± 2 cm.
2) Logo IPSI di dada kanan, dan Federasi Nasional di dada kiri. Logo tidak boleh
melebihi diameter 10 cm.
3) Untuk logo sponsor akan ditempatkan di lengan kanan, di mana ukuran logo
sponsor tidak boleh melebihi ukuran badge IPSI. Logo tidak boleh melebihi
diameter 10 cm.
4) Lambang provinsi atau bendera provinsi akan dikenakan di lengan kiri
seragam.
5) Nama provinsi bisa berada di bagian punggung baju dengan ukuran tidak
melebihi panjang 35 cm, dan lebar 25 cm. Tidak ada ketentuan untuk warna
dan bentuk huruf.
6) Pelatih wanita yang mengenakan hijab (jilbab) hanya boleh mengenakan hijab
berwarna hitam.
e. Penilaian
56
1) Pertandingan dilaksanakan dalam 2 babak
2) Waktu setiap babak 1,5 menit
3) Mengunakan peraturan Usia Dini 2
(a) Semua jenis serangan pukulan (tanpa tarikan)
(b) Semua jenis serangan tendangan (tanpa tarikan)
(c) Sapuan depan dan belakang (hanya boleh dilakukan satu kali dan boleh dibalas
satu kali)
(d) Jatuhan diawali dengan tehnik tangkapan kaki
(e) Jatuhan sah dengan jatuhan akibat serangan atau kontak dengan lawan
4) Apabila terjadi selisih nilai 30 point maka pertandingan akan diberhentikan dan
diputuskan pemenang dengan WMP
f. Pemeriksaan Kesehatan
1) Seluruh peserta wajib mendapat surat keterangan sehat dari dokter provinsi
masing-masing.
2) Melampirkan kartu BPJS Ketenagakerjaan yang masih aktif
j. Penjurian
1) Penjurian dalam pertandingan pencak silat O2SN tingkat SD/MI/Sederajat tahun
2026 akan dilaksanakan oleh wasit-juri yang telah mempunyai sertifikat Wasit-
Juri Pencak Silat minimal dengan Kualifikasi Tingkat Nasional Kelas III.
2) Penentuan personalia Delegasi Teknis, Dewan Hakim, Ketua Pertandingan,
Dewan Wasit dan Wasit-Juri ditetapkan dan disahkan oleh PB IPSI dengan Surat
Keputusan.
k. Perlengkapan Pertandingan
Perlengkapan gelanggang yang wajib disediakan oleh panitia pelaksana terdiri atas:
1) Gelanggang pertandingan/matras (standar IPSI)
2) Matras bidang gelanggang berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran 10
m x 10 m, berwarna hijau
3) Sistem penilaian digital (standar IPSI)
4) Perlengkapan lainnya:
a) Meja dan kursi pertandingan;
b) Meja dan kursi wasit-juri;
c) Formulir pertandingan dan alat tulis menulis;
d) Jam pertandingan, gong (alat lainnya yang sejenis) dan bel;
e) Lampu babak atau alat lainnya untuk menentukan babak;
f) Lampu isyarat berwarna merah, biru dan kuning untuk memberikan isyarat
yang diperlukan sesuai dengan proses pertandingan yangberlangsung;
g) Papan informasi catatan waktu peragaan pesilat kategori Tunggal;
h) Tempat senjata;
i) Perlengkapan pengeras suara (sound system);
j) Alat perekam suara/gambar, operator dan perlengkapannya (alat ini bukan
merupakan alat bukti yang sah dalam menentukankemenangan);
k) Perlengkapan lain yang diperlukan.
l. Tempat Pertandingan
m. Jadwal Pertandingan
5. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan kemudian secara
musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan lebih baik ditentukan sebelum
pertandingan dimulai dengan harapan agar pertandingan Pencak Silat pada O2SN Tahun
2026 terlaksana dengan lancar.
E. SENAM
1. KETENTUAN UMUM
a. Perlombaan
Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.
b. Pertemuan Teknik (Technical Meeting)
Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan teknik wajib
dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis dan skema
perlombaan.
c. Nomor Yang Diperlombakan
Nomor yang akan diperlombakan adalah:
1) Perorangan Serba Bisa Senam Artistik Putra
2) Perorangan Serba Bisa Senam Artistik Putri
59
c) Rangkaian sedemikian rupa dipandang cocok bagi peserta yang berbeda-beda
tingkat kemampuannya, agar tidak memaksakan elemen yang belum dikuasai
oleh peserta.
d) Pelatih dianjurkan untuk lebih memperhatikan keselamatan peserta daripada
memilih gerakan-gerakan yang belum dikuasai.
e) Rangkaian dilakukan dengan durasi maksimum 70 detik.
f) Tambahan elemen di luar yang ditetapkan, tidak membuat nilai Juri D
bertambah.
No Elemen yang ditawarkan Nilai Elemen
1. Roll depan, lompat vertical ke baling-baling 0,50
2. Roll belakang panjang (menyudut) 0,50
3. Roll belakang ke hanstand (lengan lurus) 0,70
4. Hanspring salto depan tekuk/jongkok (lurus) 2,00
5. Hanstand, roll depan, kop-kip 1,50
6. Split ke samping atau ke depan 0,50
7. Tumpu posisi L (minimal tahan 2 detik) 0,50
8. Lompat putar 360 derajat 0,50
9. Sikap keseimbangan tumpu 1 kaki (minimal tahan 0,50
2 detik).
10. Dari posisi berdiri press to hanstand (minimal 0,80
tahan 2 detik)
11. Round off, flic-flac, salto belakang tekuk/jongkok 2,00
(lurus)
Jumlah Nilai D-Juri 10,00
Catatan:
Jika gerakan nomor 4 dan nomor 11 dilakukan dengan salto lurus, maka peserta
mendapat nilai bonus/tambahan masing-masing 0,50 poin.
2) Jamur
a) Peralatan Bangku Jamur
b) Ketentuan Rangkaian, peserta melakukan double leg circle sebanyak 10
kali/putaran.
60
c) Peserta diberikan kesempatan 3 kali percobaan, setiap jatuh dari bangku Jamur
dikurangi 1,00 poin.
d) Setiap putaran double leg circle yang berhasil dilakukan diberi nilai 1,00 poin.
3) Meja Lompat
Keterangan:
a) Untuk kompetisi 1 dan 2 nilai gerakan diambil yang terbaik
b) Untuk kompetisi final per alat nilai gerakan di rata-rata.
2) Balok Keseimbangan
2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
62
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III Buku
Panduan O2SN Tahun 2026.
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak diperkenankan
mengikuti perlombaan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada waktu
yang ditentukan.
5) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh peserta
lain.
6) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta putra dan 1 (satu) orang peserta
putri.
7) Peserta belum pernah menjadi juara 1, 2, dan 3 dalam kejuaraan resmi yang
diselenggarakan PB Federasi Gimnastik Indonesia, Kemenpora, dan
Kemendikdasmen Republik Indonesia.
8) Peserta belum pernah menjadi juara 1, 2, dan 3 dalam kejuaraan tingkat
Internasional (FIG, AGU, SEAGZONE).
b. Sistem Perlombaan
1) Kompetisi dilakukan sesuai dengan Code Of Points (COP) FIG 2025-2028 dan
Technical Regulation FIG 2025.
2) Kompetisi dilakukan sesuai dengan kebijakan PB. Federasi Gimnastik Indonesia.
3) Sistem kompetisi yang digunakan:
a) Kompetisi I (Babak Kualifikasi)
b) Kompetisi II (Perorangan Serba Bisa)
4) Semua peserta dianggap telah memahami dan mengerti isi dari peraturan tersebut.
c. Perangkat Perlombaan
1) Technical Delegate
Technical Delegate yang bertugas pada O2SN Tahun 2026 ditentukan oleh panitia
O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan rekomendasi dari
Pengkab/Pengkot, Pengprov, PB. Federasi Gimnastik Indonesia.
2) Dewan Hakim
Dewan Hakim yang bertugas pada O2SN Tahun 2026 ditentukan oleh PB. Federasi
Gimnastik Indonesia yang berjumlah 3 (tiga) orang.
63
3) Wasit/Juri
Wasit/Juri yang bertugas pada O2SN Tahun 2026 ditentukan oleh PB. Federasi
Gimnastik Indonesia yang berjumlah 10 orang untuk masing-masing disiplin.
4) Bidang Pendukung:
a) Bidang Perlombaan : 2 orang
b) Sekretaris Perlombaan : 2 orang
c) Petugas IT : 2 orang
d) Sekretaris Juri : 2 orang
e) Petugas Scoring : 2 orang
f) Operator Musik : 1 orang
g) Petugas Lapangan : 6 orang
h) Kesehatan : 3 orang
d. Gangguan Perlombaan
1) Jika peserta mengalami gangguan yang sifatnya teknis, maka peserta tersebut bisa
mengulangi rangkaian gerakan dari awal setelah peralatan perlombaan diperbaiki.
2) Untuk senam artistik putri nomor lantai, jika terjadi gangguan pada musik maka
peserta tersebut bisa mengulangi rangkaian gerakan dari awal.
e. Ketentuan Banding
1) Berdasarkan COP FIG 2025 – 2028 dan Technical Regulation FIG 2025.
2) Hanya untuk nilai faktor kesulitan peserta yang dapat dipertanyakan oleh pelatih
yang bersangkutan dan tidak boleh mempertanyakan tingkat kesulitan peserta dari
daerah lain.
3) Banding dilakukan secepatnya secara verbal sebelum nilai pesenam berikutnya
ditampilkan, untuk pesenam terakhir maksimum 2 menit setelah nilai ditampilkan.
4) Tim yang mengajukan banding harus menyetor biaya sebesar Rp. 5.000.000,00
(Lima Juta Rupiah)
f. Sanksi
1) Bagi peserta yang tidak hadir selama 30 detik setelah pemanggilan oleh wasit, maka
dianggap tidak mengikuti perlombaan pada nomor tersebut.
64
2) Bagi peserta yang tidak hadir pada saat upacara penghormatan
pemenang/pengalungan medali dinyatakan diskualifikasi, maka peserta peringkat
dibawahnya yang menggantikan posisinya.
3) Bagi pelatih dan peserta yang melanggar kode etik dapat dikeluarkan dari arena
perlombaan.
h. Perlengkapan Pertandingan
1) Seluruh peralatan perlombaan disiapkan oleh panitia pelaksana O2SN.
2) Peralatan yang sifatnya personal wajib dimiliki oleh setiap peserta.
3) Untuk peserta senam artistik putri pada nomor lantai wajib menyerahkan musik
pengiring kepada panitia dalam bentuk soft file.
i. Seragam Perlombaan
Seragam perlombaan wajib digunakan oleh setiap atlet sesuai dengan Code Of Point
FIG 2025 – 2028.
j. Jadwal Perlombaan
1) Hari ke-1 : Kedatangan peserta
2) Hari ke-2 : Pertemuan Teknik dan Latihan Mandiri
3) Hari ke-3 : Latihan Wajib
4) Hari ke-4 : Kompetisi I/II (Kualifikasi dan Perorangan Serba Bisa Putra)
5) Hari ke-5 : Kompetisi I/II (Kualifikasi dan Perorangan Serba Bisa Putri)
6) Hari ke-6 : Kepulangan peserta
65
Total Medali 2 2 2 6
4. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan kemudian secara
musyawarah pada Pertemuan Teknik dan apabila ada keraguan lebih baik ditentukan
sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja sama agar perlombaan senam pada
O2SN Tahun 2026 terlaksana dengan lancar
66
1