0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Pengembangan Multimedia Interaktif Wordwall Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran IPA

Penelitian ini mengembangkan multimedia interaktif Wordwall menggunakan model Problem Based Learning (PBL) untuk pembelajaran IPA di kelas IV sekolah dasar, yang terbukti valid, praktis, dan efektif. Hasil validitas media mencapai 90% untuk aspek materi, 88,75% untuk media, dan 82,5% untuk bahasa, dengan tingkat kepraktisan 95% dari guru dan peserta didik. Efektivitas media ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik dari 83,8% menjadi 96%.

Diunggah oleh

Aisyah Khairina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Pengembangan Multimedia Interaktif Wordwall Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran IPA

Penelitian ini mengembangkan multimedia interaktif Wordwall menggunakan model Problem Based Learning (PBL) untuk pembelajaran IPA di kelas IV sekolah dasar, yang terbukti valid, praktis, dan efektif. Hasil validitas media mencapai 90% untuk aspek materi, 88,75% untuk media, dan 82,5% untuk bahasa, dengan tingkat kepraktisan 95% dari guru dan peserta didik. Efektivitas media ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik dari 83,8% menjadi 96%.

Diunggah oleh

Aisyah Khairina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Journal of Practice Learning and Educational Development

[Link] Submitted: 10-02-2023


E-ISSN: 2809-1205 Revised: 28-02-2023
Vol 3, No. 1 (2023) 95-99 Accepted: 04-03-2023
DOI: 10.58737/jpled.v3i1.99

Pengembangan Multimedia Interaktif Wordwall


Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) pada
Pembelajaran IPA

Nana Meisah Putri1, Hamimah 2


Deaprtemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang1,2
*E-mail: nanameisah@[Link]

Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh .penggunaan IT yang tersedia di sekolah belum maksimal
digunakan oleh guru. Kurang dikembangkannya media inovatif, interaktif dan menyenangkan bagi
peserta didik serta belum dikembangkannya media pembelajaran berbasis teknologi. Sehingga guru
perlu meningkatkan kemampuan mengolah media pembelajaran berbasis teknologi agar peserta didik
tidak bosan. Belum pernah digunakannya model PBL untuk penggunaan media pembelajaran terutama
berbasis tekonologi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan media pembelajaran berupa multimedia interaktif wordwall menggunakan model
Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPAS di kelas IV sekolah dasar yang valid, praktis dan
efektif. Jenis peneltian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model ADDIE. Model
ADDIE terdiri dari lima langkah yaitu: analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development),
implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Media yang dirancang kemudian divalidasi
oleh validator menggunakan lembar validasi berupa angket. Validasi produk terdiri dari ahli materi,
ahli media dan ahli bahasa. Untuk praktikalitas produk dilakukan dengan pengisian angket respon
guru dan respon peserta didik. Lalu, pada efektivitas dilakukan dengan memberikan soal evaluasi
kepada peserta didik. Subjek uji coba produk di SDN 07 Belakang Tangsi Kota Padang dan subjek
penelitian produk di SDN 36 Gunung Sarik Kota Padang. Hasil penelitian media memperoleh tingkat
kevalidan 90% dari aspek materi dengan kategori sangat valid, 88,75 dari aspek media dengan kategori
sangat valid dan 82,5% dari aspek bahasa dengan kategori valid. Berdasarkan hasil respon guru dan
hasil respon peserta didik di sekolah uji coba diketahui bahwa pembelajaran menggunakan multimedia
interaktif sangat praktis dengan presentase kepraktisan dari respon guru di sekolah uji coba adalah
95%, dan presentase kepraktisan dari respon peserta didik adalah 95%. Presentase respon guru di
sekolah penelitian adalah 97,5% dan presentase respon peserta didik 96%. Hasil efektifitas media
menunjukkan hasil yang sangat efektif dengan presentase peningkatan hasil belajar peserta didik dari
83,8% menjadi 96% dengan tuntas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran
berupa multimedia interaktif wordwall menggunakan model PBL pada pembelajaran IPAS di kelas IV
sekolah dasar dinyatakan valid, praktis dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Keywords: multimedia interaktif, wordwall, , model ADDIE, kurikulum merdeka, IPAS

Pendahuluan
Penggunaan media menjadi salah satu unsur penting dalam tercapainya tujuan pembelajaran.
Pengembangan media dalam proses pembelajaran ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi.
Berbagai jenis media dapat dikembangkan melalui teknologi yang tersedia saat ini. Hal ini

95
dimaksudkan agar proses pembelajaran terus berjalan dengan kebutuhkan peserta didik. Pentingnya
media pembelajaran terlihat di sini. Bahwa media pembelajaran berguna untuk memberikan
kemudahan kepada guru dan peserta didik untuk melangsungkan proses pembelajaran yang kondusif
dan media pembelajaran mampu memberikan kebermaknaan dalam proses pembelajaran. Dalam
pelaksaan pembelajaran menggunakan media guru dituntut untuk dapat membawa peserta didik ke
dalam situasi nyata agar terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna dengan pemanfaatan
teknologi. (Hamimah dan Latif, 2021).
Media pembelajaan mengarahkan peserta didik agar memperoleh kemudahan dalam proses
pembelajaran. Penggunaan media dapat mempengaruhi efektifitas dalam proses pembelajaran
(Azrianti & Sukma, 2020). Penggunaan media pembelajaran saja tidak cukup, karena dibutuhkan model
pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran yang tepat terhadap penggunaan media mam pu
mengembangkan media pembelajaran menjadi lebih luas dengan memberikan pembelajaran bermakna
kepada peserta didik. Peserta didik yang senang dengan penggunaan media pembelajaran akan merasa
antusias dalam setiap proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran juga diiringin dengan
usaha guru di dalam kelas untuk memahami karakteristik peserta didik yang pada usianya memiliki
rasa ingin tahu, berkeinginan tinggi, dan berkeinginan mencoba segala sesuatu yang ada disekitarnya.
Adanya keragaman peserta didik yang heterogen, guru berusaha menyeimbangkan hal tersebut
dengan bantuan media pembelajaran yang tepat (Handayani & Muhammadi, 2020). Namun, dari
beberapa peserta didik ada yang belum mengerti petunjuk pembelajaran yang dijelaskan pendidik.
Oleh karena itu, perlu adanya penggunaan model yang tepat untuk peserta didik dalam memaknai
pembelajaran menggunakan model pembelajaran berorientasi pada masalah. Model yang digunakan
pendidik yaitu Problem Based Leaning (PBL). Model Problem Based Learning (PBL) merupakan
pembelajaran yang menyajikan permasalahan nyata dalam proses pembelajaran sehingga mampu
meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. PBL menyajikan masalah yang telah terjadi
kemudian peserta didik diminta untuk menemukan informasi melalui sumber belajar lainnya dengan
melibatkan kemampuan berpikir dan keterampilan lainnya baik secara individual maupun kolaborasi.
Sehingga setiap peserta didik terlibat aktif dalam menemukan informasi tersebut.
Berdasarkan pemasalahan di atas perlu adanya suatu media agar pembelajaran tetap berjalan
dengan efektif meski pun dalam pembelajaran daring maupun luring. Dalam kelas keaktifan peserta
didik perlu dipertahankan, pemanfaatan media pembelajaran menjadi suatu hal yang signifikan. Hal
tersebut dapat membangkitkan antusiasme, minat dan keinginan yang berbeda, membangkitkan
motivasi dan mempunyai stimulus dalam melaksanakan kegiatan belajar (Mujahidin et al., 2021).
Bahkan dapat membawa perubahan psikologis terhadap peserta didik. Dapat diketahui bahwa
pengembangan media interantif wordwall praktis, valid dan efektif untuk digunakan dalam proses
pembelajaran di kelas. Media pembelajaran online yang cocok digunakan yakni wordwall menggunakan
metode Problem Based Learning (PBL) yang dapat memberikan pembelajaran lebih bermakna bagi
peserta didik dengan banyaknya bentuk proses pembelajaran serta template yang digunakan sehingga
pembelajaran menjadi lebih asik.
Dari permasalahan yang peneliti dapatkan, maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk
melihat bagaimana “Pengembangan Multimedia Interaktif Wordwall Menggunakan Model Problem Based
Learning (PBL) pada Pembelajaran IPAS Kelas IV Sekolah Dasar”

Metode
Menurut Saputro (2017) metode penelitian dan pengembangan merupakan sebuah metode penelitian
yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk tertentu serta memiliki efektifitas dari sebuah
produk tersebut. Penelitian pengembangan merupakan suatu proses yang dipakai untuk
mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Penelitian pengembangan mengikuti langkah-
langkah yang memiliki siklus tertentu. Langkah pertama yaitunya kajian tentang temuan penelitian
yang dikembangkan, berdasarkan temuan-temuan tersebut dikembangkanlah sebuah produk, setelah

96
itu dilakukan uji coba lapangan sesuai dengan latar dimana produk tersebut akan dipakai, kemudian
dilakukan revisi terhadap uji coba lapangan.
Model pengembangan yang digunakan dalam penulisan ini adalah model EDDIE. Menurut
Branch (dalam Batubara, 2020: 44) “Model ADDIE memiliki lima tahapan dalam pengembangannya
yaitu yang pertama tahap Analysis (analisis), kedua tahap Design (desain), ketiga tahap Development
(pengembangan), keempat tahap Implementation (implementasi), dan kelima tahap Evaluation
(evaluasi)”. Model ini digunakan karena sesuai dengan penulisan pengembangan serta tahap model
ADDIE yang berurutan sesuai dengan jenis penulisan pengembangan yang akan dilakukan.
Subjek yang menjadi uji coba dalam penelitian pengembangan multimedia interaktif ini
menggunakan wordwall adalah peserta didik kelas IV SDN 07 Belakang Tangsi dan peserta didik kelas
IV SDN 36 Gunung Sarik tahun ajar 2022/2023. SDN 07 Belakang Tangsi sebagai sekolah uji coba
sedangkan SDN 36 Gunung Sarik sebagai sekolah penelitian.
Dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan, peneliti menggunakan dua jenis data
yang dikumpulkan, yaitu: a) Data kuantitatif, yaitu data yang diolah dengan perumusan angka atau
bilangan. Data kualitatif dapat diolah dengan menggunakan perhitungan matematika. Data kuantitatif
diperoleh dari skor angket yang diberikan kepada peserta didik, guru dan validator. b) Data kualitatif,
yaitu data yang berupa deskripsi dalam bentuk kalimat. Data penelitian kualitatif dapat diperoleh
melalui beberapa cara seperti wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus ataupun dengan
observasi. Data kualitatif ini berupa hasil wawancara peneliti dengan guru kelas, dan pengisian angket
oleh kepala sekolah tempat dilaksanakan penelitian, dan juga kritik serta saran dari validator terhadap
produk yang dikembangkan dan deskripsi keterlasanaan uji coba produk.
Instrument pengumpulan data diperlukan dalam melakukan penulisan untuk memperoleh
data, data yang diperoleh berfungsi untuk menjawab rumusan atau pertanyaan penulisan (Lestari dan
Yudhanegara, 2017). Hasil data penulisan sangat tergantung pada instrument pengumpulannya, data
yang valid harus memiliki tingkat kepercayaan dan tingkat keshahihan.

Hasil dan Pembahasan


Berdasarkan penjelasan diatas mengenai hasil penelitian yang sudah peneliti lakukan bias diketahui
bahwa pengembangan media pembelajaran menggunakan wordwall sudah sesuai dengan model
pengembangan ADDIE yang peneliti gunakan dalam penelitian ini. Menurut Branch (dalam Batubara,
2020) model ADDIE memiliki lima tahapan dalam pengembangannya yaitu yang pertama tahap
analysis (analisis), kedua tahap design (desain), ketiga tahap development (pengembangan), keempat
tahap implementation (implementasi) dan kelima tahap evaluation (evaluasi). Tahap analisis, pada tahap
ini dilakukannya pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara. Tahap
desain/perancangan, pada tahap ini peneliti membuat rencana yang akan dilakukan setelah adanya
data awal dari hasil analisis, kemudian dilakukannya perancangan dengan penyediaan media
pembelajaran hingga merancang media pembelajaran menggunakan wordwall. Tahap pengembangan,
terdiri dari uji validitas kepada validator ahli dan revisi media hingga media layak digunakan dalam
proses pembelajaran. Tahap evaluasi, tahap ini dilakukan untuk mengetahui hasil evaluasi secara
kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penilaian terhadap media pembelajaran menggunakan wordwall pada pembelajaran IPAS
di kelas IV sekolah dasar sudah sangat baik dan layak digunakan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil
uji validitas media pembelajaran yang diperoleh dari validator materi, media dan bahasa. Uji validitas
aspek materi memperoleh hasil 90% dengan kategori sangat valid. Uji validitas aspek media
memperoleh hasil 88,75% dengan kategori sangat valid. Dan uji validitas aspek bahasa memperoleh
hasil 82,5% dengan kategori valid.
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran di sekolah uji coba mendapat
penilaian yang sangat baik, hal tersebut dapat dilihat dari hasil penilaian angket respon guru dan

97
peserta didik. Penilaian uji praktikalitas oleh guru memperoleh hasil 95% dengan kategori sangat
praktis dan rata-rata 12 orang peserta didik memperoleh hasil 95% dengan kategori sangat praktis,
sehingga dapat disimpulkan hasil dari praktikalitas media pembelajaran berada pada kategori sangat
praktis untuk digunakan. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan media pembelajara wordwall di
sekolah penelitian mendapatkan respon yang sangat baik, hal tersebut dapat dilihat dari antusias
peserta didik dalam proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran wordwall dan hasil
pengisian angket respon guru dan peserta didik memperoleh kategori sangat praktis dengan angket
guru memperoleh hasil 97,5% dengan kategori sangat praktis dan angket peserta didik memperoleh
hasil 96% dengan kategori sangat praktis.

Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran


menggunakan wordwall memberikan dampak yang sangat baik dalam proses pembelajaran IPAS di
kelas IV SDN 07 Belakang Tangsi dan SDN 36 Gunung Sarik. Proses pembelajaran menggunakan media
pembelajaran wordwall dapat membantu memenuhi kebutuhan peserta didik, hal tersebut karena
materi-materi yang dirangkum dalam media pembelajaran dikutip dari berbagai sumber yang relevan
dengan kompetensi awal, capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang terdapat pada
kurikulum merdeka dan juga penggunaan media pembelajaran wordwall meningkatkan antusias dan
semangat peserta didik mengerjakan evaluasi pembelajaran karena memiliki tampilan menarik dan
atraktif sehingga memberikan pengalaman baru bagi peserta didik untuk tidak jenuh dan bosan selama
pengerjaan materi ajar serta evaluasi pembelajaran di sekolah.

Simpulan
Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) Hasil uji validitas dari penelitian yang berjudul
“Pengembangan Multimedia Interaktif Wordwall Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL)
pada Pembelajaran IPAS di Kelas IV Sekolah Dasar” sudah dikembangkan dengan kategori valid dan
layak digunakan di lapangan. Hasil validasi ahli materi diperoleh hasil sebesar 90% yang dengan
kategori sangat valid, validasi media diperoleh hasil 88,75% dengan kategori sangat valid dan validasi
bahasa diperoleh hasil 82,5% dengan kategori valid. Berdasarkan hasil akhir dari uji validitas
pengembangan media pembelajaran menggunaakn wordwall sudah valid dan layak untuk diuji cobakan
di lapangan; 2) Hasil uji praktikalitas media pembelajaran menggunakan wordwall yang peneliti
kembangkan sudah dinyatakan praktis oleh guru dan peserta didik kelas IV sekolah dasar baik di
sekolah uji coba maupun di sekolah penelitian. Persentase tingkat kepraktisan di sekolah uji coba
adalah 95% untuk respon guru dan 95% untuk respon peserta didik. Sedangkan persentase tingkat
kepraktisan di sekolah penelitian adalah 97,5% untuk respon guru dan 96% untuk respon peserta didik.
Dengan demikian daapt disimpulkan bahwa media pembelajaran menggunakan wordwall sudah
praktis dan layak digunakan di lapangan; 3) Hasil uji efektivitas media pembelajaran menggunakan
wordwall pada pembelajaran IPAS di sekolah daar efektif digunakan dalam pembelajaran di kelas. Hal
ini dapat dilihat dari hasil evaluasi peserta didik menggunakan wordwall yang menunjukkan
peningkatan dalam proses pembelajaran. Dengan uraian, pada sekolah uji coba persentase evaluasi
pertama 77,92% meningkat pada evaluasi kedua 90,42%. Pada sekolah penelitian persentase evaluasi
pertama 83,8% meningkat pada evaluasi kedua 96%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
media pembelajaran menggunakan wordwall efektif dan layak digunakan di lapangan.

Daftar Rujukan
Ariani, D. N, Batubara, H. H.. (2021). Model Pengembangan Media Pembelajaran Adaptif di Sekolah
Dasar. Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 5(1), 33-46
Azrianti, V. P., & Sukma, E. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Tematik Menggunakan
Aplikasi Macromedia Flash untuk Menanamkan Karakter Positif. E-Journal Pembelajaran Inovasi,
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(4), 97–107.

98
[Link]
Batubara, H. H. (2021). Media Pembelajaran Digital. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Darmadi. (2017). Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dalam Dinamika Belajar Siswa. Yogyakarta:
Deepublish.
Firdausy Armansyah, Sulton, S. (2019). MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA VISUALISASI
DASAR-DASAR ANIMASI. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 2(3), 224–229.
Handayani, R. H., & Muhammadi, M. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning
Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di Kelas V SD. E-Journal
Inovasi Pembelajaran SD, 8(5), 78–88.
Hilal, A. Y. Al, & Auliya, N. N. F. (2021). Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif
Menggunakan Microsoft PowerPoint pada Materi Peluang Pendidikan merupakan upaya
mencerdaskan kehidupan masyarakat. Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus), 4(2), 227–242.
Istiqlal, M. (2018). PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN
MATEMATIKA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 2(1), 43–54.
Khairudin, & Hamimah. (2021). Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik Terpadu
Menggunakan Model Problem Based Learning ( PBL ) di Kelas IV B UPTD SPF SD Negeri Pulo
Sarok Kabupaten Aceh Singkil. Journal of Basic Education Studies, 4(1), 1772–1784.
Kuncahyono. (2018). Pengembangan Media Wordwall dalam Pembelajaran Tematik Terpadu di
Sekolah Dasar. Journal Of Madrasah Ibtidaiyah Education, (Vol. 2, No. 2), 222-225
Khairudin, & Hamimah. (2021). Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik Terpadu
Menggunakan Model Problem Based Learning ( PBL ) di Kelas IV B UPTD SPF SD Negeri Pulo
Sarok Kabupaten Aceh Singkil. Journal of Basic Education Studies, 4(1), 1772–1784.
Mujahidin, A. A., Salsabila, U. H., Hasanah, A. L., Andani, M., Aprillia, W., & Dahlan, U. A. (2021).
Pemanfaatan Media Pembelajaran Daring (Quizizz, Sway, dan Wordwall) Kelas 5 di SD
Muhammadiyah 2 Wonopeti. INNOVATIVE: JOURNAL OF SOCIAL SCIENCE RESEARCH,
1(2), 552–560.
Saputro, A.D. (2017). Aplikasi komik sebagai Media Pembelajaran. Muaddib: Studi Kependidikan dan
Keislaman, 5(1), 1-19.

99

Anda mungkin juga menyukai