0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Script Draft 4 (BlindSpot)

Dokumen ini adalah naskah drama berjudul 'BlindSpot' yang mengikuti perjalanan Aluna, seorang mahasiswa yang bergabung dengan Klub Fotografi dan memiliki hubungan khusus dengan Reva. Cerita berfokus pada dinamika kelompok, kesalahpahaman, dan pencarian identitas, yang berpuncak pada penemuan kamera yang hilang dan pengungkapan kondisi kesehatan Reva. Naskah ini menggambarkan tema persahabatan, penyesalan, dan kesadaran akan pentingnya komunikasi dalam hubungan.

Diunggah oleh

Benyamin Purba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Script Draft 4 (BlindSpot)

Dokumen ini adalah naskah drama berjudul 'BlindSpot' yang mengikuti perjalanan Aluna, seorang mahasiswa yang bergabung dengan Klub Fotografi dan memiliki hubungan khusus dengan Reva. Cerita berfokus pada dinamika kelompok, kesalahpahaman, dan pencarian identitas, yang berpuncak pada penemuan kamera yang hilang dan pengungkapan kondisi kesehatan Reva. Naskah ini menggambarkan tema persahabatan, penyesalan, dan kesadaran akan pentingnya komunikasi dalam hubungan.

Diunggah oleh

Benyamin Purba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BlindSpot

Written By

Natasya Amelia Putri Simanjuntak

Syakira Zalfa, Deslita Zahara

draft 4
Scene 1

[Link] [Link]

Aluna sedang mengerjakan tugas kuliah, lalu dia ketiduran di


mejanya dengan laptop yang masih menyala.
Aluna bermimpi
Di mimpi itu Aluna sedang berjalan dengan kewalahan karena
membawa barang (buku/tumpukan kertas) serta terburu buru lalu
dia menabrak seseorang dan barang yang dibawanya jatuh.
Kemudian orang yang di tabraknya membantu merapihkannya.

ALUNA
"sorry sorry kak"

REVA
"eh iya gpp"

lalu Reva pergi

ALUNA
"Maka... (sih..)"

melihat Reva pergi

Lalu Aluna terbangun melihat jam dan langsung buru-buru


bergegas untuk kuliah karena sudah telat.

Scene 2

[Link] [Link]/SIANG (CONT.)

CLOSEUP : POSTER OPEN RECRUITMENT KLUB FOTOGRAFI DI DINDING


KAMPUS

Aluna berjalan sedikit tergesa di kampus untuk mendatangi


meja Open Recruitment KLUB Fotografi, lalu dia bertemu
dengan Reva dan Rafi(Ketua Klub).

ALUNA
"Kak aku mau masuk Klub Fotografi"

RAFI
"Oh iya ini isi aja formulirnya"
2.

Aluna mengisi Formulir

REVA
"Selamat Datang di Klub Fotografi"

Aluna pun terdiam melihat kearah Reva lalu teringat sesuatu


*sedikit mikir (dejavu mimpinya).

Lalu Aluna melanjutkan mengisi formulir hingga selesai.

RAFI
"Nama kamu siapa?"

mengulurkan tangan

ALUNA
"Nama aku Aluna kak"

membalas ulur tangan Rafi

RAFI
"ohh Aluna, jangan lupa ya besok
datang ke ruang klub fotografi untuk
perkenalan dengan teman-teman yang
lainnya"

ALUNA
"Okey siapp "

Aluna bergegas pergi dari meja recruitment Klub Fotografi

Scene 3

[Link] KLUB [Link]/SORE

SUASANA/KEADAAN DI DALAM RUANG KLUB FOTOGRAFI YANG SUDAH RAMAI

Aluna mengetuk ruang Klub yang dimana di dalam sudah ada


Rafi, Reva, dan anggota lainnya.

ALUNA
"Permisii"

RAFI
"Masuk masuk"

Aluna masuk dan duduk bersama para anggota yang lain. Beberapa
3.

saat kemudian Rafi dan Refa berdiri menuju ke depan para


anggota lalu memperkenalkan dirinya.

RAFI (CONT’D)
"halo semuanyaa perkenalkan saya Rafi
disini saya sebagai ketua KLUB
Fotografi, dan di sebelah saya yaitu
Reva dia merupakan sekretaris di Klub
Fotografi ini"

REVA
"haloo aku Reva"

ALL ANGGOTA
"haloo "

Lalu satu persatu para anggota memperkenalkan diri, tetapi


pandangan Aluna tidak lepas dari Reva.

Hingga saat Rafi dan Reva sedang menjelaskan beberapa fungsi


kamera, iso, ss, dan aperture, tetapi lagi dan lagi Aluna
tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Reva.

Dan di akhir penghujung pertemuan pertama Klub Fotografi


Reva memberi pengumuman.

REVA
"Jadi untuk pertemuan selanjutnya kita
akan hunting ya gaiss"

Para anggota Klub Fotografi sangat senang dan heboh satu sama
lain.

REVA (CONT’D)
"soo bagi yang memiliki kamera
silahkan dibawa saat hunting"

ALL ANGGOTA
"siapp "

Lalu para anggota bergegas untuk pulang meninggalkan ruang


Klub Fotografi sedangkan Reva dan Rafi sibuk mempersiapkan
kamera untuk di pakai pada saat hunting nanti.

Scene 4

[Link] RUSA & AUDIT [Link]/SORE

Para anggota klub sampai ke area rusa dan audit USU. Suasana
4.

terasa santai dan akrab. Mereka saling mengambil foto dan


tertawa. Reva dan Aluna terpisah dari yang lain. Saat Aluna
berada di depan Reva yang sedang duduk lalu dia memotret
pemandangan di depannya, ia tidak sadar bahwa dibelakang dia
Reva sedang menelan beberapa pil kecil dari sebuah botol,
setelah selesai ia langsung menyembunyikan botolnya kedalam
tas. Lalu Aluna menghadap ke belakang

ALUNA
"Ayo Reva"

REVA
"Oh iya deluan aja lun, ntr aku
nyusul"

Reva pergi deluan, mereka pun melanjutkan hunting hingga


selesai dan hari sudah sore mereka memutuskan untuk pulang
karena mereka sudah puas mengambil foto-foto.

Scene 5

[Link]/SORE

Para anggota Klub Fotografi melakukan hunting kedua di area


kota, mencari spot-spot unik yang ada di jalanan. Mereka
berkolaborasi untuk memotret arsitektur, kegiatan sehari-hari
masyarakat, atau sudut-sudut kota yang menarik. Mereka
terlihat sangat antusias dan berinteraksi dengan akrab,
sesekali tertawa dan bercanda. Semua anggota kelompok
terlihat aktif dan terlibat.

RAFI
"Gais aku dapet angle bagus nih! Lampu
jalan sama kafe di seberang sana,
keren banget!"

MEIRA
"Nay, coba kamu foto Aluna, nanti aku
foto kalian berdua."

REVA
"Oke, ayo!"

MEIRA
"Keren! Hasil kita makin hari makin
bagus, guys!"
5.

Di tengah keseruan itu, Reva melihat Aluna yang sedang


serius dengan pose dirinya, lalu ia mengambil foto Aluna.
Setelah selesai, ia langsung melihat hasilnya di layar
kamera. Wajahnya seketika berubah. Ia lalu menunjuk ke layar.

REVA
"Vin, lihat deh! Mukamu di sini kayak
hantu, pucat banget!"

tertawa kecil, seolah meledek

ALUNA
"Hah? Masa sih?"

REVA
"Hahaha, iya, tapi keren! Jadi
artistik gitu."

Reva terlihat menahan napas dan menekan dadanya,


menyembunyikan rasa sakit.

Scene 6

[Link] KLUB [Link] (CONT.)

Para anggota kembali ke ruang Klub. Mereka terlihat lelah tapi


gembira. Mereka memutuskan untuk tidak langsung backup foto
karena sudah hari sudah gelap.

RAFI
"Gila, capek banget hari ini. Tapi
hasilnya keren-keren semua!"

MEIRA
"Iya, gila. Udah gelap juga. Besok aja
kali ya backup fotonya?"

HANA
"Boleh, aku juga udah ngantuk banget.
Nanti kameranya siapa yang simpan?"

RAFI
"Sini aku simpen di ruang ini aja.
Nanti pagi kan kita ngumpul lagi
disini nah nnti aku backup, sekalian
bersihin."
6.

Para anggota pun satu persatu pulang, tinggal ben sendiri


diruangan itu lalu dia merapikan barang-barangnya untuk
bergegas pulang dimana posisinya dia sangat lelah & ngantuk
lalu Rafi pun menyimpan kamera di dalam box dan meletakkan
box itu sembarangan, setelah itu dia memakai ransel di
pundaknya dan menutup pintu ruangan tersebut.
Tetapi ada seseorang masuk balik kedalam ruangan klub karena
ada barang yang ketinggalan, lalu ia melihat box yg ditaruh
sembarangan dan ia memindahkan box itu ke blindspot ruangan
setelah itu ia pulang.

KEESOKKAN PAGI HARINYA

RAFI (CONT’D)
"Lho, kok… nggak ada? Aku yakin banget
semalam sore aku naruh kamera di box
yang ada disini."

ia lupa kemarin dia menyimpan kameranya di box karena semalam


dia sangat lelah & mengantuk

LIRA
"Jangan bercanda, Fi! Kamera itu
satu-satunya andalan klub."

ALUNA
"Mungkin ada yang mindahin?"

MEIRA
"Tapi siapa? Kayanya gamungkin deh?"

HANA
"Fi, yakin kamu naruh di situ?
Jangan-jangan kebawa pulang?"

RAFI
"Astaga, masa aku bohong? semalem aku
yang taruh di sini jelas jelas!"
(emosi)

LIRA
"Jangan-jangan ada yang iseng sengaja
ambil terus nyembunyiin?!" (emosi)

MEIRA
"Atau jangan-jangan… ada yang pinjem
tapi nggak bilang?"

menatap Aluna dengan tajam


7.

Didalam ruang Klub sudah tidak kondusif karena saling tuduh


menuduh dan kecurigaan muncul antar satu sama lain, karena
saling emosi dan kesal akibat tuduhan dan kecurigaan maka
satu persatu anggota mulai cabut dari ruangan.

Scene 7

[Link]

Di kantin, Hana dan Lira sedang mengobrol, dan mereka


langsung berhenti bicara saat melihat Rafi, Aluna yang juga
berada di ujung pojok kantin memerhatikan mereka.

Aluna berjalan di koridor kampus, berpapasan dengan Meira,


tapi ia memalingkan wajah dan tidak menyapa.

Rafi berjalan ditangga naik menuju kelas, berpapasan dengan


Aluna yang ingin masuk kelas, tapi ia memalingkan wajah dan
tidak menyapa. Di dalam kelas Aluna berfikir kenapa ia tidak
bertemu Reva sama sekali di kampus. Dan yang lain juga tidak
pernah bertemu dengan Reva di kampus.

VOICE OVER ALUNA : “kok aku gapernah jumpa reva ya” (suara
hati aluna)

Aluna menatap keluar jendela.

Scene 8

[Link]/SORE

Aluna duduk sendirian di taman kampus (merenung diam).

Lalu Aluna merenung sambil melihat ponselnya. Grup chat klub


mereka sudah lama sepi. Tiba-tiba, sebuah notifikasi pesan
pribadi dari Reva muncul di layar Aluna.
8.

Pesan WA dari REVA: "Guys, aku kangen masa-masa hunting


kita. Gimana kalau kita ketemu lagi di ruang Klub besok? Jam 1
siang ya?"

Aluna terkejut. Ia segera mengetik balasan, "Rev, kamu di mana


aja? Udah lama aku gatau kabarmu!" Namun, pesan itu hanya
menunjukkan satu centang dan tidak terkirim. Aluna bingung. Ia
lalu membuka grup chat Klub yang sudah lama tidak aktif.
Dengan ragu, Aluna mengetik sebuah pesan di sana.

"Guys... apa ada di antara kalian yang


dapet pesan dari Reva juga?"
(mengetik di WA Grup)

(Beberapa saat kemudian, pesan dari anggota lain muncul.)

PESAN GRUP WA KLUB

MEIRA
"Iya, Lun! Aku juga dapet. Aneh banget
pesannya, centangnya cuma satu."

LIRA
"Aku juga. Udah lama banget Reva nggak
ada kabar."

RAFI
"Gue juga dapet. Gimana, guys? Kita
dateng nggak?"

HANA
"Kayaknya ini kesempatan buat kita
baikan. Udah nggak enak banget kayak
gini."

ALUNA
"Setuju. Udah lama kita nggak bareng.
Sampai ketemu besok di ruang Klub."

Aluna tersenyum melihat hpnya karena tidak sabar menunggu


besok untuk berkumpul, lalu ia pun pergi dari taman.
9.

Scene 9

[Link] [Link]

Kelima anggota berkumpul di ruang Klub. Suasana canggung,


tapi ada harapan. Mereka saling pandang, seolah menunggu
Reva datang. Ruangan terasa kosong. Rafi melihat dari ekor
matanya, ia menangkap sesuatu yang familiar di balik tumpukan
berkas terlihat box.

Rafi mengambil box tersebut dan balik ke tempat duduknya, lalu


dia membuka box itu. Rafi mengambil kamera yg berada di dalam
box itu dengan hati-hati, seolah takut menyentuhnya. Semua
terkejut dan memandang kamera itu.

RAFI
"Astaga... kamera kita... kan bener
dugaanku ga mungkin ilang... ternyata
cuma di laci."

HANA
"Halah alasan...buktinya kemaren gaada
tuh"

LIRA
"Jadi selama ini... kita salah
paham?terus siapa dong yang mindahi
kameranya"

MEIRA
"Udahla gais jangan memperkeruh
suasana lagi...niat kita kan ingin
memperbaiki"

ALUNA
"Iya bener aku setuju sama meira"

Emosi penyesalan dan rasa bersalah akan terlihat jelas di


wajah setiap anggota. Mereka menyadari perpecahan mereka
tidak berarti apa-apa.

Setelah kamera ditemukan, suasana canggung mencair. Reva pun


datang Lalu mereka memutuskan untuk hunting lagi di area
kota.
10.

Scene 10

[Link](CONT.)

Mereka memulai hunting dan mencoba merekam kembali momen-


momen indah seperti di awal. Mereka tertawa dan berpose
bersama. Reva duduk melihat mereka tertawa dan berpose. Ia
terlihat bahagia. Namun, tiba-tiba Reva menghilang. Anggota
lain tidak terlalu sadar,curiga, dan mengira ia pulang
duluan.

RAFI
"Guys, ayo kita foto grup lagi kayak
waktu pertama kali kita kumpul! Udah
lama banget kita nggak foto bareng."

MEIRA
"Setuju! "

ALUNA
"Reva mana? Kok dia udah nggak ada?"

melihat ke sekeliling

MEIRA
"Loh iya, mungkin dia pulang duluan?"

RAFI
"Yah yaudah deh nanti aja fotonya"
11.

Scene 11

[Link] KLUB [Link] (CONT.)

Semua anggota klub berkumpul di ruang Klub. Mereka sedang


melihat foto-foto dari hunting reuni di laptop Rafi. Suasana
kembali akrab, tapi ada sedikit keganjilan. Mereka mulai
membahas Reva yang tiba-tiba menghilang.

LIRA
"Aneh banget ya Reva. Tadi pas lagi
seru-serunya, eh, tiba-tiba ngilang.
Nggak bilang-bilang lagi."

MEIRA
"Iya, aku kira cuma aku yang ngerasa.
Aneh banget tingkahnya."

RAFI
"Padahal kemarin kita udah baikan.
Kenapa dia malah kayak ngejauh lagi?"

ALUNA
"Mungkin... dia ada urusan lain. Udah
ah, jangan diomongin. Mending lihat
hasil foto ini, keren-keren banget!"

Rafi kemudian memecah obrolan untuk menghindari kesalahpahaman


lainnya

RAFI
"Aku upload ke Instagram klub ya,
guys? Udah lama banget nggak diurus."

Saat Rafi membuka Instagram klub, ia melihat unggahan yang


disematkan (pinned) dari akun media kampus. Unggahan itu
berisi foto REVA dengan caption duka cita. Wajah Rafi
langsung berubah pucat pasi.

RAFI (CONT’D)
"Guys... lihat ini."

(pelan, suaranya bergetar)

FLASHBACK REVA SAKIT SAKITAN

Lalu teman-teman menyadari muka Rafi pucat dan langsung


mendekat ke RAFI serta menatap layar hp/laptop.

ALUNA
"Nggak mungkin... Tapi tadi dia..."
12.

MEIRA
(syok) "Ha..Coba cek ulang dan pastiin
lagi... kita... kita beneran nggak
peduli ya sama dia? Sampai berita ini
aja kita nggak tahu."

Mereka semua terdiam, penuh penyesalan. Mereka menyadari


betapa mereka terlalu fokus pada konflik sendiri sampai
melewatkan apa yang terjadi pada Reva.

Bayangan Reva muncul di depan mereka tetapi mereka sama


sekali tidak melihat Reva. Reva sedih tetapi menyembunyikan
dengan senyuman tipisnya karena Klub itu kembali lagi.

KILASAN ADEGAN-ADEGAN KEBERSAMAAN MEREKA MUNCUL.(FLASHBACK


LIKE SORE)

lalu Reva perlahan memudar dan menghilang dengan senyuman


nya.

Scene 12

[Link] FOTO (CONT.)

Adegan terakhir menunjukkan foto grup mereka, di mana Reva


ada di dalamnya,

TULISAN MUNCUL & SUARA KETIKAN:

"Dalam setiap jepretan, ada cerita


yang membeku. Tapi tak semua kenangan
bisa bertahan selamanya. Kadang, lensa
menyimpan lebih banyak dari yang mata
mampu lihat. Ia menyimpan kehilangan,
luka, dan kebenaran yang akan
menghantui kami selamanya."

BLACK SCREEN (THE END)

TITLE

CREDIT TITLE

Anda mungkin juga menyukai