LAPORAN PRAKTIKUM REKAYASA JARINGAN TELEKOMUNIKASI
“IP STATIC ROUTING”
DISUSUN OLEH :
Nama : Erwin Derianato Siagian
Nim : 2305211023
Kelas : TRJT 6C
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI REKAYASA JARINGAN TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2026
LAPORAN SEMENTARA
No. Percobaan : 03/[Link] TK -5C/LTK7/2026
Judul Percobaan : IP STATIC ROUTING
Tanggal Percobaan : 09 Maret 2026
Nama : Erwin Derianto Siagian
Nim : 2305211023
Kelas : TRJT 6C
Instruktur : - Nicodemus Hutabarat, S.T., M.T
- Indah Vusvita Sari, M.T
DAFTAR ISI
LAPORAN SEMENTARA........................................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................................
I. TUJUAN..........................................................................................
II. DASAR TEORI................................................................................
III. ALAT DAN BAHAN.......................................................................
IV. TOPOLOGI JARINGAN...................................................................
V. LANGKAH PERCOBAAN..............................................................
VI. HASIL PERCOBAAN......................................................................
VII. ANALISA..........................................................................................
VIII. KESIMPULAN..................................................................................
I. Tujuan
1. Memahami fungsi dan cara kerja router dalam jaringan komputer.
2. Melakukan konfigurasi dasar pada router Cisco.
3. Mengkonfigurasi alamat IPv4 dan IPv6 pada router.
4. Mengkonfigurasi keamanan router menggunakan password dan SSH.
5. Melakukan pengujian konektivitas jaringan menggunakan perintah ping.
II. Dasar Teori
Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan dua atau
lebih jaringan yang berbeda sehingga perangkat dalam jaringan tersebut dapat saling
berkomunikasi. Router bekerja dengan cara meneruskan paket data dari satu jaringan ke
jaringan lain berdasarkan alamat IP tujuan.
Router Cisco menggunakan sistem operasi yang disebut Cisco IOS (Internetwork
Operating System). Sistem operasi ini menyediakan berbagai perintah yang digunakan
untuk melakukan konfigurasi, pengelolaan, serta pemantauan jaringan.
Dalam konfigurasi router, beberapa pengaturan dasar yang biasanya dilakukan antara lain:
Pengaturan hostname router
Pengaturan password keamanan
Konfigurasi alamat IP pada interface
Konfigurasi remote access menggunakan SSH atau Telnet
Pengujian konektivitas menggunakan perintah ping
Selain menggunakan IPv4, router juga dapat menggunakan IPv6 yang memiliki kapasitas
alamat yang jauh lebih besar dibandingkan IPv4 sehingga dapat mendukung lebih banyak
perangkat dalam jaringan.
III. Alat dan Bahan
1. Router Cisco
2. Switch
3. 2 buah komputer (PC)
4. Kabel UTP
5. Kabel console
6. Software simulasi jaringan (Cisco Packet Tracer)
IV. Topologi Jaringan
Router R1
Switch
PC-A
PC-B
Router berfungsi sebagai penghubung antara dua jaringan yang berbeda sehingga PC-A dan
PC-B dapat saling berkomunikasi.
Tabel Addressing
Perangkat Interface IP Address
R1 G0/0/0 [Link]
R1 G0/0/1 [Link]
PC-A NIC [Link]
PC-B NIC [Link]
V. Langkah Kerja
1. Membuat Topologi Jaringan
Membuat topologi jaringan sesuai dengan diagram yang telah ditentukan pada Cisco Packet
Tracer dengan menghubungkan router, switch, dan PC menggunakan kabel jaringan.
2. Mengkonfigurasi IP Address pada PC
PC-A
IP Address : [Link]
Subnet Mask : [Link]
Gateway : [Link]
PC-B
IP Address : [Link]
Subnet Mask : [Link]
Gateway : [Link]
3. Konfigurasi Dasar Router
Masuk ke mode konfigurasi router:
enable
configure terminal
Mengatur hostname:
hostname R1
Menonaktifkan DNS lookup:
no ip domain-lookup
Mengaktifkan enkripsi password:
service password-encryption
4. Konfigurasi Interface Router
Interface G0/0/0:
interface g0/0/0
ip address [Link] [Link]
no shutdown
Interface G0/0/1:
interface g0/0/1
ip address [Link] [Link]
no shutdown
5. Pengujian Konektivitas
Melakukan pengujian koneksi jaringan menggunakan perintah:
ping [Link]
dan
ping [Link]
Jika hasil ping reply, maka jaringan telah berhasil terhubung.
VI. Hasil Praktikum
1.1 Topologi Jaringan
1.2 Konfigurasi IP Address pada PC
(IP Configuration PC-A)
(IP Configuration PC-B)
1.3 Konfigurasi Router
(hasil perintah show running-config)
1.4 Status Interface Router
Perintah yang digunakan:
show ip interface brief
1.5 Verifikasi Tabel Routing Router
Untuk melihat tabel routing pada router digunakan perintah:
show ip route
Perintah ini menampilkan jaringan-jaringan yang terhubung dengan router.
1.6 Hasil Pengujian Ping
(ping dari PC-1 ke PC-2)
(ping dari PC-2 ke PC-1)
Jika ping berhasil maka konektivitas jaringan telah berjalan dengan baik.
VII. Analisa Data
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, proses konfigurasi jaringan dimulai
dengan pembuatan topologi jaringan menggunakan software Cisco Packet Tracer. Topologi
yang digunakan terdiri dari satu router, satu switch, serta dua buah komputer yaitu PC-A
dan PC-B. Router berfungsi sebagai perangkat utama yang menghubungkan dua jaringan
yang berbeda sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi antar perangkat dalam
jaringan tersebut.
Langkah pertama yang dilakukan adalah konfigurasi alamat IP pada masing-masing
komputer. PC-A diberikan alamat IP [Link] dengan subnet mask [Link] dan
gateway [Link], sedangkan PC-B diberikan alamat IP [Link] dengan subnet
mask [Link] dan gateway [Link]. Konfigurasi alamat IP ini sangat penting
karena alamat IP berfungsi sebagai identitas unik setiap perangkat dalam jaringan sehingga
perangkat dapat saling mengenali dan berkomunikasi satu sama lain.
Setelah konfigurasi pada PC selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah melakukan
konfigurasi pada router. Pada tahap ini router dikonfigurasi dengan memberikan alamat IP
pada setiap interface yang terhubung dengan jaringan. Interface GigabitEthernet0/0/0
dikonfigurasi dengan alamat IP [Link] yang terhubung dengan jaringan PC-B,
sedangkan interface GigabitEthernet0/0/1 dikonfigurasi dengan alamat IP [Link] yang
terhubung dengan jaringan PC-A. Setelah konfigurasi alamat IP dilakukan, perintah no
shutdown digunakan untuk mengaktifkan interface router agar dapat digunakan dalam
proses komunikasi jaringan.
Selanjutnya dilakukan verifikasi konfigurasi menggunakan perintah show ip
interface brief pada router. Perintah ini digunakan untuk menampilkan status setiap
interface yang terdapat pada router. Hasil dari perintah tersebut menunjukkan bahwa
interface yang telah dikonfigurasi berada dalam kondisi up/up, yang berarti interface
tersebut aktif dan dapat digunakan untuk melakukan komunikasi jaringan.
Selain itu dilakukan juga pengecekan konfigurasi router secara keseluruhan menggunakan
perintah show running-config. Perintah ini menampilkan seluruh konfigurasi yang sedang
berjalan pada router termasuk konfigurasi interface, hostname, serta pengaturan lainnya.
Dengan adanya perintah ini, administrator jaringan dapat memastikan bahwa konfigurasi
yang telah dilakukan sudah sesuai dengan yang diharapkan.
Tahap berikutnya adalah melakukan pengujian konektivitas jaringan menggunakan
perintah ping. Pengujian dilakukan dari PC-A ke PC-B dengan menggunakan alamat IP
[Link]. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa paket data berhasil dikirim
dan diterima dengan baik yang ditandai dengan munculnya pesan Reply from [Link].
Hal ini menunjukkan bahwa koneksi antara kedua jaringan telah berhasil terhubung melalui
router.
Selain itu pengujian juga dilakukan dari PC-B ke PC-A menggunakan perintah ping
[Link]. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komunikasi antara kedua perangkat
berjalan dengan baik tanpa adanya packet loss. Keberhasilan proses ping ini menunjukkan
bahwa router telah berhasil melakukan proses routing antara kedua jaringan yang berbeda.
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa konfigurasi dasar router
sangat berperan penting dalam membangun jaringan komputer. Router bertugas untuk
meneruskan paket data dari satu jaringan ke jaringan lain berdasarkan alamat IP tujuan.
Dengan konfigurasi yang tepat, router dapat menghubungkan berbagai jaringan sehingga
komunikasi data dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Secara keseluruhan, praktikum ini memberikan pemahaman mengenai proses
konfigurasi dasar router serta bagaimana router bekerja dalam menghubungkan jaringan
yang berbeda. Melalui praktikum ini juga dapat dipahami pentingnya konfigurasi alamat IP,
pengaktifan interface router, serta proses pengujian konektivitas jaringan untuk memastikan
bahwa jaringan telah berfungsi dengan baik.
VIII Kesimpulan
1. Router berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan yang berbeda.
2. Konfigurasi alamat IP pada interface router sangat penting agar jaringan dapat
saling terhubung.
3. Pengujian menggunakan perintah ping dapat digunakan untuk memastikan
konektivitas jaringan.
4. Konfigurasi dasar router merupakan langkah awal dalam membangun jaringan
komputer yang baik.